Anda di halaman 1dari 13

BUKU JAWABAN UJIAN (BJU)

UAS TAKE HOME EXAM (THE)


SEMESTER 2020/21.1 (2020.2)

Nama Mahasiswa : Andrew William

Nomor Induk Mahasiswa/NIM : 043049814

Tanggal Lahir : Jakarta, 10 Juni 2000

Kode/Nama Mata Kuliah : ESPA4111/Pengantar Ekonomi Mikro

Kode/Nama Program Studi : 54/Manajemen-S1

Kode/Nama UPBJJ : 71/Surabaya

Hari/Tanggal UAS THE : Selasa, 15 Desember 2020

Tanda Tangan Peserta Ujian

Petunjuk

1. Anda wajib mengisi secara lengkap dan benar identitas pada cover BJU pada halaman ini.
2. Anda wajib mengisi dan menandatangani surat pernyataan kejujuran akademik.
3. Jawaban bisa dikerjakan dengan diketik atau tulis tangan.
4. Jawaban diunggah disertai dengan cover BJU dan surat pernyataan kejujuran akademik.

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


UNIVERSITAS TERBUKA
Surat Pernyataan
Mahasiswa
Kejujuran Akademik

Yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama Mahasiswa : Andrew William

NIM : 043049814

Kode/Nama Mata Kuliah : ESPA4111/Pengantar Ekonomi Mikro

Fakultas : Fakultas Ekonomi

Program Studi : 54/Manajemen-S1

UPBJJ-UT : 71/Surabaya

1. Saya tidak menerima naskah UAS THE dari siapapun selain mengunduh dari aplikasi THE pada
laman https://the.ut.ac.id.
2. Saya tidak memberikan naskah UAS THE kepada siapapun.
3. Saya tidak menerima dan atau memberikan bantuan dalam bentuk apapun dalam pengerjaan soal
ujian UAS THE.
4. Saya tidak melakukan plagiasi atas pekerjaan orang lain (menyalin dan mengakuinya sebagai
pekerjaan saya).
5. Saya memahami bahwa segala tindakan kecurangan akan mendapatkan hukuman sesuai dengan
aturan akademik yang berlaku di Universitas Terbuka.
6. Saya bersedia menjunjung tinggi ketertiban, kedisiplinan, dan integritas akademik dengan
tidak melakukan kecurangan, joki, menyebarluaskan soal dan jawaban UAS THE melalui media
apapun, serta tindakan tidak terpuji lainnya yang bertentangan dengan peraturan akademik
Universitas Terbuka.

Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya. Apabila di kemudian hari terdapat
pelanggaran atas pernyataan di atas, saya bersedia bertanggung jawab dan menanggung sanksi akademik
yang ditetapkan oleh Universitas Terbuka.

Jakarta, 15 Desember 2020

Yang Membuat Pernyataan

Andrew William
1. Berdasarkan gambar yang sudah diberikan,
a. Pergerakan di sepanjang kurva menunjukkan perubahan jumlah yang diminta
karena perubahan harganya. Pada kurva permintaan, pergerakan dari suatu titik
ke titik lain di kurva permintaan yang sama diakibatkan dari perubahan kuantitas
yang diminta. Pada kurva penawaran ada perubahan jumlah yang ditawarkan,
bila terjadi perubahan pada harga maupun pada jumlah yang ditawarkan. Ini
ditunjukkan dari pergerakan di sepanjang kurva penawaran yang sama.
b. Pergeseran kurva permintaan terjadi bila ada perubahan keinginan dan
kemampuan untuk membeli suatu barang pada setiap tingkat harga barang. Hal
ini tercermin pada pergeseran kurva permintaan ke kiri atau ke kanan yang
disebabkan oleh perubahan determinan-determinan permintaan selain harga
barang itu sendiri, yaitu perubahan selera, pendapatan, harga barang-barang lain
yang bersangkutan, dan prakiraan harga serta pendapatan konsumen di masa
depan. Secara ringkas dapat dikatakan jika terjadi kenaikan permintaan suatu
barang, di mana konsumen membeli suatu barang dalam jumlah lebih banyak
pada setiap tingkat harga dapat disebabkan oleh kenaikan preferensi atau selera
konsumen akan barang tersebut, bertambahnya jumlah pembeli di pasar,
kenaikan pendapatan (bila barang tersebut merupakan barang normal) atau
penurunan pendapatan (bila barang tersebut merupakan barang inferior),
kenaikan harga barang-barang substitusi atau penurunan harga barang-barang
pelengkap (komplementer), dan ekspektasi bahwa harga-harga barang turun
atau pendapatannya naik. Sebaliknya terjadi penurunan permintaan suatu
barang yang ditunjukkan oleh pergeseran ke kiri kurva permintaan mungkin
disebabkan oleh penurunan preferensi atau selera konsumen akan barang
tersebut, berkurangnya jumlah pembeli di pasar, penurunan pendapatan bila
barang tersebut merupakan barang normal atau kenaikan pendapatan bila
merupakan barang inferior, penurunan harga barang-barang substitusi atau
kenaikan harga barang-barang komplementer, dan/atau ekspektasi bahwa harga
barang-barang akan naik atau pendapatan konsumen turun. Contoh pergeseran
kurva permintaan seperti ada di grafik di bawah:
Sedangkan pergeseran penawaran ditunjukkan oleh pergeseran seluruh kurva
atau skedul penawaran, yang disebabkan oleh perubahan salah satu atau
beberapa determinan bukan harga yang menentukan penawaran. Perubahan
jumlah yang ditawarkan menunjukkan gerakan perpindahan dari satu titik ke titik
lain di sepanjang kurva penawaran yang sama. Bila faktor-faktor bukan harga
yang menentukan penawaran adalah tetap (ceteris paribus), maka perubahan
harga sendiri akan menyebabkan perubahan kuantitas yang ditawarkan. Faktor-
faktor selain harga sendiri yang mempengaruhi penawaran pada dasarnya
adalah:

