Anda di halaman 1dari 20

MAKALAH PERENCANAAN PEMBELAJARAN

KATA KERJA OPERASIONAL

Dosen Pengampu : Arum Gati Ningsih, M.Pd

Disusun Oleh :
Nama : Titin Awati
Prodi : PGMI (VI)

SEKOLAH TINGGI ILMU TARBIYAH (STIT)


MISBAHUL ULUM GUMAWANG
2020/2021

i
KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur Penulis Panjatkan ke Hadirat Allah SWT karena berkat
limpahan Rahmat dan Karunia-Nya sehingga penulis dapat menyusun makalah
Perencanaan Pembelajaran yang berjudul Kata Kerja Operasional ini tepat pada
waktunya.

Dalam penyusunan makalah ini, penulis banyak mendapat tantangan dan


hambatan akan tetapi dengan bantuan dari berbagai pihak tantangan itu bisa
teratasi. Oleh karena itu,  penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-
besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah
ini dan kami juga berterima kasih kepada bapak guru yang telah membantu dan
membimbing dalam mengerjakan tugas ini, semoga bantuannya mendapat balasan
yang setimpal dari Allah SWT.

Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik
dari bentuk penyusunan maupun materinya. Kritik dan saran dari pembaca sangat
kami harapkan untuk penyempurnaan makalah.Akhir kata semoga makalah ini
dapat memberikan manfaat kepada kita sekalian.

Belitang, Maret 2021

Penulis,

ii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL........................................................................................ i
KATA PENGANTAR .................................................................................. ii
DAFTAR ISI.................................................................................................... iii

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang............................................................................................ 1
B. Rumusan Masalah....................................................................................... 1
C. Tujuan......................................................................................................... 1

BAB II PEMBAHASAN
A. Kata Kerja Operasional............................................................................... 2
B. Contoh Kata Kerja Operasional.................................................................. 6
C. Pengembangan Silabus dan RPP................................................................. 13

BAB III PENUTUP


A. Kesimpulan................................................................................................. 15
B. Saran............................................................................................................ 15

DAFTAR PUSTAKA....................................................................................... 16

iii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Perencanaan pembelajaran dirancang dalam bentuk Silabus dan Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang mengacu pada Standar Isi. Perencanaan
pembelajaran meliputi penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran dan
penyiapan media dan sumber belajar, perangkat penilaian pembelajaran, dan
skenario pembelajaran. Penyusunan Silabus dan RPP disesuaikan pendekatan
pembelajaran yang digunakan.
Tahap pertama dalam pembelajaran yaitu perencanaan pembelajaran yang
diwujudkan dengan kegiatan penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran
(RPP).  Setiap guru di setiap satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP
untuk kelas di mana guru tersebut mengajar (guru kelas) di SD/MI. Untuk
menyusun  Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan  benar
dapat dipelajari dahulu  komponen, langkah-langkah penyusunan RPP seperti
yang tertera pada Permendiknas tentang Pembelajaran  Pada Pendidikan Dasar
Dan Pendidikan Menengah - Pedoman Pelaksanaan Pembelajaran nomor 103
Tahun 2014.

B. Rumusan Masalah
1. Jelaskan tentang kata kerja operasional?
2. Sebutkan contoh kata kerja operasional?
3. Bagaimana pengembangan silabus dan RPP?

C. Tujuan
1. Untuk mengetahui tentang kata kerja operasional.
2. Untuk mengetahui contoh kata kerja operasional.
3. Untuk mengetahui pengembangan silabus dan RPP.

