Anda di halaman 1dari 6

JURNAL AWAL PRAKTIKUM BIOFARMASETIKA DAN

FARMAKOKINETIKA
PRAKTIKUM I
(FARMAKOKINETIKA IV KOMPARTEMEN TERBUKA)

m
er as
co
eH w
o.
rs e
ou urc
Hari/Tanggal Praktikum : Selasa/ 17 Maret 2020
Nama : Sekarlini Sukme Linggar Sukarta
o

NIM : 18021005
aC s

Kelas : A3A
vi y re

Kelompok : I (Satu)
ed d
ar stu

Nama Dosen Pengampu :


Nama Asisten Dosen :
is
Th

PROGRAM STUDI FARMASI KLINIS


FAKULTAS ILMU ILMU KESEHATAN
sh

UNIVERSITAS BALI INTERNASIONAL


DENPASAR
2020

This study source was downloaded by 100000814166859 from CourseHero.com on 03-26-2021 06:22:25 GMT -05:00

https://www.coursehero.com/file/61789835/LAPORAN-AWAL-P1doc/
PRAKTIKUM I
(FARMAKOKINETIKA IV KOMPARTEMEN TERBUKA)

I. TUJUAN PRAKTIKUM
1. Mengetahui prinsip farmakokinetika IV kompartemen terbuka.
2. Mengetahui cara simulasi data klinis farmakokinetika IV kompartemen
terbuka.
3. Mampu memberikan rekomendasi terapi terkait farmakokinetika obat yang
diberikan melalui rute IV kompartemen terbuka.

m
er as
II. DASAR TEORI

co
Fase farmakokinetik berkaitan dengan masuknya zat aktif ke dalam tubuh.

eH w
Pemasukan in vivo tersebut secara keseluruhan merupakan fenomena fisikokimia

o.
rs e
yang terpadu di dalam organ penerima obat. Fase farmakokinetik ini merupakan salah
ou urc
satu unsur penting yang menentukan profil keberadaan zat aktif pada tingkat biofase
dan selanjutnya menentukan aktivitas terapeutik obat (Aiache, 1993).
o

Model farmakokinetik sendiri dapat memberikan penafsiran yang lebih teliti


aC s

tentang hubungan kadar obat dalam plasma dan respons farmakologik. Model
vi y re

kompartemen satu terbuka menganggap bahwa berbagai perubahan kadar obat dalam
plasma mencerminkan perubahan yang sebanding dengan kadar obat dalam jaringan.
ed d

Tetapi model ini tidak menganggap bahwa konsentrasi obat dalam tiap jaringan
ar stu

tersebut adalah sama dengan berbagai waktu. Disamping itu, obat didalam tubuh juga
tidak ditentukan secara langsung, tetapi dapat ditentukan konsentrasi obatnya dengan
is

menggunakan cuplikan cairan tubuh (Shargel dan Yu, 2005).


Th

Model tersebut dapat berupa model satu kompartemen atau multi kompartemen
yang sangat tergantung pada proses yang dialami zat aktif selama dalam tubuh. Ada
model satu kompartemen tubuh dianggap sebagai satu kesatuan. Jadi obat masuk dan
sh

secara cepat terdistribusi ke semua bagian lalu obat juga dapat keluar dari tubuh
karena merupakan kompartemen terbuka (Shargel dan Yu, 2005).

This study source was downloaded by 100000814166859 from CourseHero.com on 03-26-2021 06:22:25 GMT -05:00

https://www.coursehero.com/file/61789835/LAPORAN-AWAL-P1doc/
Rute pemberian obat yang paling umum dan paling diinginkan adalah secara oral
menggunakan tablet, kapsul, atau larutan. Dalam mengembangkan model
farmakokinetik untuk menggambarkan dan memprediksi disposisi obat secara kinetik,
model harus memperhitungkan keduanya rute administrasi dan perilaku kinetik dari
obat di dalam tubuh (Shargel dan Yu, 2005).
Model kompartemen satu terbuka menawarkan cara paling sederhana untuk
menggambarkan proses distribusi obat dan eliminasi dalam tubuh. Model ini
mengasumsikan bahwa obat dapat masuk atau keluar dari tubuh (misalnya :
Modelnya "terbuka"), dan tubuh bertindak seperti tunggal, kompartemen yang
seragam. Rute pemberian obat yang paling sederhana dari perspektif pemodelan

m
er as
adalah injeksi intravena cepat (bolus IV) (Shargel dan Yu, 2005).

co
Selain itu model kompartemen satu terbuka tidak menghitung kadar obat yang

eH w
sebenarnya dalam jaringan, tapi menganggap bahwa berbagai perubahan kadar obat

o.
rs e
dalam plasma mencerminkan perubahan yang sebanding dengan kadar obat dalam
ou urc
jaringan. Jadi saat kita analisis kadar obat dalam darah, maka nilai yg kita dapat
dianggap sebanding dengan kadar obat dalam jaringan. Tapi konsentrasi obat dalam
o

berbagai jaringan tidak sama pada berbagai waktu (Voight, 1971).


aC s
vi y re
ed d
ar stu
is
Th

Gambar 1. Kompartemen 1 terbuka intravena (Shargel Leon, Yu. 2005).


sh

Di dalam tubuh, ketika obat diberikan dalam bentuk bolus IV, seluruh dosis
obat segera memasuki aliran darah, dan proses penyerapan obat dianggap
seketika. Dalam kebanyakan kasus, obat tersebut didistribusikan melalui sistem
sirkulasi untuk berpotensi untuk semua jaringan di dalam tubuh. Serapan obat oleh

