Anda di halaman 1dari 9

A.

Tujuan
1. Mahasiswa mampu mengetahui macam-macam termometer
2. Mahasiswa mamou mengetahui ciri khusus, fungsi, dan karakter dari termometer
3. Mahasiswa mampu menggunakan termometer dengan terampil dan benar
4. Mahasiswa mampu membandingkan hasil pengukuran termometer yang satu dengan
yang lain
5. Mahasiswa mampu membedakan suhu laki-laki dan perempuan

B. Dasar Teori
1. Termometer Maksimum-Minimum Six-BelIani
Fungsi Termometer adalah untuk mengukur suhu tertinggi dan terendah dalam jangka
waktu tertentu. Termometer jenis pertama kali dibuat oleh Six Bellani sehingga
Termometer ini dikenal dengan termometer maksimum-minimum Six Bellani. Jika suhu
yang diukur naik maka alkohol dalam tabung A memuai dan menekan permukaan pipa
sebelah kiri. Hal itu mengakibatkan air raksa di tabung B ikut naik dan mengangkat
penunjuk skala baja disebelah kanan. Berhentinya penunjuk skala menyatakan suhu
maksimum.
Sebaliknya, jika suhu yang diukur menurun maka alkohol di tabung B menyusut sehingga
permukaan air raksa di tabung A menurun dan air raksa di pipa kiri naik mengangkat
penunjuk baja disebelah kiri. Berhentinya penunjuk nyatakan suhu maksimum.
Ciri-ciri Termometer Maksimum-Minimum
a. Merupakan termometer khusus karena hanya digunakan untuk mengukur suhu
tertinggi dan terendah di suatu tempat.
b. Skala ukurnya antara —20°C sampai 50°C.
c. Menggunakan zat muai alkohol dan raksa, dilengkapi dengan keping baja sebagai
penunjuk skala.
d. Disediakan magnet tetap, untuk menarik keping baja turun dan melekat pada raksa.
Prinsip kerja termometer maksimum-minimum Six-Bellani adalah ketika suhu udara
turun, alkohol di ruang A (tengah) menyusut. Akibatnya, raksa di ruang B naik dan
mendorong keping baja untuk menunjuk suhu minimum. Sebaliknya, jika suhu udara naik,
alkohol di ruang A memuai dan mendesak raksa di ruang B turun, sedangkan raksa di
ruang C naik untuk mendorong keping baja menunjuk suhu maksimum. Kedua keping baja
tidak dapat turun karena ditahan oleh spiral. Untuk mengembalikan keping baja ke posisi
semula digunakan magnet tetap.
2. Termometer Ruang
Termometer ruang sering kita lihat di berbagai ruang, misalnya ruang rawat inap
pasien di rumah sakit. Termometer ini biasanya digabungkan dengan berbagal alat
lainnya, misalnya dengan jam. 
Ciri-Tiri Termometer Ruang
a. Untuk mengukur suhu ruangan.
b. Menggunakan zat muai logam, tetapi ada pula yang menggunakan raksa.
c. Ukuran tandon dibuat besar agar menjadi lebih peka terhadap perubahan suhu.
d. Dipasang menggantung di ruangan.
e. Merupakan jenis termometer maksimum.

3. Hygrometer
Hygrometer adalah sejenis alat untuk mengukur tingkat kelembaban relatif pada suatu
tempat. Biasanya alat ini ditempatkan di dalam bekas (container) penyimpanan barang
yang memerlukan tahap kelembapan yang terjaga seperti dry box penyimpanan kamera.
Kelembapan yang rendah akan mencegah pertumbuhan jamur yang menjadi musuh pada
peralatan tersebut. Adapun kegunaan dari Hygrometer adalah untuk mengukur
kelembapan relatif (RH) dalam suatu ruangan ataupun keadaan
tertentu. Hygrometer diaplikasi dalam berbagai hal untuk penelitian, pengukuran
kelembapan dalam suatu area dan lainnya.
Hygrometer terdapat dua skala, yang satu menunjukkan kelembaban yang satu
menunjukkan temperatur. Cara penggunaannya dengan meletakkan di tempat yang akan
diukur kelembabannya, kemudian tunggu dan bacalah skalanya. Skala kelembaban
biasanya ditandai dengan huruf h dan kalau suhu dengan derajat celcius.

