Anda di halaman 1dari 7

KERANGKA ACUAN KERJA/TERM OF REFERENCE

KELUARAN (OUTPUT) KEGIATAN TA. 2019

Kementerian Negara/Lembaga : Kementerian Pekerjaan Umum dan


Perumahan Rakyat
Unit Eselon : Balitbang PUPR/Puslitbang Sumber Daya
Air
Program : Penelitian Dan Pengembangan
Kementerian PUPR
Sasaran/outcome : Penerapan Teknologi Terbatas (pilot
project)
Kegiatan : Penerapan Teknologi Terbatas (pilot
project) irigasi pada lahan pertanian/rawa
Sasaran Kegiatan : Terselenggaranya penerapan terbatas
(pilot project) bidang irigasi untuk
mendukung peningkatan layanan irigasi
Jenis Keluaran : Penerapan terbatas teknologi (pilot project)
Volume Keluaran (Output) : 1
Satuan Ukur Keluaran (output) : Unit
Judul Kegiatan : Penerapan Terbatas Pembuka Pintu Air
Portabel

A. LATAR BELAKANG
1. Dasar Hukum
a. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 1974 tentang
Pengairan;
b. Berdasarkan Permen PUPR Nomor 20/PRT/M/2016 tentang Organisasi
dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Kementerian Pekerjaan Umum
dan Perumahan Rakyat, Balai Penelitian dan Pengembangan Irigasi
mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan bidang
irigasi, melalui Seksi Penyelenggara Teknis mempunyai tugas
menyiapkan bahan penyusunan program, melakukan penelitian,
pengembangan, perekayasaan, penyiapan standar dan pedoman,
penyiapan data base serta administrasi, evaluasi dan pelaporan. Salah
satu bentuk pelaksanaan penelitian dan pengembangan adalah
penerapan terbatas teknologi inovasi pintu air irigasi. Kegiatan
penerapan terbatas modernisasi irigasi ini diharapkan mampu
memberikan manfaat kepada stakeholder khususnya pemanfaatan
teknologi hasil litbang bidang irigasi.

2. Gambaran Umum

Dukungan terhadap program swasembada pangan nasional, yang dilakukan


oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tersebut
salah satunya dengan melakukan upaya membangun dan mengembalikan
fungsi infrastruktur irigasi bagi sektor pertanian, diantaranya perbaikan
infrastruktur irigasi yang dimaksud adalah jaringan irigasi baik saluran
maupun bangunan irigasi.

Pelaksanaan operasi irigasi diharapkan dapat memenuhi tuntutan


modernisasi irigasi dimana sangat diperlukan operasi irigasi terutama
membuka dan menutup pintu air dengan interval pengaturan yang makin
pendek, dengan demikian diperlukan inovasi terhadap sistem pembuka pintu
yang memudahkan petugas dalam operasi pintu irigasi.

Berbagai permasalahan terkait pintu air memerlukan upaya agar operasi pintu
air ini dapat dilaksanakan sesuai dengan fungsinya. Desain pintu air eksisting
sudah dirancang sedemikian rupa namun masih dapat dioperasikan oleh
pihak yang bukan berwenang. Pintu air yang ada khususnya pintu sorong
belum dilengkapi dengan kelengkapan pembacaan tinggi bukaan pintu air
sehingga operasi masih memerlukan pendugaan dari operator. Keterbatasan
jumlah operator dalam mengoperasikan sejumlah pintu air yang sebagian
besar dioperasikan secara manual. Keterbatasan sumber listrik di lokasi pintu
air jika melengkapi pintu air dengan perangkat elektromekanis.
Pengoperasian pintu air terkendala dengan ketersediaan peralatan
elektromekanis yang mampu meringankan operasi. Desain pintu air eksisting
yang berupa material logam masih sangat rentan dengan korosi, vandalisme
terutama pada komponen mekanis pintu air. Desain pintu air eksisting
sebagian besar menggunakan material logam dengan berat sendiri yang
relatif cukup besar, dan merupakan bagian terbesar dari desain yang harus
diakomodir dalam merancang mekanis penggerak pintu air. Material pintu air
terutama pada bagian yang bergesekan masih perlu dikembangkan dan
dipilih yang mampu meminimalisir gesekan. Oleh karena itu dibutuhkan
pengembangan desain, komponen mekanis, dan material pintu air yang dapat
dioperasikan dengan mudah dan akurat serta kompatibel dengan aktuator
portabel yang telah dirancang pada tahun 2017 dan 2018. Penerapan alat ini
di Daerah Irigasi Ciliman khususnya pada lokasi Check Gate dan bangunan
sadap pada saluran primer yang diduga mampu meningkatkan tingkat
layanan irigasi.

