Anda di halaman 1dari 51

RANCANGAN AKTUALISASI

NILAI NILAI DASAR PROFESI APARATUR SIPIL NEGARA

UPAYA PENINGKATAN OPTIMALISASI KEPATUHAN CUCI TANGAN


ENAM LANGKAH DENGAN METODE CEKLIS KUESIONER PADA
SELURUH STAFF DI RUANG IGD RSUD TULANG BAWANG BARAT

Disusun Oleh :

SAIRULLAH, AMd. Kep

NIP : 19920825 201902 1 003

UNIT KERJA : RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TULANG BAWANG BARAT

PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN II ANGKATAN IV


BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
KABUPATEN TULANG BAWANG BARAT LAMPUNG

i
LEMBAR PERSETUJUAN

RANCANGAN AKTUALISASI NILAI – NILAI DASAR PROFESI PNS

JUDUL : UPAYA PENINGKATAN OPTIMALISASI


KEPATUHAN CUCI TANGAN ENAM LANGKAH
DENGAN METODE CEKLIS KUESIONER PADA
SELURUH STAFF DI RUANG IGD RSUD TULANG
BAWANG BARAT

NAMA : SAIRULLAH, AMd. Kep

NIP : 19920825 201902 1 003

UNIT KERJA : RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TULANG


BAWANG BARAT

DISETUJUI OLEH :

COACH MENTOR

ROHADI, S.H., M.Kes dr. PRAMONO SATRIO WIBOWO


NIP. 19730613 199302 1 003 NIP.19810930 201101 1 003

ii
LEMBAR PENGESAHAN

RANCANGAN AKTUALIASASI NILAI NILAI DASAR PROFESI PNS

NAMA : SAIRULLAH, AMd. Kep

NIP : 19920825 201902 1 003

UNIT KERJA : RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TULANG BAWANG BARAT

Telah di uji di depan penguji

Pada hari tanggal 2020.

PENGUJI,

Dra. Ammy Leoneta, MM


NIP.

KATA PENGANTAR

iii
Bismillahirrahmanirrahim,

Alhamdulilah puji syukur kehadirat Allah SWT yang senantiasa memberikan


rahmat, hidayah serta karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan
Rancangan Aktualisasi yang berjudul “UPAYA PENINGKATAN
OPTIMALISASI KEPATUHAN CUCI TANGAN ENAM LANGKAH
DENGAN METODE CEKLIS KUESIONER PADA SELURUH STAFF DI
RUANG IGD RSUD TULANG BAWANG BARAT”.

Dalam penulisan laporan ini penulis banyak memperoleh bantuan, dukungan, dan
bimbingan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini dengan
kerendahan hati penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada:

1. Bapak Adi Sriyono, S. Sos., selaku Plt. Kepala Badan Pengembangan


Sumber Daya Manusia Provinsi Lampung yang telah memberikan bimbingan,
petunjuk, dan motivasi kepada penulis selama Pendidikan dan Latihan Dasar
ini;

2. Bapak Drs. Novian Priahutama, S.E.,M.M selaku Kepala Badan


Kepegawaian Daerah Kabupaten Tulang Bawang Barat yang telah
memberikan bimbingan, petunjuk, dan motivasi kepada penulis selama
Pendidikan dan Latihan Dasar ini;

3. Dr. Pramono Satrio Wibowo, selaku Mentor dan Direktur RSUD Tulang
Bawang Barat yang telah yang telah memberikan kesempatan kepada penulis
untuk mengikuti Latsar CPNS dan melaksanakan aktualisasi di RSUD Tulang
Bawang Barat;

4. Bapak Rohadi, S.H.,M.Kes., selaku Coach/Pembimbing, yang telah


memberikan bimbingan, petunjuk, dan motivasi kepada penulis selama
Pendidikan dan Latihan sampai dengan menyelesaikan Aktualisasi ini;

5. Seluruh Karyawan IGD RSUD Tulang Bawang Barat yang telah membantu
dan memberikan motivasi kepada penulis untuk menyelesaikan Aktualisasi ini;

iv
6. Bapak dan Ibu Widyaiswara yang telah memberikan ilmu yang bermanfaat;

7. Bapak dan Ibu Panitia Pelatihan Dasar, yang telah membimbing, memberi
arahan serta menjaga selama Pendidikan dan Latihan sampai dengan
menyelesaikan Aktualisasi ini

8. Kedua orangtua dan keluarga, yang telah memberikan motivasi terbesar kepada
penulis;

9. Teman-teman Pendidikan Dasar Golongan II Angkatan IV tahun 2020 yang


selalu memberi semangat dan dukungan.

Besar harapan saya laporan ini dapat bermanfaat sebagai bahan pembelajaran
sehingga menambah pengetahuan pembaca. Namun, saya juga menyadari bahwa
banyak kekurangan dalam laporan ini baik dari segi tata bahasa, penulisan,
maupun isi oleh sebab itu saya sangat mengharapkan masukan dan kritik yang
bersifat membangun demi kesempurnaan penulisan selanjutnya.

Bandar Lampung, November 2020

Penulis,

Sairullah, Amd.Kep

v
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ………………………………………………….......... i

LEMBAR PERSETUJUAN.......................................................................... ii

LEMBAR PENGESAHAN............................................................................ iii

KATA PENGANTAR .................................................................................. iv

DAFTAR ISI................................................................................................... vi

BAB I PENDAHULUAN............................................................................... 7

A. Latar Belakang..................................................................................... 7

B. Tujuan dan Manfaat............................................................................ 9

C.Ruang Lingkup Aktualisasi................................................................. 10

BAB II RANCANGAN AKTUALISASI NILAI – NILAI DASAR PNS... 11

A.Deskripsi Organisasi............................................................................ 11

1. Profile Organisasi……………………………………………….. 11
2. Struktur Organisasi…………………………………………….. 12
3. Visi, Misi, Nilai-nilai Organisasi……………………………….. 13
4. Tugas Pokok dan Fungsi……………………………………….... 14

B. Analisis Isu…………………………………………………………... 16

C. Argumentasi Terhadap Isu Terpilih ……………………………… 16

D. Dampak Jika Isu Tidak Dapat Dilaksanakan…………………… 18


E. Nilai-Nilai Dasar ASN.. ............................................................ 18
F. Matriks Rancangan ……........................................................... 36

vi
BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah profesi bagi pegawai negeri dan
pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja yang bekerja pada instansi
pemerintah. Pegawai ASN melaksanakan kebijakan publik yang di buat oleh
pejabat Pembina kepegawaian sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan, memberikan pelayanan publik yang professional dan berkualitas dan
mempererat persatuan dan kesatuan NKRI. Setelah disahkannya Undang-
undang (UU) ASN aparatur Negara memiliki kekuatan dan kemampuan
professional kelas dunia, berintegritas tinggi non parsial dalam melaksanakan
tugas, berbudaya kerja tinggi non parsial dan kesejahtraan tinggi, serta di
percaya public dengan dukungan SDM. Peraturan baru tentang ASN tertuang
dalam UU No.5 Tahun 2014, sudah secara implicit menghendaki bahwa ASN
yang umum di sebut sebagai birokrat bukan sekadar merujuk kepada jenis
pekerjaan tetapi merujuk kepada sebuah profesi pelayanan public.

Pendidikan dan pelatihan prajabatan merupakan pembekalan komprehensif


agar CPNS mempunyai pengetahuan, keterampilan dan kemampuan untuk
melaksanakan tugas sebagai aparatur sipil Negara, sesuai dengan peraturan
kepala Lembaga Administrasi Negara LAN–RI nomor 38 tahun 2014 tentang
pedoman penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan prajabatan CPNS
golongan II, yang menggunakan pola baru, peserta diklat mengikuti proses
pembelajaran yang mencakup nilai-nilai dasar profesii ASN yaitu ANEKA
(Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika publik, Komitmen mutu, Anti korupsi).

Pada masa sekarang masyarakat semakin kritis terhadap segala aspek, termasuk
terhadap mutu pelayanan kesehatan yang berkualitas. Sejalan dengan

7
peningkatan pengetahuan dan tekhnologi, kebutuhan dan tuntutan masyarakat
terhadap mutu pelayanan kesehatan semakin meningkat, baik pelayanan yang
bersifat preventif, promotif, maupun kuratif Hal ini menunjukkan bahwa
pandangan masyarakat terhadap kesehatan telah semakin meningkat, terlihat
dari kunjungan pasien ke RSUD Tulang Bawang Barat. Maka dari itu perlu
pelayanan kesehatan yang tepat, cepat, dan akurat dengan berdasarkan nilai-
nilai ANEKA yaitu : Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen
Mutu dan Anti Korupsi.

