Anda di halaman 1dari 70

Critical Book Review

(CBR)

Mata Kuliah: Sistem Informasi Manajemen


Dosen Pengampu: Haryadi, S.KOM., M.KOM.

Disusun Oleh:
Kelompok 5
Siti Aisyah Rizki Lestari (7191220018)
Gita Rahma (7192520001)
Dian Lestari (7193520020)
Winda Rosa (7193520043)
Annisa Randalia Br. Tamba (7193520052)

PRODI AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2021
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT, atas segala rahmas dan
karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan ini dengan judul
“Critical Book Review”. Laporan ini ditulis untuk memenuhi syarat memperoleh
nilai tugas pada mata kuliah Sistem Informasi Manajemen pada program Fakultas
Ekonomi dan Universitas Negeri Medan, akhirnya dapat selesai dengan bantuan
berbagai pihak.
Oleh karena itu, penulis mengucapkan terimakasih. Penulis telah berupaya
dengan semaksimal mungkin dalam penyelesaian tugas laporan ini, mungkin
penulis menyadari bahwa laporan ini belum sempurna, baik dari segi isi, tulisan,
maupun kualitasnya. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang
membangun untuk memperbaiki tugas laporan ini.
Akhir kata penulis mengharapkan semoga makalah ini dapat bermanfaat
bagi pembaca dan semoga tugas laporan ini bermanfaat dalam memperkaya ilmu
Siatem Informasi Manajemen.

Medan, Maret 2021

Kelompok 5

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................ ii


DAFTAR ISI .......................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN ....................................................................................... 1
A.Latar Belakang .................................................................................................... 1
B.Manfaat ................................................................................................................ 1
C.Tujuan .................................................................................................................. 1
D.Identitas Buku ..................................................................................................... 1
BAB II RINGKASAN ISI BUKU...........................................................................2
BAB III KELEBIHAN DAN KELEMAHAN ...................................................... 65
A. Kelebihan ......................................................................................................... 65
B. Kelemahan ........................................................................................................ 65
BAB IV PENUTUP .............................................................................................. 66
A. Kesimpulan ...................................................................................................... 66
B. Saran ................................................................................................................. 66
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 67

iii
BAB I
PENDAHULUAN

A.Latar Belakang
Critical book report adalah hasil kritik/bandingan tentang suatu topik
materi yang pada umumnya di perkuliahan terhadap buku yang berbeda. Penulisan
critical book report ini pada dasarnya adalah untuk membandingkan buku Sistem
Informasi Manajemen (SIM) dengan 2 buku yang akan dijadikan sumber referensi.
Setiap buku yang dibuat oleh penulis tertentu pastilah mempunyai kekurangan dan
kelebihan masing-masing. Kelayakan suatu buku dapat kita ketahui jika kita
melakukan resensi terhadap buku itu dengan perbandingan terhadap buku lainnya.
Suatu buku dengan kelebihan yang lebih dominan dibandingkan dengan
kekurangan nya artinya buku ini sudah layak untuk dipakai dan dijadikan sumber
referensi bagi khalayak ramai.

B.Manfaat
1. Untuk memahami arti-arti penting dalam perbedaan buku
2. Untuk memilah hal-hal penting yang didapat dalam masing-masing buku

C.Tujuan
1. Membandingkan isi buku pertama dan kedua
2. Memahami perbedaan-perbedaan antar kedua buku
3. Menimbah dan mendapatkan ilmu yang lebih luas

D.Identitas Buku
Buku I
Judul : Sistem Informasi Manajemen
Penulis : Dr. H. A. Rusdiana, Drs., M.M. & Moch. Irfan, S.T., M.Kom.
Penerbit : CV. Pustaka Setia
Tahun terbit : Cetakan ke-2, Februari 2018
ISBN : 978-979-076-421-7
Buku II
Judul : Sistem Informasi Manajemen
Penulis : Dr. Heni Darmawan, S.Pd., M.Si. & Kunkun Nur Fauzi
Penerbit : PT. Remaja Rosdakarya
Tahun terbit : Cetakan ke-1, 2013
ISBN : 978-979-692-141-6

1
BAB II
RINGKASAN ISI BUKU
Buku I
Bab 1 a. Pengembangan Sistem Informasi Manajemen
Pendahulua1. Hakikat Pengembangan Sistem Informasi Manajemen
n
Sistem informasi terdiri atas dua kata, yaitu sistem dan
informasi. Sistem berarti gabungan dari beberapa subsistem yang
bertujuan untuk mencapai satu tujuan. Informasi berarti sesuatu
yang mudah dipahami oleh penerima.Sistem informasi memiliki
makna sistem yang bertujuan menampilkan informasi.

2. Manfaat Perkembangan Sistem Informasi Manajemen


Sistem informasi manajemen yang baik adalah sistem
informasi manajemen yang mampu menyeimbangkan biaya dan
manfaat yang akan diperoleh. Artinya, sistem informasi manajemen
akan menghemat biaya, meningkatkan pendapatan serta informasi
yang sangat bermanfaat. Sistem informasi manajemen bertujuan
untuk memenuhi kebutuhan informasi umum semua manajer di
perusahaan atau dalam subunit organisasional perusahaan,
sistem informasi manajemen menyediakan informasi bagi pemakai
dalam bentuk laporan dan output dari berbagai simulasi model
matematika.
3.
4. Alasan Pengolahan Data Informasi
Menurut perkembangannya, terdapat dua alasan manusia
mengolah data dan informasi. Pertama, karena dorongan alami
manusia untuk menyatakan jumlah kepemilikan dan harta kekayaan.
Kedua, untuk survei administratif pada kepemerintahan. Dalam
perkembangan dunia modern, kebutuhan akan data dan
informasi semakin kompleks sehingga diperlukan adanya
sistem formal dalam pengolahan data dan informasi.

5. Perkembangan Pengolahan Data Informasi


a. Revolusi Perkembangan dalam Pengolahan Data
ada empat revolusi perkembangan dalam pengolahan data.
Revolusi pertama, pengembangan bahasa dan matematika. Revolusi
kedua, ditemukannya alat cetak. Revolusi ketiga, berkembangnya
media massa. Revolusi keempat, berkembangnya komputer
digital.

2
b. Perkembangan Alat Pengolahan Data (Komputer)
Alat pengolah data sejak zaman purba hingga saat ini dapat
digolongkan ke dalam empat golongan, antara lain sebagai berikut.
1) Peralatan manual,
2) Peralatan mekanik,
3) Peralatan mekanik elektronik,
4) Peralatan elektronik, yaitu peralatan yang bekerja secara
elektronik penuh

Bab 2 Hakikat Sistem


Konsep Pengertian Sistem
Dasar Kata sistem berasal dari bahasa Yunani, yaitu systema, yang
Sistem artinya himpunan bagian atau komponen yang saling
berhubungan secara teratur dan merupakan suatu keseluruhan.
Selain itu, bisa diartikan sekelompok elemen yang independen,
namun saling terkait sebagai satu kesatuan. Sistem adalah seperangkat
unsur yang saling berhubungan dan saling memengaruhi dalam satu
lingkungan tertentu (Ludwig, 1991). Sistem merupakan bagian-
bagian yang beroperasi secara bersama-sama untuk mencapai
beberapa tujuan (Gordon B. Davis, 1995). Sistem adalah
sekelompok elemen yang terintegrasi untuk mencapai suatu tujuan
.

Historis Perkembangan Teori Sistem


Teori sistem terbuka adalah sebuah lanjutan berdasarkan fakta
yang biasa bahwa organisme adalah suatu sistem terbuka. Seiring
dengan perkembangan waktu, keberadaan teori sistem mulai
diperhitungkan, kemudian ada usaha untuk menginterpretasikan
ilmu pengetahuan dan teori yang sebelumnya belum pernah
dilakukan, serta generalisasi yang lebih tinggi daripada yang terdapat
pada ilmu pengetahuan khusus. Teori sistem umum ditanggapi
sebagai sebuah tren rahasia dalam berbagai disiplin. Teori sistem
sering diidentikkan dengan teori cybernatika dan control. Hal ini tentu
tidak benar sebab cybernatika adalah berpikir ke-sisteman yang
beranggapan bahwa manusia dan masyarakat dapat dipahami
melalui kajian terhadap pesan fasilitas komunikasinya.
Konsep Sistem
Hakikat Konsep Sistem
Sistem adalah hubungan antara unit yang satu dengan unit
lainnya yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya dan

3
tidak dapat dipisahkan serta menuju suatu kesatuan dalam rangka
mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Suatu sistem
terdiri atas unsur-unsur yang saling berhubungan dan beroperasi
secara bersama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Jadi,
sistem bukanlah unsur yang tersusun secara tidak beraturan,
melainkan unsur-unsur yang saling berhubungan dan bekerja sama
untuk mencapai suatu tujuan.

Pendekatan Pengembangan Sistem


Dipandang dari Metodologi yang Digunakan
1) Pendekatan Klasik (Clasical Approach)
Pendekatan klasik yang disebut juga pengembangan tradisional/
konvensional adalah pengembangan sistem dengan mengikuti
tahapan pada system life cycle. beberapa permasalahan, yaitu:
a) Pengembangan perangkat lunak menjadi sulit;
b) biaya perawatan atau pemeliharaan sistem menjadi lebih mahal;
c) kemungkinan kesalahan sistem besar;
d) keberhasilan sistem kurang terjamin
e) masalah dalam penerapan sistem.
2) Pendekatan Terstruktur (Structured Approach)
Pendekatan ini dimulai pada awal tahun 1970 dan dilengkapi
dengan alat-alat (tools) dan teknik-teknik (techniques) yang di-
butuhkan dalam pengembangan sistem.

Karakteristik, Desain, dan Daur Hidup Sistem


Karakteristik Sistem
Karakteristik sistem menurut Edhi Sutanta (2003), yaitu sebagai
berikut.
a. Komponen (components)
Komponen sistem adalah segala sesuatu yang menjadi bagian
penyusunan sistem. Komponen sistem dapat berupa benda nyata
ataupun abstrak.
b. Batas (boundary)
Batas sistem diperlukan untuk membedakan satu sistem dengan
sistem yang lain. Tanpa adanya batas sistem, sangat sulit untuk
memberikan batasan scope tinjauan terhadap sistem.
c. Lingkungan (environments)
Lingkungan sistem adalah segala sesuatu yang berada di luar sistem
lingkungan sistem yang dapat menguntungkan ataupun

4
merugikan.
d. Penghubung/antarmuka (interface)
Penghubung/ antarmuka merupakan sarana setiap komponen
saling berinteraksi dan berkomunikasi.
e. Masukan (input)
Masukan merupakan komponen sistem, yaitu segala sesuatu yang
perlu dimasukan ke dalam sistem sebagai bahan yang akan diolah
lebih lanjut untuk menghasilkan keluaran (output) yang berguna.
f. Pengolahan (processing)
Pengolahan merupakan komponen sistem yang mempunyai peran
utama mengolah masukan agar menghasilkan output yang berguna
bagi para pemakainya.
g. Keluaran (output)
Keluaran merupakan komponen sistem yang berupa berbagai
macam bentuk keluaran yang dihasilkan oleh komponen pengolahan.
h. Sasaran (objectives) dan tujuan (goal)
Setiap komponen dalam sistem perlu dijaga agar saling bekerja sama
agar mampu mencapai sasaran dan tujuan sistem.
i. Kendali (control)
Setiap komponen dalam sistem perlu dijaga agar tetap bekerja sesuai
dengan peran dan fungsinya masing-masing
j. Umpan balik (feed back)
Umpan balik diperlukan oleh bagian kendali (kontrol) sistem
untuk mengecek terjadinya penyimpanan proses dalam
sistem dan mengembalikannnya pada kondisi normal.
Desain Sistem
Berdasarkan beberapa definisi di atas, desain sistem dapat diartikan:
a. tahap setelah analisis dari siklus pengembangan sistem;
b. pendefinisian dari kebutuhan fungsional;
c. persiapan rancang bangun untuk implementasi;

Bab 3 Konsep Dasar Teknologi Informasi


Konsep
Dasar Pengertian teknologi informasi
Teknologi Teknologi informasi adalah suatu teknologi yang digunakan
Informasi untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan,
menyusun, menyimpan, dan memanipulasi data dalam
berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas,
yaitu informasi yang relevan, akurat, dan tepat waktu, yang

5
digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis, dan pemerintahan.

Pengelompokan teknologi informasi


Teknologi informasi dapat dikelompokkan menjadi enam:
1) Teknologi masukan (input technology) adalah teknologi
yang berhubungan dengan peralatan untuk memasukkan data ke
dalam sistem komputer.
2) Teknologi mesin pemroses (processing machine) lebih dikenal
dengan sebutan Central Processing Unit (CPU), mikroprosesor, atau
prosesor.
3) Teknologi penyimpanan dibedakan menjadi dua kelompok,
yaitu memori internal dan penyimpanan eksternal.
4) Teknologi keluaran (output technology) adalah teknologi
yang berhubungan dengan semua piranti yang berfungsi untuk
menyajikan informasi hasil pengolahan sistem
5) Teknologi perangkat lunak (software) atau dikenal dengan
program. Untuk mengerjakan tugas di komputer, tentunya
diperlukan perangkat lunak sendiri. Kecenderungan Teknologi
Informasi

Perkembangan Teknologi Informasi.


Pemahaman Perkembangan Teknologi informasi
Perkembangan teknologi informasi memacu suatu cara baru
dalam kehidupan, dari kehidupan dimulai sampai dengan berakhir.
Kehidupan tersebut dikenal dengan e-life, artinya kehidupan telah
dipengaruhi oleh berbagai kebutuhan secara elektronik.

Penemuan Teknologi
Setelah terjadi revolusi industri, dengan ditemukannya mesin
uap, ekonomi global berevolusi ke arah ekonomi industri dengan ciri
utamanya adalah modal sebagai faktor produksi yang paling penting.
Menjelang peralihan abad sekarang ini, manusia cenderung
menduduki tempat sentral dalam proses produksi karena tahap
ekonomi ini berdasarkan pengetahuan (knowledge based) dan
berfokus pada informasi (information focused). Dalam hal ini
telekomunikasi dan informatika memegang peranan sebagai
teknologi kunci (enabler technology).

Bab 4 Pengertian Fakta


Konsep Fakta berasal dari bahasa Latin, yaitu factus. Fakta adalah segala
Fakta, Data sesuatu yang tertangkap oleh indra manusia atau data keadaan nyata yang

6
dan terbukti dan telah menjadi suatu kenyataan.
Informasi Dalam istilah keilmuan, fakta adalah hasil pengamatan yang
objektif dan dapat dilakukan verifikasi oleh semua orang. Di luar
lingkup keilmuan, fakta sering pula dihubungkan dengan:
• hasil pengamatan jujur yang diakui oleh pengamat yang diakui
secara luas;
• kebiasaan yang diamati secara berulang;
• sesuatu yang dianggap aktual sebagai lawan dari dibuat;
• sesuatu yang nyata, yang digunakan sebagai bahan
interpretasi lanjutan;
• informasi mengenai subjek tertentu;sesuatu yang dipercaya
sebagai penyebab atau makna.

Pengertian Data
Data diartikan sebagai kenyataan yang ada yang berfungsi
sebagai bahan sumber untuk menyusun suatu pendapat, keterangan
yang benar, dan keterangan atau bahan yang dipakai untuk penalaran
dan penyelidikan. data adalah semua keterangan seseorang yang
dijadikan responden ataupun yang berasal dari dokumen-dokumen,
baik dalam bentuk statistik maupun dalam bentuk lainnya untuk
keperluan penelitian.

Pengertian Informasi
Informasi atau dalam bahasa Inggrisnya adalah information,
berasal dari kata informacion bahasa Prancis. Kata tersebut diambil
dari bahasa Latin, yaitu "informationem" yang artinya "konsep,
ide, garis besar". Informasi adalah suatu data yang sudah diolah atau
diproses sehingga menjadi suatu bentuk yang memiliki arti bagi
penerima informasi yang memiliki nilai bermanfaat.

Hakikat Informasi
Pada hakikatnya, informasi adalah salah satu sumber utama dari
perusahaan dan dapat dikelola seperti halnya sumber-sumber
lain. Informasi adalah sumber konseptual yang menggambarkan
sumber- sumber fisik yang harus dikelola oleh manajer.

Fungsi Informasi
Fungsi utama informasi adalah menambah pengetahuan
atau mengurangi ketidakpastian pemakai informasi di mana
berbekal informasi seseorang dapat mengambil keputusan dengan
baik. Akan tetapi, dalam pengambilan keputusan yang kompleks,
informasi hanya dapat menambah kemungkinan kepastian atau

7
mengurangi berbagai macam pilihan.

Bab 5 Hakikat Sistem Informasi Manajemen


Konsep Pengertian Sistem Informasi Manajemen
Sistem Sistem informasi manajemen merupakan sistem informasi
Informasi yang mendapatkan hasil keluaran (output) dengan
Manajemen menggunakan masukan (input) dan berbagai proses yang
diperlukan untuk memenuhi tujuan tertentu dalam kegiatan
manajemen.

Batasan Sistem Informasi Manajemen


Sistem informasi manajemen merupakan kumpulan dari
sistem informasi dan bergantung pada besar kecilnya organisasi yang
terdiri atas sistem-sistem informasi sebagai berikut.
a. Sistem informasi akuntansi (accounting information
system),
b. Sistem informasi pemasaran (marketing information
system),
c. Sistem informasi manajemen persediaan (inventory
management information system).
c. Sistem informasi personalia (personnel information systems).
d. Sistem informasi distribusi (distribution information systems).
e. Sistem informasi pembelian (purchasing information systems).
f. Sistem informasi kekayaan (treasury information systems).
g. Sistem informasi analisis kredit (credit analiysis information
systems).
h. Sistem informasi penelitian dan pengembangan (research
and development information systems).
i. Sistem informasi teknik (engineering information systems).

Ruang lingkup dan Manfaat Sistem Informasi Manajemen


Ruang Lingkup Sistem Informasi Manajemen
Ruang lingkup sistem informasi ditentukan dari awal pembuatan
yang merupakan garis batas lingkup kerja sistem tersebut, sehingga
sistem informasi yang dimaksud tidak bersinggungan dengan sistem
informasi lainnya. Ruang lingkup sistem informasi manajemen
sebenarnya tertuang pada tiga kata pembentuknya, yaitu
"sistem", "informasi", dan "manajemen". Sistem informasi
manajemen pada masa sekarang mengalami masa keemasan karena
sistem ini merupakan salah satu vitalitas yang sangat diperlukan.