1) Teknik Produksi dan Harga Faktor Produksi. Ini merupakan dua hal yang
mempengaruhi kuantitas produksi. Para produsen menawarkan dan
menjual produk dengan tujuan memperoleh keuntungan maksimal.
Keuntungan adalah selisih antara harga jual produk dengan biaya produksi.
Semakin besar keuntungan maka semakin banyak barang diproduksi dan
ditawarkan. Bila harga jual tetap tidak berubah maka keuntungan lebih
besar bila biaya produksi turun. Maka penurunan biaya produksi akan
menaikkan penawaran. Teknik produksi yang lebih efisien dan/atau
penurunan harga faktor produksi menyebabkan penurunan biaya produksi
dan selanjutnya menaikkan penawaran. Sebaliknya kenaikan harga faktor
produksi atau penggunaan teknologi yang kurang efisien menyebabkan
penurunan penawaran.
2) Perubahan Harga Barang-barang lain. Penurunan harga padi menyebabkan
petani memproduksi dan menawarkan lebih banyak jagung, sebaliknya bila
terjadi kenaikan harga padi maka produksi dan penawaran jagung
menurun.
3) Ekspektasi harga di Masa Depan. Pada umumnya bila ekspektasi harga di
masa, depan naik maka produsen mengurangi penawaran sekarang dan
menaikkan penawaran di masa depan, tetapi jika terjadi ekspektasi
kenaikan harga menyebabkan produsen segera menaikkan produksi yang
berarti penawarannya naik.
4) Banyaknya Produsen. Bila skala produksi setiap perusahaan sudah tertentu
dan sama maka jumlah produsen yang semakin banyak menyebabkan
kenaikan penawaran, semakin sedikit jumlah produsen yang ada di dalam
suatu industri maka penawaran menurun.
5) Pajak dan subsidi. Dua hal ini mempengaruhi biaya produksi seperti juga
halnya teknik produksi dan harga input. Pengenaan pajak menyebabkan
kenaikan biaya produksi dan sebaliknya pemberian subsidi
menurunkannya. Jadi pengenaan pajak akan menurunkan penawaran dan
pemberian subsidi akan menaikkan penawaran.

Sehingga berdasarkan faktor-faktor yang sudah diberikan, dapat disintesikan


dalam bentuk tabel sebagai berikut:
1) Tabel Hubungan Antara Faktor yang Mempengaruhi Permintaan dengan
Perubahan pada Kurva
2) Tabel Hubungan Antara Faktor yang Mempengaruhi Penawaran dengan
Perubahan pada Kurva

c. Jika harga yang terjadi di bawah harga keseimbangan, maka akan menyebabkan
kuantitas yang diminta lebih besar daripada kuantitas yang ditawarkan
(kekurangan barang di pasar), sedangkan jika harga yang terjadi di atas harga
keseimbangan, maka akan menyebabkan kuantitas yang diminta lebih sedikit
daripada kuantitas yang ditawarkan (kelebihan barang di pasar).
2. Berdasarkan pendekatan ordinal yang ada, maka:
a. Ciri-ciri kurva indeferensi adalah:

i. Berlereng menurun atau negatif. Kurvanya berbentuk menurun dari kiri


atas ke kanan bawah. Hal ini karena bila jumlah suatu barang dalam suatu
bundel konsumsi dikurangi maka jumlah barang lain harus ditambah agar
tetap dapat memperoleh tingkat daya guna total yang sama.
ii. Bentuknya cembung ke arah titik origin. Hal ini menunjukkan derajat
penggantian antar barang konsumsi semakin menurun. Derajat
penggantian menunjukkan berapa satuan barang harus ditambahkan pada
suatu bundel konsumsi agar diperoleh daya guna total yang sama bila
barang konsumsi lain dikurangi satu satuan.
iii. Kurva-kurva indiferensi tidak saling memotong. Bila kurva-kurva tersebut
berpotongan maka tidak konsisten dengan definisi. Lihat Gambar di bawah
ini yang menunjukkan perpotongan antara dua kurva indiferensi yang
berarti kombinasi titik A memberikan kepuasan atau daya guna total
berbeda. Hal ini tidak mungkin terjadi karena pada titik kombinasi yang
sama, katakanlah di titik A diperoleh tingkat kepuasan total atau dayaguna
total yang besarnya berbeda.

b. Proses seorang konsumen membelanjakan pendapatannya hingga mencapai


kepuasan maksimal dengan menggunakan analisis kurva indiferensi adalah
sebagai berikut: Secara grafik tujuan konsumen bisa dicapai bila ia memilih
kombinasi yang berada pada kurva indiferensi paling tinggi yang dapat disinggung
oleh garis kendala anggaran. Hal ini karena kombinasi-kombinasi (bundel
konsumsi) yang terletak di atas garis anggaran tidak dapat dicapai oleh konsumen
tersebut. Garis singgung pada kurva indiferensi menunjukkan derajat
penggantian konsumsi antara dua barang konsumsi tersebut. Titik keseimbangan
di mana konsumen memperoleh kepuasan (daya guna total) maksimum adalah
pada titik singgung antara garis kendala anggaran dengan kurva indiferensi
tertinggi yang dapat dicapai. Pada gambar dibawah terlihat konsumen mencapai
kepuasan maksimum di titik A pada kurva indiferensi I1 yang secara maksimal
dapat dicapai. Karena konsumen membelanjakan semua pendapatannya maka ia
akan beroperasi pada titik-titik di sepanjang garis kendala anggaran. Ia tidak akan
memilih titik C atau titik D meskipun pendapatannya mampu untuk membeli
kombinasi pada titik-titik tersebut karena ia hanya mencapai kurva indiferensi Io
yang hanya memberikan kepuasan lebih kecil daripada kepuasan yang
ditunjukkan oleh kurva indiferensi I1. Tentu saja ia ingin mencapai kurva
indiferensi I2 dan memilih titik B. Tetapi ini tak bisa dilakukan karena kombinasi
pada titik B terletak di luar jangkauan kendala pendapatan. Titik A merupakan
titik keseimbangan konsumen. Jadi dapat dikatakan pada harga X dan Y tertentu
yang nisbahnya ditunjukkan oleh koefisien lereng garis kendala anggaran maka
kuantitas barang X dan barang Y yang diminta sebanyak X o dan Yo.

