Anda di halaman 1dari 10

BELAJAR DAN PEMBELAJARAN

MAKALAH
PENGEMBANGAN TUJUAN PEMBELAJARAN

OLEH:
KELOMPOK V

DEWI AYU LESTARI SYAM 200404501039


NURFADILA.M 200404501040
ANNISA TIARA MAHARANI 200404501038
MUH. FACHRY SYARIF 200404502043

JURUSAN PSIKOLOGI PENDIDIKAN DAN BIMBINGAN


FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
2020/2021
KATA PENGANTAR

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh


Alhamdulillahirobbil’alamin. Puji syukur kita persembahkan kehadirat Allah SWT. Yang
telah memberi kenikmatan berupa kesempatan dan kesehatan sehingga kami dapat
menyelesaikan makalah yang berjudul “PENGEMBANGAN TUJUAN PEMBELAJARAN”.
Terima kasih kepada ibu dosen yang telah membimbing kami dalam menyelesaikan
makalah ini dan juga teman-teman yang sudah berpartisipasi dalam menyelesaikan makalah ini.
Makalah ini masih memiliki banyak kekurangan, sehingga kritik dan saran sangat kami
perlukan disini. Terima kasih.

Makassar, 21 Maret 2021

Kelompok 5

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR…………………………………………………………..…i

DAFTAR ISI…………………………………………………………………….....ii

BAB I PENDAHULUAN……………………………………………………...…..1

A. Latar Belakang……………………………………………………...……..1
B. Rumusan Masalah……………………………………………...............….1
C. Tujuan……………………………………………………………………...1

BAB II PEMBAHASAN…………………………………………………………..2

A. Arti Tujuan Pembelajaran…………………………………………….….2


B. Manfaat Tujuan Pembelajaran……………………………………….….3
C. Alasan Perlunya Tujuan Pembelajaran…………………………..……..3
D. Cara Merumuskan Tujuan Pembelajaran………………………………4
E. Taksonomi Tujuan Pembelajaran……………………………………….5

BAB III PENUTUP…………………………………………………………….…6

A. Kesimpulan…………………………………………………………….….6
B. Saran ………………………………………………………………………6

DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………..iii

ii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Desain pembelajaran adalah suatu prosedur yang terdiri dari analisis,
merancang,mengembangkan, menerapkan dan menilai hasil belajar (seels & Richey,
AECT 1994). Hal tersebut juga dikemukakan oleh Marisson, Ross & kemp (2007)
yang mendefinisikan desain pembelajaran sebagai suatu proses desain yang sistematis
untuk menciptakan pembelajaran yang lebih efektif dan efisien, serta membuat
pembelajaran lebih mudah, yang didasarkan pada apa yang kita ketahui mengenai
teori-teori pembelajaran, teknologi informasi, sistematika analisis, penelitian dalam
bidang pendididkan, dan metode-metode manajemen.
Tujuan pembelajaran membantu dalam mendesain sistem pembelajaran. Artinya,
dengan tujuan yang jelas dapat membantu guru dalam menentukan materi
pembelajaran, metode atau strategi pembelajaran, alat, media dan sumber belajar,
serta dalam menentukan dan merancang alat evaluasi untuk melihat keberhasilan
belajar siswa. Selain itu, tujuan pembelajaran juga dapat digunakan sebagai control
dalam menentukan batas-batas dan kualitas pembelajaran. Artinya, melalui penetapan
tujuan pembelajaran, guru dapat mengontrol sampai mana siswa telah menguasai
kemampuan-kemampuan sesuai dengan tujuan dan tuntutan kurikulum yang berlaku.
Lebih jauh dengan tujuan dapat ditentukan daya serap siswa dan kualitas suatu
sekolah.

B. Rumusan Masalah
1. Apa arti tujuan pembelajaran?
2. Apa manfaat tujuan pembelajaran?
3. Apa alasan perlunya tujuan pembelajaran?
4. Bagaimana cara merumuskan tujuan pembelajaran?
5. Bagaimana taksonomi tujuan pembelajaran?