1
BAB II
PEMBAHASAN

A. Kata Kerja Operasional


Komponen penting dalam silabus maupun RPP, setelah standar
kompetensi atau kompetensi dasar adalah indikator pencapaian kompetensi.
Komponen ini penting karena  menjadi dasar untuk menyusun indikator penilaian.
Indikator penilaian perlu dirumuskan untuk dijadikan pedoman penilaian bagi
guru, peserta didik maupun evaluator di sekolah. Dengan demikian indikator
penilaian bersifat terbuka dan dapat diakses dengan mudah oleh warga sekolah.
Setiap penilaian yang dilakukan melalui tes dan non-tes harus sesuai dengan
indikator penilaian.1
Indikator penilaian menggunakan kata kerja lebih terukur dibandingkan
dengan indikator (indikator pencapaian kompetensi). Rumusan indikator penilaian
memiliki batasan-batasan tertentu sehingga dapat dikembangkan menjadi
instrumen penilaian dalam bentuk soal, lembar pengamatan, dan atau penilaian
hasil karya atau produk, termasuk penilaian diri.
Kata Kerja Operasional untuk pengembangan Indikator Silabus dan RPP
berdasarkan taksonomi Bloom dibagi dalam beberapa pencapaian kompetensi
dasar, yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup
sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Indikator dikembangkan sesuai dengan
karakteristik peserta didik, mata pelajaran, satuan pendidikan, potensi daerah dan
dirumuskan dalam kata kerja operasional yang terukur dan/atau dapat
diobservasi.2
Taksonomi Bloom pertama kali disusun oleh Benjamin S. Bloom pada
tahun 1956. Dalam hal ini, tujuan pendidikan dibagi menjadi beberapa domain
dan setiap domain tersebut dibagi kembali ke dalam pembagian yang lebih rinci
berdasarkan hirarkinya. Tujuan pendidikan dibagi ke dalam tiga domain, yaitu : 

11) http://snwulandari.blogspot.com/2012/05/pengertian-silabus-dan-rpp.html, diunduh


tanggal 18 Maret 2021 pukul 09.00. Diposkan oleh Suhaidah N. Wulandari.
22) Ibid,.

2
1. Cognitive Domain (Ranah Kognitif), yang berisi perilaku-perilaku yang
menekankan aspek intelektual, seperti pengetahuan, pengertian, dan
keterampilan berpikir.
2. Affective Domain (Ranah Afektif) berisi perilaku-perilaku yang
menekankan aspek perasaan dan emosi, seperti minat, sikap, apresiasi, dan
cara penyesuaian diri.
3. Psychomotor Domain (Ranah Psikomotor) berisi perilaku-perilaku yang
menekankan aspek keterampilan motorik seperti tulisan tangan, mengetik,
berenang, dan mengoperasikan mesin. 3
Dalam mengembangkan indikator perlu mempertimbangkan :
1. Tuntutan kompetensi yang dapat dilihat melalui kata kerja yang digunakan
dalam Kompetensi Dasar;
2. Karakteristik mata pelajaran, peserta didik, dan sekolah;
3. Potensi dan kebutuhan peserta didik, masyarakat, dan lingkungan/ daerah.
Daftar kata kerja operasional dengan tiga ranah yang biasa dipergunakan
untuk menyusun indikator. 4
1. Ranah Kognitif
Indikator kognitif proses merupakan perilaku (behavior) siswa yang
diharapkan muncul setelah melakukan serangkaian kegiatan untuk mencapai
kompetensi yang diharapkan. Perilaku ini sejalan dengan keterampilan proses
sains, tetapi yang karakteristiknya untuk mengembangkan kemampuan
berfikir siswa. Indikator kognitif produk berkaitan dengan perilaku siswa yang
diharapkan tumbuh untuk mencapai kompetensi yang telah ditetapkan.
Indikator kognitif produk disusun dengan menggunakan kata kerja operasional
aspek kognitif. Objek dari indikator adalah produk IPA misalnya konsep,
hukum, kaidah dll.
a. Pengetahuan (C1) : mengutip, menyebutkan, menjelaskan,
menggambar, membilang, mengidentifikasi, mendaftar, menunjukkan,

33) Sanjaya, Wina.Teori dan Praktik Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan


Pendidikan (KTSP).
44) Ibid,.

