Anda di halaman 1dari 5

RESUME EKOLOGI

A. EKOSISTEM DAN EKOLOGI

Ekosistem adalah sebuah sistem yang didalamnya terdapat segala bentuk kehidupan baik hayati
maupun non hayati yang saling berhubugan antara satu dan lainya dalam hubungan simbiosis
mutualisme atau saling menguntungkan dalam kehidupan.
Ekologi adalah hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungan sekitarnya.
Jadi dapat dikatakan bahwa Ekologi berada dalam Ekosistem dan keduanya sangat berhungan
erat karena Ekologi adalah bagian yang membentuk Ekosistem

B. ORGANISASI EKOLOGI
Subyek besar ekologi dibagi menjadi 4 kategori yaitu ekologi fisiologis, ekologi populasi, ekologi
komunitas, dan ekologi ekosistem.
 Ekologi fisiologis
Ekologi fisiologis berkaitan dengan respon dan pengaruh kondisi lingkungan pada spesies tertentu.
 Ekologi populasi
Ekologi populasi merupakan sub bagian dari ilmu ekologi. Ekologi populasi mempelajari
tentang interaksi suatu populasi dengan lingkungan habitatnya,dan jumlah dan distribusi spesies
serta faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi distribusi ini. Interaksi ini meliputi bagaimana
suatu populasi tumbuh, bertahan hidup, bahkan melangsungkan garis keturunan melalui
reproduksi. Ekologi populasi juga dapat mempelajari keberadaan organisme dari tingkat individu
hingga ekosistem
 Ekologi komunitas 
Ekologi komunitas merupakan sub kelas dari pembelajaran
mengenai ekologi lingkungan. Ekologi komunitas mempelajari interaksi yang terjadi
antar populasi dalam suatukomunitas. Ekologi komunitas berkaitan dengan jumlah tertentu
spesies yang ditemukan di daerah dan interaksinya. Interaksi ini tidak selamanya menguntungkan,
salah satu jenis interaksi yang merugikan adalah kompetisi. Untuk meminimalisir kerugian yang
didapatkan, semua makhluk hidup melakukan berbagai cara adaptasi untuk mempertahankan
keberlangsungan hidupnya
 Ekosistem ekologi
Ekosistem ekologi mempelajari struktur dan fungsi seluruh penduduk hidup (komponen
biotik) hal, komponen abiotik, dan interaksi mereka.

C. SIKLUS BIOGEOKIMIA
Biogeokimia adalah studi yang mencakup unsur-unsur biologi, kimia dan geologi. Ini adalah studi
rinci tentang bagaimana sistem kehidupan berpengaruh dan pada gilirannya sendiri dipengaruhi oleh
geologi dan kimiawi bumi. Oleh karena itu mencakup banyak aspek baik biotik maupun abiotik dunia.
Siklus biogeokimia adalah jalur alami sirkulasi unsur yang penting dari kehidupan. Unsur-unsur ini
dari materi hidup dapat mengalir dari tak hidup abiotik ke komponen hidup biotik biopshere dan
kemudian kembali ke komponen abiotik. Untuk kelangsungan hidup ekosistem yang besar seperti
danau atau hutan, adalah penting bahwa semua unsur kimia pembentuk sel-sel hidup harus didaur
ulang.
Secara umum, siklus biogeokimia didefinisikan sebagai perputaran unsur kimia antara atmosfer,
hidrosfer, litosfer, dan biosfer. Siklus biogeokimia bergerak dengan memutar bahan kimia yang
diserap atau dicerna oleh organisme dan kemudian melewati jaring makanan. Mereka akhirnya
berakhir di udara, air dan tanah melalui berbagai kegiatan metabolisme. Siklus biogeokimia
diklasifikasikan sebagai di mana reservoir udara atau laut yang dilalui penguapan. Siklus gas termasuk
dari siklus nitrogen, oksigen, karbon dan air.

 Siklus karbon
Siklus karbon adalah siklus di mana ada pertukaran karbon antara semua bidang ekosistem.
Siklus karbon adalah keseimbangan pertukaran karbon antar reservoir karbon atau antara bidang
tertentu; karbon dipertukarkan antara biosfer, hidrosfer, atmosfer, pedosphere dan geosfer. Ada
pertukaran karbon antar reservoir tersebut sebagai akibat dari proses fisik, biologi, kimia, dan
geolo.

