Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH

MEDIA PEMBELAJARAN YANG DIBUTUHKAN


DI JENJANG SEKOLAH FORMAL

Dosen Pengampu : Marlina, M.Pd.I

Disusun Oleh :
Kelompok 1
1. Khoyrunisa
2. Umi Nur Hasanah

SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN


(STKIP) NURUL HUDA
KECAMATAN BELITANG MADANG RAYA
TAHUN AKADEMIK 2020/2021

i
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta
karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan makalah ini
tepat pada waktunya yang berjudul “Media Pembelajaran yang Dibutuhkan di
Jenjang Sekolah Formal”
Tak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada Dosen Pengampu Ibu
Marlina, M.Pd.I., yang telah memberikan arahan dan bimbingan dalam pembuatan
makalah ini serta kepada semua pihak yang terlibat dalam pembuatan makalah ini.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu,
kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan
demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata, kami sampaikan terimakasih banyak kepada semua pihak yang
telah berperan serta dalam proses penyusunan makalah ini dari awal hingga akhir.
Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua yang membacanya.

Belitang, Maret 2021

Penulis,

ii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL........................................................................................ i

KATA PENGANTAR...................................................................................... ii

DAFTAR ISI.................................................................................................... iii

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang........................................................................... 1
B. Rumusan Masalah...................................................................... 2
C. Tujuan........................................................................................ 2

BAB II PEMBAHASAN
A. Pendidikan Formal..................................................................... 3
B. Media Pembelajaran................................................................... 7
C. Media Pembelajaran yang Dibutuhkan di Jenjang Sekolah
Formal........................................................................................ 9

BAB III PENUTUP


A. Kesimpulan .............................................................................. 12
B. Saran ........................................................................................ 12

DAFTAR PUSTAKA....................................................................................... 13

iii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pendidikan adalah suatu usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik agar
berperan aktif dan positif dalam hidupnya sekarang dan yang akan datang.
pendidikan memiliki nilai yang strategis dan urgen dalam pembentukan suatu
bangsa. Pendidikan juga dapat dikatakan sebagai suatu upaya untuk menjamin
kelangsungan hidup bangsa tersebut. Sebab lewat pendidikanlah akan diwariskan
nilai-nilai luhur yang dimiliki oleh bangsa tersebut.
Pendidikan formal merupakan salah satu solusi utama untuk membentuk
SDM yang berkualitas, karena dengan pendidikan memungkinkan untuk
mengembangkan kemampuan akademis maupun keterampilan lain yang dimiliki
peserta didik sehingga dapat digunakan secara efisien untuk bekal hidupnya.
Tolok ukur keberhasilan peningkatan kualitas pendidikan salah satunya
dapat dilihat dari cara belajar, hasil belajar, baik pada tingkat dasar maupun
lanjutan merupakan masalah yang dianggap selalu penting karena merupakan
suatu bentuk keberhasilan seseorang dalam belajarnya.
Ilmu pengetahuan dan teknologi selalu berkembang dan mengalami
kemajuan, sesuai dengan perkembangan zaman dan perkembangan cara berpikir
manusia. Perkembangan itu juga semakin mendorong upaya pembaharuan dalam
pemanfaatan hasil-hasil teknologi dalam poses belajar. Oleh karena itu, para
pendidik dituntut agar mampu menggunakan alat-alat modern yang ada guna
memperlancar proses belajar.
Disamping itu, pendidik juga dituntut untuk dapat berkreasi dalam
menciptakan media pembelajaran yang akan digunakannya. Dewasa ini pendidik
diharapkan memiliki pengetahuan dan pemahaman yang cukup tentang media
pembelajaran. Dalam makalah ini kami akan membahas tentang Media
Pembelajaran yang Dibutuhkan di Jenjang Sekolah Formal.

1
B. Rumusan Masalah
1. Jelaskan tentang pendidikan formal?
2. Jelaskan tentang media pembelajaran?
3. Sebutkan media pembelajaran yang dibutuhkan di jenjang sekolah
formal?

