Anda di halaman 1dari 13

ASUHAN KEPERAWATAN ANAK

DENGAN FURUNKEL

Dosen Pembimbing : Rini Palupi, S. Kep, Ns, M. Kep

DISUSUN OLEH :

DEWI WULAN CAHYANI NPM : 1801016

FAKULTAS KESEHATAN
PROGRAM STUDI S1 ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS AISYAH PRINGSEWU
2021
Laporan Pendahuluan
Furinkel atau bisul

A. Pengertian

Furunkel (boil) merupakan keradangan akut yang dalam di folikel rambut dan sekitarnya,
membentuk nodul nyeri, biasanya didahului atau berkembang dari folikulitis superfisialis dan sering
berkembang menjadi abses.
Furunkel adalah peradangan folikel rambut dan jaringan subkutan sekitarnya. Penyebabnya
adalah staphylococcus aureus, dapat terjadi pada anak-anak atau orang muda.
Furunkel adalah peradangan folikel rambut dan jaringan subkutan sekitarnya. Furunkel
dapat terjadi sekunder terhadap dermatosis lain. Sering mengenai anak-anak sebagai komplikasi
penyakit parasit, sperti pedikulosis atau skabies. Furunkel sering terjadi pada kulit yang sering
mendapat gesekan, tekanan, dan iritasi lokal, seperti garukan.
Furunkel atau yang sering disebut bisul adalah radang folikel rambut dan sekitarnya. Jika
lebih dari sebuah di sebut furunkulosis. Sedangkan kumpulan dari Furunkel adalah karbunkel dan
biasanya di sebabkan oleh Staphylococcus aureus. Biasanya dikeluhkan nyeri oleh penderita. Kulit
penderita kelainan berupa nodus eritematosa berbentuk kerucut, di tengahnya terdapat pustul
kemudian melunak menjadi abses yang berisi pus dan jaringan nekrotik, lalu memecah membentuk
fistel (Djuanda : 2007).

B. Etiologi

Furunkel disebabkan oleh bakteri staphylococcus aureus

C. Tanda dan gejala


1. Gatal
2. Nyeri
3. Timbul peradangan folikuler kecil
4. Berwarna merah
5. Cepat bertambah besar

D. Faktor resiko
1. Lebih sering pada musim panas, karena banyak berkeringat
2. Makanan
3. Kebersihan dan hygiene yang kurang
4. Lingkungan yang kurang bersih
5. Penyakit DM, obesitas, hiperhidrosis, anemia, stress, kurang gizi, penderita imunodefisiensi.

E. Patofisiologi

Furunkel umumnya timbul pada daerah yang lembab dan lipatan seperti leher, wajah, aksila dan
bokong. Keluhan dapat berupa rasa nyeri dengan kelainan kulit berupa nodus eritem berbentuk
kerucut dan terdapat pustul dibagian tengahnya yang bila melunak menjadi abses yang berisi pus
dan jaringan nekrotik.

F. Penatalaksanaan medis
1. Jika masih berupa infiltrat, topikal diberikan kompres salep iktiol 5% atau salep antibiotic.
2. Antibiotik sistemik : Eritromisin 4 x 250 mg atau penisilin
3. Jika lesi matang, lakukan insisi dan aspirasi, selanjutnya dikompres atau diberi salep kloramfen
nikol 2%.

G. Penatalaksanaan keperawatan
1. Perawatan kompres: kompres segera diganti jika sudah tampak menyerap nanah. Kompres yang
sudah dipakai dimasukkan dalam kantong tertutup dan segera dibuang
2. Langkah-langkah umum: meskipun telah dilakukan perawatan perawatan di atas, namun
beberapa pasien terus memiliki siklus berulang. Kadang-kadang, kekambuhan dapat diperbaiki
atau dicegah dengan mengistirahatkan pasien dari rutinitas kerja sehari hari, khususnya berkaitan
dengan individu yang berada di bawah stres emosional yang cukup tinggi dan kelelahan fisik.
Liburan selama beberapa minggu, idealnya dalam iklim sejuk dan kering, dapat sangat membantu
dengan menyediakan waktu istirahat dan waktu yang diperlukan untuk melaksanakan program
perawatan kulit yang baik

H. Pemeriksaan penunjang
1. Gambaran histopatologis : berupa abses yang dibentuk oleh limfosit dan leukosit PMN, mula-
mula pada folikel rambut. Pada bagian bawah folikel rambut (dalam jaringan subkutis), abses
dapat pula mengandung stafilokokus. Pembuluh darah mengalami dilatasi. Terjadii nekrosis
kelenjar dan jaringan sekitar kemudian membentuk inti yang dikelilingi oleh daerah dilatasi
vaskuler, lekosit, dan limfosit.
2. Pemeriksaan bakteriologis dari sekret

I. Pemeriksaan laboratorium
1. leuksitosis biasanya didapatkan pada furunkulosis berat atau karbunkel;
2. Pemeriksaan histopatologis furunkel menunjukkan infiltrat polimorfonuklear di dermis dan
lemak subkutis, sedangkan pada karbunkel didaptakan abses multipel, dipisahkan olch
trabeluka jaringan ikat, didapatkan infiltrat di dermis dan sepanjang tepi folikel rambut
3. Pemeriksaan Gram dari pus menunjukkan kumpulan kokus Gram positif
4. Kultur didapatkan pertumbuhan S. aureus.

