Anda di halaman 1dari 17

KERANGKA ACUAN KERJA

Pekerjaan Pengawasan Pembangunan Jalan Selat Panjang - Alai -


Kampung Balak

1. Latar Belakang Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2017


tentang Jasa Konstruksi, pasal 1 ayat (1) Jasa Konstruksi adalah
layanan jasa konsultansi konstruksi dan/atau pekerjaan
konstruksi, konsultasi konstruksi dalam pasal 1 ayat (2) adalah
layanan keseluruhan atau sebagian kegiatan yang meliputi
pengkajian, perencanaan, perancangan, pengawasan, dan
manajemen penyelenggaraan konstruksi suatu bangunan,
sedangkan Pekerjaan Konstruksi dalam pasal 1 ayat (3) adalah
keseluruhan atau sebagian kegiatan yang meliputi pembangunan,
pengoperasian, pemeliharaan, pembongkaran, dan pembangunan
kembali suatu bangunan.

Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2017


Pasal 54 ayat (1) Dalam penyelenggaraan Jasa Konstruksi,
Penyedia Jasa dan/atau Subpenyedia Jasa wajib menyerahkan
hasil pekerjaannya secara tepat biaya, tepat mutu, dan tepat
waktu. Dalam me mberikan layanan usaha jasa konsultansi di
dalam penyelenggaraan jasa konstruksi, Penyedia Jasa
Konsultansi wajib memenuhi Standar Keamanan, Keselamatan,
Kesehatan, dan Keberlanjutan seperti yang terdapat dalam
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2017 Pasal 59
ayat (1) dan ayat (3).

Untuk menjamin pelaksanaan pekerjaan tersebut tepat biaya,


tepat mutu, dan tepat waktu, maka diperlukan layanan jasa
konsultansi untuk melakukan pengawasan terhadap
penyelenggaraan pekerjaan konstruksi. Jasa konsultansi ini
terdiri dari tim yang akan bertugas mengawasi pelaksanaan
pekerjaan konstruksi. Tim yang dimaksud adalah Penyedia Jasa
Konsultansi.

Sebagai pedoman dalam kegiatan pengawasan pekerjaan


pembangunan jalan dan/atau jembatan tahun anggaran 2021 ini,
yang digunakan adalah Spesifikasi Umum 2018 untuk Pekerjaan
Konstruksi Jalan dan Jembatan Kementerian Pekerjaan Umum
dan Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Bina Marga.

2. Maksud Dan Tujuan Maksud pengadaan Penyedia Jasa Konsultansi kegiatan


pengawasan ini adalah untuk mendapatkan Penyedia Jasa
Konsultansi yang benar-benar kompeten dan profesional
dibidangnya untuk melaksanakan pekerjaan kegiatan pengawasan
pada program pembangunan jalan dan jembatan yang
dilaksanakan oleh pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas
Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan
Permukiman dan Pertanahan.
Tujuannya adalah untuk mendapatkan hasil yang sesuai dengan
ketentuan dan persyaratan yang telah ditetapkan (tepat biaya,
tepat waktu dan tepat mutu)

3. Target/Sasaran Sasaran pengadaan Jasa Konsultansi pengawasan jalan


dan/atau jembatan ini, adalah tercapainya hasil pekerjaan
sesuai dengan isi dokumen kontrak, sehingga kinerja
jalan/jembatan yang ditangani diharapkan dapat memberikan
layanannya sampai akhir umur rencana.

-1-
4. Lokasi Pekerjaan Ruas Jalan Selat Panjang - Alai - Kampung Balak

5. Sumber Pendanaan Pekerjaan ini dibiayai dari sumber pendanaan: Anggaran


Pendapatan Belanja Daerah Provinsi Riau (APBD) Tahun Anggaran
2021.
Nomor DPA : DPA/A.1/1.03.1.04.2.10.01.0000/001/2021

6. Nama dan Organisasi Nama : Ir. H. M. TAUFIQ OESMAN HAMID, MT.


NIP : 196807182000031003
Satuan Kerja : Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang,
Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Provinsi Riau
Bidang : Bina Marga

DATA PENUNJANG

7. Data Dasar Berupa Peta Ruas Jalan Provinsi Riau dan Daftar Kegiatan
yang akan diawasi untuk kegiatan pengawasan ini (tersedia
dalam Lampiran KAK)

8. Standar Teknis Pelaksanaan kegiatan ini meliputi kegiatan pengawasan


(pemantauan dan supervisi) dan pelaporan hasil pelaksanaan
pengawasan yang terdiri dari :
1. Kemajuan pelaksanaan fisik dan keuangan;
2. Kondisi jalan;
3. Kualitas Kerja;
4. Keamanan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) serta
Keselamatan pengguna jalan.