3
memberi label, memberi indeks, memasangkan, menamai, menandai,
membaca, menyadari, menghafal, meniru, mencatat, mengulang,
mereproduksi, meninjau, memilih, menyatakan, mempelajari,
mentabulasi, memberi kode, menelusuri, menulis
b. Pemahaman (C2) : memperkirakan, menjelaskan, mengkategorikan,
mencirikan, merinci, mengasosiasikan, membandingkan, menghitung,
mengkontraskan, mengubah, mempertahankan, menguraikan,
menjalin, membedakan, mendiskusikan, menggali, mencontohkan,
menerangkan, mengemukakan, mempolakan, memperluas,
menyimpulkan, meramalkan, merangkum, menjabarkan
c. Penerapan (C3) : menugaskan, mengurutkan, menerapkan,
menyesuaikan, mengkalkulasi, memodifikasi, mengklasifikasi,
menghitung, membangun , membiasakan, mencegah, menentukan,
menggambarkan, menggunakan, menilai, melatih, menggali,
mengemukakan, mengadaptasi, menyelidiki, mengoperasikan,
mempersoalkan, mengkonsepkan, melaksanakan, meramalkan,
memproduksi, memproses, mengaitkan, menyusun, mensimulasikan,
memecahkan, melakukan, mentabulasi, memproses, meramalkan
d. Analisis (C4) : menganalisis, mengaudit, memecahkan, menegaskan,
mendeteksi, mendiagnosis, menyeleksi, merinci, menominasikan,
mendiagramkan, megkorelasikan, merasionalkan, menguji,
mencerahkan, menjelajah, membagankan, menyimpulkan,
menemukan, menelaah, memaksimalkan, memerintahkan, mengedit,
mengaitkan, memilih, mengukur, melatih, mentransfer
e. Sintesis (C5) :  mengabstraksi, mengatur, menganimasi,
mengumpulkan, mengkategorikan, mengkode, mengombinasikan,
menyusun, mengarang, membangun, menanggulangi,
menghubungkan, menciptakan, mengkreasikan, mengoreksi,
merancang, merencanakan, mendikte, meningkatkan, memperjelas,
memfasilitasi, membentuk, merumuskan, menggeneralisasi,

4
menggabungkan, memadukan, membatas, mereparasi, menampilkan,
menyiapkan memproduksi, merangkum, merekonstruksi
f. Penerapan (C6) : membandingkan, menyimpulkan, menilai,
mengarahkan, mengkritik, menimbang, memutuskan, memisahkan,
memprediksi, memperjelas, menugaskan, menafsirkan,
mempertahankan, memerinci, mengukur, merangkum, membuktikan,
memvalidasi, mengetes, mendukung, memilih, memproyeksikan
2. Ranah Afektif
Indikator afektif merupakan sikap yang diharapkan saat dan setelah
siswa melakukan serangkaian kegiatan pembelajaran. Dalam pembelajaran
IPA, indicator afektif berkaitan dengan salah satu hakekat IPA yaitu sikap
ilmiah. Oleh karena itu, indicator afektif disusun dengan menggunakan kata
kerja operasional dengan objek sikap ilmiah. Beberapa contoh sikap ilmiah
adalah: berlaku jujur, peduli, tanggungjawab dll. Selain itu, indicator Afektif
juga perlu memunculkan keterampilan social misalnya: bertanya,
menyumbang ide atau berpendapat, menjadi pendengar yang baik,
berkomunikasi dan lain-lain.
a. Menerima : memilih, mempertanyakan, mengikuti, memberi,
menganut, mematuhi, meminati
b. Menanggapi : menjawab, membantu, mengajukan, mengompromikan,
menyenangi, menyambut, mendukung, menyetujui, menampilkan,
melaporkan, memilih, mengatakan, memilah, menolak
c. Menilai : mengasumsikan, meyakini, melengkapi, meyakinkan,
memperjelas, memprakarsai, mengimani, mengundang,
menggabungkan, mengusulkan, menekankan, menyumbang
d. Mengelola : menganut, mengubah, menata, mengklasifikasikan,
mengombinasikan, mempertahankan, membangun, membentuk
pendapat, memadukan, mengelola, menegosiasi, merembuk
e. Menghayati : mengubah perilaku, berakhlak mulia, mempengaruhi,
mendengarkan, mengkualifikasi, melayani, menunjukkan,
membuktikan, memecahkan