C. Tujuan
1. Untuk mengetahui tentang pendidikan formal.
2. Untuk mengetahui tentang media pembelajaran.
3. Untuk mengetahui media pembelajaran yang dibutuhkan di jenjang
sekolah formal.

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pendidikan Formal
1. Pengertian pendidikan formal
Pendidikan jalur formal adalah kegiatan yang sistematis, berstruktur,
bertingkat dimulai dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi dan yang
setaraf dengannya; termasuk didalamnya adalah kegiatan studi yang
berorientasi akademis dan umum, program spesialisasi, dan latihan
profesional yang dilaksanakan dalam waktu yang terus menerus.1
Pendidikan ini biasa kita sebut dengan pendidikan persekolahan,
berupa rangkaian jenjang pedidikan yang telah baku, misalnya SD, SMP,
SMA, dan Perguruan Tinggi (PT).Pendidikan formal adalah jalur pendidikan
yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan
menengah dan pendidikan tinggi. Pendidikan diselenggarakan dengan
memberi keteladanan, membangun kemauan, dan mengembangkan
kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran (Undang Undang No 20
tahun 2003 Pasal 1 Ayat (11) dan Ayat (13). 2
2. Manfaat dan Fungsi Pendidikan Formal
Secara umum, manfaat media dalam proses pembelajaran adalah
untuk memperlancar interaksi antara pendidik dengan peserta didik, dengan
maksud membantu peserta didik belajar lebih optimal, sehingga pembelajaran
bisa lebih efektif dan efisien baik dari segi teroritis maupun praktikum. Tetapi
selain itu juga secara lebih spesifikasi manfaat media pembelajaran yang telah
terakumulasi dari beberapa pendapat pakar yaitu sebagai berikut.
a. Penyampaian materi pembelajaran dapat diseragamkan.
Dengan bantuan media pembelajaran, penafsiran yang berbeda
antar pendidik dapat dihindari dan dapat mengurangi terjadinya
kesenjangan informasi diantara peserta didik dimanapun berada.

11) Faud Ikhsan, Dasar-Dasar Kependidikan, (Jakarta: Rineka Cipta, 2005) h. 54


22)Ibid,.h.256

3
b. Proses pembelajaran menjadi lebih jelas dan menarik.
Media dapat menyampaikan informasi melalui suara, gambar,
gerakan dan warna, baik secara alami maupun manipulasi, sehingga
membantu pendidik untuk mendeskripsikan suasana belajar menjadi
lebih hidup, tidak monoton dan tidak membosankan. Media juga dapat
membangkitkan keingintahuan siswa, merangsang mereka untuk bereaksi
terhadap penjelasan pendidik.
c. Proses pembelajaran menjadi lebih interaktif.
Media dapat membantu pendidik dan peserta didik melakukan
komunikasi dua arah secara aktif, sedangkan tanpa media pendidik
mugkin akan cenderung bicara satu arah kepada peserta didik mereka.
d. Efisiensi dalam waktu dan tenaga.
Dengan media tujuan belajar akan lebih mudah tercapai secara
maksimal dengan waktu dan tenaga seminimal mungkin. Pendidik tidak
harus menjelaskan materi ajaran secara berulang-ulang, sebab dengan
menggunakan media, peserta didik akan lebih mudah memahami
pelajaran.
e. Meningkatkan kualitas hasil belajar siswa.
Media pembelajaran dapat membantu peserta didik menyerap
materi pembelajaran lebih mandalam dan utuh.
f. Media memungkinkan proses belajar dapat dilakukan di mana saja
dan kapan saja.
Media pembelajaran dapat dirancang sedemikian rupa sehingga
peserta didik dapat melakukan kegiatan belajar dengan lebih leluasa
dimanapun dan kapanpun tanpa tergantung pada keberadaan pendidik.
g. Menumbuhkan sikap positif peserta didik terhadap materi dan proses
belajar
Dengan media, proses pembelajaran menjadi lebih menarik
sehingga mendorong siswa untuk mencintai ilmu pengetahuan dan gemar
mencari sendiri sumber-sumber ilmu pengetahuan.