C. TUJUAN
1. Mengetahui arti tujuan pembelajaran
2. Mengetahui manfaat tujuan pembelajaran
3. Mengetahui alasan perlunya tujuan pembelajaran
4. Mengetahui cara merumuskan tujuan pembelajaran
5. Mengetahui taksonomi tujuan pembelajaran

1
BAB II
PEMBAHASAN

A. Arti Tujuan Pembelajaran


Para ahli pendidikan mendefinisikan tujuan pembelajaran secara berbeda, seperti
yang dikemukakan oleh Robert F. Mger (1962) mengemukakan bahwa tujuan
pembelajaran adalah perilaku yang hendak dicapai atau yang dapat dikerjakan oleh
pesera didik pada kondisi dan tingkat kompetisi tertentu. Definisi ini sejalan dengan
definisi yang dikemukakan oleh Oemar Hemalik (2005) yang menyatakan bahwa tujuan
pembelajaran adalah suatu deskripsi mengenai tingkah laku yang diharapkan tercapai
oleh peserta didik setelah berlangsung pembelajaran.
Kemp (1977) dan dafid E. kapel (1981) mendefinisikan tujuan pembelajaran
sebagai suatu pernyataan yang spesifik yang dinyatakan dalam menggambarkan hasil
belajar yang diharapkan. Sementara Henry Ellinton (1984) mengemukakan bahwa tujuan
pembelajaran adalah kenyataan yang diharapkan dapat di capai sebagai hasil belajar. Hal
yang menarik dari kedua definisi in adalah bahwa perumusan tujuan pembelajaran harus
diwujudkan dalam bentuk tertullis. Ini mengandung implikasi bahwa setiap perencanaan
tersebut terdapat tujuan pembelajaran yang ingin di capai.
Meskipun para ahli mendefinisikan tujuan pembelajaran secara berbeda-beda dan
beragam, tetapi semuanya menunjuk pada esensi yang sama, yaitu: 1. Tujuan
pembelajaran adalah tercapainya perubahan perilaku atau kompetensi dari pada pesrta
didik setelah mengikuti kegatan pembelajaran, 2. Tujuan di rumuskan dalam bentuk
pernyataan atau deskripsi spesifik.
Upaya merumuskan tujuan pembelajaran dapat memberikan manfaat tertentu,
baik bagi guru maupun peserta didik. Nana syaodi (2002) mengidentifikasi 4 (empat)
manfaat dari tujuan pembelajaran, 1. memudahkan dalam mengkomunikasikan
maksud dari kegiatan belajar mengajar kepada peserta didik, 2. Memudahkan guru
memilih dan menyusun bahan ajar, 3. Membantu memudahkan guru menentukan
kegiatan belajar dan media pembelajaran, dan 4. Memudahkanguru mengadakan
penilaian. Dalam permendiknas RI No. 1 tahun 2007 tentanf standar proses di
sebutkan bahwa tujuan pembelajaran memberikan petunjuk untuk memili isi mata
pelajaran, menata urutan topic-topik, mengalokasikan waktu, petunjuk dalam memilih
alat-alat bantu pembelajaran dan prosedur pembelajaran, serta menyediakan ukuran
(standar) untuk mengukur prestasi belajar peserta didik.

2
B. Manfaat Tujuan Pembelajaran
Tujuan pembelajaran berfungsi sebagai acuan dari semua komponen rancangan
atau desain pembelajaran. Oleh karena itu tujuan pembelajaran harus dirumuskan secara
tetap sesuai dengan tingkah laku kemampuan atau aktual yang harus dimiliki oleh peserta
didik setelah selesai melakukan aktivitas belajar sebagai suatu kebulatan kompetensi.
Tujuan pebelajaran harus dirumuskan terlebih dahulu sebelum menentukan
komponen-komponen pembelajaran yang lain. Adapun tujuan perumusan tujuan adalah
1. Memberikan arah proses pembelajaran yang akan dilaksanakan,
2. Menentukan awal prasyarat pembelajaran,
3. Memberikan arah dalam merancang strategi pembelajaran
4. menjadi pedoman atau patokan dalam memilih dan menentukan media atau sumber
belajar yang akan digunakan dalam proses pembelajaran,
5. memberikan arah dalam menyususn instrument evaluasi pembelajaran, dan
6. bermanfaat dalam melakukan tindakan perbaikan pembelajaran.