8
Manfaat Sistem Informasi Manajemen
a. meningkatkan aksesibilitas data yang tersaji secara tepat dan
akurat bagi para pemakai, tanpa harus adanya perantara sistem
informasi;
b. menjamin tersedianya kualitas dan keterampilan dalam
memanfaatkan sistem informasi secara kritis;
c. mengembangkan proses perencanaan yang efektif;
d. mengidentifikasi kebutuhan akan keterampilan pendukung
sistem informasi;
e. menetapkan investasi yang akan diarahkan pada sistem
informasi;
f. mengantisipasi dan memahami konsekuensi ekonomis dari
sistem informasi dan teknologi baru;
g. memperbaiki produktivitas dalam aplikasi pengembangan
dan pemeliharaan sistem.
h. Mengolah transaksi, mengurangi biaya, dan menghasilkan
pendapatan

Bab 6 Hakikat dan Konsep Manajemen


Konsep Pengertian Manajemen
Dasar Menurut Stephen P. Robbins dan Mary Coulter (2004),
Manajemen manajemen adalah proses pengoordinasian kegiatan- kegiatan
dalam pekerjaan sehingga pekerjaan tersebut terselesaikan secara efektif,
Sistem efisien, dan melalui orang lain.
Informasi
Manajemen Tujuan Manajemen
Tujuan dalam manajemen sangat penting karena tujuan tersebut
dapat:
a. mewujudkan suasana kerja sama yang aktif, inovatif, kreatif,
efektif, menyenangkan, dan bermakna bagi para karyawan atau
anggota;
b. menciptakan karyawan atau anggota yang aktif
mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan
spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian,
kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan
dirinya masyarakat bangsa dan negara;
c. memenuhi salah satu kompetensi bekerja para anggota serta
menunjang kompetensi manajerial para atasan dan anggota sebagai
manajer;
d. mencapai tujuan yang lebih efektif dan efisien dalam
sebuah organisasi;

Kegiatan dalam Fungsi Manajemen


Fungsi-fungsi manajemen adalah serangkaian kegiatan

9
yang di- jalankan dalam manajemen berdasarkan fungsinya masing-
masing dalam mengikuti satu tahapan tertentu dalam
pelaksanaannya. Fungsi-fungsi manajemen, sebagaimana
diterangkan oleh Nickels McHugh (1997), terdiri atas empat
fungsi, antara lain perencanaan (planning), pengorganisasian
(organizing), pelaksanaan (actuating), dan pengawasan (controlling).
Tipe Kegiatan Manajemen
Kegiatan manajemen dihubungkan dengan tingkatannya
didalam organisasi dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu sebagai
berikut. Perencanaan strategi: merupakan kegiatan manajemen
tingkat atas sebagai proses evaluasi lingkungan luar organisasi,
penerapan tujuan organisasi, dan penentuan strategi-strategi.

Pengawasan dalamManajemen
Tipe-tipe Pengawasan
a. Pengawasan pendahuluan (preliminary control)
Pengawasan pendahuluan adalah pengawasan yang terjadi
sebelum kerja dilakukan. Pengawasan ini menghilangkan
penyimpangan penting pada kerja yang diinginkan yang
dihasilkan sebelum penyimpangan tersebut terjadi.
b. Pengawasan pada saat kerja berlangsung (cocurrent control)
Pengawasan pada saat kerja berlangsung adalah pengawasan
yang terjadi ketika pekerjaan dilaksanakan.
c. Pengawasan feed back (feed back control)
Pengawasan feed back yaitu mengukur hasil suatu kegiatan yang
telah dilaksanakan untuk mengukur penyimpangan yang
mungkin terjadi atau tidak sesuai dengan standar.

Pentingnya Pengawasan dalam Manajemen


Banyaknya orang yang berbuat kesalahan, dan untuk
mengevaluasi hasil kegiatan yang telah dilakukan, menyebabkan
fungsi pengawasan semakin penting dalam setiap organisasi. Ada
beberapa alasan pentingnya pengawasan, di antaranya sebagai berikut.
a. Perubahan lingkungan organisasi
b. Peningkatan kompleksitas organisasi
c. Meminimalisasikan tingginya kesalahan-kesalahan
d. Kebutuhan manajer untuk mendelegasikan wewenang
e. Menilai informasi dan mengambil tindakan koreksi

Alat Bantu Pengawasan Manajerial


Alat-alat pengawasan yang paling dikenal dan paling umum
digunakan adalah sebagai berikut.
a. Manajemen pengecualian (management by exception)
Manajemen pengecualian adalah teknik pengawasan

10
yang me- mungkinkan hanya penyimpangan kecil antara yang
direncanakan dan kinerja aktual yang mendapatkan perhatian
dari wirausahawan.
b. Sistem informasi manajemen
Sistem informasi manajemen, yaitu suatu metode
informal pengadaan dan penyediaan bagi manajemen, informasi
yang diperlukan dengan akurat dan tepat waktu untuk
membantu proses pembuatan keputusan dan memungkinkan
fungsi-fungsi perencanaan, pengawasan dan operasional
organisasi yang dilaksanakan secara efektif.

Penganggaran
Anggaran dalam organisasi ialah rencana keuangan yang
menguraikan cara dana pada periode waktu tertentu akan
dibelanjakan ataupun cara dana tersebut akan diperoleh.

Bab 7 Hakikat Organisasi


Konsep Pengertian Organisasi
Organisasi
dalam Organisasi adalah wadah yang memungkinkan masyarakat
Sistem dapat meraih hasil yang sebelumnya tidak dapat dicapai oleh
Informasi individu secara sendiri-sendiri. Organisasi merupakan suatu unit
Manajemen terkoordinasi yang terdiri atas setidaknya dua orang, berfungsi
mencapai satu sasaran tertentu atau serangkaian sasaran.

Unsur-unsur Organisasi
Menurut Prayitno (1997: 49), organisasi yang mencakup unsur-
unsur vertikal dan horizontal dikehendaki berbagai tuntutan:
a. menyeluruh,
b. sederhana,
c. luwes dan terbuka,
d. menjamin berlangsungnya kerja sama
e. menjamin berlangsungnya pengawasan,

Tujuan Organisasi
Tujuan organisasi yaitu:
a. keuntungan adalah kekuatan motivasi bagi wiraswastawan;
b. pelayanan pada pelanggan dengan penyediaan nilai ekonomis
yang dibutuhkan (barang dan jasa) membenarkan keberadaan
organisasi bisnis;

11
c. tanggung jawab sosial bagi wiraswastawan sesuai dengan kode
etik dan moral yang dibuat oleh masyarakat tempat industri
tersebut berada. Manajemen dalam Organisasi.

Organisasi dalam Sistem Informasi


Lokasi Sistem Informasi dalam Suatu Organisasi
Lokasi sistem informasi dalam suatu organisasi belum ada
kesepakatan. Ada yang memisahkan dalam departemen sendiri,
yaitu departemen sistem informasi dan ada yang menggabungnya
dengan departemen lain.

Hubungan antara Sistem Informasi dengan Organisasi


Organisasi akan berpengaruh terhadap sistem informasi
melalui keputusan-keputusan yang dibuat oleh manajer dan
karyawan. Manajer membuat keputusan tentang desain sistem.
Mereka juga menggunakan teknologi informasi. Manajer akan
memutuskan siapa yang akan membuat dan mengoperasikan sistem
dan pada akhirnya memberikan per- timbangan rasional dalam
pembuatan sistem.

Penerapan Sistem Informasi dalam Manajemen Suatu Organisasi


Sistem informasi digunakan untuk mendukung operasi-operasi
manajemen yang dilakukan oleh suatu organisasi. Operasi-operasi
manajemen terdiri atas beberapa tahap, yaitu perencanaan, peng-
organisasian, pelaksanaan, dan pengendalian.
a. Tahap perencanaan
b. Tahap pengorganisasian.
c. Tahap pelaksanaan.
d. Tahap Pengendalian

Bab 8 Kerangka Dasar Pengambilan Keputusan Berbasis Sistem


Konsep Informasi
Pengambila Pengertian pengambilan keputusan
n Keputusan Secara umum, pengambilan keputusan adalah upaya untuk
Berbasis menyelesaikan masalah dengan memilih alternatif solusi yang ada.
Sistem Menurut Terry (2001), pengambilan keputusan adalah pemilihan
Informasi alternatif perilaku dari dua alternatif atau lebih (tindakan pimpinan
untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dalam organisasi yang

12
di pimpinnya dengan melalui pemilihan satu di antara alternatif-
alternatif yang dimungkinkan).

Teknik Pengambilan Keputusan


Herbert A. Simon (Tata Sutabri, 2005: 135) mengemukakan
teknik tradisional dan modern dalam pembuatan keputusan yang
diprogram dan tidak diprogram. Dengan berkembangnya teknik
pembuatan keputusan, efisiensi pemecahan masalah yang
diprogram dan kualitas pe- mecahannya meningkat.

Skala Pengukuran Pengambilan Keputusan


a. Skala Nominal adalah pengukuran dengan taraf yang paling
rendah. Di sini suatu objek digolong-golongkan dengan simbol
atau angka yang bersifat kualitatif dan kuantitatif.
b. Skala Ordinal adalah skala pengukuran yang bersifat kualitatif
yang menunjukkan adanya jenjang urutan prefensi yang
dikaitkan dengan tujuan atau kondisi yang ditentukan.
c. Skala interval adalah suatu skala yang mempunyai ciri-ciri
skala ordinal, yang selisih dari setiap angka atau jenjang
prefensi dari skala tersebut diketahui besarnya kemudian
pengukurannya.
d. Skala ratio adalah suatu skala interval yang mempunyai titik nol
yang nyata. Dalam skala ini, perbandingan setiap titik unit
pengukuran adalah bebas.
e. Skala absolut merupakan ukuran kuantitatif yang jelas, nyata,
dan dapat dibandingkan secara langsung. Situasi atau kondisi
keputusan yang terstruktur secara sempurna banyak ditemukan
dalam jenis keputusan yang bersifat korektif, dengan skala
pengukuran ratio atau absolut

Konsep Dasar Pengambilan Keputusan Manajemen


Dasar dan Faktor Pengambilan Keputusan
George R. Terry (2001) mengelompokkan lima dasar dalam
pengambilan keputusan, yaitu sebagai berikut.
a. Intuisi
b. Pengalaman
c. Wewenang
d. Fakta
e. Rasional

Metode Kuantitatif dalam Pembuatan Keputusan

13
Operasi berbagai organisasi telah semakin kompleks dan mahal.
Oleh karena itu, menjadi semakin sulit dan penting bagi para
manajer untuk membuat rencana dan keputusan yang efektif.
Berbagai teknik dan peralatan kuantitatif dalam pembuatan
keputusan telah dikembangkan lebih dari 40 tahun yang dikenal
sebagai teknik management science dan operations research. Pada
umumnya, kedua istilah tersebut digunakan bergantian dengan
pengertian yang sama, yaitu riset operasi (operations research).

Aplikasi Riset Operasional


Masalah-masalah yang dapat menggunakan teknik-teknik operasional
adalah sebagai berikut.
1) Masalah persediaan
2) Masalah alokasi
3) Masalah antrian
4) Masalah pengurutan
5) Masalah routing
6) Masalah penggantian
7) Masalah persaingan
8) Masalah pencarian

Proses Pengambilan Keputusan


Herbert A. Simon (Redford, 1981: 11) membagi tiga proses
dalam pengambilan keputusan, yaitu sebagai berikut.
a. Intelligence (penyelidikan)
Lingkungan intern dan ekstern dari pengambil keputusan
diselidiki untuk menemukan kondisi yang memerlukan
keputusan
b. Design (perancangan)
Berbagai macam tindakan yang tersedia pada para
pengambil keputusan ditetapkan.
b. Choice (pilihan)
Salah satu langkah tindakan itu dipilih untuk dilaksanakan atas
dasar penilaian tentang keefektifannya guna mencapai sasaran.

Tipe Keputusan Manajemen


Keputusan dibagi dalam tiga tipe, yaitu sebagai berikut.
a. Keputusan terprogram/keputusan terstruktur
b. Keputusan setengah terprogram/setengah terstruktur
c. Keputusan tidak terprogram/tidak terstruktur

Mekanisme, Tahap, dan Model Pengambilan Keputusan

14
dalam Organisasi
Mekanisme Pengambilan Keputusan dalam Organisasi
Mekanisme pengambilan keputusan adalah serangkaian
kegiatan yang akan dilakukan dalam menyelesaikan suatu masalah.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mengambil
keputusan, yaitu sebagai berikut.
a. Pemahaman dan perumusan masalah
b. Pengumpulan analisis data yang relevan
c. Pemilihan alternatif terbaik
d. Implementasi keputusan
e. Evaluasi

Bab 9 Pengertian Teknologi Informasi


Konsep Secara sederhana teknologi informasi dapat dikatakan sebagai
Teknologi ilmu yang diperlukan untuk mengelola informasi agar informasi
dan Sistem tersebut dapat dicari dengan mudah dan akurat. Isi dari ilmu
Informasi tersebut dapat berupa teknik-teknik dan prosedur untuk menyimpan
dalam informasi secara efisien dan efektif.
Sistem
Informasi Lingkup Teknologi Informasi
Manajemen Secara umum teknologi informasi selalu berkaitan dengan dua
aspek, yaitu perangkat keras dan perangkat lunak. Perangkat keras
(hardware) menyangkut peralatan bersifat fisik, seperti memory,
monitor, keyboard, CPU, mouse, dan lain-lain. Adapun perangkat
lunak (software) berkaitan dengan instruksi-instruksi untuk
mengatur perangkat keras agar bekerja sesuai dengan tujuan
instruksi tersebut. Teknologi informasi terdiri atas enam bagian, yaitu
teknologi masukan (input technology); teknologi keluaran (output
technology); teknologi penyimpan (storage technology); teknologi
komunikasi (communication technology); mesin pemproses
(processing machine) atau CPU

Pengertian Sistem Informasi


Sistem informasi adalah sekumpulan hardware, software,
brainware, prosedur, dan/atau aturan yang diorganisasikan secara
integral untuk mengolah data menjadi informasi yang bermanfaat
guna memecahkan masalah dan pengambilan keputusan.

Tipe Sistem Informasi


Sistem informasi menyediakan tiga macam tipe informasi, yaitu
sebagai berikut.

15
1. Informasi pengumpulan data (scorekeeping information).
2. Informasi pengarahan perhatian (attention directing
information).
3. Informasi pemecahan masalah (problem solving
information).

Komponen Sistem Informasi


Sistem informasi terdiri atas komponen-komponen yang disebut blok
bangunan, yaitu
a. Komponen Input
b. Komponen model
c. Komponen output
d. Komponen teknologi
e. Komponen Hardware
f. Komponen software
g. Komponen basis data
h. Komponen kontrol

Teknologi Komunikasi
Teknologi
Secara etimologis, teknologi berasal dari kata "techne" yang
berarti suatu rangkaian yang berkaitan dengan pembuatan suatu
objek atau prinsip-prinsip atau metode dan seni.
Komunikasi
Komunikasi dalam Kamus Bahasa Indonesia diartikan
sebagai pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua
orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami. Jika
arti komunikasi dikaitkan dengan teknologi, penekanan kata
teknologi komunikasi lebih tertuju pada kata "media".

Teknologi Komunikasi
Teknologi informasi merupakan bagian dari pengertian
teknologi komunikasi. Akan tetapi, apabila diamati dengan lebih
mendalam, baik pengertian teknologi komunikasi maupun
teknologi informasi, di antara dua bidang tersebut saling berkaitan,
bahkan sering digunakan untuk menyebut hal yang sama secara
bergantian.

Komunikasi Sistem Informasi


Sistem Komputer

16
Sistem komputer adalah elemen-elemen yang terkait untuk
menjalankan suatu aktivitas dengan. Dengan demikian, komponen
tersebut merupakan elemen yang terlibat dalam sistem komputer.

Komponen dalam Sistem Komputer


Terdapat empat komponen dalam sistem komputer, yaitu sebagai
berikut.
1) Pemroses
2) Memori
3) Perangkat masukan dan keluaran (I/O)
4) Interkoneksi antarkomponen

Klasifikasi Komputer
Klasifikasi komputer dibagi empat, yaitu berdasarkan jenis data
yang diolah, kemampuan komputer, ukuran fisik, dan bidang
masalah.
• Berdasarkan jenis data yang diolah
• Berdasarkan kemampuan komputer
• Berdasarkan ukuran fisik
• Berdasarkan bidang masalah

Konfigurasi Komputer
Menurut Robert C. Brenner (1995), komputer terbagi menjadi
tiga bagian, yaitu sebagai berikut.
1. Hardware (perangkat keras),
2. Software (perangkat lunak
3. Brainware (perangkat pikir).

Bab 10 Hakikat Sistem Informasi pada Fungsi organisasi


Aplikasi Sistem informasi dalam organisasi dapat diterapkan dengan dua
Sistem cara, yaitu internal perusahaan dan eksternal perusahaan. Secara
Informasi eksternal, sistem informasi yang ada ditarik keluar menjangkau
pada Fungsi pelanggan. Secara internal, sistem informasi dapat diterapkan
dan Level dalam fungsi-fungsi organisasi atau tingkatan organisai. Secara
Organsasi internal, sistem informasi yang diterapkan di fungsi-fungsi
organisasi, yaitu sistem informasi akuntansi, sistem informasi
keuangan, sistem informasi pemasaran, sistem informasi
produksi, dan sistem informasi sumber daya manusia. Dalam sistem
informasi fungsional, fungsi manajemen dalam organisasi adalah sebagai
manajer atas, manajer menengah, dan manajer bawah.

17
Aplikasi Sistem Informasi pada Fungsi-fungsi Organisasi
Sistem Pengolahan Transaksi
Sistem ini menangkap transaksi-transaksi bisnis yang
terjadi, mencatatnya dalam dokumen-dokumen dasar,
memasukkannya ke dalam sistem informasi, merekamnya ke basis
data, dan mengolahnya menjadi informasi-informasi pencatatan
nilai.

Sistem Informasi Fungsional


Sistem informasi fungsional dimaksudkan untuk menyediakan informasi
kepada manajer-manajer fungsi.
a. Sistem Informasi Akuntansi
Sistem informasi akuntansi adalah sistem informasi yang
mengubah data transaksi bisnis menjadi informasi keuangan
yang berguna bagi pemakainya. bisnis aliran dana dalam
organisasi dan menghasilkan laporan keuangan.
b. Sistem Informasi Produksi
Sistem informasi produksi adalah sistem informasi yang
mendukung perencanaan, kontrol dan penyelesaian
manufacture hasil produksi penjualan.

Aplikasi Sistem Informasi di Level-level Organisasi


Sistem Pakar (Expert System)
Sistem pakar adalah suatu sistem untuk mengadopsi
pengetahuan yang dimiliki manusia ke komputer yang
dirancang untuk me- maksimalkan kemampuan dalam
menyelesaikan masalah, seperti layaknya seorang pakar atau
orang yang telah terbiasa menghadapi masalah.

Sistem Jaringan Artificial Neural Network (ANN)


Artificial Neural Network (ANN) merupakan salah satu contoh
model nonlinear yang mempunyai bentuk fungsional fleksibel dan
mengandung beberapa parameter yang tidak dapat
diinterpretasikan seperti pada model parametrik.

Sistem Penunjang Keputusan (SPK)


Sistem Penunjang Keputusan (SPK) didefinisikan sebagai suatu
sistem informasi untuk membantu manajer level menengah untuk
pengambilan keputusan setengah terstruktur agar lebih efektif dengan
menggunakan model-model yang teranalisis.