Dalam melaksanakan kegiatan ini harus berdasarkan Spesifikasi


Umum 2018 untuk Pekerjaan Konstruksi Jalan dan Jembatan
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Direktorat Jenderal Bina Marga Revisi 2.

9. Studi-Studi Terdahulu Tidak ada

10. Dasar Hukum 1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2017


tentang Jasa Konstruksi.
2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2004
tentang Jalan.
3. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2009
tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 34 Tahun
2006 tentang Jalan
5. Peraturan Presiden Republik Indonesia No.12 Tahun 2021
Tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Republik
Indonesia Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan B
arang/ Jasa Pemerintah.
6. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2012
tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia.
7. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Republik Indonesia Nomor 14/2020 Tentang Standar Dan
Pedoman Pengadaan Jasa Konstruksi Melalui Penyedia.
8. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Republik Indonesia Nomor 19/PRT/M/2017 tentang Standar
Remunerasi Minimal Tenaga Kerja Konstruksi pada Jenjang
Jabatan Ahli untuk Layanan Jasa Konsultansi Konstruksi.
9. Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor
PM 13 Tahun 2014 tentang Rambu Lalu Lintas
10. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

-2-
Nomor 897/KPTS/M/2017 tentang Besaran Remunerasi
Minimal Tenaga Kerja Konstruksi pada Jenjang Jabatan Ahli
untuk Layanan Jasa Konsultansi Konstruksi.
11. Peraturan Daerah Provinsi Riau Nomor 5 Tahun 2020
tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi
Riau Tahun Anggaran 2021
12. Peraturan Gubernur Riau Nomor 74 Tahun 2020 tentang
Penjabaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah
Provinsi Riau Tahun Anggaran 2021.
13. Spesifikasi Umum 2018 untuk Pekerjaan Konstruksi Jalan
dan Jembatan Kementerian Pekerjaan Umum dan
Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Bina Marga Revisi 2
14. Manual Perkerasan Jalan (Revisi Juni 2017) Nomor
04/SE/Db/2017 Kementerian Pekerjaan Umum dan
Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Bina Marga.
15. Keputusan Gubernur Riau Nomor : Kpts.2094/XII/2020
Tentang Penunjukan Pejabat Pelaksana Pengelola
Keuangan Daerah pada Dinas Pekerjaan Umum, Penataan
Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan
Provinsi Riau Tahun Anggaran 2021.
16. Pedoman Standar Minimal Remunerasi/ Biaya Personil
(Billing Rate) dan BIaya Langsung (Direct Cost) untuk
Badan Usaha Jasa Konsultansi Tahun 2021 Ikatan Nasional
Konsultan Indonesia

11. Lingkup Pekerjaan a. Melaksanakan pekerjaan Pengawasan Teknis pada ruas Jalan
dan/atau Jembatan Provinsi Riau (sesuai dengan ruas jalan
dan/atau jembatan yang telah ditentukan didalam KAK)
b. Pelaksanaan pengawasan jalan dan/atau jembatan ini wajib
memperhatikan keselamatan kerja dan keselamatan
pengguna jalan serta kelancaran lalu lintas dengan
menempatkan rambu-rambu lalu lintas secara jelas, aman
dan stabil;
c. Pengawasan jalan dan/atau jembatan ini harus dilaksanakan
dengan mengikuti Spesifikasi Umum 2018 Kementerian
Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal
Bina Marga Revisi 2 untuk pekerjaan konstruksi jalan dan
jembatan dan ketentuan/tata cara yang ditetapkan oleh
penyelenggara jalan.
d. Dalam melakukan pengawasan Penyedia Jasa Konsultansi
wajib memenuhi Standar Keamanan, Keselamatan,
Kesehatan, dan Keberlanjutan seperti yang ditetapkan dalam
Pasal 59 ayat (1) dan (3) Undang-Undang Jasa Konstruksi
Nomor 2 Tahun 2017.

12. Keluaran Keluaran yang dihasilkan oleh kegiatan pengawasan ini adalah
terlaksananya Kegiatan Pengawasan terhadap pekerjaan
jalan/jembatan sesuai dengan kegiatan yang dikerjakan yaitu :
Pengawasan Pembangunan Jalan Selat Panjang - Alai -
Kampung Balak
Diharapkan dengan adanya kegiatan pengawasan ini dapat
membantu menjaga target fisik baik kuantitas maupun kualitas
pada Program Penyelenggaraan Jalan agar tepat biaya, tepat
waktu dan tepat mutu sesuai dengan syarat-syarat dan ketentuan
yang telah ditetapkan.