Ruang IGD RSUD Tulang Bawang Barat merupakan salah satu bagian dari
rumah sakit yang menjadi titik awal datangnya pasien, dimana pengkajian
pertama kali dilakukan diruang ugd, banyak sekali kasus dan berbagai penyakit
yang terjadi di ugd, dari data yang ada di rumah sakit umum daerah Tulang
Bawang Barat, terdapat banyak sekali pasien dengan penyakit menular,
Dimana penyakit Menular dapat ditularkan secara langsung maupun tidak
langsung, penularan penyakit terjadi ketika kuman pada orang yang sakit
berpindah melalui kontak fisik, misalnya melalui sentuhan dan penciuman,
melalui udara, bersin dan batuk atau melalui kontak dengan cairan tubuh
seperti urine dan darah. Menurut WHO lebih dari satu juta orang terkena
penyakit penular setiap harinya dan dari data kementrian kesehatan penyakit
TBC menjadi penyakit kelima terbesar penyebab kematian di Indonesia,
dimana penyakit TBC adalah salah satu jenis penyakit menular dan yang
sedang berkembang saat ini covid – 19.

Dengan tingginya angka penyakit menular diatas maka sangat dibutuhkan


upaya pencegahan penularan penyakit menular tersebut terutama pada
lingkungan sekitar pasien dalam hal ini keluarga pasien. Pencegahan penularan
penyakit dapat dilakukan melalui kebiasaan hidup sehat, diantaranya tidak
meludah sembarangan, mencuci tangan, tidak memakai peralatan pribadi
bersamaan dengan orang lain serta mengkomsumsi makanan sehat dan bergizi
untuk meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit, namun pada
kenyataan nya masih banyak sekali masyarakat yang belum mengetahui
tentang penularan penyakit dan pencegahan penyakit menular tersebut.

8
Menurut penelitian WHO mencuci tangan yang benar dapat menurunkan angka
penularan infeksi berbagai penyakit hingga 50%. Oleh karena itu penulis
membuat rancangan aktualisasi yang berjudul “Upaya Peningkatan
Optimalisasi Kepatuhan Cuci Tangan Enam Langkah Dengan Metode
Ceklis Kuesioner Pada Seluruh Staff di Ruang IGD RSUD Tulang
Bawang Barat”. Dengan maksud untuk meningkatkan optimalisasi kepatuhan
cuci tangan seluruh staff igd untuk menurunkan resiko tertularnya dan
penularan penyakit serta resiko infeksi .

B. TUJUAN DAN MANFAAT

1. Tujuan

Tujuan Aktualisasi nilai-nilai dasar profesi pegawai negeri sipil ini adalah
untuk :
1. Untuk menyelesaikan Diklat Prajabatan Golongan II Tahun Anggaran 2020,
dengan Pola Kemitraan dengan Badan Pengembangan Sumber Daya
Manusia Provinsi Lampung Tahun 2020.
2. Mengerti dan memahami lebih dalam tentang nilai-nilai profesi pegawai
negeri sipil yang mencangkup Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik,
Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi (ANEKA).
3. Memperoleh pengalaman nyata tentang penerapan nilai dasar ANEKA
dalam bentuk sikap dan perilaku serta disiplin dalam kedudukan dan
perannya sebagai anggota ASN yang akan diterapkan di instansi tempat
bekerja.
4. Penerapan aktualisasi kelima nilai dasar yang diperoleh dari Diklat
Prajabatan Golongan II Tahun 2020 Angkatan IV.

2. Manfaat

9
a. Bagi Penulis

- Mampu mengaktualisasikan nilai – nilai dasar PNS, yang meliputi


Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti
Korupsi (ANEKA)

- Menjadi perawat atau tenaga kesehatan yang mampu menjalankan


tugas dan fungsinya secara profesional dan beritegritas

b. Bagi Organisasi

Menjadi perawat atau tenaga kesehatan yang mampu menjalankan tugas


dan fungsinya secara profesional dan berintegritas

c. Bagi Masyarakat

Memperoleh pelayanan yang berkualitas sesuai dengan kebutuhan dan


harapannya, dalam bidang kesehatan melalui uapaya promotif, preventif,
kuratif dan rehabilitatif.

C. RUANG LINGKUP AKTUALISASI

Penulis melaksanakan aktualisasi dan habitusi di RSUD Tulang Bawang


Barat pada tanggal 21 September sampai dengan 4 November 2020 sesuai
Kalender Latihan Dasar Golongan II Angkatan IV Badan Kepegawaian dan
Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), dengan ruang lingkup
sasaran yaitu diri sendiri dan seluruh staff di ruang IGD RSUD Tulang
Bawang Barat.

BAB II

RANCANGAN AKTUALISASI NILAI – NILAI DASAR PNS

10
A. DESKRIPSI ORGANISASI

1. Profil Organisasi

Penulis merupakan seorang perawat terampil di RSUD Tulang Bawang


Barat. RSUD Tulang Bawang Barat didirikan pada tahun 2015, berlokasi di
tiyuh panaragan kabupaten Tulang Bawangh Barat memiliki identitas
sebagai berikut :

GAMBARAN UMUM UPTD RSUD TULANG BAWANG BARAT

DATA UMUM
1. Nama Perusahaan : UPTD RUMAH SAKIT UMUM
DAERAH Tulang Bawang Barat
2. Direktur : dr. Pramono Satrio Wibowo
3. Tanggal Pendirian : Tanggal 02 November 2015
4. Nomor Izin : 503/001/III.13/2015
Pendirian
5. Tanggal Peresmian : Februari 2016
6. Kelas Pelayanan : Kelas D
7. Jumlah Tempat : 27
Tidur
8. Nomor Izin : 503 / 001 / II.17 /TUBABA/ 2017
Operasional
9. Masa Berlaku Izin : 18 Oktober 2023
Operasional
10. Izin Mendirikan : 503/001/III.13/2015
Bangunan (IMB)
11. Surat Izin Tempat : 660/269/III.07/TBB/2015
Usaha (SITU)
12. Alamat Kantor : Jl. Diponegoro Tiyuh Panaragan
Kec.Tulang Bawang Tengah. Kab.
Tulang Bawang Barat. Telf (0726)
7575438 email:
rsudtubaba@gmail.com
13. Pemilik : PEMDA TULANG BAWANG BARAT
14. Jenis Pelayanan : Rumah Sakit Umum Daerah

11
(Kelas)
15. Status Lahan RS : Hak Milik
16. Status Permodalan : Negeri
17. Pemilik Modal : PEMDA TULANG BAWANG BARAT.

2. Struktur Organisasi RSUD Tulang Bawang Barat

No Jabatan Nama
1 Direktur dr. Pramono Satrio Wibowo
2 Kepala Sub Bagian Tata Usaha Rita Istiqomatul Izzati,S.Farm., Apt
Kepala Seksi Pelayanan Medik dan
3 dr. Indah Sofiana Rades.,MM.Kes
Keperawatan
Kepala Seksi Penunjang Medik dan
4 Lika Diana, SKM.,MM
Non Medik
5 Kepala Instalasi Gawat Darurat Sairullah, AMd.Kep
6 Kepala Instalasi Rawat Jalan Tri Idayani, AMd.Keb
7 Kepala Instalasi Keperawatan Denny Julianto, AMd.Kep
8 Kepala Instalasi Kebidanan Ida Lela, AMd.Keb
9 Kepala Instalasi Farmasi Stephanus Dwi Arianto, SSi. Apt

12
10 Kepala Instalasi Laboratorium Enik Susilahati, AMd.AK
11 Kepala Instalasi Radiologi Ridho Achmad, AMd.Rad
12 Kepala Instalasi IPSRS Amelia Saputri , AMd.KL, SKM
13 Kepala Instalasi Gizi
14 Kepala Instalasi Laundry Nirwaty

3. Visi ,Misi, Nilai – nilai Organisasi

Dalam upaya mengembangkan organisasi dan meningkatkan kualitas


pelayanannya kepada masyarakat, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)
Tulang Bawang Barat memiliki Visi Dan Misi dan nilai – nilai Sebagai
Berikut.

Visi :

“ Mewujudkan Masyarakat Tulang Bawang Barat Sehat dan Berdaya


Saing”

Misi :

Sebagai pendukung dari visi yang ingin diraih, maka RSUD Tulang Bawang
Barat juga memiliki misi dan Nilai – nilai.