 Siklus nitrogen
Siklus nitrogen adalah transformasi antara berbagai bentuk kimia dalam kedua proses biologis
dan fisik. Beberapa proses penting dari siklus ini adalah fiksasi nitrogen, amonifikasi, nitrifikasi dan
denitrifikasi. Nitrogen atmosfer menjadi waduk terbesar nitrogen tersedia namun dalam jumlah
terbatas untuk penggunaan biologis.

 Siklus oksigen
Siklus oksigen menggambarkan pergerakan oksigen di dalam atmosfer, biosfer dan litosfer.
Kegagalan kejadian siklus oksigen dalam hidrosfer dapat mengakibatkan zona hipoksia.
Fotosintesis adalah faktor utama untuk siklus oksigen dan juga bertanggung jawab untuk atmosfer
bumi dan kehidupan di bumi.

 Siklus fosfor
Siklus fosfor adalah gerakan fosfor melalui litosfer, hidrosfer dan biosfer. Dalam siklus ini,
udara tidak memainkan peran penting sebagai senyawa fosfor dan berbasis fosfor biasanya padat
pada kisaran khas suhu Bumi. Fosfor secara bertahap menjadi kurang tersedia bagi tanaman
seperti yang perlahan-lahan hilang dalam limpasan. Fosfor sangat penting untuk pertumbuhan
tanaman dan biomassa mikroba. Mikroorganisme dari tindakan tanah sebagai wastafel dan
sumber fosfor tersedia dalam siklus biogeokimia.

 Siklus sulfur
Siklus sulfur adalah kelompok proses yang dilalui sulfur bergerak ke dan dari mineral, saluran
air dan sistem kehidupan. Ini adalah siklus biogeokimia penting, sulfur merupakan unsur penting
dan merupakan konstituen dari banyak protein dan kofaktor.

 Siklus air
Siklus air menggambarkan gerakan air yang kontinu pada, di atas, dan di bawah permukaan
bumi. Air bergerak dari satu reservoir lain dengan proses fisik penguapan, kondensasi, presipitasi,
infiltrasi, limpasan dan aliran substrat. Melalui proses ini air mengalami fase yang berbeda seperti
cair, padat dan gas.

D. Aliran Energi pada Ekosistem


Komponen biotik dan abiotik saling berinteraksi dalam ekosistem dan berperan dalam proses
aliran energi. Aliran energi adalah proses perpindahan energi dari satu organisme ke organisme yang
lain. Dalam ekosistem, aliran energi dapat berupa rantai makanan maupun jaring-jaring makanan.
 Rantai makanan
Rantai makanan adalah proses makan dan dimakan yang terjadi di ekosistem. Tumbuhan
sebagai produsen merupakan makanan bagi herbivora (konsumen primer). Herbivora kemudian
dimakan oleh karnivora (konsumen sekunder), yang selanjutnya juga akan dimakan oleh kornivora
yang lebih besar (konsumen tersier). Tumbuhan menempati tingkatan trofik pertama, herbivora
menempati tingkatan trofik kedua, karnivora I menempati tingkatan trofik ketiga, demikian
seterusnya hingga trofik terakhir.

 Jaring-jaring makanan
Jaring-jaring makanan adalah proses rantai makanan yang saling menjalin dan kompleks pada
ekosistem. Seekor hewan mungkin akan memakan lebih dari satu jenis makanan sehingga akan
terjalin rangkaian dari berbagai macam rantai makanan yang ada.

 Piramida ekologi
Piramida ekologi adalah suatu piramida yang menggambarkan perbedaan pada tingkatan
trofik di ekosistem. Terdapat 3 jenis piramida ekologi yang digunakan yaitu piramida jumlah,
piramida biomassa, dan piramida energi.

 Piramida jumlah
Piramida jumlah adalah piramida yang menggambarkan perbedaan jumlah individu pada
masing-masing tingkatan trofik. Tingkatan trofik yang lebih rendah akan memiliki jumlah invividu
yang lebih banyak dibandingkan tingkatan trofik di atasnya. Misalnya saja pada ekosistem savana,
rumput sebagai tingkatan trofik yang paling rendah memiliki jumlah individu yang lebih banyak
dibandingkan dengan rusa yang memakan rumput tersebut.