B. PENERIMA MANFAAT

Penerima manfaat dari kegiatan ini adalah BBWS Cidanau Ciujung Cidurian,
Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Pandeglang dan Lebak,
Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Banten, Direktorat O dan P Direktorat Irigasi,
serta Direktorat Irigasi dan Rawa, Ditjen Sumber Daya Air.

C. STRATEGI PENCAPAIAN KELUARAN


1. Lingkup kegiatan
Lingkup kegiatan Penerapan Teknologi Inovasi Pintu Air Irigasi yang akan
dilaksanakan pada tahun 2019 adalah sebagai berikut:
a) Penerapan dan evaluasi kinerja alat pembuka pintu air portabel.
b) Rekayasa desain pintu air irigasi primer.

2. Tahapan kegiatan
Kegiatan ini dilaksanakan dengan tahapan pelaksanaan sebagai berikut:
a. Persiapan;
1) Penyusunan Tim Pelaksana & Narasumber
2) Penyusunan RMP
b. Pelaksanaan;
1) Penerapan dan evaluasi kinerja alat pembuka pintu air portabel.
a) Pembuatan alat pembuka pintu air portable
b) Penerapan alat pembuka pintu air portabel
c) Evaluasi alat pembuka pintu air portabel
2) Rekayasa desain pintu air irigasi
a) Desain rekayasa mekanis pintu air yang kompatibel dengan
alat pembuka pintu air portable (portabel actuator)
b) Pembuatan pintu air modifikasi
c) Uji coba laboratorium
c. Pelaporan
1) Laporan Interim;
2) Pemantauan dan klarifikasi 2 bulanan;
3) Konsep Laporan Akhir dan konsep Output
Kegiatan;
4) Laporan Akhir dan Output Kegiatan.

3. Metode Pelaksanaan
Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode pencapaian sebagai berikut:
a. Penerapan dan evaluasi kinerja alat pembuka pintu air portabel.
1) Pembuatan alat pembuka pintu air portable
Alat pembuka pintu air dibuat sesuai dengan spesifikasi yang
mengacu DED yang telah dibuat pada tahun 2018 secara
swakelola melalui pengadaan penunjukan langsung.
2) Penerapan alat pembuka pintu air portable
Peralatan diterapkan pada empat petugas Mantri di Daerah Irigasi
Ciliman terhadap operasi pintu air yang telah diidentifikasi.
3) Evaluasi alat pembuka pintu air portable
Penerapan alat pembuka pintu air portable dievaluasi
menggunakan metode pengukuran kinerja dan efektivitas mesin
yaitu metode Overall Equipment Effectiveness (OEE). Metode
pengukuran ini tediri dari tiga faktor utama yang saling
berhubungan yaitu avaibility (ketersediaan), performance
(kemampuan) dan quality (kualitas).
b. Rekayasa desain pintu air irigasi
1) Desain rekayasa mekanis pintu air yang kompatibel dengan alat
pembuka pintu air portable (portabel actuator)
- Modifikasi pada pintu air dilakukan terutama pada mekanis
pintu air meliputi spindel, shaft conection, gear set type 1, gear
set type 2, dan jaurnal bearing serta komponen mekanis
lainnya yang diperlukan.
- Material pintu air juga dilakukan rekayasa agar meminimalisir
berat sendiri pintu air yang besar, serta kompatibel dengan alat
pembuka pintu air portable (portabel actuator), maupun fixed
actuator.
- Modifikasi juga dilakukan untuk memperbaiki kemudahan
pembacaan debit pada pintu air yaitu dengan melengkapi pintu
air dengan instrumentasi penduga dan pencatat tinggi muka air
pada titik-titik pembacaan muka air pintu, untuk selanjutnya
diolah menjadi data debit, dan kemudian ditampilkan pada
lokasi pintu yang mudah dibaca oleh operator.
2) Pembuatan pintu air modifikasi
Pembuatan pintu air dilakukan secara swakelola bertahap sesuai
dengan skenario desain pintu air yang mampu dioperasikan
dengan beberapa tipe aktuator. Rancangan operasi pintu air terdiri
dari 4 tipe yaitu (i) Tipe I: pintu air alternatif tipe fixed operasi
telemetri; (ii) Tipe II: fixed operasi insitu; (iii) Tipe III: operasi alat
pembuka portabel; dan (iv) Tipe IV: operasi stang kemudi manual.