Misi RSUD Tulang Bawang Barat adalah:

1. Menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang berkualitas;


2. Meningkatkan upaya dan mutu pelayanan kesehatan;
3. Meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing;
4. Meningkatkan sarana dan prasarana Rumah Sakit Umum Daerah Tulang
Bawang Barat;
5. Menjadi salah satu Rumah Sakit rujukan di Kabupaten Tulang Bawang
Barat;

13
Tata Nilai Organisasi adalah “SEHAT”
a. Santun
b. Empati
c. Humanis
d. Akurat
e. Terbaik

Motto Rumah Sakit Umum Daerah Tulang Bawang Barat Adalah “


Melayani Dengan Sepenuh Hati”

4. Tugas Pokok dan Fungsi Perawat Terampil

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan


Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (PAN-RB) NO. 25 tahun 2014 tentang
jabatan fungsional perawat dan angka kreditnya menjelaskan bahwa rincian
tugas Perawat Terampil sebagai berikut:

1. Melakukan pengkajian keperawatan dasar pada individu;


2. Mengajarkan perilaku hidup bersih dan sehat pada individu dalam rangka
melakukan upaya promotif;
3. Membuat media untuk peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat pada
individu dalam rangka melakukan upaya promotif;
4. Memfasilitasi penggunaan alat-alat pengamanan atau pelindung fisik pada
pasien untuk mencegah resiko cedera pada individu dalam rangka upaya
preventif;
5. Memantau perkembangan pasien sesuai dengan kondisinya (melakukan
pemeriksaan fisik, mengamati keadaan pasien) pada individu dalam rangka
upaya preventif;
6. Memfasilitasi penggunaan pelindung diri pada kelompok dalam rangka
melakukan upaya preventif;
7. Memberikan oksigenasi sederhana;
8. Memberikan bantuan hidup dasar
9. Melakukan pengukuran antropometri;
10. Melakukan fasilitasi pasien dalam memenuhi kebutuhan eliminasi;

14
11. Memantau keseimbangan cairan dan elektrolit pasien
12. Melakukan mobilisasi posisi pasien;
13. Memepertahankan posisi anatomis pasien dan melakukan fiksasi fisik;
14. Memfasilitasi lingkungan yang mendukung istirahat dan memfasilitasi
kebiasaan tidur pasien;
15. Memfasilitasi penggunaan pakaian yang mendukung kenyamanan pasien;
16. Melakukan pemeliharaan diri pasien
17. Membersihkan mulut pasien dan memandikan pasien;
18. Melakukan kegiatan kompres hangat/dingin dan mempertahankan suhu
tubuh saat tindakan (memasang warming blanket);
19. Melakukan komunikasi terapeutik dalam pemberian asuhan keperawatan;
20. Melakukan pendampingan pada pasien menjelang ajal (dying care);
21. Memberikan perawatan pada pasien menjelang ajal sampai meninggal;
22. Memberikan dukungan dalam proses kehilangan, berduka dan kematian;
23. Memfasilitasi suasana lingkungan yang tenang dan aman;
24. Melakukan dokumentasi pelaksanaan tindakan keperawatan;
25. Menyusun rencana kegiatan individu perawat
26. Melaksanakan kegiatan bantuan/partisipasi kesehatan;
27. Melaksanakan tugas lapangan di bidang kesehatan;
28. Melaksanakan penanggulangan penyakit/ wabah tertentu; dan melakukan
supervisi lapangan

Tugas Tambahan:

a) Melakukan tugas lain selain Tupoksi sesuai perintah atasan

b) Inisiatif Sendiri dengan Persetujuan Atasan:

c) Inovasi yang disetujui oleh atasan

B. ANALISA ISU

PENETAPAN ISU

15
Belum optimalnya pelaksanaan cuci tangan enam langkah staff IGD di RSUD
Tulang Bawang Barat. Maka, isu yang di angkat dalam rancangan aktualisasi
ini adalah isu terkait tingkat kepatuhan staff IGD RSUD Tulang Bawang Barat
dalam melakukan cuci tangan enam langkah pada lima moment, dengan
harapan staff IGD tersebut dapat lebih patuh dan dapat dicarikan solusinya agar
tidak berkelanjutan.

C. ARGUMENTASI TERHADAP ISU YANG TELAH DI TETAPKAN

1. Alasan Pemilihan Isu

Berdasarkan analisis isu, yang menjadi alasan dalam penetapan isu ini adalah
pentingnya kepatuhan staff IGD dalam melakukan cuci tangan enam langkah
dalam lima moment. Sesuai dengan tujuan dari cuci tangan, yaitu mencegah
tertular dan penularan penyakit, serta mencegah terjadinya infeksi.

16
Dari alasan tersebut maka kita dapat menganalisis penyebab terjadi nya isu
yang telah di tetapkan. Ada banyak metode untuk mengetahui akar penyebab
dari suatu isu yang muncul, salah satunya menggunakan Diagram Tulang Ikan

(Fishbone) .

Berdasarkan diagram diatas maka di peroleh beberapa hal yang menjadi


penyebab dari belum optimalnya cuci tangan enam langkah staff IGD RSUD
Tulang Bawang Barat :

1. Pengetahuan tentang cuci tangan enam langkah masih kurang

2. Kurangnya kesadaran pentingnya melakukan cuci tangan.

3. Kurangnya optimalnya Fasilitas cuci tangan di tempat kerja

4. Belum patuhnya staff IGD melakukan cuci tangan

D. DAMPAK JIKA ISU TIDAK DAPAT DISELESAIKAN

Dampak negatif jika isu yang diangkat ini tidak diselesaikan maka staff IGD
di RSUD Tulang Bawang Barat akan mudah tertular penyakit dan bisa juga
menularkan penyakit kepada lingkungan di sekitar, apabila seluruh staff rumah
sakit tertular suatu penyakit menular seperti hepatitis, covid – 19 dan lain - lain
maka akan menyebabkan demam , sesak nafas bahkan kematian dan rumah
sakit akan tutup sementara waktu sampai penyakit tersebut hilang serta dapat
juga dengan mudah terinfeksi nosokomial seperti sepsis yang apabila tidak di
tangani akan menyebabkan sesak nafas,suhu tubuh meningkat bahkan kejang
dan kematian.

E. NILAI – NILAI DASAR ASN

Sebagai upaya untuk mendukung reformasi birokrasi dan mengarahkan cita –


cita Good Goverment, maka Aparatur Sipil Negara (ASN) dituntut senantiasa
mampu mengembangkan Nilai-nilai dasar Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika
Public, Komitmen Mutu, dan Anti korupsi (ANEKA) dengan merujuk pada

17
pasal 10 Undang- undang Nomor 5 Tahun 2014. Secara empiris ASN melalui
nilai – nilai dasar tersebut harus mampu berfungsi sebagai pelaksana
kebijakan publik, pelayanan publik dan perekat bangsa.
1. Akuntabilitas

Akuntabilitas mengacu pada harapan implisist atau eksplisit bahwa


keputusan atau tindakan seorang akan di evaluasi oleh pihak lain dan hasil
evaluasinya dapat berupa reward atau punishment . Akuntabilitas yang
dlakukan oleh PNS tersebut mengalami permasalahan dalam transpransi dan
akses informasi, penyalahgunaan wewenang, penggunaan sumberdaya milik
negara dan konflikkepentingan, tidak terlibat dalam politik praktis, melayani
warga secara adil dan konsisten dalam menjalankan tugas dan fungsinya.
(Lembaga Administrasi Negara, 2015).

PNS yang akuntabel adalah PNS yang mampu mengambil pilihan yang
tepat ketika terjadi konflik kepentingan, tidak terlibat dalam politik praktis,
melayani masyarakat secara adil dan konsisten dalam menjalankan tugas
dan fungsinya.

Ada beberapa indikator dari Nilai-nilai dasar pada akuntabiltas yang


harus diperhatikan, antara lain :

a. Kepemimpinan

Lingkungan yang akuntabel tercipta dari atas ke bawah dimana pimpinan


memainkan peranan yang penting dalam menciptakan hal tersebut.

b. Transparansi

Transparansi dapat diartikan sebagai keterbukaan atas semua tindakan


dan kebijakan yang dilakukan oleh individu maupun kelompok / institusi.

18
c. Integritas

Integritas mempunyai makna konsistensi dan keteguhan yang tak


tergoyahkan dalam menjunjung tinggi nilai-nilai luhur dan keyakinan.

d. Tanggungjawab

Tanggungjawab merupakan kesadaran manusia akan tingkah laku atau


perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak disengaja.
Tanggungjawab juga dapat berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran
akan kewajiban.

e. Keadilan

Keadilan adalah kondisi kebenaran ideal secara moral mengenai sesuatu


hal, baik menyangkut benda maupun orang.

f. Kepercayaan

Rasa keadilan membawa pada sebuah kepercayaan. Kepercayaan ini akan


melahirkan akuntabilitas.

g. Keseimbangan Pencapaian akuntabilitas dalam lingkungan kerja,


diperlukan adanya keseimbangan antara akuntabilitas dan kewenangan,
serta harapan dan kapasitas. Selain itu, adanya harapan dalam
mewujudkan kinerja yang baik juga harus disertai dengan keseimbangan
kapasitas sumber daya dan keahlian (skill) yang dimiliki.

h. Kejelasan

Fokus utama untuk kejelasan adalah mengetahui kewenangan, peran dan


tanggungjawab, misi organisasi, kinerja yang diharapkan organisasi, dan
sistem pelaporan kinerja baik individu maupun organisasi.

19
i. Konsistensi

Konsistensi adalah sebuah usaha untuk terus dan terus melakukan sesuatu
sampai pada tercapainya tujuan akhir. (LAN, 2015).

