Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH

PENYUSUNAN ANGGARAN REKAM MEDIS

DISUSUN OLEH :

KELOMPOK 9

1. CAHYANING AYU P (195050)


2. DINA WAHYU UTAMI (195054)
3. ELA MUKAMMALAH (195056)
4. HIKMAH MAULIA (195062)
5. NOVIA RAHMAWATI (195070)

INSTITUT TEKNOLOGI, SAINS DAN KESEHATAN


RS dr. SOEPRAOEN KESDAM V/BRAWIJAYA MALANG
Jalan Sudanco Supriyadi No. 22 Sukun Malang
TAHUN AJARAN 2020/2021
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan atas kehadirat Allah SWT. Yang telah melimpahkan
rahmat serta hidayah-Nya kepada kita. Sholawat serta salam semoga selalu tercurahkan
kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, dan umatnya. Tidak lupa kami ucapkan
terimakasih atas segala bentuk dukungan data dari berbagai referensi demi
kelangsungan penyelesaian makalah ini dengan tepat waktu. Semoga makalah ini
bermanfaat bagi kita semua.

Penulis bersyukur karena telah menyelesaikan tugas makalah yang berjudul


“PENYUSUNAN ANGGARAN REKAM MEDIS”. Makalah ini dibuat untuk memenuhi
tugas mata kuliah Perencanaan Anggaran.

Penyusun berterimakasih kepada pihak yang sudah membantu hingga selesainya


makalah ini. Selayaknya kalimat yang menyatakan bahwa tidak ada sesuatu yang sempurna,
penulis juga menyadari bahwa makalah ini masih memiliki kekurangan. Maka dari itu penulis
mengharapkan kritik dan saran dari pembaca agar penyusunan makalah di lain waktu bisa
lebih baik lagi.

Malang, 12 Maret 2021

Kelompok 9
DAFTAR ISI

COVER...............................................................................................................................i
KATA PENGANTAR.......................................................................................................ii
DAFTAR ISI....................................................................................................................iii
BAB I : PENDAHULUAN..............................................................................................1
A. LATAR BELAKANG...........................................................................................1
B. RUMUSAN MASALAH......................................................................................1
C. TUJUAN................................................................................................................2
D. MANFAAT...........................................................................................................2
BAB II : PEMBAHASAN...............................................................................................3
A. Pengertian Anggaran.............................................................................................3
B. Fungsi Anggaran....................................................................................................3
C. Metode Penyusunan Anggaran..............................................................................3
D. Jenis – Jenis Anggaran Pelayanan Kesehatan.......................................................4
E. Pendekatan Dalam Penyusunan Anggaran di Pelayanan Kesehatan Unit Kerja Rekam
Medis.....................................................................................................................5
BAB III : PENUTUP.......................................................................................................8
A. KESIMPULAN.....................................................................................................8
B. SARAN..................................................................................................................8
DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................................9
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pemerintah sekarang sedang melakukan peningkatan layanan kesehatan kepada
masyarakat. Wujud nyata perhatian pemerintah terhadap pembangunan kesehatan dengan
usaha meningkatkan mutu dan layanan kesehatan, peningkatan gizi masyarakat serta
peningkatan peran serta masyarakat dalam upaya kesehatan.
Tuntutan peningkatan kualitas jasa layanan membutuhkan berbagai dana investasi
yang tidak sedikit. Untuk itu diperlukan suatu sistem untuk mengatur dan mengendalikan
usaha yang dilakukan oleh rumah sakit. Dampak keuangan yang diperkirakan akan terjadi
sebagai akibat dari rencana kerja tersebut kemudian disusun dan dievaluasi melalui proses
penyusunan anggaran.
Proses penyusunan anggaran merupakan proses penetapan peran yang menggunakan
informasi akuntansi pertanggungjawaban untuk menyiapkan nilai sumber ekonomi yang
disediakan bagi setiap pimpinan pusat pertanggungjawaban guna melaksanakan perannya
masing-masing. Dengan adanya anggaran maka manajemen dapat membandingkan dan
menganalisa biaya yang sesungguhnya dengan biaya yang dianggarkan, yang dapat
memberikan informasi bagi manajemen untuk memungkinkan mereka
mengidentifikasikan penyimpangan yang terjadi dari rencana kegiatan. Karena anggaran
mempunyai kaitan yang sangat erat dengan manajemen, khususnya yang berhubungan
dengan penyusunan rencana, pengkoordinasian kerja dan pengawasan kerja.

