Anda di halaman 1dari 9

VERBATIM KONSELING INDIVIDU

(RET dengan Teknik Homework, Social-Modelling dan Simulation-Imitation)

PERTEMUAN 1
Subjek Dialog Keterampilan
Komunikasi
Konseli Assalamu’alaikum
Salam
Selamat siang Bu
Konselor Walaikum salam Opening / Good
Selamat siang…Oh iya.. silahkan duduk
Raport
(tersenyum lalu menunjukkan dan mempersilahkan konseli
ketempat duduk) Attending
Konselor Alhamdulilah bisa ketemu hari ini ya. Bagaimana kabarmu
Good raport
hari ini, Tamara?
Konseli Alhamdulillah baik, bu.
Konselor Ngomong-ngomong Tamara sudah bisa kesini apakah
Good Raport
kegiatan belajar via daring nya sudah selesai?
Konseli Sudah bu, tadi terakhir jam 12 pelajaran Bahasa Indonesia,
Bu Auliya, dikasih tugas aja.
Konselor Apakah tugasnya sudah selesai? Good Report
Konseli Sudah bu, sudah saya kerjakan kok, terus langsung kesini
deh bu. Mumpung ada waktu juga.
Konselor Oh baik kalau begitu, takutnya kalau Tamara belum
Good Raport
mengerjakan tugas.
Konseli Hehe, tidak kok bu. Oiya Bu, saya ingin cerita banyak ini bu
(nampak murung)
Konselor Iya, seperti yang sudah kita sepakati di WA kemarin malam
kalau kita akan bertemu. Pasti ada beberapa hal yang ingin Lead
diceritakan. Coba kemukakan apa yang Tamara rasakan
Konseli Iya bu, tapi saya bingung harus cerita darimana. Kira-kira ini
nanti berapa lama ya bu waktunya? Kita bisa ketemu lain
hari kan bu?
Konselor Nanti pelan-pelan saja ceritanya, tidak usah terburu-buru ya,
waktu kita sesuaikan saja, saya ada janji dengan Kepala
Structuring
Sekolah pukul 2 siang, ini masih ada 40 menit. Kalau nanti
(time limit)
dirasa masih perlu, kita bisa bertemu kembali dihari lain,
bisa hubungi ibu dulu untuk janjian begitu ya.
Konseli Baik bu, nanti kalau sudah jam 2, diakhiri dulu ya bu
pertemuan ini. Ibu ga akan cerita dengan siapa-siapa kan bu?
Saya takut nanti kejadian yang saya alami ini diketahui
teman-teman dan guru, nanti saya malu.
Konselor Tenang saja, ibu tidak akan menceritakan masalah ini
kepada siapa-siapa. Karena ada kode etik mengikat. Silahkan
Structuring
Tamara cerita saja dengan terbuka, santai dan percaya
(role limit)
kepada ibu. Dengan begitu kita bisa mencari solusinya
bersama-sama.
Konseli Baik bu, dengan begini saya jadi tenang akan cerita dengan
ibu.
Konselor Baik kalau begitu, coba ceritakan apa yang dirasakan
Lead
Tamara saat ini.
Konseli Bagaimana ya bu, saya bingung untuk mengatakannya.
Konselor Tidak usah bingung ya, saya akan mendengarkan semua
yang diceritakan Tamara, semoga satu persatu masalah bisa Acceptance
dipecahkan dan tidak ada hambatan. Bagaimana?
Konseli Iya bu, begini ceritanya, pacar saya meninggal 6 bulan yang
lalu. Saya merasa sedih sekali bu. Pacar saya meninggal saat
mau menjemput saya di sekolah bu. Dan kejadiannya terjadi A (Activity)
didepan mata saya. Saya merasa menyesal, kenapa saya
harus minta dijemput sama dia bu
Konselor Ya..ya..ya.. Saya memahami perasaan Tamara. Empathy
Konseli Padahal saya sangat sayang kepada dia bu. Malah saya
sendiri yang mencelakakan dia
Konselor Ehmm ya ya (mengangguk-angguk) Acceptance
Konselor Coba ceritakan kronologi peristiwa kecelakaan itu Tamara Exploring
Konseli Sore itu saya pengen banget ketemu sama pacar saya.