18
Sistem Informasi Eksekutif
Sistem informasi eksekutif (EIS) adalah satu jenis dari
manajemen informasi untuk memudahkan dan mendukung
keterangan dan pembuatan keputusan kebutuhan dari
eksekutif senior dengan menyediakan kemudahan akses.
Komponen sistem informasi eksekutif dapat tergolong seperti
berikut ini :
a. Perangkat keras (hardware)
b. Perangkat lunak (software)
c. Telekomunikasi

Bab 11 Sistem Informasi Strategis


Sistem Sistem informasi dapat dipandang secara strategis, yaitu
Informasi sebagai, jaringan kompetitif vital (pembaharua organisasi) dan
Strategis investasi teknologi untuk membantu mencapai tujuan. Sistem
dan Sistem informasi strategis (SIS) adalah dukungan terhadap sistem yang ada dan
Antarorgani membantu dalam mencapai keunggulan kompetitif atas pesaing
sasi organisasi dalam hal tujuan. Sistem informasi dapat
memengaruhi aktivitas bisnis perusahaan secara keseluruhan
sehingga dapat mem- bantu perusahaan dalam persaingan bisnis
dengan perusahaan lainnya.

Kriteria Penerapan Sistem Informasi Strategis


Menurut Rahadian (2011), penerapan sistem informasi dikatakan
strategis jika tujuannya memenuhi kriteria berikut:
a. Mencapai posisi kepemimpinan biaya yang rendah.
b. Menyediakan diferensiasi produk/jasa dan nilai bagi konsumen
yang lebih besar.
c. Menciptakan aliansi antara perusahaan dengan pemasok
dan pelanggannya, sehingga mengurangi biaya untuk
pemasok dan menyediakan dukungan khusus bagi
pelanggannya.
d. Mempertinggi nilai suatu produk/jasa dengan menyediakan
tampilan atau dukungan yang inovatif.
e. Memungkinkan pertumbuhan pada pasar yang ada secara
geografis atau ekspansi volume.
f. Membantu mengenalkan suatu produk ke pasar.

Pengaruh Penerapan Sistem Informasi Strategis


Ada dua macam pengaruh penerapan sistem informasi strategis,
yaitu pengaruh bersaing dan pengaruh industri.

19
a. Pengaruh Bersaing
Pengaruh bersaing adalah pengaruh secara langsung
berdampak pada kemampuan bersaing.
b. Pengaruh Industri
Pengaruh industri pada sistem informasi strategis,
yaitu sistem produk dan jasa, siklus hidup produk, skop geografis,
skala ekonomis pada produksi, perpindahan dalam tempat nilai
tambah, kekuatan menawar dari pemasok, dan penciptaan
berbisnis baru.

Sistem Informasi Antarorganisasi


Batasan Sistem Informasi Antarorganisasi
Interorganizational syrtem (IOS ) disebut juga sistem antar-
organisasi. Sistem informasi antarorganisasi adalah kombinasi
semua perusahaan yang terkait sehingga berfungsi sebagai sistem
tunggal dan bekerja sama untuk mencapai tujuan. Perusahaan yang
membentuk IOS disebut mitra dagang atau mitra bisnis.

Manfaat Sistem Informasi Antarorganisasi


Manfaat sistem informasi antarorganisasi terbagi dalam dua kategori,
yaitu efisiensi komparatif dan kekuatan tawar-menawar
a. Efisiensi Komparatif
Para mitra bisnis dapat menyediakan barang dan jasa dengan
biaya yang lebih murah daripada pesaingnya. Perbaikan efisiensi
dapat berasal dari dalam dan berkaitan dengan organisasi
lain sehingga dapat mengumpulkan data dan menganalisisnya
lebih cepat serta membuat keputusan lebih tepat dan cepat.
b. Kekuatan Tawar-menawar
Kekuatan tawar-menawar merupakan suatu kemampuan
untuk menyelesaikan perselisihan dengan pemasok dan
pelanggannya yang menguntungkan dirinya.

Sistem Informasi Menunjang Strategi Perusahaan


Sistem informasi manajemen mempunyai subsistem berupa
sistem informasi bisnis adalah subsistem dari sistem informasi
manajemen yang bertujuan untuk mengumpulkan, memproses,
dan menghasilkan informasi yang berhubungan dengan transaksi-
transaksi keuangan. Perencanaan strategis perusahaan merupakan
perencanaan jangka panjang yang mengidentifikasi tujuan-tujuan
yang akan memberi posisi paling menguntungkan bagi perusahaan
dalam lingkungannya serta menentukan strategi pada manajemen
tingkat atas untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut.

20
Hubungan antara Sistem Informasi dan Strategi Bisnis
Hubungan antara sistem informasi dan strategi bisnis, antara lain:
a. para eksekutif perusahaan secara bersama dapat
memperoleh penjelasan mengenai pengaruh yang mungkin
terjadi pada sistem informasi dunia dalam strategi bisnis;
b. memahami masing-masing unit usaha dalam strategi bisnis;
c. menentukan siasat sistem informasi yang tepat untuk masing-
masing unit strategi;
d. mengenali pentingnya aplikasi untuk mencapai masing-
masing siasat sistem informasi dan memprioritaskan
penerapannya;
e. menetapkan tanggung jawab untuk menerapkan aplikasi;

Manfaat yang didapat perusahaan dengan pembangunan SI yaitu


sebagai berikut.
a. Integrasi data dan informasi,
b. Pengorganisasian data memungkinkan sistem bebas redundasi
data,
c. Meningkatkan kecepatan dan keakuratan penyusunan
laporan manajerial.
d. Meningkatkan kualitas produk dan kecepatan layanan.
e. Efisiensi biaya dan waktu.
f. Meningkatkan citra perusahaan.

Perbedaan antara Sistem informasi Strategis dan Sistem Informasi


Konvensional
Sistem informasi untuk menunjang kegiatan strategis
berbeda dengan sistem informasi konvensional. Perbedaan tersebut
antara lain sebagai berikut.
a. Dukungan
Sistem informasi secara konvensional untuk
mendukung manajer menyelesaikan masalah kritis, sedangkan
sistem informasi strategis untuk mendukung manajer dalam
menerapkan strateg.
b. Fokus
Sistem informasi konvensional menggunakan teknologi
untuk kepentingan manusia, sedangkan sistem informasi strategis
sebagai alat atau senjata kompetisi.
c. Tujuan
Sistem informasi konvensional untuk pengurangan biaya
(efisiensi), sedangkan sistem informasi strategis untuk

21
memenangi persaingan.
d. Orientasi
Sistem informasi konvensional berorientasi ke aplikasi
internal, sedangkan sistem informasi strategis orientasi internal
dan eksternal untuk menjangkau konsumen

Penggunaan Sistem Informasi dalam Menunjang Strategi


Perusahaan
Dari sisi internal perusahaan, penggunaan sistem informasi
tidak hanya akan meningkatkan kualitas serta kecepatan
informasi yang dihasilkan bagi manajemen, tetapi juga dapat
menciptakan sistem informasi manajemen yang mampu
meningkatkan integrasi di bidang informasi dan operasi di antara
berbagai pihak yang ada di perusahaan. Sistem ini dapat berjalan
dengan baik apabila semua proses didukung dengan teknologi yang
tinggi, sumber daya yang berkualitas, dan yang paling penting
adalah komitmen perusahaan.

Bab 12 Hakikat Sistem Informasi Pendukung Manajemen


Aplikasi Sistem Pendukung Manajemen (MSS) adalah kumpulan
Sistem teknologi komputer yang mendukung pekerjaan manajerial, khususnya
Informasi pengambilan keputusan.
Pendukung Dalam sistem pendukung manajemen dibagi menjadi:
dalam a. accounting information system;
Sistem b. finance information system;
Informasi c. marketing information system;
Manajemen d. production information system;
e. personal information system;
f. corporate information system;
g. management information system;
h. information system lainnya.

Sistem Pendukung Manajemen


Sistem Pengolahan Transaksi
a. Pengertian Sistem Pemrosesan Transaksi
Sistem pemrosesan transaksi (transaction processing system
disingkat TPS), adalah sistem yang menjadi pintu utama dalam
pengumpulan dan pengolahan data pada suatu organisasi. (W.
Wilkinson, Joseph. Sistem, 1998).
b. Teknik Pengolahan Data yang Biasa Diperoleh
Teknik pengolahan data yang biasa diperoleh ada empat
macam, yaitu sebagai berikut.

22
1. Batch processing:
2. Online processing:
3. Real-time processing:
4. Inline processing:
c. Komponen-komponen Sistem Pemrosesan Transaksi
Komponen-komponen sistem pemrosesan transaksi, yaitu
sebagai berikut.
- Dokumen sumber
- Buku Besar dan Arsip
- Laporan dan Dokumen
- Bagian Perkiraan dan Kode Lainny
- Rangkaian Audit
- Tindakan pengendalian dan pengamanan
d. Tugas Pokok Pengolahan Transaksi
Tugas pokok dari sistem pengolahan transaksi, yaitu:
1. pengumpulan data:
2. manipulasi data

Otomasi Perkantoran (AO) atau Office Automation System (OAS)


Pengertian Office Automation System (OAS)
Office Automation System (OAS) merupakan sebuah rencana
untuk menggabungkan dan menerapkan teknologi tinggi dalam
memperbaiki proses pelaksanaan pekerjaan demi meningkatkan
produktivitas dan efektivitas pekerjaan.

Tujuan Office Automation System (OAS)


Office Automation System (OAS) memiliki tiga tujuan yang harus
diraih, yaitu:
1) menggabungkan dan menerapkan teknologi;
2) memperbaiki proses pelaksanaan pekerjaan di kantor;
3) meningkatkan produktivitas pekerja dan efektivitas pekerjaan.

Penerapan Otomasi Perkantoran


Penerapan OAS sebuah organisasi harus melalui tiga fase:

Fase Dasar • Meningkatkan kualitas pekerjaan


pada tipe I
(sekretaris, surat-menyurat,
dokumentasi, dan sebagainya).
• Mengurangi jumlah kertas.

23
Fase • Meningkatkan komunikasi pada
Penggabungan manajemen tipe 1 dan 2.
• Meningkatkan ongkos dengan
menerapkan analisis siapa butuh
apa?
Contoh: E-mail, voice mail.
Fase Lanjutan • Meningkatkan perencanaan dan
pembuatan keputusan.
• Meningkatkan seluruh kualitas
organisasi.

Sistem Informasi Manajemen Basis Data


Database Manajemen Sistem (DBMS) adalah suatu bentuk sistem yang
berguna untuk menyimpan data.
1. Bentuk Elemen Data DBMS
Elemen dasar database adalah pemakai, isi data, dan
tempat penyimpanan. Pada elemen pemakai terdapat tiga
golongan, yaitu:
a. operator,
b. programer
c. database administrator (DBA),
2. Hierarchical Database
Hierarchical database berusaha menggambarkan realita dalam
sebuah organisasi ke bentuk data-data computer.
3. Network Database
Network database memiliki struktur file yang sama. File yang
satu dapat mengetahui/mendapatkan informasi file yang lain
dengan benar.
4. Relational Database
Relational database adalah bentuk database yang paling fleksibel
dan paling terbuka.
5. Administrator Database
Database Administrator (DBA) dalam pelaksanaannya
dibagi pada bagian pemakai, operator, dan programer dengan
maksud agar pemakai dapat menguasai datanya masing-masing.

Inteligensi Buatan
1. Pengertian Artificial Intelligent (AI)
Artificial Intelligent (AI) atau inteligensi buatan adalah
sebuah sistem yang berusaha mengajarkan komputer untuk
berpikir.

24
2. Kategori Definisi Artificial Intelligent (AI) atau Kecerdasan
Buatan
Artificial Intelligent (AI) dikelompokkan menjadi sebagai
berikut :
a. Detail Artificial Intellegent (AI) meliputi:
1) Sudut pandang kecerdasan
2) Sudut pandang penelitian.
3) Sudut pandang bisnis.
4) Sudut pandang pemrogram.
b. Bagian Utama Artificial Intelligent (AI)
Basis pengetahuan (knowledge base) berisi fakta-
fakta, teori, pemikiran, dan hubungan komponen satu
dengan yang lainnya.
3. Konsep Artificial Intellegent (AI) atau Kecerdasan Buatan
a. Turing Test
Metode pengujian kecerdasan (Alan Turing). Proses uji ini
melibatkan seorang penanya (manusia) dan dua objek yang
ditanyai.
Pemrosesan simbolik, sifat penting dari Artificial Intellegent
(AI) adalah bahwa artificial intelligent merupakan bagian dari
ilmu komputer yang melakukan proses secara simbolik dan
nonalgoritmik dalam penyelesaian masalah.
4. Tujuan Kecerdasan Buatan
Tujuan kecerdasan buatan, meliputi:
a. membuat komputer lebih cerdas;
b. mengerti tentang kecerdasan;
c. membuat mesin lebih berguna
5. Kecerdasan Buatan Versus Kecerdasan Alami
Perbedaan kecerdasan buatan dengan kecerdasan alami lebih
permanen :
1) menawarkan kemudahan duplikasi dan penyebaran;
2) lebih murah daripada kecerdasan alami;
3) konsisten dan menyeluruh;
4) dapat didokumentasikan;
5) dapat lebih cepat mengeksekusi tugas tertentu daripada
manusia;
6) dapat menjalankan tugas tertentu dengan lebih baik dari
banyak atau kebanyakan orang;

Sistem Pembuatan Artificial Intelligent (AI)

25
Dalam pembuatannya, Artificial Intelligent (AI) menggunakan
sistem pemrograman sebab-akibat (heuristic). Elemen Artificial
intelligent (AI) sebagai berikut.
a. Alat pembentuk (development engine
b. Bank pengetahuan (knowledge base).
c. Alat penganalisis (inference engine)
d. Alat interaksi dengan manusia (user interface)

Bab 13 Memahami Hakikat Database


Database
dan Sistem Epistemologi Database
Manajemen
Data
Databasse
Menurut Raymon McLeod, Jr. (2001), data adalah sekumpulan
baris fakta yang mewakili peristiwa yang terjadi pada organisasi
atau pada lingkungan fisik sebelum diolah ke dalam format yang
bisa dimengerti dan digunakan manusia.

Pengertian Database
Database adalah kumpulan informasi yang disimpan
dalam komputer secara sistematik untuk memperoleh informasi dari
basis data. Database adalah representasi kumpulan fakta yang saling
berhubungan disimpan secara bersama, untuk memenuhi berbagai
kebutuhan.

Perangkat untuk Membuat Database


Database dapat dibuat dan diolah dengan menggunakan suatu
program komputer, yaitu software (perangkat lunak). Software yang
digunakan untuk mengelola dan memanggil kueri (query) database
disebut database management system (DBMS) atau sistem manajemen
basis data.

Karakteristik Database
Karakteristik database dalam Database Management System
(DBMS) memiliki tiga karakteristik utama, yaitu:
a. Data yang sama dapat diakses secara serempak oleh beberapa
pengguna untuk berbagai kegunaan yang berbeda.
b. Data tidak bergantung pada struktur penyimpanan atau
cara membaca data dari program aplikasi, atau data bersifat
transparan terhadap program aplikasi.
c. Data memiliki integritas (akurasi dan validasi) yang terkendali.

26
Konsep dan Sistem Basis Data
Konsep dasar dari basis data adalah kumpulan dari catatan atau
potongan dari pengetahuan. Sebuah basis data memiliki penjelasan
terstruktur dari jenis fakta yang tersimpan di dalamnya. Penjelasan
tersebut disebut skema. Basis data adalah kumpulan data terhubung
yang disimpan secara bersama-sama pada suatu media, yang
diorganisasikan berdasarkan sebuah skema atau struktur tertentu,
dan dengan software untuk melakukan manipulasi untuk
kegunaan tertentu.

Sistem Manajemen Basis Data


Sistem manajemen basis data atau database management systems
(DBMS) adalah suatu perangkat lunak (program) yang
mengorganisasikan, mengategorikan, menyimpan, dan menampilkan
kembali (retrieve) serta memelihara data dalam basis data yang
memungkinkan bagi beberapa pemakai untuk mengakses data yang
disimpan dalam basis data secara bersama-sama dengan
menggunakan beberapa aplikasi.

Fungsi yang dapat Dilakukan oleh DBMS


Beberapa fungsi yang dapat dilakukan oleh DBMS adalah sebagai
berikut:
a. Menyortir record sesuai dengan urutan atau petunjuk (key)
tertentu yang dikehendaki pemakainya
b. melihat record tertentu saja yang dikehendaki oleh pemakainya
tanpa menampilkan isi file;
c. menghitung jumlah record yang memenuhi kriteria tertentu;
d. melakukan perhitungan;
e. menggabungkan beberapa file menjadi informasi yang berguna
bagi pemakainya.

Tujuan DBMS
Program ini dikembangkan dari konsep database sebagai
sesuatu yang terpisah dari program aplikasi yang mengaksesnya. Tujuan
DBMS, di antaranya:
a. memperoleh informasi yang bermanfaat dari data yang ada
dalam database;
b. mempermudah penciptaan struktur data;
c. meringankan pekerjaan pemrogram dalam menangani file yang
rumit;
d. mempermudah pemakai dan pemrogram;

27
e. memberikan pemahaman kepada para pemakai bahwa data
adalah sumber daya yang harus dikelola dengan baik;
f. meningkatkan efisiensi dan menghemat beaya serta
meningkatkan produktivitas pemrogram aplikasi dan para
pemakai;

Unsur-unsur DBMS
Berikut ini adalah uraian mengenai unsur-unsur DBMS yang biasa
dijumpai dalam beberapa produk yang dijual secara umum.
a. Data dictionary
Data dictionary adalah sekumpulan informasi yang
tersentralisasi mengenai seluruh unsur data dan sumber daya
dalam database.
b. Bahasa-bahasa Data
Dalam DBMS digunakan dua bahasa data yang berbeda, yaitu
bahasan perincian data (data description language/DDL) dan
bahasa manipulasi data (data manipulation
language/DML).
c. Admisnistrasi Basis Data
Sistem basis data yang sudah terpasang dalam suatu organisasi maka
implementasi dari sistem tersebut,

Pengembangan Sistem Basis Data


Tujuan Pengembangan Sistem Basis Data
Tujuan pengembangan sistem basis data berhubungan erat
dengan masalah-masalah yang timbul dalam file basis data, antara
lain sebagai berikut.
a. Fleksibilitas Data (Data Flexibility)
b. Integritas Data (Data Integrity)
c. Keamanan Data (Data Security)
d. Independensi Data (Data Independence)

e. Minimalisasi Kerangkapan Data (Reduced Data Redundancy)


f. Berbagi Data (Data Shareability)
g. Relatabilitas Data (Data Relatability)
h. Standardisasi Data (Data Standardization)
i. Produktivitas Personal (Personnel Productivity)

Tahap-tahap Pengembangan Sistem Basis Data


Tahap-tahap utama dalam pengembangan sistem basis data terdiri
atas empat tahap sebagai berikut.