13. Peralatan, Material, Personil Tidak Ada


Dan Fasilitas dari PPK

14. Peralatan Dan Material Dari Selain peralatan dan material yang disampaikan pada Harga
Penyedia Jasa Konsultansi Perkiraan Sendiri (HPS), personil yang bertugas dilapangan harus

-3-
melakukan absensi secara manual dan elektronik (menggunakan
finger print dan foto bertanggal).

15. Lingkup Kewenangan 1. Penyedia Jasa Konsultansi (Pengawas Pekerjaan) harus


Penyedia Jasa bertanggung jawab terhadap pengawasan pekerjaan fisik
dan mengikuti desain dan Spesifikasi Umum 2018 untuk
Pekerjaan Konstruksi Jalan dan/atau Jembatan Kementerian
Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal
Bina Marga.
2. Penyedia Jasa Konsultansi (Pengawas Pekerjaan) wajib
mendampingi pelaksanaan pekerjaan fisik hingga pekerjaan
selesai.
3. Penyedia Jasa Konsultansi (Pengawas Pekerjaan) menyetujui
dengan menandatangani Surat Pernyataan Pertanggung
Jawaban Mutlak (SPTJM)

16. Waktu Pelaksanaan Yang Jangka waktu pelaksanaan penyelesaian kegiatan pengawasan
Diperlukan ini diperkirakan 7,5 Bulan atau 225 Hari Kalender, semenjak
ditandatanganinya surat perjanjian/kontrak

17. Personil (Tenaga Kerja 1. Pendahuluan


Konstruksi) Menurut peraturan menteri pekerjaan umum dan perumahan
rakyat Republik Indonesia nomor 19/PRT/M/2017 tentang
standar remunerasi minimal tenaga kerja konstruksi pada
jenjang jabatan ahli untuk layanan jasa konsultansi
konstruksi, tenaga kerja konstruksi adalah setiap orang yang
mampu melakukan pekerjaan di sektor jasa konstruksi, baik
untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun untuk
masyarakat, yang terdiri atas kualifikasi dalam jabatan
operator, teknisi atau analis, dan ahli.

Ahli adalah orang yang memiliki kemampuan dalam


menelaah, menganalisis, menginterpretasi suatu ilmu, atau
memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya.

Menurut Pasal 70 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2


Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi, setiap tenaga kerja
konstruksi yang bekerja di bidang Jasa Konstruksi wajib
memiliki Sertifikat Kompetensi Kerja yang diperoleh melalui
uji kompetensi yang dilakukan oleh lembaga sertifikasi
profesi sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia,
Standar Internasional, dan/ Standar Khusus dan peraturan
perundang-undangan serta diregistrasi oleh Menteri.

Menurut Pasal 75 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia


Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi, Tenaga kerja
konstruksi yang memberikan layanan Jasa Konstruksi harus
bertanggung jawab secara profesional terhadap hasil
pekerjaannya.

Tujuan dibuatnya ketentuan mengenai keahlian yang


diperlukan adalah untuk mendapatkan hasil pekerjaan
pengawasan yang optimal yang sesuai dengan ketentuan dan
syarat-syarat yang ditetapkan.

2. Tugas dan tanggung jawab masing-masing Personil


2.1. Personil Tenaga Ahli
2.1.1. Profesional Staf, Supervision Engineer (SE)

Supervision Engineer sekurang-kurangnya seorang Sarjana


Teknik Sipil S1 dari suatu perguruan tinggi negeri, perguruan

-4-
tinggi swasta yang telah disamakan atau perguruan tinggi
internasional yang diakui. Untuk perguruan tinggi swasta
yang belum disamakan harus telah lulus ujian negara.
Supervision Engineer (SE) adalah Ahli Madya yang memiliki
Sertifikat Keahlian (SKA) dengan pengalaman selama minimal
3 tahun untuk setingkat S1 dalam bidang pengawasan
pelaksanaan pekerjaan jalan dan/atau jembatan terhitung
sejak diterbitkan dan memiliki Sertifikat Keahlian (SKA)
pada bidang pengawasan pelaksanaan pekerjaan Jalan
dan/atau Jembatan.
Memiliki NPWP dan bukti setoran pajak tahunan minimal
tahun 2019.
Supervision Engineer akan berkedudukan ditempat
berdekatan dengan lokasi pekerjaan yang menjadi tanggung
jawabnya.
Tugas dan tanggung jawab Supervision Engineer akan
mencakup tapi tidak terbatas hal-hal sbb :