B. Rumusan Masalah
1. Apakah pengertian anggaran rekam medis?
2. Apakah fungsi anggaran rekam medis?
3. Apa saja jenis anggaran dalam pelayanan kesehatan?
4. Bagaimana metode penyusunan anggaran rekam medis?
5. Bagaimana pendekatan dalam penyusunan anggaran di pelayanan kesehatan unit kerja
rekam medis?
C. Tujuan
1. Menjelaskan pengertian anggaran rekam medis
2. Menjelaskan fungsi anggaran rekam medis
3. Menjelaskan jenis anggaran dalam pelayanan kesehatan
4. Menjelaskan metode penyusunan anggaran rekam medis
5. Menjelaskan pendekatan dalam penyusunan anggaran di pelayanan kesehatan unit
kerja rekam medis

D. Manfaat
1. Mengetahui pengertian dan fungsi anggaran rekam medis
2. Mengetahui jenis anggaran dalam pelayanan kesehatan
3. Mengetahui metode penyusunan anggaran rekam medis
4. Mengetahui tentang penyusunan anggaran di pelayanan kesehatan unit kerja
rekam medis
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Anggaran
Anggaran merupakan rencana keuangan masa datang yang mencakup harapan
manajemen terhadap pendapatan, biaya, dan transaksi keuangan lain dalam masa satu
tahun.
Tahap penyusunan anggaran merupakan tahap yang sangat penting karena anggaran
yang tidak efektif dan tidak berorientasi pada kinerja justru bisa menggagalkan program
yang telah disusun sebelumnya.
B. Fungsi Anggaran
Fungsi Anggaran Secara umum fungsi di dalam suatu organisasi dapat dikelompokan ke
dalam empat fungsi pokok, yaitu :
1. Planning (Perencanaan)
2. Organizing (Pengorganisasian)
3. Actuating (Menggerakkan)
4. Controlling (Pengendalian)

Anggaran memiliki fungsi yang terkait erat dengan keempat fungsi manajemen
tersebut.Keempat fungsi tersebut merupakan suatu kesatuan fungsi yang saling terkait
satu dengan lainnya dan tidak terpisahan. Rahayu dan Andry (2013:5) Berkaitan dengan
keempat fungsi manajemen tersebut, anggaran memiliki dua fungsi utama, yaitu sebagai :

