Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH ETIKA DAN PROFESI GIZI

TENTANG HAK TERHADAP TEMAN SEJAWAT

Dosen Pembimbing : Rusmini Yanti, SKM., MS

Rosihan Anwar, S.Gz., MPH

Disusun Oleh :

Kelompok 13

Mutia Rahmah P07131117109

Nurul Ida P07131117116

Widya Wahyuningtyas P07131117124

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN BANJARMASIN
PROGRAM DIPLOMA III JURUSAN GIZI
TAHUN 2018/2019
KATA PENGANTAR
Syukur Alhamdulillah kami panjatkan kehadiran Allah SWT, karena berkat
rahmat dan karunia-Nya kami dapat menyelesaikan makalah etika dan profesi gizi tentang
hak terhadap teman sejawat untuk menambah wawasan tentang etika dan profesi gizi yang
masih sangat terbatas. Hendaknya para mahasiswa dapat mengambil manfaat yang sebaik-
baiknya.

Dan semoga dengan adanya makalah ini dapat berguna dan membantu mahasiswa
dalam mata kuliah etika dan profesi gizi. Kami menyadari bahwa makalah ini masih
sederhana sekali, dan masih banyak kekurangan. Oleh karena itu saran dan kritik sangat
diharapkan.

Kami berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat untuk menambah pengetahuan,
dan kepada dosen yang telah membimbing. Kami ucapkan terima kasih.

Penyusun

Kelompok 13

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.........................................................................................................i

DAFTAR ISI.......................................................................................................................ii

BAB I PENDAHULUAN...................................................................................................1

1.1..................................................................................................................................Latar
Belakang..................................................................................................................1
1.2..................................................................................................................................Tuju
an..............................................................................................................................1

BAB II PEMBAHASAN.....................................................................................................2

2.1 Hak dan kewajiban manusia....................................................................................2


2.2 Hak dan kewajiban umum ahli gizi.........................................................................5
2.3 Kewajiban terhadap klien, masyarakat, teman seprofesi dan mitra kerja................6

BAB III PENUTUP.............................................................................................................7

3.1..................................................................................................................................Kesi
mpulan.....................................................................................................................7
3.2..................................................................................................................................Sara
n...............................................................................................................................7

DAFTAR PUSTAKA..........................................................................................................8

ii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Hak dan kewajiban merupakan suatu hal yang terikat satu sama lain, sehingga dalam
praktiknya harus dijalankan dengan seimbang. Hak merupakan segala sesuatu yang pantas
dan mutlak untuk didapatkan oleh individu sejak masih berada dalam kandungan, sedangkan
kewajiban merupakan suatu keharusan/kewajiban bagi individu dalam melaksanakan peran
nya. Jika hak dan kewajiban tidak berjalan seimbang dalam praktik kehidupan, maka akan
terjadi suatu ketimpangan yang akan menimbulkan gejolak masyarakat dalam pelaksanaan
kehidupan individu baik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, maupun bernegara.
(Zelga dan Riko, 2015).
Dalam pergaulan hidup bermasyarakat, bernegara hingga pergaulan hidup tingkat
internasional diperlukan suatu sistem yang mengatur bagaimana seharusnya manusia bergaul.
Sistem pengaturan pergaulan tersebut menjadi saling menghormati dan dikenal dengan
sebutan sopan santun, tata karma, protokoler dan lain-lain.
Memasuki era globalisasi yang ditandai dengan adanya persaingan pada berbagai
aspek, diperlukan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas tinggi agar mampu bersaing
dengan negara lain. Kesehatan dan gizi merupakan faktor penting karena secara langsung 
berpengaruh terhadap kualitas SDM di suatu negara. Untuk itu diperlukan upaya perbaikan
gizi yang bertujuan untuk meningkatkan status gizi masyarakat melalui upaya perbaikan gizi
dalam keluarga maupun pelayanan gizi pada individu yang karena suatu hal mereka harus
tinggal di suatu institusi kesehatan, diantaranya rumah sakit (Depkes RI, 2005).
Dampak globalisasi menuntut tenaga gizi yang handal dan profesional serta tanggap
dalam mengantisipasi perkembangan masalah gizi baik nasional maupun internasional. Oleh
karena itu diperlukan pengembangan sumber daya manusia sebagai ahli gizi professional di
Indonesia yang berkesinambungan dan mempunyai daya saing internasional.

1.2. Tujuan
1. Mengetahui pengertian hak dan kewajiban manusia.
2. Mengetahui hak dan kewajiban umum ahli gizi.
3. Mengetahui hak dan kewajiban terhadap klien, masyarakat, teman seprofesi dan mitra
kerja.