3. Berdasarkan penjelasan diatas:


a. Untuk memproduksi barang atau jasa, perusahaan memerlukan faktor-faktor
produksi. Dengan kata lain, untuk memproduksi output diperlukan input. Teori
produksi membahas hubungan antara input dan output atau hubungan antara
kuantitas produk dan faktor-faktor produksi yang digunakan untuk
memproduksi. Dalam produksi, terdapat berbagai macam periode produksi yaitu
jangka pendek dan jangka panjang.
i. Jangka Pendek
Analisis produksi yang menganggap salah satu input atau faktor produksi
dapat diubah sementara faktor-faktor produksi lain dianggap tidak
berubah merupakan periode jangka pendek. Hal sama juga untuk analisis
biaya produksi, di sini dikenal faktor produksi dan biaya tetap serta faktor
produksi dan biaya variabel. Dalam jangka pendek, perusahaan tak
mempunyai cukup waktu untuk mengubah tingkat penggunaan semua
faktor produksi, hanya sebagian saja yang bisa diubah. Hal ini karena
diperlukan waktu untuk mengadakan penyesuaian-penyesuaian. Dalam
jangka pendek, perusahaan tidak mempunyai cukup waktu untuk
mengubah kapasitas pabrik tetapi ia dapat mengubah tingkat penggunaan
input tertentu. Karena kapasitas pabrik sudah tertentu maka output bisa
diubah dengan menggunakan lebih banyak atau lebih sedikit tenaga kerja,
bahan-bahan, dan input lain.
ii. Jangka Panjang
Di dalam jangka panjang terdapat cukup waktu, hingga perusahaan bisa
mengubah semua faktor produksi atau input. Atau dengan kata lain semua
faktor adalah variabel. Perusahaan dapat mengubah semua input
termasuk kapasitas pabrik, yang meliputi juga mesin dan peralatan
produksi lain. Di sini termasuk kemungkinan masuknya perusahaan baru
ke dalam dan/atau keluarnya perusahaan yang telah ada dari industri
tersebut. Pada perusahaan konfeksi pakaian jadi hanya diperlukan waktu
cukup pendek untuk menambah kapasitas dengan membeli mesin jahit
baru. Namun mungkin diperlukan waktu satu atau dua tahun bagi
perusahaan industri baja untuk menaikkan kapasitas pabrik dengan
menambah tungku-tungku peleburan biji besi.
b. Terdapat keterkaitan antara perkembangan produk total, produk rata-rata serta
produk marjinal. Tahapan kenaikan produk total awalnya diikuti dengan
kenaikan produk rata-rata, hingga penggunaan faktor produksi tertentu akan
diikuti penurunan produk rata-rata. Begitu juga tahap kenaikan produk total
diikuti kenaikan produk marjinal hingga pada titik balik fungsi produk total,
selanjutnya akan diikuti penurunan kurva produk marjinal. Gambar di bawah ini
menawarkan tahap-tahap produksi yang bekerjasama dengan insiden aturan
kenaikan hasil yang makin berkurang. Gambar (A) melukiskan kurva produksi
total (PT) yang bergerak dari 0 menuju B, C dan M. Gambar (B) melukiskan sifat-
sifat dan gerakan produksi rata-rata (AP) dan produksi marginal (MP). Kedua
gambar ini bekerjasama erat.
Pada ketika kurva TP mulai berubah arah pada titik balik B (inflection point) maka
kurva MP mencapai titik maksimum. Itulah batas dimana aturan kenaikan hasil
yang semakin berkurang mulai berlaku (the law of diminishing marginal utility).
Kalau produk rata-rata pada banyak sekali tingkat pemakaian faktor itu diikuti,
maka terlihatlah bahwa produk rata-rata itu mula-mula naik dan sehabis
mencapai maksimum kemudian mulai turun. Secara teoritis produk rata-rata itu
akan mencapai nol apabila pemakaian faktor produksi sudah tak terhingga
banyaknya. Di dalam praktek hal ini tidak akan mungkin terjadi, alasannya ialah
siapakah yang akan menggunakan faktor produksi dalam jumlah yang tak
terhingga. Karena kurva produk rata-rata dan kurva produk marginal diturunkan
dari kurva produk total, maka sudahlah niscaya diantara ketiga kurva-kurva itu
terdapat suatu kekerabatan tertentu. Bentuk dari kurva produk rata-rata dan
kurva produk marginal akan tergantung dari bentuk kurva produk total. Apabila
dengan perubahan teknologi kurva produk total dari suatu proses produksi
berubah, maka secara otomotis kurva produk rata-rata dan kurva produk
marginal juga akan berubah. Untuk jelasnya kekerabatan ketiga kurva tersebut
di atas akan ditunjukkan dengan kekerabatan antara produk total, produk rata-
rata dan produk marginal sanggup disimpulkan sebagai berikut:
1) Mula-mula produk total mengalami kenaikan dengan hasil yang semakin
meningkat hingga mencapai titik balik B. Saat itu ditandai peningkatan
produk marginal hingga mencapai maksimum pada B’; produk rata-rata
juga terus naik dan berada di bawah produk marginal. Titik B inilah batas
perubahan arah kurva produk total dari cekung menjadi cembung
terhadap garis horizontal.
2) Setelah titik B, produk total mengalami kenaikan hasil yang berkurang;
produk marginal mulai turun. Pada ketika ini produk rata-rata masih naik
(dan masih berada di bawah produk marginal) hingga mencapai
maksimum di titik C’. Pada waktu produk rata-rata mencapai maksimum
di titik C’, produk marginal sama besarnya dengan produk rata-rata.
Setelah titik maksimum C’, produk rata-rata mulai turun tapi kini terletak
di atas produk marginal. Berarti produk rata-rata menjadi lebih besar dari
pada produk marjinal.
3) Pada waktu produk total mencapai maksimum di titik M, produk marginal
sama dengan nol terlihat dari kemiringan kurva produk total yang sejajar
dengan garis horizontal. Pada ketika itu produk rata-rata tetap bernilai
positif.
4) Setelah produk total melewati titik maksimum M, selanjutnya kurva
produk total mulai turun; hal ini diikuti nilai produk marjinal yang negatif,
sedang produk rata-rata tetap bernilai positif.