5
3. Ranah Psikomotor
Indikator psikomotorik merupakan perilaku (behavior) siswa yang
diharapkan tampak setelah siswa mengikuti pembelajaran untuk mencapai
kompetensi yang telah ditetapkan. Selama proses pembelajaran IPA,
diperlukan kegiatan yang berkaitan dengan percobaan, penemuan atau
pembuktian konsep. Kegiatan ini melibatkan aktivitas fisik, misalnya
merangkai, mengukur, membuat, dll.
a. Menirukan (P1): mengaktifkan, menyesuaikan, menggabungkan,
melamar, mengatur, mengumpulkan, menimbang, memperkecil,
membangun, mengubah, membersihkan, memposisikan,
mengonstruksi
b. Memanipulasi (P2): mengoreksi, mendemonstrasikan, merancang,
memilah, melatih, memperbaiki, mengidentifikasikan, mengisi,
menempatkan, membuat, memanipulasi, mereparasi, mencampur
c. Pengalamiahan (P3): mengalihkan, menggantikan, memutar,
mengirim, memindahkan, mendorong, menarik, memproduksi,
mencampur, mengoperasikan, mengemas, membungkus
d. Artikulasi (P4): mengalihkan, mempertajam, membentuk,
memadankan, menggunakan, memulai, menyetir, menjeniskan,
menempel, menseketsa, melonggarkan, menimbang
Selain contoh di atas berikut kami sajikan kata kerja operasional
berdasarkan karakteristik mata pelajaran yang kami kutip dari pedoman
pengembangan indikator Dari Depdiknas 2008.

B. Contoh Kata Kerja Operasional


Sesuai dengan karakteristik mata pelajaran
1. Berhubungan dengan Prilaku Sosial
1. Menerima (accept) 17. Menyambut/menyalami
2. Mengakui/menerima sesuatu (greet)
(admit) 18. Menolong/membantu
3. Menyetujui (agree) (help)
4. Membantu (aid) 19. Berinteraksi/melakukan
5. Membolehkan/menyediakan/me interaksi (interact)

6
mberikan (allow) 20. Mengundang (invite)
6. Menjawab (answer) 21. Menggabung (joint)
7. Menjawab/mengemukakan 22. Menertawakan (laugh)
pendapat dengan alasan-alasan 23. Menemukan (meet)
(argue) 24. Berperanserta
8. Mengkomunikasikan (participate)
(communicate) 25. Mengizinkan/membolehk
9. Memberi pujian/mengucapkan an (permit)
selamat (compliment) 26. Memuji-muji (praise)
10. Menyumbang (contribute) 27. Bereaksi (react)
11. Bekerjasama (cooperate) 28. Menjawab/menyahut
12. Berdansa (dance) (reply)
13. Menolak /menidaksetujui 29. Tersenyum (smile)
(disagree) 30. Berbicara (talk)
14. Mendiskusikan (discuss) 31. Berterimakasih (thank)
15. Memaafkan (excuse) 32. Berkunjung (visit)
16. Memaafkan (forgive) 33. Bersukarela (volunteer)

2. Berhubungan dengan Kompetensi Berpikir Tingkat Tinggi


(complex, logical, judgmental behaviors)
1. Menganalisis (analyze) 21. Menggantikan
2. Menghargai (appraise) (substitute)
3. Menilai (assess) 22. Menyarankan (suggest)
4. Mengkombinasikan (combine) 23. Memilih (choose)
5. Membandingkan (compare) 24. Mengumpulkan (collect)
6. Menyimpulkan (conclude) 25. Mendefinisikan (define)
7. Mengkontraskan (contrast) 26. Menjelaskan sesuatu
8. Mengkritik (critize) (describe)
9. Menarik kesimpulan (deduce) 27. Mendeteksi (detect)
10. Membela/mempertahankan 28. Membedakan antara 2
(defend) macam (differentiate)
11. Menunjukkan / menandakan 29. Membedakan/memilih-
(designate) milih (discriminate)
12. Menentukan (determine) 30. Membedakan sesuatu
13. Mencari /menjelajah (discover) (distinguish)
14. Mengevaluasi (evaluate) 31. Mengidentifikasi
15. Merumuskan (formulate) (identify)
16. Membangkitkan/menghasilkan/ 32. Mengindikasi (indicate)
menyebabkan (generate) 33. Mengisolasi (isolate)
17. Membujuk/menyebabkan 34. Mendaftarkan (list)
(induce) 35. Memadukan (match)
18. Menduga/mengemukan 36. Meniadakan (omit)
pendapat/mengambil 37. Mengurutkan (order)