1
BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Hak dan Kewajiban Manusia


1. Kewajiban manusia terhadap diri sendiri
Kewajiban moral setiap manusiaterhadap dirinya sendiri, antara lain :
 Memelihara kesucian diri, baik jasmani maupun rohani.
 Memelihara kerapian diri. Jangan biarkan diri berada dalam keadaan kusut
dan tidak teratur.
 Berlaku tenang (tidak terburu-buru).
 Menambah pengetahuan. Adalah kewajiban manusia untuk menuntut ilmu
pengetahuan sebagai bekal untuk memperbaiki kehidupannya di dunia, dan
juga bekal untuk beramal sebagai persiapan pada kehidupan selanjutnya.
 Membina disiplin pribadi, dibutuhkan sebagai sifat dan sikap terpuji yang
menyertai kesabaran, ketekunan, kerajinan, kesetiaan dan lain-lain, sebagai
pembinaan pribadi seseorang.

2. Kewajiban manusia kepada Tuhannya


Kewajiban dan akhlak manusia kepada Tuhannya adalah:
 Beriman.
 Taat.
 Ikhlas.
 Sungguh-sungguh dan khusyu dalam beribadah.
 Optimis
 Berbaik sangka kepada Tuhan.
 Tawakkal.
 Berterima kasih atas segala pemberian Tuhan.
 Malu.
 Tobat.

2
3. Kewajiban manusia dalam hidup berkeluarga
Dalam kehidupan berkeluarga, ada beberapa kewajiban, yang meliputi kewajiban
suami kepada isterinya, kewajiban orangtua atas anaknya, dan kewajiban anak
kepada orangtuanya.
Bila semua kewajiban moral dalam keluarga dilaksanakan, dan masing-masing
pihak menerima haknya secara sempurna, akan terwujud keluarga yang bahagia
dan sejahtera.

4. Kewajiban orangtua kepada anak


Untuk membina anak menjadi baik dan berkepribadian, orangtua memiliki
sejumlah tugas dan tanggung jawab moral yang perlu dipenuhi, meliputi :
 Menjaga keselamatan anak.
 Mendo’akan keselamatan anak.
 Memberi makan.
 Memberi pakaian dan tempat berlindung yang layak.
 Memberi bekal ilmu.
 Mengawinkan jika sudah dewasa.

5. Kewajiban anak terhadap orangtua


Prinsip-prinsip akhlak yang perlu dilaksanakan anak kepada orangtuanya, antara
lain sebagai berikut :
 Patuh.
 Berbuat baik kepada orangtua.
 Berkata lemah lembut.
 Merendahkan diri.
 Berterima kasih.
 Memohonkan rahmat, menghormati sahabat orangtua, dan meneruskan
jalinan kekeluargaan, serta menyempurnakan janjinya.

6. Kewajiban dalam hidup bertetangga


Tetangga adalah sahabat yang paling dekat setelah keluarga. Oleh karena itu,
betapa pentingnya memelihara kondisi yang baik dalam lingkungan tetangga,
karena bila tetangga baik, baiklah lingkungan dimana kita tinggal.

3
7. Kewajiban guru dalam mengajar
Dalam proses pembelajaran, guru harus berpegang pada kode etik yang sesuai
dengan fungsinya, yaitu :
 Niat ikhlas.
 Kasih sayang.
 Hikmah Kebijaksanaan.
 Memilih waktu yang tepat untuk memberikan pembelajaran, agar murid
tidak bosan.
 Memberi teladan.

8. Kewajiban murid dalam belajar


Dalam menghadapi guru, murid harus melaksanakan prinsip-prinsip etika yang
baik sesuai dengan kedudukannya sebagai orang yang membutuhkan ilmu
pengetahuan. Prinsip-prinsip etika yang dimaksud adalah :
 Niat, hendaknya seorang murid memiliki niat yang teguh dan baik didalam
hatinya, karena niat yang baik akan memudahkan dalam menangkap
pelajaran dan mendapatkan ilmu.
 Kemauan yang keras untuk mencari ilmu.
 Tekun, memperhatikan pelajaran dengan serius.
 Patuh dan hormat kepada guru.

9. Kewajiban pedagang
Seseorang yang berdagang tidak hanya memiliki tujuan untuk mencari
keuntungan semua melainkan juga mencari berkah.
Untuk memperoleh berkah dalam jual-beli, prinsip-prinsip moral yang perlu
dilaksanakan dengan baik adalah sebagai berikut :
 Jujur dalam takaran dan timbangan.
 Menjual barang yang halal.
 Menjual barang yang baik mutunya.
 Jangan menyembunyikan cacat barang.
 Longgar dan bermurah hati.
 Mengajarkan pecatatan utang-piutang.

4
10. Kewajiban dalam kepemimpinan
Kepemimpinan adalah amanah yang tidak bisa lepas dari prinsip-prinsip etika
moral. Faktor etika dan moral ini sangat menentukan pembinaan kepemimpinan.
Prinsip-prinsip moral yang harus dipegang oleh seorang pemimpin adalah sebagai
berikut :
 Beriman dan bertaqwa.
 Mempunyai kelebihan jasmani dan rohani (kuat fisik dan mentalnya).
 Memiliki ilmu pengetahuan.
 Berani berbuat benar dan bertanggung jawab, serta mengambil keputusan
penting yang diperlukan.
 Jujur.
 Berlapang dada.
 Penyantun dan pengasih.
 Ikhlas dan rela berkorban.
 Tekun dan sabar.
 Adil.