a. Mengikuti petunjuk-petunjuk dan persyaratan yang telah


ditentukan, terutama sehubungan dengan :
- Inspeksi secara teratur pada pekerjaan untuk
melakukan monitoring kondisi pekerjaan dan
melakukan perbaikan perbaikan agar pekerjaan
dapat direalisasikan sesuai dengan ketentuan dan
persyaratan yang telah ditentukan.
- Mengetahui/memahami pengertian yang benar
tentang spesifikasi.
- Metode Pelaksanaan untuk tiap jenis pekerjaan yang
sesuai dengan kondisi lapangan.
- Metode Pengukuran volume pekerjaan yang benar
tentang cara pengukuran dan pembayaran.
- Rincian teknis sehubungan dengan Change Order yang
diperlukan.
b. Membuat pernyataan penerimaan (Acceptance) atau
penolakan (Rejection) atas material dan produk
pekerjaan.
c. Melakukan pemantauan dengan tetap atas prestasi
kontraktor.
d. Segera melaporkan kepada Pengguna Anggaran/Kuasa
Pengguna Anggaran/Pejabat Pembuat Komitmen Dinas
Pekerjaan Umum, Perumahan, Kawasan Permukiman dan
Pertanahan Provinsi Riau apabila kemajuan pekerjaan
ternyata mengalami keterlambatan lebih dari 10% dari
rencana. Membuat saran-saran penanggulangan serta
perbaikan.
e. Melakukan pengecekan secara cermat semua pengukuran
pekerjaan dan secara khusus harus ikut serta dalam
proses pengukuran akhir pekerjaan.
f. Menyusun laporan bulanan tentang kemajuan fisik dan
financial serta menyerahkannya kepada Pengguna
Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran/Pejabat Pembuat
Komitmen Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, Kawasan
Permukiman dan Pertanahan Provinsi Riau.
g. Membuat Justifikasi Teknis, termasuk sketsa gambar dan
perhitungan sehubungan dengan usulan perubahan
kontrak.
h. Mengecek dan menandatangani dokumen pembayaran
bulanan (Monthly Certificate).
i. Mengecek dan menandatangani dokumen-dokumen
tentang pengendalian mutu dan volume pekerjaan.
j. Mengawasi dan memeriksa Pembuatan Gambar

-5-
sebenarnya terbangun/terpasang (As-Built Drawing) dan
mengupayakan agar semua gambar tersebut dapat
diselesaikan sebelum Penyerahan Pertama Pekerjaan
(PHO) Pekerjaan Fisik yang diawasi.
k. Melakukan pelaksanaan kegiatan pengawasan dimulai
saat dilakukan mobilisasi personil pengawasan hingga
dilakukannya serah terima pekerjaan (PHO) pekerjaan
fisik yang diawasi.
l. Mengawasi, dan memeriksa serta bertanggung jawab
terhadap semua hasil pekerjaan Inspector dan Teknisi
Laboratorium.
m. menyetujui dengan menandatangani Surat Pernyataan
Pertanggung Jawaban Mutlak (SPTJM) sebagai
Supervision Engineer (SE)
n. menyetujui dengan menandatangani Surat Pernyataan
Pertanggung Jawaban Mutlak (SPTJM) bahwa Pekerjaan
Konstruksi yang diawasi telah terlaksana 100 %

2.1.2 Sub Profesional Staf, Inspektor

Inspektor sekurang-kurangnya seorang Sarjana Teknik Sipil


S1/Setara yang berpengalaman minimal 1 (satu) tahun atau
D3 Teknik Sipil berpengalaman minimal 3 (tiga) tahun
dalam bidang jalan dan/atau jembatan, terutama dalam hal
pengawasan konstruksi baik itu pembangunan, peningkatan
maupun pemeliharaan jalan dan/atau jembatan.

Seorang Inspektor harus memiliki rekaman harian yang


terperinci (Daily Report) dari semua volume kontrak serta
perlengkapan kontraktor dan mampu memastikan bahwa
pengambilan contoh oleh kontraktor itu dilaksanakan dengan
benar dan juga mampu memastikan bahwa prestasi
pekerjaan jalan dan atau jembatan dibuat sesuai dengan
spesifikasi. Inspector mempersiapkan laporan Harian,
Laporan Mingguan dan Bulanan.

Inspektor akan memeriksa kegiatan pekerjaan konstruksi


jalan atau jembatan yang dilakukan oleh kontraktor setiap
hari. Inspektor bertanggung jawab atas pengecekan semua
pengukuran yang diselenggarakan untuk menentukan
kuantitas pembayaran dan bertanggung jawab langsung
kepada Supervision Engineer. Tugas dan tanggung jawab
Inspektor akan mencakup tapi tidak terbatas hal-hal sbb :

a. Berkedudukan dilokasi atau ditempat yang paling dekat


dengan lokasi kegiatan fisik yang diawasi ;
b. Mengawasi pekerjaan konstruksi jalan atau jembatan dan
konstruksi lainnya dilapangan ;
c. Selalu berkoordinasi dengan staf lapangan kontraktor
dalam menyusun kegiatan pekerjaan harian sesuai
dengan jadwal.
d. Setiap saat mengikuti petunjuk teknis dari Supervision
Engineer dalam pelaksanaan tugas-tugasnya.
e. Menjelajahi kemajuan pekerjaan harian kontraktor
dengan mengisi formulir yang mengandung bagan alir ;
f. Menjaga kemajuan pekerjaan dan mutu yang disyaratkan
hingga hasil akhir pekerjaan ;
g. Memiliki rekaman terakhir dari pekerjaan konstruksi yang
dilaksanakan ;
h. Mengirimkan laporan harian, mingguan dan ringkasan
bulanan dari semua kegiatan konstruksi kepada