1. Alat Perencanaan. Sebagai bagian dari fungsi perencanaan (planning), anggaran


merupakan rencana kerja yang menjadi pedoman bagi anggota organisasi dalam
bertindak.
2. Alat Pengendalian. Sebagai bagian dari fungsi pengendalian ( Controlling ), anggaran
berguna sebagai alat penilai apakah aktivitas setiap organisasi telah sesuai dengan
rencana atau tidak.
C. Metode Penyusunan Anggaran
Proses penyusunan anggaran dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan
Pendekatan top-down dan bottom-up. Pendekatan top down yaitu, anggaran disusun oleh
manajemen puncak untuk seluruh organisasi dan manajemen tingkat bawah hanya
melaksanakan apa yang ditetapkan manajemen puncak. Sedangkan pendekatan bottom-up
yaitu anggaran disiapkan oleh pihak yang akan melaksanakan anggaran kemudian
anggaran diberikan kepada pihak yang lebih tinggi untuk mendapat persetujuan, Sistem
penganggaran pada metode bottom-up dapat meningkatkan kinerja manajer atau bawahan
melalui partisipasi anggaran. Ni Komang Anik (2014)
D. Jenis-Jenis Anggaran Pelayanan Kesehatan
1. Anggaran modal (capital budget) adalah anggaran yang terdaftar dan tergambar dalam
perencanaan penambahan modal.
Anggaran ini berisi daftar yang akan diajukan.Misalnya dalam terdiri dari belanja
modal peralatan (ct scan dan alat laboraturium lainnya,map berkas,kertas
hvs,peralatan tulis pendukung lainnya) dan alat pengolah data
(scanner,printer,computer), belanja modal fisik lainnya (barang-barang mebel seperti
rak filling,meja,kursi dan mobil ambulance).
2. Anggaran kas (cash budget) adalah anggaran yang telah dicatat dalam rencana
penerimaan dan pengeluaran kas. Kas menurut pengertiannya adalah semua mata
uang baik kertas maupun logam serta surat-surat berharga yang dapat digunakan
segera untuk melakukan pembayaran setiap saat.
Anggaran kas sangat terkait dengan komponen kas dari aktivitas operasi, modal dan
pembiayaan.
a) Kas pada aktivitas operasi terdiri dari kas masuk dan kas keluar pada setiap
aktivitas operasional, belanja bagi hasil, bantuan keuangan, dan belanja tidak
terduga. Kas masuk berasal dari pemberian jasa pelayanan kesehatan, pendapatan
operasional non kesehatan dan subsidi negara (untuk rumah sakit pemerintah),
sedangkan kas keluar berasal dari belanja operasional sehari-hari tanpa biaya
penyusutan.
b) Kas pada aktivitas investasi terdiri dari kas masuk dan kas keluar pada setiap
aktivitas pengeluaran. Kas masuk berasal dari penjualan investasi jangka panjang
dan penjualan aktivas lainnya. Kas keluar berasal dari belanja pembangunan rak
filling baru atau pembelian alat-alat jangka panjang, misalnya pembelian ct
scan,alat laboraturium atau mobil ambulance.
c) Kas pada aktivitas pembiayaan terdiri dari kas masuk dan kas keluar. Aktivitas
pembiayaan terdiri dari penerimaan pembiayaan dan pengeluaran pembiayaan.
Pengeluaran pembiayaan adalah aktivitas pengeluaran kas saat ini yang hasilnya
akan diterima di masa yang akan datang. Penerimaan pembiayaan adalah
penerimaan saat ini yang mengandung konsekuensi kewajiban mengambalikan
dana tersebut dimasa yang akan datang. Contoh kas masuk dari aktivitas
penerimaan pembiayaan, contoh kas keluar dari aktivitas pengeluaran pembiayaan
modal.
3. Anggaran pelaksanaan (operating budget) adalah anggaran yang telah tergambar
dalam perencanaan aktivitas pelaksanaan, terdiri dari tiga komponen yaitu:
penerimaan, biaya dan pengeluaran, dan pengeluaran hasil.
a) Penerimaan (revenue)
b) Pengeluaran (expenditure)
c) Pengukuran hasil