4
h. Mengubah peran guru ke arah yang lebih positif dan produktif
Dengan  media, pendidik tidak lagi menjadi sekedar ”pengajar”
karena media meminimalisasikan waktu sehingga pendidik dapat
memberi perhatian lebih kepada peserta didiknya seperti membantu
kesulitan belajar pendidik, membentukan kepribadian, memotivasi
belajar, dan lain sebagainya. 3
Mengenyam   pendidikan  pada  institusi  pendidikan  formal  yang 
diakuioleh  lembaga  pendidikan  Negara  adalah  sesuatu  yang  wajib 
dilakukan  di  Indonesia. Mulai  dari  anak  tukang  sapujalan, anak  tukang 
dagang  martabak  mesir, anak  tukang  jambret, anak  pak  tani, anak 
bisnismen,anak  pejabat  tinggi  Negara,dan sebagainya  harus 
bersekolah,minimal  9  tahun  lamanya  hingga lulus  SMP. Sebagai lembaga
pendidikan formal, sekolah yang lahir dan berkembang secara efektif dan
efisien dari pemerintah untuk masyarakat merupakan perangkat yang
berkewajiban untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam
menjadi warga Negara. 4
a. Melatih Kemampuan Kemampuan Akademis Anak (Biar Pintar)
Dengan melatih serta mengasah kemampuan menghafal,
menganalisa, memecahkan masalah, logika, dan lain sebagainya maka
diharapkan seseorang akan memiliki kemampuan akademis yang baik.
Orang yang tidak sekolah biasanya tidak memiliki kemampuan akademis
yang baik sehingga dapat dibedakan dengan orang yang bersekolah.
Kehidupan yang ada di masa depan tidaklah semudah dan seindah saat
ini karena dibutuhkan perjuangan dan kerja keras serta banyak ilmu
pengetahuan.

b. Menggembleng dan Memperkuat Mental, Fisik dan Disiplin

33) Hasbullah. Dasar- Dasar Ilmu Pendidikan, (Jakarta: Bumi Aksara, 2008), h. 32
44) Pidarta, Made, Landasan Kependidikan, ( Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2006), h. 39

5
Dengan mengharuskan seorang siswa atau mahasiswa datang dan
pulang sesuai dengan aturan yang berlaku maka secara tidak langsung
dapat meningkatkan kedisiplinan seseorang. Dengan begitu padatnya
jadwal sekolah yang memaksa seorang siswa untuk belajar secara terus-
menerus akan menguatkan mental dan fisik seseorang menjadi lebih baik.
c. Memperkenalkan Tanggung Jawab
Tanggung jawab seorang anak adalah belajar di mana orangtua
atau wali yang memberi nafkah. Seorang anak yang menjalankan tugas
dan kewajibannya dengan baik dengan bersekolah yang rajin akan
membuat bangga orang tua, guru, saudara, famili, dan lain-lain.
d. Membangun Jiwa Sosial dan Jaringan Pertemanan
Banyaknya teman yang bersekolah bersama akan memperluas
hubungan sosial seorang siswa. Tidak menutup kemungkinan di masa
depan akan membentuk jaringan bisnis dengan sesama teman di mana di
antara sesamanya sudah saling kenal dan percaya. Dengan memiliki
teman maka kebutuhan sosial yang merupakan kebutuhan dasar manusia
dapat terpenuhi dengan baik.
e. Sebagai Identitas Diri
Lulus dari sebuah institusi pendidikan biasanya akan menerima
suatu sertifikat atau ijazah khusus yang mengakui bahwa kita adalah
orang yang terpelajar, memiliki kualitas yang baik dan dapat diandalkan.
Jika disandingkan dengan orang yang tidak berpendidikan dalam suatu
lowongan pekerjaan kantor, maka rata-rata yang terpelajarlah yang akam
mendapatkan pekerjaan tersebut.
f. Sarana Mengembangkan Diri dan Berkreativitas
Seorang siswa dapat mengikuti berbagai program ekstrakurikuler
sebagai pelengkap kegiatan akademis belajar mengajar agar dapat
mengembangkan bakat dan minat dalam diri seseorang. Semakin banyak
memiliki keahlian dan daya kreativitas maka akan semakin baik pula
kualitas seseorang. Sekolah dan kuliah hanyalah sebagai suatu mediator