Terdapat beberapa aspek akuntabilitas, yaitu

a. Akuntabilitas adalah sebuah hubungan

Hubungan yang dimaksud adalah hubungan dua pihak antara


individu/kelompok/institusi dengan negara dan masyarakat

b. Akuntabilitas berorientasi pada hasil

Hasil yang diharapkan dari akuntabilitas adalah perilaku aparat


pemerintah yang bertanggung jawab, adil dan inovatif

c. Akuntabilitas membutuhkan adanya laporan

Laporan kinerja adalah perwujudan dari akuntabilitas.

d. Akuntabilitas memerlukan konsekuen

Akuntabilitas adalah kewajiban menunjukan tanggung jawab dan


menghasilkan konsekuensi

e. Akuntabilitas memperbaiki kinerja

Tujuan utama akuntabilitas adalah untuk memperbaiki kinerja PNS


dalam memberikan layanan

2. Nasionalisme

Nasionalisme sangat penting dimiliki oleh setiap pegawai ASN. Bukan


sekedar wawasan saja tetapi kemampuan mengaktualisasikan nasionalisme
dalam menjalankan fungsi dan tugasnya merupakan hal yang lebih penting.
ASN yang memiliki nasionalisme yang kuat memiliki orientasi berpikir
mementingkan kepentingan publik, bangsa, dan negara, serta mampu

20
menerapkan nilai-nilai Pancasila dan semangat nasionalisme serta wawasan
kebangsaan dalam setiap pelaksanaan fungsi dan tugasnya sesuai bidangnya
masing-masing (Lembaga Administrasi Negara, 2015).

Nilai-nilai yang terkandung dalam nasionalisme pancasila diantaranya adil dan


tidak diskriminasi, profesional dan berintegritas, menjunjung tinggi keadilan,
disiplin. Untuk mewujudkan ASN dengan semangat nasionalisme tinggi,
beberapa indikator yang dilakukan untuk mencapai keberhasilan adalah sebagai
berikut :

1. Memiliki pemahaman tentang keragaman bangsa dilihat aspek sejarah,


budaya, dan tingkat kemajuan sosial ekonomi dan implikasinya terhadap
manajemen kebijakan dan pelayanan publik.

2. Mengenali nilai- nilai perjuangan kemerdekaan, keteladanan dari para


pendiri bangsa, dan menjadikannya sebagai sumber motivasi dan inspirasi
dalam penyelenggaraan pemerintahan

3. Menjaga dan mengimplementasikan nilai-nilai gotong royong dan


kebersamaan sebagai modal sosial dan kultural penyelenggaraan kegiatan
pemerintahan.
Nasionalisme dalam arti sempit merupakan sikap yang meninggikan
bangsanya sendiri, sekaligus tidak menghargai bangsa lain sebagaimana
mestinya. Dalam arti luas, nasionalisme berarti pandangan tentang rasa cinta
yang wajar terhadap bangsa dan negara, sekaligus menghormati bangsa lain.
Nasionalisme Pancasila merupakan pandangan atau paham kecintaan
manusia Indonesia terhadap bangsa dan tanah airnya yang didasarkan pada
nilai-nilai Pancasila.
Ada lima indikator dari nilai-nilai dasar nasionalisme yang harus
diperhatikan, yaitu :

a. Sila pertama : Ketuhanan Yang Maha Esa

21
Ketuhanan YME menjadikan Indonesia bukan sebagai negara sekuler
yang membatasi agama dalam ruang privat. Pancasila justru
mendorong nilai-nilai ketuhanan mendasari kehidupan masyarakat dan
berpolitik. Nilai-nilai ketuhanan yang dikehendaki Pancasila adalah
nilai-nilai ketuhanan yang positif, yang digali dari nilai-nilai
keagamaan yang terbuka (inklusif), membebaskan dan menjunjung
tinggi keadilan dan persaudaraan.

Dengan berpegang teguh pada nilai-nilai ketuhanan diharapkan bisa


memperkuat pembentukan karakter dan kepribadian, melahirkan etos
kerja yang positif, dan memiliki kepercayaan diri untuk
mengembangkan potensi diri dan kekayaan alam yang diberikan
Tuhan untuk kemakmuran masyarakat.

b. Sila kedua : Kemanusiaan yang Adil dan Beradab


Sila kedua memiliki konsekuensi ke dalam dan ke luar. Ke dalam
berarti menjadi pedoman negara dalam memuliakan nilai-nilai
kemanusiaan dan hak asasi manusia. Ini berarti negara menjalankan
fungsi “melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah
darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan
kehidupan bangsa.
c. Sila ketiga: Persatuan Indonesia
Semangat kebangsaan adalah mengakui manusia dalam keragaman
dan terbagi dalam golongan-golongan. Keberadaan bangsa Indonesia
terjadi karena memiliki satu nyawa, satu asal akal yang tumbuh dalam
jiwa rakyat sebelumnya, yang menjalani satu kesatuan riwayat, yang
membangkitkan persatuan karakter dan kehendak untuk hidup
bersama dalam suatu wilayah geopolitik nyata.
d. Sila keempat : Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat
Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan / Perwakilan
Demokrasi permusyawaratan mempunyai dua fungsi.

22
Fungsi pertama , badan permusyawaratan/perwakilan bisa menjadi
ajang memperjuangkan asprasi beragam golongan yang ada di
masyarakat.

Fungsi kedua, semangat permusyawaratan bisa menguatkan negara


persatuan, bukan negara untuk satu golongan atau perorangan.
Permusyawaratan dengan landasan kekeluargaan dan hikmat
kebijaksanaan diharapkan bisa mencapai kesepakatan yang membawa
kebaikan bagi semua pihak.
e. Sila kelima : Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Dalam rangka mewujudkan keadilan sosial, para pendiri bangsa
menyatakan bahwa Negara merupakan organisasi masyarakat yang
bertujuan menyelenggarakan keadilan. Keadilan sosial juga
merupakan perwujudan imperative etis dari amanat pancasila dan
UUD 1945.

3. Etika Publik
Etika dapat dipahami sebagai sistem penilaian perilaku serta keyakinan untuk
menentukan perbuatan yang pantas guna menjamin adanya perlindungan hak-
hak individu, mencakup cara-cara pengambilan keputusan untuk membantu
membedakan hal-hal yang baik dan buruk serta mengarahkan apa yang
seharusnya dilakukan sesuai nila-nilai yang dianut.
Konsep etika sering disamakan dengan moral. Padahal ada perbedaan antara
keduanya. Etika lebih dipahami sebagai refleksi yang baik atau benar.
Sedangkan moral mengacu pada kewajiban untuk melakukan yang baik atau
apa yang seharusnya dilakukan. Etika juga dipandang sebagai karakter atau
etos individu/kelompokberdasarkan nilai-nilai dan norma-norma luhur.
Kode etik adalah aturan-aturan yang mengatur tingkah laku dalam suatu
kelompok khusus, sudut pandangnya hanya ditujukan pada hal-hal prinsip
dalam bentuk ketentuan tertulis. Kode etik profesi dimaksudkan untuk
mengatur tingkah laku / etika suatu kelompok khusus dalam masyarakat
melalui ketentuan-ketentuan tertulis yang diharapkan dapat dipegang teguh
oleh sekelompok profesional tertentu.

23
Berdasarkan UU ASN, kode etik dan kode perilaku ASN adalah :
1. Melaksanakan tugasnya dengan jujur, bertanggung jawab dan berintegritas.
Melaksanakan tugasnya dengan cermat dan disiplin.
2. Melayani dengan sikap hormat, sopan dan tanpa tekanan.
3. Melaksanakan tugasnya sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.
Melaksanakan tugasnya sesuai dengan perintah atasan atau pejabat yang
berwenang sejauh tidak bertentangan dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan dan etika pemerintahan.
4. Menjaga kerahasiaan yang menyangkut kebijakan negara.
5. Menggunakan kekayaan dan barang milik negara secara bertanggung jawab,
efektif dan efisien.
6. Menjaga agar tidak terjadi konflik kepentingan dalam melaksanakan
tugasnya.
Memberikan informasi secara benar dan tidak menyesatkan kepada pihak
lain yang memerlukan informasi terkait kepentingan kedinasan.
7. Tidak menyalahgunakan informasi intern negara, tugas, status, kekuasaan
dan jabatannya untuk mendapat atau mencari keuntungan atau manfaat bagi
diri sendiri atau untuk orang lain.
8. Memegang teguh nilai dasar ASN dan selalu menjaga reputasi dan integritas
ASN.
9. Melaksanakan ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai disiplin
pegawai ASN.

Etika publik merupakan refleksi tentang standar/norma yang menentukan


baik/buruk, benar/salah prilaku, tindakan dan keputusan untuk mengarahkan
kebijakan publik dalam rangka menjalankan tanggung jawab pelayanan
publik. Integritas publik menuntut para pemimpin dan pejabat publik untuk
memiliki komitmen moral dengan mempertimbangkan keseimbangan antara
penilaian kelembagaan, dimensi-dimensi pribadi, dan kebijaksanaan
didalam pelayanan publik (Haryatmoko, 2001).