7
kesimpulan (infer) 38. Mengambil (pick)
19. Merencanakan (plan) 39. Menempatkan (place)
20. Menyusun (structure) 40. Menunjuk (point)
41. Memilih (select)
42. Memisahkan (separate)

3. Berhubungan dengan Kompetensi Musik (Seni)


1. Meniup (blow) 9. Memainkan (play)
2. Menundukkan kepala (bow) 10. Memetik (misal gitar) (pluck)
3. Bertepuk (clap) 11. Mempraktikkan (practice)
4. Menggubah /menyusun 12. Menyanyikan (sing)
(compose) 13. Memetik/mengetuk-ngetuk
5. Menyentuh (finger) (strum)
6. Memadankan/berpadanan 14. Mengetuk (tap)
(harmonize) 15. Bersiul (whistle)
7. Menyanyi
kecil/bersenandung (hum)
8. Membisu (mute)

4. Berhubungan dengan Kompetensi Berbahasa


1. menyingkat/memendekkan 13. mendeklamasikan/memb
(abbreviate) awakan/mencerita-kan
2. memberi tekanan pada sesuatu (recite)
/menekankan (accent) 14. mengatakan (say)
3. mengabjad/menyusun menurut 15. menandai (sign)
abjad (alphabetize) 16. berbicara (speak)
4. mengartikulasikan/ mengucapkan 17. mengeja (spell)
kata-kata dengan jelas (articulate) 18. menyatakan (state)
5. memanggil (call) 19. menyimpulkan
6. menulis dengan huruf besar (summarize)
(capitalize) 20. membagi atas suku-suku
7. menyunting/mengedit (edit) kata (syllabicate)
8. menghubungkan dengan garis 21. menceritakan (tell)
penghubung (hyphenate) 22. menerjemahkan
9. memasukkan (beberapa spasi) (translate)
/melekukkan (indent) 23. mengungkapkan dengan
10. menguraikan/memperlihatkan kata-kata (verbalize)
garis bentuk/ menggambar denah 24. membisikkan (whisper)
atau peta (outline) 25. mengucapkan/melafalkan
11. mencetak (print) /menyatakan (pronounce)
12. membaca (read) 26. memberi atau
membubuhkan tanda

8
baca (punctuate)
27. menulis (write)

5. Berhubungan dengan Kompetensi Drama


1. Berakting/berperilaku (act) 12. Menggerakkan (move)
2. Menjabat/mendekap/ 13. Berpantomim/meniru gerak
menggengam (clasp) tanpa suara (pantomime)
3. Menyeberang/melintasi/ 14. Menyampaikan/menyuguhk
berselisih (cross) an/ mengulurkan/melewati
4. Menunjukkan/mengatur/ (pass)
menyutradarai (direct) 15. Memainkan/melakukan
5. Memajangkan (display) (perform)
6. Memancarkan (emit) 16. Meneruskan/memulai/berali
7. Memasukkan (enter) h (proceed)
8. Mengeluarkan (i 17. Menanggapi/menjawab/
9. Mengekspresikan (express) menyahut (respond)
10. Meniru (imitate) 18. Memperlihatkan/menunjukk
11. Meninggalkan (leave) an (show)
19. Mendudukkan (sit)
20. Membalik/memutar/mengar
ahkan/mengubah/
membelokkan (turn)

6. Berhubungan dengan Kompetensi Seni Lukis


1. Memasang (assemble) 24. Menggosok (polish)
2. Mencampur (blend) 25. Menuangkan (pour)
3. Menyisir/menyikat (brush) 26. Menekan (press)
4. Membangun (build) 27. Menggulung (roll)
5. Mengukir (carve) 28. Menggosok/ menyeka (rub)
6. Mewarnai (color) 29. Menggergaji (saw)
7. Mengkonstruk/membangun(c 30. Memahat (sculpt)
onstruct) 31. Menyampaikan/melempar
8. Memotong (cut) (send)
9. Mengoles (dab) 32. Mengocok (shake)
10. Menerangkan (dot) 33. Membuat sketsa (sketch)
11. Menggambar (draw) 34. Menghaluskan (smooth)
12. Mengulang-ulang/melatih 35. Mengecap/menunjukkan
(drill) (stamp)
13. Melipat (fold) 36. Melengketkan (stick)
14. Membentuk (form) 37. Mengaduk (stir)
15. Menggetarkan/memasang 38. Meniru/menjiplak (trace)
(frame) 39. Menghias/memangkas