28
a. Perencanaan (Planning)
b. Analisis (Analysis)
c. desain(design)
d. implementasi (implementation)

Bab 14 Hakikat Teknologi Informasi dan Komunikasi


Teknologi Pengertian Teknologi Informasi dan Komunikasi
Informasi Teknologi informasi dan komunikasi terdiri atas dua teknologi
dan informasi dan komunikasi adalah teknologi yang menggunakan
Komunikasi komputer atau alat komunikasi lainnya untuk mengumpulkan,
untuk mengolah, dan menyampaikan atau mengirim informasi dengan
Sistem mudah dan akurat.
Informasi
Manajemen Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Sistem Informasi
Manajemen
Teknologi komunikasi dan informasi merupakan sarana yang
dapat digunakan untuk mengumpulkan atau menyediakan informasi
yang dibutuhkan organisasi dengan akurat dan tanpa menghabiskan
banyak waktu sehingga lebih mempercepat kinerja organisasi.

Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Sistem


Informasi Manajemen
Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam
sistem informasi manajemen akan mendukung aliran informasi
berjalan dengan cepat dan akurat. Kemudahan yang ada ini akan
menyebabkan sistem informasi manajemen menjadi lebih efisien.

Transmisi Komunikasi Data


Pada dasarnya komunikasi data minimal mempunyai tiga
elemen, yaitu sumber data, saluran transmisi, dan penerima. Saluran
transmisi, merupakan medium untuk membawa data dari
sumber data ke penerima. Adapun saluran yang digunakan
membawa data dari sumber data ke penerima disebut dengan kanal
telekomunikasi (Sutabri, 2005: 244).

Perangkat Keras Komunikasi Data


Perangkat keras komunikasi data sebenarnya terfokus pada
peralatan komunikasinya saja. Akan tetapi, setiap pemakaian peralatan
komunikasi data selalu membutuhkan tambahan peralatan yang
digunakan untuk berinteraksi dengan manusia.

29
Protokol dan Arsitektur Jaringan
Dalam komunikasi data ada prosedur yang harus diikuti oleh
dua buah atau lebih sistem komputer yang ingin saling
berhubungan dan berkomunikasi. Prosedur ini disebut "protokol".
Secara umum protokol melaksanaan dua fungsi, yaitu:
a. membuat hubungan antara pengirim dan penerima;
b. menyalurkan informasi dengan keakuratan yang cukup tinggi

Local Area Network (LAN)


Local area network berkaitan erat dengan komunikasi data,
yaitu pertukaran informasi atau pertukaran data antara dua pihak yang
masing- masing dapat saling mengerti maksud dan tujuan dari pihak
lain.

Wide Area Network


Wide Area Network (WAN) atau sering juga disebut long
distance network sebagai lawan dari local area network,
menjelaskan tentang keberadaan sebuah jaringan yang lebih luas dari
local area network (LAN).

Aplikasi Komunikasi Data


Komunikasi data sangat membantu organisasi dalam
mencapai efisiensi kinerja. Adapun peran-peran komunikasi data
yang menonjol adalah sebagai berikut.
1. Pengumpulan Data (Data Collection)
2. Tanya-Jawab (Inquiry & Response)
3. Storage dan Retrieval
4. Time Sharing
5. Real Time Data Processing dan Process Control

Komputerisasi Sistem
Pemahaman Dasar Komputerisasi Sistem
komputerisasi sistem adalah unjuk kerja manusia dalam sistem
yang masih merupakan unsur yang memegang peranan penting
(50%), selebihnya unjuk kerja tersebut dikerjakan oleh
komputer/mesin (50%).

Perangkat Keras
perangkat keras komputer atau dikenal dengan istilah
"hardware", Hardware adalah komponen yang terdapat pada
bagian fisik komputer bisa terlihat ataupun disentuh secara fisik dan

30
dibedakan dengan isi data yang terdapat di dalamnya ataupun
yang beroperasi dalam komputer tersebut.

Perangkat Lunak
Perangkat lunak komputer meliputi:
1) perangkat lunak (software) merupakan suatu program yang
dibuat oleh pembuat program untuk menjalankan
perangkat keras komputer;
2) perangkat lunak adalah program yang berisi kumpulan instruksi
untuk melakukan proses pengolahan data;
3) software sebagai penghubung antara manusia sebagai pengguna
dengan perangkat keras computer.

Bab 15 Hakikat Pengembangan Sistem Informasi Manajemen


Pengembang Definisi Pengembangan Sistem
an Sistem Pengembangan system adalah metode, prosedur, konsep, aturan
Informasi yang digunakan untuk mengembangkan suatu sistem informasi
Manajemen atau pedoman bagaimana dan apa yang harus dikerjakan
selama pengembangan sistem (algorithm)- Metode adalah suatu cara,
teknik sistematik untuk mengerjakan sesuatu (Dinu, 2008)-

Hal-hal Mendasar dalam Pengembangan Sistem


Dalam pengembangan dan perancangannya, penganalisis
sistem merupakan bagian dari tim yang berfungsi mengembangkan
sistem yang memiliki daya guna tinggi dan memenuhi kebutuhan
pemakai akhir. Pengembangan dipengaruhi sejumlah hal yaitu sebagai
berikut.
a. Produktivitas
b. ReReliabilis

Prinsip Pengembangan Sistem Informasi


Prinsip pengembangan sistem:
• sistem yang dikembangkan adalah untuk manajemen;
• sistem yang dikembangkan adalah investasi modal yang besar;
• sistem yang dikembangkan memerlukan orang-orang yang terdidik;
• proses pengembangan sistem tidak harus urut;
• jangan takut membatalkan proyek;
• dokumentasi harus ada untuk pedoman dalam pengembangan
sistem-

Sistem informasi Manajemen sebagai Kumpulan dari Sistem

31
Informasi
Sistem informasi adalah sistem yang menerima data sebagai input-
nya yang kemudian diproses dan menghasilkan informasi sebagai
output-nya.

Klasifikasi Sistem Informasi untuk Operasi Bisnis


Sistem informasi operasi memproses data yang berasal dari dan
yang digunakan dalam kegiatan usaha. Peran sistem informasi untuk
operasi bisnis adalah untuk memproses transaksi bisnis, mengontrol
proses industrial, dan mendukung komunikasi serta produktivitas
kantor secara efisien.

Metodologi dan Pendekatan Pengembangan Sistem


Informasi
Batasan Metodologi
Metodologi adalah kesatuan metode, prosedur, konsep pekerjaan,
aturan, postulat yang digunakan oleh suatu ilmu pengetahuan, seni,
atau disiplin lainnya. Tujuan pendekatan terstruktur agar pada
akhir pengembangan perangkat lunak dapat memenuhi kebutuhan
user, dilakukan tepat waktu, tidak melampaui anggaran biaya, mudah
dipergunakan, mudah dipahami, dan mudah dirawat.

Pendekatan Pengembangan Sistem Informasi Manajemen


Pendekatan klasik
Metodologi pendekatan klasik mengembangkan sistem
dengan mengikuti tahapan system life cycle, disebut juga pendekatan
tradisional atau konvensional. Permasalahan yang timbul pada
pendekatan klasik adalah:
• pengembangan perangkat lunak akan menjadi sulit;
• biaya perawatan atau pemeliharaan sistem akan menjadi lebih
mahal;
• kemungkinan kesalahan sistem besar;
• keberhasilan sistem kurang terjamin;
• masalah dalam penerapan sistem

Pendekatan terstruktur
Karena banyak permasalahan dalam pendekatan klasik, mulai
tahun 1970 digunakan pendekatan terstruktur yang dilengkapi alat dan
teknik yang dibutuhkan dalam pengembangan sistem sehingga hasil
akhir dari sistem yang dikembangkan menghasilkan sistem yang baik
dan jelas.

32
Pendekatan bottom up dan top down
Pendekatan bawah-naik (bottom up approach) dimulai dari level
bawah organisasi, yaitu level operasional tempat transaksi dilakukan.

Implementasi Pengembangan Sistem Informasi


Konsep dan Proses Pengembangan Sistem Informasi
Pengembangan sistem informasi yang berbasis komputer
merupakan tugas kompleks yang membutuhkan banyak sumber daya
dan waktu yang lama. Proses pengembangan sistem melewati
beberapa tahap mulai dari sistem direncanakan sampai dengan
sistem tersebut diterapkan, dioperasikan, dan dipelihara.

Tahap-tahap Pengembangan Sistem


a. Tahap Perencanaan
b. Tahap Analisis
c. Tahap Perancangan/Desain
d. Tahap Pembangunan Fisik/Konstruksi
e. Tahap Implementasi
f. Tahap Pascaimplementasi

Faktor Pendukung dan Penghambat dalam Penerapan Sistem


Informasi
Adapun faktor-faktor penyebab kegagalan dalam penerapan
sistem informasi, antara lain sebagai berikut:
a. Kurangnya dukungan dari pihak eksekutif atau manajemen
b. Tidak memiliki perencanaan memadai mengenai tahapan dan
arahan yang harus dilakukan.
c. Inkompetensi secara teknologi
d. Strategi dan tujuan yang tidak jelas ketika akan menerapkan
sistem informasi
e. Tidak jelasnya kebutuhan terhadap system

Buku II
Bab 1 A. Definisi Data, Informasi dan Manajemen
Pengantar Data adalah fakta atau apapun yang dapat digunakan sebagai
Sistem input dalam menghasilkan informasi. Data bisa berupa bahan untuk
diskusi, pengambilan keputusan, perhitungan, atau pengukuran.
Informasi
Saat ini data tidak harus dalam bentuk kumpulan huruf, dalam
bentuk kata atau kalimat, tapi bisa juga dalam bentuk suara, gambar
diam dan bergerak, baik dalam bentuk dua atau tiga dimensi.

33
Bahkan sekarang mulai banyak berkembang data virtual/maya yang
merupakan hasil rekayasa komputer.
Informasi merupakan hasil dari pengolahan data, akan tetapi
tidak semua hasil dari pengolahan tersebut bisa menjadi informasi,
hasil pengolahan data yang tidak memberikan makna atau arti serta
tidak bermanfaat bagi seseorang bukanlah merupakan informasi
bagi orang tersebut, dari uraian tentang informasi, ada 3 hal penting
yang harus diperhatikan di sini, yaitu:
- Informasi merupakan hasil pengolahan data
- Memberikan makna atau arti
- Berguna atau bermanfaat dalam meningkatkan kepastian
Manajmen dipandang sebagai upaya atau proses
pencapaian tujuan dengan menggunakan keahlian orang lain. Bila
perushaan pada suatu saat memiliki suatu keinginan untuk
mencapai satu tujuan tertentu, yang penting diperhatikan di sini
adalah tujuan tersebut harus didefinisikan terlebih dahulu dengan
jelas. Apabila definisi tujuan telah ditentukan dengan jelas, maka
langkah selanjutnya adalah menentukan ciri-ciri dari tujuan tersebut
yang akan menjadi tolak ukur dalam keberhasilan dalam
manajemen.

B. Konsep Sistem Informasi Manajemen


Konsep ini menuntut suatu kajian dari beberapa konsep atau
gabungan konsep yang menjembatani konsep secara keseluruhan.
Konsep-konsep tersebut meliputi; a) Konsep sistem; b) Konsep
Informasi; c) Konsep Manajemen. Donald W. Kroeber
mengungkapkan bahwa “Sistem informasi manajemen mendukung
terhadap aktivitas pengelolaan data informasi terutama berkaitan
dengan sumber informasi, ketepatan informasi, arus informasi dan
perluasan dalam proses pengumpulan informasi”.

C. Sistem Informasi Manajemen Untuk Keunggulan Bersaing


Sistem informasi dengan teknologi informasi yang
digunakan dapat berperan sangat besar dalam menerapkan berbagai
macam strategi seperti:
Strategi biaya, dengan menggunakan teknologi informasi
perusahaan dapat memproduksi dengan biaya lebih murah,
menurunkan biaya yang dikeluarkan oleh pelanggan saat mau
membeli produk dan menurunkan biaya yang harus mau
dikeluarkan oleh pemasok saat menjual barang.
Strategi diferensiasi, membangun cara bagaimana
menggunakan teknologi informasi untuk mendiferensiasi produk
dan jasa dari produk dan jasa yang dihasilkan oleh pesaing sehingga
konsumen akan mempersepsikan bahwa produk dan jasa yang
dihasilkan memiliki bentuk dan keuntungan tersendiri. Misalnya
memberikan layanan kepada konsumen dengan cepat dan lengkap
melalui situs Internet.

34
D. Rencana Strategis Sistem Informasi Manajemen
1. Rencana Strategis Fungsional
Rencana strategis fungsional merupakan rencana yang
rencana yang dikembangkan berdasarkan bidang atau fungsi bisnis
organisasi perusahaan setelah ditetapkannya rencana strategis untuk
perusahaan secara keseluruhan. Rencana strategis fungsi organisasi
saat disusun harus berdasarkan pada rencana strategis perusahaan
secara keseluruhan.
2. Transformasi dari Rencana Strategis Organisasi ke Rencana
Strategis Sistem Informasi Manajemen
Pada saat perusahaan menyusun rencana strategis untuk
sistem informasi manajenmen, rencana strategis tersebut harus
berdasarkan rencana strategis perusahaan.

E. Komputer Sebagai Elemen dalam Sistem Informasi


Sistem informasi merupakan kumpulan dari sub-subsistem
yang saling berhubungan satu sama lain, dan bekerja sama secara
harmonis untuk mencapai satu tujuan, yaitu mengolah data menjadi
informasi yang berguna. Sub-subsistem tersebut merupakan
pengelompokan dari beberapa komponen yang lebih kecil,
bagaimana mereka berkelompok bergantung pada interpretasi
mereka. Karena di dalam suatu sistem informasi kalau salah satu
unsur tidak ada, maka sistem informasi tersebut mungkin tidak akan
terwujud terlepas dari bagaimana pengelompokan tersebut
dilakukan. Komponen-komponen sistem informasi sebagai berikut:
- Perangkat keras (Hardware)
- Perangkat lunak (Software)
- Manusia (Brainware)
- Prosedur (Procedure)
- Basis data (Database)
- Jaringan komunikasi (Communication network)

F. Upaya Pencapaian Sistem Informasi Berbasis Komputer


Upaya pencapaian sistem informasi berbasis komputer yang
menggunakan End User Computing, yaitu pengembangan system
berbasis komputer yang dilakukan oleh pemakai sendiri. Para
spesialis informasi tidak selalu berperan serta dalam pengembangan
sistem berbasis komputer. Cara semua system dikembangkan
selama tahun 1950, 1960, dan awal 1970-an. Perusahaan-
perusahaan yang menggunakan komputer menyadari perlunya
membentuk unit-unit organisasional tersendiri yang terdiri dari para
spesialis yang bertanggung jawab menerapkan sistem. Para
spesialis informasi (information specialist) adalah pegawai
perusahaan yang sepenuh waktu bertanggung jawab
mengembangkan dan memelihara Sistem berbasis komputer. Ada 5
spesialis informasi

35
1. Analis sistem (Sistem analyst), bekerja sama dengan pemakai
mengembangkan sistem baru dan memperbaiki system yang
ada sekarang.
2. Pengelola database (Database administrator), bekerja sama
dengan pemakai dan analis sistem menciptakan database yang
berisi data yang diperlukan untuk menghasilkan infomasi bagi
pemakainya.
3. Spesialis jaringan (Network specialist), bekerja sama dengan
analis sistem dan pemakai membentuk jaringan komunikasi
data yang menyatukan berbagai sumber daya computer yang
tersebar.

Bab 2 A. Evolusi Sistem Informasi Manajemen


Evolusi Sistem informasi manajemen mulai berkembang pada tahun
Sistem 1960-an sebagai akibat dari makin meningkatnya kecepatan dan
kekuatan komputer. Penambahan kekuatan dan kecepatan komputer
Informasi
ini telah mendorong para manajer untuk tidak hanya menggunakan
Berbasis komputer sebagai alat untuk mempercepat dan meningkatkan
Komputer akurasi pengolahan data, tetapi para manajer berpikir bahwa
kecepatan dan akurasi bukan segalanya, yang penting adalah
informasi yang dihasilkan harus berkualitas dapat digunakan secara
efektif.
Informasi yang haruslah relevan, tepat waktu, akurat, dan
lengkap. Perubahan yang terjadi dari konsep data prosesing system
ke sistem informasi manajemen pada dasarnya adalah perubahan
dalam kepentingan. Saat konsep prosesing sistem digunakan,
penekanan lebih banyak ke masalah bagaimana mempercepat
pengolahan data dan meningkatkan akurasi sedangkan pada konsep
sistem informasi manajemen penekanan lebih banyak

B. Sistem Informasi Manajemen dan Fungsi Bisnis


Seperti diuraikan di atas pengembangan suatu sistem
informasi manajemen dapat mencakup di dalamnya pengembangan
system pengolahan transaksi bila SPT/prosessing sistem yang
selama ini digunakan oleh perusahaan atau data yang dihasilkan
oleh SPT/prosessing sistem tersebut tidak dapat digunakan sebagai
dasar untuk membangun SIM. Alasan mengapa pengembangan
sistem informasi manajemen berdasarkan SPT yang ada sulit
dilakukan di antaranya adalah:
1) Aplikasi SPT suatu fungsi bisnis (organisasi) sulit
dintegrasikan satu sama lainnya karena suatu masalah yang
tidak dapat dipecahkan misalnya masalah kepentingan manajer
di masing-masing fungsi bisnis dan masalah pemilihan standar
pemrograman siapa yang dipakai apabila masing-masing SPT
dibuat oleh programmer yang berbeda.

36
2) SPT memiliki data yang sama dengan SPT lainnya tapi dengan
format yang berbeda. Penyamanan format yang menyangkut
semua kepentingan berarti menyusun struktur format data yang
baru.
3) Manajer masing-masing fungsi bisnis merasa SPT dibagiannya
adalah terbaik sehingga sulit dilakukan kompromi (memberi
dan menerima) untuk penyatuan.
4) Pimpinan suatu organisasi tidak dapat memutuskan SPT mana
yang digunakan sebagai acuan dasar dalam membangun Sistem
Informasi Manajemen.

C. Sistem Informasi Eksekutif


Subsistem informasi di dalamnya suatu organisasi untuk
kepentingan eksekutif disebut sebagai sistem informasi eksekutif.
1. Sistem Pendukunng Eksekutif (SPE)
Istilah ini digunakan oleh para ilmuwan yang mengalami
kesulitan dalam membedakan sistem informasi manajemen dan
sistem pendukung keputusan. Karena itu perbedaan antara SIE dan
SPE juga kurang jelas. Beberapa penulis mengatakan bahwa SIE
hanya memenuhi kebutuhan informasi bagi eksekutif sedangkan
SPE memberikan kebutuhan informasi, komunikasi dan analisis
dengan dukungan artificial intelijen.

2. Model Sistem Informasi Eksekutif


Eksekutif menggunakan Database organisasi perusahaan
yang berisi data-data yang berasal dari sistem pengolahan data
(SPT) ditambah dengan e-mail yang digunakan oleh para eksekutif
untuk mengirim dan menerima surat elektronik, kalender elektronik
untuk membuat jadwal dan software untuk mencatat catatan pribadi.