 Piramida biomassa
Piramida biomassa adalah piramida yang menggambarkan perbedaan biomassa (massa)
masing-masing tingkatan trofik. Tingkatan trofik yang lebih rendah akan memiliki total massa
(massa seluruh individu) yang lebih besar dibandingkan tingkatan trofik di atasnya.

 Piramida energi
Piramida energi adalah piramida yang menggambarkan perbedaan anergi pada masing-
masing tingkatan trofik. Tingkatan trofik yang rendah (produsen) memiliki total energi yang lebih
banyak bila dibandingkan tingkatan trofik di atasnya. Jumlah energi dihitung dari masa tubuh
seluruh tingkatan trofik tersebut. Masa tubuh merupakan cadangan makanan yang dapat dioleh
untuk menjadi energi. Tingkatan trofik yang tinggi akan memiliki jumlah energi yang lebih sedikit
karena tidak semua makanan yang dimakannya akan diseimpan menjadi masa tubuh, sebagian
makanannya akan diolah menjadi energi untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

E. PRODUKTIVITAS
Produktivitas merupakan laju pemasukan dan penyimpanan energi di dalam ekosistem.
Produktivitas dapat dibedakan menjadi 2, yaitu:
 Produktivitas primer
Produktivitas primer merupakan laju penambatan energi yang dilakukan oleh produsen
(autotrof). Produktivitas primer dibedakan atas produktivitas primer kasar (bruto) yang
merupakan hasil asimilasi total, dan produktivitas primer bersih (neto) yang merupakan
penyimpanan energi di dalam jaringan tubuh tumbuhan. Produktivitas primer bersih ini juga
adalah produktivitas kasar dikurangi dengan energi yang digunakan untuk respirasi.
 Produktivitas sekunder
Produktivitas sekunder merupakan laju penambatan energi yang dilakukan oleh
konsumen. Pada produktivitas sekunder ini tidak dibedakan atas produktivitas kasar dan bersih.
Produktivitas sekunder pada dasamya adalah asimilasi pada aras atau tingkatan konsumen.
Produktivitas primer merupakan laju penambatan energi yang dilakukan oleh produsen.
Menurut Campbell (2002), Produktivitas primer menunjukkan Jumlah energi cahaya yang diubah
menjadi energi kimia oleh autotrof suatu ekosistem selama suatu periode waktu tertentu. Total
produktivitas primer dikenal sebagai produktivitas primer kotor (gross primary productivity,
GPP). Tidak semua hasil produktivitas ini disimpan sebagai bahan organik pada tubuh organisme
produsen atau pada tumbuhan yang sedang tumbuh, karena organisme tersebut menggunakan
sebagian molekul tersebut sebagai bahan bakar organik dalam respirasinya. Dengan demikian,
Produktivitas primer bersih (net primary productivity, NPP) sama dengan produktivitas primer
kotor dikurangi energi yang digunakan oleh produsen untuk respirasi (Rs):

NPP = GPP – Rs
Dalam sebuah ekosistem, produktivitas primer menunjukkan simpanan energi kimia yang
tersedia bagi konsumen. Pada sebagian besar produsen primer, produktivitas primer bersih
dapat mencapai 50% – 90% dari produktivitas primer kotor. Menurut Campbell et al (2002),
Rasio NPP terhadap GPP umumnya lebih kecil bagi produsen besar dengan struktur
nonfotosintetik yang rumit, seperti pohon yang mendukung sistem batang dan akar yang besar
dan secara metabolik aktif. Produktivitas primer dapat dinyatakan dalam energi persatuan luas
persatuan waktu (J/m2/tahun), atau sebagai biomassa (berat kering organik) vegetasi yang
ditambahkan ke ekosistem persatuan luasan per satuan waktu (g/m2/tahun). Produktivitas
primer menunjukkan laju di mana organisme-organisme mensintesis biomassa baru. Meskipun
sebuah hutan memiliki biomassa tanaman tegakan yang sangat besar, produktivitas primernya
mungkin sesungguhnya kurang dari produktivitas primer beberapa padang rumput yang tidak
mengakumulasi vegetasi (Campbell et al., 2002).