E. Pendekatan Dalam Penyusunan Anggaran Di Pelayanan Kesehatan Unit Kerja


Rekam Medis
Ada beberapa pendekatan dalam penyusunan anggaran pemerintah yang kesemuanya
memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Berikut ini beberapa contoh
pendekatan sistem penyusunan anggaran yang dimaksud, yaitu :
1. Line Item Budgeting
Tujuan utamanya adalah melakukan kontrol keuangan. Ada dua ciri utama dalam
pendekatan ini, yaitu :
a) Penyusunan anggaran berdasarkan pos-pos belanja;
b) Penggunaan konsep incremental (kenaikan bertahap).
Dalam praktiknya, sangat memungkinkan praktik menghabiskan uang (disbursement)
demi pencapaian penyerapan anggaran, sebagai salah satu indikator penting mengukur
keberhasilan organisasi publik. Konsep disbursement inilah yang terjadi dalam
pemerintahan kita, yaitu dalam pelaksanaan APBN/APBD selama ini. Dimana
keberhasilan diukur dari tingkat capaian penyerapan anggaran. Metode ini sangat
sering digunakan di Rumah Sakit, karena mudah menyusunnya, namun sangat rentan
terjadinya KKN. Kelemahan konsep incremental adalah menetapkan rencana
anggaran dengan cara menaikkan jumlah tertentu pada jumlah anggaran tahun lalu
atau yang sedang berjalan. Akan tetapi, analisis mendalam tentang tingkat
keberhasilan program tidak dilakukan, akibatnya tidak tersedia informasi yang
rasional tentang alokasi anggaran tahun depan. (Mohapatra, dkk, 2017)
Pendekatan line item budgeting menitikberatkan pada upaya input (jumlah SDM,
jumlah pasien, alat medis-keperawatan yang digunakan). Rencana anggaran tahun
yang akan datang dibuat dengan menaikkan secara incremental dalam kisaran 5-10
persen bahkan lebih dari 10 persen, yang membuka jalan terjadinya praktik KKN.
2. Planning, Programming, Budgeting System (PPBS) dan Zero Based Budgeting (ZBB)
Kelemahan pada penganggaran line item Budgeting berusaha di rasionalisasikan oleh
PPBS dengan menjabarkan rencana-rencana jangka panjang ke dalam program-
program, sub program serta berbagai proyek. Pemilihan berbagai alternatif program,
sub program serta proyek dilakukan. Konsep PPBS merupakan proses komprehensif
dalam pengambilan keputusan karena model PPBS merupakan suatu pendekatan
sistematik yang berusaha untuk menetapkan tujuan, mengembangkan program,
menentukan besaran biaya, dan proses penganggaran yang merefleksikan kegiatan
program jangka panjang ( Nurlaeli, A. 2020).
Sedangkan zero based budgeting lebih berorientasi pada rasionalisasiproses
pembuatan anggaran karena dalam ZBB muncul decision package yang menghasilkan
berbagai paket alternatif anggaran dengan tujuan organisasi publik lebih responsible
terhadap kebutuhan pelanggan.
3. Performance Budgeting (Penganggaran Berbasis Kinerja)
Konsep ini muncul sudah puluhan tahun yang lalu, dan populer pada tahun 1990-an.
Dimana karakteristik utamanya adalah reformasi anggaran yang keberadaannya
dianggap mendukung reformasi birokrasi / reformasi administrasi publik. Konsep ini
merupakan sistimatika penganggaran yang produk akhirnya menitikberatkan pada
output organisasi yang berhubungan erat dengan visi, misi dan rencana strategis
organisasi. Selalu ada keterkaitan yang kuat antara biaya dan output (bahkan menjadi
dokumen wajib antara biaya dan output dalam berkas penyusunan anggaran). Ada
beberapa keuntungan jika Rumah Sakit menerapkan penganggaran berbasis kinerja.
Salah satunya adalah apa yang dikemukan oleh Osborn dan Gaebler (1993), what gets
measured gets done; Dimana manajemen Rumah Sakit dalam pelaksanaan pelayanan
publik harus terlebih dahulu menetapkan ukuran-ukuran kinerja pada setiap unit
pelayanan fungsional sehingga akan berdampak pada seluruh karyawan yang
menyikapinya dengan tindakan positif untuk mencapai target kinerja yang telah
ditetapkan diawal tahun anggaran. Performance budgeting mengalokasikan sumber
daya pada program, bukan pada unit organisasi. Konsekuensi yang harus ditanggung
organisasi publik (dalam hal ini RS) adalah sistimatika penganggaran tidak memiliki
lagi pengategorian anggaran ke dalam anggaran rutin. Karena orientasinya output,
maka isu utamanya adalah pencapaian keberhasilan organisasi yang menyangkut
performance management yang lebih luas.
4. Anggaran Dipengaruhi
1) Sistem Politik
2) Teori Ekonomi
3) Pendekatan Manajemen
4) Akuntansi
5) Administrasi Publik
5. Karakteristik Anggaran
1) Keseragaman
2) Keseluruhan transaksi keteraturan penyerahan rancangan anggaran pertahunnya
3) Akurasi perkiraan pendapatan dan pengeluaran yang didasari
persetujuan/konsensus
4) Terpublikasi
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan
Penyusunan anggaran di rumah sakit terdapat beberapa jenis yaitu Line Item
Budgeting, Planning, Programming, Budgeting System (PPBS) dan Zero Based
Budgeting (ZBB), Performance Budgeting (Penganggaran Berbasis Kinerja). Planning
yaitu menggabungkan programming, resource acquisition dan resource allocation,
Controlling & Administrating yaitu Anggaran yang membantu dalam memastikan bahwa
sumber daya diperoleh dan dibelanjakan sesuai yang direncakan, dan Reporting &
Evaluating : Anggaran menjadi dasar untuk pelaporan akhir periode dan evaluasi.
Anggaran dipengaruhi oleh sistem politik, teori ekonomi, pendekatan manajemen,
akuntansi, dan administrasi publik. Karakteristik anggaran yaitu keseragaman,
keseluruhan transaksi keteraturan penyerahan rancangan anggaran pertahunnya, akurasi
perkiraan pendapatan dan pengeluaran yang didasari persetujuan/konsensuster, dan
publikasi.
B. Saran
1. Sebaiknya menentukan lebih dulu perencanaan anggaran yang akan digunakan.
2. Adanya pengontrolan berkesinambungan dalam penyusunan anggaran di rumah sakit.
DAFTAR PUSTAKA

