Anda di halaman 1dari 94

PT Polaris Investama Tbk

2016
LAPORAN TAHUNAN
ANNUAL REPORT
Ikhtisar KEUANGAN
Financial Highlights

(dalam jutaan Rupiah) (in millions of Rupiah)

2016 2015 2014


LAPORAN POSISI KEUANGAN Consolidated Statements
KONSOLIDASIAN of Financial Position
Aset 353.502 342.173 362.992 Assets
Aset Lancar 170.584 158.741 176.738 Current Assets
Aset Tidak Lancar 182.918 183.432 186.254 Non-Current Assets
Liabilitas 145.867 115.752 127.037 Liabilities
Liabilitas Jangka Pendek 141.764 111.381 123.043 Current Liabilities
Liabilitas Jangka Panjang 4.103 4.371 3.994 Long-Term Liabilities
Ekuitas 207.635 226.421 235.955 Equities

2016 2015 2014


LAPORAN LABA (RUGI) Consolidated Statements
KONSOLIDASIAN of Profit or Loss
Pendapatan 37.306 23.509 29.066 Revenue
Laba Bruto 33.943 23.120 27.358 Gross Profit
Laba (Rugi) Sebelum Pajak (19.028) (9.750) 6.067 Profit (Loss) Before Tax
Laba (Rugi) Tahun Berjalan (19.430) (9.952) 5.941 Profit (Loss) For Current Year
Pemilik Entitas Induk (16.233) (10.525) 1.882 Owners of Parent Entity
Kepentingan Non Pengendali (3.197) 573 4.058 Non-Controlling Interests
Laba (Rugi) Komprehensif Tahun Comprehensive Profit (Loss) of
(19.474) (9.534) 5.871
Berjalan Current Year
Pemilik Entitas Induk (19.464) (9.593) 5.900 Owners of Parent Entity
Kepentingan Non Pengendali (10) 59 (29) Non-Controlling Interests
Laba (Rugi) Neto per Saham Net Profit (Loss) per Share
(13,71) (8,89) 1,59
(Rupiah penuh) (in full Rupiah)

2016 2015 2014


LAPORAN ARUS KAS CONSOLIDATED STATEMENTS
KONSOLIDASIAN OF CASH FLOW
Arus Kas Dari (Untuk) Aktivitas Cash Flows From (For) Operating
18.418 708 (17.387)
Operasi Activities
Arus Kas Dari (Untuk) Aktivitas Cash Flows From (For) Investing
6.376 2.493 (2.099)
Investasi Activities
Arus Kas Untuk Aktivitas Cash Flows From (For) Financing
(5.359) (5.703) (2.270)
Pendanaan Activities

2016 2015 2014

RASIO KEUANGAN FINANCIAL RATIOS

Rasio Laba (Rugi) Terhadap Aset


(5,50%) (2,91%) 1,64% Return on Assets (ROA)
(ROA)
Rasio Laba (Rugi) Terhadap
(9,36%) (4,40%) 2,52% Return on Equity (ROE)
Ekuitas (ROE)
Rasio Laba (Rugi) Terhadap
(52,08%) (42,33%) 20,44% Profit to Revenue Ratio
Pendapatan
Rasio Lancar 120,33% 142,52% 143,64% Current Ratio
Rasio Liabilitas Terhadap Ekuitas 70,25% 51,12% 53,84% Liabilities to Equities Ratio
Rasio Liabilitas Terhadap Aset 41,26% 33,83% 35,00% Liabilities to Assets Ratio

2016 Annual Report / PT POLARIS INVESTAMA Tbk 1


ASET EKUITAS
ASSETS Equity

(dalam jutaan Rupiah) (dalam jutaan Rupiah)


(in millions of Rupiah) (in millions of Rupiah)

362.992 235.955

226.421
23.509 353.502

342.173 207.635

2014 2015 2016 2014 2015 2016

PENDAPATAN LABA BRUTO


Revenue gross PROFIT

(dalam jutaan Rupiah) (dalam jutaan Rupiah)


(in millions of Rupiah) (in millions of Rupiah)
37.306
33.943
29.066
27.358
23.509
23.120

2014 2015 2016 2014 2015 2016

RASIO LANCAR RASIO LIABILITAS TERHADAP EKUITAS


current ratio Liabilities to equities ratio

143,64% 142,52%
70,25%

53,84% 51,12%

120,33%

2014 2015 2016 2014 2015 2016

RASIO LIABILITAS TERHADAP ASET


Liabilities to assets ratio

41,26%
35,00% 33,83%

23.509

2014 2015 2016

2 PT POLARIS INVESTAMA Tbk / Laporan Tahunan 2016


Daftar Isi
Table of Contents

01 21 21 Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian


Consolidated Statements of Financial
Ikhtisar Keuangan Analisis dan Position
Financial HIGHLIGHTS Pembahasan 24 Laporan Laba (Rugi) Konsolidasian
Manajemen Consolidated Statements of Profit or Loss
Management
25 Laporan Arus Kas Konsolidasian
Discussion
and Analysis Consolidated Statements of Cash Flows
26 Rasio Keuangan

03 Financial Ratios
26 Informasi Keuangan Lainnya
Daftar isi Other Financial Information
Table of contents

30
31 Penerapan Tata Kelola Perusahaan Terbuka
Corporate Governance Implementation
tata kelola 31 Rapat Umum Pemegang Saham

04 04 Laporan Dewan Komisaris perusahaan General Meeting of Shareholders


Report of the Board of Commissioners corporate 32 Dewan Komisaris
07 Laporan Direksi governance Board of Commissioners
Laporan
Manajemen Report of the Board of Directors 33 Direksi
Management 09 Profil Dewan Komisaris Board of Directors
Reports 34 Penilaian Kinerja Organ Perseroan
Profile of the Board of Commissioners
10 Profil Direksi Performance Appraisal for the Company’s
Profile of the Board of Directors Organ
35 Remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi

11
Remuneration for the Board of
Commissioners and Directors
tanggung jawab laporan tahunan 35 Komite Audit/Audit Committee
Annual Report Responsibility 37 Sekretaris Perusahaan/Corporate Secretary
37 Audit Internal/Internal Audit
38 Sistem Pengendalian Internal
Internal Control System
38 Sistem Manajemen Risiko

12 12
12
Identitas Perusahaan/Corporate Identity
Riwayat Singkat/Brief History
Risk Management System
39 Perkara Penting dan Sanksi Administrasi
PROFIL 13 Bidang Usaha/Line of Business Significant Cases and Administration
PERUSAHAAN 13 Visi dan Misi/Vision and Mission Sanctions
Company 14 Struktur Organisasi/Organizational Structure 39 Kode Etik dan Budaya Perusahaan
Profile
14 Sumber Daya Manusia/Human Resources Code of Ethics and Corporate Culture
15 Struktur Korporasi/Corporate Structure 39 Whistleblowing System
15 Entitas Anak/Subsdiaries Whistleblowing System
17 Lembaga Profesi Penunjang Pasar Modal
Capital Market Supporting Institutions
40
18 18 Ikhtisar Saham/Stock Highlights Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Corporate Social Responsibility
19 Komposisi Pemegang Saham
Informasi Composition of Shareholders
Bagi 19 Kronologi Pencatatan Saham
Pemodal Chronology of Share Listing
Information
20 Program Kepemilikan Saham oleh Karyawan
for
Investors dan/atau Manajemen
Shares Ownership Program for Employees
and/or Management
20 Kebijakan Pembagian Dividen
Dividend Policy and Distribution

2016 Annual Report / PT POLARIS INVESTAMA Tbk 3


LAPORAN MANAJEMEN
Management Reports

Laporan Dewan Komisaris


Report of the Board of Commissioners

Pemegang Saham dan Pemangku Kepentingan yang Dear Distinguished Shareholders and Stakeholders,
Terhormat,

Puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Praise to God Almighty due to His blessings and mercy that
Esa karena atas berkat dan rahmatNya, maka PT Polaris PT Polaris Investama Tbk could go through 2016.
Investama Tbk dapat melewati tahun 2016.

Kondisi Ekonomi 2016 Economic Condition in 2016

Ekonomi Indonesia tahun 2016 tumbuh 5,02%, lebih tinggi Indonesia’s economy in 2016 grew 5.02%, higher than the
dibanding capaian tahun 2015 yang sebesar 4,88%. Dari growth in 2015, which was 4.88%. Regarding production,
sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan the highest growth was in the business of Financial Services
usaha Jasa Keuangan dan Asuransi sebesar 8,90%. Dari sisi and Insurance sectors for 8.90%. Regarding expenditure,
pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh komponen the highest growth was in the component of Consumption
Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non Profit yang melayani Expenditure of Non-Profit Institution serving household for
rumah tangga sebesar 6,62%. 6.62%.

Pertumbuhan ekonomi tersebut disertai dengan inflasi The economic growth was accompanied by controlled
yang terkendali pada level yang rendah dan berada di inflation at a low level and was in the lower limit of the
batas bawah kisaran sasaran inflasi 4±1%. Inflasi tahun inflation target range of 4±1%. Inflation in 2016 was recorded
2016 tercatat sebesar 3,02%. Kondisi sistem keuangan at 3.02%. The financial system condition was also stable and
juga tetap stabil dengan ditopang oleh ketahanan industri supported by the maintained banking industry resilience.
perbankan yang terjaga. Pelonggaran kebijakan moneter The easing of monetary and macro-prudential policy was
dan makroprudensial telah dapat menurunkan suku bunga able to reduce deposit interest rate for 131 bps, interest
deposito 131 bps, suku bunga kredit modal kerja 94 bps, rate of working capital credit for 94 bps, interest rate of
suku bunga kredit investasi 79 bps dan suku bunga kredit investment credit for 79 bps, and interest rate of consumer
konsumsi 23 bps selama periode Januari – November 2016. loan for 23 bps during the period from January to November
2016.

Kinerja Perusahaan 2016 Company Performance in 2016

Baiknya kondisi ekonomi Indonesia turut mendukung Good Indonesian economic condition also supported the
kinerja Perseroan di 2016. Perseroan berhasil meningkatkan Company’s performance in 2016. The Company successfully
pendapatan sebesar 58,69% sehingga laba bruto meningkat increased its revenue for 58.69% resulting in an increase of
46,81%. Namun, besarnya beban biaya yang ditanggung gross profit for 46.81%. However, the amount of cost and
menyebabkan rugi sebelum pajak menjadi lebih besar dari expense incurred caused the Loss Before Tax to be larger
tahun sebelumnya. Rugi sebelum pajak meningkat 95,16% than that of the previous year. Loss Before Tax increased
sehingga rugi tahun berjalan dan rugi neto per saham juga by 95.16% resulting in loss of current year and net loss per
menjadi lebih besar. share to be higher as well.

Penilaian Kinerja Organ Perusahaan Performance Evaluation of the


Company’s Organ

Meskipun pencapaian kinerja Perseroan di 2016 belum sesuai Even though the Company’s performance achievement in
dengan harapan, namun Dewan Komisaris menilai bahwa 2016 was not as expected, the Board of Commissioners
Direksi telah berupaya secara maksimal untuk memberikan assessed that the Directors had given their maximum effort
yang terbaik. Direksi telah melaksanakan arahan dan nasihat to do the best. The Directors had implemented the directions
yang disampaikan Dewan Komisaris melalui rapat bersama and advice given by the Board of Commissioners through
yang sepanjang 2016 telah dilaksanakan sebanyak 5 kali. joint meeting that was held for 5 times during 2016.

4 PT POLARIS INVESTAMA Tbk / Laporan Tahunan 2016


Dalam rapat tersebut, Dewan Komisaris telah menyampaikan In these meetings, the Board of Commissioners delivered its
hasil pengawasan terhadap implementasi strategi, monitoring result on strategy implementation, performance
pencapaian kinerja Perseroan, pengendalian internal dan achievement, internal control, and risk management, as well
manajemen risiko, serta kepatuhan terhadap peraturan as compliance with the applicable regulations. The Board
yang berlaku. Dewan Komisaris juga telah memantau of Commissioners had also monitored the follow up on
tindak lanjut hasil arahan agar dapat meningkatkan kinerja the monitoring result in order to improve the Company’s
Perseroan. performance.

Dalam melaksanakan tugas tersebut, Dewan Komisaris In implementing its duties, the Board of Commissioners is
dibantu oleh Komite Audit. Komite Audit telah memberikan assisted by the Audit Committee. Audit Committee gave
masukan yang diperlukan Dewan Komisaris dalam input required by the Board of Commissioners in monitoring
pengawasan dan pemberian nasihat, serta pengambilan and giving advice, and making relevant decision. The Board
keputusan yang terkait. Dewan Komisaris menilai bahwa of Commissioners assessed that the Audit Committee has
Komite Audit telah melaksanakan tugas dan tanggung done its duties and responsibilities well and is accountable.
jawabnya dengan baik dan bertanggung jawab.

Pandangan Terhadap Prospek Usaha Insights on Business Prospects

Selain mengawasi kinerja Perseroan di 2016, Dewan Aside from monitoring the Company’s performance in 2016,
Komisaris juga memantau penetapan prospek usaha 2017 the Board of Commissioners also monitored the business
yang dilakukan oleh Direksi. Dewan Komisaris menyambut prospect in 2017 that will be determined by the Directors. The
baik prospek usaha tersebut dan memberikan dukungan Board of Commissioners welcomes the business prospect
penuh bagi Direksi agar dapat mencapai sasaran yang and gives full support to the Directors to achieve the set
telah ditetapkan bagi kemajuan dan keberlanjutan usaha target for the advancement and business sustainability of
Perseroan. the Company.

Penerapan Tata Kelola Perusahaan Implementation of Corporate


Governance

Selama melakukan pengawasan terhadap jalannya Throughout the monitoring duty of the course of the
Perseroan, Dewan Komisaris menilai bahwa penerapan tata Company, the Board of Commissioners considers that the
kelola perusahaan sudah cukup baik. Baik Dewan Komisaris implementation of the corporate governance is sufficiently
dan Direksi telah menjalankan tugas secara independen good. Both the Board of Commissioners and Board of
dan telah memiliki organ pendukung masing-masing. Directors have done their duties independently and have their
Hal ini berperan dalam penerapan sistem pengendalian own supporting organs. This plays a role in implementing
internal agar dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan the internal control system so that it runs properly and is
peraturan yang berlaku. Selain itu, penerapan manajemen in accordance with the applicable regulations. Additionally,
risiko telah dilaksanakan dengan baik sehingga setiap risk management implementation had been done well so
pemilik risiko dapat mengidentifikasi dan memitigasi risiko that each risk owner could identify and mitigate the risks
yang timbul dari aktivitas usaha Perseroan. occurred from the Company’s business activities.

Penerapan tata kelola perusahaan tersebut akan The corporate governance implementation will be improved
ditingkatkan di masa yang akan datang sehingga Perseroan in the future in order to achieve an even better performance
dapat mencapai kinerja yang lebih baik. Hal tersebut juga by the Company. This is also a form of commitment of the
merupakan wujud dari komitmen Perseroan untuk dapat Company to increase the Shareholders’ value and to meet
meningkatkan nilai Pemegang Saham dan memenuhi the Stakeholders’ expectation.
harapan Pemangku Kepentingan.

Komposisi Dewan Komisaris Composition of the Board of


Commissioners

Terkait komposisi Dewan Komisaris, selama tahun 2016, Regarding the composition of the Board of Commissioners,
tidak terdapat perubahan komposisi. Dewan Komisaris throughout 2016 there was no changes in the composition.
tetap solid dalam menjalankan tugasnya secara independen The Board of Commissioners is still solid in carrying out its
dan bebas dari benturan kepentingan. duties independently and free from conflict of interest.

2016 Annual Report / PT POLARIS INVESTAMA Tbk 5


Apresiasi Appreciation

Akhir kata, Dewan Komisaris mengucapkan terima kasih atas At the end, the Board of Commissioners expresses gratitude
seluruh kepercayaan dan dukungan yang diberikan oleh for all trust and support given by the Shareholders,
Pemegang Saham, regulator, mitra usaha, pelanggan, dan regulators, partners, customers, and communities. The
masyarakat. Dewan Komisaris juga berterima kasih kepada Board of Commissioners also thanks the Directors, Audit
Direksi, Komite Audit, serta seluruh karyawan Perseroan atas Committee, and all of the Company’s employees for the
upaya yang diberikan di 2016. Semoga dengan dukungan efforts given in 2016. We hope that with such support and
dan kepercayaan tersebut, Perseroan dapat terus bertahan trust, the Company can continue to survive in the midst of
di tengah tantangan dan dapat meningkatkan pemenuhan challenges and increase its fulfillment of the expectation of
harapan Pemegang Saham dan Pemangku Kepentingan. the Shareholders and Stakeholders.

Atas nama Dewan Komisaris,


On behalf of the Board of Commissioners,

Tan Kiem Hok


Komisaris Utama (Independen)
President Commissioner (Independent)

6 PT POLARIS INVESTAMA Tbk / Laporan Tahunan 2016


Laporan Direksi
Report of the Board of Directors

Pemegang Saham dan Pemangku Kepentingan yang Dear Distinguished Shareholders and Stakeholders,
Terhormat,

Puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas Praise to God Almighty due to His blessings and mercy that
anugerahNya sehingga PT Polaris Investama Tbk dapat PT Polaris Investama Tbk could go through 2016, which was
melewati tahun 2016 yang penuh dengan tantangan. full of challenges.

Kondisi Ekonomi 2016 Economic Condition in 2016

Perekonomian Indonesia di 2016 masih sejalan dengan Indonesia’s economy in 2016 was still in line with the forecasts.
perkiraan. Di tengah realisasi belanja pemerintah yang In the middle of the realization of government spending
lebih rendah dari perkiraan sebelumnya, pertumbuhan which is lower than the previous forecast, consumption and
konsumsi dan investasi tetap kuat. Inflasi tetap terkendali investment growths were still strong. Inflation was still under
sebesar 3,02% dan berada di batas bawah kisaran sasaran control for 3.02% and was at the lower limit of inflation
inflasi 4±1%. Kondisi sistem keuangan juga tetap stabil target range of 4±1%. The financial system condition was
dengan rasio kecukupan modal, rasio likuiditas, dan rasio also stable of which the capital adequacy ratio, liquidity
kredit bermasalah yang sesuai dengan standar kesehatan ratio, and non-performing loan ratio were in line with the
perbankan. Demikian juga dengan suku bunga kredit yang banking health standard. Similarly, credit interest rate was
berhasil ditekan melalui pelonggaran kebijakan moneter also successfully held through the easing of monetary and
dan makroprudensial. Penurunan suku bunga kredit macro-prudential policy. The decrease of working capital
modal kerja 94 bps, suku bunga kredit investasi 79 bps, credit interest rate was 94 bps, interest rate of investment
dan suku bunga kredit konsumsi 23 bps selama periode credit was 79 bps, and interest rate of consumer loan was
Januari – November 2016. 23 bps during the period from January to November 2016.

Dengan kondisi tersebut, perekonomian Indonesia tumbuh With such condition, Indonesia’s economy grew 5.02%,
5,02%, lebih tinggi dibanding capaian tahun 2015 sebesar higher than the growth in 2015, which was 4.88%. Regarding
4,88%. Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai production, the highest growth was achieved by the Financial
oleh lapangan usaha sektor Jasa Keuangan dan Asuransi Services and Insurance business sector for 8.90%, followed
sebesar 8,90%, diikuti sektor Informasi dan Komunikasi by Information and Communication sector for 8.87%, and
sebesar 8,87%, dan sektor Jasa Lainnya sebesar 7,80%. Other Services sector for 7.80%. Regarding expenditure,
Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi berasal dari the highest growth was in the component of Consumption
komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non Profit yang Expenditure of Non-Profit Institution serving household for
melayani rumah tangga sebesar 6,62%, diikuti Pengeluaran 6.62%, followed by Household Consumption Expense for
Konsumsi Rumah Tangga sebesar 5,01%, dan Pembentukan 5.01%, and Gross Fixed Capital Formation for 4.48%.
Modal Tetap Bruto sebesar 4,48%.

Kinerja Perusahaan 2016 Company Performance in 2016

Baiknya kondisi ekonomi Indonesia di 2016 mendukung Good Indonesia’s economic condition in 2016 supported the
pertumbuhan pendapatan Perseroan sebesar 58,69%. Company’s revenue growth for 58.69%. Revenue growth was
Pertumbuhan pendapatan berasal dari pertumbuhan from securities business for 33.87% and property business
pendapatan atas usaha sekuritas sebesar 33,87% dan for 509.26%. Therefore, this revenue growth supports gross
pendapatan atas usaha properti sebesar 509,26%. profit growth for 46.81%.
Pertumbuhan pendapatan ini mendorong pertumbuhan
laba bruto sebesar 46,81%.

Meskipun Perseroan mencatatkan pertumbuhan Even though the Company recorded significant revenue
pendapatan signifikan, namun peningkatan beban growth, however, the increase of expenses, particularly
yang ditanggung, khususnya beban terkait penjualan, sales related expense, had caused the Company to recorded
menyebabkan Perseroan kembali mencatatkan rugi tahun another loss of current year and net loss per share, which
berjalan dan rugi neto per saham yang lebih besar dari are higher that of the previous year.
tahun sebelumnya.

Prospek Usaha 2017 Business Prospect in 2017

Untuk meningkatkan pencapaian kinerja di 2017, Perseroan To improve the performance achievement in 2017, the
telah menganalisis kondisi ekonomi dan industri yang Company has analyzed the economic condition and industry
terkait dengan bisnis yang dijalankan guna mempersiapkan that is related to the course of business in order to prepare
langkah-langkah strategis. Pertumbuhan ekonomi di 2016 strategic steps. The economic growth in 2016 was expected
diperkirakan akan semakin baik di 2017 dengan didukung to be better in 2017 with the support of all business sectors,

2016 Annual Report / PT POLARIS INVESTAMA Tbk 7


pertumbuhan seluruh sektor lapangan usaha, termasuk jasa including financial and property services. The residential
keuangan dan properti. Pertumbuhan properti residensial property growth is expected to continue in 2017 supported
diperkirakan masih akan terus berlanjut di 2017 dengan by the House Loan (KPR) by the banks and non-bank
didukung fasilitas kredit pemilikan rumah (KPR) oleh financing institutions.
perbankan dan lembaga pembiayaan non bank.

Baiknya prospek ekonomi di 2017, memberikan harapan Good economy prospect in 2017 gives hope to the Company
bagi Perseroan untuk dapat meningkatkan usaha di 2017. to increase the business in 2017. The Company believes to
Perseroan meyakini dapat meningkatkan kinerja Perseroan be able to increase the Company’s performance in line with
sejalan dengan tumbuhnya perekonomian Indonesia. the economic growth of Indonesia. The Company welcomes
Perseroan menyambut prospek usaha yang akan datang the future business prospect by preparing a number of
dengan mempersiapkan sejumlah strategi, termasuk strategies, including capital increase.
meningkatkan permodalan.

Penerapan Tata Kelola Perusahaan Implementation of Corporate


Governance

Dalam mengelola dan menjalankan perusahaan, Perseroan In managing and running the Company, it is necessary to
menetapkan tata kelola perusahaan yang baik. Perseroan establish good corporate governance. The Company has
memiliki struktur GCG yang meliputi Rapat Umum GCG structure covering General Meeting of Shareholders,
Pemegang Saham, Dewan Komisaris dan Direksi yang Board of Commissioners, and Directors, which carries out
menjalankan tugas masing-masing secara independen duties independently and without intervention from or to
dan tanpa intervensi dari atau ke pihak lainnya. Perseroan other parties. The Company has had policies and regulations
telah memiliki kebijakan dan peraturan dalam menerapkan in implementing GCG. The Company has also implemented
GCG. Perseroan juga telah mengimplementasikan sistem an internal control system and risk management in a
pengendalian internal dan manajemen risiko secara hati-hati prudential and responsible way, and in accordance with
dan bertanggung jawab, serta sesuai dengan peraturan dan the applicable laws and regulations, including regulations in
perundang-undangan yang berlaku, termasuk peraturan di capital market sector.
bidang pasar modal.

Komposisi Direksi Composition of the Directors

Pada tahun 2016, Perseroan mengalami pergantian Direksi By 2016, the Company made Directors turnover through
melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). the mechanism of General Meeting of Shareholders (GMS).
RUPS mengangkat Bapak Ario Purboyo sebagai Direktur The GMS appointed Mr. Ario Purboyo as President Director,
Utama menggantikan Bapak Taffy Tjahya Indra dan Bapak replacing Mr. Taffy Tjahya Indra, and Mr. Wito as Director
Wito sebagai Direktur (Independen) menggantikan Bapak (Independent), replacing Mr. Ario Purboyo.
Ario Purboyo.

Apresiasi Appreciation

Direksi mengucapkan terima kasih kepada Dewan Komisaris The Directors would like to thank the Board of Commissioners
dan Komite Audit atas saran dan nasihat yang diberikan bagi and Audit Committee for the suggestions and advice given
kemajuan Perseroan. Terima kasih juga disampaikan kepada for the advancement of the Company. We also would like
Pemegang Saham, regulator, mitra usaha, pelanggan, to thank the Shareholders, regulators, business partners,
masyarakat, serta seluruh karyawan Perseroan atas customers, communities, and all of the Company’s
dukungan dan kepercayaan terhadap Perseroan di 2016. employees for the support and trust to the Company in
Semoga Perseroan dapat semakin bertumbuh dan semakin 2016. We hope that the Company can keep growing and be
kokoh di masa yang akan datang. even stronger in the future.

Atas nama Direksi,


On behalf of the Directors,

Ario Purboyo
Direktur Utama
President Director

8 PT POLARIS INVESTAMA Tbk / Laporan Tahunan 2016


Profil Dewan Komisaris
Profile of the Board of Commissioners

TAN KIEM HOK TAN KIEM HOK


Komisaris Utama (Independen) President Commissioner (Independent)

Warga Negara Indonesia, usia 53 tahun. Lahir di Surakarta, Indonesian citizen, 53 years old. Born in Surakarta, Central
Jawa Tengah. Menyelesaikan pendidikan di Akademi Java. Finished his education at Akademi Perindustrian
Perindustrian Yogyakarta pada tahun 1986. Menjabat sebagai Yogyakarta in 1986. Has been the President Commissioner
Komisaris Utama (Independen) PT Polaris Investama Tbk (Independent) of PT Polaris Investama Tbk since 2008
sejak tahun 2008 berdasarkan Akta Notaris Karlita Rubianti, based on Notarial Deed, Karlita Rubianti, SH No. 1 dated
SH No. 1 tanggal 1 Desember 2008 yang telah mendapatkan December 1, 2008, which had been ratified by the
persetujuan dari Departemen Hukum dan HAM Republik Department of Law and Human Rights of the Republic of
Indonesia berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan Indonesia based on Acceptance Letter of Notification of
Perubahan Data Perseroan No. AHU-AH.02.10-24871 Changes in Company’s Data No. AHU-AH.02.10-24871 dated
tanggal 5 Desember 2008 dan diangkat kembali berdasarkan December 5, 2008, and was re-appointed based on Deed of
Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 69 tanggal Meeting Resolution Statement No. 69 dated July 14, 2014, by
14 Juli 2014 oleh Notaris Yulia, SH yang telah mendapatkan Notary Yulia, SH, which had been ratified by the Ministry of
pengesahan dari Kementerian Hukum dan HAM RI melalui Law and Human Rights of the Republic of Indonesia through
Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan Acceptance of Notification of Company’s Data Changes of
PT Polaris Investama Tbk No. AHU-21773.40.22.2014 tanggal PT Polaris Investama Tbk No. AHU-21773.40.22.2014 dated
23 Juli 2014. Saat ini, beliau juga menjabat sebagai Associate July 23, 2014. Currently, he has held the position of the
Director PT SJH Rent A Car sejak tahun 2004. Sebelumnya, Associate Director of PT SJH Rent A Car since 2004. Previously,
pernah menjabat sebagai Marketing Manager PT Surindo he was a Marketing Manager of PT Surindo in 1998-2003,
pada tahun 1998-2003, Marketing Supervisor PT Aneka Spring Marketing Supervisor of PT Aneka Spring in 1991-1998, and
pada tahun 1991-1998, dan Marketing Executive PT Neon Lite Marketing Executive at PT Neon Lite Jakarta in 1990-1991.
Jakarta pada tahun 1990-1991.