9
16. Memalu (hammer) (trim)
17. Menangani (handle) 40. Merengas/memvernis
18. Menggambarkan (illustrate) (varnish)
19. Mencairkan (melt) 41. Melekatkan/menempelkan/
20. Mencampur (mix) merekatkan (paste)
21. Memaku (nail) 42. Menyeka/menghapuskan/
22. Mengecat (paint) membersihkan (wipe)
23. Menepuk (pat) 43. Membungkus (wrap)

7. Berhubungan dengan Kompetensi Fisik (Jasmani)


1. Melengkungkan (arch) 17. Mengangkat/mencabut i
2. Memukul (bat) 18. Berbaris (march)
3. Menekuk/melipat/ 19. Melempar/memasangkan/m
membengkokkan (bend) emancangkan/menggantung
4. Mengangkat/membawa kan (pitch)
(carry) 20. Menarik (pull)
5. Menangkap (catch) 21. Mendorong (push)
6. Mengejar/memburu (chase) 22. Berlari (run)
7. Memanjat (climb) 23. Mengocok (shake)
8. Menghadap (face) 24. Bermain ski (ski)
9. Mengapung (float) 25. Meloncat (skip)
10. Merebut/menangkap/ 26. Berjungkirbalik
mengambil (grab) (somersault)
11. Merenggut/memegang/ 27. Berdiri (stand)
menyambar/merebut (grasp) 28. Melangkah (step)
12. Memegang erat-erat (grip) 29. Melonggarkan/merentangka
13. Memukul/menabrak (hit) n (stretch)
14. Melompat/meloncat (hop) 30. Berenang (swim)
15. Melompat (jump) 31. Melempar (throw)
16. Menendang (kick) 32. Melambungkan/melontarka
n (toss)
33. Berjalan (walk)

8. Berhubungan dengan Perilaku Kreatif


1. Mengubah (alter) 1. Mengelompokkan kembali
2. Menanyakan (ask) (regroup)
3. Mengubah (change) 2. Menamakan kembali
4. Merancang (design) (rename)
5. Menggeneralisasikan 3. Menyusun kembali (reorder)
(generalize) 4. Mengorganisasikan kembali
6. Memodifikasi (modify) (reorganize)
7. Menguraikan dengan kata-kata 5. Mengungkapkan kembali

10
sendiri (paraphrase) (rephrase)
8. Meramalkan (predict) 6. Menyatakan kembali
9. Menanyakan (question) (restate)
10. Menyusun kembali 7. Menyusun kembali
(rearrange) (restructure)
11. Mengkombinasikan kembali 8. Menceritakan kembali
(recombine) (retell)
12. Mengkonstruk kembali 9. Menuliskan kembali
(reconstruct) (rewrite)
10. Menyederhanakan (simplify)
11. Mengsintesis (synthesize)
12. Mengsistematiskan
(systematize)

9. Berhubungan dengan Kompetensi Matematika


1. Menambah (add) 16. Memadukan/mengintegrasik
2. Membagi dua (bisect) an (integrate)
3. Menghitung/mengkalkulasi 17. Menyisipkan/menambah
(calculate) (interpolate)
4. Mencek/meneliti (check) 18. Mengukur (measure)
5. Membatasi (circumscribe) 19. Mengalikan/memperbanyak
6. Menghitung/mengkomputasi (multiply)
(compute) 20. Menomorkan (number)
7. Menghitung (count) 21. Membuat peta (plot)
8. Memperbanyak (cumulate) 22. Membuktikan (prove)
9. Mengambil dari (derive) 23. Mengurangi (reduce)
10. Membagi (divide) 24. Memecahkan (solve)
11. Memperkirakan (estimate) 25. Mengkuadratkan(square)
12. Menyarikan/menyimpulkan 26. Mengurangi (substract)
(extract) 27. Menjumlahkan (sum)
13. Memperhitungkan 28. Mentabulasi (tabulate)
(extrapolate) 29. Mentally (tally)
14. Membuat grafik (graph) 30. Memverifikasi (verify)
15. Mengelompokkan (group)