D. Sistem Informasi Keuangan


Sistem informasi keuangan merupakan bagian dari SIM
yang digunakan untuk memecahkan masalah-masalah keuangan
perusahaan. Secara umum, sistem informasi keuangan memiliki
sistem pemasukan yang terdiri dari subsistem data prosessing
didukung oleh internal audit subsistem yang menyediakan data dan
informasi internal. Untuk perusahaan besar biasanya memiliki staf
internal auditor yang bertanggung jawab terhadap perawatan
integritas sistem akuntansi perusahaan. Orang yang ahli dalam
bidang ini disebut prosessing sistem auditor. Sebagaimana
subsistem lainnya, sistem ini juga dilengkapi financial intelligence
subsystem, yang mengumpulkan intormasi dari pihak-pihak
eksternal.

E. Sistem Informasi Pendidikan


Manajemen yang secara umum artinya pengendalian dan
pemanfaatan semua faktor dan sumber daya yang diperlukan untuk

37
mencapai atau menyelesaikan suatu laporan (objective) atau tujuan-
tujuan tertentu (Atmosudirdjo 1986: 158). Sedangkaan menurut
Siagian (1989: 5) Manajemen dapat didefinisikan sebagai
kemampuan atau keterampilan untuk memperoleh sesuatu hasil
dalam rangka pencapaian tujuan melalui kegiatan-kegiatan orang
lain. Menurut Terry Manullang (2005:1) Manajemen adalah
pencapaian tujuan yang ditetapkan terlebih dahulu dengan
mempergunakan kegiatan orang lain. Jadi dapat disimpulkan
manajemen adalah suatu pengendalian dan pengawasan
kegiatan/aktivitas orang atau kelompok orang dalam mencapai
suatu tujuan tertentu.
Sistem adalah seperangkat komponen yang saling
berhubungan dan saling bekerja sama untuk mencapai beberapa
tujuan. Sebuah sistem terdiri dari bagian-bagian saling berkaitan
yang beroperasi bersama untuk mencapai beberapa sasaran, berarti
sebuah sistem bukanlah seperangkat unsur yang tersusun secara tak
teratur, tetapi terdiri dari unsur yang dapat dikenal sebagai dan
bagian yang saling melengkapi karena mempunyai sasaran dan
tujuan yang sama.

F. Sistem Informasi Sumber Daya Manusia


Sumber daya manusia (SDM) merupakan salah satu sumber
daya fisik yang ada di perusahaan. Manajemen sumber daya
manusia secara garis besar meliputi aktivitas merencanakan,
menerima, menempatkan, melatih, dan mengembangkan serta
memelihara atau merawat sumber daya atau anggota perusahaan.
Manajemen sumber daya manusia tidak terjadi pada lingkungan
yang statis, tapi pada lingkungan yg selalu berubah. Oleh karena itu,
proses pengelolaan sumber daya manusia di perusahaan tidak
pernah berhenti demi mendapatkan sumber daya yang sesuai
dengan waktu dan tugas yang harus dipikulnya.

G. Pentingnya Informasi Manajemen dalam Pendidikan


Salah satu agenda reformasi pendidikan adalah perbaikan-
perbaikan mutu pendidikan yang dimulai dari tingkat prasekolah
SD SLTP, SMU, sampai perguruan tinggi dan kegiatan non-tormal
dalam kehidupan masyarakat. Masing-masing tingkatan memiliki
karakteristik dan aturan tersendiri dalam pelaksanaannya. Pada era
sebelumnya, masyarakat masih beranggapan bahwa pendidikan
adalah persoalan yang hanya diselesaikan oleh pemerintah dan para
pengelola pendidikan. Namun, memasuki abad ke-21 ini,
khususnya di Indonesia, pemahaman pentingnva pendidikan telah
mengalami kemajuan yang berarti di mana masyarakat telah
berinisiatif sendiri dalam mengelola pendidikan dan
penyelenggaraannya, yakni dengan menggunakan pola manajemen
berbasiskan masyarakat (education based community), padahal
pengelolaan pendidikansebelumnya dilakukan secara rutinitas
tanpa ada pola manajemen sehingga pendidikan bergantung pada

38
penguasa (birokrasi) dan sentralistik. Manajemen dalam pendidikan
diperlukan untuk mengantisipasi perubahan global yang disertai
oleh kemajuan ilmu pengetahun dan teknologi informasi.
Perubahan itu sendiri sangat cepat dan pesat, sehingga perlu ada
perbaikan yang berkelanjutan (continous inprovement) di bidang
pendidikan sehingga output pendidikan dapat bersaing dalam era
globalisasi seiring dengan kemajuan ilmnu pengetahuan dan
teknologi khususnya teknologi informasi.

H. Peranan Informasi dalam Pemecahan Masalah Manajemen


Setiap perusahaan maupun instansi pemerintahan tidak akan
pernah luput dari masalah. Terutama masalah yang berhubungan
dengan pengelolaan manajemen. Jika ditinjau dari kehidupan
sehari-hari terjadinya masalah bisa disebabkan dari pihak internal
maupun pihak eksternal. Banyak pihak yang menganggap bahwa
masalah yang datangnya dari pihak eksternal lebih berbahaya
sehingga diprioritaskan untuk segera diselesaikan, sedangkan
masalah yang datangnya dari dalam (internal) tidak terlalu
berbahaya.
1. Pemecahan Masalah dan Pengambilan Keputusan
Hasil dari aktivitas pemecahan masalah adalah solusi.
Memikirkan masalah sebagai sesuatu hal yang selalu buruk adalah
suatu hal yang mudah untuk dilakukan, karena kita jarang
mengartikan frase mengambil keuntungan dari sebuah situasi sama
halnya dengan kita mengartikan frase memperbaiki sebuah situasi
yang buruk. Kita akan memperhitungkan peralihan kesempatan ke
dalam pemecahan masalah dengan mendefinisikan masalah
(problem) sebagai suatu kondisi atau peristiwa yang merugikan atau
memiliki potensi untuk merugikan bagi sebuah perusahaan atau
yang menguntungkan atau memiliki potensi untuk menghasilkan
keuntungan. Selamaa proses pemecahan masalah, manajer akan
terlibat dalam pengambilan keputusan, yaitu tindakan memilih
berbagai alternatif tindakan. Keputusan adalah tindakan tertentu
yang dipilih. Biasanya, pemecahan satu masalah akan
membutuhkan beberapa keputusan.
2. Tahapan-Tahapan Pemecahan Masalah
Menurut Herbert A. Simnon pemecah masalah akan terlibat
dalam empat hal:
a. Aktivitas intelijen. Mencari kondisi-kondisi yang
membutuhkan solusi di dalam lingkungan.
b. Aktivitas perancangan. Menemukan, mengembangkan, dan
menganalisis kemungkinan-kemungkinan tindakan.
c. Aktivitas pemilihan. Memilih satu tindakan tertentu dari
berbagai tindakan yang tersedia.
d. Akitivitas peninjauan. Menilai pilihan-pilihan masa lalu.

Bab 3 A. Pedekatan Sistem

39
Pendekatan Perlu diketahui bahwaa tidak ada satu1 definisi yang pasti
Sistem harus diikuti untuk menjabarkan pendekatan sistem ini, berbagai
definisi yang muncul dikemukakan oleh ahli yang berbeda dengann
memberikan definisi yang berbeda terhadap suatu hal yang sama.
Hal ini terjadi karena setiap orang memiliki interpretasi berbeda
yang terkandung dalam pendekatannya, maka definisinya pun akan
berbeda pula. Salah satu definisi menyatakan bahwa pendekatan
sistem sebagai 'Sebuah teknik dalam menerapkan pendekatan
ilmiah untuk pemecahan masalah-masalah yang kompleks yang
menekankan pada analisis dan perancangan secara menyeluruh atau
ada juga yang berpendapat 'sebagai sebuah filosofi atau persepsi
tentang struktur yang terkoordinir secara efisien dan optimal dalam
menjalankan aktivitas-aktivitas dan operasi perusahaan dalam
organisasi apa pun.'

B. Penerapan Pendekatan Sistem


Prosedur-prosedur yang sering kali diusulkan dalam
menerapkan pendekatan sistem sangatlah bervariasi di dalam
tahapan-tahapan metode ilmiahnya. Akan tetapi pada intinya dapat
diidentifikasikan sebagai berikut:
1. Tahap pertama (pernyataan tujuan)-di sini jelaslah makin
kompleks suatu sistem akan lebih sulit untuk menentukan
tujuannya. Ketika kita menentukan tujuan, kita sebenarnya
menentukan sasaran yang ingin dicapai atau hasil yang
diinginkan. Untuk menentukan apakah output yang dihasilkan
sesuai dengan output yang yang diharapkan, maka tujuan harus
dinyatakan dalam bentuk yang dapat diukur dan harus
ditentukan kriteria kinerja. Tujuan dan kriteria harus spesifik,
relevan, dan penting.
2. Tahap kedua (Sintesa)-dalam menerapkan pendekatan sistem,
sintesa berarti mengombinasikan bagian-bagian atau elemen
untuk membentuk satu kesatuan. Karena komponen dalam
suatu sistem dapat dikelompokkan dengan berbagai cara,
hasilnya akan berupa berbagai alternatif pemecahan masalah
untuk mencapai tujuan. Sintesa dimulai dengan
mengindentifikasi komponen-komponen atau sub-sub lain dan
sistem tertentu yang dipilih kaitannya satu sama lain dan
keterbatasan yang dimiliki, baik oleh lingkungan atau oleh
sistem itu sendiri. Selanjutnya, kita merancang beberapa
alternatif model sistem yang pada dasarnya merupakan proses
untuk mengubah input menjadi output.
3. Tahap ketiga (Evaluasi)-pendekatan sistem pada tahap ini
menilai setiap alternatif sistem secara terperinci untuk menilai
kinerja dan menentukan sejauh mana sistem tersebut dapat
memenuhi target yang ditentukan.

40
4. Tahap keempat (Pemilihan)-pada tahap keempat pendekatan
sistem, kita melaksanakan pemilihan terakhir dari beberapa
alternatif sistem berdasarkan pada hasil penilaian kita. Pada
akhirmya, meskipun altermatif sistem tersebut dapat diuraikan,
sistem-sistem tersebut tetap tidak dapat diperbandingkan
dengan tepat. Hal ini disebabkan jumlah karakteristik yang
menjadi perhatian sangat banyak sehingga meningkatkan
kompleksitas proses pemilihan. Suatu hal yang perlu disadari
dalam proses pemilihan adalah bahwa suatu sistem apa pun
akan menjadi sempurna dalam berbagai pertimbangan dan ini
adalah hal yang tidak dikehendaki.
5. Tahap kelima (Penerapan)-pada tahap kelima yang juga
merupakan tahap terakhir dalam pendekatan sistem adalah
penerapan sistem. Ini merupakan arah di mana kita pada
akhirnya akan menemukan sebaik atau seburuk apa system kita
sebenarnya bekerja dalam mencapai tujuannya.

C. Penggunaan Konsep Sistem


Dalam pengertian yang paling sederhana, konsep sistem
memberikan pada kita pemikiran tentang manaiemen. Konsep-
konsep tersebut memberikan kerangka acuan untuk menilai akibat
pengambilan keputusan manajemen. Organisaasi perusahaan bukan
saja merupakan contoh dari sebuah system dengan berbagai macam
subsistemnya, akan tetapi organisasi perusahaan itu sendiri
merupakan sebuah subsistem dari sistem yang lebih besar.
Kekompleksannya sangat besar apabila manajer tidak berusaha
untuk menyederhanakannya. Akan tetapi dengan mengidentifikasi
subsistem-subsistemnya (seperti akuntansi, produksi, pendidikan,
dan lain-lain), hubungan di antara subsistem (hubungan horizontal),
dan antara subsistem dan sistenm (hubungan vertikal) di dalam
organisasi, seorang manajer dapat mengetahui percabangan dari
berbagai macam keputusannya.

D. Siklus Hidup Sistem


Tidak ada manusia yang telepas dari sistem, system di
mana-mana dan manusia tidak bisa hidup tanpa sistem. Banyak
manfaat yang dapat kita peroleh dari sistem beberapa di antaranya
diuraikan di bawah ini.
1. Sistem sebagai Produk
Sistem sebagai produk berarti sistem dapat dibuat dan dapat
diperjualbelikan. Banyak konsultan yang memiliki aktivitas dalam
pembuatan sistem. Suatu kesalalhan yang sering mereka lakukan
adalah mereka menjual sistem pada suatu perusahaan hanya dengan
menduplikasi sistem yang pernah dibuatnya diperusahaan lain.
Sistem pada dasarnya berisi kebijakan manajemen, selama

41
kebijakan manejemen tersebut tidak sama walaupun jenis
perusahaannya sama maka sistemnya tidak akan persis sama.
2. Sisterm sebagai Alat
Sistem sebagai alat berarti sistem tersebut digunakan oleh
manajemen dalam mengoprasikan perusahaannya. Perusahan
seperti Kentucky Fried Chicken dan Mc Donald merupakan
perusahaan yang beroperasi mengandalkan pada sistem. Pada
dasarnya produk yang dibuiat mereka bahan-bahannya semua ada
di Tndonesia. Tapi kalau orang Indonesia membuat goreng ayam
sendiri dengan kualitas yang sama dengan mereka dan dijual dengan
merek lain maka popularitas dan omzet penjualannya tidak alkan
sebanyak kalau kita menggunakan standar system diherikan oleh
mereka. Jadi di sini sistem di samping dionnakan sebagai alat
manajemen dalam mengoperasikan usahanva dionunakan sebagai
alat bersaing dalam mempertahankan kelangsungan usahanya.
3. Sistem sebagai Pola Pikir
Pola pikir sistem digunakan dalam pendekatan sistem
seperti vang telah dijelaskan sebelumnya. Pola pikir sistem
merupakan Daya yang dilakukan dalam proses pengambilan
keputusan dengan berusaha memahami sistem dari suatu
objek/masalah yang sedang dihadapi, bahkan yang kompleks
sekalipun, dengan tujuan untuk lebih meningkatkan kemampuan
kita dalam memberikan keputusan yang paling baik. Keputusan
yang dihasilkan berdasarkan pola pikir sistem hasil keputusannya
akan sangat sistematis.

E. Sistem Anorganisasi (IOS)


Karena sistem informasi merupakan komponen dari
organisasi maka komponen-komponen sistem informasi juga pada
dasarnya merupakan komponen dari organisasi. Karena itu kalau
pembahasan mengenai komponen-komponen diperluas ke dalam
suatu organisasi maka selain komponen yang dijelaskan
sebelumnya, ada komponen-komponen lain yang disusun
berdasarkan konsep organisasi. Menurut sudut pandang organisasi
komponen penting lainnya dalam suatu organisasi dapat berupa
tempat bekerja (work place), budaya (culture), kekayaan (asset) dan
pengaruh di suatu organisasi. Suatu organisasi agar dapat beroperasi
dengan lancar dalam mencapai satu tujuan yang telah ditentukan,
komponen-komponen yang, dimilikinya harus berinteraksi dengan
baik dan harmonis. Informasi merupakan kunci yang
memungkinkan organisasi mencapai dan memelihara kesatuan dan
harmonisasi tersebut.

F. Manfaat dan Etika dari Sistem Informasi


Dalam suatu masyarakat yang memiliki kesadaran sosial,
tentunya setiap orang diharapkan dapat melakukan apa yang benar
secara moral, etis, dan mengikuti ketentuan hokum. Program etika
adalah suatu sistem yang terdiri dari berbagai aktivitas yang

42
dirancang untuk mengarahkan pegawai dalam melaksanakan
pernyataan komitmen. Suatu aktivitas yang umum adalah
pertemuan orientasi yang dilaksanakan bagi pegawai baru Selama
pertemuan ini, subjek etika mendapat cukup perhatian. Dari
berbagai permasalahan etika dan sosial yang berkembang berkaitan
dengan pemanfaatan sistem informasi, dua hal penting yang
menjadi tantangan manajemen untuk dihadapi, yaitu: Memahami
risiko-risiko moral dari teknologi baru dan Membangun kebijakan
etika organisasi yang mencakup permasalahan etika dan sosial atas
sistem informasi.

Bab 4 A. Definisi Hardware


Hardware Komputer memiliki bermacam-macam kecepatan dan
harga, namun semua memiliki fitur-fitur yang umum. Fitur yang
menjadi perhatian kita adalah prosesor, memori, kapasitas
penyimpanan, dan alat input output. Semua komputer untuk tujuan
umum memiliki jenis-jenis komponen yang sama, komputer-
komputer yang lebih besar memiliki komponen yang lebihn banyak
dan lebih cepat daripada komputer mikro.

B. Bagian Input
Komputer tidak akan banyak berguna tanpa alat-alat input
dan output. Operasi bisnis membutuhkan sejumlah besar alat input
dan output, dan dikembangkan alat-alat untuk memenuhi kebutuhan
tersebut. Meskipun telah tersedia banyak alat input dan output,
sedikit saja yang diterima secara luas. Data yang diterima dari
manusia (human-captured data) mengacu pada input yang diisi oleh
seseorang yang mengetik pada sebuah keyboard, menekan mouse,
menyentuh monitor, berbicara ke mikrofon, atau interaksi lain yang
serupa. Input yang diterima dari manusia sangat penting, karena
memberikan satu mekanisme langsung bagi pengguna untuk
mengendalikan komputer. Sebagian besar data awalnya memiliki
bentuk yang tidak bisa dibaca oleh mesin, dan perlu dilakukan entri
data oleh manusia.

C. Bagian Output
Dua alat output yang paling dikenal adalah layar komputer,
yang terkadang disebut monitor, dan printer. Meskipun konsep
kantor tanpa kertas" telah mendapat banyak perhatian, hasil output
cetakan tetap merupakan fakta dari komputasi. Gambar pada sebuah
layar komputer sangat dipengaruhi oleh resolusi layar. Resolusi
layar (screen resolution) mengacu pada jumlah pixel, titik-titik
cahaya yang terdapat pada monitor, yang ditampilkan di layar.
Dewasa ini, resolusi 1.600 x 1.200 dan lebih besar adalah hal yang
umum. Ini artinya terdapat 1.600 titik pada setiap 1.200 garis pada
layar. Resolusi layer komputer yang tinggi memungkinkan
penggunaan cukup banyak icon (simbol yang melambangkan suatu
tindakan yang akan dilakukan oleh komputer) secara praktis

43
sehingga antarmuka pengguna berbentuk garis atau graphical. user
interface (GUI) telah menjadi antarmuka yang dominan.