4. Berdasarkan grafik yang diberikan,


a. Pada pasar persaingan murni jangka pendek, laba maksimum dicapai pada
tingkat output di mana MC (biaya marginal) = MR (pemasukan marginal). Bila MC
< MR berarti laba belum maksimum pada kuantitas output tersebut, sebaliknya
bila MC > MR, laba total sudah menurun. Maka dari itu keseimbangan pasar
didapat saat MC = MR. Kurva penawaran individual, di mulai di bagian (titik) pada
MC = AVC karena bila MC > AVC maka perusahaan akan menghentikan produksi
karena kerugian akan lebih besar bila ia terus berproduksi. Bila menghentikan
produksi ia hanya menanggung kerugian sebesar biaya tetap total saja. Pada
pasar persaingan murni MR = P maka P = MR = MC. Ini disebut prinsip harga biaya
marjinal. Grafiknya dapat dilihat di bawah ini:

TITIK
KESEIMBANGAN

Berbeda dengan pasar persaingan murni jangka panjang dimana keseimbangan


perusahaan akan didapat saat MR = P = AC = MC dan harus terjadi pada titik di
mana AC minimum, menyimpulkan adanya efisiensi ekonomi dalam pasar
persaingan murni. Ini mempunyai arti sosial kemasyarakatan yang penting.
Analisis posisi keseimbangan persaingan murni jangka panjang menunjukkan
gambaran hasil yang sangat diinginkan dari sistem harga persaingan.
TITIK
KESEIMBANGAN

b. Gambar di bawah menunjukkan aplikasi formula MR ( = P) = MC. Di situ


digambarkan berbagai kurva biaya, tingkat harga atau pendapatan marjinal (MR)
yang ditentukan oleh interaksi kekuatan-kekuatan penawaran dan permintaan
pasar.

Tingkat harga yang berada pada titik kritis adalah P3 dan P1. Pada harga di bawah
P1, perusahaan akan menghentikan produksi bila harga lebih rendah daripada
biaya variabel rata-rata minimum. Bila perusahaan memproduksi sebanyak
kurang dari Q1 (titik potong P1 dan MC) satuan output pada harga P1 maka ini
hanya cukup menutup biaya variabel rata-rata saja dengan kerugian adalah
sebesar biaya tetap. Di sini tak ada beda bagi perusahaan apakah memproduksi
sebanyak kurang dari Q1 satuan output pada harga P1 atau menutup perusahaan.
Pada harga lebih rendah daripada P1, misalnya P2, produsen akan menutup
perusahaan dan tidak memproduksi output sama sekali. Pada harga P3
perusahaan akan memproduksi dan menawarkan sebanyak lebih dari Q1 satuan
output (titik potong P3 dan MC) seperti yang ditunjukkan oleh formula MR ( = P)
= MC. Ini merupakan titik pulang pokok karena harga hanya cukup untuk
menutup biaya rata-rata termasuk keuntungan normal. Pada harga P,
perusahaan akan memproduksi output sebanyak Q1 untuk meminimumkan
kerugian. Pada harga antara P1 dan P3 perusahaan akan meminimumkan
kerugian dengan memproduksi pada tingkat di mana MR (=P) = MC. Sedangkan
pada tingkat harga di atas P3, perusahaan memperoleh keuntungan yaitu pada
titik di mana MR ( = P) = MC.

DAFTAR PUSTAKA

Mansoer, F. W. 2020. Pengantar Ekonomi Mikro. Tangerang Selatan: Universitas Terbuka.

Anda mungkin juga menyukai