10. Berhubungan dengan Kompetensi Sains


1. Menjajarkan (align) 21. Mengkalibrasi (calibrate)
2. Menerapkan (apply) 22. Melaksanakan (conduct)
3. Melampirkan (attach) 23. Menghubungkan (connect)
4. Menyeimbangkan (balance) 24. Mengganti (convert)
5. Mengkalibrasi (calibrate) 25. Mengurangi (decrease)
6. Melaksanakan (conduct) 26. Mempertunjukkan/memperli

11
7. Menghubungkan (connect) hatkan (demonstrate)
8. Mengganti (convert) 27. Membedah (dissect)
9. Mengurangi (decrease) 28. Memberi makan (feed)
10. Mempertunjukkan/memperli 29. Menumbuhkan (grow)
hatkan (demonstrate) 30. Menambahkan/meningkatka
11. Membedah (dissect) n (increase)
12. Memberi makan (feed) 31. Memasukkan/menyelipkan
13. Menumbuhkan (grow) (insert)
14. Menambahkan/meningkatkan 32. Menyimpan (keep)
(increase) 33. Memanjangkan (lenghthen)
15. Memasukkan/menyelipkan 34. Membatasi (limit)
(insert) 35. Memanipulasi (manipulate)
16. Menyimpan (keep) 36. Mengoperasikan (operate)
17. Memanjangkan (lenghthen) 37. Menanamkan (plant)
18. Membatasi (limit) 38. Menyiapkan (prepare)
19. Memanipulasi (manipulate) 39. Memindahkan(remove)
20. Mengoperasikan (operate) 40. Menempatkan
kembali(replace)
41. Melaporkan (report)
42. Mengatur ulang (reset)
43. Mengatur (set)
44. Menentukan/menetapkan
(specify)
45. Meluruskan (straighten)
46. Mengukur waktu (time)
47. Mentransfer (transfer)
48. Membebani/memberati
(weight)

11. Berhubungan dengan Kompetensi Umum, Kesehatan, dan Keamanan


1. Mengancingi (button) 14. Melintas/berjalan (go)
2. Membersihkan (clean) 15. Mengikat tali/menyusuri
3. Menjelaskan (clear) (lace)
4. Menutup (close) 16. Menumpuk/menimbun
5. Menyikat/menyisir(comb) (stack)
6. Mencakup (cover) 17. Menghentikan (stop)
7. Mengenakan/menyarungi 18. Merasakan (taste)
(dress) 19. Mengikat/membebat (tie)
8. Minum (drink) 20. Tidak mengancingi
9. Makan (eat) (unbutton)
10. Menghapus (eliminate) 21. Membuka/menanggalkan
11. Mengosongkan (empty) (uncover)
12. Mengetatkan/melekatkan 22. Menyatukan (unite)
(fasten) 23. Membuka (unzip)
13. Mengisi/memenuhi/melayani 24. Menunggu (wait)

12
/membuat (fill) 25. Mencuci (wash)
26. Memakai (wear)
27. Menutup (zip)
Sumber : Sanjaya, Wina. 2010. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta:
Kencana.

C. Pengembangan Silabus dan RPP


Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan pasal 19 ayat (3) menyebutkan setiap satuan pendidikan melakukan
perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, penilaian
hasil pembelajaran, dan pengawasan proses pembelajaran untuk terlaksananya
proses pembelajaran yang efektif dan efisien. Selanjutnya pada pasal 20
disebutkan  perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana
pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan
pembelajaran, materi ajar, metode pengajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil
belajar.
Penjabaran lebih detil tentang silabus dan RPP termuat dalam Peraturan
Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 41 tahun2007 tentang standar proses.
Jumlah komponen silabus dan RPP dalam Permendiknas RI 41 tahun 2007
dilengkapi. Untuk silabus jumlah komponennya menjadi sembilan.  Adapun
komponen-komponen tersebut antara lain:
1. Identitas mata pelajaran atau tema pelajaran,
2. SK,
3. KD,
4. Materi pembelajaran,
5. Kegiatan pembelajaran,
6. Indikator pencapaian kompetensi,
7. Penilaian,
8. Alokasi waktu, dan
9. Sumber belajar.
Demikian pula komponen RPP juga disempurnakan menjadi sebelas
komponenn. Adapun komponen-komponen tersebut antara lain:

13
1. Identitas mata pelajaran,
2. Standar kompetensi,
3. Kompetensi dasar,
4. Indikator pencapaian kompetensi,
5. Tujuan pembelajaran,
6. Materi ajar,
7. Alokasi waktu,
8. Metode pembelajaran
9. Kegiatan pembelajaran
       a.    Pendahuluan
       b.    Inti
       c.    Penutup
10. Penilaian hasil belajar
11. Sumber belajar
Untuk mengembangkan Silabus maupun RPP dengan baik kita
memerlukan pedoman-pedoman. Misalnya untuk  standar kompetensi dan
Kompetensi dasar  sudah pasti kita harus menyiapkan Permendiknas nomor 22
tahun 2006 tentang standar isi.
Pengembangan Indikator Pencapaian kompetensi memerlukan panduan
pengembangan indikator pencapaian kompetensi. Misalnya panduan
pengembangan inidikator yang dikeluarkan oleh Depdiknas tahun 2008. Dalam
buku ini disajikan antara lain mekanisme Pengembangan Indikator. Adapun
mekanisme tersebut antara lain (1) menganalisis tingkat kompetensi dalam standar
kompetensi dan kompetensi dasar, (2) menganalisis karakteristik mata pelajaran,
peserta didik dan sekolah, (3) menganalisis kebutuhan dan potensi, (4)
merumuskan indikator, (5) mengembangkan indikator penilaian.
Pengembangan materi ajar kita perlu membaca panduan pengembangan
bahan ajar. Dalam menentukan metode pembelajaran kita harus paham jenis
metode, kelebihan dan kekurangannya. Pengembangan penilaian hasil belajar kita
perlu membaca Permendinas 20 tahun 2007 tentang standar penilaian dan
pedoman penilaian hasil belajar.

14
Agar Silabus dan RPP yang disusun para guru sesuai standar maka perlu
dibuat instrumen penilaiannya. Dengan instrumen ini diharapkan kepala sekolah
atau pengawas sekolah mengetahui bagian mana dari komponen silabus dan RPP
yang memerluakan pembinaan atau tindak lanjut. 5

55)Modul Program Pendidikan Dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Kuota


2009.Departemen Pendidikan Nasional Universitas PGRI Adi Buana Surabaya.

15
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Setiap pendidik pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP
secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif,
inspiratif, menyenangkan, menantang, efisien, memotivasi peserta didik untuk
berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas,
dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta
psikologis peserta didik. RPP disusun berdasarkan KD atau subtema yang
dilaksanakan dalam satu kali pertemuan atau lebih.
Ranah kejiwaan kognitif, afektif , dan psikomotorik erat sekali dan bahkan
tidak mungkin dapat dilepaskan dari kegiatan atau proses evaluasi hasil belajar.
Benjamin S. Bloom dan kawan-kawannya itu berpendapat bahwa
pengelompokkan tujuan pendidikan itu harus senantiasa mengacu kepada tiga
jenis domain (daerah binaan atau ranah) yang melekat pada diri peserta didik

B. Saran
Makalah ini tidak luput dari kesalahan, jadi apabila terdapat kesalahan
kami minta sarannya dari pembaca. Terimakasih atas partisipasi pembaca dan
mohon maaf atas kesalahan kami dalam membuat makalah ini.

16
DAFTAR PUSTAKA

http://snwulandari.blogspot.com/2012/05/pengertian-silabus-dan-rpp.html,
diunduh tanggal 18 Maret 2021 pukul 09.00. Diposkan oleh Suhaidah N.
Wulandari.

________________.2008. Panduan Umum Pengembangan Silabus.Departemen


Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar
dan Menengah.

________________.2009. Modul Program Pendidikan Dan Latihan Profesi Guru


(PLPG) Kuota 2009.Departemen Pendidikan Nasional Universitas PGRI
Adi Buana Surabaya.

Sanjaya, Wina.Teori dan Praktik Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan


Pendidikan (KTSP).

Sanjaya, Wina. 2010. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Kencana.

17

Anda mungkin juga menyukai