C. Alasan Perlunya Tujuan Pembelajaran


Komponen tujuan memiliki fungsi yang sangat penting dalam sistem
pembelajaran sebab tujuan merupakan pengikat segala aktivitas guru dan peserta didik.
Oleh karena itu, merumuskan tujuan merupakan langkah pertama yang harus dilakukan
dalam merancang sebuah perencanaan program pembelajaran.
Merumuskan tujuan pembelajaran diperlukan dalam rancangan program
pembelajaran sebab:
a) Tujuan pembelajaran yang dirumuskan dengan jelas akan dapat digunakan untuk
mengefaluasi efektivitas keberhasilan proses pembelajaran. Oleh karena itu dalam
merancang evaluasi hasil belajar harus berdasarkan dalam tujuan pembelajaran
yang telah dirumuskan sebelumnya.
b) Tujuan pembelajaran dapat digunakan sebagai pedoman dan panduan kegiatan
belajar peserta didik. Kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan dalam
rangka pencapaian tujuan, karena itu tujuan ini akan dijadikan dasar untuk
melaksanakan kegiatan pembelajaran.
c) Tujuan pembelajaran dapat membantu daam mendesain sistem pembelajaran.
Berdasarkan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan, maka seluruh komponen
dalam desain pembelajaran disusun dalam rangka pencapaian tujuan secara
optimal.
d) Tujuan pembelajaran dapat di gunakan sebagai control dalam menentukan batas-
batas dan kualitas pebelajaran.

3
D. Cara Merumuskan Tujuan Pembelajaran
Dalam sebuah perencanaan pembelajaran tertulis, untuk merumuskan tujuan
pembelajaran tidak dapat dilakukan secara sembarang, tetapi harus memenuhi beberapa
kaidah atau kriteria tertentu. James Popham dan Eva Baker (2005) menyarankan 2
kriteria yang harus dipenuhi dalam memilih tujuan pembelajaran, yaitu: a. referensi nilai
guru yaitu cara pandang dan keyakinan guru mengenai apa yang penting dan seharusnya
di ajarkan kepada peserta didik serta bagaimana cara membelajarkannya; dan
b. analisis taksonomi perilaku. Melalui taksonimi perilaku, guru akan dapat menitik
beratkan bentuk dan jenis pembelajaran yang akan dikembangkan apakah seorang guru
hendak menitikberatkan pada pembelajaran kognitif, afektif dan psikomotor.
Pada bagian lain, Hamsah uno (2008), Umar Tirtarahaja (1987) mengemukakan
tentang teknis penyusunan tujuan pembelajaran dalam format A B C D ( audience,
behavior, condition, dan degree). Di bawah ini akan dijelaskan lebih lanjut tentang format
tersebut
1. Audience
secara verbal audience diartikan sebagai pendengar dalam konteks pembelajaran,
yang dimaksud audience adalah pembelajar (peserta didik, atau mahapebelajar).
Audience adalah objek yang “di kenal” sasaran proses pembelajaran, audience
juga sebagai “pelaku” dalam pembelajaran. Contoh rumusan tujuan: peserta didik
diharapkan dapat menuliskan pengertian belajar. Dari contoh terseut. Audience-
nya adalah “peserta didik”
2. Behavior
Behavior merupakan perikau atau aktivtas suatu proses. Dalam pembelajaran
behavior Nampak pada aktivitas peserta didik dalam pembelajaran. Potendi
peserta didik di optimalisasikan dalam kondisi ini, karena pebelajarlah yang
menjadi sasaran pembelajaran sekaligus sebagai pelakunya.
Pembelajaran tampa adanya tingkah laku peserta didik atau aktivitas peserta didik
tidak mungkin dilakukan. Aktivitas sederhana gambaran behavior peserta didik
adalah mendengarkan, menyimak, atau proses lainnya. Aktivitas peserta didik
yang diharapkan harus disesuaikan dengan konten materi. Untuk itu ketika kita
mengembangkan silabus harus jelas pemetaan materinya.
3. Condition
Kata condition, di antikan sebagai keadaan atau kondisi. Dalam monteks
pembelajaran, kondisi dimaksudkan sebagai persyaratan yang perlu dipenuhi agar
perilaku yang diharapkan dapat di capai.
4. Degree
Degree bisa diartikan sebagai perbandingan atau bandingan. Dalam konteks
tujuan pembelajaran degree adalah merupakan tingkat penampilan yang dapat di
terima oleh peserta didik setelah melalui rangkaian proses pembelajaran.