-6-
Supervision Engineer termasuk masalah-masalah yang
dijumpai ;
i. Melakukan Supervisi yang terus menerus dilapangan
untuk kegiatan harian, termasuk persiapan catatan
harian untuk peralatan, tenaga dan bahan yang
digunakan oleh kontraktor untuk menyelesaikan
pekerjaan harian ;
j. Mengecek semua bahan/material yang dikirim ke
lapangan pekerjaan apakah sudah sesuai atau belum.
dengan spesifikasi teknis yang disyaratkan ;
k. Setiap hari mencatat cuaca, material yang dikirim ke
lapangan, perubahan dan kebutuhan tenaga kerja,
peralatan dilapangan, jumlah pekerjaan yang telah
selesai dan pengukuran lapangan, kejadian-kejadian
khusus dan sebagainya, dengan menggunakan formulir
laporan yang standar dan dikirim ke Supervision Engineer
diakhir jam kerja setiap hari ;
l. Mengawasi dan mengecek ketelitian semua hasil
pengukuran dilapangan yang dilaksanakan oleh
kontraktor.
m. Mencatat serta mengecek ketelitian semua hasil
pengukuran perhitungan jumlah dan sertifikat
pembayaran bulanan kontraktor serta menjamin bahwa
kontraktor akan dibayar sesuai dengan isi Dokumen
Kontrak.
n. Setiap saat harus mempunyai data tentang Status
Progress terakhir ataupun Status Kuantitas terakhir
dalam rangka membantu Pengguna Anggaran/Kuasa
Pengguna Anggaran/Pejabat Pembuat Komitmen dalam
membuat laporan keuangan dan laporan fisik pada
saat yang diperlukan.
o. Menyimpan arsip-arsip surat dari proyek, laporan
mingguan, diagram kemajuan pekerjaan dan pengukuran
dan sebagainya.
p. Membantu Direksi Lapangan untuk melakukan opname
hasil pekerjaan atas pekerjaan yang telah selesai.
q. Menggambar kemajuan pekerjaan kontraktor setiap hari
dan mengesahkan jadwal kemajuan.
r. Senantiasa menjaga ketelitian dan memeriksa
gambar-gambar as-built drawing.
s. Membantu Supervision Engineer membuat laporan
kemajuan pekerjaan yang telah selesai.
t. Membantu Supervision Engineer memeriksa gambar-
gambar terlaksana (As Built Drawing).
u. Membantu Kepala Kantor/Satker/Pengguna Anggaran/
Kuasa Pengguna Anggaran/Pejabat Pembuat Komitmen
sepenuhnya dalam hal perubahan-perubahan kuantitas
maupun adanya pekerjaan tambah kurang (CCO).
v. Membantu Supervision Engineer dalam mempersiapkan
secara lengkap Dokumen Serah Terima Sementara (PHO).
w. Melakukan pelaksanaan kegiatan pengawasan dimulai
saat dilakukan mobilisasi personil pengawasan hingga
dilakukannya serah terima pertama pekerjaan (PHO)
pekerjaan fisik yang diawasi.
x. Mengawasi dan mengevaluai pelaksanaan pekerjaan
sesuai dengan metode kerja yang telah disetujui.
y. menyetujui dengan menandatangani Surat Pernyataan
Pertanggung Jawaban Mutlak (SPTJM) sebagai Inspektor

-7-
2.1.3. Sub Profesional Staf, Teknisi Laboratorium

Seorang Teknisi Laboratorium sekurang-kurangnya seorang


Sarjana Teknik Sipil S1/Setara yang berpengalaman minimal
1 (satu) tahun atau D3 Teknik Sipil berpengalaman minimal
3 (tiga) tahun dalam bidang pengawasan jalan dan/atau
jembatan, terutama dalam hal Laboratorium dan Pengujian .
Teknisi Laboratorium memonitor dan mengawasi semua
pengujian yang dilakukan Kontraktor serta memastikan
bahwa pengujian yang dilaksanakan telah sesuai dengan
Spesifikasi yang disyaratkan. Teknisi Laboratorium harus
memiliki rekaman mutu pekerjaan harian dan
mempersiapkan rekaman mutu pekerjaan mingguan dan
bulanan. Seorang Teknisi Laboratorium minimum ahli teknik
yang terampil dan berpengalaman.