6
atau perangkat pengembangan diri. Yang mengubah diri seseorang
adalah hanyalah orang itu sendiri. 5

B. Media Pembelajaran
1. Pengertian Media Pembelajaran
Kata media berasal dari bahasa latin medius yang berarti tengah,
perantara, atau pengantar. Dalam bahasa Arab, media adalah perantara atau
pengantar pesan dri pengirim kepada penerima pesan. Kata media merupakan
bentuk jamak dari kata medium. Heinich, dan kawan-kawan (1982)
mengemukakan istilah medium sebagai prantara yang mengantar informasi
antara sumber dan penerima. Jadi, televisi, ilm, foto, radio, rekaman audio,
gambar yang diproyeksikan, dan sejenisnya adalah media komunikasi.
Apabila media itu membawa pesan-pesan atau informasi yang mengandung
maksud-maksud pengajaran maka media itu disebut media pembelajaran.
Makna umumnya adalah segala bentuk dan saluran yang digunakan untuk
menyampaikan pesan atau informasi dari sumber informasi ke penerima
informasi. Dengan demikian, media pembelajaran adalah segala sesuatu yang
dapat digunakan oleh pendidik untuk menyampaikan pesan atau informasi
kepada para peserta didiknya agar mereka mampu memperoleh pengetahuan,
keterampilan serta perubahan sifat yang positif didalam proses belajar
mengajar. Dalam pengertian ini, buku teks, alat-alat modern, lingkungan
sekolah, maupun pendidik itu sendiri dapat menjadi media dalam
pembelajaran.6

2. Fungsi Media Pembelajaran


55)Dimyati dan Mudjiono, Pembinaan Dan Pengembangan Kurikulum Di
Sekolah, (Bandung: Sinar Baru, 1989), h. 23
66) Anshari, Pengantar Ilmu Pendidikan, ( Surabaya: Usaha Nasional, 1982), h. 61

7
Fungsi media pembelajaran, diantaranya sebagai berikut : 7
a. Fungsi Atensi
Media dapat menarik dan mengarahkan perhatian siswa untuk
berkonsentrasi pada isi pelajaran yang berkaitan dengan makna visual
yang ditampilkan atau menyertai materi pelajaran.
b. Fungsi Afektif
Fungsi media dapat terlihat dari tingkat kenikmatan
siswa/mahasiswa ketika proses belajar mengajar berlangsung melalui teks
yang bergambar.
c. Fungsi Kognitif
Media dapat mengungkapkan bahwa lambang visual atau gambar
memperlancar pencapaian tujuan untuk memahami dan mengingat
informasi atau pesan yang terkandung dalam gambar.
d. Fungsi Kompensatoris
Media berfungsi untuk mengakomodasikan peserta didik yang
lemah dan lambat menerima dan memahami isi pelajaran yang disajikan
dengan teks atau disajikan secara verbal.
e. Fungsi Psikomotoris
Fungsi ini diberikan dengan maksud untuk menggerakkan siswa
melakukan suatu kegiatan, terutama yang berkenaan dengan materi
penghafalan.
f. Fungsi Evaluasi
Fungsi evaluasi dimaksudkan agar segala kegiatan belajar
mengajar yang telah dilaksanakan dapat dilakukan penilaian kemampuan
siswa dalam merespon pembelajaran.