This study source was downloaded by 100000814166859 from CourseHero.com on 03-26-2021 06:22:25 GMT -05:00

https://www.coursehero.com/file/61789835/LAPORAN-AWAL-P1doc/
berbagai organ jaringan akan terjadi pada tingkat yang bervariasi, tergantung pada
aliran darah ke jaringan, lipofilisitas obat, berat molekul obat, dan afinitas pengikatan
obat untuk massa jaringan (Shargel Leon, Yu. 2005).
Sebagian besar obat dieliminasi dari tubuh baik melalui ginjal dan / atau dengan
dimetabolisme di hati. Karena kesetimbangan obat cepat antara darah dan jaringan,
eliminasi obat terjadi seolah-olah dosisnya adalah semua dilarutkan dalam tangki
cairan seragam (satu kompartemen) dari mana obat dihilangkan (Shargel Leon, Yu.
2005).
Volume di mana obat itu didistribusikan disebut volume distribusi
(VD). Volume distribusi yang jelas mengasumsikan bahwa obat tersebut

m
er as
didistribusikan secara merata di dalam tubuh. VD ditentukan dari jumlah pre-injected

co
dari dosis di suntik dan plasma konsentrasi obat yang dihasilkan segera setelah dosis

eH w
disuntikkan. Volume distribusi yang jelas adalah parameter dari model kompartemen

o.
rs e
satu dan mengatur konsentrasi plasma obat setelah diberikan dosis. Parameter
ou urc
farmakokinetik kedua adalah konstanta laju eliminasi (k), yang mengatur laju di
mana Konsentrasi obat dalam tubuh menurun seiring waktu (Shargel Leon, Yu. 2005).
o

Model kompartemen satu terbuka tidak memprediksi tingkat obat yang


aC s

sebenarnya dalam jaringan. Namun, model tersebut mengasumsikan bahwa


vi y re

perubahan dalam tingkat plasma obat akan menghasilkan perubahan proporsional


dalam tingkat obat jaringan, karena profil kinetik mereka konsisten dengan inklusi
ed d

dalam kompartemen vaskular dan berbagai konsentrasi obat dalam kompartemen


ar stu

berada dalam kesetimbangan. Itu Dosis obat dalam tubuh (D B1), tidak dapat diukur
secara langsung. Namun, cairan tubuh yang dapat diambil (seperti darah) sampelnya
is

untuk ditentukan konsentrasi obat (Shargel Leon, Yu. 2005).


Th

III. ALAT DAN BAHAN


3.1 Alat
sh

1. Kalkulator Scientific
2. Laptop
3. Kertas semilogaritmik

This study source was downloaded by 100000814166859 from CourseHero.com on 03-26-2021 06:22:25 GMT -05:00

https://www.coursehero.com/file/61789835/LAPORAN-AWAL-P1doc/
4. Alat Tulis
5. Penggaris

3.2 Bahan
1. Text Book

IV. KASUS
Suatu antibiotika golongan beta lactam diberikan melalui rute I.V, dengan dosis
1500 mg. profil konsentrasi obat yang dihasilkan pada setiap pengambilan cuplikan
darah dalam 24 jam adalah sebagai berikut:

m
er as
t (jam) C (µg/mL)
0.5 19.30

co
eH w
1 17.57
1.8 15.11

o.
4 9.99
rs e 5.8 7.13
ou urc
8 4.71
12 2.22
18 0.719
o

24 0.23
aC s
vi y re

Tentukan :
1. Mengikuti model farmakokinetika apakah data tersebut?
ed d

2. Persamaan farmakokinetika data tersebut!


ar stu

3. Tentukan seluruh parameter farmakokinetika yang anda ketahui!


is

Pasien ini juga diberikan obat anti-nyeri dengan dosis 65 mg secara intravena. Profil
Th

konsentrasi obat yang teramati dalam 1 jam adalah sebagai berikut :


t (jam) Cp (mg/L)
0 54.05
sh

0.05 31.01
0.1 19.47
0.15 13.61
0.2 10.59

This study source was downloaded by 100000814166859 from CourseHero.com on 03-26-2021 06:22:25 GMT -05:00

https://www.coursehero.com/file/61789835/LAPORAN-AWAL-P1doc/
0.25 8.96
0.3 8.03
0.35 7.45
0.4 7.04
0.45 6.73
0.5 6.47
0.55 6.23
0.6 6.01
0.65 5.81
0.7 5.61
0.75 5.42
0.8 5.24
0.85 5.06
0.9 4.89

m
0.95 4.73

er as
1 4.57

co
eH w
Tentukan :

o.
rs e
1. Mengikuti model farmakokinetika apakah data tersebut?
ou urc
2. Persamaan farmakokinetika data tersebut!
3. Tentukan seluruh parameter farmakokinetika yang anda ketahui!
o

4. Bandingkan parameter farmakokinetika 2 data tersebut dan buat pembahasannya!


aC s
vi y re

DAFTAR PUSTAKA
ed d

Aiache, J. M., dan Devissaguet, J. Ph. 1993. Farmasetika 2 Biofarmasi Edisi Kedua.
ar stu

Surabaya: Airlangga University Press.


Shargel, L., and Yu, A.B.C. 2005. Biofarmasetika dan Farmasetika Terapan Edisi
is

Kelima, diterjemahkan oleh Fasich & Siti Sjamsiah,S. Surabaya: Airlangga


Th

University Press.
Voight, R. 1971. Buku Pelajaran Teknologi Farmasi Edisi Kelima. Yogyakarta:
sh

UGM-Press.

This study source was downloaded by 100000814166859 from CourseHero.com on 03-26-2021 06:22:25 GMT -05:00

https://www.coursehero.com/file/61789835/LAPORAN-AWAL-P1doc/
Powered by TCPDF (www.tcpdf.org)

Anda mungkin juga menyukai