Berikut ini tugas-tugasnya tetapi tidak terbatas hanya


pada hal-hal sebagai berikut :
a. Teknisi yang langsung melakukan pemeriksaan harian
yang sesuai dengan tata cara yang berlaku.
b. Memeriksa secara beraturan kebenaran spesifikasi yang
dipakai kontraktor dilapangan dan pada pemeriksaan
laboratorium mengenai kepadatan tanah, kondisinya
dan bahan-bahan untuk konstruksi, termasuk akhir
pekerjaan.
c. Menerangkan penerimaan atau penolakan pekerjaan
yang selesai dan pemakaian bahan oleh kontraktor
dilapangan.
d. Mengisi semua daftar laporan pemeriksaan.
e. Mengirimkan semua ringkasan hasil pemeriksaan dalam
suatu bentuk laporan kepada Supervision Engineer.
f. Mengirimkan semua ringkasan laporan mutu mingguan
dan bulanan kepada Supervision Engineer.
g. Melakukan pelaksanaan kegiatan pengawasan dimulai
saat dilakukan mobilisasi personil pengawasan hingga
dilakukannya serah terima pertama pekerjaan (PHO)
pekerjaan fisik yang diawasi.
h. menyetujui dengan menandatangani Surat Pernyataan
Pertanggung Jawaban Mutlak (SPTJM) sebagai Teknisi
Laboratorium

Semua personil tenaga ahli, baik itu profesional staf maupun


sub profesional staf harus sudah terdaftar dan menjadi
peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS)
Ketenagakerjaan sebelum mobilisasi personil ke lapangan.
(Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2017
tentang Jasa Konstruksi Pasal 47 ayat (1) huruf (l).

Masing-masing personil tenaga ahli, baik itu profesional staf


maupun sub profesional staf melampirkan Surat Referensi
Asli, Curiculum Vitae (CV), fotokopi KTP, fotokopi kartu
BPJS, fotokopi Ijazah, fotokopi SKA yang masih berlaku
(minimal untuk SE), Fotokopi NPWP (minimal untuk SE)
dan fotokopi bukti setoran pajak tahun terakhir (minimal
untuk SE).

2.1.4. Sub Profesional Staf, Ahli K3

Seorang Ahli K3 sekurang-kurangnya seorang Sarjana S1 atau


D3 berpengalaman dalam bidang pengawasan jalan dan/atau
jembatan, terutama dalam hal K3 Konstruksi.

-8-
Ahli K3 Minimal Ahli Muda yang memiliki Sertifikat Keahlian
(SKA) K3 Konstruksi yang masih berlaku atau memiliki
Sertifikat mengikuti bimbingan Teknis/Pelatihan K3
Kontruksi.
Tugas dan Tanggung Jawab Ahli K3 Konstrusi adalah
membuat RKK Perancangan dan Laporan Kinerja perbulannya
yang terdiri atas:
1. Kepemimpinan dan Partisipasi Pekerja dalam Keselamatan
Konstruksi
1.1 Lembar Pakta Komitmen Keselamatan Konstruksi
2. Perencanaan Keselamatan Konstruksi
2.1 Identifikasi Bahaya dan Pengendalian Risiko
2.2 Peraturan Perundang-undangan dan Standar
2.3 Sasaran dan Program Pengawasan
3. Dukungan Keselamatan Konstruksi
3.1 Kompetensi
4. Operasi Keselamatan Konstruksi
4.1 Struktur Organisasi Pen gawasan Pekerjaan Konstruksi
4.2 Pengelolaan Keselamatan Konstruksi
5. Evaluasi Kinerja Keselamatan Konstruksi

2.2. Personil Pendukung

Tenaga pendukung berguna untuk menjamin lancarnya


pekerjaan pengawasan dan bertanggung jawab kepada
Supervision Engineer adalah sebagai berikut:
a. Administrator : 1 orang
Administrator sekurang-kurangnya seorang yang memiliki
pendidikan setingkat lulusan Diploma 1 dan memiliki
pengalaman kerja 2 tahun

Masing-masing personil pendukung melampirkan Curiculum


Vitae (CV), fotokopi KTP, fotokopi kartu BPJS Tenaga Kerja,
fotokopi Ijazah.
(Tabel Kualifikasi Personil Terlampir)

18. Jadwal Tahapan Pelaksanaan Jadwal Tahapan Pelaksanaan Pekerjaan dimulai dari Mobilisasi
Pekerjaan Personil Inti Hingga Demobilisasi Personil Inti/ PHO.