J. Pencegahan
1. Perawatan kulit secara umum bertujuan untuk menurunkan jumlah S. aureus di kulit.
Pembersihan kedua tangan dan tubuh dengan air dan sabun penting (sabun cair antimikroba
seperti solusio Chlorhexidine 4%
2. Pemakaian baju : memakai pakaian longgar, ringan, dan bahan berpori. S. aureus sering
terdapat di baju atau pakaian dalam pasien furunkulosis dan dapat menyebabkan infeksi
ulang pada pasien atau infeksi pada anggota keluarga lain. Direkomendasikan untuk mencuci
baju pasien secara terpisah dengan dengan air mendidih dan berganti pakaian setiap hari.

K. Komplikasi
1. Sepsis : Keracunan darah
2. MRSA : infeksi yang resisten terhadap banyak antibiotik

TAMBAHKAN DIAGNOSA YANG MUNGKIN MUNCUL,NIC DAN NOC


ASUHAN KEPERAWATAN ANAK

Nama mahasiswa : Dewi Wulan Cahyani


Tempat praktek : Gading Rejo
Tanggal praktek : 11 Januari 2021

I. DATA IDENTITAS
Nama : An. M Alamat : Gading Rejo
Tempat / tanggal lahir :Bandar Lampung, 6 Desember 2019 Agama : Islam
Nama Ayah / Ibu : Bpk.R / Ibu. S Suku Bangsa : Jawa
Pekerjaan Ayah : Wiraswasta Pendidikan Ayah : SMA
Pekerjaan Ibu : Wiraswasta Pendidikan Ibu : S1

II. KELUHAN UTAMA


1. Keluhan Utama : Bisul, demam 2 hari dan gatal
2. Tanda dan gejala yang dilihat oleh orang tua : Terdapat bentolan seperti di gigit
nyamuk

RIWAYAT KESEHATAN MASA LAMPAU


a. Penyakit waktu kecil :-
b. Dirawat di rumah sakit :-
c. Obat-obatan yang digunakan :-
d. Tindakan (operasi) :-
e. Alergi : gabakan dan telur
f. Kecelakaan :-
g. Imunisasi : lengkap
III. RIWAYAT KELUARGA DISERTAI GENOGRAM

keterangan :

: Ayah

1 2 : Ibu

1 : Anak laki – laki 1

2
: Anak laki – laki 2

IV. RIWAYAT SOSIAL


a. Yang mengasuh : Ayah dan Ibu kandung
b. Hubungan dengan anggota keluarga : Baik
c. Hubungan dengan teman sebaya : Baik
d. Pembawaan secara umum : Aktif
e. Lingkungan rumah (disertai dengan denah rumah) :
V. KEBUTUHAN DASAR

1. Makanan yang disukai

a. Selera makan

1). Frekuensi : 3x sehari

2). Porsi makan : 3 sendok,

3). Pola makan : pagi, siang dan malam


b. Alat makan yang digunakan : piring beling dan sendok
c. Pola tidur
1). Ritual/kebiasaan sebelum tidur :menyusui
2). Tidur siang : 2x sehari, jam 10 sampai jam 11 dan jam 14 sampai jam 15
3). Mandi : 2x sehari, pagi dan sore
d. Aktivitas bermain : aktif, bermain dengan peralatan seperti mobil –
mobilan,robot dan lain - lain
e. Eliminasi : BAB (1- 2 x sehari), BAK normal

VI. KESEHATAN SAAT INI


a. Diagnosis medis : bisul dan demam
b. Tindakan operasi :-
c. Status nutrisi : tercukupi
d. Status cairan : tercukupi
e. Obat-obatan : salep ichtyol ichthamolum
f. Aktivitas : bermain
g. Tindakan keperawatan : pengompresan dengan air hangat
h. Hasil laboraturium :-
i. Hasil rontgen :-
j. Data tambahan :-

VII. PEMERIKSAAN FISIK


a. Keadaan umum : normal
b. TB/BB : 80cm/12kg
c. Lingkar kepala (anak usia < 2 tahun) : 46cm
d. Mata : CA (-) / SI (-) dan lapang pandang baik
e. Hidung : tidak ada cuping hidung
f. Mulut : tidak ada stomatitis
g. Telinga : simetris dan tidak ada serumen
h. Leher : tidak ada kelenjar tiroid
i. Dada : simetris kanan dan kiri
j. Jantung : lup dub
k. Paru-paru : vesikuler
l. Perut : simetris, bunyi lambung timpani, bising usus
normal

m. Punggung : tidak ada kelainan tulang belakang seperti lordosis,


skiliosis dan kifosis

n. Genitalia : Laki – laki. Bersih. Dan tidak ada gangguan


o. Ekstrimitas : atas dan bawah normal
p. Kulit : turgor kulit baik
q. Tanda vital (suhu, denyut nadi, tekanan darah) :
TD : 100/70 mmHg
Suhu : 38oC
N : 100x/mnt
RR : 25x/mnt