C. Media Pembelajaran yang Dibutuhkan di Jenjang Sekolah Formal

77) Arsyad, Azhar. 1997. Media Pembelajaran. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

8
Dalam proses pembelajaran, banyak media-media yang digunakan untuk
memudahkan proses belajar. Bila berada di dalam kelas, untuk menyampaikan
pembelajaran guru akan memanfaatkan beberapa peralatan seperti gambar, model,
atau alat lainnya. Peralatan ini dapat memberikan siswa pengalaman konkrit,
motivasi belajar, serta memudahkan para siswa untuk menyerap ilmu-ilmu yang
diajarkan. Inilah yang dimaksud dengan media pembelajaran. Ada banyak jenis
media pembelajaran yang tersedia saat ini. Anda bisa memilih mana media
pembelajaran yang cocok untuk meningkatkan keinginan anda atau anak anda
dalam proses belajar. Terlebih di zaman sekarang ini, di mana teknologi
berkembang pesat. Begitu pun di bidang pendidikan, teknologi mulai masuk di
bidang ini sehingga menjadikan proses pembelajaran lebih mudah. Seperti kondisi
saat ini, di mana para pengajar perlu beradaptasi dengan media pembelajaran
melalui aplikasi internet untuk tetap melanjutkan kegiatan belajar mengajar di
rumah akibat wabah virus corona. Berikut beberapa jenis media pembelajaran
yang dibutuhkan di jenjang sekolah formal. 8
1. Jenis Media Pembelajaran Audio
Jenis media pembelajaran audio dapat digunakan untuk menyalurkan
pesan audio dari sumber pesan ke penerima pesan. Media audio berkaitan erat
dengan indera pendengaran. Dilihat dari sifat pesan yang diterima, media
audio dapat menyampaikan pesan verbal (bahasa lisan atau kata-kata) maupun
non verbal (bunyi-bunyian dan vokalisasi). Contoh media audio antara lain
radio, tape recorder, telepon, laboratorium bahasa, dan lain-lain.
2. Jenis Media Pembelajaran Visual
Jenis media pembelajaran visual adalah media yang mengandalkan
indera penglihatan. Jenis media pembelajaran ini menampilkan materianya
dengan menggunakan alat proyeksi atau proyektor. Pesan yang akan
disampaikan dituangkan ke dalam bentuk visual.

88) Gerlach, V.G. dan Ely, D.P., Teaching and Media. A Systematic Approach. Wnglewood,
(Cliffs: Prentice-Hall, Inc., 1971) h. 80

9
Selain itu, fungsi media visual juga berguna untuk menarik perhatian,
memperjelas materi yang disajikan, menggambarkan fakta yang mungkin
dapat dengan mudah dicerna dan diingat dalam bentuk visual. Jenis media
pembelajaran visual dibedakan menjadi dua yaitu media visual diam dan
media visual gerak.
a. Media visual diam
Media visual diam bisa berupa foto, ilustrasi, flashcard, film
bingkai, OHP, grafik, bagan, diagram, poster, peta, dan lain-lain.
b. Media visual gerak
Media visual gerak bisa berupa gambar-gambar proyeksi bergerak
seperti film bisu dan lain sebagainya.
3. Jenis Media Pembelajaran Audio Visual
Jenis media pembelajaran audio visual merupakan media yang mampu
menampilkan suara beserta gambar. Ditinjau dari karakteristiknya media audio
visual dibedakan menjadi 2 yaitu media audio visual diam, seperti TV diam
atau film rangkai bersuara, dan media audio visual gerak, seperti film TV atau
gambar bersuara.
4. Media Pembelajaran Serbaneka
Jenis media pembelajaran serbaneka merupakan media pengajaran
yang disesuaikan dengan potensi di suatu daerah, di sekitar sekolah atau di
lokasi lain atau di masyarakat. Contoh jenis media pembelajaran serbaneka
antara lain adalah :
a. Papan (board) yang termasuk dalam media ini di antaranya papan
tulis, papan buletin, papan flanel, papan magnetik, papan listrik, dan
papan paku.
b. Media tiga dimensi di antaranya model, mock up, dan diorama.
c. Realita adalah benda-benda nyata seperti apa adanya atau aslinya.
Contoh pemanfaatan realita misalnya guru membawa kelinci, burung,
ikan atau dengan mengajak siswanya langsung ke kebun sekolah atau
ke peternakan sekolah.