Akhirnya saya chat pacar saya yang sudah SMA, untuk
menjemput saya di sekolah. Kebetulan saya ada latihan nari
di sekolah sampai sore, dan dia sedang tidak ada kegiatan
dirumah. Diapun mau bu. Ketika selesai latihan nari, saya
langsung keluar dan menunggu didekat gerbang sekolah. Activity
Baru 5 menit saya disitu, terdengar suara keras banget motor
yang nabrak. Saya lihat ada motor Ninja sudah terguling dan
ada bus. Langsung saya menangis histeris dan pingsan. Tak
percaya ini cepat sekali terjadi. Kenapa saya minta dijemput
saat itu. (menangis).
Konselor Miris sekali ya kejadiannya. Saya bisa merasakan apa yang
Empathy
Tamara rasakan saat itu.
Konselor Berarti dengan kata lain Tamara merasa ini semua adalah
Clarification
kesalahan Tamara
Konseli Iya bu, saya merasa ini semua adalah kesalahan saya. Saya
berpikir juga harus mati untuk menebus kesalahan ini bu.
Konselor Coba dipikir dua, tiga kali lagi apakah berpikir seperti itu
Rejection
sudah sesuai?
Konseli Entahlah bu.
Konselor Bagaimana dengan orang tua Tamara dan orang tua pacar
Lead
Tamara?
Konseli Ibu bapak saya selalu menguatkan saya bu, walaupun sampai
sekarang saya pun belum bisa memaafkan diri saya sendiri.
Kalau bapak dan ibu pacar saya, mereka berusaha tegar dan
menerima hal ini sebagai ujian. Mereka tidak membenci
saya bu, saya sangat bersyukur. Bahkan mereka seperti
menganggap saya anak sendiri. Sehingga kalau pulang
sekolah, kadang saya mampir kesana dan berdoa bersama
mendoakan almarhum.
Konselor Ibu dan bapak selalu menguatkan Tamara ya dan juga kedua
Restatement
orang tua pacar tidak membenci Tamara
Konselor Nah, mari kita pikirkan bersama-sama Tamara. Keluarga
selalu menguatkan Tamara. Tetapi Tamara ingin menebus
Belief
kesalahan dengan ikut mati. Apakah menurut Tamara itu
cara yang paling tepat?
Konseli Gimana ya bu, saya selalu dikejar-kejar perasaan bersalah,
betapa saya jahat kepada pacar saya ini. Terkadang memang
terlintas pikiran seperti itu bu.
Konselor Jadi menurut Tamara, karena kematian pacar, Tamara selalu
merasa bersalah dan berpikir ingin ikut mati saja tanpa
menghiraukan keluargamu dan keluarga pacar yang Paraphrasing
menyayangimu . Hal itu merupakan keputusan yang tepat.
Begitu?
Konseli Iya bu, saya rasa itu cara terbaik dalam menyelesaikan
masalah ini. Untuk apa saya hidup kalau pacar saya tidak
ada. Hidup terasa hampa bu.
Konselor Baiklah Tamara coba tenangkan pikiran terlebih dahulu. Confrontation
Dengan ikut mati apakah masalah itu dirasa sudah selesai ?
Apa dengan kematian Tamara, orang tua juga tenang,
begitu ? Bukannnya dengan ikut mati dengan bunuh diri,
berarti menambah permasalahan karena orang tua harus
kehilangan anak secantik Tamara?
Konseli Iya sih, bu sepertinya saya malah menambah masalah
dengan bunuh diri, tetapi saya tidak tahu dengan cara apa
lagi agar bisa menyelesaikan masalah.