VIII. PEMERIKSAAN TINGKAT PERKEMBANGAN (gunakan KPSP/Danver II)


a. Kemandirian dan bergaul
b. Motorik halus
c. Bernalar dan berbahasa
d. Motorik kasar
IX. ANALISA DATA

Masalah keperawatan/ diagnose


Data klien / data fokus Etiologi
keperawatan
DS : Agens cedera Nyeri akut
1. Ibu klien biologis
mengatakan anak
menangis pada saat
dipegang bisulnya
2. Ibu klien
mengatakan rewel
DO :
1. Klien Nampak
kesakitan
2. Terdapat nyeri tekan
S:4

DS : Kulit kemerahan Hiprtermia


1. Ibu klien
mengatakan anak
sudah 2 hari demam
2. Ibu klien
mengatakan anak
gelisah
DO :
1. Kulit klien teraba
hangat
2. S : 38C
DS : Gangguan integritas Risiko infeksi
1. Ibu klien kulit
mengatakan bisul
bertambah besar
2. Ibu klien mengatakn
terdapat nanah
didalam bisul
DO :
1. Bisul Nampak
merah
2. Bisul Nampak besar
seperti tomat

Masalah keperawatan (DIAGNOSA KEPERAWATAN)

1. Nyeri akut b.d agens cedera biologis

2. Hipertermia b.d kulit kemerahan

3. Risiko infeksi b.d gangguan integritas kulit

Prioritas diagnosa keperawatan (actual, resiko, kesejahteraan) minimal 3 buah:

1. Nyeri akut b.d agens cedera biologis

2. Hipertermia b.d kulit kemerahan

3. Risiko infeksi b.d gangguan integritas kulit


RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN (NOC) DAN INTERVENSI KEPERAWATAN (NIC)

NAMA PASIEN : Muhammad Jaabir Ravic


NO. REKAM MEDIK :-
DX MEDIS : Furunkel atau bisul

TGL DIAGNOSA TUJUAN NOC NIC


11 jan Nyeri akut b.d Tujuan : mengurangi nyeri 1. Mengenali Manajemen nyeri
2021 agens cedera dengan kontrol nyeri kapan nyeri
biologis muncul 1. Lakukan pengkajian nyeri
Kriteria Hasil: 2. Menggunakan komprehensif
1. Mengenali kapan nyeri tindakan 2. Pastikan perawatan analgesic
muncul pengurangan secara ketat
2. Menggunakan tindakan nyeri tanpa 3. Ajarkan metode non
pengurangan nyeri analgesic farmakologi kepada keluarga
tanpa analgesic 3. Menggunakan untuk mengurangi nyeri
3. Menggunakan analgesic yang 4. Evaluasi keefektifan dari
analgesic yang direkomendasi tindakan pengontrol nyeri yang
direkomendasikan kan dipakai selama pengkajian

(Dewi wulan cahayni)


11 jan Hipertermia b.d Tujuan : termoregulasi 1. Penurunan suhu Perawatan demam
2021 kulit kemerahan kulit
Kriteria hasil : 2. Perubahan warna 1. Pantau suhu dan TTV
1. Penurunan suhu kulit kulit 2. Monitor warna kulit dan suhu
2. Perubahan warna kulit 3. Menggingil saat 3. Tutup pasien dengan selimut
3. Menggingil saat dingin dingin atau pakaian yang ringan
4. Melaporkan 4. Melaporkan 4. Memandikan pasien dengan air
kenyamanan suhu kenyamanan suhu hangat

(Dewi wulan cahyani)


11jan Risiko infeksi b.d Tujuan : kontrol risiko : 1. Mengidentifikasi Perlindungan infeksi
2021 gangguan proses infeksi faktor resiko
integritas kulit infeksi 1. Monitor adanya tanda dan
kriteria hasil : 2. Mengidentifikasi gejala infeksi sistemik dan
1. Mengidentifikasi faktor tanda dan gejala lokak
resiko infeksi infeksi 2. Monitor kerentanan terhadap
2. Mengidentifikasi tanda 3. Memonitor infeksi
dan gejala infeksi perilaku diri yang 3. Berikan perawatan kulit yang
3. Memonitor perilaku berhubungan tepat untuk area bisul
diri yang berhubungan dengan risiko 4. Ajarkan orang tua pasien
dengan risiko infeksi infeksi bagaimana cara menghindari
4. Memonitor masa 4. Memonitor masa infeksi pada bisul
inkubasi penyakit inkubasi penyakit
infeksius infeksius
(Dewi wulan cahyani)

PERSIAPKAN PENYULUHAN, SAP, MATERI, LEAFLEAT, ATAU ALAT PERAGA LAIN JIKA DIBUTUHKAN YANG
AKAN DIBERIKAN. HARI INI DISELESAIKAN UNTUK MATERI TERSEBUT