Sementara itu, nilai-nilai dasar etika publik yaitu,

24
1. Memegang teguh nilai-nilai dalam ideologi Negara Pancasila.

2. Setia dan mempertahankan Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan


Republik Indonesia 1945.

3. Menjalankan tugas secara profesional dan tidak berpihak.

4. Membuat keputusan berdasarkan prinsip keahlian.

5. Menciptakan lingkungan kerja yang non diskriminatif.

6. Memelihara dan menjunjung tinggi standar etika luhur.

7. Mempertanggung jawabkan tindakan dan kinerjanya kepada publik.

8. Memiliki kemampuan dalam melaksanakan kebijakan dan program


pemerintah.

9. Memberikan layanan kepada publik secara jujur, tanggap, cepat, tepat,


akurat, berdaya guna, berhasil guna, dan santun.

10. Mengutamakan kepemimpinan berkualitas tinggi.

11. Menghargai komunikasi, konsultasi, dan kerjasama.

12. Mengutamakan pencapaian hasil dan mendorong kinerja pegawai.

13. Mendorong kesetaraan dalam pekerjaan.

14. Meningkatkan efektivitas sistem pemerintahan yang demokratis sebagai


perangkat sistem karir.

4. Komitmen Mutu
Mutu mencerminkan nilai keunggulan produk/jasa yang diberikan kepada
pelanggan (costumer) sesuai dengan kebutuhan dan keinginannya, dan
bahkan melampaui harapan. Mutu merupakan salah satu standar yang
menjadi dasar untuk mencapai hasil kerja. Mutu juga dapat digunakan

25
sebagai alat pembeda atau pembanding dengan produk/jasa sejenis lainnya,
yang dihasilkan oleh lembaga lain sebagai pesaing.

Dalam meningkatkan mutu terdapat 4 komponen yang harus dipenuhi, yaitu,


efektifitas, efisiensi, kreatifitas dan inovasi.

1. Efektifitas organisasi berarti sejauh mana organisasi dapat mencapai


tujuan yang ditetapkan, atau berhasil mencapai apapun yang
dikerjakannya. Efektivitas organisasi tidak hanya diukur dari
performance untuk mencapai target sesuai rencana baik dari aspek mutu,
kuantitas, ketepatan waktu, dan alokasi sumber daya, melainkan juga
diukur dari kepuasan dan terpenuhinya kebutuhan pelanggan (customers)

2. Efisiensi organisasi adalah jumlah sumber daya yang digunakan untuk


mencapai tujuan organisasional. Efisiensi dapat diukur dari ketepatan
realisasi penggunaan sumber daya dan bagaimana pekerjaan
dilaksanakan sehingga dapat diketahui ada tidaknya pemborosan sumber
daya, penyalahgunaan alokasi, penyimpangan prosedur, dan mekanisme
yang keluar alur (penghematan biaya, waktu, tenaga dan pikiran dalam
menyelesaikan kegiatan)

3. Inovasi adalah kegiatan yang meliputi seluruh proses menciptakan dan


menawarkan jasa atau barang baik yang sifatnya baru, lebih baik atau
lebih murah dibandingkan dengan yang tersedia sebelumnya. Sebuah
inovasi dapat berupa produk atau jasa yang baru, teknologi proses
produksi yang baru, sistem struktur dan administrasi baru atau rencana
baru bagi anggota administrasi (Richard L. Daft, 2010).

4. Mutu merupakan suatu kondisi dinamis berkaitan dengan produk, jasa,


manusia, proses dan lingkungan yang sesuai atau bahkan melebihi
harapan konsumen. Mutu mencerminkan nilai keunggulan produk/jasa
yang diberikan kepada pelanggan sesuai dengan kebutuhan dan
keinginannya, bahkan melampaui harapannya. Mutu merupakan salah
satu standar yang menjadi dasar untuk mengukur capaian hasil kerja.

26
Mutu menjadi salah satu alat vital untuk mempertahankan keberlanjutan
organisasi dan menjaga kredibilitas institusi.

Ada lima dimensi karakteristik yang digunakan pelanggan dalam mengevaluasi


kualitas pelayan (Berry dan Pasuraman dalam Zulian Zamit, 2010:11), yaitu:

1. Tangibles (bukti langsung), yaitu : meliputi fasilitas fisik, perlengkapan,


pegawai, dan sarana

2. Reliability (kehandalan), yaitu kemampuan dalam memberikan pelayanan


dengan segera dan memuaskan serta sesuai dengan yang telah dijanjikan;

3. Responsiveness (daya tangkap), yaitu keinginan untuk memberikan


pelayanan dengan tanggap;

4. Assurance (jaminan), yaitu mencakup kemampuan, kesopanan, dan sifat


dapat dipercaya;

5. Empaty, yaitu kemudahan dalam melakukan hubungan, komunikasi yang


baik, dan perhatian dengan tulus terhadap kebutuhan pelanggan.

5. Anti Korupsi

Kata korupsi berasal dari bahasa latin yaitu Corruptio yang artinya kerusakan,
kebobrokan, dan kebusukan. Korupsi sering dikatakan sebagai kejahatan luar
biasa karena dampaknya yang luar biasa menyebabkan kerusakan baik dalam
ruang lingkup pribadi, keluarga, masyarakat, dan kehidupan yang lebih luas
yang tidak hanya berdampak buruk dalam kurun waktu yang pendek, namun
juga secara jangka panjang (Lembaga Administrasi Negara, 2015).

Ada 9 (sembilan) indikator dari nilai-nilai dasar anti korupsi yang harus
diperhatikan, yaitu :
1. Jujur
Kejujuran merupakan nilai dasar yang menjadi landasan utama bagi
penegakan integritas diri seseorang. Tanpa adanya kejujuran mustahil
seseorang bisa menjadi pribadi yang berintegritas. Seseorang dituntut untuk

27
bisa berkata jujur dan transparan serta tidak berdusta baik terhadap diri
sendiri maupun orang lain, sehingga dapat membentengi diri terhadap
godaan untuk berbuat curang.
2. Peduli
Kepedulian sosial kepada sesama menjadikan seseorang memiliki sifat kasih
sayang. Individu yang memiliki jiwa sosial tinggi akan memperhatikan
lingkungan sekelilingnya di mana masih terdapat banyak orang yang tidak
mampu, menderita, dan membutuhkan uluran tangan. Pribadi dengan jiwa
sosial tidak akan tergoda untuk memperkaya diri sendiri dengan cara yang
tidak benar tetapi ia malah berupaya untuk menyisihkan sebagian
penghasilannya untuk membantu sesama.
3. Mandiri
Kemandirian membentuk karakter yang kuat pada diri seseorang menjadi
tidak bergantung terlalu banyak pada orang lain. Mentalitas kemandirian
yang dimiliki seseorang memungkinkannya untuk mengoptimalkan daya
pikirnya guna bekerja secara efektif. Pribadi yang mandiri tidak akan
menjalin hubungan dengan pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab demi
mencapai keuntungan sesaat.
4. Disiplin
Disiplin adalah kunci keberhasilan semua orang. Ketekunan dan konsistensi
untuk terus mengembangkan potensi diri membuat seseorang akan selalu
mampu memberdayakan dirinya dalam menjalani tugasnya. Kepatuhan pada
prinsip kebaikan dan kebenaran menjadi pegangan utama dalam bekerja.
Seseorang yang mempunyai pegangan kuat terhadap nilai kedisiplinan tidak
akan terjerumus dalam kemalasan yang mendambakan kekayaan dengan
cara yang mudah.
5. Tanggung Jawab
Pribadi yang utuh dan mengenal diri dengan baik akan menyadari bahwa
keberadaan dirinya di muka bumi adalah untuk melakukan perbuatan baik
demi kemaslahatan sesama manusia. Segala tindak tanduk dan kegiatan
yang dilakukannya akan dipertanggungjawabkan sepenuhnya kepada Tuhan
Yang Maha Esa, masyarakat, negara, dan bangsanya. Dengan kesadaran

28
seperti ini maka seseorang tidak akan tergelincir dalam perbuatan tercela
dan nista.
6. Kerja Keras
Individu beretos kerja akan selalu berupaya meningkatkan kualitas hasil
kerjanya demi terwujudnya kemanfaatan publik yang sebesar-besarnya. Ia
mencurahkan daya pikir dan kemampuannya untuk melaksanakan tugas dan
berkarya dengan sebaik-baiknya. Ia tidak akan mau memperoleh sesuatu
tanpa mengeluarkan keringat.
7. Sederhana
Pribadi yang berintegritas tinggi adalah seseorang yang menyadari
kebutuhannya dan berupaya memenuhi kebutuhannya dengan semestinya
tanpa berlebih-lebihan. Ia tidak tergoda untuk hidup dalam gelimang
kemewahan. Kekayaan utama yang menjadi modal kehidupannya adalah
ilmu pengetahuan. Ia sadar bahwa mengejar harta tidak akan pernah ada
habisnya karena hawa nafsu keserakahan akan selalu memacu untuk
mencari harta sebanyak-banyaknya.
8. Berani
Seseorang yang memiliki karakter kuat akan memiliki keberanian untuk
menyatakan kebenaran dan menolak kebathilan. Ia tidak akan mentolerir
adanya penyimpangan dan berani menyatakan penyangkalan secara tegas. Ia
juga berani berdiri sendirian dalam kebenaran walaupun semua kolega dan
teman-teman sejawatnya melakukan perbuatan yang menyimpang dari hal
yang semestinya.
Ia tidak takut dimusuhi dan tidak memiliki teman kalau ternyata mereka
mengajak kepada hal-hal yang menyimpang.
9. Adil
Pribadi dengan karakter yang baik akan menyadari bahwa apa yang dia
terima sesuai dengan jerih payahnya. Ia tidak akan menuntut
untukmendapatkan lebih dari apa yang ia sudah upayakan. Bila ia seorang
pimpinan maka ia akan memberi kompensasi yang adil kepada bawahannya
sesuai dengan kinerjanya. Ia juga ingin mewujudkan keadilan dan
kemakmuran bagi masyarakat dan bangsanya.