Konselor Nah, berarti Tamara sekarang merasa bahwa ikut mati
Belief
bukanlah solusi dari permasalahan ini bukan?
Konseli Ya, bu saya mengerti itu. Tapi saya masih belum bisa
memaafkan diri saya atas meninggalnya pacar saya, saya
masih merasa bersalah karena itu bu. Merasa akar masalah
yang terjadi adalah karena saya.
Konselor Tamara, kalau orang tua pacarmu saja bisa tegar dan
menerima kenyataan bahwa anaknya sudah meninggal,
Confrontation
mengapa dirimu tidak bisa sekuat mereka? Padahal kalian
sama-sama menyayangi dia.
Konseli Iya sih bu. Mungkin saya yang berpikir terlalu pendek.
Konselor Tamara sekarang ini belum pernah membicarakan masalah
ini kepada orang tua? Atau sekedar curhat tentang perasaan Lead
Tamara kepada orang tua?
Konseli Belum bu saya bingung bagaimana cara untuk memulai
membicarakan hal ini, saya takut orangtua saya berpikir saya
mulai tidak fokus sekolah. Sekarang saya malah merasa
pusing dan lemas bu.
Konselor Kamu sekarang pusing dan lemas ? kamu butuh istirahat
Lead
Tamara ?
Konseli Sepertinya iya bu, bagaimana kalau dilanjutkan besok saja ?
Konselor Ya sudah tidak apa-apa, bagaimana kalau Tamara Ibu beri
Teknik
tugas untuk menuliskan kebaikan orangtua Tamara dan
Homework
orangtua pacar Tamara? Kerjakan di rumah ya.
Konseli Oh baiklah bu, saya akan mengerjakan dengan tenang
dirumah.
Konselor Baik, sekarang coba Tamara simpulkan apa yang didapatkan
Termination
pada pertemuan kita hari ini?
Konseli Saya merasa saya ini sangat bersalah telah menyebabkan
pacar saya mati. Saya sangat terganggu dan sedih. Namun
saya tidak tahu bagaimana agar masalah ini cepat selesai dan
hidup saya menjadi tenang. Dan saya diberi tugas oleh Ibu
untuk menuliskan kebaikan orang tua saya dan orang tua
pacar saya.
Konselor Tamara yakin bisa pulang dalam keadaan seperti ini? Ibu
antarkan sampai rumah ya?
Konseli Tidak usah bu, saya bisa pulang sendiri.
Konselor Baik Tamara, silakan pulang dan beristirahat ya Termination
Konseli Iya bu, besok saya hubungi ibu dulu ya. Terimakasih ya bu.
Saya pulang duluan.
Assalamu’alaikum.
Konselor Sama-sama Tamara. Hati-hati dijalan Termination
Walaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh Salam
PERTEMUAN II
Subjek Dialog Keterampilan
Komunikasi
Konseli Assalamu’alaikum Bus Salam
Konselor Wa’alaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh
Good Raport
Silahkan masuk dan silahkan duduk Tamara
Konseli Iya bu, terima kasih
Konselor Bagaimana kabarnya hari ini Tamara?
Good Raport
Coba bacakan apa saja yang sudah kamu kerjakan di
Lead
rumah?
Konseli Alhamdulillah sudah agak mendingan bu rasanya.
Baik bu
Kalau kebaikan orang tua saya….segala-galanya bu.
Mereka itu orangtua terbaik saya bu. Mereka tidak pernah
marah, ramah sekali, selalu mendukung yang saya lakukan.
Semua kebutuhan dipenuhi bu.
Kalau kebaikan orangtua almarhum pacar saya, mereka itu
sayang kepada saya, welcome bu, bahkan sudah seperti
anaknya sendiri.