D. Ruang Penyimpanan
Ruang penyimpanan untuk komputer muncul dalam banyak
bentuk media yang berbeda, yang masing-masing memiliki
karakteristik yang berbeda yang menjadikannya lebih sesuai untuk
tugas-tugas tertentu. Meskipun media penyimpanan bervariasi
mulai dari komputer besar hingga kecil, kebanyakan memiliki
karakteristik yang serupa.
Ruang penyimpanan dapat berbentuk tetap atau bisa dilepas.
Ruang penyimpanan tetap (fixed storage) adalah ruang
penyimpanan yang terpasang secara permanen di dalam komputer.
Contohnya adalah hard drive komputer mikro Anda. Media
penyimpanan yang dapat dilepas (removable storage) biasanya
berbentuk sebuah pita, disk (yang dikenal pula sebagai disket), flash
drive USB (terkadang disebut "pen drive"), CD , atau media jinjing
lainnya. Peranti keras komputer yang membaca dan menulis ke
media adalah sebuah drive. Media dan drive yang menggunakanya
telah dihubungkan dengan sangat erat sehingga kata-kata tersebut
digunakan secara sinonim oleh banyak pengguna komputer.

E. Bagian Komunikasi
Komputer pribadi telah lama dihubung-hubungkan dengan
komputer mikro. Bahkan, komputer mikro pada awalnya disebut
komputer pribadi (personal computer). Komputer mikro saat
muncul pertama kali bukan terbangun dalam satu jaringan, setiap
pengguna komputer mikro menggunakan sumber daya ini hanya
untuk keperluan komputasi pribadinya. Kini masing-masing
pengguna sebuah komputer mikro dapat berbagi file, printer, dan
sumber daya lainnya ketika terhubung oleh satu jaringan.

F. Jaringan Nirkabel
Taringan nirkabel adalah jaringan yangpopuler dan
popularitasnya saat ini sedang berkembang. Satu area dari
pertumbuhan yang penat itu adalah jaringan nirkabel yang
mendistribusikan akses atas koneksi Internet tunggal berkecepatan
tinggi. Banyak orang yang memiliki modem kabel dan lebih dari
satu komputer di rumah menggunakan jaringan nirkabel sehingga
kecepatan dari kabel modem tersebut dapat dimanfaatkan oleh
semua computer di rumahnya.

Bab 5 A. Definisi Software/Peranti Lunak


Software/ Software adalah kumpulan dari program yang digunakan
Peranti untuk menjalankan aplikasi tertentu pada komputer, sedangkan
program merupakan kumpulan perintah komputer yang tersusun
Lunak
secara sistematis. Tabel 5.1 di bawah ini salah satu alternative
pengelompokan sebagian software-software yang ada saat ini.

44
B. Pengelompokkan Software
Perangkat lunak sistem merupakan kumpulan dari perangkat
lunak yang digunakan untuk mengendalikan sistem computer
computer yang meliputi sistem operasi (Operating System),
interpreter, dan kompiler.

C. Sistem Operasi
Sistem operasi berfungsi untuk mengendalikan hubungan
antara komponen-komponen yang terpasang dalam suatu system
komputer misalnya antara keyboard dan CPU, dengan layar
1. Jenis-Jenis Program dalam Sistem Informasi
Bootstrap Loader-Fungsi dari program bootstrap loader
program pembaca software pertama) yang biasanya berada
Bootstrap pada ROM adalah membaca bagian utama dari system
operasi dari penyimpanan kedua (secondary memory) atau
tambahan ketika komputer pertama kali dinyalakan. Diagnostic
Test--Fungsi dari program diagnosic test (pengecekan) adalah
untuk melakukan pengecekan terhadap Jalannya komponen-
komponen dari sistem komputer, seperti pengecekan terhadap RAM
dan Diskdrive.Sebagian dari program pengecekan ini berada pada
ROM dan akan Secara otomatis beroperasi pada saat konmputer
pertama kali dinyalakan. Program pengecekan lain disimpan pada
media penyimpanan kedua seperti hard disk. Contoh software ini
adalah Norton utility. Operating Systenn Executive Fungsi dari
program Operatin System Executive (pengendali operası) adalah
mengendalikan jalannya sistem komputer, seperti menjalankan
program dan mengirimkan perintah ke hardware (perangkat keras).
2. Fungsi Sistem Operasi
Sistem operasi memiliki beberapa fungsi yang di antaranya:
- Menjalankan komputer saat komputer pertama dinyalakan
- Menjalankan program aplikasi
- Menjalankan program utility
- Mengelola file
- Menjalankan mode batch menumpuk data sebelum diolah
- Memberi layanan pencetakan data di layar dan printer serta
menyimpan data di file

D. Interpreter dan Compiler


1. Interpreter
Interpreter merupakan software yang berfungsi sebagai
penerjemah bahasa yang dimengerti oleh manusia ke dalam bahasa
yang dimengerti oleh komputer (bahasa mesin) perintah. Di
masyarakat, interpreter ini lebih dikenal sebagai Bahasa Interpreter
atau bahasa saat ini telah berkembang sampai pada bahasa generasi
keempat seperti dapat digambarkan sebagai berikut:
- Bahasa generasi pertamna (1st GL)-Misalnya bahasa mesin

45
- Bahasa generasi kedua (2nd GL)-Misalnya bahasa assembly
- Bahasa generasi ketiga (3rd GL)-Misalnya bahasa BASIC
PASCAL, COBOL, FROTRAN
- Bahasa generasi keempat (4th GL)-Misalnya bahasa Clipper,
Foxpro, Oracle, SQL for Windows, Ingres, Access. Bahasa in
dikenal juga sebagai DBMS Software atau Software aplikasi
untuk mengelola (memanajemen) data. Foxpro (Visual Foxpro)
merupakan salah satu contoh dari beberapa software yang andal
sehingga mampu tetap bertahan.
2. Compiler (Kompiler)
Kompiler berfungsi untuk menerjemahkan bahasa yang
dipahami oleh manusia ke dalam bahasa yang dipahami oleh
komputer secara langsunng satu file. Saat ini interpreter dan
compiler sudah menjadi satu paket, lain halnya beberapa belas
tahun yang lalu, saat kita mengunakan suatu interpreter maka kita
harus mencari kompilernya. Para programmer menggunakan
Compiler agar program yang dibuatnya tidak bisa dibaca oleh
orang lain dan dengan Linker bisa dijadikan EXE file sehingga bisa
langsung dijalankan tanpa harus memanggil dulu interpreter.
Beberapa contoh interpreter (4th GL) di atas, baik untuk digunakan
apabila Anda ingin membuat aplikasi-aplikasi bisnis, tapi ini tidak
berarti tidak ada interpreter dan Compiler lain yang tidak bisa
digunakan, sebenarnya masih banyak interpreter aplikasi lain yang
bisa digunakan untuk mengembangkan suatu aplikas bisnis. Bagi
Anda, sebaiknya hanya menguasai satu bahasa

E. Aplikasi
Perangkat lunak aplikasi atau sering juga disebut sebagai
paket aplikasi merupakan software jadi yang siap untuk digunakan.
Software ini dibuat oleh perusahaan perangkat lunak tertentu
(Software House) baik dari dalam maupun luar negeri yang
umumnya berada di Amerika.
Perangkat lunak aplikasi dibuat untuk membantu masalah yang
relatif umum karena itu sangatlah wajar kalau software-software ini
tidak dapat memenuhi kebutuhan spesifik setiap pengguna
komputer. Menggunakan paket aplikasi dapat dianalogikan seperti
membeli pakaian di departemen store, kurang lebihnya kita harus
menerima. Karena baju itu tidak dibuat khusus untuk kita. Masalah
lainnya kalau software tersebut dimodifikasi agar sesuai dengan
kebutuhan spesifik pengguna komputer tertentu, maka
modifikasinya tidak bisa dilakukan oleh siapa saja, tapi harus oleh
pembuat software itu sendiri.

Bab 6 A. Definisi Brainware


Brainware Sejalan dengan persepsi kita bahwa brainware atau sumber
daya manusia (SDM) merupakan bagian terpenting dari komponen
sistem informasi (SI) dalam dunia bisnis yang dikenal sebagai

46
Sistem informasi manajemen. Komponen SDM ini merupakan
bagian yang tak terpisahkan dengan komponen lainnya di dalam
suatu sistem informasi sebagai hasil dari perencanaan, analisis,
perancangan, dan strategi implementasi yang didasarkan pada
komunikasi di antara sumber daya manusia yang terlibat dalam
Suatu organisasi. Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai pemantau,
pengoperasi dan pengguna SI atau SIM sangat memberikan dampak
pada organisasi karena sangat menentukan tingkat kesuksesan
organisasi tersebut dalam menetapkan sistem informasi
manajemen.

B. SDM Sistem Informasi dan Organisasi


Sumber daya manusia (SDM) SISIM merupakan sumher
daya yang terlibat dalam pembuatan sistem informasi,
pengumpulan dan pengolahan data, pendistribusian dan
pemanfaatan informasi tersebut. Secara sederhana SDM SM
tersebut sesuai kompetensi dan penugasan dikelompokkan ke
dalam:
- Manajemen sistem informasi-pemimpin departenmen SISIM
- Analis sistem-menganalisisis dan merancang sistem informasi
- Administrator jaringan-menjamin jaringan selalu jalan
- Administrator database--menjamin database yang dipakai
sesuai dengan kebutuhan
- Programer-membuat program sesuai arahan analis system
- Operator-mengoperasikan aplikasi sistem informasi
- Pustakawan-menyimpan dan mengamankan dokumen dan
backup software
- Susunan di atas merupakan berdasarkan fungsi saat
manjalankan SISIM.
Pada saat sistem informasi dikembangkan SDM (pelaku) dibagi ke
dalam 5 lima kelompok yaitu:
- Pemilik-yang memberikan dukungan sampai dengan waktu
saat mengembangkan sistem informasi
- Pemakai-yang menggunakan informasi
- Perancang-yang merancang sistem intormasi
- Pembangun (builder)-yang membangun sistem informasi

C. Pemilik Sistem Informasi


Sistem informasi apa pun yang ada di suatu organisasi baik
itu besar atau pun kecil pasti ada yang memilikinya. Untuk sistem
informasi besar, pemiliknya dapat merupakan gabungan dari
karyawan dengan manajemen suatu organisasi. Sedangkan untuk
sistem informasi yang kecil biasanya dimiliki dan penggunaan
orang yang sama. Para pemilik sistem informasi cenderung berpikir
sangat general, tidak detail dan peduli dengan teknologi apa yang
digunakan. Merupakan orang yang paling tidak tertarik dengan

47
solusi secara teknis walaupun sistem bekerja dengan baik. Pemilik
hanya memperhatian biaya yang dikeluarkan untuk teknologi
tertentu. Mereka selalu berharap semua biaya yang dikeluarkan
untuk mendapatkan teknologi apa pun yang digunakan dapat
memberikan manfaat yang sebanding.

D. Kelompok Eksekutif
Para eksekutif bertanggung jawab terhadap perencanaan dan
pengendalian organisasi untuk jangka panjang (sering disebut
sebagai strategis) di dalam sistem informasi. Pimpinan pada posisi
ini bisa dipimpin oleh seorang manajer sistem informasi atau
seorang wakil presiden, bergantung pada kesepakatan yang dibuat
dalam organisasi tersebut. Manajer eksekutif sering kali melihat
satu tahun ke depan atau ke belakang. Mereka meneliti arah
perkembangan, membangun rencana angka panjang dan
kebijaksanaan organisasi serta mengevaluasi sejauh mana
organisasi melaksanakannya. Mereka mengalokasikan sumber daya
yang langka seperti tanah, material, mesin, tenaga kerja, dan dana.
Beberapa eksekutif manajer misalnya Direktur Pelaksanaa (Chief
information officer), Direktur Operasi (Chief operation officer),
Dekan suatu fakultas, Anggota dewan direksi, Presiden, Wakil
presiden, dan lain-lain.

E. Orientasi pada Pengguna


Manajer pengembangan sistem informasi manajemen yang
mengembangkan software aplikasi akuntansi memiliki tanggung
jawab dalam pengembangan dan pemeliharaan program-program
aplikasi. Prioritas utamanya adalah melakukan upaya
pengembangan yang direncanakan atau dibangun oleh manajemen
tingkat atas. Akan tetapı, manajer pengembangan sistem informasi
pun memiliki fleksibilitas dalam pengembangan project yang
skalanya tidak besar seperti pemeliharaan aplikasi.
Manajer proyek akan bertugas menganalisis dan membuat
program untuk setiap proyek yang disetujui. Tim pengembangan
yang bekerja di bawah seorang manajer proyek pada perusahaan
besar akan meliputi satu atau lebih analis sistem bisnis, programmer
aplikasi, counterpart dari bagian yang memerlukan aplikasi.

F. Pengendalian Intern dan Efisiensi


Posisi ini umumnya berhubungan dengan SDM bagian
SDM bagian sistem informasi akuntansi di mana tanggung jawab
mereka sangat dekat dengan bagian pengolahan data untuk
mengolah data transaksi.
a) Manajer operasi bertanggung jawab dalam penggunaan
komputer sehari-hari secara efisien. Dalam sistem informasi
yang menggunakan sistem pengolahan secara batch di mana
data yang masuk disimpan dahulu dan diproses pada saat
tertentu. Dalam kaitan dengan hal ini, SDM yang menangani

48
pengolahan data transaksi harus sering berhubungan dengan
SDM pengendalian produksi dan operator untuk melakukan
verifikasi terhadap setiap data yang dimasukkan.
b) Kepala pengendalian produksi bertanggung jawab terhadap
perencanaan input dan output yang berhubungan dengan
penyusunan prioritas.
c) Kepala bagian operator bertanggung jawab terhadap
pemasukan data ke dalam komputer dari dokumen dasar
dengan menggunakan media yang sesuai.
d) Manajer sistem bertanggung jawab terhadap implementasi dan
pemeliharaan sistem operasi dan software lainnya setingkat sistem
operasi.

Bab 7 A. Definisi Database Manajemen Sistem


Database Basis data (atau database) adalah kumpulan informasi yang
Manajemen disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat
diperiksamenggunakan suatu program komputer untuk memperoleh
Sistem
informasi dari basis data tersebut (http://id.wikipedia.org/wiki/
(DBMS) Database). Database digunakan untuk menyimpan informasi atau
data yang terintegrasi dengan baik di dalam komputer. Untuk
mengelola database diperlukan suatu perangkat lunak yang disebut
Database Management System (DBMS). DBMS yang merupakan
suatu sistem perangkat lunak yang memungkinkan user (pengguna)
untuk membuat, memelihara, mengontrol, dan mengakses database
secara praktis dan efisien. Dengan DBMS, user akan lebih mudah
mengontrol dan memanipulasi data yang ada.

B. Lingkungan Database Manajemen Sistem


Penyusunan basis data digunakan untuk mengatasi masalah-
masalah pada penyusunan data, yaitu:
1. Redundansi data
a. Yaitu munculnya data-data yang sama secara berulang-ulang
pada beberapa file basis data yang semestinya tidak diperlukan
b. Akan mengakibatkan proses updating lebih lama
danmemungkinkan terjadinya inconsistency data
2. Inkonsistensi data
Yaitu munculnya data yang tidak konsisten pada field yang
sama untuk beberapa file dengan kunci yang sama. Terjadi akibat
kesalahan dalam pemasukan data atau update data. Akan
mengakibatkan kesalahan pada hasil pengolahan basis data yang
tidak sesuai dengan fakta
3. Isolasi data untuk standardisasi
Disebabkan oleh pemakaian beberapa file basis data yang
tersebar dalam beberapa file, hal ini menyulitkan programmer untuk
mengambil dan menyimpan data.
4. Banyak pemakai (multiuser)

49
Basis data dapat diakses oleh beberapa pemakai secara
simultan, karena data yang diolah tidak bergantung dan menyatu
secara utuh program, tapi terlepas dalam satu kelompok data
5. Masalah keamanan (security)
Pada prinsipnya file basis data hanya boleh diakses olah
atasan dapat pemakai tertentuu yang mempunyai wewenang.
Pembatasan dapat dilakukan melalui DBMS atau program aplikasi.
6. Masalah integritas (integrity)
Untuk menjaga agar unjuk kerja sistem tetap dalam
pengendalian penuh. Secara teknis maka ada kunci primer yang
menghubungkan beberapa file yang saling berkaitan
7. Masalah kebebasan data (independence)
Basis data yang dirancang hendaknya tidak bergantung pada
program aplikasi yang dibangun. Sehingga apabila ada perubahan
terhadap field, tidak perlu mengubah programnya

C. Konsep DBMS
Data Base Management System (DBMS) adalah perangkat
lunak yang memberikan fasilitas untuk melakukan fungsi
pengaturan, pengawasan, pengendalian, pengolahan, dan
koordinasi terhadap semua proses yang terjadi pada sistem basis
data. Komponen-komponen utama DBMS:
- Query language
- Report generator
- Data Manipulation Language (DMIL)
- Data Definition Language (DDL)
- Recovery
- Data dictionary
- Database
- Access routine

D. Database Administrator
Seorang databasee administrator (DBA) adalah orang yang
bertanggung jawab untuk mendesain, implementasi, pemeliharaan
dan perbaikan database. DBA sering disebut juga database dan
database koordinator, database programmer, dan terkait erat dengan
database analyst, database modeler, programmer analyst, dan
systems manager. Peran DBA mencakup pengembangan dan desain
strategi database, pemantauan dan meningkatkan kineria dan
kapasitas database, dan perencanaan kebutuhan pengembangan di
masa depan. DBA mungkin juga merencanakan, mengoordinasi dan
melaksanakan langkah-langkah keamanan untuk menjaga database.
Suatu perusahaan mungkin mengharuskan seorang DBA memiliki
sertifikasi atau gelar untuk sistem database (misalnya, Microsoft
Certified Database Administrator).
Tugas-tugas seorang administrator database bervariasi,
bergantung pada job description-nya, perusahaan, peraturan

50
Teknologi Informasi (TI), fitur-fitur teknis, dan juga kemampuan
dari DBMS yang diberikan. Semuaa itu termasuk pemulihan setelah
bencana (backups and testing of backups), analisis kinerja dan
tuning, pemeliharaan data dictionary, dan desain database.

E. Perkembangan Database Manajemen Sistem


Pengembangan basis data selalu membutuhkan kerja sama
dari beberapa orang dengan keahlian yang berbeda-beda. Proses ini
melibatkan pemakai, analis data, ahli komputer, database
administrator, serta wakil dari pihak manajemen yang akan
memakai sistem. Secara garis besar, proses pengembangan basis
data adalah:
1. Penentuan tujuan. Tujuan ditetapkan berdasar parameter
pemakai dan data. Pemakai menentukan tujuan aplikasi yang
akan dipakai. Sedangkan data menentukan bagaimana tujuan
tersebut dapat dicapai.
2. Ikatan (bindings). Bindings merupakan ukuran tingkat
fleksibilitas yang dilakukan untuk mencapai efisiensi dalam
perancangan basis data. Ukuran-ukuran tersebut misalnya:
struktur file, model basis data, skema/relasi, pemanggilan
informasi, serta perawatan data dan integritas basis data.
3. Dokumentasi. Dokumentasi yang penting adalah model basis
data. Model basis data akan menentukan proses yang
diperlukan untuk pembentukan file, perawatan file, dan
pemanggilan informasi. Bentuk yang harus didokumentasikan
adalah skema basis data, relasional basis data, dan definisi
variabel yang dipakai.
4. Pemrograman. Implementasi akhir setelah proses perancangan basis
data selesai adalah dengan melakukan pemrograman

Bab 8 A. Lingkungan Teknologi Jaringan Telekomunikasi


Teknologi Telekomunikasi atau komunikasi data dapat didetinisikan
Jaringan sebagai penggunaan media elektronik atau cahaya untuk
memindahkan data atau informasi dari satu lokasi ke satu atau
Telekomuni
beberapa lokasi lain yang berbeda. Dunia saat ini berada pada
kasi pertengahan era revolusi telekomunikasi yang memiliki dua
komponen yaitu: perubahan yang sangat cepat dalam,teknologi
komunikasi dan sama pentingnya adalah perubahan dalam
kepemilikan, kendali atau kontrol dan pemasaran layanan
telekomunikasi. Saat ini, seorang manajer harus memiliki
kemampuan dalam memahami kemampuan, biaya dan keuntungan
dari berbagai alternatif teknologi telekomunikasi dan bagaimana
untuk memaksimalkan manfaat dari penggunaan teknologi tersebut
bagi perusahaan.