4
E. Taksonomi Tujuan Pembelajaran
Bloom dan kawan-kawan pada tahun 1956 menyusun klasifikasi (taxonomy)
tujuan pembelajaran. menurut mereka tujuan pembelajaran di bagi menjadi tiga rana
(domain), yaitu kognitif, afektif, dan psikomotorik.
a. Domain kognitif
Domain kognitif ini berkenaan dengan ingatan atau pengenalan terhadap
pengetahuan dan keterampilan berfikir. Pada domain ini, tujuan di bagi atas enam
jentang yaitu pengetahuan, pemahaman, aplikasi, analisis, sentisis, dan evaluasi.
Keenam jenjang itu bersifat hierakhir, atinya jenjang yang ada menjadi prasyarat
jenjang di atasnya. Jenajng yang di bawahnya harus dicapai lebih dahulu agar
dapat mencapai jenjang yang ada di atasnya.
b. Domain efektif
Kratwohl. Bloom dan Maisa (1964) mengembangkan taksonomi tujuan
yang erorientasikan kepada sikap atau efektif. Taksonomi ini menggambarkan
proses seseorang didalam mengenali dan mengadopsi nilai dan sikap tertentu yang
menjadi pedoman baginya dalam bertingkah laku. Kratwohl mengelompokkan
tujuan kedalam lima tingkatan yaitu: pengenalan / penerimaan (receifing),
pemberian respon (responding), penghargaan nilai (valuing), pengorganisasian
(organizing), pengalaman (characterization).
c. Domain psikomotorik
Tujuan pembelajaran domain atau kawasan psikomotorik di kembangkan
oleh Harrow (1972) terdiri dari 5 tingkat berikut:
1. Meniru (limitation)
Tujuan pembelajaran pada tingkat ini mengharapkan peserta didik untuk
dapat meniru suatu perilaku yang dilhatnya.
2. Manipulasi (manipulation)
Pada tingkat ini peserta didik di harapkan untuk melakukan suatu perilaku
tanpa alat bantu visual sebagaimana perilaku pada tingkat meniru.
3. Ketepatan gerakan (precision)
Pada tingkat ini peserta didik menunjukkan perilaku tanpa menggunakan
contoh visual maupun petunjuk tertulis, dan melakukannya dengan lancar,
tepat, seimbang dan akurat.
4. Artikulasi (Erticulation)
Pada tingkat ini peserta didik diharapkan melakukan untuk menunjukkan
serangkaian gerakan dengan akurat, karena dengan urutan yang benar dan
kecepan yang tepat.
5. Naturalisasi (Naturalization)
Pada tingkat ini peserta didik diharapkan melakukan gerakan tertentu
secara spontan atau otomatis. Peserta didik melakukan gerakan tersebut tanpa
berfikir lagi cara melakukan dan urutannya.

5
BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Perumusan tujuan dalam pembelajaran merupakan perumusan yang jelas dimana
memuat pernyataan tentang kemampuan dan tingkah laku peserta didik setelah mengikuti
suatu program pengajaran tertentu untuk suatu topik atau subtopik tertentu.
Dalam merumuskan tujuan harus menetapkan jenis hasil belajar yang dapat di bedakan
menjadi tiga domain yaitu domain kognitif, afektif dan psikomotorik. Dalam merumuskan
tujuan khusus hendaknya harus mencakup unsur-unsur atau komponen yang di kenal dengan
singkatan ABCD (Audience, Behavior, Condition, Degree).

B. SARAN
Makalah ini masih belum sempurna, oleh karena itu dalam menyusun makalah ini penulis
meminta kritikan dan saran dari ibu dosen dan para pembaca agar makalah ini menjadi lebih
baik.

6
DAFTAR PUSTAKA

Abd. Haling, 2007. Belajar dan Pembelajaran. Makassar: Badan penerbit UNM
Budiningsih, C. Asri. 2005. Belajar dan pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta
Dr. Oemar Hamalik, “Kurikulum dan pembelajaran” (Jakarta: Bumi Aksara, 2005), h.
Hamzah, B.U. 2007. Perencanaan pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.

iii