LAPORAN

19. Laporan Pendahuluan Laporan harus diserahkan selambat-lambatnya 15 (lima belas)


hari setelah dimulainya jasa konsultansi. Pengawas pekerjaan
harus menyerahkan sejumlah (disesuaikan dengan HPS kegiatan
pengawasan ini) rangkap/buku laporan pendahuluan untuk
setiap paket pekerjaan fisik yang isinya melaporkan mengenai
jadwal rencana kerja dan tahapan pelaksanaan pekerjaan secara
lengkap dan terperinci termasuk kuantitas masing-masing
pekerjaan serta semua personil tenaga ahli baik itu profesional
staf maupun sub profesional staf serta tenaga pendukung
konsultan yang telah disetujui aktif di lapangan.
(format daftar isi terlampir)

20. Laporan Bulanan Pada setiap akhir bulan kalender, pengawas pekerjaan harus
membuat kemajuan laporan bulanan sejumlah (disesuaikan
dengan HPS kegiatan pengawasan ini) rangkap/buku setiap paket
pekerjaan fisik.

Laporan ini merupakan laporan singkat mengenai kemajuan


kegiatan kontraktor, keadaan cuaca, pengendalian mutu dan

-9-
juga permasalahan yang dialami oleh kontraktor/konsultan bila
ada (menyangkut administrasi, teknik dan keuangan) dan
memberikan rekomendasi atau saran-saran bagaimana
menanggulangi/menyelesaikan permasalahan tersebut. Laporan
Bulanan ini juga berisi laporan mingguan dan harian dalam
pelaksanaan pekerjaan untuk mengetahui progres kegiatan di
lapangan agar selesai tepat waktu dan tepat mutu. Pengendalian
mutu ini berisi kegiatan pengujian bahan dan hasil pekerjaan,
baik di laboratorium maupun di lapangan yang dilaksanakan
pada bulan berjalan. Isi laporan ini berupa kesimpulan yang
disertai dengan rekapitulasi dari semua hasil pengujian tersebut
di atas.

Bila mobilisasi konsultan pada awal bulan maka laporan bulanan


pertama dibuat pada bulan yang bersangkutan dan bila
mobilisasi konsultan pada pertengahan bulan maka laporan
bulanan pertama dibuat pada bulan berikutnya.
Laporan ini sudah harus diterima oleh Pengguna Anggaran/Kuasa
Pengguna Anggaran Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang,
Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Provinsi Riau
paling lambat tanggal 5 di bulan berikutnya.
(format daftar isi terlampir)
`
21. Laporan Teknis Laporan Teknis ini dibuat sejumlah (disesuaikan dengan HPS
kegiatan pengawasan ini) rangkap/buku berisikan
perubahan/revisi desain yang memerlukan Justifikasi Teknis
pada setiap terjadinya perubahan pekerjaan yang dilengkapi
dengan data-data pendukungnya.

Laporan teknis ini harus diserahkan paling lambat 15 (lima


belas) hari kerja setelah Justifikasi Teknis disetujui.
(format daftar isi terlampir)

22. Laporan Akhir Pada akhir masa layanan Jasa Konsultansi pada masing-masing
paket kontrak, Konsultan harus menyerahkan Laporan Akhir
sejumlah (disesuaikan dengan HPS kegiatan pengawasan ini)
rangkap/buku + Flashdisk untuk setiap paket fisik dilengkapi
dengan foto dokumentasi kegiatan (Hard Copy dan Soft Copy).
Isi Laporan Akhir secara garis besarnya harus menceritakan
secara ringkas dan jelas mengenai Metode Pelaksanaan
Konstruksi, rencana dan realisasi pelaksanaan, realisasi biaya
pekerjaan dan perubahan-perubahan kontrak yang terjadi,
lokasi-lokasi sumber material dan hasil pengujian mutu
pekerjaan, personil konsultan dan kontraktor yang terlibat,
pelaksanaan pengawasan konstruksi yang telah dilaksanakan,
rekomendasi tentang cara pemeliharaan dikemudian hari dan
segala permasalahan yang kemungkinan besar akan timbul pada
pekerjaan yang baru dilaksanakan serta saran-saran tentang
perbaikan yang perlu dilakukan pada pekerjaan-pekerjaan
berikutnya untuk pekerjaan yang sejenis/serupa.
Laporan akhir ini diserahkan paling lambat sebelum Demobilisasi
Supervision Engineer (format daftar isi terlampir).
Semua laporan dan dokumen-dokumen administrasi harus
diserahkan dalam bentuk hardcopy (asli dan copy) dan softcopy
(file asli dan scan copy) serta disimpan didalam box container
plastik 100 L.

