Anda di halaman 1dari 5

Tugas 2 Tutorial Online ESPA4111 Pengantar Ekonomi Mikro

Nama : Andrew William


NIM : 043049814
Program Studi : S-1 Manajemen
UPBJJ : Surabaya

Pertanyaan:
1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan pendapatan dan kekayaan dan sebutkan
serta jelaskan sumber-sumber pendapatan !
2. Jelaskan yang dimaksud dengan keseimbangan parsial dan keseimbangan
umum serta jelaskan gambarkan analisis keseimbangannya!
3. Jelaskan apa yang dimaksud dengan kegagalan pasar serta sebutkan dan
jelaskan 3 elemen utama kegagalan pasar!
Jawaban:
1. Pendapatan merupakan salah satu unsur yang paling utama dari pembentukan
laporan laba rugi dalam suatu perusahaan. Banyak yang bingung mengenai
istilah pendapatan. Hal ini disebabkan pendapatan dapat diartikan sebagai
revenue dan dapat juga diartikan sebagai income, maka income dapat diartikan
sebagai penghasilan dan kata revenue sebagai pendapatan penghasilan maupun
keuntungan. Pendapatan adalah pendapatan uang yang diterima dan diberikan
kepada subjek ekonomi berdasarkan prestasi-prestasi yang diserahkan yaitu
berupa pendapatan dari profesi yang dilakukan sendiri atau usaha perorangan
dan pendapatan dari kekayaan. Besarnya pendapatan seseorang bergantung
pada jenis pekerjaannya. Pendapatan sangat berpengaruh bagi keseluruhan
hidup perusahaan, semakin besar pendapatan yang diperoleh maka semakin
besar kemampuan perusahaan untuk membiayai segala pengeluaran dan
kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan oleh perusahaan. Selain itu pendapatan
juga berpengaruh terhadap laba rugi perusahaan yang tersaji dalam laporan laba
rugi maka, pendapatan adalah darah kehidupan dari suatu perusahaan.

Kekayaan merupakan nilai rupiah yang dimiliki pada suatu saat. Kekayaan
adalah stok seperti volume air di danau, sedangkan penghasilan merupakan
aliran (flow) per satuan waktu seperti aliran air di pipa plastik atau aliran
sungai. Kekayaan dibedakan antara kekayaan finansial dan kekayaan berwujud
(tangible). Yang pertama terdiri dari simpanan di bank berupa rekening
tabungan atau rekening giro, obligasi, saham, dana pensiunan, dan lainlain.
Yang ke dua terdiri dari pemilikan rumah, perhiasan, kendaraan, usaha (berupa
bangunan toko) atau bentuk lain. Semua nilai harta yang dimiliki disebut
kekayaan, sementara yang tidak dimiliki (dipinjami) nilainya disebut utang,
perbedaan keduanya disebut kekayaan bersih.
Sumber penghasilan seseorang adalah dari balas jasa atas hasil proses
produk dari faktor produksi yang dimiliki, ini berupa upah, sewa, bunga,
dan keuntungan dari tenaga kerja, properti, kapital, dan kewirausahaan.
Pendapatan berasal dari tenaga kerja dan pemilikan. Dari jasa tenaga kerja
diperoleh gaji dan upah, honorarium dan lain sebagainya. Dari pemilikan
diperoleh sewa, keuntungan perusahaan (dividen), dan bunga. Pada bagian
terakhir ini termasuk hasil keuntungan yang diperoleh dari kegiatan usaha
kecil. Dalam ekonomi pasar, pendapatan didistribusikan di antara para pemilik
faktor produksi berupa upah, keuntungan, sewa, dan bunga. Pendapatan
perorangan dibedakan menurut asalnya. Seseorang memiliki beberapa macam
faktor produksi. Misalnya, saudara Bakri memperoleh gaji dan honorarium
sebagai dosen universitas swasta, memperoleh bunga dari rekening simpanan
pada bank pemerintah, menerima dividen dari hasil saham perusahaan
asing/patungan, dan memperoleh sewa bulanan dari kamar asrama yang
disewakan kepada para mahasiswa. Pendapatan seseorang yang diperoleh
dalam sistem ekonomi pasar adalah sebesar penjumlahan kuantitas faktor
produksi yang dimiliki dikalikan dengan harga menurut pasar masing-masing
faktor produksi.