3) Uji coba laboratorium


Uji coba dilakukan terhadap model pintu air skala penuh dan
skalatis sesuai dengan parameter yang diujikan. Parameter
hidraulik diuji menggunakan model skalatis mengingat
kemampuan alat di laboratorium hidraulika. Sedangkan parameter
lainnya yaitu kemampuan menahan beban operasi serta
kemampuan perangkat mekanis dan kendali operasi dilakukan
skala penuh.

D. Kurun Waktu Pencapaian Keluaran


Waktu pencapaian keluaran dilaksanakan selama 12 bulan (1 tahun) pada
tahun anggaran 2019, dengan jadwal sebagai berikut:
Bulan ke-
No Tahapan Kegiatan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 12
1
I Persiapan
1 Penyusunan Tim Pelaksana & Narasumber
2 Penyusunan RMP
II Pelaksanaan
1 Penerapan dan evaluasi kinerja alat
pembuka pintu air portabel.
a) Pembuatan alat pembuka pintu air portable
b) Penerapan alat pembuka pintu air portabel
c) Evaluasi alat pembuka pintu air portabel
2 Rekayasa desain pintu air irigasi
a) Desain rekayasa mekanis pintu air yang
kompatibel dengan alat pembuka pintu air
portable (portabel actuator)
b) Pembuatan pintu air modifikasi
- Tipe IV
- Tipe III
- Tipe II
- Tipe I
c) Uji coba laboratorium
III Pelaporan
1 Laporan Interim
2 Pemantauan dan klarifikasi 2 bulanan
3 Konsep Laporan Akhir dan konsep Output
Kegiatan
4 Laporan Akhir dan Output Kegiatan
E. Biaya Yang Diperlukan
Pelaksanakan kegiatan Penerapan Terbatas Modernisasi irigasi ini
membutuhkan biaya sebesar Rp 2.173.859.000,00 dengan rincian sebagai
berikut:

AKUN URAIAN JUMLAH BIAYA


521211 Belanja Bahan Rp 30.775.000
521213 Honor Output Kegiatan Rp 119.040.000
521219 Belanja Barang Non Operasional Lainnya Rp 528.085.000
521811 Belanja Barang Persediaan Barang Rp 15.268.000
Konsumsi
522141 Belanja Sewa Rp. 42.256.000
522151 Belanja Jasa Profesi Rp 98.400.000
522191 Belanja Jasa Lainnya Rp 41.300.000
524111 Belanja Perjalanan Biasa Rp 272.079.000
534121 Belanja Modal Peralatan dan Mesin Rp 1.026.655.000
JUMLAH Rp 2.173.859.000,00

Penanggung Jawab Kegiatan

Rahmat Suria Lubis, ST, MT


NIP.197512192005021001