SUDJONO TANU HANDOKO SUDJONO TANU HANDOKO


Komisaris Commissioner

Warga Negara Indonesia, usia 58 tahun. Lahir di Tegal, Indonesian citizen, 58 years old. Born in Tegal, Central Java.
Jawa Tengah. Menyelesaikan pendidikan di Sekolah Finished his education at Sekolah Tinggi Pius in 1977. Has
Tinggi Pius pada tahun 1977. Menjabat sebagai Komisaris been the Commissioner of PT Polaris Investama Tbk since
PT Polaris Investama Tbk sejak tahun 2008 berdasarkan Akta 2008 based on Notarial Deed, Karlita Rubianti, SH No. 1
Notaris Karlita Rubianti, SH No. 1 tanggal 1 Desember 2008 dated December 1, 2008, which had been ratified by the
yang telah mendapatkan persetujuan dari Departemen Department of Law and Human Rights of the Republic of
Hukum dan HAM Republik Indonesia berdasarkan Surat Indonesia based on Acceptance Letter of Notification of
Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan Changes in Company’s Data No. AHU-AH.02.10-24871 dated
No. AHU-AH.02.10-24871 tanggal 5 Desember 2008 dan December 5, 2008, and was re-appointed based on Deed of
diangkat kembali berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Meeting Resolution Statement No. 69 dated July 14, 2014, by
Rapat No. 69 tanggal 14 Juli 2014 oleh Notaris Yulia, SH Notary Yulia, SH, which had been ratified by the Ministry of
yang telah mendapatkan pengesahan dari Kementerian Law and Human Rights of the Republic of Indonesia through
Hukum dan HAM RI melalui Penerimaan Pemberitahuan Acceptance of Notification of Company’s Data Changes of
Perubahan Data Perseroan PT Polaris Investama Tbk No. PT Polaris Investama Tbk No. AHU-21773.40.22.2014 dated
AHU-21773.40.22.2014 tanggal 23 Juli 2014. Sebelumnya, July 23, 2014. Previously, he was a Marketing Manager of
pernah menjabat sebagai Marketing Manager Perusahaan Permata Hijau Organic Farming Company in 2004-2007,
Kebun Organik Permata Hijau pada tahun 2004-2007, Kepala Head of General and Administration Sector of PT Central
Bagian Umum dan Administrasi PT Central Korporindo Tbk Korporindo Tbk in 1999-2003, Branch Head of CV Depok
pada tahun 1999-2003, Kepala Cabang CV Depok Motor Motor in 1989-1999, and Sales Supervisor of PT Astra Motor
pada tahun 1989-1999, dan Sales Supervisor PT Astra Motor in 1986-1989.
pada tahun 1986-1989.

2016 Annual Report / PT POLARIS INVESTAMA Tbk 9


Profil Direksi
Profile of the Board of Directors

ARIO PURBOYO ario purboyo


Direktur Utama President Director

Warga Negara Indonesia, berusia 52 tahun. Lahir di Manado, Indonesian citizen, 52 years old. Born in Manado, North
Sulawesi Utara. Memperoleh gelar Sarjana Ilmu Sosial dari Sulawesi. Earned a Bachelor’s Degree in Social Science
Universitas Negeri (IKIP), Jakarta, pada tahun 1990. Menjabat from State University (IKIP), Jakarta, in 1990. Has been
sebagai Direktur Utama PT Polaris Investama Tbk sejak 2016 the President Director of PT Polaris Investama Tbk since
berdasarkan Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang 2016 based on Deed of Minutes of Extraordinary General
Saham Luar Biasa No. 192 tanggal 30 Juni 2016 oleh Notaris Meeting of Shareholders No. 192 dated June 30, 2016 by
Yulia, SH. Sebelumnya, menjabat sebagai Direktur PT Polaris Notary Yulia, SH. Previously, he was the Director of PT Polaris
Investama Tbk pada tahun 2008-2016, General Manager Investama Tbk in 2008-2016, General Manager of PT Fortuna
PT Fortuna Karya tahun 2007-2008, Manager PT Dipasena Karya in 2007-2008, Manager of PT Dipasena Citra Darmaja in
Citra Darmaja pada tahun 2006-2007, Deputy Manager 2006-2007, Deputy Manager of BPPN in 1998-2004, and Vice
BPPN pada tahun 1998-2004, dan Vice Brand Manager Brand Manager of PT Bank Modern in 1991-1998.
PT Bank Modern pada tahun 1991-1998.

WITO WITO
Direktur (Independen) Director (Independent)

Warga Negara Indonesia, usia 30 tahun. Lahir di Palembang, Indonesian citizen, 30 years old. Born in Palembang, South
Sumatera Selatan. Memperoleh gelar Sarjana Ekonomi dari Sumatra. Earned a Bachelor’s Degree in Economics from
Universitas Tarumanagara pada tahun 2010. Menjabat Tarumanegara University in 2010. Has been the Director
sebagai Direktur (Independen) PT Polaris Investama Tbk (Independent) of PT Polaris Investama Tbk since 2016 based
sejak tahun 2016 berdasarkan Akta Berita Acara Rapat on Deed of Minutes of Extraordinary General Meeting of
Umum Pemegang Saham Luar Biasa No. 192 tanggal 30 Juni Shareholders No. 192 dated June 30, 2016 by Notary Yulia,
2016 oleh Notaris Yulia, SH. Sebelumnya, menjabat sebagai SH. Previously, he was an Assistant Manager of PT Nirvana
Asisten Manajer PT Nirvana Develompent Tbk pada tahun Development Tbk in 2013-2016 and Senior Auditor of KAP
2013–2016 dan Senior Auditor KAP Tanubrata Sutanto Tanubrata Sutanto Fahmi & Rekan in 2010-2013.
Fahmi & Rekan pada tahun 2010–2013.

10 PT POLARIS INVESTAMA Tbk / Laporan Tahunan 2016


TANGGUNG JAWAB Laporan Tahunan
Annual Report Responsibility

SURAT PERNYATAAN ANGOTA DIREKSI DAN DEWAN KOMISARIS


TENTANG TANGGUNG JAWAB ATAS LAPORAN TAHUNAN 2016
PT POLARIS INVESTAMA Tbk

STATEMENT OF MEMBERS OF THE BOARD OF DIRECTORS AND COMMISSIONERS


ON RESPONSIBILITY to 2016 ANNUAL REPORT
PT POLARIS INVESTAMA TBK

Kami yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan We, the undersigned, hereby declare that any information in
bahwa semua informasi dalam Laporan Tahunan PT Polaris the annual report of PT Polaris Investama Tbk for year 2016
Investama Tbk tahun 2016 telah dimuat secara lengkap has been fully contained and we shall be fully responsible to
dan bertanggung jawab penuh atas kebenaran isi Laporan the correctness of contents in this annual report.
Tahunan Perseroan.

Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya. This statement is made properly.

Jakarta, 24 Maret 2017


Jakarta, March 24, 2017

Direksi Dewan Komisaris


Board of Directors Board of Commissioners

Ario Purboyo Tan Kiem Hok


Direktur Utama Komisaris Utama (Independen)
President Director President Commissioner (Independent)

Wito Sudjono Tanu Handoko


Direktur Independen Komisaris
Independent Director Commissioner

2016 Annual Report / PT POLARIS INVESTAMA Tbk


PROFIL Perusahaan
Company Profile

Identitas Perusahaan
Corporate Identity

Nama PT POLARIS INVESTAMA Tbk


Name
Alamat Mayapada Tower Lt. 11
Address Jl. Jend. Sudirman Kav. 28
Jakarta, 12920
Telepon/ Phone : (021) 5289 7418
Faksimili/ Fax : (021) 5289 7399
Website/ Website : www.polarisinvestama.co.id
Bidang Usaha Investasi: Perdagangan, Pengembangan (Kontraktor), Jasa,
Line of Business Pengangkutan, Percetakan dan lain-lain
Investment: Trading, Development (Contractor), Service,
Transportation, Printing, etc
Tanggal Pendirian 23 Juli 1992
Date of Establishment July 23, 1992
Dasar Hukum Pendirian Akta No. 92 pada tanggal 23 Juli 1992 oleh Notaris
Legal Basis Ruth Karliena, SH dan telah disahkan oleh Menteri
Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan
No. C2-3428-HT.01.01.Th.1994 tanggal 24 Februari 1994
Deed No. 92 on July 23, 1992, by Notary Ruth Karliena, SH and
had been ratified by the Minister of Justice of the Republic
of Indonesia with the Decree No. C2-3428-HT.01.01.Th.1994
dated February 24, 1994
Modal Dasar
Rp563.680.000.000,-
Authorized Capital
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
Rp140.920.000.000,-
Subscribed and Fully Paid-Up Capital
Kode Saham PLAS
Share Code PLAS

Riwayat Singkat
Brief History

PT Polaris Investama Tbk (yang selanjutnya disebut PT Polaris Investama Tbk (hereinafter referred to as the
“Perseroan”) berdiri berdasarkan Akta Notaris Ruth “Company”) was established based on Notarial Deed of Ruth
Karliena, SH No. 92 tanggal 23 Juli 1992 dengan nama Karliena, SH No. 92 dated July 23, 1992, under the name
PT Daya Delta Intertama. Akta tersebut telah mendapatkan PT Daya Delta Intertama. The deed had obtained ratification
pengesahan Menteri Kehakiman Republik Indonesia melalui from the Minister of Justice of the Republic of Indonesia
Surat Keputusan No. C2-3428-HT.01.01.Th.1994 tanggal under the Decree No. C2-3428-HT.01.01.Th.1994 dated
24 Februari 1994 dan diumumkan dalam Berita Negara February 24, 1994, and has been announced in the State
No. 61, Tambahan No. 4973 tanggal 2 Agustus 1994. Journal No. 61, Additional No. 4973 dated August 2, 1994.

Perseroan beberapa kali melakukan perubahan nama. The Company changed its name several times. First, the
Pertama, Perseroan berubah nama menjadi PT Palm Asia Company changed its name to PT Palm Asia Corpora Tbk,
Corpora Tbk, yang dilakukan berdasarkan Akta Notaris which was based on Notarial Deed of Fathiah Helmi, SH
Fathiah Helmi, SH No. 10 tanggal 5 Maret 2004 yang telah No. 10 dated March 5, 2004, which had obtained ratification
mendapatkan persetujuan Menteri Kehakiman Republik from the Minister of Justice of the Republic of Indonesia
Indonesia melalui Surat Keputusan No. C-05850 HT.01.04. under the Decree No. C-05850.HT.01.04.TH.2004 dated
TH.2004 tanggal 10 Maret 2004. Kemudian, Perseroan March 10, 2004. Then, the Company changed its name to
berubah nama menjadi PT Redland Asia Capital Tbk, yang PT Redland Asia Capital Tbk, which was based on Meeting
dilakukan berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Resolution Statement Deed of PT Palm Asia Corpora
PT Palm Asia Corpora Tbk No. 17 tanggal 18 Juni 2007 oleh Tbk No. 17 dated June 18, 2007, by Notary Muhammad
Notaris Muhammad Hanafi, SH yang telah mendapatkan Hanafi, SH, which had been ratified by Minister of

12 PT POLARIS INVESTAMA Tbk / Laporan Tahunan 2016


pengesahan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Law and Human Rights of the Republic of Indonesia
Republik Indonesia No. W7-07616.HT.01.04-TH.2007 tanggal No. W7-07616 HT.01.04-TH.2007 dated July 9, 2007.
9 Juli 2007.

Perubahan nama kembali terjadi berdasarkan Akta Notaris Another change of name took place based on Notarial Deed
Muhammad Hanafi, SH No. 17 tanggal 18 Juni 2007 menjadi of Muhammad Hanafi, SH No. 17 dated June 18, 2007, to be
PT Redland Asia Capital Tbk dan telah mendapatkan PT Redland Asia Capital Tbk, which had obtained ratification
persetujuan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia from the Minister of Justice of the Republic of Indonesia
melalui Surat Keputusan No. W7-07616 HT.01.04-TH.2007 under the Decree No. W7-07616 HT.01.04-TH.2007 dated
tanggal 9 Juli 2007. Terakhir, Perseroan mengubah nama July 9, 2007. Finally, the Company changed its name to
menjadi PT Polaris Investama Tbk berdasarkan Akta PT Polaris Investama Tbk based on Deed of Minutes
Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa of Extraordinary General Meeting of Shareholders of
PT Redland Asia Capital Tbk No. 1 tanggal 1 Desember 2008 PT Redland Asia Capital Tbk No. 1 dated December 1, 2008,
oleh Notaris Karlita Rubianti, SH yang telah mendapatkan by Notary Karlita Rubianti, SH which had been ratified
pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi by Minister of Law and Human Rights of the Republic of
Manusia Republik Indonesia dengan surat pengesahan Indonesia by the Decree No. AHU-93051.AH.01.02.Th.2008
No. AHU-93051.AH.01.02.Th 2008 tanggal 3 Desember 2008. dated December 3, 2008.

Bidang Usaha
Line of Business

Ruang lingkup kegiatan utama PT Polaris Investama Tbk The main scope of work of PT Polaris Investama Tbk is
adalah berusaha dalam bidang investasi. Kegiatan investasi investment business sector. The investment activities are
tersebut dilaksanakan melalui Entitas Anak yang bergerak done through Subsidiaries as follows.
dalam bidang sebagai berikut.
a. PT Universal Broker Indonesia a. PT Universal Broker Indonesia
Bidang usaha perantara perdagangan efek dengan izin Line of business is securities broker dealer and
broker dealer dan underwriter, serta penjamin emisi efek. underwriter, with licenses in broker dealer and
underwriter.
b. PT Binong Nuansa Permai b. PT Binong Nuansa Permai
Bidang usaha properti. Property business sector.
c. PT Polaris Indo Energy c. PT Polaris Indo Energy
Bidang usaha perdagangan. Trading business sector.

Visi dan Misi


Vision and Mission

VISI VISION
Menjadi Perusahaan Investasi yang Aktif dan Selektif To become an Investment Company that is Active and
Berinvestasi. Selective in Investing.

MISI MISSION
• Melakukan investasi dengan tetap mempertimbangkan • To invest by always considering the business risk and
risiko usaha dan tingkat pengambilan yang baik bagi good rate of return for the Company and Shareholders;
Perseroan dan Shareholders;
• Meningkatkan value Peseroan secara • To increase the Company value continuously;
berkesinambungan;
• Mengembangkan aset dan sumber daya manusia secara • To improve assets and human resources continuously;
berkelanjutan;
• Menjaga kelestarian lingkungan tempat usaha • To preserve the environment where the Company’s
Perseroan; businesses are;
• Bekerja keras demi meningkatkan kinerja Perseroan • To work hard in order to improve the Company’s
dalam memberikan kontribusi dan partisipasi aktif performance in giving contribution and active
terhadap pembangunan perekonomian nasional. participation to the national economic development.

2016 Annual Report / PT POLARIS INVESTAMA Tbk 13


Struktur Organisasi
Organizational Structure

RUPS / GMS

DEWAN KOMISARIS
Board of Commissioners

Komite Audit
Audit Committee

DIREKSI
Board of Directors
Sekretaris Perusahaan
Corporate Secretary

Umum & Personalia Unit Usaha Akuntansi & Keuangan

General & Personnel Business Unit Accounting & Finance

Sumber Daya Manusia


Human Resources

Seiring dengan target Perseroan untuk meningkatkan In line with the Company target to increase the productivity
pertumbuhan produktivitas, Perseroan membutuhkan growth, the Company needs support from human resources
dukungan sumber daya manusia yang handal dan who are reliable, qualified, and able to work well in order to
berkualitas yang mampu bekerja dengan baik sehingga give maximum result. The number of employees (including
dapat memberikan hasil yang maksimal. Jumlah karyawan Subsidiaries) in 2016 was 85 people, which was less than that
Perseroan (termasuk Entitas Anak) pada tahun 2016 sebesar of 2015 of 86 people.
85 orang, lebih kecil dari tahun 2015 yang sebesar 86 orang.

Dalam mengelola sumber daya manusia, Perseroan dan In managing the human resources, the Company and its
Entitas Anak memperhatikan aspek kesejahteraan karyawan, subsidiaries care for the employees’ welfare aspect, by
antara lain melalui pemberian remunerasi yang layak dan among others giving proper remuneration and providing
penyediaan beberapa fasilitas dan program kesejahteraan several facilities and health program for the employees. The
bagi karyawan. Fasilitas dan program kesejahteraan tersebut facilities and health program for all employees cover health
diperuntukkan bagi seluruh karyawan yang meliputi fasilitas facilities, BPJS Health and Employment, festive allowances
kesehatan, BPJS kesehatan dan ketenagakerjaan, tunjangan (THR), and others.
hari raya, dan lain-lain.

Kompensasi, program kesejahteraan dan fasilitas-fasilitas Compensation, health program, and facilities given by the
yang diberikan oleh Perseroan dan Entitas Anak tersebut Companies and its Subsidiaries have meet the Provincial
telah memenuhi ketentuan Upah Minimum Propinsi. Minimum Wage regulations. The Company has also made
Perseroan juga telah membuat dan menetapkan Peraturan and established the Company Regulation, which is in
Perusahaan, yang sesuai dengan peraturan dan ketentuan accordance with the applicable laws and regulations in
hukum yang berlaku di Indonesia sebagaimana diatur di Indonesia as regulated in legislations, which is used to
dalam undang-undang, yang digunakan untuk mengatur govern the relationship between the Company and the
hubungan kerja antara Perseroan dengan tenaga kerja Company’s workers.
Perseroan.

Sampai dengan Laporan Tahunan ini diterbitkan, Perseroan Until this Annual Report is published, the Company does not
tidak mempekerjakan tenaga kerja asing dan tidak ada hire foreign worker and there is no foreign worker holding
tenaga kerja asing yang menduduki jabatan tertentu certain position in the Company. The Company does not

14 PT POLARIS INVESTAMA Tbk / Laporan Tahunan 2016


dalam Perseroan. Perseroan tidak melakukan pembatasan limit the foreign worker to hold certain position according to
tenaga kerja asing untuk menduduki jabatan tertentu the applicable regulations regarding employment.
sesuai dengan undang-undang yang berlaku dalam bidang
ketenagakerjaan.

Struktur Korporasi
Corporate Structure

Masyarakat (di bawah 5%)


Credit Suisse Securities (Europe) Public (below 5 %)
7,20% 92,80%

PT Polaris Investama Tbk

PT Binong Nuansa Permai PT Polaris Indo Energy PT Universal Broker Indonesia

99,75% 99,99% 76,42%

PT Polaris Indonesia PT Treasure Fund Indonesia

99,99% 98,00%

Entitas Anak
Subsdiaries

PT UNIVERSAL BROKER INDONESIA PT UNIVERSAL BROKER INDONESIA


Gedung Sona Topas Lt. 20 Gedung Sona Topas Lt. 20
Jl. Jend. Sudirman Kav. 26 Jl. Jend. Sudirman Kav. 26
Karet, Setiabudi Karet, Setiabudi
Jakarta, 12920 Jakarta, 12920
Telepon : 021 – 250 6658 Telephone : 021 – 250 6658
Faksimili : 021 – 250 634 Facsimile : 021 – 250 634

Perusahaan didirikan berdasarkan Akta Notaris Soebagio The Company was established based on Notarial Deed of
Ronoatmodjo, SH No. 22 tanggal 8 September 1989 dengan Soebagio Ronoatmodjo, SH, No. 22 dated September 8,
nama PT Jasura Finance Corporation. Akta ini kemudian 1989, under the name PT Jasura Finance Corporation. This
diubah dengan Akta No. 51 tanggal 16 Oktober 1989 Deed was then changed by Deed No. 51 dated October 16,
dari notaris yang sama dan mendapatkan pengesahan 1989, from the same Notary and had obtained ratification
dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia melalui from the Minister of Justice of the Republic of Indonesia
Surat Keputusan No. C210068.HT.01.01.TH tanggal under the Decree No. C210068.HT.01.01.TH dated October
31 Oktober 1989. Perusahaan bergerak di bidang perantara 31, 1989. The Company operates in securities broker dealer
perdagangan efek dan penjamin emisi efek dengan total and underwriter with total asset of Rp5,451,508,272,-. The
aset Rp5.451.508.272,-. Kepemilikan saham Perseroan pada Company’s share ownership on this subsidiary is 76.42%.
Perusahaan sebesar 76,42%. Perusahaan juga memiliki The Company also has a Subsidiary, which is PT Treasure
Entitas Anak, yaitu PT Treasure Fund Investama dengan Fund Investama, with share ownership of 98.00%. This
kepemilikan saham Perusahaan sebesar 98,00%. Entitas subsidiary has a business license as investment manager.
Anak Perseroan tersebut memiliki izin usaha sebagai
manajer investasi.

2016 Annual Report / PT POLARIS INVESTAMA Tbk 15


Susunan pengurus Perusahaan sebagai berikut. Composition of the Company’s management is as follows.

Direksi Directors
Direktur Utama : Lindawati Puspalita Halim President Director : Lindawati Puspalita Halim
Direktur : Rita Ningsih Djapri Director : Rita Ningsih Djapri

Dewan Komisaris Board of Commissioners


Komisaris Utama : Drs. ECI Gede Raka Tantra President Commissioner : Drs. ECI Gede Raka Tantra
Komisaris : Patricius Sendjojo Commissioner : Patricius Sendjojo

PT BINONG NUANSA PERMAI PT BINONG NUANSA PERMAI


Jl. Gunung Kerinci 15 Jl. Gunung Kerinci 15
Komplek Meruya Residence Komplek Meruya Residence
Meruya Ilir, Kembangan Meruya Ilir, Kembangan
Jakarta, 11620 Jakarta, 11620
Telepon : 021 - 5890 2222 Telephone : (021) 5890 2222
Faksimili : 021 - 5890 2288 Facsimile : (021) 5890 2288

Perusahaan didirikan berdasarkan Akta Notaris Sinta The Company was established based on Notarial Deed
Susikto, SH No. 233 tanggal 29 Maret 1988. Akta pendirian of Sinta Susikto, SH, No. 233 dated March 29, 1988. The
tersebut mendapatkan pengesahan dari Menteri Kehakiman establishment deed obtained validation from the Minister
Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. C25721. of Justice of the Republic of Indonesia through the Decree
HT.01.01.TH.88 tanggal 7 Juli 1988. Perusahaan bergerak No. C25721.HT.01.01.TH.88 dated July 7, 1988. The
di bidang properti dengan total aset Rp193.809.150.105,-. Company operates in property sector with total asset of
Kepemilikan saham Perseroan pada Perusahaan sebesar Rp193,809,150,105,-. The Company’s share ownership on
99,75%. this subsidiary is 99.75%.

Susunan pengurus Perusahaan sebagai berikut. Composition of the Company’s management is as follows.

Direktur : Ario Purboyo Director : Ario Purboyo


Komisaris : Sudjono Tanu Handoko Commissioner : Sudjono Tanu Handoko

PT POLARIS INDO ENERGY PT POLARIS INDO ENERGY


Mayapada Tower Lt. 11 Mayapada Tower Lt. 11
Jl. Jend. Sudirman Kav. 28 Jl. Jend. Sudirman Kav. 28
Karet, Setiabudi Karet, Setiabudi
Jakarta, 12920 Jakarta, 12920
Telepon : 021 – 5289 7418 Telephone : 021 – 5289 7418
Faximili : 021 – 5289 7399 Facsimile : 021 – 5289 7399

Perusahaan didirikan berdasarkan Akta Notaris Yulia, SH The Company was established based on Notarial Deed of
No. 22 tanggal 7 Juli 2009 dan telah mendapatkan Yulia, SH, No. 22 dated July 7, 2009, and obtained validation
pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia from the Minister of Law and Human Rights of the Republic
melalui Surat Keputusan No. AHU-31609.AH.01.01. of Indonesia through the Decree No. AHU-31609.AH.01.01.
TH 2009 tanggal 10 Juli 2009. Perusahaan bergerak di TH 2009 dated July 10, 2009. The Company operates in
bidang perdagangan dengan total aset Rp4.606.328.428,-. trading with total asset of Rp 4,606,328,428,-. The Company’s
Kepemilikan saham Perseroan pada Perusahaan sebesar share ownership on this subsidiary is 99.99%. The Company
99,99%. Perusahaan juga memiliki Entitas Anak, yaitu also has a Subsidiary, which is PT Polaris Indonesia, with
PT Polaris Indonesia, dengan kepemilikan saham Perusahaan share ownership of 99.99%. The subsidiary operates in
sebesar 99,99%. Entitas Anak Perseroan tersebut bergerak trading business sector.
dalam bidang usaha perdagangan.

Susunan pengurus Perusahaan sebagai berikut. Composition of the Company’s management is as follows.

Direktur : Ario Purboyo Director : Ario Purboyo


Komisaris : Sudjono Tanu Handoko Commissioner : Sudjono Tanu Handoko

16 PT POLARIS INVESTAMA Tbk / Laporan Tahunan 2016


Lembaga Profesi Penunjang Pasar Modal
Capital Market Supporting Instititutions

AKUNTAN PUBLIK PUBLIC ACCOUNTANT


Kantor Akuntan Publik Warnoyo dan Mennix Public Accountant Office of Warnoyo and Mennix
GMT Building Lt. 4 Suite 406 GMT Building Lt. 4 Suite 406
Jl. Wijaya Timur Raya No. 1 Jl. Wijaya Timur Raya No. 1
Kebayoran Baru, Jakarta Selatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
Telepon : 021 – 7279 4920, 8838 2710 Telephone : 021 – 7279 4920, 8838 2710

BURSA PENCATATAN SAHAM CHRONOLOGY OF SHARE LISTING


PT Bursa Efek Indonesia PT Bursa Efek Indonesia
Indonesia Stock Exchange Building Tower I Indonesia Stock Exchange Building Tower I
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53 Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53
Jakarta, 12190 Jakarta, 12190
Telepon : 021 – 515 0515 Telephone : 021 – 515 0515
Faksimili : 021 – 515 0330 Facsimile : 021 – 515 0330
Website : www.idx.co.id Website : www.idx.co.id
Email : callcenter@idx.co.id Email : callcenter@idx.co.id

BIRO ADMINISTRASI EFEK SHARE REGISTRAR


PT Sharestar Indonesia PT Sharestar Indonesia
Berita Satu Plaza Lt. 7 Berita Satu Plaza Lt. 7
Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35 – 36 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35 – 36
Jakarta Selatan , 12950 Jakarta Selatan , 12950
Telepon : 021 – 527 7966 Telephone : 021 – 527 7966
Faksimili : 021 – 527 7967 Facsimile : 021 – 527 7967

2016 Annual Report / PT POLARIS INVESTAMA Tbk 17


INFORMASI BAGI PEMODAL
Information for Investors

Ikhtisar Saham
Stock Highlights

JUMLAH SAHAM
TERTINGGI TERENDAH PENUTUPAN VOLUME KAPITALISASI
BEREDAR
PERIODE (Rp) (Rp) (Rp) PERDAGANGAN PASAR (Rp)
NUMBER OF
PERIOD HIGHEST LOWEST CLOSING TRANSACTION MARKET
OUTSTANDING
(Rp) (Rp) (Rp) VOLUME CAPITALIZATION (Rp)
SHARES

2016
Januari
157 151,5 155 1.184.200.000 22.450.400 183.551.000.000
January
Februari
156,5 152,5 156 1.184.200.000 22.745.500 184.735.200.000
February
Maret
159 153 158 1.184.200.000 18.828.200 187.103.600.000
March
April
157,5 138 141 1.184.200.000 12.437.400 166.972.200.000
April
Mei
153,5 141 151 1.184.200.000 15.428.200 178.814.200.000
May
Juni
157 149 157 1.184.200.000 21.773.600 185.919.400.000
June
Juli
160,5 144 144 1.184.200.000 13.671.000 170.524.800.000
July
Agustus
175 100,5 161 1.184.200.000 10.055.600 190.656.200.000
August
September
164 84 110 1.184.200.000 7.629.300 130.262.000.000
September
Oktober
114,5 40,6 40,6 1.184.200.000 614.500 48.078.520.000
October
November
40,6 40,6 40,6 1.184.200.000 - 48.078.520.000
November
Desember
40,6 40,6 40,6 1.184.200.000 - 48.078.520.000
December
2015
Januari
161 152 153 1.184.200.000 23.938.800 181.182.600.000
January
Februari
161 151 159 1.184.200.000 27.875.700 187.695.700.000
February
Maret
161 156 159 1.184.200.000 27.417.800 187.695.700.000
March
April
161 152 153 1.184.200.000 26.460.500 181.182.600.000
April
Mei
164 152 160 1.184.200.000 25.606.300 189.472.000.000
May
Juni
163 156 159 1.184.200.000 27.267.400 187.695.700.000
June
Juli
162 154 157 1.184.200.000 22.816.200 185.919.400.000
July
Agustus
158 146 152 1.184.200.000 25.775.100 179.406.300.000
August
September
154 150 151 1.184.200.000 27.582.200 178.814.200.000
September
Oktober
158 151 151 1.184.200.000 26.174.800 178.814.200.000
October
November
156 150 154 1.184.200.000 26.449.300 182.366.800.000
November
Desember
158 153 157 1.184.200.000 18.344.600 185.919.400.000
December

18 PT POLARIS INVESTAMA Tbk / Laporan Tahunan 2016


Komposisi Pemegang Saham
Composition of Shareholders

Presentase
Jumlah Nominal Kepemilikan Status
Jumlah Saham
(Rp) (%) Kepemilikan
Keterangan Number of Description
NOMINAL AMOUNT PRECENTAGE ownerSHIP
Shares
(Rp) OF OWNERSHIP status
(%)
Modal Dasar: 5.411.800.000 563.680.000.000 Authorized Capital
Saham Seri A 25.000.000 25.000.000.000 Series A Shares
Saham Seri B 5.386.800.000 538.680.000.000 Series B Shares
Modal Ditempatkan Subscribed and Fully
dan Disetor Penuh Paid-Up Capital
Saham Seri A 25.000.000 25.000.000.000 2,11 Series A Shares
Institusi dan
Masyarakat (masing- Individu lokal
Public (each below
masing di bawah 25.000.000 25.000.000.000 2,11 Local
5%)
5%) Institution and
Individual
Saham Seri B 1.159.200.000 115.920.000.000 97,89 Series B Shares
Institusi asing
Credit Suisse Credit Suisse
85.205.500 8.520.550.000 7,20 Foreign
Securities (Europe) Securities (Europe)
Institution
Institusi dan
Masyarakat (masing- Individu lokal
Public (each below
masing di bawah 1.073.994.500 107.399.450.000 90,69 Local
5%)
5%) Institution and
Individual
Jumlah Modal Number of Shares
Ditempatkan dan 1.184.200.000 140.920.000.000 100,00 Issued and Fully
Disetor penuh Paid
Portepel 4.227.600.000 422.760.000.000 Portfolio
Saham Seri A - - Series A Shares
Saham Seri B 4.227.600.000 422.760.000.000 Series B Shares

Kronologi Pencatatan Saham


Chronology of Share Listing

Perseroan menjadi perusahaan terbuka setelah memperoleh The Company became a publicly listed company after
Surat Pemberitahuan Efektif Atas Penyertaan Pendaftaran receiving Notification Letter of Effective Participation of
Emisi Saham No. S290/PM/2001 tanggal 26 Februari 2001 Registration of Share Issuance No. S290/PM/2001 dated
dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal untuk melakukan February 26, 2001, from the Head of Capital Market
Penawaran Umum Perdana kepada masyarakat sejumlah Monitoring Agency to conduct Initial Public Offering to
100.000.000 saham dengan nilai nominal Rp100,- per saham people for 100,000,000 shares with nominal value of
yang ditawarkan dengan harga Rp200,- per saham dan Rp100,- per share, which was offered at Rp200,- per share
sejumlah 35.000.000 waran seri I yang diberikan secara and for 35,000,000 warrant series I that was given free of
cuma-cuma yang memberikan hak kepada pemegangnya charge, entitling its holder to purchase one new share with
untuk membeli 1 saham baru dengan nilai nominal Rp100,- a nominal value of Rp100, - per share. As per the above, the
per saham. Atas hal tersebut, Perseroan telah mencatatkan Company listed all its shares in Jakarta Stock Exchange on
seluruh sahamnya di Bursa Efek Jakarta pada tanggal March 16, 2001.
16 Maret 2001.

