Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH PENGETAHUAN BAHAN TEKNIK

TEMBAGA

DISUSUN OLEH :
NAMA : I PUTU WIKAN PRAMAPUTRA
NIM : 1915234017
KELAS : III A TRU

PROGRAM STUDI D4 TEKNOLOGI REKAYASA UTILITAS


JURUSAN TEKNIK MESIN
POLITEKNIK NEGERI BALI
2021
KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, karena atas berkat
dan rahmatnya saya dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul “Makalah Pengetahuan
Bahan Teknik Material Tembaga” ini tepat pada waktunya.
Adapun tujuan dari penulisan dari makalah ini adalah untuk memenuhi tugas dosen
pada mata kuliah Pengetahuan Bahan Teknik. Selain itu, makalah ini juga bertujuan untuk
menambah wawasan tentang material tembaga bagi para pembaca dan juga bagi penulis.
Saya mengucapkan terima kasih kepada bapak I Wayan Temaja, S.T., M.T, selaku dosen
mata kuliah Pengetahuan Bahan Teknik yang telah memberikan tugas ini sehingga dapat
menambah pengetahuan dan wawasan sesuai dengan bidang studi yang saya tekuni.
Saya juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membagi sebagian
pengetahuannya sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini.
Saya menyadari, makalah yang saya tulis ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena
itu, kritik dan saran yang membangun akan saya nantikan demi kesempurnaan makalah ini.

Denpasar, 6 Januari 2021

Penyusun

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................................................................i


DAFTAR ISI..............................................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG ......................................................................................................... 1
1.2. RUMUSAN MASALAH ..................................................................................................... 2
1.3. TUJUAN .............................................................................................................................. 2
BAB II PEMBAHASAN
2.1. DEFINISI TEMBAGA ........................................................................................................ 3
2.2. PROSES PEMBUATAN TEMBAGA ................................................................................ 3
2.3. KARAKTERISTIK DAN SIFAT-SIFAT TEMBAGA ...................................................... 5
2.3.1. SIFAT FISIKA ........................................................................................................... 5
2.3.2. SIFAT KIMIA ............................................................................................................ 5
2.3.3. SIFAT MEKANIS ...................................................................................................... 6
2.4. PENGGUNAAN TEMBAGA DALAM MESIN-MESIN PENDINGIN ........................... 6
BAB III PENUTUP
3.1. KESIMPULAN .................................................................................................................... 7
3.2. SARAN ................................................................................................................................ 7
DAFTAR PUSTAKA

ii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG


Tembaga (Cu) mempunyai sistim kristal kubik, secara fisik berwarna kuning dan apabila
dilihat dengan menggunakan mikroskop bijih akan berwarna pink kecoklatan sampai
keabuan.Unsur tembaga terdapat pada hampir 250 mineral, tetapi hanya sedikit saja yang
komersial. Pada endapan sulfida primer, kalkopirit (CuFeS2) adalah yang terbesar, diikuti oleh
kalkosit (Cu2S), bornit (Cu5FeS4), kovelit (CuS), dan enargit (Cu3AsS4). Mineral tembaga utama
dalam bentuk deposit oksida adalah krisokola (CuSiO3.2HO), malasit (Cu2(OH)2CO3), dan
azurite (Cu3(OH)2(CO3)2). Deposit tembaga dapat diklasifikasikan dalam lima tipe, yaitu: deposit
porfiri, urat, dan replacement, deposit stratabound dalam batuan sedimen, deposit masif pada
batuan volkanik, deposit tembaga nikel dalam intrusi/mafik, serta deposit nativ.
Umumnya bijih tembaga di Indonesia terbentuk secara magmatik. Pembentukan endapan
magmatic dapat berupa proses hidrotermal atau metasomatisme. Logam tembaga digunakan secara
luas dalam industri peralatan listrik.
Kawat tembaga dan paduan tembaga digunakan dalam pembuatan motor listrik, generator,
kabel transmisi, instalasi listrik rumah dan industri, kendaraan bermotor, konduktor listrik, kabel
dan tabung coaxial, tabung microwave, sakelar, reaktifier transsistor, bidang telekomunikasi, dan
bidang-bidang yang membutuhkan sifat konduktivitas listrik dan panas yang tinggi, seperti untuk
pembuatan tabung-tabung dan klep di pabrik penyulingan. Meskipun aluminium dapat digunakan
untuk tegangan tinggi pada jaringan transmisi, tetapi tembaga masih memegang peranan penting
untuk jaringan bawah tanah dan menguasai pasar kawat berukuran kecil, peralatan industri yang
berhubungan dengan larutan, industri konstruksi, pesawat terbang dan kapal laut, atap, pipa ledeng,
campuran kuningan dengan perunggu, dekorasi rumah, mesin industri nonelektris, peralatan
mesin, pengatur temperatur ruangan, mesin-mesin pertanian. Potensi tembaga terbesar yang
dimiliki Indonesia terdapat di Papua. Potensi lainnya menyebar di Jawa Barat, Sulawesi Utara, dan
Sulawesi Selatan.