29
Agar prilaku anti korupsi dapat diwujudkan, maka terdapat beberapa
indikator keberhasilan, yaitu :

1. Mampu mengidentifikasi sikap dan perilaku yang mengarah dan atau


termasuk prilaku korupsi.

2. Mampu menjelaskan cara-cara menghindari prilaku korupsi.

3. Mampu menjelaskan risiko dari tindakan korupsi bagi dirinya, keluarga,


dan masyarakat secara keseluruhan.

6. Manajemen ASN dalam Peran dan Kedudukan ASN

Untuk menjalankan kedudukannya berdasarkan Pasal 10 Undang-Undang


No. 5 tahun 2014, Pegawai ASN berfungsi sebagai pelaksana kebijakan
publik, pelayan publik, perekat dan pemersatu bangsa. Tugas Pegawai ASN
menurut Undang-Undang No. 5 Tahun 2014 Pasal 11 mengatakan bahwa
tugas dari ASN adalah melaksanakan kebijakan publik yang dibuat oleh
pejabat pembina kepegawaian sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan, memberikan pelayanan publik yang profesional dan
berkualitas, dan mempererat persatuan dan kesatuan bangsa.
Peran ASN terdapat dalam pasal 12 Undang-Undang No. 5 Tahun 2014,
yaitu sebagai perencana, pelaksana dan pengawas penyelenggaraan tugas
umum pemerintahan dan pembangunan nasional melalui pelaksanaan
kebijakan dan pelayanan publik yang profesional, bebas dari intervensi
politik, serta bersih dari praktik korupsi, kolusi dan nepotisme.

Asas penyelenggaraan kebijakan dan manajemen ASN, yaitu:


a. Asas kepastian hukum;
b. Profesionalitas;
c. Proporsionalitas;
d. Keterpaduan;
e. Delegasi;

30
f. Netralitas;
g. Akuntabilitas;
h. Efektif dan efisien;
i. Keterbukaan;
j. Non diskriminatif;
k. Persatuan dan kesatuan;
l. Keadilan dan kesetaraan; dan
m. Kesejahteraan.

7. WoG (Whole of Government) dalam Peran dan Kedudukan ASN

Whole of Government (WoG) merupakan cara pendekatan penyelenggaraan


pemerintah yang menyatukan upaya-upaya kolaboratif pemerintah dari
seluruh sektor dalam ruang lingkup koordinasi yang lebih luas guna
mencapai tujuan-tujuan perumusan kebijakan, manajemen program, dan
pelayanan publik.

Whole of Government bertujuan menciptakan Good Governance di mana


terdapat tiga pilar di dalamnya, yaitu pemeritah, swasta/bisnis dan
masyarakat. Adapun WoG diperlukan, antara lain:
1. Dorongan publik dalam mewujudkan integrasi kebijakan,
programpembangunan dan pelayanan agar tercipta
penyelenggaraanpemerintahan yang lebih baik;
2. Mendorong pentingnya WoG dalam menyatukan institusi
pemerintahsebagai penyelenggara kebijakan dan layanan publik;
3. Adanya nuansa kompetisi antar sektor, satu sektor bisa menjadi sangat
superior terhadap sektor lain, atau masing-masing sektor tumbuh namun
tidak berjalan beriringan, melainkan justru kontraproduktif atau ‘saling
membunuh’;
4. Tumbuhnya ego sektoral (mentalitas silo) yang mendorong perilaku dan
nilai individu maupun kelompok yang menyempit pada kepentingan
sektornya yang kontra produktif terhadap tujuan-tujuan yang lebih besar
atau yang berskala nasional; dan

31
5. Keberagaman latar belakang nilai, budaya, adat istiadat, serta bentuk
latar belakang lainnya mendorong adanya potensi disintegrasi.

Adapun indikator dari Whole of Govermenmet, antara lain: Integrasi,


Koordinasi; dan Kapasitas.

8. Pelayanan Publik dalam Peran dan Kedudukan ASN

Pelayanan Publik di seluruh daerah provinsi serta kabupaten/kota di


Indonesia dan telah memperoleh landasan konstitusional, yaitu diatur
dalam Pasal 18A UUD RI Tahun 1945. Ketentuan Pasal 18A tersebut
selanjutnya di implementasikan melalui UU Pelayanan Publik. Dalam
Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, Pasal 1
Angka 1 dirumuskan:

“Pelayanan Publik adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam


rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan
perundang-undangan bagi setiap warga negara dan penduduk atas
barang, jasa dan/atau pelayanan administrasi yang disediakan oleh
penyelenggara pelayanan publik”

Pemerintah dalam menjalankan fungsinya sebagai pelayan dalam


penyelenggaraan pelayanan publik diperlukan sebuah kebijakan yang
mengatur tentang pelayanan publik. Undang-Undang Nomor 25 Tahun
2009 Tentang Pelayanan Publik dimaksudkan untuk memberikan
kepastian hukum bagi pihak penyelenggara pelayanan publik maupun
masyarakat. Dalam mengatur penyelenggaraan pelayanan publik, maka
diterapkan suatu pola penyelenggaraan pelayanan publik agar
pelaksanaanya dapat berjalan sistematis, akuntabel dan transparansi. Pola
penyelenggaraan pelayanan publik terdiri dari:

32
a. Fungsional, yaitu pola pelayanan publik yang diberikan oleh
penyelenggara pelayanan, sesuai dengan tugas, fungsi, dan
kewenangannya.
b. Terpusat, yaitu pola pelayanan publik diberikan secara tunggal oleh
penyelenggara pelayanan berdasarkan pelimpahan wewenang dari
penyelenggara pelayanan terkait lainnya yang bersangkutan.
c. Terpadu
Terpadu satu atap, yaitu pola pelayanan terpadu satu atap
diselenggarakan dalam satu tempat yang meliputi berbagai jenis
pelayanan yang tidak mempunyai keterkaitan proses dan dilayani
melalui beberapa pintu.

Terpadu satu pintu, yaitu pola pelayanan terpadu satu pintu


diselenggarakan pada satu tempat yang meliputi berbagai jenis
pelayanan yang memiliki keterkaitan proses dan dilayani melalui satu
pintu.

Terdapat 3 unsur penting dalam pelayanan publik, yaitu unsur


pertama, adalah organisasi penyelenggara pelayanan publik, unsur
kedua, adalah penerima layanan (pelanggan) yaitu orang, masyarakat
atau organisasi yang berkepentingan, dan unsur ketiga, adalah
kepuasan yang diberikan dan atau diterima oleh penerima layanan /
pelanggan.

Berbagai literatur administrasi publik menyebut bahwa prinsip pelayanan


publik yang baik untuk mewujudkan pelayanan prima adalah:
1. Partisipatif; 6. Efektif dan Efisien;
2. Transparan; 7. Aksesibel;
3. Responsif; 8. Akuntabel;
4. Tidak diskriminatif; 9. Berkeadilan.
5. Mudah dan Murah;

33
F. MATRIKS RANCANGAN

Unit Kerja : RSUD Tulang Bawang Barat


Isu yang diangkat : Upaya Peningkatan Optimalisasi Kepatuhan Cuci Tangan Enam Langkah dengan Metode Ceklis Kuesioner
pada Seluruh Staff IGD RSUD Tulang Bawang Barat.
Gagasan Pemecahan Isu : Mengoptimalkan Kepatuhan Cuci Tangan dengan Cara Ceklis Kuesioner

Kontribusi
Keterkaitan Substansi Mata Penguatan
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil Terhadap Visi-Misi
Pelatihan Nilai Organisasi
Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
1. Membuat 1. Melakukan 1. Bahan Keterkaitan dengan agenda III Dengan membuat Kegiatan
Rencana koordinasi dengan Konsultasi Whole Of Government: rencana kegiatan membuat
Kegiatan mentor 2, Surat persetujuan Dalam membuat rencana dengan baik dapat rencana
2. Membuat Jadwal mentor kegiatan dengan mata diklat saling mendukung kegiatan ini
rencana kegiatan 3. Jadwal kegiatan WOG adalah kolaborasi antara kegiatan demi menguatkan
4. Foto peserta latsar dengan mentor. terwujudnya misi nilai – nilai
dokumentasi RSUD Tulang organisasi
Keterkaitan dengan agenda II Bawang Barat, yaitu tentang
Akuntabilitas : salah satunya: perencanaan
Implementasi nilai dasar dari “Meningkatkan kegiatan yang
tahapan kegiatan melakukan sumber daya terbaik.
koordinasi dengan mentor, manusia yang

34
membuat jadwal rencana berkualitas dan
kegiatan, maka nilai dasarnya Berdaya Saing”
adalah rasa tanggung jawab
dan keterbukaan kepada
mentor.