Pada tahun 2003 dan 2004, Perseroan berturut-turut In 2003 and 2004, the Company successively conducted
melakukan Penawaran Umum Terbatas (PUT) dalam rangka Limited Public Offering (PUT) in order to issue Pre-emptive
penerbitan Hak Memesan Efek terlebih Dahulu (HMETD) Rights (HMETD) I and II to Shareholders. Implementation
I dan II kepada Pemegang Saham. Pelaksanaan PUT I dalam of PUT I on the issuance of pre-emptive rights (HMETD) for
rangka penerbitan HMETD sejumlah 750.000.000 saham 750,000,000 shares with a nominal value of Rp100, - per
dengan nilai nominal Rp100,- per saham. Sedangkan, share. Whereas, implementation of PUT II on the issuance
pelaksanaan PUT II dalam rangka penerbitan HMETD of pre-emptive rights (HMETD) for 409,200,000 shares with a
sejumlah 409.200.000 saham dengan nilai nominal Rp100,- nominal value of Rp100, - per share.
per saham.

2016 Annual Report / PT POLARIS INVESTAMA Tbk 19


Program Kepemilikan Saham Oleh Karyawan dan/atau Manajemen
Share Ownership Program for Employees and/or Management

Perseroan tidak melaksanakan program kepemilikan saham The Company does not implement share ownership program
oleh karyawan dan/atau manajemen. for employees and/or management.

Kebijakan dan Pembagian Dividen


Dividend Policy and Distribution

Perseroan melaksanakan pembagian dividen berdasarkan The Company distributes dividend based on the regulation
ketentuan Anggaran Dasar tentang Penggunaan Laba. on the Articles of Association regarding Profit Utilization. The
Kebijakan pembagian dividen tersebut disesuaikan dengan policy of dividend distribution is adjusted to the Company’s
kondisi keuangan Perseroan pada tahun terkait dan financial condition in the relevant year and is determined
ditentukan berdasarkan keputusan RUPS. based on GMS resolution.

Pada tahun 2015, Perseroan tidak melakukan pembagian In 2015, the Company did not distribute dividend because
dividen karena perolehan laba digunakan sebagai modal the profit was used for working capital of the subsequent
kerja di tahun berikutnya. Demikian pula, pada tahun 2016, year. Similarly, in 2016 the Company did not distribute
Perseroan tidak melakukan pembagian dividen karena dividend due to the net loss of Rp10,524,935,185,-.
mengalami rugi bersih sebesar Rp10.524.935.185,-.

20 PT POLARIS INVESTAMA Tbk / Laporan Tahunan 2016


ANALISIS DAN PEMBAHASAN MANAJEMEN
Management Discussion and Analysis

Dasar penyajian Analisis dan Pembahasan Manajemen The basis of presenting the Management Discussion and
adalah Laporan Keuangan Konsolidasian yang berakhir pada Analysis is the Consolidated Financial Statements as per
tanggal 31 Desember 2016 dan 2015 yang telah diaudit oleh December 31, 2016 and 2015, which have been audited by
Kantor Akuntan Publik Warnoyo dan Mennix berdasarkan Public Accountant Office Warnoyo and Mennix based on
Standar Akuntuansi Keuangan di Indonesia, yang disajikan the Financial Accounting Standard in Indonesia, which is
secara wajar, dalam semua hal yang material, untuk posisi presented fairly in all material matters for financial positions,
keuangan, kinerja keuangan, dan arus kas konsolidasiannya financial performance, and consolidated cash flow for the
untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. year ended on the said dates.

Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian


Consolidated Statements of Financial Position

(dalam jutaan Rupiah) (in millions of Rupiah)

PERTUMBUHAN/ GROWTH
URAIAN 2016 2015 DESCRIPTION
Rp %
Aset 353.502 342.173 11.329 3,31 Assets
Aset Lancar 170.584 158.741 11.843 7,46 Current Assets
Non-Current
Aset Tidak Lancar 182.918 183.432 (514) (0,28)
Assets
Liabilitas 145.867 115.752 30.115 26,02 Liabilities
Liabilitas Jangka Pendek 141.764 111.381 30.383 27,28 Current Liabilities
Long-Term
Liabilitas Jangka Panjang 4.103 4.371 (268) (6,13)
Liabilities
Ekuitas 207.635 226.421 (18.786) (8,30) Equities
Ekuitas yang Dapat
Equities Attributable to
Diatribusikan Kepada 181.604 197.082 (15.478) (7,85)
Owner of Parent Entity
Pemilik Entitas Induk
Kepentingan Non
26.031 29.338 (200.390) (88,50) Non-Controlling Interests
Pengendali

Posisi keuangan konsolidasian CONSOLIDATED FINANCIAL POSITION

(dalam jutaan Rupiah) (in millions of Rupiah)

342.173 353.502

226.421
207.635

145.867
115.752

2015 2016 2015 2016 2015 2016

ASET LIABILITAS EKUITAS


ASSETS LIABILITIES Equity

2016 Annual Report / PT POLARIS INVESTAMA Tbk 21


Aset Assets

(dalam jutaan Rupiah) (in millions of Rupiah)

PERTUMBUHAN/ GROWTH
URAIAN 2016 2015 DESCRIPTION
Rp %
Aset Lancar Current Assets
Kas dan Setara Kas 23.617 4.181 19.436 464,84 Cash and Cash Equivalents
Portofolio Efek 26.282 44.965 (18.683) (41,55) Securities Portfolio
Receivables of Clearing
Piutang Lembaga Kliring
5.312 2.019 3.293 163,12 and Settlement Guarantee
dan Penjamin
Institution
Receivable of Securities
Piutang Perusahaan Efek
Company
Pihak Ketiga 14.759 8 14.751 175.601,96 Third Party
Piutang Nasabah Customer Receivables
Pihak Ketiga 19.262 11.960 7.301 61,05 Third Party
Piutang Reverse Repo 35.653 36.679 (1.026) (2,80) Reverse Repo Receivables
Piutang Usaha Trade Receivables
Pihak Ketiga 5.452 11.771 (6.319) (53,69) Third Party
Pajak Dibayar Dimuka 13 5 9 181,04 Prepaid Tax
Piutang Lain-lain 29.544 33.083 (3.539) (10,70) Other Receivables
Persediaan Aset Real Estate 8.422 11.784 (3.362) (28,53) Real Estate Asset Inventory
Beban Dibayar Dimuka dan Prepaid Expenses and
2.268 2.286 (18) (0,79)
Uang Muka Down Payment
Jumlah Aset Lancar 170.584 158.741 11.843 7,46 Total Current Asset
Aset Tidak Lancar Non-Current Assets
Persediaan Aset Real Estate 178.362 178.133 229 0,13 Real Estate Asset Inventory
Aset Pajak Tangguhan 2.047 1.569 478 30,49 Deferred Tax Asset
Penyertaan 135 135 - 0,00 Placement
Aset Tetap - Setelah Fixed Asset - After deducted
dikurangi akumulasi 1.196 2.440 (1.243) (50,96) by accumulation of
penyusutan depreciation
Aset Lain-lain 1.178 1.156 22 1,92 Other Assets
Jumlah Aset Tidak Lancar 182.918 183.432 (514) (0,28) Total Non-Current Assets
Jumlah Aset 353.502 342.173 11.329 3,31 Total Asset

Perseroan mencatat peningkatan total aset menjadi The Company recorded an increase of the total asset to be
Rp353,50 miliar di 2016 dari Rp342,17 miliar di 2015. Rp353.50 billion in 2016 from Rp342.17 billion in 2015. The
Peningkatan total aset tersebut mencapai Rp11,33 miliar increase of the total asset reached Rp11.33 billion or 3.31%.
atau sebesar 3,31%. Peningkatan terutama disebabkan The increase was mainly because of the increase of current
oleh peningkatan aset lancar, yaitu peningkatan kas dan assets, which are cash and cash equivalents for Rp19.44
setara kas sebesar Rp19,44 miliar dan peningkatan piutang billion and receivables of securities company for Rp14.75
perusahaan efek sebesar Rp14,75 miliar. billion.

liabilitas liabilities

(dalam jutaan Rupiah) (in millions of Rupiah)

PERTUMBUHAN/ GROWTH
URAIAN 2016 2015 DESCRIPTION
Rp %
Liabilitas Jangka Pendek Current Liabilities
Utang Nasabah 25.769 4.859 20.909 430,29 Payables to Customer
Payables to Clearing and
Utang Lembaga Kliring dan
3.898 5.713 (1.815) (31,76) Settlement Guarantee
Penjaminan
Institution
Utang Usaha Trade Payables

22 PT POLARIS INVESTAMA Tbk / Laporan Tahunan 2016


(dalam jutaan Rupiah) (in millions of Rupiah)

PERTUMBUHAN/ GROWTH
URAIAN 2016 2015 DESCRIPTION
Rp %
Pihak Ketiga 333 414 (81) (19,57) Third Party
Utang Bank Jangka Pendek 50.000 50.000 - 0,00 Current Bank Payables
Utang Pihak Ketiga Lain 34.500 35.000 500 (1,43) Other Third Party Payables
Utang Pajak 2.387 1.442 945 65,52 Tax Payables
Securities Company
Utang Perusahaan Efek
Payables
Pihak Ketiga 10.587 15 10.572 68,351,55 Third Party
Beban yang Masih Harus
1.189 8.492 (7.302) (86,00) Accrued Expenses
Dibayar
Utang Lain-lain 13.101 5.446 7.655 140,55 Other Payables
Jumlah Liabilitas Jangka
141.764 111.381 30.383 27,28 Total Current Liabilities
Pendek
Liabilitas Jangka Panjang Long-Term Liabilities
Liabilitas Imbalan Kerja 4.103 4.371 (268) (6,13) Employee Benefit Liabilities
Jumlah Liabilitas Jangka Total Long-Term
4.103 4.371 (268) (6,13)
Panjang Liabilities
Jumlah Liabilitas 145.867 115.752 30.115 26,02 Total Liabilities

Liabilitas Perseroan meningkat Rp30,12 miliar atau sebesar The Company’s Liabilities increased by Rp30.12 billion or
26,02% dari Rp115,75 miliar di 2015 menjadi Rp145,87 miliar 26.02% from Rp115.75 billion in 2015 to Rp145.87 billion in
di 2016. Peningkatan total liabilitas terutama berasal dari 2016. The increase of the total liabilities mainly due to the
peningkatan liabilitas jangka pendek, yaitu peningkatan increase of current liabilities, which are increase of payables
utang nasabah sebesar Rp20,91 miliar dan peningkatan to customer for Rp20.91 billion and increase of payables to
utang perusahaan efek sebesar Rp10,57 miliar. securities company for Rp10.57 billion.

Ekuitas Equities

(dalam jutaan Rupiah) (in millions of Rupiah)

PERTUMBUHAN/ GROWTH
URAIAN 2016 2015 DESCRIPTION
Rp %
Modal Ditempatkan dan Subscribed and Fully
140.920 140.920 - 0,00
Disetor Penuh Paid-Up Capital
Tambahan Modal Disetor 6.145 5.356 789 14,74 Additional Paid-Up Capital
Saldo Laba Profit Balance
Telah Ditentukan The use has been
6.350 6.350 - 0,00
Penggunannya determined
Belum Ditentukan The use has not been
28.189 44.457 (16.267) (36,59)
Penggunaannya determined
Ekuitas yang Dapat
Equities attributable to
Diatribusikan Kepada 181.604 197.082 (15.478) (7,85)
Owner of Parent Entity
Pemilik Entitas Induk
Kepentingan Non
26.031 29.338 (3.308) (11,27) Non-Controlling Interests
Pengendali
Jumlah Ekuitas 207.635 226.421 (18.786) (8,30) Total Equity

Ekuitas Perseroan menurun Rp18,79 miliar atau sebesar The Company’s Equities decreased by Rp18.79 billion or
8,30% dari Rp226,42 miliar di 2015 menjadi Rp207,63 8.30% from Rp226.42 billion in 2015 to Rp207.63 billion in
miliar di 2016. Penurunan tersebut khususnya disebabkan 2016. The decrease was mainly because of the decrease in
penurunan saldo laba belum ditentukan penggunaannya profit balance which its use has not been determined for
sebesar Rp16,27 miliar. Rp16.27 billion.

2016 Annual Report / PT POLARIS INVESTAMA Tbk 23


Laporan Laba (Rugi) Konsolidasian
Consolidated Statements of Profit or Loss

(dalam jutaan Rupiah) (in millions of Rupiah)

PERTUMBUHAN/ GROWTH
URAIAN 2016 2015 DESCRIPTION
Rp %
Pendapatan 37.306 23.509 13.797 58,69 Revenue
Laba Bruto 33.943 23.120 10.823 46,81 Gross Profit
Laba (Rugi) Sebelum Pajak (19.028) (9.750) (9.278) (95,16) Profit (Loss) Before Tax
Laba (Rugi) Komprehensif Comprehensive Profit (Loss)
(19.474) (9.534) (9.940) (104,26)
Tahun Berjalan of Current Year

Laba (rugi) konsolidasian Consolidated profit or loss

(dalam jutaan Rupiah) (in millions of Rupiah)

37.306
23.120 33.943

23.509

2015 2016 2015 2016 2016 2015 2016 2015

(9.534)
(9.750) (19.474)
(19.028)

PENDAPATAN LABA BRUTO LABA (RUGI) LABA (RUGI) KOMPREHENSIF


REVENUE GROSS PROFIT SEBELUM PAJAK TAHUN BERJALAN
Profit (Loss) Comprehensive Profit
Before Tax (Loss) of Current Year

PENDAPATAN REVENUE

Perseroan berhasil membukukan pendapatan yang The Company successfully recorded revenue of Rp37.31
mencapai Rp37,31 miliar di 2016, meningkat Rp13,80 miliar billion in 2016, an increase of Rp13.80 billion or 58.69% from
atau sebesar 58,69% dari 2015 yang sebesar Rp23,51 miliar. that of 2015 for Rp23.51 billion. The increase was due to
Peningkatan tersebut berasal dari peningkatan pendapatan the revenue increase on securities business and property
atas usaha sekuritas dan usaha properti. Pendapatan atas business. Revenue on securities business increased by
usaha sekuritas naik Rp7,55 miliar atau sebesar 33,87% yang Rp7.55 billion or 33.87%, particularly due to the increase
khususnya disebabkan peningkatan pendapatan kegiatan in revenue on investment management activity for Rp7.67
manajer investasi sebesar Rp7,67 miliar. Sedangkan, billion. Whereas, revenue on property business increased by
pendapatan atas usaha properti naik Rp6,25 miliar atau Rp6.25 billion or 509.26% which was due to an increase on
sebesar 509,26% yang disebabkan peningkatan penjualan land and house sales.
tanah dan rumah.

LABA BRUTO GROSS PROFIT

Laba bruto di 2016 mencapai Rp33,94 miliar, meningkat Gross profit in 2016 was achieved at Rp33.94 billion, an
Rp10,82 miliar atau sebesar 46,81% dari 2015 yang sebesar increase of Rp10.82 billion or 46.81% from that of 2015 for
Rp23,12 miliar. Hal ini sejalan dengan kenaikan pendapatan. Rp23.12 billion. This is in line with the revenue increase.

LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK PROFIT (LOSS) BEFORE TAX

Pada 2016, Perseroan mencatat rugi sebelum pajak sebesar In 2016, the Company recorded Loss Before Tax for Rp19.03
Rp19,03 miliar. Rugi tersebut mengalami peningkatan billion. Such Loss increased by Rp9.28 billion or for 95.16%
Rp9,28 miliar atau sebesar 95,16% dari rugi di tahun 2015 from the Loss in 2015, which was Rp9.75 billion. The increase
yang sebesar Rp9,75 miliar. Peningkatan rugi sebelum pajak of Loss Before Tax was due to the increase in expenses
disebabkan peningkatan beban-beban yang ditanggung borne by the Company in 2016.
Perseroan di tahun 2016.
24 PT POLARIS INVESTAMA Tbk / Laporan Tahunan 2016
LABA (RUGI) KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN COMPREHENSIVE PROFIT (LOSS) OF
THE CURRENT YEAR

Sejalan dengan rugi sebelum pajak, Perseroan juga In line with the Loss Before Tax, the Company also recorded
mencatatkan rugi komprehensif tahun berjalan sebesar Comprehensive Loss of the current year for Rp19.47
Rp19,47 miliar. Rugi komprehensif tahun berjalan tersebut billion. The comprehensive loss of the current year consists
terdiri dari rugi komprehensif yang dapat diatribusikan of comprehensive loss attributable to owner of parent
kepada pemilik entitas induk sebesar Rp19,46 miliar dan entity for Rp19.46 billion and non-controlling interest for
kepentingan non pengendali sebesar Rp0,10 miliar. Rp0.10 billion.

LABA (RUGI) NETO PER SAHAM NET PROFIT (LOSS) PER SHARE

Sejalan dengan rugi komprehensif tahun berjalan laba, In line with the comprehensive loss of the current year, the
maka Perseroan juga mencatat rugi neto per saham sebesar Company also recorded net loss per share of Rp13.71,-, an
Rp13,71,-, mengalami peningkatan Rp4,82,- atau sebesar increase of Rp4.82,- or for 54.22% from net loss per share in
54,22% dari rugi neto per saham di 2015 sebesar Rp8,89,-. 2015 for Rp8.89,-.

Laporan Arus Kas Konsolidasian


Consolidated Statements of Cash Flows

(dalam jutaan Rupiah) (in millions of Rupiah)

PERTUMBUHAN/ GROWTH
URAIAN 2016 2015 DESCRIPTION
Rp %
Arus Kas Dari Aktivitas Cash Flows From Operating
18.148 708 17.710 2.501,05
Operasi Activities
Arus Kas Dari Aktivitas Cash Flows From Investing
6.376 2.493 3.883 155,78
Investasi Activities
Arus Kas Untuk Aktivitas Cash Flows For Financing
(5.359) (5.703) (344) (6,04)
Pendanaan Activities
Increase (Decrease)
Kenaikan (Penurunan)
19.436 (2.502) 21.938 876,80 of Cash and Cash
Kas dan Setara Kas
Equivalents

Kenaikan kas dan setara kas Perseroan di 2016 tercatat Increase of cash and cash equivalents of the Company in
sebesar Rp19,44 miliar. Pencapaian ini lebih baik 2016 was recorded at Rp19.44 billion. This achievement is
dibandingkan 2015 yang mencatatkan penurunan kas dan better than that of 2015, which recorded a decrease of cash
setara kas sebesar Rp2,50 miliar. and cash equivalents for Rp2.50 billion.

ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI CASH FLOWS FROM OPERATING ACTIVITIES

Arus kas dari aktivitas operasi di 2016 sebesar Rp18,42 Cash flow from operating activities in 2016 was Rp18.42
miliar, mengalami peningkatan dibandingkan 2015 yang billion, an increase if compared to that of 2015, which was
sebesar Rp0,71 miliar. Peningkatan arus kas dari aktivitas Rp0.71 billion. The increase of cash flow from operating
operasi ini disebabkan peningkatan yang siginifikan pada activities was due to the significant increase on revenue
penerimaan dari pelanggan sebesar Rp32,61 miliar. from customers for Rp32.61 billion.

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI CASH FLOWS FROM INVESTING ACTIVITIES

Arus kas dari aktivitas investasi di 2016 mencapai Rp6,38 Cash flow from investing activities in 2016 was Rp6.38 billion,
miliar, mengalami peningkatan dibandingkan 2015 yang an increase if compared to that of 2015, which was Rp2.49
sebesar Rp2,49 miliar. Peningkatan arus kas dari aktivitas billion. The increase of cash flow from investing activities was
investasi ini khususnya berasal dari hasil penjualan aset particularly due to sales of fixed assets for Rp3.40 billion and
tetap sebesar Rp3,40 miliar dan peningkatan persediaan an increase of real estate asset inventory for Rp1.77 billion.
aset real estate sebesar Rp1,77 miliar.

ARUS KAS UNTUK AKTIVITAS PENDANAAN CASH FLOWS FOR FINANCING ACTIVITIES

Arus kas untuk aktivitas pendanaan di 2016 sebesar Rp5,36 Cash flow for financing activities in 2016 was Rp5.36 billion,
miliar, mengalami penurunan dibandingkan 2015 yang a decrease if compared to that of 2015, which was Rp5.70
sebesar Rp5,70 miliar. Penurunan arus kas dari aktivitas billion. The decrease of cash flow from financing activities
pendanaan tersebut khususnya disebabkan peningkatan was particularly due to the increase of revenue from related
penerimaan dari pihak yang berelasi sebesar Rp0,85 miliar. party for Rp0.85 billion.

2016 Annual Report / PT POLARIS INVESTAMA Tbk 25


Rasio Keuangan
Financial Ratios

KEMAMPUAN MEMBAYAR UTANG ABILITY TO PAY DEBTS

Kemampuan Perseroan dalam membayar utang sepanjang The Company’s ability in paying debts throughout 2016 can
tahun 2016 dapat dilihat dari beberapa rasio keuangan, be seen from several financial ratios, such as current ratio,
seperti rasio lancar, rasio liabilitas terhadap ekuitas, dan liabilities to equities ratio, and liabilities to assets ratio.
rasio liabilitas terhadap aset.

URAIAN 2016 2015 DESCRIPTION


Rasio Lancar 120,33% 142,52% Current Ratio
Rasio Liabilitas Terhadap Ekuitas 70,25% 51,12% Liabilities to Equities Ratio
Rasio Liabilitas Terhadap Aset 41,26% 33,83% Liabilities to Assets Ratio

Berdasarkan perolehan nilai rasio keuangan, kemampuan Based on the achieved value of financial ratios, the
Perseroan dalam membayar kewajibannya, baik dalam Company’s ability in paying its liabilities, either for short-
jangka pendek maupun dalam jangka panjang, mengalami term or long-term, experienced a bit decrease. This can be
sedikit penurunan. Hal ini dapat dilihat dari nilai rasio lancar seen from the value of current ratio, which is 120.33% from
yang menjadi 120,33% dari 142,52%, rasio liabilitas terhadap 142.52%, liabilities to equities ratio, which is 70.25% from
ekuitas yang menjadi 70,25% dari 51,12%, dan rasio liabilitas 51.12%, and liabilities to assets ratio, which is 41.26% from
terhadap aset yang menjadi 41,26% dari 33,83%. Meskipun 33.83%. Nevertheless, the Company’s ability in paying its
demikian, kemampuan Perseroan dalam membayar utang debts is still relatively good.
masih cukup baik.

TINGKAT KOLEKTIBILITAS PIUTANG RECEIVABLES COLLECTIBLE RATE

Perseroan mengelola kolektibilitas piutang dengan sebaik- The Company manages its payable collection very well in
baiknya sehingga dapat menunjukkan peningkatan dari order to show improvement from the previous year. This
tahun sebelumnya. Hal tersebut antara lain dilakukan is, among others, done by limiting business receivables to
melalui pembatasan piutang usaha pada pihak-pihak yang credible parties. The Company assumes that all business
kredibel. Perseroan berpendapat bahwa seluruh piutang receivables can be collected and therefore, there is no
usaha dapat ditagih sehingga tidak diadakan penyisihan reserve for impairment.
penurunan nilai.

Informasi Keuangan Lainnya


Other Financial Information

STRUKTUR PERMODALAN CAPITAL STRUCTURE

Manajemen permodalan Perseroan bertujuan untuk The Company manages its capital with the main objective to
memastikan pemeliharaan rasio modal yang sehat guna ensure the maintenance of a healthy capital ratio in order to
mendukung usaha Perseroan dan Entitas Anak, serta support the business of the Company and its Subsidiaries,
memaksimalkan keuntungan bagi Pemegang Saham. as well as to maximize benefits for the Shareholders.
Perseroan mengelola struktur permodalan dan melakukan The Company manages the capital structure and makes
penyesuaian, berdasarkan perubahan kondisi ekonomi. adjustments based on changes in economic condition. To
Untuk memelihara dan menyesuaikan struktur permodalan, maintain and adjust the capital structure, the Company can
Perseroan dapat menyesuaikan pembayaran dividen kepada adjust the dividend payment to the Shareholders or issue
Pemegang Saham atau menerbitkan saham baru. new shares.

Struktur permodalan Perseroan adalah sebagai berikut. The Company’s capital structure is as follows.

(dalam jutaan Rupiah) (in millions of Rupiah)

URAIAN 2016 2015 DESCRIPTION


Utang Bersih 115.760 105.758 Net Payables
Ekuitas 207.635 226.421 Equities
Rasio Pengungkit 0,56% 0,47% Leverage Ratio

26 PT POLARIS INVESTAMA Tbk / Laporan Tahunan 2016


IKATAN MATERIAL UNTUK INVESTASI MATERIAL COMMITMENT FOR CAPITAL
BARANG MODAL GOODS INVESTMENT

Perseroan memiliki ikatan material untuk investasi The Company has material commitment for capital goods
barang modal terkait fasilitas modal kerja dari PT Bank investment related to working capital facility of PT Bank
Victoria International Tbk. Berdasarkan Surat Persetujuan Victoria International Tbk. Based on the Approval Letter of
Pemberian Fasilitas Baru No. 096/OL/CCD-VIC/XII/2014 New Facility Provision No. 096/OL/CCD-VIC/XII/2014 dated
tertanggal 22 Desember 2014, Perseroan memperoleh December 22, 2014, the Company received credit facility
fasilitas kredit berupa fasilitas modal kerja dari Bank in the form of working capital facility from Bank Victoria.
Victoria. Jumlah plafond atas fasilitas kredit tersebut sebesar The limit amount of this credit facility is Rp50,000,000,000,-
Rp50.000.000.000,- dan berjangka waktu 12 bulan dengan with 12-month tenure and interest rate of 16% per year.
tingkat bunga sebesar 16% per tahun. Fasilitas kredit tersebut This credit facility is secured by 21 plots of land on behalf
dijamin dengan 21 bidang tanah atas nama Perseroan yang of the Company located in Meruya Housing Residence,
terletak di Perumahan Meruya Residence Jakarta Barat. West Jakarta. This credit facility agreement had been
Perjanjian fasilitas kredit tersebut telah diperpanjang extended through a one-year agreement until it is due on
melalui perjanjian dengan jangka waktu satu tahun sampai December 23, 2017.
dengan jatuh tempo pada tanggal 23 Desember 2017.

Dalam persetujuan kredit tersebut terdapat beberapa In the credit agreement, there are several limitations given
batasan yang diberikan oleh pihak bank selaku pemberi by the bank as credit provider to the Company as the debtor
kredit kepada Perseroan sebagai debitur (negative covenants), (negative covenants), such as the Company is not allowed
diantaranya adalah Perseroan tidak diperbolehkan untuk to use the credit facility beyond what is agreed on, conduct
menggunakan fasilitas kredit tersebut di luar yang telah merger, acquisition, and sale or transfer or release of rights
diperjanjikan, melakukan merger, akuisisi dan penjualan of the Company’s assets, make amendments of the Articles
atau pemindahtanganan atau melepaskan hak atas harta of Association, bind itself as a guarantor to other parties, and
kekayaan Perseroan, melakukan perubahan Anggaran other limitations.
Dasar, mengikatkan diri sebagai penjamin (guarantor)
kepada pihak lain, dan batasan-batasan lainnya.