4. Termometer Badan Digital


Termometer digital, merupakan sebuah alat ukur suhu yang dirancang khusus dalam
bentuk digital, dimana ia mampu memberikan tingkat akurasi yang tinggi dalam
menyatakan besaran suhu pada suatu benda, ruang, maupun zat. Pada umumnya, jenis
pengukur suhu yang satu ini bekerja dengan mengandalkan termokopel sebagai
sensornya. Dengan sensor tersebut memungkinkan ia mampu membaca perubahan nilai
tahanan dengan sangat baik. Sementara, termokopel yang biasa digunakan tidak lain
berupa 2 buah kabel dari jenis logam berbeda. Secara garis besarnya, alat pengukur suhu
digital memiliki prinsip kerja yang sederhana, yakni memanfaatkan bentuk karakteristik
antara temperatur dengan voltase (tegangan).Termometer digital yang banyak tersebar
dipasaran, biasanya mengusung beberapa komponen utama, diantaranya adalah alat
sensor berupa termokopel, kemudian komparator, analog, display, dan decorder display.
Sedangkan untuk cara penggunaannya, pengguna harus melakukan kalibrasi terlebih
dahulu untuk mempertahankan tingkat akurasi dari suhu yang ingin diukur. Kalibrasi
tersebut dapat dilakukan secara otomatis dan manual. Namun, pada umumnya para
pengguna termometer digital lebih memilih melakukan kalibrasi secara otomatis, karena
mungkin jauh lebih mudah dan fleksible. Kelebihan yang dimiliki daritermometer
digital sendiri terbilang lumayan. Tidak seperti alat ukur suhu jenis lain, jenis yang satu ini
mampu memberikan akurasi nilai suhu yang jauh lebih tepat. Selain itu, ia juga memiliki
desain yang jauh lebih modern dengan bentuk yang sangat praktis untuk digunakan atau
dibawa kemana saja.

5. Termometer Alkohol
Termometer alkohol menggunakan alkohol sebagai cairan untuk mengukur variasi
suhu. Alkohol mengembang ketika menyerap suhu dan menyusut saat suhu dingin.
Alkohol yang paling sering digunakan dalam hal ini adalah etanol, tetapi berbagai jenis
alkohol dapat digunakan tergantung pada suhu terukur dan lingkungan di mana
pengukuran dilakukan. Kisaran suhu terukur bervariasi sesuai dengan cairan yang
digunakan dalam bola. Sebagai contoh, titik didih etanol adalah 80 ° C dan titik beku
adalah -115 ° C. Jadi dalam termometer alkohol yang mengandung etanol, -115 ° C hingga
80 ° C variasi suhu dapat diukur. Alkohol adalah tidak berwarna, cairan yang mudah
menguap. Sebuah pewarna digunakan untuk memberi warna alkohol (biasanya pewarna
merah), sehingga pembacaan dapat dengan jelas diperoleh. Karena sifat yang mudah
menguap, cairan di dalam bola lampu dapat dengan mudah menguap, atau dapat
membuat terpisah dari kolom cairan. Untuk mendapatkan pembacaan yang akurat, ini
harus dihindari. Termometer harus ditempatkan dalam casing untuk melindunginya dari
fluktuasi suhu.

6. Termometer Raksa
Sebuah volume kecil cairan warna silver raksa digunakan dalam termometer raksa.
Raksa adalah cairan yang sangat beracun. Oleh karena itu, harus ditangani dengan hati-
hati terutama jika termometer rusak. Titik beku air raksa adalah -38,83 ° C dan titik didih
adalah 357 ° C. Oleh karena itu, termometer raksa yang terbaik untuk mengukur suhu
yang lebih tinggi dibandingkan dengan suhu yang lebih rendah. Dengan demikian, ini
banyak digunakan di laboratorium untuk mengukur variasi suhu reaksi kimia.

7. Termometer Tanah
Termometer tanah adalah sebuah termometer yang khusus dirancang untuk mengukur
suhu tanah. Alat ini berguna pada perencanaan penanaman dan juga digunakan oleh para
ilmuwan iklim, petani, dan ilmuwan tanah. Suhu tanah dapat memberikan banyak
informasi yang bermanfaat, terutama pemetaan dari waktu ke waktu. Ciri-ciri dari
termometer tanah adalah pada bagian skala dilengkungkan, namun ada juga yang tidak
dilengkungkan. Hal ini dibuat untuk memudahkan dalam pembacaan termometer dan
menghindari kesalahan paralaks.