Dan saya menjadi sadar bahwa apa yang saya pikirkan dan
niati itu ternyata salah dan malah merugikan diri saya
sendiri dan merugikan orang lain. Terutama orangtua saya
bu. Malah nantinya saya yang akan menambah masalah
mereka.
Konselor Wah, senang sekali ibu mendengarnya. Tamara sudah
mulai bisa memahami keadaan. Reinforcement
Berarti kita dapat melanjutkan pembicaraan kita yang Lead
kemarin kalau begitu Tamara?
Konseli Iya bu saya sudah memikirkannya dirumah, sepertinya saya
memang salah, selain itu disatu sisi yang lain saya merasa
Disputing
kasihan kepada bapak ibu jika saya mati, pasti mereka
sangat terpukul dan malu karena anaknya bunuh diri.
Konselor Nah itu bagus sekali pemikiran seperti itu Tamara, ibu
bangga kamu tidak hanya memikirkan dirimu sendiri, Reinforcement
tetapi juga memikirkan orangtua.
Konseli Saya juga berpikir harus membicararakan masalah ini
kepada orangtua saya. Tetapi saya masih bingung
bagaimana memulainya, bu ?
Konselor Oke… Ibu bantu ya kalau begitu untuk memulai
percakapannya. Ibu beri contoh suatu simulasi, bagaimana
Teknik
cara berbicara dengan baik kepada orangtua Tamara, ibu
Simulation-
sebagai ibu dari Tamara, Tamara memperankan sebagai
Imitation
diri sendiri kemudian nanti dipraktekkan di rumah,
bagaimana?
Konseli Baik bu, saya rasa demikian juga tidak apa-apa.
Konseli Bu, saya ingin membicarakan sesuatu yang penting kepada
(Simulator I ) ibu.
Konselor Iya, ada apa, nak? katakan saja. Teknik
(Simulator II- Simulation-
Ibu Tamara) Imitation
Konseli Saya masih belum bisa menerima kenyataan kalau kak
(Simulator I) Diva harus meninggal dan itu karena saya bu. Saya sangat
merasa bersalah sehingga saya tidak bisa fokus sekolah dan
selalu ingin melamun dan terus menangis
Konselor Iya sayang, ibu tahu bagaimana perasaanmu, tetapi dunia
Teknik
(Simulator II) mu tidak terhenti hanya karena kematian Diva Kalau kamu
Simulation-
berusaha tegar dan merelakan, Diva pasti tenang
Imitation
dialamnya.
Konseli Iya sih bu, tapi sungguh susah kalau di sekolah harus fokus
(Simulator I) ke pelajaran dan pikiran Tamara kearah kematian kak Diva
terus bu. Seakan pengen mati saja bu.
Konselor Sayang, terus berdoa’ ya dan ikhlaskan kepergian Diva,
(Simulator II) life must go on nak. Jangan berpikir pendek seperti itu.
Kalau anak ibu harus mati, kepada siapa ibu akan Teknik
bercanda. Ibu dan bapak pasti akan sangat sedih. Kamu Simulation-
tidak mau kan ibu bapak sedih? Imitation
Ibu saja tidak menyalahkan kamu kok nak, itu semua hanya
perasaan mu saja yang terlalu sedih.
Konseli Ibu... maafin Tamara yang berpikir buruk seperti ini ya bu.
(Simulator II) Tamara akui kalau memang egois memikirkan ini
sendirian. Tamara ingin membuat Ibu Bapak bahagia dan
bangga kepada Tamara
Konselor Dan satu hal lagi. Terus mohon kepada Allah supaya diberi Teknik
(Simulator II ) kenyamanan hidup ya. Allah tidak akan memberi cobaan Simulation-
diluar kemampuan umat-Nya nak. Imitation
Konseli Iya bu, saya sadar, sekarang saya sering melamun,
(Simulator I) menangis dan tidak fokus ke pelajaran sekolah mungkin
karena kurang berdoa’ juga ya bu kepada Allah.