2.2. Hak dan kewajiban umum ahli gizi


 Meningkatkan keadaan gizi dan kesehatan serta berperan dalam meningkatkan
kecerdasan dan  kesejahteraan rakyat .
 Menjunjung tinggi nama baik profesi gizi dengan menunjukkan sikap, perilaku,
dan budi luhur serta tidak mementingkan diri sendiri. 
 Menjalankan profesinya menurut standar profesi yang telah ditetapkan. 
 Menjalankan profesinya bersikap jujur, tulus dan adil. 
 Menjalankan profesinya berdasarkan prinsip keilmuan, informasi terkini, dan
dalam menginterpretasikan informasi hendaknya objektif tanpa membedakan
individu dan dapat menunjukkan sumber rujukan yang benar. 
 Mengenal dan memahami keterbatasannya sehingga dapat bekerjasama dengan
pihak lain atau membuat rujukan bila diperlukan. 
 Melakukan profesinya mengutamakan kepentingan masyarakat dan  berkewajiban
senantiasa berusaha menjadi pendidik dan pengabdi masyarakat yang sebenarnya. 

5
 Berkerjasama dengan para profesional lain di bidang kesehatan maupun lainnya
berkewajiban senantiasa memelihara pengertian yang sebaik-baiknya.

2.3. Kewajiban terhadap klien, masyarakat, teman seprofesi dan mitra kerja.
2.3.1. Kewajiban terhadap klien
Ahli gizi, disepanjang waktunya, senantiasa berusaha untuk :
 Memelihara dan meningkatkan status gizi klien, baik dalam lingkup
institusi pelayanan gizi maupun dalam masyarakat umum.
 Menjaga kerahasiaan klien atau masyarakat.
 Menghormati, menghargai, tidak mendiskriminasikan.
 Memberi pelayanan gizi yang prima.
 Memberikan informasi yang tepat, jelas, dan apabila tidak mampu,
senantiasa berkonsultasi.

2.3.2. Kewajiban terhadap masyarakat


Ahli gizi, sepanjang waktu menjalaninya profesinya, senantiasa berusaha untuk:
 Melindungi masyarakat dari informasi yang keliru, dan mengarahkan
kepada kebenaran.
 Melakukan pengawasan pangan dan gizi.

2.3.3. Kewajiban terhadap teman seprofesi dan mitra kerja


Ahli gizi, sepanjang waktu menjalani profesinya, senantiasa berusaha untuk :
 Bekerjasama dengan berbagai disiplin ilmu sebagai mitra kerja.
 Memelihara hubungan persahabatan yang harmonis.
 Loyal dan taat asas.

6
BAB III

PENUTUP

3.1. Kesimpulan
Ahli Gizi yang melaksanakan profesi gizi mengabdikan diri dalam
upaya memelihara dan memperbaiki keadaan  gizi, kesehatan, kecerdasan
dan kesejahteraan rakyat melalui upaya perbaikan gizi, pendidikan
gizi, pengembangan ilmu dan teknologi gizi, serta ilmu-ilmu terkait. Ahli Gizi
dalam menjalankan profesinya harus senantiasa bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha
Esa, menunjukkan sikap dan perbuatan terpuji yang dilandasi oleh falsafah dan
nilainilai Pancasila, Undang-Undang Dasar  1945 serta Anggaran Dasar dan
Anggaran Rumah Tangga Persatuan Ahli Gizi Indonesia serta etik
profesinya. (Persagi, 2010)
Etika itu disasarkan kepada peraturan perundang-undangan,organisasi
profesi,teman sejawat,anak didik,tempat kerja, serta terhadap pemimpin. Hubungan
sesama anggota profesi dapat di lihat dari 2 segi, yakni hubungan formal dan
hubungan kekeluargaan. Hubungan formal adalah hubungan yang perlu di lakukan
dalam rangka melakukan tugas kedinasan, sedangkan hubungan kekeluargaan adalah
hubungan persaudaraan yang perlu di lakukan, baik dalam lingkungan kerja maupun
dalam hubungan keseluruhan.

3.2. Saran

Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok

bahasan dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahan

karena terbatasnya pengetahuan dan kekurangan rujukan atau referensi yang ada

hubungannya dengan judul makalah yang kami susun tersebut. Kami selaku penulis

banyak berharap para pembaca sudi memberikan kritik dan saran yang tentunya

membangun kepada kami, demi mencapainya kesempurnaan dalam makalah ini.

Semoga makalah ini dapat berguna bagi kami dan pada khususnya seluruh pembaca

makalahini.

7
DAFTAR PUSTAKA

 Bakri, Bachyar; Mustafa, Annasari. 2010. “Etika dan Profesi Gizi”. Diambil

dari buku Etika dan Profesi Gizi. Graha Ilmu.

 Cempaka, Anggun. 2015. “Peran Ahli Gizi Sebagai Tenaga Kerja


Profesional”. Diambil dari http://nutrition-
nowadays.blogspot.com/2012/06/normal-0-false-false-false-en-us-zh-
cn.html .