10
d. Sumber belajar pada masyarakat di antaranya dengan karya wisata dan
berkemah.
5. Media Pembelajaran Gambar Fotografi
Jenis media pembelajaran ini berasal dari beberapa sumber, misalnya
dari surat kabar, lukisan, kartun, ilustrasi. Foto yang diperoleh dari berbagai
sumber tersebut dapat digunakan oleh guru secara efektif dalam kegiatan
belajar mengajar dengan tujuan tertentu. Terdapat lima macam gambar
fotografi yang harus diperhatikan antara lain :
a. Gambar fotografi harus cukup memadai.
b. Gambar-gambar harus memenuhi persyaratan artistik yang bermutu.
c. Gambar fotografi untuk tujuan pengajaran harus cukup besar dan jelas.
d. Validitas gambar, yaitu apakah gambar itu benar atau tidak.
e. Memikat perhatian anak, ini cenderung kepada hal-hal yang diamatinya,
misalnya, binatang, kereta api, kapal terbang dan sebagainya.
f. Peta dan Globe

BAB III
PENUTUP

11
A. Kesimpulan
Pendidikan formal merupakan hal penting bagi manusia sebab sumber
daya manusia dapat meningkat dengan menempuh pendidikan formal. Selain itu,
pendidikan formal juga merupakan jenjang atau sarana menuju kehidupan yang
lebih baik dari sebelumnya.
Media pembelajaran sangat membantu pendidik guna mempermudah
penyampaiaan materi. Agar peserta didik nyaman dan dapat menerima materi,
seorang pendidik haruslah berkreasi menyajikan materinya dengan bentuk yang
unik serta manarik minat dan penasaran para peserta didiknya dan
menyesuaikannya dengan tiap-tiap peserta didik.

B. Saran
Demikianlah, untuk menjadikan Indonesia sebagai negeri yang unggul dan
bermartabat memang tidak mudah. Banyak perubahan-perubahan yang mendasar
yang harus berani untuk kita lakukan. Jika kita ingin mengharapkan lahirnya
generasi yang unggul dan berkualitas, generasi yang akan mampu menjadi
pemimpin, tidak hanya pemimpin bagi negerinya, tetapi pemimpin bagi seluruh
penduduk di muka bumi ini, maka pendidikan yang berkualitas akan menjadi kata
kuncinya. Dan untuk menunjang semua itu, diperlukan suatu media yang mudah,
murah, nyaman dan efisien dalam proses terciptanya belajar dan mengajar yang
kondusif.

DAFTAR PUSTAKA

12
Anshari. 1982. Pengantar Ilmu Pendidikan.  Surabaya: Usaha Nasional.

Arsyad, Azhar. 1997. Media Pembelajaran. Jakarta: PT. Raja Grafindo


      Persada.

Dimyati dan Mudjiono, Pembinaan Dan Pengembangan Kurikulum Di


Sekolah, Bandung: Sinar Baru, 1989.

Faud Ikhsan. 2005. Dasar-Dasar Kependidikan. Jakarta: Rineka Cipta.

Gerlach, V.G. dan Ely, D.P. 1971. Teaching and Media. A Systematic Approach.
Wnglewood Cliffs: Prentice-Hall, Inc.

Hasbullah. 2008. Dasar- Dasar Ilmu Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Pidarta, Made. 2006. Landasan Kependidikan. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

13