2. Keseimbangan pasar parsial merupakan analisis keseimbangan harga dan


output pada pasar yang merupakan komponen atau bagian sistem harga.
Perekonomian bukan terdiri atas banyak pasar yang tak berhubungan satu
dengan yang lain. Perekonomian merupakan jaringan kerja saling terkait di
mana perubahan di suatu pasar akan menimbulkan perubahan signifikan di
pasar-pasar lain. Analisis sistem harga secara keseluruhan disebut analisis
keseimbangan umum. Gambaran analisis keseimbangan yang disajikan mula-
mula adalah di mana perubahan di suatu pasar akan berdampak pada perubahan
pada pasarpasar lain yang berhubungan. Selanjutnya dengan menggunakan
model sederhana dua industri dan dua input (faktor produksi), disajikan
hubungan antarpasar dengan menggunakan analisis ekonomi mikro secara
grafis. Hubungan ekonomi pasar antarsektor secara lebih nyata disajikan dalam
bentuk tabel input-output. Berikut adalah grafik dari keseimbangan umum dan
contohnya:
3. Mekanisme sistem harga pasar menyimpulkan tangan gaib akan menuntun
setiap individu, unit, atau agen ekonomi dalam masyarakat untuk mencapai
keadaan terbaik bagi semua. Setiap upaya campur tangan pemerintah atas
proses atau situasi pasar bebas akan memperburuk keadaan dan basil, tetapi
setelah beberapa waktu kemudian disadari sistem mekanisme harga pasar tidak
sepenuhnya memberikan hasil optimal atau ideal yang disebut juga first best
(terbaik pertama) bagi masyarakat. Situasi seperti ini sering kali disebut
kegagalan pasar. Ada tiga elemen utama kegagalan pasar, yaitu:
a. Persaingan tak sempurna (murni)
Hasil ideal terbaik pertama dalam mekanisme pasar diperoleh
bila syarat berlakunya persaingan murni dipenuhi. Kondisi atau syarat
ini merupakan istilah teknis ekonomis adalah situasi di mana petani,
pengusaha produsen, ataupun pekerja serta keseluruhan relatif banyak
jumlahnya dibandingkan dengan pasar hingga masing-masing pelaku
pasar tak mempunyai pengaruh individu atas harga pasar. Namun, bila
salah satu dari mereka cukup besar hingga cukup dapat mempengaruhi
pasar, maka terdapat unsur pasar persaingan tak sempurna.
Perekonomian dapat dikatakan efisien bila berada di sepanjang
Kurva Batas Kemungkinan Produksi. Bila ada ketidaksempurnaan pasar,
maka output masyarakat mungkin bergerak ke sebelah dalam Kurva
Kemungkinan Produksi. Hal ini bisa terjadi misalnya karena unsur
ketidaksempurnaan pasar berupa perusahaan monopoli yang mungkin
menyebabkan harga lebih tinggi dibandingkan dengan harga pada pasar
persaingan murni/sempurna dan produsen membatasi atau mengurangi
produksi agar bisa diperoleh keuntungan di atas normal (super). Bila
banyaknya produsen penjual hanya sedikit (hanya ada beberapa saja)
maka tak ada jaminan barang dijual pada harga sebesar biaya marjinal.
Dengan demikian konsep kekuatan tangan gaib yang menuntun pada
penyelesaian yang terbaik menjadi tak berlaku (hilang). Dalam
kenyataan, hakikat utama produksi dan kemajuan teknologi adalah
mendorong perusahaan mengadakan ekspansi usaha, tak ada jaminan
apakah keadaan menjadi makin atau bahkan menjadi kurang kompetitif.
b. Eksternalitas
Hasil ideal oleh pengaturan tangan gaib juga tak dapat dicapai
bila kegiatan ekonomi tumpah ke luar (spill over) dari pasar
bersangkutan, yang disebut eksternalitas. Eksternalitas yang bisa terjadi
pada kasus pencemaran udara di mana sebuah pabrik mengeluarkan asap
atau debu yang mengganggu kesehatan atau ketenteraman dan harta
milik masyarakat yang seharusnya. Namun pabrik tidak membayar
biaya-biaya atas kerugian ini. Contoh lain adalah pencemaran air sungai,
danau atau laut, risiko proses produksi pabrik yang tak aman atau
fasilitas pusat pembangkit nuklir tenaga listrik. Di sisi lain ada pula
eksternalitas positif atau eksternalitas ekonomis di mana masyarakat
memperoleh manfaat atas penemuan suatu produk baru yang tidak
dilakukannya. Demikian pula manfaat yang diperoleh oleh seluruh
masyarakat karena program perbaikan dan pemeliharaan kesehatan
masyarakat yang dapat memberantas penyakit cacar, polio, tifus,
malaria, dan wabah penyakit lain. Eksternalitas terjadi bila aktivitas
produsen atau rumah tangga individu menimbulkan biaya atau manfaat
kepada pihak lain tanpa mereka menerima pembayaran atau membayar
biaya yang sesuai
c. Barang Publik
Ini adalah kegiatan ekonomi yang memberi manfaat kepada
masyarakat yang tak dapat diserahkan pelaksanaan atau
penyelenggaraannya kepada perusahaan swasta. Contohnya adalah
pertahanan dan keamanan, pemeliharaan hukum dan ketertiban,
pembuatan jalan raya, dukungan keuangan untuk riset dan
pengembangan ilmu murni serta kesehatan masyarakat. Manfaat barang
tersebut menyebar luas ke seluruh masyarakat hingga tak ada produsen
atau konsumen yang secara individu mempunyai rangsangan untuk
melaksanakan, maka pemerintahlah yang wajib menyediakan barang
publik.
Sumber:
Buku Materi Pokok ESPA4111 Pengantar Ekonomi Mikro Universitas Terbuka

Anda mungkin juga menyukai