INVESTASI BARANG MODAL CAPITAL GOODS INVESTMENT

Pada 2016, Perseroan telah melakukan investasi barang In 2016, the Company made capital goods investment aimed
modal yang ditujukan untuk kegiatan operasional for operational activities of the Company with acquisition cost
Perseroan dengan jumlah biaya perolehan mencapai amounting to Rp0.13 billion. The capital goods investment
Rp0,13 miliar. Investasi barang modal tersebut terdiri atas consists of vehicle for Rp0.02 billion, office inventory for
kendaraan sebesar Rp0,02 miliar, inventaris kantor sebesar Rp0.03 billion, and another vehicle for Rp0.08 billion.
Rp0,03 miliar, dan kendaraan sebesar Rp0,08 miliar.

INVESTASI, PENGGABUNGAN/PELEBURAN INVESTMENT, BUSINESS MERGER/


USAHA, AKUISISI, RESTRUKTURISASI UTANG/ CONSOLIDATION, ACQUISITION, DEBT/CAPITAL
MODAL RESTRUCTURING

Pada 2016, Perseroan tidak memiliki informasi yang material In 2016, the Company did not have other material information
mengenai investasi, penggabungan/peleburan usaha, related to investment, business merger/consolidation,
akuisisi dan restrukturisasi utang/modal. acquisition, and debt/capital restructuring.

TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI TRANSACTION WITH RELATED PARTY

Pada 2016, Perseroan dan Entitas Anak, dalam kegiatan In 2016, the Company and its Subsidiaries, in running its
usaha normalnya, melakukan beberapa transaksi dengan normal course of business, made several transactions with
pihak berelasi yang dilakukan dengan harga dan syarat related parties, in which the transactions were made with
yang sama dengan pihak ketiga. Perseroan dan Entitas Anak the same price and requirement as it is with third party.
berkeyakinan bahwa tidak terdapat benturan kepentingan The Company and its Subsidiaries believes that there is no
atas transaksi-transaksi dengan pihak berelasi sebagaimana conflict of interest on the transactions with related parties
dimaksud dalam Peraturan Bapepam dan LK No. IX.E.I as stated in Bapepam-LK Regulation No. IX.E.I regarding
tentang Benturan Kepentingan Transaksi Tertentu, sampai Conflict of Interest of Certain Transactions, until the date this
dengan tanggal laporan keuangan konsolidasian ini consolidated financial report is completed.
diselesaikan.

PROSPEK USAHA BUSINESS PROSPECTS

Pada tahun 2016, perekonomian Indonesia mengalami In 2016, Indonesia’s economy grew 5.02%, higher than the
pertumbuhan 5,02%, lebih tinggi dibanding capaian tahun growth in 2015, which was 4.88%. Regarding production,
2015 sebesar 4,88%. Dari sisi produksi, pertumbuhan the highest growth was in the business of Financial Services

2016 Annual Report / PT POLARIS INVESTAMA Tbk 27


tertinggi dicapai oleh lapangan usaha Jasa Keuangan dan and Insurance sectors for 8.90%. Regarding expenditure,
Asuransi sebesar 8,90%. Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan the highest growth was in the component of Consumption
tertinggi dicapai oleh komponen Pengeluaran Konsumsi Expenditure of Non-Profit Institution serving household
Lembaga Non Profit yang melayani rumah tangga sebesar for 6.62%. Indonesia’s economy growth is accompanied by
6,62%. Pertumbuhan ekonomi Indonesia tersebut disertai growth in residential property demand of all housing types.
pertumbuhan permintaan properti residensial pada semua The growth in property demand was due to the credit facility
tipe rumah. Pertumbuhan permintaan properti disebabkan given by the banks and non-bank financing institutions
fasilitas kredit yang diberikan perbankan dan lembaga offers attractive interest rate.
pembiayaan non bank dengan suku bunga yang menarik.

Pertumbuhan ekonomi di 2016 tersebut diperkirakan akan The economic growth in 2016 was expected to be better
semakin baik di 2017 dengan didukung pertumbuhan in 2017 with the support of growth in all business sectors.
seluruh sektor lapangan usaha. Demikian juga pertumbuhan Furthermore, the residential property growth is expected to
properti residensial diperkirakan masih akan terus berlanjut continue in 2017 supported by the House Loan (KPR) facility
di 2017 dengan didukung fasilitas kredit pemilikan rumah by the banks and non-bank financing institutions.
(KPR) oleh perbankan dan lembaga pembiayaan non bank.

Baiknya prospek ekonomi di 2017, memberikan harapan Good economy prospect in 2017 gives hope to the Company
bagi Perseroan untuk dapat meningkatkan usaha di 2017. to increase the business in 2017. The Company believes to
Perseroan meyakini dapat meningkatkan kinerja Perseroan be able to increase the Company’s performance in line with
sejalan dengan tumbuhnya perekonomian Indonesia. the economic growth of Indonesia. The Company welcomes
Perseroan menyambut prospek usaha yang akan datang the future business prospect by preparing a number of
dengan mempersiapkan sejumlah strategi, termasuk strategies, including capital increase.
meningkatkan permodalan.

PENCAPAIAN TARGET 2016 TARGET ACHIEVEMENT IN 2016

Pencapaian Perseroan pada tahun 2016 telah memenuhi The Company’s achievement in 2016 had met some of
sebagian dari target yang ditetapkan. Beberapa pencapaian the set target. Some of the achievement is the success in
tersebut adalah Perseroan telah berhasil meningkatkan increasing asset acquisition. Furthermore, the success is also
perlolehan aset. Selain itu, keberhasilan juga ditunjukkan shown through the business revenue increase so that the
melalui peningkatan pendapatan usaha sehingga perolehan gross profit also increase. However, the amount of expense
laba bruto juga meningkat. Namun, besarnya beban borne had made the Company unable to meet the target of
yang ditanggung menyebabkan Perseroan belum dapat current year profit and current year comprehensive profit.
memenuhi target laba tahun berjalan dan laba komprehensif
tahun berjalan.

TARGET 2017 TARGET IN 2017

Untuk periode tahun 2017, Perseroan telah menetapkan For the period of 2017, the Company has set its business
target pertumbuhan usaha, antara lain terkait pendapatan, growth target, among others, related to revenue, business
laba usaha, laba tahun berjalan, dan laba neto per saham. profit, current year profit, and net profit per share. In
Selain itu, Perseroan telah menargetkan peningkatan aset addition, the Company has targeted an increase in asset and
dan permodalan. capital.

ASPEK PEMASARAN MARKETING ASPECT

Perseroan melaksanakan pemasaran terhadap produk In conducting marketing of the products and services,
dan jasa yang dimiliki melalui strategi peningkatan kualitas the Company’s strategy is to increase the product quality
produk dan layanan yang dimiliki. Perseroan menjalin kerja and services. The Company has good cooperation with
sama yang baik dengan mitra usaha dan pelanggan untuk business partners and customers to maintain the business
menjaga keberlangsungan usaha dalam jangka panjang. sustainability in the long-term.

Kegiatan yang dilakukan Perseroan tersebut dilakukan Activities done by the Company is within Java Island.
di wilayah Pulau Jawa. Dengan demikian, Perseroan Therefore, the Company faces the competition directly with
menghadapi persaingan secara langsung dengan similar companies that run business in Java Island.
perusahaan sejenis yang melakukan kegiatan usaha di
wilayah Pulau Jawa.

INFORMASI MATERIAL SETELAH TANGGAL MATERIAL INFORMATION AFTER THE


LAPORAN AKUNTAN ACCOUNTANT’S REPORTING DATE

Perseroan tidak memiliki informasi material setelah tanggal The Company does not have material information after the
laporan akuntan sampai dengan tanggal Laporan Tahunan accountant’s reporting date until the date this Annual Report
ini diterbitkan. is published.

28 PT POLARIS INVESTAMA Tbk / Laporan Tahunan 2016


PERUBAHAN PERATURAN PERUNDANG- CHANGES IN THE LAWS AND REGULATIONS
UNDANGAN

Pada tahun 2016, tidak terdapat perubahan peraturan In 2016, there were no changes in the laws and regulations
perundang-undangan yang berdampak signifikan terhadap that significantly affected the Company.
Perseroan.

PERUBAHAN KEBIJAKAN AKUNTANSI CHANGES IN ACCOUNTING POLICIES

Kebijakan akuntansi yang diterapkan oleh Perseroan dan The accounting policies applied by the Company and
Entitas Anak konsisten dengan tahun-tahun sebelumnya, its Subsidiaries are consistent with the previous years,
kecuali untuk perlakuan akuntansi yang terkait dengan except for accounting treatment related to tax amnesty as
pengampunan pajak sebagaimana diatur di dalam Undang- stipulated in Law No. 11 of 2016 concerning “Tax Amnesty”.
Undang No. 11 Tahun 2016 tentang “Pengampunan The Company and its Subsidiaries have chosen to apply
Pajak”. Perseroan dan Entitas Anak telah memilih untuk the option of accounting policies on the initial recognition
menerapkan opsi kebijakan akuntansi atas pengakuan awal allowed in PSAK No. 70 concerning “Asset and Liability
yang diperkenankan dalam PSAK No. 70 tentang “Akuntansi Accounting of Tax Amnesty”, that was effective as per
Aset dan Liabilitas Pengampunan Pajak”, yang berlaku July 1, 2016, prospectively and consistently to all recognized
efektif per 1 Juli 2016, secara prospektif dan konsisten asset and liability of tax amnesty. The accounting policies on
terhadap seluruh aset dan liabilitas pengampunan pajak asset and liability of tax amnesty are described further in the
yang diakui. Kebijakan akuntansi terhadap aset dan liabilitas related account.
pengampunan pajak diuraikan lebih lanjut pada akun yang
terkait.

Adapun amandemen, penyesuaian tahunan dan SAK Amendment, annual adjustment, and new SAK that are
baru yang berlaku efektif 1 Januari 2016 dan relevan bagi effective as per January 1, 2016, and relevant to the Company
Perseroan namun tidak memiliki dampak yang substansial but has no substantial impact to the performance reporting
terhadap pelaporan kinerja ataupun posisi keuangan secara or financial position overall are as follows.
keseluruhan adalah sebagai berikut.

• ISAK No. 30: Pungutan; • ISAK No. 30: Levies;


• PSAK No. 5 (Penyesuaian 2015): Segmen Operasi; • PSAK No. 5 (Adjustment of 2015): Operations Segment;
• PSAK No. 7 (Penyesuaian 2015): Pengungkapan Pihak- • PSAK No. 7 (Adjustment of 2015): Related Party
pihak Berelasi; Disclosures;
• PSAK No. 13 (Penyesuaian 2015): Properti Investasi; • PSAK No. 13 (Adjustment of 2015): Investments Property;
• PSAK No. 16 (Penyesuaian 2015): Aset Tetap; • PSAK No. 16 (Adjustment of 2015): Fixed Asset;
• PSAK No. 19 (Penyesuaian 2015): Aset Takberwujud; • PSAK No. 19 (Adjustment of 2015): Intangible Assets;
• PSAK No. 22 (Penyesuaian 2015): Kombinasi Bisnis; • PSAK No. 22 (Adjustment of 2015): Business Combination;
• PSAK No. 25 (Penyesuaian 2015): Kebijakan Akuntansi, • PSAK No. 25 (Adjustment of 2015): Accounting Policies,
Perubahan Estimasi Akuntansi dan Kesalahan; Changes in Accounting Estimates and Errors;
• PSAK No. 53 (Penyesuaian 2015): Pembayaran Berbasis • PSAK No. 53 (Adjustment of 2015): Share-based
Saham; Payments;
• PSAK No. 68 (Penyesuaian 2015): Pengukuran Nilai • PSAK No. 68 (Adjustment of 2015): Fair Value
Wajar; Measurements;
• Amandemen PSAK No. 4: Laporan Keuangan Tersendiri • Amendment of PSAK No. 4: Separate Financial
tentang Metode Ekuitas dalam Laporan Keuangan Statements about Equity Method in Separate Financial
Tersendiri; Statements;
• Amandemen PSAK No. 15: Investasi pada Entitas • Amendment of PSAK No. 15: Investment in Associate
Asosiasi dan Ventura Bersama tentang Entitas Investasi: Entities and Joint Venture about Investment Entities:
Penerapan Pengecualian Konsolidasi; Applying the Consolidation Exception;
• Amandemen PSAK No. 24: Imbalan Kerja tentang • Amendment of PSAK No. 24: Employee Benefits about
Program Imbalan Pasti: Iuran Pekerja; Defined Benefit Plans; Employee Contributions;
• Amandemen PSAK No. 65: Laporan Keuangan • Amendment of PSAK No. 65: Consolidation Financial
Konsolidasian tentang Entitas Investasi: Penerapan Statements about Investment Entities: Applying the
Pengecualian Konsolidasi; Consolidation Exception;
• Amandemen PSAK No. 67: Pengungkapan Kepentingan • Amendment of PSAK No. 67: Disclosures of Interest in
dalam Entitas Lain tentang Entitas Investasi: Penerapan Other Entities about Investment Entities: Applying the
Pengecualian Konsolidasi; Consolidation Exception;
• Amandemen PSAK No. 16: Aset Tetap tentang Klarifikasi • Amendment of PSAK No. 16: Fixed Asset on the
Metode yang Diterima untuk Penyusutan dan Amortisasi; Clarification of Acceptable Methods for Depreciation and
Amortization;
• Amandemen PSAK No. 19: Aset Tak Berwujud tentang • Amendment of PSAK No. 19: Intangible Asset on the
Klarifikasi Metode yang Diterima untuk Penyusutan dan Clarification of Acceptable Methods for Depreciation and
Amortisasi; Amortization;
• Amandemen PSAK No. 66: Pengaturan Bersama tentang • Amendment of PSAK No. 66: Joint Arrangements on
Akuntansi Akuisisi Kepentingan dalam Operasi Bersama. the Accounting for Acquisitions of Interests in Joint
Operation.
2016 Annual Report / PT POLARIS INVESTAMA Tbk 29
TATA KELOLA PERUSAHAAN
Corporate Governance

Penerapan tata kelola perusahaan yang baik atau good Implementation of Good Corporate Governance (GCG) in the
corporate governance (GCG) di dalam lingkungan Perseroan Company is a on an ongoing commitment. The practice of
adalah sebuah komitmen yang akan terus dilaksanakan Corporate Governance shall be implemented consistently
secara berkesinambungan. Praktik GCG dijalankan secara in every aspect of business management in the Company,
konsisten di setiap aspek pengelolaan bisnis yang ada dalam in accordance with the principles of Good Corporate
Perseroan, selaras dengan asas-asas GCG dan peraturan Governance and applicable regulations by promoting
yang berlaku dengan mengedepankan transparansi, transparency, accountability, responsibility, independence,
akuntabilitas, responsibilitas, independensi dan kesetaraan. and equality.

Transparansi Transparency
Dalam menjaga obyektivitas saat menjalankan bisnis, To maintain the objectivity in running the business, the
Perseroan menyediakan informasi yang material dan Company provides relevant data and information in a way
relevan dengan cara yang mudah diakses dan dipahami that is easily accessible and understood by its Stakeholders.
oleh pemangku kepentingan. Perseroan mengambil The Company takes on initiative to express not only issues
inisiatif untuk mengungkapkan tidak hanya masalah yang required by laws and regulations, but also issues that are
disyaratkan oleh peraturan perundang-undangan, tetapi important to Shareholders, creditors and other Stakeholders
juga hal yang penting untuk pengambilan keputusan oleh for making decisions.
Pemegang Saham, kreditur dan pemangku kepentingan
lainnya.

Akuntabilitas Accountability
Perseroan harus dapat mempertanggungjawabkan The Company is accountable for its performance in a manner
kinerjanya secara transparan dan wajar. Oleh karena itu, that is transparent and fair. Therefore, the Company shall
Perseroan dikelola secara benar, terukur dan sesuai dengan be managed properly, measurably, and in accordance with
kepentingan Perseroan dengan tetap memperhatikan Company’s interests with due regard to the interests of its
kepentingan Pemegang Saham dan pemangku kepentingan Shareholders and other Stakeholders.
lain.

Responsibilitas Responsibility
Perseroan mematuhi peraturan perundang-undangan serta The Company adheres to laws and regulations and
melaksanakan tanggung jawab terhadap masyarakat dan implements responsibilities towards the society and
lingkungan sehingga dapat terpelihara kesinambungan environment so that it can maintain sustainability of the
usaha dalam jangka panjang. business for the long run.

Independensi Independency
Perseroan dikelola secara independen sehingga masing- The Company shall be managed independently, so that each
masing Organ Perseroan tidak saling mendominasi dan Company Organ does not dominate one another and cannot
tidak dapat diintervensi oleh pihak lain. be intervened by other parties.

Kewajaran dan Kesetaraan Fairness and Equality


Dalam melaksanakan kegiatannya, Perseroan senantiasa In conducting its activities, the Company always considers
memperhatikan kepentingan Pemegang Saham dan the interests of its Shareholders and other Stakeholders,
pemangku kepentingan lainnya berdasarkan asas kewajaran based on the principles of fairness and equality.
dan kesetaraan.

Implementasi GCG di Perseroan sebagai perusahaan publik Implementation of GCG within the Company as a public
terus ditingkatkan sejalan dengan perkembangan dan company is to be improved in line with the development and
tuntutan bisnis yang ada, serta keinginan untuk mencapai demand of existing business, as well as the desire to achieve
kinerja tinggi dan meningkatkan nilai tambah. high performance and to increase value added.

30 PT POLARIS INVESTAMA Tbk / Laporan Tahunan 2016


Penerapan Tata Kelola Perusahaan Terbuka
Corporate Governance Implementation

Selain penerapan asas-asas GCG di dalam seluruh aspek In addition to the application of principles of Good Corporate
pengelolaan usaha, Perseron juga harus menerapkan 8 Governance in all aspects of business management, the
prinsip pedoman tata kelola perusahaan terbuka sesuai Company also has to apply the eight principles of Good
dengan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Corporate Governance guidelines of public company
No. 32/SEOJK.04/2015, yaitu: in accordance with Circular Letter of Financial Services
Authority (FSA) No. 32/SEOJK.04/2015, namely:
1. Peningkatan nilai penyelenggaraan RUPS; 1. Increasing the value of GMS implementation;
2. Peningkatan kualitas komunikasi perusahaan terbuka 2. Increasing the quality of Public Company Communication
dengan Pemegang Saham atau investor; with its Shareholders or Investors;
3. Penguatan keanggotaan dan komposisi Dewan 3. Strengthening the Membership and Composition of the
Komisaris; Board of Commissioners;
4. Peningkatan kualitas pelaksanaan tugas dan tanggung 4. Improving the Implementation Quality of Duties and
jawab Dewan Komisaris; Responsibilities of the Board of Commissioners;
5. Penguatan keanggotaan dan komposisi Direksi; 5. Strengthening the Membership and Composition of the
Board of Directors;
6. Peningkatan kualitas pelaksanaan tugas dan tanggung 6. Improving the Implementation Quality of Duties and
jawab Direksi; Responsibilities of Directors;
7. Peningkatan aspek tata kelola perusahaan melalui 7. Improving the aspects of Corporate Governance through
partisipasi pemangku kepentingan; dan Stakeholder Participation; and
8. Peningkatan pelaksanaan keterbukaan informasi. 8. Improving the implementation of Information Disclosure.

Sebagai perusahaan terbuka, Perseroan telah menerapkan As a public company, the Company has adopted all eight
kedelapan prinsip dan rekomendasi yang dihasilkan dari principles and recommendations from the Corporate
pedoman tata kelola perusahaan terbuka tersebut. Governance guidelines for public company.

Rapat Umum Pemegang Saham


General Meeting of Shareholders

Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) menjadi organ The General Meeting of Shareholders (GMS) is the highest
tertinggi dalam struktur tata kelola perusahaan yang baik. organ within the structure of Good Corporate Governance.
RUPS Perseroan terdiri dari RUPS Tahunan dan RUPS Luar The Company GMS consists of Annual GMS and Extraordinary
Biasa. RUPS memiliki wewenang untuk mengangkat dan GMS. The Privileges of GMS are: to appoint and dismiss the
memberhentikan anggota Dewan Komisaris dan Direksi, Board of Commissioners and Directors, to evaluate the
mengevaluasi kinerja Dewan Komisaris dan Direksi, performance of the Board of Commissioners and Directors,
mengesahkan perubahan Anggaran Dasar, memberikan to ratify the amendments of Articles of Association, to
persetujuan atas laporan tahunan, menetapkan alokasi approve the Annual Report, to establish the use allocations
penggunaan laba dan menunjuk akuntan publik, serta of profit, and to appoint Public Accountant(s), as well as to
menetapkan kompensasi Dewan Komisaris dan Direksi. set the compensation for the Board of Commissioners and
Directors.

RUPS TAHUN 2016 GMS 2016

Sepanjang tahun 2016, Perseroan melaksanakan 1 kali RUPS Throughout 2016, the Company has conducted one Annual
Tahunan dan 1 kali RUPS Luar Biasa pada hari Kamis, 30 Juni GMS and one Extraordinary and one Extraordinary GMS on
2016 di Jakarta. June 30, 2016 in Jakarta.

Keputusan RUPS Tahunan sebagai berikut. The resolutions of Annual GMS are as follows.
1. Menyetujui dan mengesahkan Laporan Tahunan, 1. To approve the Annual Report, Financial Statements, and
Laporan Keuangan, dan Laporan Tugas Pengawasan Supervisory Report of the Board of Commissioners for
Dewan Komisaris Perseroan untuk tahun buku yang fiscal year ended on December 31, 2015, and to approve
berakhir pada tanggal 31 Desember 2015, serta and ratify to release of full responsibility (Acquit et De
menyutujui dan mengesahkan untuk memberikan Charge) to the Board of Commissioners and Directors in
pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (acquit et de conducting supervision and management for the fiscal
charge) kepada Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan year ended on December 31, 2015.
atas tindakan pengawasan dan pengurusan yang
mereka lakukan untuk tahun buku yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2015.

2016 Annual Report / PT POLARIS INVESTAMA Tbk 31


2. Menyetujui tidak ada pembagian dividen dan dana 2. To approve that there shall no distribution of reserved
yang dicadangkan karena Perseroan pada tahun ini dividend and funds for the year, as the Company
mengalami rugi bersih sebesar Rp10.524.935.185,-. suffered a net loss of Rp10,524,935,185, -.
3. Memberikan kuasa kepada Direksi Perseroan untuk 3. To authorize the Directors to appoint Public Accounting
menetapkan kantor akuntan publik yang terdaftar di Firm(s) registered in the FSA to conduct audit on
OJK yang akan mengaudit Laporan Keuangan Perseroan Company’s financial statements for fiscal year 2016
tahun buku 2016 beserta honorarium yang diberikan. along with the honorarium given.
4. Memberikan kuasa dan melimpahkan wewenang 4. To give authorization and to delegate authority to the
kepada Dewan Komisaris Perseroan untuk menentukan Board of Commissioners to determine the amount of
besarnya gaji atau honorarium dan tunjangan salary or honorarium and other benefits for members of
lainnya bagi anggota Dewan Komisaris Perseroan, the Board of Commissioners, as well as to determine the
serta menentukan besarnya gaji atau honorarium amount of salary or honorarium and allowances for the
dan tunjangan lainnya bagi seluruh anggota Direksi members of the Board of Directors for the 2016 financial
Perseroan untuk tahun buku 2016. year.

Keputusan RUPS Luar Biasa sebagai berikut. Resolutions of Extraordinary GMS are as follows.
1. Memberikan persetujuan kepada Direksi Perseroan 1. Giving the Board of Directors the approval to transfer,
untuk mengalihkan, melepaskan hak atau menjadikan relinquish rights or render debt guarantees on
jaminan utang atas kekayaan Perseroan, baik sebagian Company’s assets, either in part or in whole within one
maupun seluruhnya dalam satu transaksi atau beberapa or several transactions that stand alone or are related to
transaksi yang berdiri sendiri ataupun yang berkaitan one another, for a period until the next Annual General
satu sama lain, untuk jangka waktu sampai dengan Meeting of Shareholders, i.e. 2017, in the context of
diselenggarakannya RUPS Tahunan selanjutnya, yaitu financial facilities received by the Company and/or its
tahun 2017, dalam rangka fasilitas keuangan yang Subsidiaries or the extension as well as refinancing
diterima oleh Perseroan dan/atau Anak Perusahaan (along with all additions and/or amendments).
Perseroan, ataupun perpanjangan maupun refinancing
(berikut seluruh penambahan dan/atau perubahannya).
2. Mengangkat Ario Purboyo menjadi Direktur Utama 2. Appointing Ario Purboyo as the President Director of the
Perseroan dan Wito menjadi Direktur Independen Company and Wito as an Independent Director of the
Perseroan dengan masa jabatan mengikuti sisa masa Company with term of office following the remaining
jabatan Komisaris, sehingga untuk selanjutnya, sejak term of the Commissioner, so that henceforth, from the
ditutupnya Rapat tersebut, susunan anggota Dewan closing of the Meeting, the Board of Commissioners and
Komisaris dan Direksi Perseroan menjadi sebagai Directors are as follows.
berikut.

DIREKSI DIRECTORS
Direktur Utama : Ario Purboyo President Director : Ario Purboyo
Direktur Independen : Wito Independent Director : Wito

DEWAN KOMISARIS THE BOARD OF COMMISSIONERS
Komisaris Utama President Commissioner
(Independen) : Tan Kiem Hok (Independent) : Tan Kiem Hok
Komisaris : Sudjono Tanu Handoko Commissioner : Sudjono Tanu Handoko

RUPS TAHUN 2015 GMS 2015

Selama tahun 2015, Perseroan telah menyelenggarakan Throughout 2015, the Company has conducted one
RUPS Tahunan 1 kali dan RUPS Luar Biasa 1 kali pada tanggal Annual GMS and one Extraordinary GMS on May 28, 2015.
28 Mei 2015. Hasil keputusan RUPS pada tahun 2015 telah Resolutions of GMS in 2015 have been fully implemented by
sepenuhnya dilaksanakan oleh manajemen Perseroan. the Company Management.

Dewan Komisaris
Board of Commissioners

Dewan Komisaris merupakan Organ Perseroan yang The Board of Commissioners is a Company organ that is
bertanggung jawab atas pengawasan, serta berwenang responsible to conduct supervision, and has the authority
untuk memberikan arahan kepada Direksi dalam to give directions to Directors in managing the Company.
melaksanakan pengelolaan Perseroan. Dewan Komisaris The Board of Commissioners also serves to ensure that the
juga berfungsi untuk memastikan bahwa Perseroan telah Company has implemented GCG practices at all levels and
melaksanakan praktik GCG pada seluruh tingkatan maupun units of the organization.
jenjang organisasi.

32 PT POLARIS INVESTAMA Tbk / Laporan Tahunan 2016


KOMPOSISI DAN INDEPENDENSI COMPOSITION AND INDEPENDENCY

Komposisi Dewan Komisaris Perseroan sebagai berikut. Composition of the Board of Commissioners is as follows.

Nama Jabatan Dasar Pengangkatan


Name Title Basis of Appointment
Komisaris Utama/Komisaris Akta Pernyataan Keputusan Rapat
Independen No. 69 tanggal 14 Juli 2014.
Tan Kiem Hok
President Commissioner / Deed of Resolutions No. 69 dated July
Independent Commissioner 14, 2014.
Akta Pernyataan Keputusan Rapat
Komisaris No. 69 tanggal 14 Juli 2014.
Sudjono Tanu Handoko
Commissioner Deed of Resolutions No. 69 dated July
14, 2014.

Dewan Komisaris tidak memiliki hubungan keuangan, The Board of Commissioners has no financial, management,
kepengurusan, kepemilikan dan hubungan keluarga ownership nor family relationships with other members of
dengan anggota Dewan Komisaris lainnya, Direksi dan/ the Board of Commissioners, Directors and/or controlling
atau Pemegang Saham Pengendali serta hubungan dengan Shareholders, or any relationships with the Company that
Perseroan yang dapat mempengaruhi untuk bertindak could affect its ability to act independently. No member of
independen. Seluruh anggota Dewan Komisaris tidak the Board of Commissioners has concurrent titles/positions
melakukan rangkap jabatan yang tidak sesuai dengan which are not in accordance with the applicable laws and
peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. regulations.

TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB DUTIES AND RESPONSIBILITIES

Dewan Komisaris memiliki tugas dan tanggung jawab The Board of Commissioners has the duties and
sesuai Pedoman Dewan Komisaris, yaitu pengawasan atas responsibilities according to Guidelines of the Board of
jalannya usaha Perseroan dan memberikan nasehat kepada Commissioners, namely to oversee Company’s business and
Direksi. Pengawasan Dewan Komisaris dilaksanakan dalam to give advice to the Directors. The Board of Commissioners
bentuk pemberian pendapat, saran, dan juga tindakan, executes its supervisory duty by suggesting opinion,
tanpa melakukan intervensi terhadap kegiatan operasional advice, and action, without any interventions to Company’s
Perseroan yang menjadi tanggung jawab Direksi. Setiap operational activities which is the responsibility of the
anggota Dewan Komisaris wajib menunjukkan itikad baik, Directors. Each member of the Board of Commissioners
berhati-hati dan bertanggung jawab dalam menjalankan must show good faith, prudence and responsibility in
tugas pengawasan dan pemberian nasihat kepada Direksi. carrying out its supervisory duty and providing advice to the
Hal ini harus dilakukan dengan mendahulukan kepentingan Directors. This should be carried out by putting the interests
Perseroan dan bukan kepentingan pihak atau golongan lain of the Company ahead and not the interests of any particular
tertentu. parties or other groups.