1
1.2. RUMUSAN MASALAH
1. Apa definisi tembaga ?
2. Bagaimana proses pembuatan tembaga ?
3. Apa saja karakterisitik dan sifat-sifat tembaga ?
4. Apa saja contoh pengunaan tembaga dalam mesin-mesin pendingin ?

1.3. TUJUAN
1. Agar dapat mengetahui definisi tembaga.
2. Agar dapat mengetahui proses pembuatan tembaga.
3. Agar dapat mengetahui karakteristik dan sifat-sifat tembaga.
4. Agar dapat mengetahui contoh penggunaan tembaga dalam mesin-mesin pendingin.

2
BAB II
PEMBAHASAN

2.1. DEFINISI TEMBAGA (Cu)


Tembaga adalah logam merah-muda yang lunak, dapat ditempa, liat. Ia melebur pada
1038 . Karena potensial electrode standarnya positif (+0,34 V untuk pasangan Cu/Cu2+),ia tak larut
dalam asam klorida dan asam sulfat encer, meskipun dengan adanya oksigen ia bisa terlarut
sedikit. Dalam tabel periodik unsur – unsur kimia, tembaga menempati posisi dengan nomor atom
(NA)29 dan mempunyai bobot atau berat atom (BA)63,546. Unsur tembaga di alam, dapat
ditemukan dalam bentuk logam bebas, akan tetapi lebih banyak ditemukan dalam bentuk
persenyawaan atau sebagai senyawa padat dalam bentuk mineral. Selain itu, tembaga (Cu) juga
terdapat dalam makanan. Sumber utama tembaga adalah tiram, kerang, kacang-kacangan, sereal,
dan coklat. Air juga mengandung tembaga dan jumlahnya bergantung pada jenis pipa yang
digunakan sebagai sumber air.
Tembaga (Cu) mempunyai sistim kristal kubik, secara fisik berwarna kuning dan apabila
dilihat dengan menggunakan mikroskop bijih akan berwarna pink kecoklatan sampai keabuan.
Unsur tembaga terdapat pada hampir 250 mineral, tetapi hanya sedikit saja yang komersial. Pada
endapan sulfida primer, kalkopirit (CuFeS2) adalah yang terbesar, diikuti oleh kalkosit (Cu2S),
bornit (Cu5FeS4), kovelit (CuS), dan enargit (Cu3AsS4). Mineral tembaga utama dalam bentuk
deposit oksida adalah krisokola (CuSiO3.2HO), malasit (Cu2(OH)2CO3), dan azurite
(Cu3(OH)2(CO3)2).
Deposit tembaga dapat diklasifikasikan dalam lima tipe, yaitu: deposit porfiri, urat, dan
replacement, deposit stratabound dalam batuan sedimen, deposit masif pada batuan volkanik,
deposit tembaga nikel dalam intrusi/mafik, serta deposit nativ. Umumnya bijih tembaga di
Indonesia terbentuk secara magmatik. Pembentukan endapan magmatik dapat berupa proses
hidrotermal atau metasomatisme.

2.2. PROSES PEMBUATAN TEMBAGA


1. Pengapungan (Flotasi)
Bijih diserbukkan sampai halus kemudian dimasukkan ke dalam campuran air dan minyak.
Bagian bijih yang mengandung tembaga akan diselaputi oleh minyak sedangkan zat

3
pengotornya terbawa oleh air. Udara ditiupkan ke dalam campuran dan mineral yang
diselaputi minyak tadi dibawa ke permukaan oleh gelembung-gelembung udara dan
mengapung, sedangkan zat-zat pengotor diendapkan di bagian bawah. Dari pengapungan ini
dapat diperoleh bijih pekat yang mengandung 20 – 40% Cu.

2. Pemanggangan
Bijih pekat hasil pengapungan selanjutnya dipanggang dan terjadi reaksi
4Cu2FeS2(s) + 9O2(g) → 2Cu2S(s) + 2Fe2O3(s) + 6SO2(g)

3. Reduksi
Cu2S yang terjadi dipisahkan dari Fe2O3 kemudian dipanaskan dan dialiri udara dan terjadi
reduksi menjadi logam tembaga.
2Cu2S(s) + 3O2(g) → 2Cu2O(s) + 2SO2(g)
Cu2S(s) + 2Cu2O(s) → 6Cu(s) + SO2(g)

4. Pemurnian (Elektrolisis)
Logam tembaga yang diperoleh dari reduksi masih tercampur dengan sedikit Ag, Au, dan Pt
kemudian dimurnikan dengan cara elektrolisis. Tembaga yang tidak murni dipasang sebagai
anoda dan sebagai katoda digunakan tembaga murni, dengan elektrolit
larutan CuSO4. Tembaga di anoda teroksidasi menjadi Cu2+ kemudian direduksi di katoda
menjadi logam Cu.
Di anode : Cu(s)kotor → Cu²+(aq) +2e
Di katode : Cu²+ (aq) + 2e → Cu(s)bersih
Pada proses ini anoda semakin habis dan katoda (tembaga murni) makin bertambah besar,
sedangkan Ag, Au, dan Pt diendapkan sebagai lumpur anoda sebagai hasil samping.