- 10 -
Lampiran 1 : Peta Ruas Jalan Provinsi Riau

- 12 -
Lampiran 2 : Tabel Kualifikasi Personel

Kualifikasi Jumlah
Personel Status Orang
Tingkat Jurusan Keahlian Pengalaman Tenaga Bulan
Pendidikan Ahli
Tenaga Ahli
1. Profesional Staf
1. Surveyor Engineer S1 Teknik (SKA) Ahli Madya Pengawasan 3 Tahun - 1 Orang
Sipil Pelaksanaan Pekerjaan
Jalan/dan atau Jembatan

2. Sub Profesional Staf


1. Inspector S1/D3 Teknik Pengawasan Konstruksi 1 Tahun/3 - 1 Orang
Sipil Pembangunan, Peningkatan Tahun
Pemeliharaan Jalan dan/atau
Jembatan.

2. Teknisi Laboratorium S1/D3 Teknik Pengawasan Jalan dan/atau 1 Tahun/3 - 1 Orang


Sipil Jembatan, terutama dalam Tahun
hal Laboratorium / Pengujian

3. Ahli K3 Konstruksi S1/D3 - - (SKA) Ahli Muda Ahli K3 - - 1 Orang


Konstruksi, dan/atau
- Sertifikat Bimbingan
Teknis/Pelatihan K3
Konstruksi
Tenaga Pendukung (Jika Ada)
1. Tenaga Pendukung
1. Administrator D1/D3/S1 - Microsof Office 1 Tahun - 1 Orang

- 13 -
Lampiran 3 : DAFTAR ISI LAPORAN PENDAHULUAN

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Kegiatan
1.2 Maksud dan Tujuan Pengawasan
1.3 Sasaran
1.4 Lingkup dan Lokasi Kegiatan
1.5 Data-data Kegiatan Pengawasan
1.6 Data-data Kegiatan yang Diawasi
1.7 Peta Lokasi Kegiatan
BAB II. RENCANA KEGIATAN PELAKSANAAN FISIK
2.1 Metode Pelaksanaan
2.2 Survey Awal (Pekerjaan Lapangan)
2.3 Rencana Penanganan
BAB III. RENCANA PENGAWASAN TEKNIS
3.1 Aktifitas Konsultan Pengawas
3.2 Daftar Personil dan Penugasan
3.3 Struktur Organisasi Kegiatan
3.4 Dokumentasi
LAMPIRAN :
- Berita Acara Rapat Pra Pelaksanaan (PCM)

- 14 -
Lampiran 4 : DAFTAR ISI LAPORAN BULANAN

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I. PENDAHULUAN
1.1 Gambaran Umum Kegiatan
1.2 Peta Lokasi Kegiatan
1.3 Data Kegiatan
a. Kondisi Umum
b. Data Administrasi
c. Data Teknis
BAB II. KEGIATAN PELAKSANAAN FISIK
2.1 Ringkasan Kemajuan Kegiatan
2.2 Ringkasan Kegiatan Penyedia Jasa
2.3 Jadwal & Progres Pelaksanaan Pekerjaan/Curva S
BAB III. LAPORAN PENGAWASAN TEKNIS
3.1 Kegiatan Konsultan Supervisi
3.2 Struktur Organisasi Konsultan
3.3 Daftar Personil & Jadwal Penugasan Konsultan Supervisi
3.4 Struktur Organisasi Kegiatan Dinas PUPR
3.5 Struktur Organisasi Penyedia Jasa (Kontraktor)
3.6 Dokumentasi
BAB. IV PERMASALAHAN, EVALUASI DAN PEMECAHAN MASALAH
4.1 Permasalahan
4.2 Evaluasi Permasalahan Dan Pemecahaan Masalah
4.3 Kesimpulan Dan Saran
LAMPIRAN :
1. Laporan Harian Kegiatan
2. Laporan Mingguan Kegiatan

- 15 -
Lampiran 5 : DAFTAR ISI LAPORAN TEKNIS

PETA LOKASI
BAB I. PENDAHULUAN
1.1 Gambaran Umum Kegiatan
1.2 Maksud Dan Tujuan
1.3 Dasar Laporan Teknis
1.4 Sasaran Kontrak Awal
1.5 Data Kegiatan
BAB. II KONDISI AWAL DAN RENCANA DESAIN PENANGANAN
2.1 Kondisi Awal
2.2 Rencana Design Penanganan
BAB III. METODOLOGI PENELITIAN
BAB IV PERMASALAHAN
BAB V. PEMBAHASAN
BAB VI. KESIMPULAN DAN SARAN
LAMPIRAN :
1. Berita Acara Rapat Penyelesaian Untuk Pekerjaan Tambah Kurang
2. Data Survey Dan Perhitungan Perubahan
3. Typical Jalan
4. Foto Dokumentasi

- 16 -

Anda mungkin juga menyukai