Pada tahun 2016, Dewan Komisaris telah melaksanakan In 2016, the Board of Commissioners has executed it duties
tugas dan tanggung jawab tersebut dan telah melaksanakan and responsibilities and conducted meetings in accordance
rapat sesuai ketentuan, paling kurang 2 kali dalam 1 bulan with the rules, at least 2 times in 1 month or at any time
atau sewaktu-waktu bila dinyatakan perlu. Pelaksanaan if it deemed necessary. Implementation of the meetings
rapat tersebut terdiri atas pelaksanaan rapat internal consisted of implementation 3 internal meeting of the
Dewan Komisaris sebanyak 3 kali dan rapat dengan Direksi Board of Commissioners and 5 joint meetings with the
sebanyak 5 kali. Tingkat kehadiran Dewan Komisaris dalam Directors The above meeting attendance of the Board of
rapat tersebut adalah 100%. Commissioners is 100%.

Direksi
Board of Directors

Direksi adalah Organ Perseroan yang bertugas dan Directors are a Company organ who has the duties and is
bertanggung jawab penuh untuk mengurus Perseroan sesuai fully responsible in managing the Company, in accordance
dengan kepentingan dan tujuan Perseroan sebagaimana with the interests and objectives of the Company as set
tercantum dalam Anggaran Dasar dan Pedoman Direksi. forth in Articles of Association and the Director Guideline.
Direksi adalah pihak yang dapat mewakili Perseroan, baik di Directors are those who represent the Company, both in and
dalam maupun di luar pengadilan. out of court.

2016 Annual Report / PT POLARIS INVESTAMA Tbk 33


KOMPOSISI DAN INDEPENDENSI COMPOSITION AND INDEPENDENCY

Komposisi Direksi Perseroan sebagai berikut. Composition of the Company Directors is as follows:

Nama Jabatan Dasar Pengangkatan


Name Title Basis of Appointment
Akta Berita Acara RUPS Luar Biasa
No. 192 tanggal 30 Juni 2016.
Direktur Utama
Ario Purboyo Deed of Minutes of Extraordinary
President Director
General Meeting No. 192 dated June 30,
2016.
Akta Berita Acara RUPS Luar Biasa
No. 192 tanggal 30 Juni 2016
Direktur Independen
Wito Deed of Minutes of Extraordinary
Independent Director
General Meeting No. 192 dated June 30,
2016.

Direksi tidak memiliki hubungan keuangan, kepengurusan, Directors have no financial, management, ownership nor
kepemilikan dan hubungan keluarga dengan anggota family relationships with other members of Directors, the
Direksi lainnya, Dewan Komisaris dan/atau Pemegang Board of Commissioners and/or controlling Shareholders, or
Saham Pengendali serta hubungan dengan Perseroan yang any relationships with the Company that could affect their
dapat mempengaruhi untuk bertindak independen. Seluruh ability to act independently. No member of the Directors has
anggota Direksi juga tidak melakukan rangkap jabatan yang concurrent titles/positions which are not in accordance with
tidak sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan the applicable laws and regulations.
yang berlaku.

TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB DUTIES AND RESPONSIBILITIES

Direksi bertanggung jawab dalam memimpin, mengurus The Directors are responsible for leading, managing and
dan mengendalikan kegiatan bisnis Perseroan agar sesuai controlling business activities of the Company to comply with
dengan tujuan Perseroan, serta senantiasa berusaha Company’s objectives, and constantly trying to improve the
meningkatkan efisiensi dan efektivitas Perseroan. Direksi efficiency and effectiveness of the Company. Directors are
bertanggung jawab menunjukkan itikad baik untuk also responsible to show good faith in the interests of the
kepentingan Perseroan dan sesuai dengan maksud dan Company and in accordance with the goals and objectives of
tujuan Perseroan, serta memastikan agar Perseroan the Company, and to ensure that the Company implements
melaksanakan tanggung jawab sosial dan tata kelola its social responsibility and Good Corporate Governance in
perusahaan yang baik sesuai dengan undang-undang yang accordance with the applicable laws.
berlaku.

Pada tahun 2016, Direksi telah melaksanakan In 2016, the Directors have executed their duties
tugas dan tanggung jawab terkait penyusunan dan and responsibilities related to the preparation and
pengimplementasian strategi bisnis dan rencana implementation of business strategies and annual operating
operasional tahunan, mengangkat Sekretaris Perusahaan, plan, appointed a Corporate Secretary, prepared financial
menyiapkan Laporan Keuangan dan Laporan Tahunan statements and Annual Report, as well as executed Corporate
Perseroan, serta melaksanakan tata kelola perusahaan, Governance, internal control, and risk management. The
pengendalian internal, dan manajemen risiko. Direksi juga Directors have also conducted meetings in accordance with
telah melaksanakan rapat sesuai ketentuan, paling kurang the rules, of at least once a month or at any time it deemed
1 kali dalam 1 bulan atau sewaktu-waktu bila dinyatakan necessary. Implementation of the said meetings consisted
perlu. Pelaksanaan rapat tersebut terdiri atas pelaksanaan of implementation 6 internal Director meetings and 5 joint
rapat internal Direksi sebanyak 6 kali dan rapat dengan meetings with the Board of Commissioners. The above
Dewan Komisaris sebanyak 5 kali. Tingkat kehadiran Dewan meeting attendance of the Board of Commissioners is 100%.
Komisaris dalam rapat tersebut adalah 100%.

Penilaian Kinerja Organ Perseroan


Performance Appraisal for Company’s Organ

Dalam rangka meningkatkan pencapaian kinerja, Perseroan In order to improve performance achievement, the
melaksanakan kebijakan penilaian sendiri (self assessment) Company implements self-appraisal policy to evaluate the
untuk menilai kinerja Dewan Komisaris dan Direksi, serta performance of the Board of Commissioners and Directors,
organ pendukung di bawahnya. Penilaian kinerja tersebut as well as supporting organ underneath. This performance
dilaksanakan secara mandiri oleh Dewan Komisaris dan appraisal shall be carried out independently by the Board of
Direksi sesuai mekanisme masing-masing. Kriteria yang Commissioners and Directors in accordance with respective
digunakan dalam penilaian kinerja, khususnya pencapaian mechanisms. The criteria used in the performance appraisal,

34 PT POLARIS INVESTAMA Tbk / Laporan Tahunan 2016


kinerja masing-masing organ. Adapun penilaian kinerja in particular the performance achievement of every organ.
tersebut dilakukan melalui pembahasan dalam rapat-rapat The performance appraisal is conducted through discussions
Dewan Komisaris dan Direksi, serta rapat bersama organ in meetings of the Board of Commissioners and Directors,
pendukung masing-masing. Selain itu, penilaian kinerja as well as joint meetings with each supporting organ. In
Dewan Komisaris dan Direksi juga dinilai oleh Pemegang addition to the above, the assessment of the Board of
Saham melalui RUPS. Commissioners and Directors performance is also appraised
by Shareholders through GMS.

Pada tahun 2016, Dewan Komisaris dan Direksi beserta In 2016, the Board of Commissioners and Directors along
organ pendukung masing-masing telah melaksanakan with their supporting organs have executed their duties
tugas dan tanggung jawab dengan baik guna mendukung and responsibilities in good manner, in order to support
pertumbuhan usaha Perseroan. Company’s business improvement.

Remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi


Remuneration for the Board of Commissioners and Directors

Gaji dan tunjangan yang dibayarkan kepada Dewan Komisaris Salaries and benefits for the Board of Commissioners and
dan Direksi ditentukan oleh RUPS atau melalui pelimpahan Directors are determined by GMS or through delegation
wewenang kepada Dewan Komisaris. Remunerasi yang of authority to the Board of Commissioners. The
diterima Dewan Komisaris dan Direksi didasarkan pada hasil remuneration received by the Board of Commissioners and
penilaian kinerja dan rekomendasi Dewan Komisaris yang Directors is based on performance evaluation results and
menjalankan fungsi Nominasi dan Remunerasi. recommendations from the Board of Commissioners that
executes their nomination and remuneration function.

Remunerasi yang diterima Dewan Komisaris dan Direksi The remuneration received by the Board of Commissioners
berupa gaji pokok, tunjangan kesehatan, tunjangan and Directors are basic salary, health benefits, vehicle
kendaraan, dan tunjangan jabatan. Adapun remunerasi allowances, and positional allowances. The remuneration
yang dibayarkan pada tahun 2016 kepada Dewan Komisaris for the Board of Commissioners in 2016 was Rp180,000,000.-
sebesar Rp180.000.000,- dan Direksi Rp480.000.000,-. and the Directors Rp480,000,000,-.

Komite Audit
Audit Committee

Komite Audit dibentuk oleh dan bertanggung jawab The Audit Committee is established by and directly
langsung kepada Dewan Komisaris. Sesuai Piagam Komite responsible to the Board of Commissioners. In correspond
Audit, Komite Audit bertugas membantu Dewan Komisaris to the Charter of Audit Committee, the Audit Committee
mengawasi kinerja Direksi dalam mengelola Perseroan, has the duty to assist the Board of Commissioners
memastikan agar setiap langkah pengelolaan yang ditempuh overseeing the performance of Directors in managing the
sesuai dengan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang Company, ensuring that every step taken by management
baik. is in accordance with the principles of Good Corporate
Governance.

KOMPOSISI DAN INDEPENDENSI COMPOSITION AND INDEPENDENCY

Komposisi Komite Audit Perseroan sebagai berikut. Composition of the Audit Committee is as follows.

Sudjono Tanu Handoko Sudjono Tanu Handoko


Ketua Komite Audit Head of Audit Committee
Profil dapat dilihat pada profil Dewan Komisaris. His profile is available under profile of the Board of
Commissioners.
Diangkat sebagai Ketua Komite Audit berdasarkan Surat Sudjono was appointed as Head of the Audit Committee
Keputusan Dewan Komisaris di Luar Rapat Perseroan based on the Decree of the Board of Commissioners
No. 065/PI/XII/2013 tanggal 9 Desember 2013 dengan masa outside Company meeting No. 065/PI/XII/2013 dated
jabatan tidak lebih dari masa jabatan Dewan Komisaris. December 9, 2013 with tenure no longer than that of the
Board of Commissioners.

2016 Annual Report / PT POLARIS INVESTAMA Tbk 35


Retnowati Retnowati
Anggota Komite Audit Member of Audit Committee
Warga Negara Indonesia, usia 47 tahun. Lahir di Tapanuli Indonesian citizen, 47 years old. Born in North Tapanuli
Utara pada tahun 1969. Memperoleh gelar Sarjana in 1969. She received her Bachelor of Social Studies from
Sosial dari Universitas Sumatera Utara pada tahun 1995 University of North Sumatra in 1995. She was appointed
Diangkat sebagai anggota Komite Audit berdasarkan Surat as member of the Audit Committee based on the Decree
Keputusan Dewan Komisaris di Luar Rapat Perseroan of the Board of Commissioners outside Company meeting
No. 065/PI/XII/2013 tanggal 9 Desember 2013 dengan masa No. 065/PI/XII/2013 dated December 9, 2013 with the
jabatan tidak lebih masa jabatan Dewan Komisaris. Saat tenure no longer than that of the Board of Commissioners.
ini juga menjabat sebagai Tax Officer PT Binong Nuansa Renowati currently also serves as Tax Officer of PT Binong
Permai sejak 2007. Sebelumnya, berkarir sebagai General Nuansa Permai since 2007. Previously, she worked as
Administration Kantor Akuntan Publik Purbalaud & Rekan General Administration Public Accounting Firms Purbalaud
(1997–2004), Accounting and Tax Officer PT Inti Steel Oriental & Partners (1997–2004), and as Accounting and Tax Officer
(2004–2007). PT Inti Steel Oriental (2004–2007).

Akbar Akbar
Anggota Komite Audit Member of Audit Committee
Warga Negara Indonesia, usia 45 tahun. Lahir di Jombang Indonesian citizen, 45 years old. Born in Jombang, in
pada tahun 1971. Memperoleh gelar Sarjana Ekonomi 1971. He received his Bachelor of Economics from
dari STMIK Budi Luhur Jakarta pada tahun 1995 Diangkat STMIK Budi Luhur Jakarta in 1995. He was appointed as
sebagai anggota Komite Audit berdasarkan Surat member of the Audit Committee based on the Decree of
Keputusan Dewan Komisaris di Luar Rapat Perseroan the Board of Commissioners outside Company meeting
No. 065/PI/XII/2013 tanggal 9 Desember 2013 dengan masa No. 065/PI/XII/2013 dated December 9, 2013 with the tenure
jabatan tidak lebih dari masa jabatan Dewan Komisaris. of no longer than that of the Board of Commissioners.
Saat ini juga berkarir sebagai Corporate Secretary PT Inti Akbar also currently serves as Corporate Secretary PT Inti
Agri Resources Tbk sejak 2011. Sebelumnya, berkarir Agri Resources Tbk since 2011. Previously, he worked
sebagai Operation PT Danareksa Fund Management (1996), as Operation PT Danareksa Fund Management (1996),
Pengelola Data Transaksi PT Danareksa Sekuritas (1996- Transaction Data Manager PT Danareksa Sekuritas
1999), Head Settlement System PT Sarijaya Permana Sekuritas (1996-1999), Head Settlement System PT Sarijaya Permana
(1999–2000), Business Development PT Sarijaya Sekuritas Sekuritas (1999–2000), Business Development PT Sarijaya
(2000), Head Operation Settlement PT United Capital Indonesia Sekuritas (2000), Head Operation Settlement PT United
Tbk (2001–2003), Compliance, Corporate Finance & Corporate Capital Indonesia Tbk (2001–2003), Compliance, Corporate
Secretary PT United Capital Indonesia Tbk (2003–2005), Finance &Corporate Secretary PT United Capital Indonesia
Corporate Secretary PT Palm Asia Corpora Tbk (2005–2008), Tbk (2003–2005), Corporate Secretary PT Palm Asia Corpora
dan Financial Advisory PT Treasure Fund Investama (2008- Tbk (2005–2008), and Financial Advisory PT Treasure Fund
2010). Investama (2008–2010).

Anggota Komite Audit terbebas dari hubungan keuangan, Members of Audit Committee have no financial,
manajerial, kepemilikan dan/atau hubungan keluarga management, ownership nor family relationships with
dengan anggota Dewan Komisaris, Direksi dan/ atau members of the Board of Commissioners, Directors, and/
Pemegang Saham utama dan/atau dengan pengendali or controlling Shareholders. The Audit Committee consists
utama. Komite Audit terdiri dari para profesional di of professionals in their field, which oversee and give advice
bidangnya, yang mengawasi dan memberi saran kepada to the Board of Commissioners. Audit Committee Member(s)
Dewan Komisaris. Komite Audit yang berasal dari luar of outside the Company do not have any interest/personal
Perseroan tidak memiliki kepentingan/keterkaitan pribadi relationships that may cause adverse impact against and
yang dapat menimbulkan dampak negatif dan benturan conflicts of interest with the Company.
kepentingan dengan Perseroan.

TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB DUTIES AND RESPONSIBILITIES

Pembentukan Komite Audit dimaksudkan untuk membantu The objective of Audit Committee establishment is to
pelaksanaan fungsi Dewan Komisaris dalam mengawasi support the implementation of the Board of Commissioners
operasi kinerja Perseroan. Tugas dan tanggung jawab function in supervising Company’s performance operation.
Komite Audit antara lain: Duties and responsibilities of the Audit Committee are,
among others:
a. Melakukan penelaahan atas ketaatan Perseroan a. Conduct review on Company compliance towards laws
terhadap peraturan perundang-undangan di bidang and regulation within capital market and other laws and
pasar modal dan peraturan perundang-undangan regulation related to Company’s business activity;
lainnya yang berhubungan dengan kegiatan usaha
Perseroan;
b. Melakukan penelaahan terhadap informasi keuangan b. Conduct review on financial information which will be
yang akan dikeluarkan Perseroan, seperti laporan issued by the Company, such as financial statement,
keuangan, proyeksi, dan informasi keuangan lainnya; projection, and other financial information;

36 PT POLARIS INVESTAMA Tbk / Laporan Tahunan 2016


c. Melakukan penelaahan atas pelaksanaan pemeriksaan c. Conduct review on audit implementation by Internal
oleh auditor internal; Auditor;
d. Melaporkan kepada Dewan Komisaris berbagai risiko d. Report to the Board of Commissioners on various
yang dihadapi Perseroan dan pelaksanaan manajemen risks faced by the Company and the risk management
risiko oleh Direksi Perseroan; implementation by the Directors;
e. Melakukan penelaahan dan melaporkan kepada Dewan e. Conduct review and report to the Board of
Komisaris atas pengaduan yang berkaitan dengan Commissioners on complaints related to the Company;
Perseroan;
f. Menjaga kerahasiaan dokumen, data, dan informasi f. Maintain the confidentiality of Company’s documents,
Perseroan. data, and information.

Sepanjang tahun 2016, Komite Audit telah melaksanakan In 2016, the Audit Committee has implemented the above
seluruh tugas dan tanggung jawab tersebut. Komite Audit mentioned duties and responsibilities. The Audit Committee
juga telah mengadakan rapat sebanyak 2 kali dengan tingkat has also conducted two meetings with the attendance rate
kehadiran 100%. of 100%.

Sekretaris Perusahaan
Corporate Sercretary

Sekretaris Perusahaan diangkat dan bertanggung jawab Corporate Secretary is appointed and directly responsible
langsung kepada Direktur Utama. Sekretaris Perusahaan to the President Director. Duties and responsibilities
memiliki tugas dan tanggung jawab antara lain terkait of Corporate Secretary are, among others, related to
keterbukaan informasi kepada seluruh pemangku information transparency to all stakeholders; to ensure the
kepentingan; memastikan penerapan tata kelola perusahaan implementation of Corporate Governance and compliance
dan pemenuhan peraturan perundang-undangan, to laws and regulations, especially within capital market; to
khususnya di bidang pasar modal; menatausahakan administer Company’s document; and to maintain Corporate
dokumen Perseroan; serta menjaga corporate image. Image.

Pada tahun 2016, Perseroan mengangkat Ario Purboyo In 2016, the Company appointed Ario Purboyo as President
selaku Direktur Utama untuk merangkap sebagai Sekretaris Director to also occupy the position of Corporate Secretary
Perusahaan berdasarkan Surat Keputusan Direksi in accordance with Director’s Decree PT Polaris Investama
PT Polaris Investama Tbk No. 001/SK-DIR/PI/VII/2016. Tbk No. 001/SK-DIR/PI/VII/2016. Corporate Secretary
Adapun Sekretaris Perusahaan telah melaksanakan seluruh has implemented all its duties and responsibilities in a
tugas dan tanggung jawab tersebut secara bertanggung responsible manner.
jawab.

Audit Internal
Internal Audit

Perseroan membentuk Audit Internal untuk memastikan The Company established Internal Audit to ensure that all
seluruh kegiatan operasional Perseroan telah dijalankan Company’s operational activities are properly implemented
secara benar sesuai peraturan dan ketentuan yang berlaku. in accordance with applicable laws and regulations. The
Audit Internal tersebut diangkat dan diberhentikan, serta specified Internal Audit is appointed and dismissed, and
bertanggung jawab langsung kepada Direktur Utama. Audit also directly responsible to the President Director. Internal
Internal memiliki Piagam Audit Internal yang mengatur Audit has an Internal Audit Charter which regulates duties,
tugas, tanggung jawab, dan wewenang Audit Internal. Tugas responsibilities and authorities of Internal Audit. Duties and
dan tanggung jawab Audit Internal antara lain menyusun responsibilities of Internal Audit are, among others, compose
dan melaksanakan audit internal tahunan; menguji dan and implement annual internal audit; analyze and evaluate
mengevaluasi pelaksanaan pengendalian internal dan the implementation of internal control and risk management
sistem manajemen risiko; serta melakukan pemeriksaan system; also conduct audit and effectiveness in finance,
dan efektivitas di bidang keuangan, akuntansi, operasional, marketing, information technology and other activities. In
sumber daya manusia, pemasaran, teknologi informasi, dan implementing the specified duties and responsibilities,
kegiatan lainnya. Dalam melakukan tugas dan tanggung Internal Audit cooperates with Audit Committee.
jawab tersebut, Audit Internal bekerja sama dengan Komite
Audit.

Sepanjang tahun 2016, Audit Internal telah melaksanakan Throughout 2016, Internal Audit has implemented the
tugas dan tanggung jawab tersebut dengan baik dan specified duties and responsibility well and has reported to
telah melaporkannya kepada Direktur Utama dan Dewan the President Director and Board of Commissioners through
Komisaris, melalui Komite Audit. Audit Committee.

2016 Annual Report / PT POLARIS INVESTAMA Tbk 37


Sistem Pengendalian Internal
Internal Control System

Sistem pengendalian internal merupakan suatu Internal Control System is a planning which includes
perencanaan yang meliputi struktur organisasi, metode Organization Structure, Methods and integrated system
dan sistem terintegrasi yang digunakan di dalam Perseroan. used in the Company. The objectives of internal control
Tujuan sistem pengendalian internal antara lain untuk are, among others, to support the Company in protecting
membantu Perseroan menjaga aset yang dimiliki, menjamin its asset, to guarantee the availability of accurate financial
tersedianya pelaporan keuangan yang akurat, meningkatkan reporting, to improve Company’s compliance towards
kepatuhan Perseroan terhadap peraturan yang berlaku, applicable regulations, also to reduce the risk of losses,
serta mengurangi risiko terjadinya kerugian, penyimpangan deviation and violation of prudent aspect.
dan pelanggaran aspek kehati-hatian.

Pelaksanaan sistem pengendalian internal tersebut Implementation of internal control system includes
meliputi pengendalian terhadap komponen lingkungan control towards components of environment, information
pengendalian, penilaian risiko, kegiatan pengendalian, and communication, also monitoring activity. The above
informasi dan komunikasi, serta kegiatan pemonitoran. implementation is the responsibility of the Board of
Pelaksanaan tersebut berada di bawah tanggung jawab Directors and is audited periodically by Internal Audit.
Direksi dan diaudit secara berkala oleh Audit Internal. Meanwhile, supervision towards its implementation is
Sedangkan, pengawasan terhadap pelaksanaannya menjadi under the responsibility of the Board of Commissioners. The
tanggung jawab Dewan Komisaris. Pelaksanaan tersebut above mentioned implementation is evaluated periodically
dievaluasi secara berkala dan dilaporkan kepada Direksi. and reported to the Directors. The report is also submitted
Laporan juga disampaikan kepada Dewan Komisaris melalui to the Board of Commissioners through Company’s Audit
Komite Audit Perseroan. Committee.

Sistem Manajemen Risiko


Risk Management System

Perseroan menjalankan usaha di bidang perdagangan, The Company conducts business in trade, property
pengembangan (kontraktor), jasa, pengangkutan, percetakan developer (contractor), transportation, service, publishing,
dan lain-lain melalui Entitas Anak. Dalam aktivitas bisnisnya, etc. through Subsidiaries. In running its business, the
Perseroan menghadapi risiko internal dan eksternal. Company encounters internal and external risks.

Risiko internal timbul akibat kegiatan usaha Perseroan Internal risks arise due to Company’s business activities
dijalankan sepenuhnya oleh Entitas Anak. Hal ini akan which are entirely conducted by the Subsidiaries. This will
mempengaruhi perolehan laba Perseroan sebab influence the Company’s profit/income since the Company
Perseroan memberikan keleluasaan kepada masing- provides freedom to every Subsidiary to determine their
masing Entitas Anak untuk menentukan langkah dan moves and strategies for improvement of the business.
strategi untuk kemajuan usaha. Untuk menangani risiko To manage this internal risk, the Company encourages its
internal ini, Perseroan mendorong Entitas Anak untuk Subsidiaries to determine their measures in facing business
menetapkan langkah-langkah dalam menghadapi risiko risks. Risk management of each Subsidiary is monitored by
usaha. Penanganan risiko oleh masing-masing Entitas Anak the Company.
senantiasa dipantau oleh Perseroan.

Sedangkan, risiko eksternal timbul dari kondisi perekonomian While external risks arise due to national and global economic
nasional dan global yang mengalami fluktuasi. Selain itu, conditions which experience fluctuations. In addition to the
kondisi politik juga dapat mempengaruhi kebijakan yang said risk, political condition may also influence policies which
secara langsung atau tidak langsung akan mempengaruhi directly or indirectly influence Company’s operation and
operasional Perseroan dan persaingan usaha yang tinggi fierce business competition, thus affecting business strategy
sehingga berdampak pada penerapan strategi bisnis yang implementation conducted by the Company. To manage
dijalankan Perseroan. Untuk menangani risiko eksternal ini, this external risk, the Company constructs and develops
Perseroan menyusun atau mengembangkan rencana dan plan and strategy which may affect its income and profit.
strategi yang dapat mempengaruhi pendapatan dan laba. The plan and strategy development is carried out by taking
Pengembangan rencana dan strategi dilakukan dengan into account macro and micro economic indicators, and
memperhatikan indikator ekonomi makro dan mikro, serta Company’s condition. The Company continuously evaluates
dengan memperhatikan kondisi Perseroan. Perseroan juga its risk management system to improve the effectiveness of
senantiasa melakukan evaluasi terhadap sistem manajemen risk management implementation.
risiko untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan
manajemen risiko.

38 PT POLARIS INVESTAMA Tbk / Laporan Tahunan 2016


Perkara Penting dan Sanksi Administratif
Significant Cases and Administration Sanctions

Pada tahun 2016, Perseroan, Entitas Anak, Dewan Komisaris In 2016, the Company, its Subsidiaries, the Board of
serta Direksi tidak menghadapi kasus pelanggaran hukum Commissioners and Directors did not have any lawsuits or
dan tidak menerima sanksi dari pihak otorisas maupun receive any administration sanction from any authorities or
regulator. regulator.

Kode Etik dan Budaya Perusahaan


Code of Ethics and Corporate Culture

Perseroan membina dan memberikan arahan kepada The Company develops and directs its employees to work in
setiap insan Perseroan untuk bekerja sesuai peraturan accordance with the applicable regulation in order to achieve
yang berlaku guna mencapai Visi dan Misi. Perseroan Company’s Vision and Mission. The Company engages all
membudayakan kepada seluruh insan Perseroan untuk employees to accustom themselves in respecting each other,
saling menghormati, bertanggung jawab, dan senantiasa to be responsible and to continuously improve teamwork so
meningkatkan kerja sama tim agar lebih solid. as to be more solid.

Whistleblowing System
Whistleblowing System

Sistem pelaporan pelanggaran di Perseroan melekat Violation reporting system in the Company adheres with
pada masing-masing Entitas Anak. Penyampaian terkait each Subsidiary. Reports related to violations may be
pelanggaran tersebut dapat disampaikan melalui telepon, submitted through phone, email and letters to related units
email dan surat kepada unit-unit terkait ataupun dapat or submitted directly to Corporate Secretary. Throughout
ditujukan langsung kepada Sekretaris Perusahaan. Adapun 2016, the Company and its Subsidiaries did not receive any
sepanjang tahun 2016, Perseroan dan Entitas Anak tidak reports related to violation.
menerima pelaporan terkait pelanggaran.

2016 Annual Report / PT POLARIS INVESTAMA Tbk 39


TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN
Corporate Social Responsibility

Perseroan (termasuk Entitas Anak) berkomitmen untuk The Company (including its Subsidiaries) is committed to
meningkatkan nilai Pemegang Saham dengan tetap improve the value of Shareholders by constantly taking into
memperhatikan pemenuhan kepentingan seluruh account the interest fulfillment of all Stakeholders. Therefore,
pemangku kepentingan. Oleh karena itu, Perseroan the Company executes Corporate Social Responsibility
melaksanakan tanggung jawab sosial perusahaan (corporate (CSR) related to employees, environment and societal, also
social responsibility/CSR) terkait karyawan, lingkungan hidup consumer.
dan sosial kemasyarakatan, serta konsumen.

Dalam menerapkan CSR terkait karyawan, Perseroan In implementing CSR related to its employees, the
mengelola sumber daya manusia (SDM) secara adil dan Company manages its human resources with fairness and
bertanggung jawab. Perseroan memberikan kesempatan responsibility. The Company provides working opportunities
kerja yang kepada seluruh calon karyawan. Rekrutmen to all prospective employees. The Company carries out
dilakukan tanpa membedakan jenis kelamin, suku, agama its recruitment without take into account gender, ethnic
dan ras, namun dengan tetap memperhatikan kualifikasi origin, religion, and race; however, the Company shall take
yang diperlukan. Perseroan juga memberikan kesempatan into account the required qualifications. The Company also
yang sama kepada seluruh karyawan untuk mengikuti provides equal opportunities to all employees, to participate
program pengembangan kompetensi. in the competency development program.

Untuk menjamin keselamatan dan kesehatan kerja, To guarantee occupational health and safety, the
Perseroan menyediakan sarana dan prasarana keselamatan Company provides occupational safety infrastructure in
kerja di seluruh wilayah operasional untuk meminimalkan all operational areas to minimize occupational accident. In
tingkat kecelakaan kerja. Pada tahun 2016, Perseroan 2016 the Company recorded zero accident. In addition, the
mencatatkan zero accident. Selain itu, Perseroan memberikan Company provides appropriate remuneration in accordance
remunerasi yang layak dan sesuai dengan peraturan terkait with related employment regulations, also provides
ketenagakerjaan, serta menyediakan jalur komunikasi communication access related to employment issues. The
terkait masalah ketenagakerjaan. Hal tersebut dilakukan above efforts are made to improve employee satisfaction.
untuk meningkatkan kepuasan kerja karyawan. Peningkatan The improvement of the specified employment satisfaction
kepuasan kerja tersebut antara lain dibuktikan dengan is proven by the low level of turnover of employee.
rendahnya tingkat turnover karyawan.

