Anda di halaman 1dari 5

Bab I– Pendahuluan

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Gempa merupakan salah satu fenomena alam yang tidak dapat dihindari atau tidak dapat

dicegah dengan kemunculannya yang sangatlah sulit untuk diprediksi secara akurat baik

dari waktu maupun tempat terjadinya. Terlebih lagi Indonesia merupakan daerah yang

berada pada daerah pertemuan empat lempeng tektonik utama dengan banyaknya gunung

berapi aktif yang dapat menimbulkan terjadinya gempa. Dengan kondisi ini tantangan

yang dihadapi dalam konstruksi gedung bertingkat tinggi (High rise Building) tentu saja

ancaman terhadap bencana gempa bumi. Struktur bangunan perlu di desain untuk mampu

menahan beban lateral seperti dengan dinding geser, dinding geser berpasangan dan

bahkan kombinasi dari dua sistem penahan beban yang disebut sebagai sistem ganda oleh

beban akibat gempa. Menurut Braien dan Steenie (2015) mengatakan bahwa dinding

geser (shearwall) berfungsi menahan beban lateral disebabkan oleh angin maupun oleh

beban akibat gempa.

Dnding geser berpasangan adalah bagian dari sistem dinding geser yang dirangkai dengan

balok perangkai. Sistem dinding geser digunakan untuk meningkatkan kekakuan dari

bangunan bertingkat banyak, dalam hal ini bangunan yang memiliki lebih dari 20 lantai.

Struktur gedung dengan dinding geser sebagai elemen penahan gaya lateral pada

umumnya memiliki performa yang baik pada saat terjadinya gempa, dengan terbuktinya

sedikit terjadi kegagalan yang terjadi pada sistem struktur dinding geser pada saat terjadi

gempa.

Coupling beam atau balok perangkai merupakan balok pengubung antara dua buah

dinding geser, balok ini membuat dinding geser yang berangkaian bekerja sebagai sebuah

I-1

http://digilib.mercubuana.ac.id
Bab I– Pendahuluan

sistem yang mampu menahan gaya gempa. Coupling beam juga membuat struktur yang

bekerja menjadi kaku dan dapat menyerap energi karena kekakuan coupling beam yang

sangat tinggi dengan dinding geser berperilaku seperti dua buah kantilever bebas.

Coupling beam dinilai dapat menyalurkan gaya geser dari satu dinding ke dinding lainnya

sehingga dapat menahan deformasi struktur yang besar.

Pada proyek The Stature Jakarta terjadi permasalahan mengenai kebutuhan pekerjaan

Mekanikal dan Arsitektural yaitu bukaan untuk pintu lift tidak sesuai dengan kondisi

eksisting yaitu dimensi coupling beam yang terlalu besar. Dalam perencanaan coupling

beam dan penulangan coupling beam ini mengacu pada SNI 2847:2013 tentang tata cara

perhitungan struktur beton untuk bangunan gedung, terlebih pada bagian kriteria struktur

sebagai rangka pemikul momen khusus dan dinding struktural. Untuk perencanaan

ketahanan gempa mengacu pada SNI 1726:2012 dan perencanaan beban minimum

mengacu pada SNI 1727:2013.

1.2 Identifikasi Masalah

1. Mengetahui waktu getar alami struktur yang akan mempengaruhi simpangan antar

lantai

2. Dimensi coupling beam eksisting tidak sesuai dengan kebutuhan pekerjaan mekanikal

dan arsitektural

3. Detail penulangan coupling beam setelah dilakukan penyesuaian terhadap pekerjaan

mekanikal dan arsitektural

1.3 Perumusan Masalah

1. Berapa periode getar alami struktur dan seberapa besar simpangan antar lantai akibat

beban lateral dan vertikal akibat gravitasi.

I-2

http://digilib.mercubuana.ac.id
Bab I– Pendahuluan

2. Seberapa besar dimensi coupling beam yang akan disesuaikan dengan kondisi

kebutuhan pekerjaan mekanikal dan arsitektural

3. Bagaimana detail penulangan coupling beam yang optimum setelah dilakukan

penyesuaian

1.4 Maksud dan Tujuan Penelitian

Maksud dan tujuan dari penelitian ini adalah :

1. Mengetahui periode getar alami struktur dan seberapa besar simpangan antar lantai

akibat beban lateral dan vertikal akibat gravitasi.

2. Mengetahui dimensi coupling beam yang telah dilakukan penyesuaian terhadap

pekerjaan mekanikal dan arsitektural

3. Mengetahui detail penulangan coupling beam.

1.5 Manfaat Penelitian

Dari penulisan hasil perencanaan desain ini diharapkan mampu menambah wawasan

kepada pembaca, khususnya bagi penulis mengenai teknik perencaan struktur bangunan

bertingkat tinggi pada daerah yang mempunyai potensi gempa yang besar, dimana

diperlukan perhatian khusus untuk elemen struktur yang direncanakan, dengan hasil yang

diharapkan yatu desain struktur gedung bertingkat yang kuat dan juga aman serta layak

untuk pemanfaaatan jangka panjang

1.6 Batasan Masalah

Batasan masalah dalam tugas akhir ini adalah :

1. Gedung apartemen dengan 24 lantai di Proyek The Stature Kebon Sirih, Jakarta

2. Perhitungan struktur atas yang terfokus pada penyesuaian coupling beam akibat

pekerjaan mekanikal dan arsitektural

I-3

http://digilib.mercubuana.ac.id
Bab I– Pendahuluan

3. Spesifikasi Material :

a. Mutu beton digunakan :

- Balok dan Pelat Lantai : f’c 45 MPa

- Kolom & Corewall : f’c 45-55 MPa

- Coupling Beam : f’c 35-55 MPa

b. Mutu baja tulangan :

- Tulangan Transversal (D10 & D13) : fy 520 MPa

- Tulangan Longitudinal (>D16) : fy 420 MPa

4. Kelas Situs menggunakan Kelas Situs SD (Sedang)

5. Perencanaan mengacu pada :

- Pembebanan dengan beban mati dan beban hidup mengacu pada SNI 1727:2013

- Perencanaan elemen struktur beton beton bertulang mengacu pada SNI 2847:2013

- Perencanaan ketahanan gempa mengacu pada SNI 1726:2012

6. Struktur direncanakan menggunakan metode sistem ganda dengan rangka pemikul

momen khusus yang mampu menahan paling sedikit 25 persen gaya gempa yang

ditetapkan dengan spesifikasi dinding geser beton bertulang khusus

7. Analisis struktur menggunakan software ETABS 2016

1.7 Sistematika Penulisan

BAB I. Pendahuluan

Bab pendahulian memuat latar belakang, identifikasi masalah, batasan masalah, maksud

dan tujuan penelitian dan sistematika penulisan

BAB II. Tinjauan Pustaka

Tinjauan pustaka memuat uraian sistematis tentang sumber referensi yang digunakan

untuk mendukung teori yang berhubungan dengan penelitian


I-4

http://digilib.mercubuana.ac.id
Bab I– Pendahuluan

BAB III. Metodologi Penelitian

Bab ini penyusun memberikan gambaran langkah-langkah atau metode yang akan

digunakan dalam penelitian ini

BAB IV. Data dan Analisis

Bab ini memuat analisis data desain yang direncanakan serta dilakukan pembahasan

secara rinci

BAB V. Kesimpulan dan Saran

Kesimpulan dan saran yang dimuat merupakan kesimpulan yang didapat dari

perencanaan dan analisis data pada bab sebelumnya dan saran untuk kelanjutan

pengembanga penelitian

I-5

http://digilib.mercubuana.ac.id