4
2.3. KARAKTERISTIK DAN SIFAT-SIFAT TEMBAGA
Menurut ICSG (2012), karakteristik tembaga dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

2.3.1. SIFAT FISIKA


Sifat fisika logam tembaga adalah sebagai berikut:
1. Tembaga memiliki warna kuning kemerah-merahan.
2. Unsur ini sangat mudah dibentuk, lunak, sehingga mudah dibentuk menjadi pipa,
lembaran tipis, kawat.
3. Bersifat sebagai konduktor panas dan listrik yang bagus untuk aliran elektron.
4. Tembaga bersifat keras bila tidak murni.
5. Memiliki titik leleh pada 1.084,62 °C, sedangkan titik didih pada 2.562 °C.

2.3.2. SIFAT KIMIA


Sifat kimia logam tembaga adalah sebagai berikut:
1. Tembaga merupakan unsur yang relatif tidak reaktif sehingga tahan terhadap korosi.
2. Pada udara yang lembab, permukaan tembaga ditutupi oleh suatu lapisan yang berwarna
hijau yang menarik dari tembaga karbonat basa, Cu(OH)2CO3.
3. Pada suhu sekitar 300°C tembaga dapat bereaksi dengan oksigen membentuk CuO yang
berwarna hitam. Sedangkan pada suhu yang lebih tinggi, sekitar 1.000°C, akan terbentuk
tembaga (I) oksida (Cu2O) yang berwarna merah.

5
4. Tembaga tidak diserang oleh air atau uap air dan asam-asam non-oksidator encerseperti
HCl encer dan H2SO4 encer, tetapi HCl pekat dan mendidih menyerang logamtembaga
dan membebaskan gas hidrogen.
5. Tembaga tidak bereaksi dengan alkali, tetapi larut dalam amonia oleh adanya udara
membentuk larutan yang berwarna biru dari kompleks Cu(NH3)4+.
6. Tembaga panas dapat bereaksi dengan uap belerang dan halogen. Bereaksi dengan
belerang membentuk tembaga (I) sulfida dan tembaga (II) sulfida dan untuk reaksi
dengan halogen membentuk tembaga (I) klorida.

2.3.3.
2.3.4. SIFAT MEKANIS

2.4. PENGGUNAAN TEMBAGA DALAM MESIN-MESIN PENDINGIN

Gambar Kabel tembaga Gambar Pipa tembaga

Tembaga sangat tahan terhadap korosi dan mempunyai daya hantar listrik tertinggi, maka
tembaga juga dipakai pada sistem kelistrikan di mesin-mesin pendingin, contohnya pada kabel,
kawat arus, kolektor, lilitan dsb. Tembaga juga digunakan untuk membuat pipa tembaga yang nanti
digunakan pada mesin-mesin pendingin. Pada dasarnya pipa tersebut digunakan untuk
menurunkan tekanan refrigerant dan mengatur aliran refrigerant ke evaporator.

6
BAB III
PENUTUP

3.1. KESIMPULAN

Tembaga adalah logam merah-muda yang lunak, dapat ditempa, liat. Ia melebur pada
1038 . Karena potensial electrode standarnya positif (+0,34 V untuk pasangan Cu/Cu 2+),ia tak larut
dalam asam klorida dan asam sulfat encer, meskipun dengan adanya oksigen ia bisa terlarut
sedikit. Terdapat 4 tahap dalam proses pembuatan tembaga, yaitu pengapungan (flotasi),
pemanggangan, reduksi, dan pemurnian (elektrolisis). Ada beberapa karakteristik dan sifat-sifat
tembaga. Sifat-sifat tembaga terdiri dari 3 yaitu sifat fisika, sifat kimia, dan sifat mekanis.
Tembaga sangat tahan terhadap korosi dan mempunyai daya hantar listrik tertinggi, maka tembaga
juga dipakai pada sistem kelistrikan di mesin-mesin pendingin, contohnya pada kabel, kawat arus,
kolektor, lilitan dsb. Tembaga juga digunakan untuk membuat pipa tembaga yang nanti digunakan
pada mesin-mesin pendingin. Pada dasarnya pipa tersebut digunakan untuk menurunkan tekanan
refrigerant dan mengatur aliran refrigerant ke evaporator.

3.2. SARAN
Tembaga merupakan salah satu sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui.Oleh karena
itu, pemanfaatannya harus secara bijak.Begitu juga dengan sistem penambangannya.Hendaknya
harus direncanakan dengan baik agar tidak menimbulkan dampak negatif seperti dampak buruk
terhadap lingkungan.

7
DAFTAR PUSTAKA

1. https://1902miner.wordpress.com/bahan-galian/tembaga-cu/
2. https://www.academia.edu/9265218/Kimia_tembaga
3. https://www.nafiun.com/2013/08/cara-proses-pembuatan-tembaga-senyawa-unsur-
kimia.html
4. https://www.kajianpustaka.com/2020/09/tembaga.html