Dalam menerapkan CSR terkait lingkungan hidup dan sosial In implementing CSR related to societal and environment,
kemasyarakatan, Perseroan menjaga lingkungan kerja dan the Company protects working environment and social
komunitas sosial di sekitar wilayah operasional. Perseroan community in the surrounding operational areas. The
menerapkan efisiensi energi dan menjaga agar kegiatan Company implements energy efficiency and protects
operasional, termasuk limbah yang dihasilkan, tidak operational activity, including the waste generated, so as
mencemari lingkungan sekitar. Perseroan mengutamakan not to pollute the surrounding environment. The Company
dialog dengan masyarakat dalam melaksanakan kegiatan prioritizes dialogue with the community in implementing
usaha yang mempengaruhi lingkungan dan masyarakat its business activities which influence the environment and
sekitar. Perseroan juga melakukan aksi sosial, antara lain surrounding community. The Company also holds social
melalui pemberian bantuan untuk aktivitas keagamaan, activities, such as: contribution to religious activities, public
pembangunan sarana dan fasilitas umum, serta perayaan facility development, also celebrating the Independence of
ulang tahun Republik Indonesia. the Republic of Indonesia.

Dalam menerapkan CSR terkait pelanggan, Perseroan In implementing CSR related to its customers, the Company
senantiasa berusaha untuk meningkatkan kepuasan always strives to improve customer’s satisfaction. The
pelanggan. Perseroan mengkomunikasikan produk Company communicates its products and services and
dan layanan yang dihasilkan dan mengutamakan aspek prioritizes aspect of customer safety. The Company also
keselamatan pelanggan. Perseroan juga menyediakan provides customer complaint facilities through each
sarana pengaduan pelanggan melalui masing-masing Subsidiary which carries out business activities. In 2016, the
Entitas Anak yang menjalankan kegiatan usaha. Pada tahun Company did not receive any customer complaints.
2016, Perseroan tidak menerima pengaduan pelanggan.

40 PT POLARIS INVESTAMA Tbk / Laporan Tahunan 2016


PT. POLARIS INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Laporan keuangan konsolidasian untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2016 dan 2015

Beserta
Laporan Auditor Independen
DAFTAR ISI

Halaman

I. Surat Pernyataan Direksi

II. Laporan auditor independen i - ii

III. Laporan posisi keuangan konsolidasian 1-2

IV. Laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian 3

V. Laporan perubahan ekuitas konsolidasian 4

VI. Laporan arus kas konsolidasian 5

VII. Catatan atas laporan keuangan konsolidasian 6 - 47


PT. POLARIS INVESTAMA TBK DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Per 31 Desember 2016 dan 2015
(Dalam Rupiah)
Catatan 2016 2015

ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 3e,3g,3h,3k,5,40 23.617.049.991 4.181.223.478
Portofolio efek 3j,3k,6,40 26.281.653.027 44.964.904.512
Piutang lembaga kliring dan penjamin 3k,7a,40 5.312.453.288 2.019.050.259
Piutang perusahaan efek
- Pihak ketiga 3k,11,40 14.758.965.000 8.400.000
Piutang nasabah
- Pihak ketiga 3k,3x8,40 19.261.888.547 11.960.435.677
Piutang reverse repo 3i,3k,10,40 35.653.194.445 36.678.750.000
Piutang usaha
- Pihak ketiga 3k,3u,9,40 5.451.508.272 11.770.547.113
Pajak dibayar dimuka 13 13.330.153 4.743.083
Piutang lain-lain 3i,3k,14,40,42 29.543.805.488 33.082.755.054
Persediaan aset real estat 3o,12 8.421.768.216 11.784.128.668
Beban dibayar dimuka dan uang muka 3n,16 2.268.044.973 2.286.002.619

Jumlah Aset Lancar 170.583.661.400 158.740.940.464

Aset Tidak Lancar


Persediaan aset real estat 3o,12 178.361.500.166 178.132.515.450
Aset pajak tangguhan 3v,22 2.047.232.402 1.568.920.594
Penyertaan 3y,36 135.000.000 135.000.000
Aset tetap - setelah dikurangi akumulasi 3p,15
penyusutan sebesar Rp. 7.818.716.357
dan Rp. 10.202.334.250 Masing-masing
pada tanggal 31 Desember 2016 dan 2015 1.196.438.889 2.439.870.358
Aset lain-lain 3k,17 1.177.757.682 1.155.609.682

Jumlah Aset Tidak Lancar 182.917.929.139 183.431.916.084

JUMLAH ASET 353.501.590.539 342.172.856.548

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan
keuangan konsolidasian secara keseluruhan

1
PT. POLARIS INVESTAMA TBK DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN - LANJUTAN
Per 31 Desember 2016 dan 2015
(Dalam Rupiah)
Catatan 2016 2015

LIABILITAS DAN EKUITAS


Liabilitas Jangka Pendek
Utang nasabah 3k,3x,18,40 25.768.668.003 4.859.394.936
Utang lembaga kliring dan penjaminan 3k,7b,40 3.898.425.200 5.712.949.100
Utang usaha
- Pihak ketiga 3k,19,40 332.811.501 413.802.248
Utang bank jangka pendek 3k,20,40 50.000.000.000 50.000.000.000
Utang pihak ketiga lain 3k,21,40 34.500.000.000 35.000.000.000
Utang pajak 3v,22 2.387.195.204 1.442.197.949
Utang perusahaan efek
- Pihak ketiga 3k,24,40 10.587.195.842 15.466.700
Beban yang masih harus dibayar 3k,30,23,40 1.189.077.014 8.491.559.604
Utang lain-lain 3k,25,40 13.100.662.956 5.446.089.667

Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 141.764.035.720 111.381.460.204

Liabilitas Jangka Panjang


Liabilitas imbalan kerja 3r,39 4.102.684.700 4.370.651.514

Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 4.102.684.700 4.370.651.514


Jumlah Liabilitas 145.866.720.420 115.752.111.718

EKUITAS
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada
pemilik entitas induk
Modal dasar 25.000.000 saham seri A 26
dan 5.386.800.000 saham seri B
Nilai nominal Rp. 1.000 per saham seri A dan
Rp. 100 per saham seri B
Modal ditempatkan dan disetor penuh sebanyak
25.000.000 saham seri A dan 1.159.200.000 saham seri B 140.920.000.000 140.920.000.000
Tambahan modal disetor 6.145.008.283 5.355.608.283
Saldo laba
Telah ditentukan penggunaannya 6.350.000.000 6.350.000.000
Belum ditentukan penggunaannya 28.189.263.431 44.456.737.133

Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk 181.604.271.714 197.082.345.416

Kepentingan non pengendali 26.030.598.405 29.338.399.415

Jumlah Ekuitas 207.634.870.119 226.420.744.831

JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 353.501.590.539 342.172.856.548

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan
keuangan konsolidasian secara keseluruhan

2
PT. POLARIS INVESTAMA TBK DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2016 dan 2015
(Dalam Rupiah)
2016 2015

PENDAPATAN 3u,29 37.305.768.834 23.508.883.197


BEBAN POKOK PENJUALAN 3u,30 3.362.360.452 388.703.535

LABA BRUTO 33.943.408.382 23.120.179.662

Beban penjualan 3u,31 (217.812.708) (79.754.682)


Beban umum dan administrasi 3u,32 (32.388.265.042) (27.164.191.357)
Pendapatan operasional lainnya 3u,33 4.661.253.644 3.485.605.569
Beban operasional lainnya 3u,34 (25.026.517.589) (9.111.914.339)

RUGI SEBELUM PAJAK (19.027.933.313) (9.750.075.147)

Taksiran (Manfaat) Beban Pajak Penghasilan 3v,22


Pajak kini (866.309.018) (427.525.810)
Pajak tangguhan 463.750.711 226.014.929

Jumlah Taksiran Beban Pajak Penghasilan (402.558.307) (201.510.880)

RUGI TAHUN BERJALAN (19.430.491.620) (9.951.586.028)


PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
Pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi
Pengukuran kembali liabilitas imbalan pasti (58.244.389) 557.064.676
Manfaat (beban) pajak penghasilan terkait 14.561.097 (139.266.169)
PENGHASILAN (RUGI) KOMPREHENSIF LAIN
TAHUN BERJALAN, SETELAH PAJAK (43.683.292) 417.798.507
TOTAL RUGI KOMPREHENSIF
TAHUN BERJALAN (19.474.174.912) (9.533.787.521)

RUGI YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA


Pemilik Entitas Induk (16.233.439.020) (10.524.935.185)
Kepentingan Non Pengendali (3.197.052.600) 573.349.157

TOTAL (19.430.491.620) (9.951.586.028)

RUGI KOMPREHENSIF YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA


Pemilik Entitas Induk (19.464.526.302) (9.592.762.191)
Kepentingan Non Pengendali (9.648.610) 58.974.670

TOTAL (19.474.174.912) (9.533.787.521)

RUGI NETO PER SAHAM 3w,37 (13,71) (8,89)

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan
keuangan konsolidasian secara keseluruhan

3
PT. POLARIS INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2016 dan 2015

(Dalam Rupiah)

Saldo laba Ekuitas yang di


Modal Ditempatkan Tambahan Telah Belum atribusikan kepada Kepentingan non
Catatan Jumlah Ekuitas
dan Disetor Penuh modal disetor Ditentukan Ditentukan pemilik entitas pengendali
penggunananya Penggunaanya induk

Saldo per 31 Desember 2014 140.920.000.000 5.355.608.283 6.050.000.000 54.922.848.481 207.248.456.764 28.706.075.587 235.954.532.351

Cadangan Umum - - 300.000.000 (300.000.000) - - -

Rugi tahun berjalan - - (10.524.935.185) (10.524.935.185) 573.349.157 (9.951.586.028)

Jumlah penghasilan komprehensif lain,


setelah pajak - - - 358.823.837 358.823.837 58.974.670 417.798.507

Saldo per 31 Desember 2015 140.920.000.000 5.355.608.283 6.350.000.000 44.456.737.133 197.082.345.416 29.338.399.415 226.420.744.831

Perubahan kepemilikan saham


non pengendali - - - - - (101.099.800) (101.099.800)

Dampak penyeusaian terkait pengampunan


pajak sesuai dengan PSAK No. 70*) - 789.400.000 - 789.400.000 - 789.400.000

Rugi tahun berjalan - - - (16.233.439.020) (16.233.439.020) (3.197.052.600) (19.430.491.620)

Jumlah penghasilan komprehensif lain,


setelah pajak - - - (34.034.682) (34.034.682) (9.648.610) (43.683.292)

Saldo per 31 Desember 2016 140.920.000.000 6.145.008.283 6.350.000.000 28.189.263.431 181.604.271.714 26.030.598.405 207.634.870.119

*) Lihat catatan atas laporan keuangan konsoliodasian No. 5,15,22 dan 27

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan
dari keseluruhan laporan keuangan konsolidasian secara

4
PT. POLARIS INVESTAMA TBK DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2016 dan 2015
(Dalam Rupiah)
Catatan 2016 2015

ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI


Penerimaan dari pelanggan 54.770.262.221 22.159.757.869
Pembayaran kepada pemasok (3.443.351.200) (2.571.391.917)
Pembayaran beban usaha (29.150.871.228) (13.047.104.034)
Pembayaran kepada karyawan (10.564.946.508) (8.903.365.496)
Utang (pembayaran) pajak 70.101.165 (371.567.888)
Penerimaan (pembayaran) portofolio efek 2.849.276.839 (1.727.297.079)
Penerimaan dari (pembayaran kepada) nasabah 13.607.820.198 (9.324.360.099)
Penerimaan dari piutang reverse repo 1.025.555.555 5.557.805.556
Penerimaan (pembayaran kepada) lembaga kliring dan penjaminan (5.107.926.929) 717.231.425
Penerimaan dari (pembayaran kepada) perusahaan efek lain (4.178.835.858) 630.091.200
Penerimaan (pembayaran) dari kegiatan usaha lainnya (1.458.848.114) 7.588.307.958

Kas Bersih Yang Diperoleh Dari


Aktivitas Operasi 18.418.236.141 708.107.495

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI


Penambahan aset tetap 3p,15 (131.595.000) (1.318.830.000)
Hasil penjualan aset tetap 3.396.457.665 -
Penambahan aset lain-lain 3k,17 (22.148.000) (49.764.000)
Persediaan aset real estate 3o,12 3.133.375.736 1.361.415.409
Penyertaan saham 3y,36 - 2.500.000.000

Kas Bersih Yang Diperoleh Dari


Aktivitas Investasi 6.376.090.401 2.492.821.409

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN


Penerimaan dari pihak yang berelasi 3.530.000.000 2.677.574.471
Pembayaran utang pihak ketiga lain 3k,21,40 (500.000.000) -
Tambahan modal disetor 789.400.000 -
Pendapatan bunga 77.388.367 65.694.719
Perubahan kepemilikan saham non pengendali (101.099.800) -
Pembayaran bunga dan provisi 3k,20,40 (9.154.188.597) (8.446.249.848)

Kas Bersih Yang digunakan Untuk Aktivitas Pendanaan (5.358.500.030) (5.702.980.657)

KENAIKAN (PENURUNAN) KAS DAN SETARA KAS 19.435.826.513 (2.502.051.754)


KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN 4.181.223.478 6.683.275.232

KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 23.617.049.991 4.181.223.478

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan
keuangan konsolidasian secara keseluruhan

5
PT. POLARIS INVESTAMA TBK DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2016 dan 2015
(Dalam Rupiah)
1. UMUM
a. Pendirian Perusahaan
PT. Polaris Investama Tbk (selanjutnya disebut Perusahaan) didirikan pada tanggal 23 Juli 1992 berdasarkan Akta Notaris
Ruth Karliena, SH., No. 92 dengan nama PT. Daya Delta Intertama dan telah mendapatkan pengesahan dari Menteri
Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C2-3428-HT.01.01. Th. 1994 tanggal 24 Februari 1994 dan telah
diumumkan dalam Berita Negara No. 61 Tambahan No.4973 tanggal 2 Agustus 1994.
Anggaran Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan diantaranya berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat PT.
Palm Asia Corpora Tbk No. 17 tanggal 18 Juni 2007 oleh Muhammad Hanafi S.H., Notaris di Jakarta. Perubahan tersebut
diantaranya mengenai perubahan nama Perusahaan yang semula bernama PT. Palm Asia Corpora Tbk menjadi PT. Redland Asia
Capital Tbk. Akta perubahan anggaran dasar tersebut telah mendapatkan pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia No. W7-07616.HT.01.04-TH.2007 tanggal 9 Juli 2007.
Anggaran Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan terakhir berdasarkan Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang
Saham Luar Biasa PT. Redland Asia Capital Tbk No. 1 tanggal 1 Desember 2008 oleh Karlita Rubianti S.H., Notaris di Jakarta.
Perubahan tersebut diantaranya perubahan nama Perusahaan menjadi PT. Polaris Investama Tbk. Akta perubahan tersebut telah
memperoleh pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan surat pengesahan No. AHU-
93051.AH.01.02.Tahun 2008 tertanggal 3 Desember 2008.
Sesuai pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan adalah berusaha dalam bidang investasi. Untuk
menunjang kegiatan usaha tersebut Perusahaan menjalankan usaha di bidang perdagangan, pengembang (kontraktor), jasa,
pengangkutan, percetakan dan lain-lain.
Perusahaan berkedudukan di Mayapada Tower Lt. 11 Jalan Jendral Sudirman Kav. 28 Jakarta 12920.

b. Penawaran Umum Efek Perusahaan


Pada tanggal 26 Februari 2001, Perusahaan memperoleh Surat pemberitahuan Efektif atas Penyertaan Pendaftaran Emisi Saham No.
S-290/PM/2001 dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal untuk mengadakan Penawaran Umum Perdana kepada masyarakat
sejumlah 100.000.000 saham dengan nilai nominal Rp 100 setiap saham dengan harga penawaran Rp 200 setiap saham dan
35.000.000 waran seri I yang diberikan secara cuma-cuma, yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 (satu)
saham baru dengan nilai nominal Rp 100 setiap saham.
Perusahaan telah mencatatkan seluruh sahamnya di Bursa Efek Jakarta pada tanggal 16 Maret 2001.
Pada tahun 2003 dan 2004, Perusahaan berturut-turut melakukan Penawaran Umum Terbatas Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu
(HMETD) I dan II kepada pemegang saham. Penawaran Umum Terbatas I Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) kepada
pemegang saham sejumlah 750.000.000 saham dengan nilai nominal Rp. 100 per saham. Penawaran Umum Terbatas II kepada
pemegang saham sejumlah 409.200.000 saham dengan nilai nominal Rp. 100 per saham.

c. Susunan entitas anak


Pada tanggal 31 Desember 2016 dan 2015, Perusahaan mengkonsolidasikan Entitas Anak dengan kepemilikan langsung yang
dikendalikan dengan kepemilikan mayoritas berikut ini:
31 Desember 2016

Entitas Anak Operasi Kegiatan Usaha Persentase Jumlah


komersial kepemilikan Aset

PT. Universal Broker Indonesia 2004 Perdagangan efek 76,42% 159.105.109.704


PT. Binong Nuansa Permai 2006 Konstruksi 99,75% 193.809.150.105
PT. Polaris Indo Energy 2009 Perdagangan 99,99998% 4.606.328.428

31 Desember 2015

Entitas Anak Operasi Kegiatan Usaha Persentase Jumlah


komersial kepemilikan Aset

PT. Universal Broker Indonesia 2004 Perdagangan efek 76,42% 148.190.617.547


PT. Binong Nuansa Permai 2006 Konstruksi 99,75% 193.737.891.719
PT. Polaris Indo Energy 2009 Perdagangan 99,90% 4.196.930.682

6
PT. POLARIS INVESTAMA TBK DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2016 dan 2015
(Dalam Rupiah)
1. UMUM - LANJUTAN
c. Susunan entitas anak-lanjutan
PT. Universal Broker Indonesia
PT. Universal Broker Indonesia (Entitas Anak) didirikan berdasarkan akta Notaris Soebagio Ronoatmodjo, S.H., No. 22 tanggal 8
September 1989 dengan nama PT. Jasura Finance Corporation. Akta ini telah diubah dengan akta No. 51 tanggal 16 Oktober 1989
dari notaris yang sama dan telah mendapatkan pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia melalui Surat Keputusan
No.C2-10068.HT.01.01-TH tanggal 31 Oktober 1989.
Anggaran dasar Entitas Anak mengalami perubahan terakhir melalui Akta Pernyataan Keputusan Rapat Secara Tertulis PT.
Universal Broker Indonesia No. 8 tanggal 8 Agustus 2008 oleh B. Andy Widyanto, S.H., Notaris di Tangerang mengenai perubahan
seluruh anggaran dasar Perusahaan untuk menyesuaikan dengan Undang-Undang No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.
Akta perubahan tersebut telah mendapatkan pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-
84702.AH.01.02.Tahun 2008 tanggal 12 November 2008.
PT. Universal Broker Indonesia memiliki penyertaan saham pada PT. Treasure Fund Investama sebesar Rp. 24.500.000.000 atau
sebesar 98% dari total saham. PT. Treasure Fund Investama didirikan di Jakarta berdasarkan Akta Pendirian Perseroan Terbatas PT.
Treasure Fund Investama No. 1 tanggal 1 Maret 2004 oleh B. Andy Widyanto, SH., Notaris di Tangerang dan telah mendapatkan
pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. C-06362HT.01.01.TH.2004 tanggal 15
Maret 2004. Perusahaan kemudian melaksanakan perubahan anggaran dasar berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum
Pemegang Saham Luar Biasa PT. Treasure Fund Investama No. 2 tanggal 1 April 2004 yang dibuat di hadapan notaris yang sama.
Anggaran dasar PT. Treasure Fund Investama telah mengalami perubahan, terakhir berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat
PT. Treasure Fund Investama No. 15 tanggal 21 Mei 2008 oleh B. Andy Widyanto S.H., Notaris di Tangerang, dimana para
pemegang saham memutuskan beberapa hal, antara lain peningkatan modal dasar Perusahaan yang semula sebesar Rp.
40.000.000.000 (empat puluh miliar Rupiah) menjadi Rp. 100.000.000.000 (seratus miliar Rupiah). Akta perubahan anggaran dasar
tersebut telah mendapatkan pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-
3307.AH.01.02.Tahun 2008 tanggal 16 Juni 2008.
PT. Binong Nuansa Permai
PT. Binong Nuansa Permai didirikan berdasarkan akta Notaris Sinta Susikto S.H., No. 233 tanggal 29 Maret 1988. Akta pendirian
tersebut telah mendapatkan pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. C2-
5721.HT.01.01.TH'88 tanggal 7 Juli 1988.
Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir berdasarkan Akta Berita Acara Rapat Umum
Pemegang Saham Luar Biasa No. 25 tanggal 29 Juli 2008 oleh B. Andy Widyanto S.H., Notaris di Tangerang, dimana pemegang
saham memutuskan untuk merubah seluruh anggaran dasar Perusahaan guna menyesuaikan dengan Undang-Undang No. 40 tahun
2007 tentang Perseroan Terbatas. Akta perubahan anggaran dasar tersebut telah mendapatkan pengesahan dari Menteri Hukum dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-60996.AH.01.02 .Tahun 2008 tanggal 10 September 2008.

PT. Polaris Indo Energy


PT. Polaris Indo Energy didirikan berdasarkan akta Notaris Yulia, S.H., Notaris di Jakarta No. 22 tanggal 7 Juli 2009 dan telah
mendapatkan pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia melalui Surat Keputusan No.AHU-31609.AH.01.01-Tahun
2009 tanggal 10 Juli 2009.
PT. Polaris Indo Energy memiliki penyertaan saham pada PT. Polaris Indonesia sebesar Rp. 499.500.000 atau sebesar 98% dari total
saham. PT. Polaris Indonesia didirikan berdasarkan Akta Pendirian Perseroan Terbatas No. 35 tanggal 13 Juli 2009 oleh Yulia, SH.,
Notaris di Jakarta dan telah mendapatkan pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan
Surat Keputusan No. AHU-32741.AH.01.01.Tahun 2009 tanggal 15 Juli 2009.

d. Susunan Pengurus
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat PT. Polaris Investama Tbk No 35 tanggal 13 Juli 2016 oleh Yulia S.H., Notaris di
Jakarta susunan pengurus Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2016 adalah sebagai berikut:
Komisaris
Komisaris Utama : Tan
Sandhy
Kiem
Siswanto
Hok
Komisaris : Sudjono Tanu Handoko
Direksi
Direktur Utama : Ario Purboyo
Direktur : Wito

7
PT. POLARIS INVESTAMA TBK DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2016 dan 2015
(Dalam Rupiah)
1. UMUM - LANJUTAN
d. Susunan pengurus-lanjutan
Susunan Komite Audit Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2015 adalah sebagai berikut:
Komite Audit
Ketua : Tan Kiem Hok
Anggota : Akbar
Anggota : Retnowati
Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2016 dan 2015, Perusahaan dan Entitas Anak mempekerjakan masing-masing sebanyak 85
karyawan dan 86 karyawan (tidak diaudit).

2. PENERAPAN PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN BARU


Kebijakan Akuntansi terkait Amandemen, Penyesuaian Tahunan dan Penerbitan SAK Baru
Kebijakan akuntansi yang diterapkan oleh Perusahaan dan Entitas Anak konsisten dengan tahun-tahun sebelumnya kecuali untuk
perlakuan akuntansi yang terkait dengan pengampunan pajak sebagaimana diatur di dalam Undang- Undang No. 11 Tahun 2016 tentang
“Pengampunan Pajak”. Perusahaan dan Entitas Anak telah memilih untuk menerapkan opsi kebijakan akuntansi atas pengakuan awal
yang diperkenankan dalam PSAK No. 70 tentang “Akuntansi Aset dan Liabilitas Pengampunan Pajak”, yang berlaku efektif 1 Juli
2016, secara prospektif dan konsisten terhadap seluruh aset dan liabilitas pengampunan pajak yang diakui. Kebijakan akuntansi
terhadap aset dan liabilitas pengampunan pajak diuraikan lebih lanjut pada akun yang terkait.
Adapun amandemen, penyesuaian tahunan dan SAK baru yang berlaku efektif 1 Januari 2016 dan relevan bagi Perusahaan namun tidak
memiliki dampak yang substansial terhadap pelaporan kinerja ataupun posisi keuangan secara keseluruhan adalah sebagai berikut:
• ISAK No. 30: Pungutan
• PSAK No. 5 (Penyesuaian 2015): Segmen Operasi.
• PSAK No. 7 (Penyesuaian 2015): Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi.
• PSAK No. 13 (Penyesuaian 2015): Properti Investasi.
• PSAK No. 16 (Penyesuaian 2015): Aset Tetap.
• PSAK No. 19 (Penyesuaian 2015): Aset Takberwujud.
• PSAK No. 22 (Penyesuaian 2015): Kombinasi Bisnis.
• PSAK No. 25 (Penyesuaian 2015): Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi dan Kesalahan.
• PSAK No. 53 (Penyesuaian 2015): Pembayaran Berbasis Saham.
• PSAK No. 68 (Penyesuaian 2015): Pengukuran Nilai Wajar.
• Amandemen PSAK No. 4: Laporan Keuangan Tersendiri tentang Metode Ekuitas dalam Laporan Keuangan Tersendiri.
• Amandemen PSAK No. 15: Investasi pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama tentang Entitas Investasi: Penerapan
Pengecualian Konsolidasi.
• Amandemen PSAK No. 24: Imbalan Kerja tentang Program Imbalan Pasti: Iuran Pekerja.
• Amandemen PSAK No. 65: Laporan Keuangan Konsolidasian tentang Entitas Investasi: Penerapan Pengecualian Konsolidasi.
• Amandemen PSAK No. 67: Pengungkapan Kepentingan dalam Entitas Lain tentang Entitas Investasi: Penerapan Pengecualian
Konsolidasi.
• Amandemen PSAK No. 16: Aset Tetap tentang Klarifikasi Metode yang Diterima untuk Penyusutan dan Amortisasi.
• Amandemen PSAK No. 19: Aset Takberwujud tentang Klarifikasi Metode yang Diterima untuk Penyusutan dan Amortisasi.
• Amandemen PSAK No. 66: Pengaturan Bersama tentang Akuntansi Akuisisi Kepentingan dalam Operasi Bersama.

8
PT. POLARIS INVESTAMA TBK DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2016 dan 2015
(Dalam Rupiah)
2. PENERAPAN PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN BARU - LANJUTAN
Kebijakan Akuntansi terkait Amandemen, Penyesuaian Tahunan dan Penerbitan SAK Baru - Lanjutan
Aset dan Liabilitas Pengampunan Pajak
Aset dan liabilitas pengampunan pajak diakui apabila memenuhi ketentuan mengenai pengakuan dalam SAK.
Pada pengakuan awal, aset pengampunan pajak diukur sebesar nilai aset berdasarkan Surat Keterangan Pengampunan Pajak (SKPP)
sedangkan liabilitas pengampunan pajak diukur sebesar kewajiban kontraktual untuk menyerahkan kas atau setara kas dalam rangka
menyelesaikan kewajiban yang berkaitan langsung dengan perolehan aset pengampunan pajak. Pengukuran setelah pengakuan awal
dan penghentian pengakuan aset dan liabilitas pengampunan pajak mengacu pada ketentuan SAK yang relevan untuk masing-
masing aset dan liabilitas yang terkait.

Selisih antara aset dan liabilitas pengampunan pajak diakui sebagai bagian dari akun “Tambahan Modal Disetor” pada bagian
ekuitas. Selisih tersebut tidak dapat diakui sebagai laba rugi direalisasi atau direklasifikasi ke saldo laba. Saling hapus antara aset
dan liabilitas pengampunan pajak tidak dapat dilakukan.
Uang tebusan yang dibayarkan diakui dalam laba rugi pada periode SKPP diterbitkan dan disajikan sebagai bagian dari beban usaha.
Seluruh saldo klaim atas kelebihan pembayaran pajak, aset pajak tangguhan atas akumulasi rugi pajak yang belum dikompensasi dan
provisi pajak sebelum menerapkan PSAK No. 70, disesuaikan ke laba rugi pada periode SKPP diterbitkan.

3. KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING


a. Pernyataan kepatuhan
Laporan keuangan Perusahaan telah disusun sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi
Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan – Ikatan Akuntan Indonesia
(DSAK – IAI) serta peraturan terkait yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk entitas yang berada di bawah
pengawasannya dan ketentuan akuntansi lainnya yang lazim berlaku di Pasar Modal.
Laporan keuangan Entitas Anak yang bergerak di bidang perantara pedagang efek telah disiapkan sesuai Peraturan No. VIII.G.17
Lampiran Keputusan Ketua BAPEPAM-LK No. KEP-689/BL/2011 tanggal 30 Desember 2011 yang terdapat di dalam Pedoman
Akuntansi Perusahaan Efek yang diterbitkan oleh BAPEPAM-LK.

b. Dasar Pengukuran dan Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian


Dasar pengukuran yang digunakan dalam laporan keuangan konsolidasian adalah biaya historis, kecuali untuk akun tertentu yang
diukur berdasarkan pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun terkait.
Laporan keuangan konsolidasian, kecuali untuk laporan arus kas konsolidasian, disusun dengan dasar akrual. Laporan arus kas
konsolidasian disusun berdasarkan metode langsung dengan mengelompokan arus kas ke dalam aktivitas operasi, investasi dan
pendanaan.
Mata uang penyajian yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian adalah Rupiah yang juga sekaligus
merupakan mata uang fungsional Perusahaan dan Entitas Anak.