B. Komponen Teknologi Jaringan Telekomunikasi

51
Sistem telekomunikasi merupakan kumpulan hardware dan
software yang sesuai (compatible) yang disusun untuk
mengomunikasikan berbagai macam informasi dari satu lokasi ke
lokasi yang lain. sistem telekomunikasi saat ini saat ini bias
mengirimkan informasi dalam bentuk teks, image, suara, maupun
dalam bentuk video. Suatu perusahaan layanan telekomunikasi
biasanya memberikan biaya yang berbeda untuk setiap layanan
fasilitas layanan informasi yang diberikan. Demikian juga
mengenai hardware dan software yang digunakan akan berbeda,
bergantung pada jenis informasi yang akan dikirimkan. Untuk dapat
memperoleh pemahaman yang lebih lengkap pada bagian
selanjutnya dalam bab ini juga akan dijelaskan bagaimana
komponen-komponen utama tersebut digunakan untuk membentuk
berbagai jenis jaringan sesuai dengan kebutuhan.

C. Topology Jaringan Telekomunikasi


Network topology adalah bentuk atau konfigurasi dari
system jaringan. Ada empat topologi yang umum digunakan yaitu:
Star Network, Bus Network, Ring Network, Hybrid Network.
1. Star Network. Merupakan konfigurasi jaringan komputer yang
berbentuk bintang
2. Bus Network. Jaringan komputer ini memiliki konfigurasi yang
berbentuk garis. Dalam jaringan ini tidak ada induk komputer
yang mengontrol jaringan komputer secara keseluruhan.
3. Ring Network. Sama halnya dengan bus network, jaringan ini
tidak terpusat pada satu induk komputer. Sehingga kalau salah
satu computer tidak berfungsi tidak akan mengganggu
komputer lain.
4. Hybrid Network. Kontigurasi jaringan komputer ini merupakan
gabungan dari berbagai konfigurasi.

D. Penggunaan Jaringan Telekomunikasi


Telekomunikasi telah menolong persoalan yang disebabkan
oleh masalah geografi dan waktu sehingga memungkinkan
organisasi untuk mempercepat produksi dan pengambilan
keputusan tentang produk baru misalnya atau masuk ke pasar baru
serta menciptakan hubungaan baru dengan pelanggan dan supplier.
Keen (1986) menyatakan bahwa apabila perusahaan gagal dalam
mempertimbangkan masalah telekomunikasi dalam rencana
strategisnya maka perusahaan tersebut akan jatuh.

E. Perkembangan Teknologi Jaringan Telekomunikasi


Generasi Pertama (1G) adalah istilah yang digunakan untuk
menyebutkan teknologi-teknologi yang digunanakan pada system
komunikasi bergerak pada pertama kalinya. Sistem generasi
pertama semuanya menggunakan teknologi analog yang pada
umumnya lebih dikenal orang dengan AMPS atau TACS. Perlu

52
dicatat bahwa pada teknologi sistem analog ini juga digunakan
digital signaling. Kata-kata analog dalam hal ini lebih menuju pada
metode yang digunakan untuk mengirimkan informasi dalam
jaringan telekomunikasi mobile tersebut. Basic service yang
ditawarkan pada teknologi generasi pertama ini masih berkisar pada
suara.
2G (Generasi Kedua) merupakan teknologi komunikasi
mobile generasi kedua (2G) berkembang dan meluas
penggunaannya pada era tahun 90-an, di mana system digital mulai
booming dan digunakan di berbagai aspek teknologi menggantikan
system analog. Teknologi 2G merupakan teknologi telepon mobile
yang menggunakan system digital, bukan lagi sistem analog seperti
1G. Bukan hanya booming di era 90-an, teknologi generasi kedua
ini masih tetap bertahan sampai sekarang penggunaannya,
meskipun tidak booming seperti dulu lagi. Teknologi komunikasi
mobile yang dipadukan dengan teknologi digital tentu akan
menambah banyak fasilitas, fitur, dan kemudahan bagi para
penggunanya.
Dengan teknologi digital, dampak yang paling dominan dari
pembaruan ini adalah kapasitas yang lebih besar pada sebuah
perangkat radio karena teknologi kompresi suara mulai bisa
diterapkan di sini. Selain itu, jaringan dengan konsep "Intelligent
Network" dapat diterapkan di sini. Maksud dari jaringan Intelligent
Network adalah jaringan yang dapat lebih diprediksi, lebih sulit
untuk dimanipulasi dan dicurangi, dan lebih kebal terhadap
gangguan. Tidak hanya itu saja, banyak servis baru yang dapat
ditambahkan pada komunikasi mobile ini. Contoh yang paling
umum dilihat adalah Multimedia Messaging Service (MMS) dan
kemampuan terkoneksi.

Bab 9 Sistem A. Konsep Pengertian Dasar dan Tujuan SPK


Penunjang Keputusan dibuat untuk memecahkan masalah. Saat ini,
Keputusan memecahkan suatu masalah mungkin akan menghasilkan banyak
keputusan. Keputusan merupakan tindakan atau rangkaian tindakan
yang harus diikuti untuk memecahkan suatu masalah. Tindakan-
tindakan tersebut bisa berupa pengurangan sesuatu untuk
menghindari risiko dari suatu hal atau pemantaatan suatu
kesempatan.
Konsep SPK mulai berkembang pada akhir tahun 1960-an.
Saat itu, untuk pertama kalinya seseorang dapat berinteraksi
langsunng dengan komputer tanpa harus melalui spesialis
informasi. Kondisi seperti ini melahirkan pemikiran bahwa dengan
dapatnya seseorang secara langsung berinteraksi melalui komputer
dengan menggunakan teknologi timesharing yang ada, orang bisa
mengembangkan suatu sistem pendukung keputusan.

B. Ciri dan Kemampuan SPK

53
Berikut ini contoh ciri SPK dari Turban yang mungkin
berbeda dengan ciri-ciri yang ditunjukkan oleh para pakar lain:
- Dukungan SPK diberikan untuk berbagai tingkatan manajemen
dari tingkat atas sampai tingkat bawah (pakar lain sampai
tingkat menengah) dan berbagai bagian.
- Dukungan selain diberikan kepada individu juga kepada
kelompok. Makin tidak terstruktur suatu permasalahan
biasanya makin memerlukan keterlibatan lebih dari satu orang
dari berbagai bagian dan tingkatan.
- SPK mendukung keputusan yang independen atau yang
berurut/terkait.
- SPK memberikan dukungan terhadap semua tingkatan dalam
proses pengambilan keputusan pada tahap intelijen,
perancangan dan pemilihan.
- SPK memberikan dukungan terhadap berbagai gaya dan proses
pengambilan keputusan
- SPK selalu menyesuaikan diri terhadap keadaan. Pengambil
keputusan harus reaktif terhadap perubahan yang terjadi dan
dengan cepat harus menyesuaikan SPK agar dapat mengatasi
perubahan yang muncul. SPK haus fleksibel sehingga pemakai
bisa menghapus, menambah, menggabungkan dan mengubah
atau menyusun kembali elemen dasar (memberikan reaksi yang
cepat terhadap perubahan) sehingga kemampuan ini bisa
memberikan analisis yang cepat dan sementara.
- SPK harus mudah untuk dioperasikan. Pemakai harus merasa
senang dengan sistem. Sistem harus interaktif, mudah
dioperasikan, fleksibel, kemampuan grafis yang tinggi.
- Tujuan SPK meningkatkan efektivitas pengambilan keputusan
(akurat, tepat waktu, dan berkualitas) dan bukan untuk
meningkatkan efisiensi.
- Pengambil keputusan memiliki kendali yang lengkap untuk
semua tingkatan proses pengambilan keputusan. SPK
dimaksudkan untuk mendukung pengambil keputusan dan
bukan menggantikannya.

C. Model Sistem Pendukung Keputusan


Dalam bab-bab terdahulu telah disajikan model SIA dalam
bentuk berbagai sistem pengolahan transaksi dan SIM. Struktur
yang serupa dapat digunakan untuk menyusun model SPK. Data
dan informasi dimasukkan ke dalam database dari lingkungan
perusahaan. Database juga berisi data yang dimasukkan melalui
SIA. Isi database digunakan oleh tiga subsistem software. Perangkat
Lunak Pembuat Laporan-Menghasilkan laporan periodik maupun
khusus.
Laporan periodik akan dikeluarkan sesuai dengan jadwal
yang telah ditentukan dan biasanya software ini dibuat melalui

54
pemrograman dengan menggunakal bahasa tertentu seperti C++,
Visual Foxpro, Oracle, Visual Basic. Laporan khusus biasanya
dibuat sebagai reaksi-reaksi atas informasi tertentu yang dihasilkan
melalui system pencarian informasi secara terstruktur (SQL) yang
dilakukan oleh pemakai (manajer).
Perangkat Lunak KSPK-Perangkat lunak ini
memungkinkan beberapa pihak yang terlibat dalam pemecahan
masalah untuk bekerja sama sebagai satu kelompok untuk
mendapatkan satu solusi. Dalam situasi tertentu istilah kelompok
system pengambil keputusan KSPK atau Group Decision Support
System (GDSS), digunakan. Hal ini dilakukan mungkin karena
pemecahan masalah harus melibatkan suatu komite atau tim proyek.
Dalam situasi seperti ini para anggota kelompok saling
berkomunikasi, baik secara langsung maupun melalui perangkat
lunak KSPK.

D. SPK Berkelompok
Seandainya Anda membaca suatu laporan yang ada di meja
seorang manajer secara langsung, Anda akan dapat membedakan
mana yang merupakan laporan periodik dan mana yang merupakan
laporan khusus. Kedua laporan tersebut akan terihat seperti sama
persis. Yang membedakan di antara kedua laporan tersebut adalah
masalah disiapkannya. Laporan periodik dipersiapkan sesuai
dengan jadwal pada saat tertentu. Sebagai contoh adalah laporan
analisis penjualan bulanan berdasarkan pelanggan.

E. Model Matematika
1. Model Statis atau Dinamis
a. Model Statis. Model Statis tidak menyertakan waktu sebagai
variabel. Model ini berkaitan dengan suatu situasi pada satu
titik waktu tertentu, seperti suatu foto.
b. Model Dinamis. Model dinamis merupakan model yang
menyertakan waktu sebagai variabel. Model ini
menggambarkan perilaku entitas dari waktu ke waktu, seperti
suatu film.

2. Model Probabilistik atau Deterministik


Cara lain mengelompokkan model adalah berdasarkan
apakah formulanya mengenai probabilitas.
a. Probabilistik adalah peluang terjadinya suatu hal. Probabilitas
berkisar dari 0,00 (sesuatu yang sama sekali tidak mungkin
terjadi) hingga 1,00 (sesuatu yang pasti terjadi). Model
menggambarkaan probabilitas disebut model probabilistic
b. Deterministik menunjukkan sesuatu yang sudah pasti
(kebalikan dari probabilistik). Model yang menggambarkan
sesuatu yang sudah pasti disebut sebagai model deterministik.

55
F. Model Simulasi
1. Membuat Model untuk Skenario. Istilah skenario digunakan
untuk menjelaskan suatu kondisi yang menentukan bagaimana
simulasi harus bekerja.
2. Variabel Keputusan. Nilai-nilai atau parameter input yang
dimasukkan oleh Seorang manajer untuk mengukur
dampaknya terhadap suatu terhadap suatu entitas disebut
sebagai variabel keputusan.
3. Teknik Simulasi. Manajer biasanya melaksanakan model
optimasi hanya satu kali hasilnya adalah solusi terbaik dengan
skenario dan variabel keputusan tertentu. Namun, model
suboptimasi perlu dilaksanakan berulang. ulang, mencari
kombinasi variabel keputusan yang menciptakan hasil yang
memuaskan. Proses pengulangan mencoba berbagai alternatif
keputusan dikenal sebagai memainkan What-if game. Tiap kali
model dilaksanakan, hanya satu variabel keputusan yang perlu
diubah, sehingga pengaruhnya dapat dilihat. Dengan cara ini,
pemecah masalah secara bertahap dan metodis menemukan
kombinasi keputusan yang akan mengarah ke pemecahan
masalah.
4. Konsep SPKK. Sistem pendukung keputusan kelompok
(SPKK) atau group Sistem decision support system (GDSS),
merupakan "suatu sistem berbasis komputer yang mendukung
tugas yang dilakukan bersama oleh sekelompok orang dengan
menyediakan beberapa terminal yang digunakan bersama."
Istilah lain untuk aplikasi teknologi informasi ini adalah sistem
pendukung kelompok (SPK) atau group suppon sistem (GSS),
kerja sama dibantu komputer (KSDK) computer supported
cooperative work (CSCW). Dulkungan kerja sama yang
dibantu komputer atau computerized collaborative work
support, dan sistem pertemuan secara elektrik atau electric
meeting system EMS)."

G. Peranan SPK dalam Pemecahan Masalah


Kita telah melihat pada bab-bab sebelumnya bahwa system
informasi manajemen sangat cocok untuk mengidentifikasi dalam
proses pemecahan masalah. Kemampuan tambahan ini masalah dan
membantu manajer memahaminya. SPK dapat memperluas
dukungan ini melalui langkah-langkah selanjutnya bukan karena
peralatan yang digunakan, karena SIM dan SPK keduanya
mempunyai peralatan-peralatan yang sama.

Bab 10 A. Konsep Pengertian Dasar dan Tujuan AI


Kecerdasa Selama ima belas tahun terakhir ini telah terjadi peningkatan
minat para pakar teknologi informasi untuk menggunakan

56
Buatan dan komputer dalam aplikasi kecerdasan buatan. Aktivitas di dalam
Sistem bidang kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) atau AI, adalah
Pakar (AI) aktivitass penyediaan mesin seperti komputer yang memiliki
kemampuan menampilkan perilaku yang dianggap cerdas seperti
yang terjadi pada manusia. Artificial Intelligence menunjukkan
aplikasi komputer tercanggih saat ini yang mencoba agar computer
memiliki penalaran menyerupai beberapa jenis penalaran manusia.

B. Komponen AI
Penerapan AI dalam bidang bisnis dikenal sebagai system
pakar (expert system). Sistem pakar adalah program computer yang
beroperasi menyerupai pengetahuan seorang pakar dalam bentuk
heuristic. Berbagai aturan yang ada di dalam system pakar
memungkinkan sistem ini utuk bertungsi secara konsisten seperti
seorang manusia pakar (ahli).
Selain sistem pakar, bidang yang mencakup kecerdasan
buatan meliputi Jaringan saraf (neural network) adalah model
sistem saraf manusia yang disederhanakan, tapi masih tetap
menunjukkan kemampuan seperti belajar, generalisasi, dan
abstraksi. Dengan kemampuan ini dimungkinkan model jaringan
saraf untuk mempelajari perilaku manusia.
Sistem persepsi (perceptive systems) adalah sistem yang
menggunakan citra visual (penglihatan) dan sinyal suara untuk
mengintruksikan komputer atau alat lain, seperti robot. Belajar
(learning) adalah semua kegiatan yang memungkinkan komputer
dan alat lainnya untuk memperoleh pengetahuan tambahan dari apa
yang selama ini telah dimasukkan ke dalam memori oleh pabrik
konmputer atau programmer.
Robotic (robotics) merupakan sistem komputer yang
mengendalikan alat-alat sehingga alat-alat tersebut dapat meniru
aktivitas manusia. Perangkat keras kecerdasan buatan (AI
hardware) merupakan peralatan fisik yang dapat membantu aplikasi
AI seperti perangkat keras yang digunakan untuk menyimpan
system database pengetahuan (knowledge based system), sistem
jaringan saraf (neural network) dan digunakan juga untuk
mempercepat perhitungan, sebagai retina dan telinga elektronik.

C. Daya Tarik AI
Beberapa tugas tertentu membutuhkan pengetahuan khusus
sehingga diperlukan para pakar. Sayangnya, tidak setiap manaier
mampu membayar staf spesialis atau memanggil konsultan mampu
tiap kali timbul suatu masalah. Konsep sistem pakar didasarkan
pada asumsi bahwa pengetahuan pakar dapat diambil atau disimpan
dalam komputer dan kemudian digunakan oleh orang lain saat
dibutuhkan.
Perbedaan Sistem Pakar dengan SPK. Sistem pakar sangat
serupa dengan SPK dalam hal keduanya memberikan dukungan

57
sangat tinggi terhadap pemecahan masalah pemakaiannya. Namun,
kedua sistem CBIS itu berbeda dalam dua hal
1. SPK menunjukkan kebiasaan, gaya kemampuan, atau rutinitas
manajer dalam menghadapi setiap permasalahan yang harus
dipecahkan. Sistem pakar di pihak lain memberikan
kesempatan untuk membuat keputusan yang melebihi
kemampuan manajer.
2. Antara sistem pakar dan SPK adalah kemampuan system pakar
untuk menjelaskan alur penalarannya sampai timbul
pemecahan tertentu. Sering kali penjelasan mengenai cara
pemecahan masalah lebih berharga daripada pemecahan
masalah itu sendiri.

D. Konfigurasi AI
Sistem pakar terdiri atas empat bagian utama: antarmuka,
Sistem pengguna, basis pengetahuan, mesin antarmuka, daan mesin
pengembangan. Antarmuka pengguna memungkinkaan manajer
untuk memasukkan instruksi dan informasi ke dalam sistem pakar
dan menerima informasi dari sistem tersebut. Instruksi ini
menentukan parameter yang mengarahkan sistem pakar dalam
proses pemikirannya. Input informasi berbentuk nilai dikaitkan
dengan variabel tertentu.

E. Database Pengetahuan
Basis pengetahuan (knowledge base) berisikan fakta yang
menggambarkan masalah serta teknik penggambaran pengetahuan
yang menjelaskan bagaimana fakta bersentuhan secara logis.
Istilah domain masalah (problem domain) digunakan untuk
menggambarkan area permasalahan. Salah satu teknik untuk
menggambarkan pengetahuan yang populer adalah penggunaan
aturan. Aturan (rule) menentukan apa yang harus dilakukan dalam
suatu situasi dan terdiri atas dua bagian: kondisi yang bisa menjadi
benar atau salah dan tindakan yang harus dilakukan jika kondisi itu
benar.