Konselor Nah itulah sebabnya mengapa ibu menyuruh kamu berdoa Teknik
(Simulator II) terus. Ibu melakukan itu hanya untuk kebaikanmu saja, Simulation-
Nak. Imitation
Konseli Iya bu sekarang saya sadar saya memang salah. Maafkan
( Simulator I) saya ya bu, kalau jadi menyusahkan ibu.
Konselor Iya nak, ibu sudah memaafkan kamu kok. jadikan itu Teknik
(Simulator II) sebagai pembelajaran bagi hidupmu bahwa hidup tak Simulation-
selamanya indah. Imitation
Konseli Iya bu saya berusaha menyenangkan ibu dan bapak. Dan
tentunya saya akan terus mendoakan kak Diva tenang di
akhirat.
Konselor Nah itulah contoh simulasi dari ibu, sekarang setelah
Lead /
praktek simulasi tadi, apa yang Tamara rasakan dan
Disputing
hikmahnya apa?
Konseli Wah saya mendapat hikmah bu, setelah praktek dengan ibu
tadi, ternyata untuk menjalin komunikasi yang baik dengan
orang tua, saya harus berkomunikasi seperti yang diajarkan
ibu tadi. Dan saya merasa lebih enteng bu. Sudah mulai
timbul keberanian untuk berbicara kepada orang tua. Dan
saya yakin, orangtua pasti bijaksana dalam menghadapi hal
ini.
Konselor Wah bagus sekali hikmah yang kamu dapat Tamara. Ibu
Reinforcement
senang sekali.
Konselor Itulah orang tua Tamara, semua orang tua pasti
menginginkan anaknya bahagia. Sekarang coba bayangkan
kalau Tamara tidak mempunyai bapak dan ibu, kepada
Teknik Social
siapa Tamara akan mendapat perlindungan dan kasih
-Modelling
sayang. Padahal diluar sana banyak yang yatim piatu
Bukankah Tamara termasuk orang yang beruntung yang
masih punya bapak dan ibu yang sayang kepada Tamara?
Konseli Benar juga ya bu. saya mungkin hanya takut dan bingung Disputing
bagaimana bicara dengan ibu dan bapak saja. Dan saya
harus bersyukur telah memiliki keduanya yang sebenarnya
sayang kepada saya.
Konselor Ibu senang sekali dan tidak menyangka bahwa Tamara bisa
Reinforcement
berfikir sebijaksana itu. Tingkatkan ya.
Konselor Melihat dari raut wajah Tamara, sepertinya sudah lega ya Reflection of
dan sudah bersemangat kembali. Feeling
Konseli Ahh iya bu, senang rasanya.
Konselor Nah, tanpa komunikasi yang baik masalah yang dihadapi
Tamara tidak akan cepat terselesaikan dan malah menjadi Advice
pikiran yang macam-macam.
Konseli Iya bu saya juga berpikir demikian sekarang.
Konselor Kalau begitu Tamara coba melakukan seperti yang
Teknik
disimulasikan tadi dengan orangtua dirumah.
Homework
Bagaimana ?
Konseli Iya bu saya akan coba mempraktekkan contoh yang tadi
ibu berikan di rumah. Pertemuan ini bisa kita lanjutkan
besok tidak bu? Soalnya saya ada janji dengan teman
sebentar lagi.
Konselor Ohh begitu, baiklah Tamara, besok ketemu lagi dengan ibu
ya. Dan laporkan kegiatan dari pembicaraanmu dengan Termination
orangtuamu kepada ibu besok ya.
Konseli Baik bu, dengan senang hati. Kalau begitu permisi dulu bu.
Terima kasih. Assalamu alaikum..
Konselor Ya sama-sama Tamara, praktekkan simulasi yang ibu
Termination
contohkan dirumah ya.
Salam
Wa’alaikumsalam Warahmatullah Wabarakatuh