9
PT. POLARIS INVESTAMA TBK DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2016 dan 2015
(Dalam Rupiah)
3. KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING - LANJUTAN
c. Prinsip Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Perusahaan, selaku entitas induk, dan entitas anaknya, sebagai suatu
entitas ekonomi tunggal. Entitas anak adalah entitas yang dikendalikan oleh Perusahaan dan pengendalian tersebut timbul ketika
Perusahaan terekspos atau memiliki hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan entitas anak dan memiliki kemampuan
untuk mempengaruhi imbal hasil tersebut melalui kekuasaannya atas entitas anak.

Entitas anak dikonsolidasikan sejak tanggal akuisisi, yaitu tanggal ketika Perusahaan memperoleh pengendalian, sampai dengan
tanggal ketika Perusahaan kehilangan pengendalian atas entitas anak. Laporan keuangan konsolidasian interim disusun dengan
menggunakan kebijakan akuntansi yang sama untuk tiap transaksi dan peristiwa lain dalam keadaan yang serupa.
Seluruh aset dan liabilitas, ekuitas, penghasilan, beban dan arus kas intra kelompok usaha terkait dengan transaksi antar entitas
dalam kelompok usaha, termasuk laba atau rugi yang belum direalisasi dan diakui dalam aset dari transaksi intra kelompok usaha,
dieliminasi secara penuh.
Kepentingan Nonpengendali (KNP) adalah bagian dari ekuitas entitas anak yang tidak dapat diatribusikan baik secara langsung
ataupun tidak langsung kepada Perusahaan. KNP disajikan pada bagian ekuitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian
interim, terpisah dari bagian ekuitas yang dapat diatribusikan kepada Perusahaan, selaku entitas induk. Seluruh laba rugi dan setiap
komponen dari penghasilan komprehensif lain diatribusikan kepada Perusahaan dan KNP, bahkan jika hal ini mengakibatkan KNP
memiliki saldo defisit.

Perubahan dalam bagian kepemilikan Perusahaan atas entitas anak namun tanpa kehilangan pengendalian adalah transaksi ekuitas.
Jika Perusahaan kehilangan pengendalian atas entitas anak maka Perusahaan pada tanggal hilangnya pengendalian tersebut:
• menghentikan pengakuan aset (termasuk setiap goodwill) dan liabilitas entitas anak pada jumlah tercatatnya;
• menghentikan pengakuan jumlah tercatat KNP;
• mengakui nilai wajar pembayaran yang diterima dan distribusi saham (jika ada);
• mengakui setiap sisa investasi pada entitas anak pada nilai wajarnya;
• mereklasifikasi bagian Perusahaan atas komponen yang sebelumnya diakui sebagai penghasilan komprehensif lain ke laba
rugi, atau mengalihkan secara langsung ke saldo laba dan;
• mengakui setiap perbedaan yang dihasilkan sebagai keuntungan atau kerugian dalam laba rugi yang diatribusikan kepada
entitas induk.

d. Kombinasi bisnis
Akuisisi Entitas Anak dan bisnis dicatat dengan menggunakan metode akuisisi. Biaya akuisisi adalah nilai agregat nilai wajar ( pada
tanggal pertukaran) dari aset yang diperoleh, liabilitas yang terjadi atau ditanggung dan instrumen ekuitas yang diterbitkan sebagai
pertukaran atas pengendalian dari pihak diakuisisi. Biaya-biaya terkait akuisisi diakui dalam laba rugi pada saat terjadinya.
Dalam penerapannya, imbalan untuk akuisis termasuk setiap aset atau liabilitas yang dihasilkan dari suatu kesepakatan imbalan
kontijensi diukur terhadap nilai wajar pada tanggal akuisisi. Perubahan selanjutnya dalam nilai wajar disesuaikan dengan biaya
akuisisi ketika memenuhi syarat sebagai penyesuaian pengukuran periode. Semua perubahan selanjutnya ddalam nilai wajar dari
imbalan kontijensi diklasifikasikan sebagai aset atau liabilitas yang dihitung sesuai dengan standar akuntansi yang relevan.
Perubahan dalam nilai wajar dari imbalan kontijensi yang di klasifikasikan sebagai ekuitas tidak dicatat.
Jika akuntansi awal untuk kombinasi bisnis belum selesai pada akhir periode pelaporan saat kombinasi terjadi, Perusahaan dan
Entitas Anak melaporkan jumlah sementara untuk pos-pos yang proses akuntasinya belum selesai dalam laporan keuanganya.
Selama periode pengukuran, pihak pihak pengakuisisi menyesuaikan, aset atau liabilitas tambahan yang diakui, untuk
mencerminkan informasi baru yang diperoleh tentang fakta dan keadaan yang ada pada tanggal akuisisi dan, jika diketahui, akan
berdampak pada jumlah yang diakui pada tanggal tersebut.
Periode pengukuran adalah periode dari tanggal akuisisi hingga tanggal Perusahaan dan Entitas Anak memperoleh informasi
lengkap tentang fakta dan keadaan yang ada pada tanggal akuisisi dan periode pengukuran maksimum satu tahun dari tanggal
akuisisi.

10
PT. POLARIS INVESTAMA TBK DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2016 dan 2015
(Dalam Rupiah)
3. KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING - LANJUTAN
e. Transaksi dalam mata uang asing
Pembukuan Perusahaan dan Entitas Anak diselenggarakan dalam mata uang Rupiah. Transaksi-transaksi dalam mata uang asing
selama tahun berjalan dicatat sesuai dengan kurs yang berlaku pada saat terjadinya transaksi. Pada tanggal laporan posisi keuangan
konsolidasian, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing disesuaikan dengan kurs yang berlaku pada tanggal tersebut.
Keuntungan atau kerugian kurs yang timbul, dikreditkan atau dibebankan dalam laporan laba-rugi komprehensif konsolidasian
untuk tahun yang bersangkutan.
Nilai tukar

Kurs mata uang asing yang digunakan 31 Desember 2016 31 Desember 2015

Dolar Amerika Serikat Rp 13.436 Rp 13.795

f. Transaksi Dengan Pihak -Pihak Yang Berelasi


Pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan entitas yang menyiapkan laporan keuangannya (dalam hal ini dirujuk
sebagai "Entitas Pelapor") sebagai berikut :
1) Orang atau keluarga terdekat yang mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika orang tersebut :
i. Pengendalian atau pengendali bersama atas entitas pelapor;
ii. Memiliki pengaruh signifikan atas pelapor atau entitas pelapor; atau
iii. Personil manajamen kunci entitas atau entitas induk dari entitas pelapor.
2) Suatu entitas berelasi denga entitas pelapor jika memenuhi salah satu hal berikut :
i. Entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari kelompok usaha yang sama (artinya entitas induk, entitas anak, dan
entitas anak berikutnya terkait dengan entitas lainnya.
ii. Satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas asosiasi atau ventura bersama yang
merupakan anggota suatu kelompok usaha yang mana entitas lain tersebut adalah anggotanya).
iii. Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama.
iv. Satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah entitas asosiasi dari entitas ketiga.
v. Entitas tersebut adalah suatu program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja dari salah satu entitas pelapor atau entitas
yang terkait dengan entitas pelapor. Jika entitas pelapor adalah entitas yang menyelenggarakan program tersebut maka
entitas sponsor juga berelasi dengan entitas pelapor.
vi. Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi dalam poin (1).
vii. Orang yang diidentifikasi dalam poin 1 (i) memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau personil manajemen kunci
entitas (suatu entitas induk dari entitas).
Semua transaksi dengan pihak-pihak berelasi, baik yang dilakukan dengan atau tidak dengan tingkat bunga atau harga, persyaratan
dan kondisi yang sama sebagaimana dilakukan dengan pihak ketiga, telah diungkapkan dalam laporan keuangan konsolidasian.

g. Kas dan Setara Kas


Untuk tujuan penyajian arus kas, kas dan setara kas terdiri dari kas, bank, dan semua investasi yang jatuh tempo dalam waktu tiga
bulan atau kurang dari tanggal perolehannya dan yang tidak dijaminkan serta tidak dibatasi penggunaannya.

h. Transaksi Repo dan Reverse Repo


Transaksi repo bukan merupakan suatu penghentian pengakuan. Perusahaan mengakui liabilitas sebesar nilai pembelian kembali
dikurangi beban bunga yang belum diamortisasi.
Transaksi reverse repo dinyatakan dalam laporan keuangan sebesar nilai penjualan kembali dikurangi pendapatan bunga yang belum
diamortisasi.
Pendapatan (beban) bunga yang timbul atas perjanjian reverse repo (repo) ditangguhkan dan diamortisasi sepanjang periode kontrak
dengan metode suku bunga efektif.

11
PT. POLARIS INVESTAMA TBK DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2016 dan 2015
(Dalam Rupiah)
3. KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING - LANJUTAN
i. Portofolio Efek
Efek liabilitas dan ekuitas untuk diperdagangkan dinyatakan berdasarkan harga pasar. Keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi
akibat kenaikan (penurunan) harga pasar dilaporkan dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian periode berjalan.

j. Aset Keuangan
Seluruh aset keuangan Perusahaan dan Entitas Anak diakui dan dihentikan pengakuannya pada tanggal diperdagangkan dimana
pembelian dan penjualan aset keuangan berdasarkan kontrak yang mensyaratkan penyerahan aset keuangan dalam kurun waktu yang
ditetapkan oleh kebiasaan pasar yang berlaku, dan awalnya diukur sebesar nilai wajar ditambah biaya transaksi, kecuali untuk aset
keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi konsolidasian, yang awalnya diukur sebesar nilai wajar.
Aset keuangan Perusahaan dan Entitas Anak diklasifikasikan sebagai berikut:
- Nilai wajar melalui laporan laba rugi;
- Tersedia untuk dijual;
- Pinjaman yang diberikan dan piutang; dan
- Dimiliki hingga jatuh tempo.

Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi (FVTPL)
FVTPL memiliki 2 (dua) sub kategori, yaitu:
1. Pada saat pengakuan awal, telah ditetapkan oleh Perusahaan untuk diukur pada nilai wajar melalui laba rugi (Designated
Upon Initial Recognition as at FVTPL) ; dan
2. Aset keuangan yang diklasifikasikan dalam kelompok diperdagangkan (Held For Trading) .
Aset keuangan dapat ditetapkan untuk diukur pada nilai wajar melalui laba rugi sebagai FVTPL pada pengakuan awal, hanya bila
memenuhi salah satu dari ketentuan berikut ini:
- mengeliminasi atau mengurangi secara signifikan ketidak-konsistenan pengukuran dan pengakuan yang dapat timbul; atau
- aset keuangan merupakan bagian dari kelompok aset keuangan atau liabilitas atau keduanya, yang dikelola dan kinerjanya
berdasarkan nilai wajar, sesuai dengan dokumentasi manajemen risiko atau strategi investasi Perusahaan, dan informasi
tentang kelompok tersebut disediakan secara internal kepada manajemen kunci; atau
- merupakan bagian dari kontrak yang mengandung satu atau lebih derivatif melekat, dan PSAK 55 (revisi 2006)
memperbolehkan kontrak gabungan (aset atau liabilitas) ditetapkan sebagai FVTPL.
Aset keuangan diklasifikasi sebagai kelompok diperdagangkan, jika:
- diperoleh atau dimiliki terutama untuk tujuan dijual kembali dalam waktu dekat; atau
- merupakan bagian dari portofolio instrumen keuangan tertentu yang dikelola bersama dan terdapat bukti mengenai pola ambil
untung dalam jangka pendek yang terkini; atau
- merupakan derivatif yang tidak ditetapkan dan tidak efektif sebagai instrumen lindung nilai.
Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi (FVTPL) - lanjutan
Setelah pengakuan awal, aset keuangan tersebut diukur dan dicatat pada nilai wajar. Keuntungan dan kerugian yang timbul dari
perubahan nilai wajar diakui pada laba rugi.
Portofolio efek dengan tujuan diperdagangkan diklasifikasikan sebagai diperdagangkan
Untuk tujuan penyajian arus kas, kas dan setara kas terdiri dari kas, bank, dan semua investasi yang jatuh tempo dalam waktu tiga
bulan atau kurang dari tanggal perolehannya dan yang tidak dijaminkan serta tidak dibatasi penggunaannya.

12
PT. POLARIS INVESTAMA TBK DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2016 dan 2015
(Dalam Rupiah)
3. KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING - LANJUTAN
j. Aset Keuangan - Lanjutan
Pinjaman yang diberikan dan piutang
Kas dan setara kas, deposito berjangka, piutang reverse repo, piutang lembaga kliring dan penjaminan, piutang usaha, piutang
nasabah, deposito pada lembaga kliring dan penjaminan, piutang lain-lain, biaya dibayar di muka dan uang muka (uang muka
pembelian lahan) dan aset lain-lain dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif
diklasifikasikan sebagai “pinjaman yang diberikan dan piutang”, yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan
menggunakan metode suku bunga efektif dikurangi penurunan nilai. Pendapatan bunga diakui dengan menggunakan metode suku
bunga efektif, kecuali untuk piutang jangka pendek, ketika pengakuan pendapatan bunga tidak material.

Transaksi efek yang dipinjamkan dilaporkan sebagai pembiayaan yang dijamin kecuali jika terdapat letters of credit atau jaminan
lain yang diperlakukan sebagai jaminan. Sehubungan dengan efek yang dipinjamkan, Perusahaan menerima jaminan dalam bentuk
uang tunai atau jaminan lainnya.
Aset dan liabilitas keuangan dari transaksi efek saling hapus buku dan nilai bersihnya disajikan dalam laporan posisi keuangan jika
memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus buku atas jumlah yang telah diakui tersebut dan berniat untuk
menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan.

Dimiliki hingga jatuh tempo


Aset keuangan diklasifikasikan sebagai investasi dimiliki hingga jatuh tempo hanya jika investasi tersebut memiliki pembayaran
yang tetap atau dapat ditentukan, jatuh temponya dapat ditentukan dan Perusahaan memiliki intensi dan kemampuan yang positif
untuk memilikinya hingga jatuh tempo. Pada pengakuan awal, investasi dimiliki hingga jatuh tempo diakui pada nilai wajar
ditambah dengan biaya transaksi yang berkaitan langsung. Selanjutnya, investasi dimiliki hingga jatuh tempo diukur dengan biaya
amortisasi menggunakanmetode suku bunga efektif dikurangi kerugian penurunan nilai, dengan pendapatan diakui pada tingkat
pengembalian yang efektif dan disajikan dalam laporan keuangan sebesar biaya perolehan diamortisasi.

Aset keuangan tersedia untuk dijual/Available For Sale (AFS)


Aset keuangan yang tidak diklasifikasikan sebagai dimiliki hingga jatuh tempo; diperdagangkan; diukur pada nilai wajar melalui
laporan laba rugi; atau pinjaman yang diberikan dan piutang diklasifikasikan sebagai tersedia untuk dijual. Pada pengakuan awal,
aset keuangan yang tersedia untuk dijual diakui pada nilai wajar ditambah dengan biaya transaksi yang berkaitan langsung.
Setelah itu, aset keuangan tersedia untuk dijual diukur dan dicatat pada nilai wajar. Kerugian penurunan nilai dan perbedaan nilai
tukar sebagai hasil dari perhitungan ulang biaya amortisasi pada mata uang moneter aset keuangan tersedia untuk dijual diakui pada
laporan laba rugi bersama dengan bunga yang dihitung menggunakan suku bunga efektif. Perubahan lainnya pada nilai wajar aset
keuangan tersedia untuk dijual, dilaporkan pada pendapatan komprehensif lainnya, sampai pada saat aset keuangan tersebut dijual,
sementara keuntungan dan kerugian kumulatif diakui pada laporan laba rugi.

Portofolio Efek milik Perusahaan yang tercatat di bursa dan diperdagangkan pada pasar aktif diklasifikasikan sebagai AFS dan
dinyatakan pada nilai wajar.

Aset keuangan tersedia untuk dijual/Available For Sale (AFS)


Keuntungan atau kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar diakui pada ekuitas kecuali untuk kerugian penurunan nilai,
bunga yang dihitung dengan metode suku bunga efektif dan laba rugi selisih kurs atas aset moneter yang diakui pada laporan laba
rugi. Jika aset keuangan dilepas atau mengalami penurunan nilai, akumulasi laba atau rugi yang sebelumnya diakui di ekuitas,
direklas ke laporan laba rugi komprehensif konsolidasian.
Dividen atas instrumen ekuitas AFS, jika ada, diakui pada laporan laba rugi pada saat hak Perusahaan untuk memperoleh
pembayaran dividen ditetapkan.

Metode suku bunga efektif


Metode suku bunga efektif adalah metode yang digunakan untuk menghitung biaya perolehan diamortisasi dari instrumen keuangan
dan metode untuk mengalokasikan pendapatan bunga selama periode yang relevan. Suku bunga efektif adalah suku bunga yang
secara tepat mendiskontokan estimasi penerimaan kas di masa datang (mencakup seluruh komisi dan bentuk lain yang dibayarkan
dan diterima oleh para pihak dalam kontrak yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari suku bunga efektif, biaya transaksi
dan premium dan diskonto lainnya) selama perkiraan umur instrumen keuangan, atau, jika lebih tepat, digunakan periode yang lebih
singkat untuk memperoleh nilai tercatat bersih dari aset keuangan pada saat pengakuan awal.
Pendapatan diakui berdasarkan suku bunga efektif untuk instrumen keuangan selain dari instrumen keuangan FVTPL.

13
PT. POLARIS INVESTAMA TBK DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2016 dan 2015
(Dalam Rupiah)
3. KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING - LANJUTAN
j. Aset Keuangan - lanjutan
Penurunan nilai aset keuangan
Pada setiap tanggal posisi laporan keuangan, Perusahaan mengevaluasi apakah terdapat bukti obyektif penurunan nilai atas aset
keuangan atau kelompok aset keuangan yang diklasifikasikan sebagai dimiliki hingga jatuh tempo, tersedia untuk dijual, atau
pinjaman yang diberikan dan piutang. Suatu aset keuangan atau kelompok aset keuangan mengalami penurunan nilai dan kerugian
penurunan nilai terjadi apabila terdapat bukti obyektif adanya peristiwa atau serangkaian kejadian, sejak pengakuan awal dari suatu
aset, mempengaruhi jumlah atau waktu dari arus kas masa depan aset tersebut.
Untuk investasi ekuitas AFS yang tercatat dan tidak tercatat di bursa, penurunan yang signifikan atau jangka panjang pada nilai
wajar dari investasi ekuitas di bawah biaya perolehannya, dianggap sebagai bukti obyektif penurunan nilai.
Untuk aset keuangan lainnya, bukti obyektif penurunan nilai termasuk sebagai berikut:
- kesulitan keuangan signifikan yang dialami penerbit atau pihak peminjam; atau
- pelanggaran kontrak, seperti terjadinya wanprestasi atau tunggakan pembayaran pokok atau bunga; atau
- terdapat kemungkinan bahwa pihak peminjam akan dinyatakan pailit atau melakukan reorganisasi keuangan.
Aset keuangan diukur pada biaya amortisasi – apabila terdapat bukti obyektif bahwa penurunan nilai pada aset keuangan atau
kelompok dari aset keuangan yang diklasifikasikan pada pinjaman yang diberikan dan piutang atau dimiliki hingga jatuh tempo,
maka jumlah kerugian tersebut diukur sebagai selisih antara nilai tercatat aset atau kelompok aset dan nilai kini dari arus kas masa
depan aset atau kelompok aset tersebut yang didiskonto dengan suku bunga efektif awal dari aset tersebut.
Kerugian penurunan nilai dihitung secara individu untuk aset keuangan yang signifikan secara individu serta kolektif untuk aset
yang secara individu tidak signifikan dan secara individu signifikan namun tidak terdapat bukti objektif penurunan nilai.
Di dalam menentukan penurunan nilai kolektif, aset keuangan dikelompokkan pada kelompok aset keuangan berdasarkan
karakteristik risiko kredit yang sejenis. Arus kas masa depan dari kelompok aset keuangan ini diestimasi berdasarkan arus kas
kontraktual dan pengalaman kerugian historis untuk aset yang memiliki karakteristik risiko kredit yang sejenis. Pengalaman historis
kerugian disesuaikan berdasarkan hasil pengamatan data pada masa kini, untuk merefleksikan efek dari kondisi masa kini yang tidak
mempengaruhi periode dari pengalaman historis.
Jika aset keuangan AFS dianggap mengalami penurunan nilai, maka keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya telah
diakui dalam pendapatan komprehensif lainnya, direklasifikasi ke laporan laba rugi komprehensif konsolidasian dalam periode yang
bersangkutan.
Pengecualian dari instrumen ekuitas AFS, jika, pada periode berikutnya, jumlah penurunan nilai berkurang dan penurunan dapat
dikaitkan secara obyektif dengan sebuah peristiwa yang terjadi setelah penurunan nilai tersebut diakui, kerugian penurunan nilai
yang sebelumnya diakui dipulihkan melalui laporan laba rugi komprehensif konsolidasian hingga nilai tercatat investasi pada
tanggal pemulihan penurunan nilai tidak melebihi biaya perolehan diamortisasi sebelum pengakuan kerugian penurunan nilai
dilakukan.
Dalam hal efek ekuitas AFS, kerugian penurunan nilai yang sebelumnya diakui dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian
tidak boleh dipulihkan melalui laporan laba rugi komprehensif konsolidasian. Setiap kenaikan nilai wajar setelah penurunan nilai
diakui secara langsung ke ekuitas.

Penghentian pengakuan aset keuangan


Perusahaan menghentikan pengakuan aset keuangan jika dan hanya jika hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset
berakhir, atau Perusahaan mentransfer aset keuangan dan secara substansial mentransfer seluruh risiko dan manfaat atas
kepemilikan aset kepada entitas lain. Jika Perusahaan tidak mentransfer serta tidak memiliki secara substansial atas seluruh risiko
dan manfaat kepemilikan serta masih mengendalikan aset yang ditransfer, maka Perusahaan mengakui keterlibatan berkelanjutan
atas aset yang ditransfer dan liabilitas terkait sebesar jumlah yang mungkin harus dibayar. Jika Perusahaan memiliki secara
substansial seluruh risiko dan manfaat kepemilikan aset keuangan yang ditransfer, Perusahaan masih mengakui aset keuangan dan
juga mengakui pinjaman yang dijamin sebesar pinjaman yang diterima.

14
PT. POLARIS INVESTAMA TBK DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2016 dan 2015
(Dalam Rupiah)
3. KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING - LANJUTAN
k. Liabilitas Keuangan dan Instrumen Ekuitas
Klasifikasi sebagai liabilitas atau ekuitas
Liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas yang diterbitkan oleh Perusahaan dan Entitas Anak diklasifikasi sesuai dengan substansi
perjanjian kontraktual dan definisi liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas.

Instrumen ekuitas
Instrumen ekuitas adalah setiap kontrak yang memberikan hak residual atas aset Perusahaan dan Entitas Anak setelah dikurangi
dengan seluruh liabilitasnya. Instrumen ekuitas dicatat sebesar hasil penerimaan bersih setelah dikurangi biaya penerbitan langsung.
Perolehan kembali modal saham yang telah diterbitkan oleh Perusahaan dan Entitas Anak dicatat dengan menggunakan metode
biaya. Saham yang dibeli kembali dicatat sesuai dengan harga perolehan kembali dan disajikan sebagai pengurang modal saham.

Liabilitas keuangan
Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada FVTPL atau liabilitas keuangan lainnya. Liabilitas
dalam kelompok FVTPL dapat diklasifikasikan lebih lanjut sebagai diperdagangkan atau yang ditetapkan sebagai FVTPL pada saat
pengakuan awal.

Liabilitas keuangan diklasifikasi dalam kelompok diperdagangkan jika:


- diterbitkan terutama untuk tujuan dibeli kembali dalam waktu dekat; atau
- merupakan bagian dari portofolio instrumen keuangan tertentu yang dikelola bersama-sama dan atas bagian tersebut terdapat
bukti adanya pola ambil untung jangka pendek terkini; atau
- merupakan derivatif liabilitas yang tidak ditetapkan dan tidak efektif sebagai instrumen lindung nilai.
Liabilitas keuangan selain dari liabilitas keuangan kelompok diperdagangkan dapat ditetapkan sebagai FVTPL pada saat pengakuan
awal jika:
- penetapan tersebut mengeliminasi atau mengurangi secara signifikan ketidak-konsistenan pengukuran dan pengakuan yang
dapat timbul; atau
- liabilitas keuangan merupakan bagian dari kelompok aset keuangan atau liabilitas atau keduanya, yang dikelola dan kinerjanya
berdasarkan nilai wajar, sesuai dengan dokumentasi manajemen risiko atau strategi investasi Perusahaan, dan informasi
tentang kelompok tersebut disediakan secara internal kepada manajemen kunci; atau
- merupakan bagian dari kontrak yang mengandung satu atau lebih derivatif melekat, dan PSAK 55 (revisi 2006)
memperbolehkan kontrak gabungan (aset atau liabilitas) ditetapkan sebagai FVTPL.
Liabilitas keuangan sebagai FVTPL diakui pada nilai wajar dengan biaya transaksi diakui pada laporan laba rugi. Setelah itu, diukur
pada nilai wajar. Keuntungan dan kerugian yang timbul diakui pada laporan laba rugi. Keuntungan dan kerugian yang timbul pada
liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi diakui pada laba rugi. Utang efek posisi short
diklasifikasikan dalam kategori ini.

Liabilitas keuangan lainnya


Surat utang jangka pendek, utang efek jual dengan janji dibeli kembali (repo), utang pada lembaga kliring dan penjaminan, utang
nasabah, utang perusahaan efek lain, utang kegiatan penjaminan emisi efek, utang kegiatan manajer investasi, utang jangka panjang,
utang subordinasi, utang obligasi, dan utang lain-lain pada awalnya diukur pada nilai wajar, setelah dikurangi biaya transaksi, dan
selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif, dengan beban bunga diakui
berdasarkan tingkat pengembalian yang efektif.
Selisih antara hasil emisi (setelah dikurangi biaya transaksi) dan penyelesaian atau pelunasan pinjaman diakui selama jangka waktu
pinjaman.

Penghentian pengakuan liabilitas keuangan


Perusahaan dan Entitas Anak menghentikan pengakuan liabilitas keuangan, jika dan hanya jika, liabilitas Perusahaan dan Entitas
Anak telah dilepaskan, dibatalkan, atau kadaluarsa.

15
PT. POLARIS INVESTAMA TBK DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2016 dan 2015
(Dalam Rupiah)
3. KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING - LANJUTAN
l. Penyertaan pada Bursa Efek
Penyertaan pada Bursa Efek, yang mewakili kepentingan kepemilikan di bursa dan memberikan hak pada Perusahaan untuk
menjalankan usaha di bursa, dicatat sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penurunan nilai. Jika terdapat indikasi penurunan
nilai, nilai tercatat keanggotaan di bursa dievaluasi dan diturunkan langsung ke jumlah terpulihkan.

m. Beban Dibayar Dimuka


Beban dibayar di muka diamortisasi berdasarkan taksiran masa manfaat dari masing-masing beban dengan menggunakan metode
garis lurus (Straight Line Method).

n. Persediaan Aset Real Estat


Aset real estat terdiri dari bangunan yang siap dijual, tanah belum dikembangkan dan tanah yang sedang dikembangkan dinyatakan
sebesar biaya perolehan atau nilai realisasi bersih, mana yang lebih rendah.
Tanah belum dikembangkan merupakan tanah mentah yang belum dikembangkan dan dinyatakan sebesar biaya perolehan atau nilai
realisasi bersih mana yang lebih rendah. Biaya perolehan tanah yang belum dikembangkan meliputi biaya pra-perolehan dan
perolehan tanah. Biaya perolehan akan dipindahkan ke tanah yang sedang dikembangkan pada saat pengembangan tanah akan
dimulai atau dipindahkan ke bangunan yang sedang dikonstruksi pada saat tanah tersebut siap dibangun.
Biaya perolehan tanah yang sedang dikembangkan meliputi biaya perolehan tanah yang belum dikembangkan ditambah dengan
biaya pengembangan langsung dan tidak langsung yang dapat diatribusikan pada aset pengembangan real estat serta biaya pinjaman.
Tanah yang sedang dikembangkan akan dipindahkan ke bangunan yang sedang dikonstruksi pada saat tanah tersebut selesai
dikembangkan.
Biaya aktivitas pengembangan real estat yang dikapitalisasi ke proyek pengembangan real estat adalah:
- Biaya praperolehan tanah;
- Biaya perolehan tanah;
- Biaya yang secara langsung berhubungan dengan proyek; dan
- Biaya yang dapat diatribusikan pada aktivitas pengembangan real estat.
Biaya yang dialokasikan sebagai beban proyek adalah:
- Biaya praperolehan tanah atas tanah yang tidak berhasil diperoleh
- Kelebihan biaya dari hasil yang diperoleh atas pembangunan sarana umum yang dikomersialkan, yang dijual atau dialihkan,
sehubungan dengan penjualan unit.
Biaya yang telah dikapitalisasi ke proyek pengembangan real estat dialokasikan ke setiap unit real estat dengan metode identifikasi
khusus.
Pengkajian atas estimasi dan alokasi biaya dilakukan pada setiap akhir periode pelaporan sampai proyek selesai secara substansial,
jika terjadi perubahan mendasar Perusahaan dan entitas anak akan melakukan revisi dan realokasi biaya.
Beban yang diakui pada saat terjadinya adalah biaya yang tidak berhubungan dengan proyek real estat.
Aset real estat untuk tujuan diperdagangkan dan akan terealisasi dalam jangka waktu dua belas bulan setelah periode pelaporan
disajikan sebagai aset lancar.