F. BIOSFER, MAKHLUK HIDUP, MANUSIA, LINGKUNGAN


 Biosfer
Biosfer adalah bagian luar dari planet Bumi, mencakup udara, daratan, dan air, yang
memungkinkan kehidupan dan proses biotik berlangsung. Biosfer juga merupakan wilayah-wilayah
di permukaan bumi yang sesuai untuk lingkungan hidup organisme. Secara umum, biosfer terdiri
atas tiga lingkungan utama atau biocycle, yaitu biocycle darat, biocycle air tawar (sungai, danau,
atau kolam), dan bicycle air asin (bekadar garam atau laut). Selain biosfer dan biocycle, dalam
studi makhluk hidup juga dikenal istilah ekosistem dan bioma.
Dalam biosfer, setiap makhluk hidup menempati lingkungan yang cocok untuk hidupnya.
Lingkungan atau tempat yang cocok untuk kehidupannya disebut Habitat. Dalam biologi kita
sering membedakan istilah habitat untuk makhluk hidup mikro, seperti jamur dan bakteri, yaitu
disebut substrat.
 Makhluk hidup
Makhluk hidup adalah kajian utama dari ilmu biologi. Makhluk hidup dapat berupa
organisme bersel satu sampai organisme multi seluler. Dalam biologi dan ekologi, organisme
(bahasa yunani : organon yang berarti alalt) adalah kumpulan molekul-molekul yang saling
memengaruhi sedemikan sehingga berfungsi secara stabil dan memiliki sifat sebagai makhluk
hidup.
 Manusia
Manusia adalah makhluk yang sempurna, yang meliki akal dan pemikiran. Selama
hidupnya, ia berhasil melalui tahap bayi, kanak-kanak, remaja atas milik pribadinya sendiri dan
bisa disesuaikan dengan lingkungan sekitar.
Manusia merupakan makhluk hidup ciptaan Tuhan dengan segala fungsi dan potensinya
yang tunduk pada aturan hukum alam, mengalami kelahiran, pertumbunhan, perkembangan, mati
dan seterusnya, serta terkait dan berinteraksi dengan alam dan lingkungannya dalam sebuah
hubungan timbal balik positif maupun negatif.
 Lingkungan
Lingkungan adalah suatu media dimana makhuk hidup tinggal, mencari penghidupannya,
dan memiliki karakter serta fungsi yang khas yang terkait secara timbal balik dengan keberadaan
makhluk hidup yang menempatinya, terutama manusia yang memiliki peranan yang lebih
kompleks.
Lingkungan juga merupakan kombinasi antara kondisi fisik yang mencakup keadaan sumber
daya yang alam seperti tanah, air, energi surya, mineral, serta flora dan fauna yang tumbuh di atas
tanah maupun di dalam lautan, dengan kelembagaan meliputi ciptaan manusia seperti keputusan
bagaimana menggunakan lingkungan fisik tersebut.
Lingkungan terdiri dari komponen abiotik dan biotik. Komponen abiotik adalah segala yang
tidak bernyawa seperti tanah, udara, air, iklim, kelembaban, cahaya, bunyi. Sedangkan komponen
biotik adalah segala sesuatu yang bernyawa seperti tumbuhan, hewan, manusia dan mikro-
organisme (virus dan bakteri).

Pengaruh Manusia Pada Alam Lingkungan Hidupnya


Manusia sedikit demi sedikit mulai menyesuaikan diri pada alam lingkungan hidupnya maupun
komunitas biologis di tempat mereka hidup. Perubahan alam lingkungan hidup manusia tampak jelas di
kota-kota, dibanding dengan pelosok dimana penduduknya masih sedikit dan primitif.
Perubahan alam lingkungan hidup manusia akan berpengaruh baik secara positif ataupun negatif.
Berpengaruh bagi manusia karena manusia mendapatkan keuntungan dari perubahan tersebut, dan
berpengaruhtidak baik karena dapat mengurangi kemampuan alam lingkungan hidupnya untuk
menyokong kehidupannya.
Manusia merupakan komponen biotik lingkungan yang memiliki kemampuan berfikir dan penalaran
yang tinggi. Disamping itu manusia memiliki budaya, prantal sosial dan pengetahuan serta teknologi
yang makin berkembang.
Peranan manusia dalam lingkungan ada yang bersifat positif dan ada yang bersifat negatif.
Peranan manusia yang bersifat negatif adalah peranan yang merugikan lingkungan. Kerugian ini secara
langsung atau pun tidak langsung timbul akibat kegiatan manusia dalam memenuhi kebutuhan
hidupnya, peranan manusia yang bersifat positif adalah peranan yang berakibat menguntungkan
lingkungan karena dapat menjaga dan melestarikan daya dukung lingkungan.