Ni Komang Anik Wahyuni Antari, I Made Sukartha. (2014). Pengaruh Partisipasi


Penyusunan Anggaran dan Informaasi Asimetri Pada Senjangan Anggaran dengan Budaya
Organisasi Sebagai Pemoderasi. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana.
Tika Sari Sandra Waworuntu. Evaluasi Penyusunan Anggaran Sebagai Alat Pengendalia
Manajemen BLU RSUP PROF.DR. R.D. Kandou Manado. E-Jurnal Fakultas Ekonomi,
EMBA Jurusan Akuntansi Universitas Sam Ratulangi Manado.

Ranti Nur Aprilianisa, 144020150 and pembimbing I, Prof. Dr. Hj Ria Ratna Ariawati., SE.,
MS., AK and Pembimbing, Dadan Soekardan, SE.,MSI,AK (2018) PENGARUH
PARTISIPASI ANGGARAN DAN KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP KINERJA
MANAJERIAL (Survey pada Pusat Mata Nasional Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung).
Skripsi(S1) thesis, Perpustakaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unpas Bandung.

Hidaryani, W. (2018). Konsep Penganggaran Kesehatan. Retrieved from


wahyuhidaryani.blogspot.com:
http://wahyuhidaryani.blogspot.com/2018/01/konseppenganggaran-kesehatan.html
Sulistiadi, W. (2008). Sistem Anggaran Rumah Sakit yang Berorientasi Kinerja untuk
Meningkatkan Kualitas Keuangan Publik. KESMAS : Jurnal Kesehatan Masyarakat
Nasional Vol. 2 No. 5, 234-240.
Habibi, M. N., Ayub Windarko, N., & Tjahjono, A. (2019). Hybrid Maximum Power Point
Tracking Using Artificial Neural Network-Incremental Conduction with Short Circuit
Current of Solar Panel. IES 2019 - International Electronics Symposium (IES): The Role of
Techno-Intelligence in Creating an Open Energy System Towards Energy Democracy,
Proceedings, 63–69.
Nurlaeli, A. (2020). PERENCANAAN PEMBIAYAAN BERBASIS PLANNING
PROGRAMMING BUDGETTING SYSTEM (PPBS) DI SEKOLAH DASAR ISLAM
TERPADU ANNI’MAH BANDUNG. Jurnal Isema: Islamic Educational Management, 5(1),
29-40.

Anda mungkin juga menyukai