Nasionalisme :
Implementasi nilai dasar dari
tahapan kegiatan melakukan
koordinasi dengan mentor,
membuat jadwal rencana
kegiatan maka nilai dasarnya
musyawarah sesuai dengan
nilai pancasila pada sila ke 4
antara peserta latsar dengan
mentor.

Etika Publik :
Implementasi nilai dasar dari
tahapan kegiatan melakukan
koordinasi dengan mentor,
membuat jadwal rencana
kegiatan maka nilai dasarnya
sopan santun antara peserta
latsar dengan mentor.

35
Komitmen Mutu :
Implementasi nilai dasar dari
tahapan kegiatan melakukan
koordinasi dengan mentor,
membuat jadwal rencana
kegiatan maka nilai dasarnya
adalah Mutu

Anti Korupsi :
Implementasi nilai dasar dari
tahapan kegiatan melakukan
koordinasi dengan mentor,
membuat jadwal rencana
kegiatan maka nilai dasarnya
adalah jujur terhadap mentor
2. Menyusun 1. Melakukan 1. Lembar Keterkaitan dengan agenda III Dengan menyusun Kegiatan
rencana koordinasi dengan konsultasi dan Whole Of Government: rencana pelaksanaan menyusun
pelaksanaan mentor Surat persetujuan Dalam tahapan melakukan kegiatan dengan rencana
kegiatan 2. Membuat Jadwal mentor koordinasi dengan mentor baik dapat saling pelaksanaan
rencana pelaksanaan 2. konsultasi dengan mata diklat WOG adalah mendukung kegiatan kegiatan ini
dengan mentor kolaborasi antara peserta latsar demi terwujudnya menguatkan
dalam menentukan dengan mentor. misi RSUD Tulang nilai – nilai
Jadwal kegiatan Bawang Barat, salah organisasi

36
3. Foto Keterkaitan dengan agenda II satunya yaitu : tentang
dokumentasi Akuntabilitas : “Meningkatkan menyusun
Implementasi nilai dasar dari sumber daya rencana
tahapan kegiatan melakukan manusia yang pelaksanaan
koordinasi dengan mentor, berkualitas dan kegiatan yang
membuat jadwal rencana Berdaya Saing” terbaik
pelaksanaan maka nilai dasarnya
adalah rasa tanggung jawab
dan keterbukaan kepada
mentor.

Nasionalisme :
Implementasi nilai dasar dari
tahapan kegiatan melakukan
koordinasi dengan mentor,
membuat jadwal rencana
pelaksanaan maka nilai dasarnya
musyawarah sesuai dengan
nilai pancasila pada sila ke 4
antara peserta latsar dengan
mentor.

Etika Publik :
Implementasi nilai dasar dari
tahapan kegiatan melakukan

37
koordinasi dengan mentor,
membuat jadwal rencana
pelaksanaan maka nilai dasarnya
sopan santun antara peserta
latsar dengan mentor.

Komitmen Mutu :
Implementasi nilai dasar dari
tahapan kegiatan melakukan
koordinasi dengan mentor,
membuat jadwal rencana
pelaksanaan maka nilai dasarnya
adalah Mutu

Anti Korupsi :
Implementasi nilai dasar dari
tahapan kegiatan melakukan
koordinasi dengan mentor,
membuat jadwal rencana
pelaksanaan maka nilai dasarnya
adalah jujur terhadap mentor.

3. Membuat 1. Mengumpulkan alat 1. Lembar Konsul Keterkaitan dengan agenda III Dengan membuat Kegiatan
media dan bahan materi 2. lembar media Whole Of Government: media pelaksanaan membuat media

38
pelaksanaan 2. Membuat pelaksanaan Dalam tahapan mendiskusikan kegiatan dengan pelaksanaan
kegiatan rancangan media kegiatan tentang media pelaksanaan kegiatan baik dapat saling kegiatan ini
pelaksanaan kegiatan kepatuhan cuci dengan mata diklat WOG adalah mendukung kegiatan menguatkan
3.Mulai membuat tangan. kolaborasi antara peserta latsar demi terwujudnya nilai – nilai
media pelaksanaan 3. Dokumentasi dengan mentor. misi RSUD Tulang organisasi
kegiatan Bawang Barat, tentang
4.Mendiskusikan Manajemen ASN yaitu : membuat media
media pelaksanaan Dalam tahapan mengumpulkan “Meningkatkan pelaksanaan
tersebut kepada alat dan bahan materi, membuat upaya dan mutu kegiatan yang
mentor rancangan media pelaksanaan pelayanan Terbaik
5. koreksi akhir kegiatan, koreksi akhir dan kesehatan”
6. Mencetak media mencetak media dengan mata
pelaksanaan. diklat manajemen ASN adalah
Cermat

Keterkaitan dengan agenda II


Akuntabilitas :
Implementasi nilai dasar dari
tahapan kegiatan
mengumpulkan alat dan bahan
materi, membuat rancangan
media pelaksanaan
kegiatan,mendiskusikan media
pelaksanaan kegiatan kepada

39
mentor, koreksi akhir dan
mencetak media adalah rasa
tanggung jawab dan
keterbukaan kepada mentor.

Nasionalisme :
Implementasi nilai dasar dari
tahapan kegiatan
mendiskusikan media
pelaksanaan kegiatan kepada
mentor maka nilai dasarnya
Musyawarah antara peserta
latsar dengan mentor.

Etika Publik :
Implementasi nilai dasar dari
tahapan kegiatan koreksi akhir
dan mencetak media maka nilai
dasarnya cepat,tepat dan
akurat.

Komitmen Mutu :
Implementasi nilai dasar dari
tahapan kegiatan

40
mengumpulkan alat dan bahan
materi, membuat rancangan
media pelaksanaan
kegiatan,mendiskusikan media
pelaksanaan kegiatan kepada
mentor, koreksi akhir dan
mencetak media maka nilai
dasarnya adalah mutu

Anti Korupsi :
Implementasi nilai dasar dari
tahapan kegiatan
Mendiskusikan media
pelaksanaan tersebut kepada
mentor maka nilai dasarnya
adalah jujur terhadap mentor.

4. Melakukan 1. Mempersiapkan 1. Hasil test Keterkaitan dengan agenda III Melakukan test Melakukan test
test dengan materi tentang cuci 2. Foto Whole Of Government: dengan materi cuci dengan materi
materi cuci tangan. dokumentasi Dalam tahapan Melaksanakan tangan dengan baik cuci tangan ini
tangan 2. Membagikan Kegiatan test cuci tangan kepada seluruh dapat saling menguatkan
materi cuci tangan staff dengan durasi waktu 30 mendukung kegiatan nilai – nilai
3. Melaksanakan test menit dengan mata diklat WOG demi terwujudnya organisasi
cuci tangan kepada adalah kolaborasi antara peserta misi RSUD Tulang tentang sumber
seluruh staff dengan latsar dengan seluruh staff igd Bawang Barat, salah daya manusia

41
durasi waktu 30 menit rsud tulang bawang barat . satunya yaitu : yang terbaik
4. Mengkoreksi hasil “Meningkatkan
test tentang cuci Keterkaitan dengan agenda II sumber daya
tangan Akuntabilitas : manusia yang
Implementasi nilai dasar dari berkualitas dan
tahapan kegiatan membagikan Berdaya Saing”
materi test cuci
tangan,melaksanakan test cuci
tangan kepada seluruh staff, dan
mengkoreksi hasil test tentang
cuci tangan maka nilai dasarnya
adalah rasa tanggung jawab
dan keterbukaan kepada
mentor.

Nasionalisme :
Implementasi nilai dasar dari
tahapan kegiatan mengkoreksi
hasil test tentang cuci tangan
maka nilai dasarnya Keadilan
antara peserta latsar dengan
seluruh staff dalam mengkoreksi
hasil test .

Etika Publik :

42
Implementasi nilai dasar dari
tahapan kegiatan
Melaksanakan test cuci tangan
kepada seluruh staff maka nilai
dasarnya sopan santun antara
peserta latsar dengan seluruh
staff igd.