C. Alat dan Bahan


Alat:
 Termometer badan digital
 Termometer batang air raksa
 Termometer batang alcohol
 Termometer maksimum minimum
 Termometer ruang
 Termometer tanah
 Hygrometer
 Gelas beaker
 Kaki tiga
 Kawat kasa
Bahan:
 Air kran
 Tanah
 Korek api
 Spiritus

D. Prosedur
1) Termometer badan digital
 Menyiapkan 3 termometer digital.
 Menekan termometer.
 Menunggu sampai muncul huruf “L”.
 Meletakkan termometer pada ketiak, menunggu sampai bunyi.
 Menuliskan hasil pengukuran.
2) Termometer batang air raksa dan alcohol
 Menyiapkan air pada gelas beaker.
 Mengukur dengan termometer, dengan cara mencelupkan termometer pada larutan
(termometer tidak boleh menyentuh gelas beaker).
 Menuliskan hasil pengukuran.
3) Termometer maksimum minimum
 Menekan tombol termometer yang berada di tengah sampai suhu 00C.
 Melihat suhu awal ketika praktikum dan suhu akhir ketika praktikum.
 Menuliskan hasil pengukuran.
4) Termometer ruang
 Menggantungkan termometer ruang.
 Menuliskan hasil pengukuran.
5) Thermometer tanah
 Menancapkan termometer ke dalam tanah.
 Menuliskan hasil pengukuran.
6) Hygrometer
 Menggantungkan hygrometer.
 Menuliskan hasil pengukuran.

E. Hasil Pengamatan
 Termometer badan digital

Perempuan Perempuan
No. Nama Mahasiswa Laki-laki
(normal) (menstruasi)
37,120C (c)
1. Arum Larasati
= 37,160C
36,250C (c)
2. Elvi Nuraini
= 36,31
36,630C (c)
3. Esha Adiansyah
= 36,690C
36,580C (c)
4. Farhana Halimah Rusyda
= 36,640C
36,540C (c)
5. Feby Dyah Ayu Ramadani
= 36,60C
36,870C (c)
6. Ichwan Akbar S. P
= 36,930C
7. Badrul Munir Arrosadi 36,670C (b)
8. Adela Pitaloka R 36,420C (b)
9. Clara Kartika 35,990C (b)
10. Faiza Nur Imawati Ningsih 36,220C (b)
11. Lely Rindiyanti F.T.P 35,580C (b)
36,440C (a)
12. Etis Prasila Utami
= 36,420C
36,670C (a)
13. Dewi Sekar Miasih
= 36,650C
36,650C (a)
14. Anisa Meilia A
= 36,630C
36,480C (a)
15. Ika Riani A.K.K
= 36,460C
36,220C (a)
16. Fahrunnisa
= 36,200C
17. Lukas Adi Nugroho 36,980C (a)
= 36,960C
36,220C (a)
18. Dhea Paramitha
= 36,200C
35,600C (a)
19. Devy Atika F
= 35,580C
36,400C (a)
20. Alif Rosydah E. B
= 36,380C
36,600C (a)
21. Elsada Trista P
= 36,580C
36,610C (a)
22. Aisyatir Rodliyah
= 36,590C
36,000C (a)
23. Achmad Abror
= 35,980C
36,770C (c)
24. Awalia Siska P
= 36,830C
36,120C (c)
25. Eril Octavia F
= 36,180C
36,260C (c)
26. Made Dewi Saraningsih
= 36,320C
36,840C (c)
27. M. Fajar Dwi S
= 36,90C
28. Fitria Maulita 36,510C (b)
29. Mastika Marisahani Ulfah 36,150C (b)
30. Giovannica Zendi 36,640C (b)
31. Abiyyu Rahmawan 36,500C (b)
JUMLAH 219,940C 726,420C 182,530C
RATA-RATA 36,660C 36,320C 36,510C

Rata-rata kelompok 5
 Laki-laki : 36,930C
 Perempuan (normal) : 36,640C
 Perempuan (menstruasi) : 36,750C