F. Penalaran (Inference Engine)


Inferencce engine adalah bagian dari sistem pakar yang
melakukan penalaran terhadap isi database pengetahuan
(knowleddge base) berdasarkan urutan tertentu. Selama konsultasi
inference engine menguji aturan-aturan yang ada dalam database
pengetahuan (knowledge base) satu demi satu dan ketika kondisi
tertentu terpenuhi maka tidakan tertentu diambil. Ada dua cara
penalaran yang dilakukan oleh penalar (inference engine) untuk
menguji suatu aturan, yaitu: penalaran maju (forward reasoning dan
penalaran mundur (reverse reasoning).

Bab 11 A. Konsep, Pengertian dan Tujuan Otomatisasi Kantor

58
Otomatisasi Otomatisasi kantor merupakan aplikasi teknologi informasi
Kantor yang dirancang untuk meningkatkan produktivitas karyawan di
kantor dengan memberi dukungan dalam bentuk koordinasi dan
komunikasi dari seseorang ke orang lain baik dari dalam maupun
luar perusahaan.

B. Model Otomatisasi Kantor


Model otomatisasi kantor tidak memiliki kemampuan
mengolah data, penggunaan database dibatasi hanya pada isi
informasi. data, Informasi diperoleh dari sistem fisik yang ada di
perusahaan. Informasi juga berfungsi sebagai input bagi aplikasi
otomatisasi kantor berbasis komputer, seperti Word processor,
Electronic mail (e-mail), konferensi berbasis komputer, dan lain-
lain.

C. Tujuan Otomatisasi Kantor


Sampai tahun 1980-an, OA digunakan untuk meningkatkan
produktivitas hanya untuk sekretaris dan pegawai. OA mampu
meningkatkan tugas-tugas pegawai menjadi lebih cepat dan baik.
Belakangan OA juga sangat bermantaat bagi "knowledge workers"
Secara umum dengan adanya OA, maka:
1) Revenue dapat ditingkatkan atau cost dapat dihindari.
2) Karena OA sebagai alat komunikasi dari dan kepada manajer,
maka cukup baik untuk pemecahan masalah kelompok.
Sebagai salah satu alat dalam pemecahan masalah, ada
beberapa keterbatasan. OA tidak dapat mengganti komunikasi
interpersonal tradisional-face-to-face communication, telephone
Conversations, dan sejenisnya. Jadi OA memiliki tujuan sebagai
suplemen komunikasi interpersonal tradisional.

Bab 12 A. Konsep, Pengertian dan Tujuang IRM


Information IRM adalah aktivitas yang dijalankan oleh manajer pada
Resource semua tingkatan dalam perusahaan dengan tujuan mengidentifikasi,
memperoleh, dan mengelola sumber daya informasi yang
Managemen
diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pemakai. IRM berkembang
t jika perusahaan berusaha memantaatkan informasi untuk mencapai
keunggulan kompetitif, para eksekutif menyadari jasa informasi
sebagai area bisnis utama, menerima manajerjasa informasi dalam
lingkungan elite mereka, memperhatikan sumber daya informasi
saat membuat perencanaan strategis, terdapat rencana strategis
sumber daya informasi yang formal dan rencana tersebut membahas
end-user-computing.

B. Informasi Sebagai Sumber Strategis


Informasi merupakan salah satu sumberyang dapat
menghasilkan keuntungan kompetitif. Caranya: Dengan
memfokuskan pada pada pelanggan & membangun sistem

59
informasi yang bisa meningkatkan arus informasi antara perusahaan
dan elemen lingkungannya. Arus informasi antara perusahaan dan
pelanggan: Informasi yang menerangkan kebutuhan produk,
informasi yang menerangkan penggunaan produk, infoImasi yang
menerangkan kepuasan produk Keuntungan kompetitif dicapai
apabila: Terjalinnya hubungan yang baik antara elemen-elemen
Diperlukan arus informasi dengan semua elemen lingkungannya
Pentingnya efisiensi operasi internal Interorganizational

C. Perencanaan Strategis untuk Sumber-Sumber Informasi


Jika informasi akan digunakan sebagai sumber untuk
mendapatkan keuntungan kompetitif maka penggunaannya harus
direncanakan. Lebih dari itu perencanaan tersebut harus dilakukan
oleh eksekutif perusahaan dan harus bersifat jangka panjang.
Aktivitas perencanaan yang mengidentifikasikan sumber-sumber
informasi yang akan yang akan diperlukan pada masa yang akan
datang dan cara penggunaannya dinamakan Strategic Planning for
Information Resources (SPIR).

D. Management dan Stratedi End User Computing


Bila CIO mempunyai pengaruh, sumber-sumber informasi
perusahaan juga akan mengalami perubahan. Selama beberapaa
tahun, tren operasi pelayanan informasi terpusat telah berubah
menjadi tren pendistribusian sumber-sumber komputerisasi ke
seluruh perusahaan, terutama dalam bentuk mikrokomputer.
Sebagian besar dari peralatan yang didistribusikan ini digunakan
oleh pemakaian yang tidak mempunyai pemahaman computer
secara khusus. Aplikasi-aplikasi dari pemakai ini terdiri atas
software tertulis yang telah dibuat oleh bagian unit pelayanan
informasi atau diperoleh dari sumber-sumber luar.

E. Strategi End User Computing


Tugas perusahaan adalah untuk menetapkan kebijaksanaan.
Tugas end-user computing yang memberikan fleksibilitas kepada
pemakai untuk berinovasi dalam penggunaan komputer, namun
juga harus menetapkan kontrol untuk memastikan bahwa
penggunaan tersebut mendukung tujuan perusahaan. Suatu strategi
yang telah terkenal adalah penetapan atau pembangunan pusat
informasi, ini merupakan pemecahan yang dapat
diimplementasikan dengan cepat, namun hal ini harus diikuti oleh
perubahan-perubahan yang mendasar dari sifat-sifat yang telah
permanen.

Bab 13 A. Konsep, Pengertian, dan Tujuan ERP


Enterprise Enterprise adalah sekelompok orang yang memiliki tujuan
Resource secara umum sama. Mereka memiliki sumber daya untuk mencapai
tujuan. Enterprise berperan sebagai satu entitas. Pandangan tentang
Planning
organisasi atau perusahaan ini sangat berbeda dengan pandangan

60
tradisional yang berpendapat bahwa organisasi dibagi menjadi
beberapa bagian berdasarkan fungsi yang mereka lakukan, sehingga
suatu organisasi memiliki bagian marketing, produksi, keuangan,
dan SDM yang satu sama lain terisolasi.

B. Lingkungan ERP
Kemunculan konsep ERP relatif masih baru. Beberapa
penulis memberi berbagai macam alasan yang mendasari
kemunculan konsep ini. Alasan tersebut secara umum menyatakan
perlunya Suatu sistem yang terintegrasi yang mengoordinasikan
semua fungsi bisnis perusahaan. Penyedia software menanggapi
masalah ini dengan menyediakan software paket (application
software) untuk kebutuhan pengintegrasian dan mereka memberi
nama software Enterprise Resource Planning (ERP). Turban (1999)
menyatakan bahwa sistem ERP merupakan sebuah software yang
memberikan solusi untuk menginterasikan dan mengendalikan
seluruh proses bisnis yang ada dalam suatu organisasi. Software ini
menjanjikan keuntungan mulai dari meningkatkan efisiensi sampai
dengan kualitas, produktivitas, dan proditabilitas.

C. ERP dan Teknologi Terkait


Sistem ERP melakukan tugas penting dengan
mengintegrasıkan fungsi-fungsi bisnis yang terpisah seperti
pengelolaan bahan baku, perencanaan produk, penjualan, distribusi,
akuntansi dan keuangan, serta lainnya ke dalam satu aplikasi. Tetapi
ERP juga memiliki tiga kelemahan penting, yaitu:
1. Manajer tidak dapat menghasilkan laporan yang dapat
dimodifikasi sesuai kebutuhan atau permintaan informasi tanpa
bantuan programmer dan ini sangat mengganggu untuk
mendapatkan informasi yang diperlukan dengan cepat untuk
memelihara keuntungan dalam berkompetisi.
2. Sistem ERP memberikan hanya status saat ini, seperti
membuka order. Manajer sering kali memerlukan informasi
status masa lalu dan sekarang untuk melihat kecenderungan
atau tren sehingga membantu lebih baiknya keputusan yang
diambil
3. Data dalam aplikasi ERP tidak dapat terintegrasi dengan
perusahaan lain.

D. Software untuk ERP


Ada berbagai merek software yang digunakan oleh perusahaan
untuk menerapkan sistem ERP, salah satu software tersebut adalah
SAP ERP. SAP ERP keluar dengan dua versi, yaitu versi untuk
maintrame (SAP R/2) dan versi client/server (SAP R/3). Versi yang
paling banyak digunakan saat ini adalah SAP R/3 untuk sistem
client/server terbuka. Software ini dibuat oleh SAP AG.

61
Bab 14 A. Gambaran Umum Analis Sistem
Analis Jika perusahaan menginginkan aktivitas usahanya bekerja
Sistem dengan lebih produktif dengan tingkat efisiensi dan efektivitas yang
lebih baik, maka komputer dijadikan andalan untuk
Informasi
memecahkannya. Dalam suatu sistem yang lebih kompleks, seperti
Pendidikan system Intormasi manajemen dalam suatu organisasi atau
perusahaan, maka masalah yang timbul pun akan lebih kompleks
lagi, karena Satu saja subsistem mengalami masalah akan berakibat
pada aktivitas subsistem yang lainnya. Pada perusahaan-perusahaan
yang mengandalkan otomatisasi pekerjaan pada komputer,
diperlukan seorang tenaga ahli yang harus mampu memahami akar
permasalahan yang dihadapi perusahaan dan sekaligus memberikan
jalan keluar atas permasalahan tersebut.

B. Ruang Lingkup Analis Sistem


Tugas seorang analis sistem bukan saja menganalisis dan
mendisain sistem, tetapi lebilh dari itu ia haruslah mampu
menyajikan satu sistem intormasi manajemen yang terpadu. Analis
sistem juga menawarkan suatu perubahan dengan mengembangkan
teknologi terbaru yang dapat dimanfaatkan oleh suatu perusahaan.
Dengan uraian tugas dan tanggung jawab seperti di atas, maka
seorang analis sistem haruslah orang yang memiliki pengetahuan
yang terpadu antara aktivitas bisnis, sistem informasi dan teknologi.
Analis sistem bukanlah seorang programmer yang
ditugaskan/merasa mampu membuat program mutakhir dengan
komputer untuk menyelesaikan masalah.

C. Tugas dan Tanggung Jawab Analis Sistem


Untuk menjaga agar setiap bagian dalam perusahaan tidak
tumpang tindih dalam melaksanakan tugas dan tanggung Jawabnya,
maka manajemen perusahaan perlu menguraikan tugas dan
tanggung jawab dari masing-masing bagian. Uraian tugas yang jelas
dan terperinci juga dapat membedakan fungsi dari masing-masing
bagian.

D. Kedudukan Analis Sistem


Analis sistem harus mampu melakukan pemilihan perangkat
komputer, menentukan orang yang akan menggunakan sistem
informasi manajemen menyusun prosedur dari sistem informasi
manajemen tersebut dan menyusun file-file atau database dari
sistem informasi manajemen yang dikembangkan. Seorang analis
sistem juga tidak memiliki pekerjaan dengan jawaban yang pasti
antara salah dan benar karena terdapat banyak pilihan pemecahan
masalah. Solusi sistem merupakan solusi yang dapat dirundingkan,
oleh karenanya seorang analis harus memiliki kemampuan untuk
berkomunikasi dengan pemakai sistem (user), manajemen,
programmer, manajer sistem informasi manajemen, auditor dan
penjual sistem informasi manajemen. Analis sistem biasanya

62
bekerja pada divisi sistem informasi komputer (Computer
Information System/CIS), pada beberapa perubahan divisi SIK
biasa disebut juga sebagai divisi system ntormasi, divisi sistem
informasi manajemen atau divisi pelayanan data dan informasi
tergantung pada situasi dan kondisi perusahan. Kedudukan manajer
sistem informasi atau sistem informasi manajemen berbasis
komputer ini pada perusahaan computer tertentu berada pada
jajaran eksekutif, seperti wakil presiden direktur. Tapi ini semua
kembali bergantung pada situasi dan kondisi perusahaan.

Bab 15 A. Konsep, Pengertian, dan Tujuan ITSEC


Pengaman Kerentanan dan Gangguan terhadap Sistem Informasi Dari
dan pengalaman berbagai organisasi dalam pemanfaatan system
informasi, salah satu hal yang dibutuhkan adalah bagaimana setiap
Pengendalia
organisasi dapat memastikan bahwa sistem informasi yang ada
n Sistem memiliki sistem pengamanan dan pengendalian yang memadai.
Informasi Penggunaan sistem informasi di organisasi bukannya tanpa risiko.
Pendidikan Penggunaan atau akses yang tidak sah, perangkat lunak yang tidak
berfungsi, kerusakan pada perangkat keras, gangguan dalam
komunikasi, bencana alam, dan kesalahan yang dilakukan oleh
petugas merupakan beberapa contoh betapa rentannya sistem
informasi menghadapi berbagai risiko dan potensi risiko yang
kemungkinan timbul dari penggunaan sistem informnasi yang ada.

B. Kebijakan ITSEC
Dengan mengabaikan bahwa apakah perusahaan mengikuti
strategi manajemen risiko atau kepatuhan terhadap tolok ukur
maupun tidak, suatu kebijakan keamanan harus diterapkan untuk
mengarahkan keseluruhan program. Perusahaan menerapkan
kebijakan keamanannya dengan mengikuti pendekatan yang
bertahap.
- Fase 1-Inisiasi Proyek. Tim yang menyusun kebijakan
keamanan dibentuk.
- Fase 2-Penyusunan Kebijakan. Tim proyek berkonsultasi
dengan semua pihak yang berminat dan terpengaruh oleh
proyek ini untuk menentukan kebutuhan kebijakan baru
tersebut.
- Fase 3-Konsultasi dan persetujuan. Tim proyek
berkonsultasi dengan manajemen untuk memberitahukan
temuannya sampai saat itu, serta untuk mendapatkan
pandangan mengenai berbagai persyaratan kebijakan.
- Fase 4-Kesadaran dan edukasi. Program pelatihan
kesadaran dan edukasi kebijakan dilaksanakan dalam unit-
unit organisasl.
- Fase 5-Penyebarluasan kebijakan. Kebijakan keamanan ini
disebarluaskan ke seluruh unit organisasi di mana kebijakan
tersebut dapat diterapkan.

63
C. Pengendalian
Pengendalian (control) adalah mekanisme yang diterapkan,
baik untuk melindungi perusahaan dari risiko atau untuk
meminimalkan dampak risiko tersebut pada perusahaan jika risiko
tersebut terjadi. Pengendalian dibagi menjadi tiga kategori: teknis,
formal, dan informal.

D. Manajemen Risiko
Konsep manajemen risiko mulai diperkenalkan di bidang
keselamatan dan kesehatan kerja pada era tahun 1980-an setelah
berkembangnya teori accident model dari ILcI dan juga semakin
maraknya isu lingkungan dan kesehatan. Tujuan dari manajemen
risiko adalah minimalisasi kerugian dan meningkatkan kesempatan
ataupun peluang. Bila dilihat terjadinya kerugian dengan teori
accident model dari ILCI, maka manajemen risiko dapat memotong
mata rantai kejadian kerugian tersebut, sehingga efek dominonya
tidak akan terjadi. Pada dasarnya manajemen risiko bersifat
pencegahan terhadap terjadinya kerugian maupun 'accident.
Penentuan konteks kegiatan yang akan dikelola risikonya Ruang
lingkup proses manajemen risiko terdiri dari:
- Penentuan konteks kegiatan yang akan dikelola risikonya
- Identifikasi risiko,
- Analisis risiko,

64
BAB III
KELEBIHAN DAN KELEMAHAN

A. Kelebihan
Pada kedua buku ini memiliki banyak sekali kelebihan yang patut ditiru
dalam penulisan buku diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Dalam pembahasan kedua buku ini materi yang disampaikan cukup detail dan
mendalam.
2. Dilengkapi dengan grafik-grafik, tabel-tabel, dan diagram-diagram sehingga
memudahkan dalam memahami pembahasan materi.
3. Kover, sistematika, dan data-data statistik yang disajikan cukup menarik,
sehingga pembaca tertarik dan mudah paham dalam membaca buku.
4. Dalam kedua buku ini dibuat rujukan darimana materi diambil yang terdapat
di akhir pembahasan/chapter, sehingga memudahkan mengetahui darimana
sumber materi yang diambil.

B. Kelemahan
Pada Kedua buku ini menurut kami tidak banyak memiliki kelemahan atau
kekurangan karena telah diakui oleh standar kompetensi kerja nasional, tetapi
mungkin hanya ada beberapa hal menurut kami yang perlu ditambahkan yaitu ;
1. Pada buku pertama sistematika penulisan perlu ditambahkan kata pengantar
sebagai pembukaan awal sebelum mebaca buku.
2. Pada ukuran font kecil sehingga mempersulit pembaca dalam membaca buku.
3. Tidak adanya soal di akhir bab, pada buku ini perlu ditambahkan evaluasi
seperti memberikan soal-soal dia akhir bab , agar pembaca dapat mengulang
pelajaran sekaligus meningkatkan ingatan dan pengetahuan pembaca.
4. Tidak adanya gambar-gambar yang menarik sehingga pembaca jenuh dan
bosan dalam membaca buku.
5. Halaman terlalu banyak sehingga lama dalam menyelesaikan membaca buku.

65
BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan
Dalam kedua buku ini memiliki banyak sekali kelebihan, diantaranya
pembahasan yang lengkap dan materi yang diasampaikan cukup detail dan
mendalam, adanya tabel, diagram dan grafik, sampul yang menarik serta daftar
rujukan yang dicantumkan. Pada buku ini juga memiliki kekurangan yaitu seperti
adanya sistematika yang kurang, adanya materi yang sulit dipahami, bukunya
sangat tebal yaitu 200 halaman.

B. Saran
Adapun saran yang dapat kami berikan yaitu, Kedua buku ini belum banyak
beradar di pasaran, saya berharap buku ini ada terjemahannya sehingga orang lebih
mudah memahami isi buku ini, dan saran yang berikuntnya jika ada buku teribitan
baru mampu mempertahankan kelebihan pada buku ini.

66
DAFTAR PUSTAKA

Dr. H. A. Rusdiana, Drs., M.M. & Moch. Irfan, S.T., M.Kom. 2018. Sistem
Informasi Manajemen. Bandung : CV. Pustaka Setia

Dr. Heni Darmawan, S.Pd., M.Si. & Kunkun Nur Fauzi. 2013. Sistem Informasi
Manajemen. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya

67