Komitmen Mutu :
Implementasi nilai dasar dari
tahapan kegiatan
Mempersiapkan materi tentang
cuci tangan,membagikan materi
cuci tangan,Melaksanakan test
cuci tangan kepada seluruh staff,
Mengkoreksi hasil test tentang
cuci tangan maka nilai dasarnya
adalah mutu

Anti Korupsi :
Implementasi nilai dasar dari
tahapan kegiatan Mengkoreksi
hasil test tentang cuci tangan
maka nilai dasarnya adalah
jujur terhadap mentor.

43
5. Demonstrasi 1. Mempersiapkan Dokumentasi Keterkaitan dengan agenda III Demonstrasi Cuci Kegiatan
Cuci tangan alat untuk Kegiatan Whole Of Government: tangan dengan Demonstrasi
dengan demonstrasi cuci Dalam tahapan Memberikan menggunakan lefleat Cuci tangan
menggunaka tangan demonstrasi tentang cuci tangan dengan baik dapat dengan
n lefleat 2. Memberikan enam langkah dengan mata saling mendukung menggunakan
demonstrasi tentang diklat WOG adalah kolaborasi kegiatan demi lefleat ini
cuci tangan enam antara peserta latsar dengan terwujudnya misi menguatkan
langkah seluruh staff IGD. RSUD Tulang nilai – nilai
3. Memberikan Keterkaitan dengan agenda II Bawang Barat, salah organisasi yang
Leafleat cuci tangan Akuntabilitas : satunya yaitu : Terbaik
untuk ruang IGD Implementasi nilai dasar dari 1.Menyelenggarak
sebagai alat peraga. tahapan kegiatan Memberikan an pelayanan
demonstrasi tentang cuci tangan kesehatan yang
enam langkah , maka nilai berkualitas
dasarnya adalah rasa tanggung 2. Meningkatkan
jawab dan keterbukaan kepada upaya dan mutu
seluruh staff IGD. pelayanan
kesehatan
Nasionalisme : 3.Meningkatkan
Implementasi nilai dasar dari sumber daya
tahapan kegiatan Memberikan manusia yang
demonstrasi tentang cuci tangan berkualitas dan
enam langkahmaka nilai berdaya saing
dasarnya musyawarah antara

44
peserta latsar dengan seluruh
staff IGD.
Etika Publik :
Implementasi nilai dasar dari
tahapan kegiatan Memberikan
demonstrasi tentang cuci tangan
enam langkah maka nilai
dasarnya sopan santun antara
peserta latsar dengan seluruh
staff IGD.

Komitmen Mutu :
Implementasi nilai dasar dari
tahapan kegiatan
Mempersiapkan alat untuk
demonstrasi cuci
tangan,memberikan demonstrasi
tentang cuci tangan enam
langkah.
maka nilai dasarnya adalah
mutu, memberikan Leafleat
cuci tangan untuk ruang IGD
sebagai alat peraga maka nilai
dasarnya adalah Inovasi.

45
Anti Korupsi :
Implementasi nilai dasar dari
tahapan kegiatan memberikan
demonstrasi tentang cuci tangan
enam langkah, memberikan
Leafleat cuci tangan untuk ruang
IGD maka nilai dasarnya adalah
peduli terhadap lingkungan
sekitar khususnya seluruh staff
IGD.
6. Mensosialisa 1. Mempersiapkan 1. Hasil tingkat Keterkaitan dengan agenda III Mensosialisasikan Mensosialisasik
sikan lembar lembar kuesioner. kepatuhan staff Whole Of Government: lembar kuesioner an lembar
kuesioner 2. Koordinasi dengan IGD melakukan Dalam tahapan Koordinasi tentang optimalisasi kuesioner
tentang penanggung jawab cuci tangan dengan penanggung jawab shift kepatuhan cuci tentang
optimalisasi shift jaga 2. Dokumentasi jaga dengan mata diklat WOG tangan dengan baik optimalisasi
kepatuhan 3. Mensosialisasikan kegiatan adalah kolaborasi antara peserta dapat saling kepatuhan cuci
cuci tangan lembar kuesioner latsar dengan penanggung jawab mendukung kegiatan tangan ini
kepatuhan cuci shift jaga. demi terwujudnya menguatkan
tangan kepada misi RSUD Tulang nilai – nilai
seluruh staff IGD. Keterkaitan dengan agenda II Bawang Barat, salah organisasi
4.Mengobservasi Akuntabilitas : satunya yaitu : tentang
kepatuhan cuci Implementasi nilai dasar dari 1.Menyelenggaraka Terbaik
tangan seluruh staff tahapan kegiatan Koordinasi n pelayanan
IGD dengan penanggung jawab shift kesehatan yang
jaga, mensosialisasikan lembar berkualitas

46
kuesioner kepatuhan cuci tangan 2. Meningkatkan
kepada seluruh staff IGD, upaya dan mutu
mengobservasi kepatuhan cuci pelayanan
tangan seluruh staff IGD, maka kesehatan
nilai dasarnya adalah rasa 3.Meningkatkan
tanggung jawab dan sumber daya
keterbukaan kepada seluruh manusia yang
staff IGD. berkualitas dan
berdaya saing
Nasionalisme :
Implementasi nilai dasar dari
tahapan kegiatan
mensosialisasikan lembar
kuesioner kepatuhan cuci tangan
kepada seluruh staff IGD maka
nilai dasarnya musyawarah
antara peserta latsar dengan
seluruh staff IGD.

Etika Publik :
Implementasi nilai dasar dari
tahapan kegiatan Koordinasi
dengan penanggung jawab shift
jaga,mensosialisasikan lembar
kuesioner kepatuhan cuci tangan

47
kepada seluruh staff IGD,
mengobservasi kepatuhan cuci
tangan seluruh staff IGD
maka nilai dasarnya sopan
santun antara peserta latsar
dengan seluruh staff IGD.

Komitmen Mutu :
Implementasi nilai dasar dari
tahapan kegiatan Koordinasi
dengan penanggung jawab shift
jaga,mensosialisasikan lembar
kuesioner kepatuhan cuci tangan
kepada seluruh staff IGD,
mengobservasi kepatuhan cuci
tangan seluruh staff IGD maka
nilai dasarnya adalah mutu

Anti Korupsi :
Implementasi nilai dasar dari
tahapan kegiatan
mengobservasi kepatuhan cuci
tangan seluruh staff IGD maka
nilai dasarnya adalah jujur
terhadap seluruh staff IGD.

48
7. Melakukan 1. Melakukan 1. lembar Keterkaitan dengan agenda III Melakukan evaluasi Melakukan
evaluasi penilaian terhadap Konsultasi dengan Whole Of Government: kegiatan dengan evaluasi
kegiatan seluruh kegiatan mentor Dalam tahapan Koordinasi baik dapat saling kegiatan ini
2. Melakukan analisa 2. Hasil evaluasi dengan mentor terkait hasil mendukung kegiatan menguatkan
terhadap hasil akhir terhadap evaluasi kegiatan demi terwujudnya nilai – nilai
kegiatan seluruh kegiatan. dengan mata diklat WOG adalah misi RSUD Tulang organisasi
3. Koordinasi kolaborasi antara peserta latsar Bawang Barat, salah tentang yang
dengan mentor dengan mentor. satunya yaitu : Terbaik
terkait hasil 1.Menyelenggaraka
evaluasi kegiatan Keterkaitan dengan agenda II n pelayanan
Akuntabilitas : kesehatan yang
Implementasi nilai dasar dari berkualitas
tahapan kegiatan melakukan 2.Meningkatkan
penilaian terhadap seluruh upaya dan mutu
kegiatan,melakukan analisa pelayanan
terhadap hasil kesehatan
kegiatan,koordinasi dengan 3. Meningkatkan
mentor terkait hasil evaluasi sumber daya
kegiatan, maka nilai dasarnya manusia yang
adalah rasa tanggung jawab berkualitas dan
dan keterbukaan kepada berdaya saing
mentor.

49
Nasionalisme :
Implementasi nilai dasar dari
tahapan kegiatan koordinasi
dengan mentor terkait hasil
evaluasi kegiatan maka nilai
dasarnya musyawarah antara
peserta latsar dengan mentor.

Etika Publik :
Implementasi nilai dasar dari
tahapan kegiatan koordinasi
dengan mentor terkait hasil
evaluasi kegiatan maka nilai
dasarnya sopan santun antara
peserta latsar dengan mentor.
Komitmen Mutu :
Implementasi nilai dasar dari
tahapan kegiatan penilaian
terhadap seluruh
kegiatan,melakukan analisa
terhadap hasil
kegiatan,koordinasi dengan
mentor terkait hasil evaluasi
kegiatan adalah mutu

50
Anti Korupsi :
Implementasi nilai dasar dari
tahapan kegiatan koordinasi
dengan mentor terkait hasil
evaluasi kegiatan maka nilai
dasarnya adalah jujur terhadap
mentor.

51