 Termometer Batang, Termometer Maksimum Minimum, Termometer Ruang, Termometer


Tanah, Higrometer

No. Jenis Termometer Hasil Pengukuran


Selasa, 6 Oktober 2015 (09:17 WIB) Ruang O5.209
1.
Termometer Ruang Suhu 270C
Selasa, 6 Oktober 2015 (10:08 WIB) Air kran normal: 250C/260C/260C = 25,70C
2.
Termometer Batang Raksa Air kran dipanaskan: 940C/960C/960C = 95,30C
Selasa, 6 Oktober 2015 (10:08 WIB) Air kran normal: 250C/250C/250C = 250C
3.
Termometer Batang Alkohol Air kran dipanaskan: 940C/950C/960C = 950C
Ruang O5.209
Selasa, 6 Oktober 2015 (09:17 WIB)
4. Awal Praktikum (09:16) 260C
Termometer Max-Min
Akhir Praktikum (10:44) 270C
Suhu tanah
Selasa, 6 Oktober 2015 (10:15 WIB)
5. 5
Termometer Tanah 700F = 70-32 = 38 x 38 = 21,110C
9
Selasa, 6 Oktober 2015 (09:20 WIB) Ruang O5.209
6.
Hygrometer Suhu 280C, Kelembaban 60%

F. Analisis Data
Setelah melakukan pengamatan terhadap 31 siswa dengan menggunakan termometer
digital maka diperoleh hasil yang berbeda-beda meliputi kelompk laki-laki, perempuan
normal, dan perempuan menstruasi. Semua hasil yang diperoleh dirata-rata dan
dibandingkan, sehingga diperoleh data laki-laki 36,66 0C. Pada perempuan normal rata-rata
suhu tubuh yang diperoleh 36,32 0C sedangkan pada perempuan yang sedang mestruasi suhu
tubuhnya lebih tinggi dibanding perempuan normal sekitar 36,510C.
Selain mengukur suhu tubuh, pengukuran juga dilakukan dengan mengukur suhu ruangan,
suhu larutan, suhu tanah, serta kelembapannya. Dengan menggunakan termometer ruang
diperoleh suhu 270C. Ketika menggunakan termometer maksimum-minimum pengukuran
dilakukan pada awal dan akhir praktikum dengan suhu awal 26 0C dan suhu akhir 270C,
sehingga terjadi perubahan suhu. Sedangkan ketika menggunakan hygrometer suhu ruangan
yang diperoleh 280C dengan kelembapan 60%.

Pengukuran suhu pada larutan aquades menggunakan termometer batang raksa dan
alkohol. Percobaaan dilakukan masing-masing 3 kali dengan menggunakan 2 sampel, yaitu
air kran normal dan air kran yang dipanaskan. Rata-rata yang diperoleh pada pengukuran air
dingin dengan menggunakan termometer batang raksa adalah 25,7 0C dan pada air yang telah
dipanaskan diperoleh suhu 95,30C. Sedangkan rata-rata pengukuran suhu yang diperoleh
dengan termometer batang alkohol pada air dingin adalah 25 0C dan pada air yang telah
dipanaskan diperoleh suhu 950C.

Pengukuran terakhir dilakukan untuk mengukur suhu tanah dengan menggunakan


termometer tanah. Suhu tanah yang diperoleh yaitu 700F atau 21,110C.
G. Kesimpulan
Thermometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur suhu (temperatur), ataupun
perubahan suhu. Istilah termometer berasal dari bahasa Latin thermo yang
berarti bahang dan meter yang berarti untuk mengukur. Prinsip kerja thermometer ada
bermacam-macam, yang paling umum digunakan adalah termometer air raksa.
Macam-macam thermometer pada percobaan yang telah dilakukan:
1. Termometer Digital
2. Termometer Batang raksa
3. Termometer Batang alcohol
4. Hygrometer
5. Termometer Max-Min
6. Termometer Tanah
7. Termometer Ruang

H. Rujukan

http://ciri-cirinya.blogspot.co.id/2014/09/Macam-macam-termometer-dan-Ciri-cirinya-Pada-
Bahan-Zat-Cair.html

http://laboratoriumcore.blogspot.co.id/2012/04/hygrometer.html

http://jasakalibrasi.net/termometer-digital/

http://metkliminstrumen.blogspot.co.id/2011/06/termometer-tanah-soil-thermometer.html
LAMPIRAN