16
PT. POLARIS INVESTAMA TBK DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2016 dan 2015
(Dalam Rupiah)
3. KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING - LANJUTAN
o. Aset tetap
PSAK No. 16 (Revisi 2011), Aset tetap, ini mengatur perlakuan akuntansi aset tetap sehingga pengguna laporan keuangan dapat
memahami informasi mengenai investasi entitas pada aset tetap dan perubahan pada investasi tersebut. Penerapan PSAK ini tidak
berdampak signifikan terhadap laporan keuangan konsolidasian Perusahaan dan Entitas Anak.
Aset tetap yang dimiliki untuk digunakan dalam penyediaan jasa atau untuk tujuan administratif dicatat berdasarkan biaya perolehan
setelah dikurangi akumulasi penyusutan.
Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line method) berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis
aset tetap sebagai berikut :
Tahun

Bangunan dan prasarana 20


Kendaraan 4
Inventaris kantor 4
Beban pemeliharaan dan perbaikan diakui sebagai beban pada saat terjadinya. Perbaikan yang menambah masa manfaat atau
meningkatkan manfaat ekonomis aset tetap dikapitalisasi ke harga perolehan aset terkait dan disusutkan dengan tingkat penyusutan
aset yang bersangkutan.
Apabila aset tetap tidak digunakan lagi atau dijual, maka nilai tercatat dan akumulasi penyusutannya dikeluarkan dari laporan
keuangan konsolidasian. Keuntungan atau kerugian dari pendapatan aset tetap tersebut dibukukan dalam laporan laba rugi
komprehensif konsolidasian periode berjalan.
Aset dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehan. Akumulasi biaya perolehan akan dipindahkan ke masing-masing aset
tetap yang bersangkutanpada saat selesai dan siap digunakan.

p. Penurunan Nilai Aset Non - Keuangan


Pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian, Perusahaan menelaah nilai tercatat aset non-keuangan untuk menentukan
apakah terdapat indikasi bahwa aset tersebut telah mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut, nilai yang dapat
diperoleh kembali dari aset diestimasi untuk menentukan tingkat kerugian penurunan nilai (jika ada). Bila tidak memungkinkan
untuk mengestimasi nilai yang dapat diperoleh kembali atas suatu aset individu, Perusahaan mengestimasi nilai yang dapat diperoleh
kembali dari unit penghasil kas atas aset.
Perkiraan jumlah yang dapat diperoleh kembali adalah nilai tertinggi antara harga jual neto atau nilai pakai. Jika jumlah yang dapat
diperoleh kembali dari aset non-keuangan (unit penghasil kas) kurang dari nilai tercatatnya, nilai tercatat aset (unit penghasil kas)
dikurangi menjadi sebesar nilai yang dapat diperoleh kembali dan rugi penurunan nilai diakui langsung ke laba rugi komprehensif
konsolidasian.

q. Imbalan Kerja
Imbalan Pasca-kerja
Perusahaan mencatat imbalan kerja berdasarkan Undang-undang No. 13 tahun 2003 tanggal 25 Maret 2003 (”UU No. 13”).
Liabilitas neto Perusahaan atas program imbalan pasti dihitung dari nilai kini liabilitas imbalan pascakerja pasti pada akhir periode
pelaporan dikurangi nilai wajar aset program, jika ada. Perhitungan liabilitas imbalan pascakerja dilakukan dengan menggunakan
metode Projected Unit Credit dalam perhitungan aktuaria yang dilakukan setiap akhir periode pelaporan.
Pengukuran kembali liabilitas imbalan pascakerja, meliputi a) keuntungan dan kerugian aktuarial, b) imbal hasil atas aset program,
tidak termasuk bunga, dan c) setiap perubahan dampak batas atas aset, tidak termasuk bunga, diakui di penghasilan
komprehensif lain pada saat terjadinya. Pengukuran kembali tidak direklasifikasi ke laba rugi pada periode berikutnya.
Ketika program imbalan berubah atau terdapat kurtailmen atas program, bagian imbalan yang berubah terkait biaya jasa lalu, atau
keuntungan atau kerugian kurtailmen, diakui di laba rugi pada saat terdapat perubahan atau kurtailmen atas program.
Perusahaan menentukan (penghasilan) beban bunga neto atas (aset) liabilitas imbalan pascakerja neto dengan menerapkan tingkat
bunga diskonto pada awal periode pelaporan tahunan untuk mengukur liabilitas imbalan pascakerja selama periode berjalan.

17
PT. POLARIS INVESTAMA TBK DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2016 dan 2015
(Dalam Rupiah)
3. KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING - LANJUTAN
q. Imbalan Kerja - Lanjutan
Perusahaan mengakui keuntungan dan kerugian atas penyelesaian liabilitas imbalan pascakerja pada saat penyelesaian terjadi.
keuntungan atau kerugian atas penyelesaian merupakan selisih antara nilai kini liabilitas imbalan pascakerja yang ditetapkan pada
tanggal penyelesaian dengan harga penyelesaian, termasuk setiap aset program yang dialihkan dan setiap pembayaran yang
dilakukan secara langsung oleh Perusahaan sehubungan dengan penyelesaian tersebut.
Perusahaan mengakui (1) biaya jasa, yang terdiri dari biaya jasa kini, biaya jasa lalu, dan setiap keuntungan atau kerugian atas
penyelesaian, dan (2) penghasilan atau beban bunga neto di laba rugi pada saat terjadinya.

r. Provisi
Provisi diakui ketika Perusahaan dan entitas anak memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun konstruktif) sebagai akibat
peristiwa masa lalu dan besar kemungkinan Perusahaan dan entitas anak diharuskan menyelesaikan kewajiban dan estimasi andal
mengenai jumlah kewajiban tersebut dapat dilakukan.
Jumlah yang diakui sebagai provisi adalah hasil estimasi terbaik pengeluaran yang diperlukan untuk menyelesaikan Provisi pada
akhir periode pelaporan, dengan memperhatikan unsur risiko dan ketidakpastian yang melekat pada kewajibanya. Apabila suatu
provisi diukur menggunakan arus kas yang diperkirakan untuk menyelesaikan kewajiban kini, maka nilai tercatatnya adalah nilai
kini sari arus kas.
Ketika beberapa atau seluruh manfaat ekonomis untuk penyelesaian provisi yang diharapkan dapat dipulihkan dari pihak ketiga,
piutang diakui sebagai aset apabila terdapat kepastian bahwa penggantian akan dapat diterima dan jumlah piutang dapat diukur
secara andal.

s. Pengakuan Pendapatan dan Beban


Pendapatan
Transaksi efek berikut pendapatan komisi
Perdagangan transaksi efek yang lazim dicatat pada tanggal perdagangan, seolah-olah transaksi efek telah diselesaikan. Keuntungan
dan kerugian yang timbul dari transaksi efek yang merupakan tanggungan dan risiko Perusahaan dicatat berdasarkan tanggal
perdagangan. Transaksi efek pelanggan dilaporkan pada tanggal penyelesaian dan pendapatan komisi dan beban terkait dilaporkan
pada tanggal perdagangan. Jumlah piutang dan utang dari transaksi efek yang belum mencapai tanggal penyelesaian kontraknya
dicatat bersih pada laporan posisi keuangan konsolidasian.
Pencatatan utang dan piutang dana dengan Lembaga Kliring dan Penjaminan yang timbul karena Transaksi Bursa dilakukan secara
netting yang penyelesaiannya jatuh tempo pada hari yang sama.
Pencatatan utang dan piutang dana dengan nasabah yang timbul karena Transaksi Bursa di pasar reguler dilakukan secara netting
untuk setiap nasabah yang penyelesaiannya jatuh tempo pada hari yang sama.
Komisi dan biaya terkait kliring dicatat berdasarkan tanggal perdagangan saat terjadinya transaksi efek.

Jasa penjaminan emisi dan penjualan efek


Pendapatan dari jasa penjaminan emisi dan penjualan efek meliputi keuntungan, kerugian, dan jasa, setelah dikurangi biaya
sindikasi, yang timbul dari penawaran efek dimana Perusahaan bertindak sebagai penjamin emisi atau agen. Pendapatan dari konsesi
penjualan dicatat pada tanggal penyelesaian, dan jasa penjaminan emisi diakui pada saat aktivitas penjaminan emisi telah selesai
dan jumlah pendapatan telah dapat ditentukan.

Pendapatan manajer investasi


Jasa pengelolaan investasi ditentukan sesuai dengan ketentuan kontrak dan diakui sebagai pendapatan pada saat jasa diberikan. Jasa
penjualan dan/atau jasa pembelian kembali serta jasa agen penjualan diakui sebagai pendapatan pada saat terjadinya transaksi.

18
PT. POLARIS INVESTAMA TBK DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2016 dan 2015
(Dalam Rupiah)
3. KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING - LANJUTAN
s. Pengakuan Pendapatan dan Beban - lanjutan
Pendapatan dividen dan bunga
Pendapatan dividen dari investasi diakui pada saat hak pemegang saham untuk menerima pembayaran telah ditetapkan (dengan
ketentuan bahwa besar kemungkinan manfaat ekonomi akan mengalir kepada Perusahaan dan Entitas Anak dan jumlah pendapatan
dapat diukur secara andal).
Pendapatan bunga diakui jika besar kemungkinan manfaat ekonomi akan mengalir kepada Perusahaan dan entitasa anak dan jumlah
pendapatan dapat diukur secara handal. Pendapatan bunga diakui atas dasar waktu, dengan mengacu pada pokok dan suku bunga
efektif yang berlaku, yang merupakan tingkat diskonto yang tepat untuk mengestimasi penerimaan kas masa depan selama perkiraan
umur aset keuangan ke jumlah tercatat aset pada saat pengakuan awal.

Pendapatan penjualan real estat


1. Pendapatan bangunan rumah, rumah dan toko (ruko) dan bangunan sejenis lainya beserta kavling tananhnya (metode full
accrual)
- Proses penjualan telah selesai
- Harga Jual akan tertagih dan pembayaran telah mencapai 20% dari harga jual yang telah disepakati
- Tagihan penjual tidak bersifat subordinasi dimasa yang akan datang; dan
- Penjual telah mengalihkan risiko dan manfaat kepemilikan unit bangunan kepada pembeli melalui transaksi yang secara
substansi adalah penjualan dan penjual tidak lagi berkewajiban atau terlibat secara signifikan dengan unit bangunan
tersebut.
2. Penjualan kavling tanah tanpa bangunan (full accrual)
- Jumlah pembayaran yang diterima telah mencapai 20% dari harga jual yang telah disepakati dan jumlahnya tidak dapat
dikembalikan kepada pembeli
- Harga jual akan tertagih
- Tagihan penjual tidak bersifat subordinasi dimasa yang akan datang;
- Penjual tidak mempunyai kewajiban yang signifikan lagi untuk menyelesaikan pematangan lahan yang dijual atau
pembangunan fasililitas yang dijanjikan sesuai dengan perjanjian antara penjual dan pembeli; dan
- Hanya kavling tanah saja yang dijual, tanpa diwajibkan keterlibatan penjual dalam pendirian bangunan atas kavling
tersebut.
Jika salah satu persayaratan di butir 1 dan 2 belum terpenuhi maka semua pembayaran yang diterima dari pelanggan disajikan
sebagai uang muka pelanggan sampai semua persyaratan pengakuan pendapatan terpenuhi.

Beban
Beban yang timbul sehubungan dengan proses penjaminan emisi diakumulasikan dan dibebankan pada saat pendapatan penjaminan
emisi diakui. Pada saat diketahui bahwa kegiatan penjaminan emisi tidak diselesaikan dan emisi efek dibatalkan, maka beban
penjaminan emisi tersebut dibebankan pada laporan laba rugi.
Beban lainnya diakui pada periode terjadinya.

t. Pajak Penghasilan
Efektif tanggal 1 Januari 2012, Perusahaan dan entitas anak menerapkan PSAK No. 46 “Pajak Penghasilan” (Revisi 2010), yang
mensyaratkan Perusahaan dan entitas anak untuk memperhitungkan konsekuensi pajak kini dan mendatang dari pemulihan
(penyelesaian) jumlah tercatat aset (liabilitas) masa depan yang diakui dalam laporan posisi keuangan konsolidasian, dan transaksi
dan kejadian lain dari periode kini yang diakui dalam laporan keuangan. PSAK revisi ini tidak berdampak secara signifikan terhadap
laporan keuangan konsolidasian.

19
PT. POLARIS INVESTAMA TBK DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2016 dan 2015
(Dalam Rupiah)
3. KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING - LANJUTAN
t. Pajak Penghasilan - Lanjutan
Pajak Penghasilan Final
Penghasilan yang telah dikenakan pajak penghasilan final, beban pajaknya diakui proporsional dengan jumlah pendapatan menurut
akuntansi yang diakui pada periode berjalan.Selisih antara jumlah pajak penghasilan final yang terutang dengan jumlah yang
dibebankan sebagai pajak kini pada perhitungan laba rugi komprehensif konsolidasian, diakui sebagai pajak dibayar dimuka atau
utang pajak.Perbedaan nilai tercatat aset dan liabilitas yang berhubungan dengan pajak penghasilan final dengan dasar pengenaan
pajaknya tidak diakui sebagai aset atau liabilitas pajak tangguhan.

Pajak Penghasilan Tidak Final


Beban pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak dalam periode yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak
yang berlaku.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui atas konsekuensi pajak periode mendatang yang timbul dari perbedaan jumlah tercatat
aset dan liabilitas menurut laporan keuangan konsolidasian dengan dasar pengenaan pajak aset dan liabilitas kecuali perbedaan yang
berhubungan dengan pajak penghasilan final. Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer kena pajak dan
aset pajak tangguhan diakui untuk perbedaan temporer yang boleh dikurangkan, sepanjang besar kemungkinan dapat dimanfaatkan
untuk mengurangi laba kena pajak pada masa datang.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diekspektasikan berlaku dalam periode ketika
liabilitas diselesaikan atau aset dipulihkan dengan tarif pajak (dan peraturan pajak) yang telah berlaku atau secara substantif telah
berlaku pada akhir periode pelaporan.
Pengukuran aset dan liabilitas pajak tangguhan mencerminkan konsekuensi pajak yang sesuai dengan cara Perusahaan dan entitas
anak ekspektasikan, pada akhir periode pelaporan, untuk memulihkan atau menyelesaikan jumlah tercatat aset dan liabilitasnya.
Jumlah tercatat aset pajak tangguhan dikaji ulang pada akhir periode pelaporan dan dikurangi jumlah tercatatnya jika kemungkinan
besar laba kena pajak tidak lagi tersedia dalam jumlah yang memadai untuk mengkompensasikan sebagian atau seluruh aset pajak
tangguhan tersebut.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan saling hapus ketika entitas memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan
saling hapus aset pajak kini terhadap liabilitas pajak kini dan ketika aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan terkait
dengan pajak penghasilan yang dikenakan oleh otoritas perpajakan yang sama serta Perusahaan dan entitas anak yang berbeda yang
bermaksud untuk memulihkan aset dan liabilitas pajak kini dengan dasar neto.
Pajak kini dan pajak tangguhan diakui sebagai beban atau penghasilan dalam laba atau rugi, kecuali sepanjang pajak penghasilan
yang berasal dari transaksi atau kejadian yang diakui, diluar laba atau rugi (baik dalam pendapatan komprehensif lain maupun
secara langsung di ekuitas), dalam hal tersebut pajak juga diakui di luar laba atau rugi.

u. Laba per saham


PSAK No. 56 (Revisi 2011), laba per saham, menetapkan prinsip penentuan dan penyajian laba per saham, sehingga meningkatkan
daya banding kinerja antara entitas yang berbeda pada tahun pelaporan yang sama dan antara tahun pelaporan yang berbeda untuk
entitas yang sama. Penerapan PSAK revisi ini tidak berdampak signifikan terhadap laporan keuangan konsolidasian.
Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih residual dengan jumlah rata-rata tertimbang saham beredar pada tahun
yang bersangkutan.

v. Rekening Efek
Rekening Efek adalah rekening yang dimiliki oleh nasabah Perusahaan Efek dalam kaitannya dengan transaksi jual beli Efek oleh
nasabah. Rekening Efek berisi catatan mengenai Efek dan dana yang dititipkan nasabah kepada Perusahaan Efek. Rekening Efek
nasabah tidak memenuhi kriteria pengakuan aset keuangan oleh Perusahaan, sehingga tidak dapat dicatat dalam laporan posisi
keuangan Perusahaan dan Anak Perusahaan, namun dicatat secara off balance sheet pada Buku Pembantu Dana dan Buku
Pembantu Efek.

20
PT. POLARIS INVESTAMA TBK DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2016 dan 2015
(Dalam Rupiah)
3. KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING - LANJUTAN
w. Penyertaan Saham
Penyertaan saham yang dimiliki kurang dari 20% dinyatakan sebesar biaya perolehan (metode biaya), sedangkan penyertaan saham
dengan pemilikan 20% sampai dengan 50% baik langsung maupun tidak langsung, dinyatakan sebesar biaya perolehan ditambah
atau dikurangi dengan bagian laba atau rugi sejak perolehan sesuai dengan persentase kepemilikan dan dikurangi dengan dividen
yang diterima (metode ekuitas), kecuali penyertaan tersebut hanya bersifat sementara dinyatakan sebesar biaya perolehan.
Penyertaan pada Bursa Efek, yang mewakili kepentingan kepemilikan di bursa dan memberikan hak pada Perusahaan untuk
menjalankan usaha di bursa, dicatat sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penurunan nilai. Jika terdapat indikasi penurunan
nilai, nilai tercatat keanggotaan di bursa dievaluasi dan diturunkan langsung ke jumlah terpulihkan.

x. Informasi Segmen
Segmen operasi diidentifikasi berdasarkan laporan internal mengenai komponen dari Perusahaan dan Entitas Anak yang secara
regular direview oleh “pengambil keputusan operasional” dalam rangka mengalokasikan sumber daya dan menilai kinerja segmen
operasi.
Segmen operasi adalah suatu komponen dari entitas:
- Yang terlibat dalam aktivitas bisnis yang mana memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban (termasuk pendapatan dan
beban terkait dengan transaksi dengan komponen lain dari entitas yang sama);
- Hasil operasinya dikaji ulang secara regular oleh pengambil keputusan operasional untuk membuat keputusan tentang sumber
daya yang dialokasikan pada segmen tersebut dan menilai kinerjanya; dan
- Tersedia informasi keuangan yang dapat dipisahkan.
Informasi yang digunakan oleh pengambil keputusan operasional dalam rangka alokasi sumber daya dan penilaian kinerja mereka
terfokus pada kategori dari setiap produk.

4. PENGGUNAAN PENILAIAN, ESTIMASI, DAN ASUMSI OLEH MANAJEMEN


Penyusunan laporan keuangan Perusahaan dan Entitas Anak membutuhkan berbagai penilaian, estimasi, dan asumsi oleh Manajemen,
yang memberikan dampak terhadap jumlah pendapatan, beban, aset, liabilitas, dan pengungkapan kontinjen liabilitas yang dilaporkan
pada akhir periode pelaporan. Tetapi, ketidakpastian mengenai asumsi-asumsi dan estimasi-estimasi tersebut dapat menyebabkan
penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset atau liabilitas yang akan terdampak di masa depan.
a. Penilaian
Dalam proses penerapan kebijakan akuntansi Perusahaan dan Entitas Anak, Manajemen telah membuat penilaian-penilaian, yang
terpisah dari estimasi-estimasi dan asumsi-asumsi yang dibuat, yang memberikan dampak yang paling signifikan terhadap jumlah
yang disajikan dalam laporan keuangan:

- Penentuan mata uang fungsional


Mata uang fungsional dari masing-masing entitas dalam perusahaan adalah mata uang dari lingkungan ekonomi
utama di mana entitas tersebut beroperasi. Mata uang tersebut adalah mata uang yang mempengaruhi pendapatan dan biaya
dari masing- masing entitas masing-masing.

- Klasifikasi aset dan liabilitas keuangan


Perusahaan menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset dan liabilitas keuangan dengan
mempertimbangkan apakah definisi yang ditetapkan dalam PSAK No. 55 (Revisi 2014) telah dipenuhi. Aset dan liabilitas
keuangan diakui dan dikelompokkan sesuai dengan kebijakan akuntansi Perusahaan seperti diungkapkan pada Catatan 3k atas
laporan keuangan konsolidasian.

- Pajak penghasilan
Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan penyisihan atas pajak penghasilan badan. Terdapat transaksi dan
perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti dalam kegiatan usaha normal. Perusahaan mengakui
liabilitas atas pajak penghasilan badan berdasarkan estimasi apakah akan terdapat tambahan pajak penghasilan badan.

21
PT. POLARIS INVESTAMA TBK DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2016 dan 2015
(Dalam Rupiah)
4. PENGGUNAAN PENILAIAN, ESTIMASI, DAN ASUMSI OLEH MANAJEMEN - LANJUTAN
a. Penilaian - lanjutan
- Pajak penghasilan - lanjutan
Di mana hasil pajak yang dikeluarkan berbeda dengan jumlah yang awalnya diakui, perbedaan tersebut akan berdampak pada
pendapatan pajak dan ketentuan pajak tangguhan pada periode di mana penentuan tersebut dilakukan. Jumlah tercatat hutang
pajak penghasilan Perusahaan diungkapkan di dalam laporan keuangan konsolidasian.

b. Estimasi dan Asumsi


Estimasi dan asumsi yang mendasarinya direview secara berkelanjutan. Perubahan atas estimasi akuntansi diakui pada periode
terjadinya perubahan estimasi, bila perubahan mempengaruhi hanya pada periode tersebut, atau pada periode perubahan dan periode
masa datang bila perubahan mempengaruhi masa kini dan periode masa datang.
1. Pertimbangan yang dibuat dalam penerapan kebijakan akuntansi
Berikut pertimbangan kritikal, selain yang berkaitan dengan estimasi (lihat 4b dibawah), yang dilakukan manajemen pada saat
proses penerapan kebijakan akuntansi Perusahaan dan entitas anak yang berpengaruh paling signifikan pada jumlah yang
diakui di laporan keuangan konsolidasian.
Berdasarkan Undang-Undang Perpajakan Indonesia, Perusahaan dan entitas anak melaporkan pajak berdasarkan sistem self-
assessment . Fiskus dapat menetapkan atau mengubah pajak-pajak tersebut dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan
peraturan yang berlaku. Perusahaan dan entitas anak memiliki eksposur terhadap pajak penghasilan karena terkait
pertimbangan yang signifikan dalam menetapkan provisi pajak penghasilan Perusahaan dan entitas anak.

2. Sumber ketidakpastian estimasi


Informasi asumsi utama mengenai masa datang dan sumber utama dari estimasi lain pada akhir periode pelaporan, yang
memiliki risiko signifikan yang dapat mengakibatkan penyesuaian material terhadap jumlah tercatat aset dan liabilitas dalam
periode pelaporan berikutnya dijelaskan dibawah ini.

Rugi penurunan nilai pinjaman yang diberikan dan piutang


Perusahaan dan entitas anak membuat penyisihan piutang ragu-ragu berdasarkan analisa atas ketertagihan piutang marjin dan
piutang nasabah. Penyisihan tersebut dibentuk apabila terdapat kejadian atau perubahan keadaan yang mengindikasikan bahwa
saldo tersebut tidak akan tertagih.
Identifikasi piutang marjin dan piutang nasabah tidak tertagih memerlukan pertimbangan dan estimasi. Apabila ekspektasi
berbeda dari estimasi awal, maka perbedaan ini akan berdampak terhadap nilai tercatat piutang marjin dan piutang nasabah
serta biaya piutang tak tertagih pada periode mana perubahan estimasi tersebut terjadi.

Taksiran Masa Manfaat Ekonomis Aset Tetap


Masa manfaat setiap aset tetap Perusahaan dan entitas anak ditentukan berdasarkan kegunaan yang diharapkan dari
penggunaan aset tersebut. Estimasi ini ditentukan berdasarkan evaluasi teknis internal dan pengalaman Perusahaan dan entitas
anak atas aset sejenis. Masa manfaat setiap aset direview secara periodik dan disesuaikan apabila prakiraan berbeda dengan
estimasi sebelumnya karena keausan, keusangan teknis dan komersial, hukum atau keterbatasan lainnya atas pemakaian aset.
Namun terdapat kemungkinan bahwa hasil operasi di masa mendatang dapat dipengaruhi secara signifikan oleh perubahan atas
jumlah serta periode pencatatan biaya yang diakibatkan karena perubahan faktor yang disebutkan diatas.
Perubahan masa manfaat aset tetap dapat mempengaruhi jumlah penyusutan yang diakui dan nilai tercatat aset tetap. Nilai
tercatat aset tetap diungkapkan dalam catatan No. 15.

Manfaat karyawan
Penentuan liabilitas imbalan pasca kerja tergantung pada pemilihan asumsi tertentu yang digunakan oleh aktuaris dalam
menghitung jumlah liabilitas tersebut. Asumsi tersebut termasuk antara lain tingkat diskonto dan tingkat kenaikan gaji.
Realisasi yang berbeda dari asumsi entitas anak diakumulasi dan diamortisasi selama periode mendatang dan akibatnya akan
berpengaruh terhadap jumlah biaya serta liabilitas yang diakui di masa mendatang. Walaupun asumsie entitas anak dianggap
tetap dan wajar, namun perubahan signifikan pada kenyataannya atau perubahan signifikan terhadap liabilitas imbalan pasca
kerja entitas anak.

22
PT. POLARIS INVESTAMA TBK DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2016 dan 2015
(Dalam Rupiah)
5. KAS DAN SETARA KAS
Akun ini terdiri dari : 2016 2015
Kas
Rupiah 203.489.788 70.346.400
Kas tunai - aset pengampunan pajak*) 707.360.000 -
Bank
Rupiah
PT. Bank CIMB Niaga Tbk 1.171.953.364 2.892.756.358
PT. Bank Central Asia Tbk 350.910.341 348.516.880
PT. Bank Capital Indonesia Tbk 582.477.616 555.378.308
PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk 3.334.080.776 145.256.388
PT. Bank Permata Tbk 3.390.969.540 53.619.581
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 1.645.885 -
PT. Bank Victoria International Tbk 856.775.015 101.167.062
PT. KEB Hana Bank 1.794.000 -
Dollar AS
PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk
(USD 1.160,59 dan USD 1.028,09 masing-masing pada
tanggal 31 Desember 2016 dan 2015) 15.593.666 14.182.502
Deposito
Rupiah
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 13.000.000.000 -

JUMLAH 23.617.049.991 4.181.223.478

Tingkat suku bunga deposito rata-rata sebesar 6% per tahun pada tahun 2016
*) Perusahaan dan Entitas Anak telah mengikuti program pengampunan pajak sebagaimana diatur di dalam Undang-Undang No. 11
Tahun 2016 tentang “Pengampunan Pajak” (UU) yang berlaku efektif 1 Juli 2016 dengan tambahan aset bersih berupa kas tunai
sebesar Rp. 573.000.000 dan USD 10.000 atau setara dengan Rp. 134.360.000.000 (Lihat Catatan No.15,22.dan 27).

6. PORTOFOLIO EFEK
Akun ini merupakan portofolio efek milik PT. Universal Broker Indonesia (Entitas Anak) berupa efek yang bersifat ekuitas dengan
rincian sebagai berikut:
2016 2015

Portofolio efek untuk diperdagangkan 26.281.653.027 44.964.904.512


Portofolio tersedia untuk dijual -
Jumlah 26.281.653.027 44.964.904.512

2106

Dijaminkan Dipinjamkan Tidak dijaminkan Total

Reksa dana
Pihak ketiga - - 31.287.291.170 31.287.291.170
Pihak berelasi - - - -
Saham - - 10.828.367.368 10.828.367.368
Ditambah (dikurangi):
Kenaikan (penurunan) nilai - - (15.834.005.511) (15.834.005.511)

Jumlah - - 26.281.653.027 26.281.653.027

23
PT. POLARIS INVESTAMA TBK DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2016 dan 2015
(Dalam Rupiah)
6. PORTOFOLIO EFEK - LANJUTAN
2015

Dijaminkan Dipinjamkan Tidak dijaminkan Total

Reksa dana
Pihak ketiga - - 43.026.431.528 43.026.431.528
Pihak berelasi - - - -
Saham - - 365.476.118 365.476.118
Ditambah (dikurangi):
Kenaikan (penurunan) nilai - - 1.572.996.866 1.572.996.866

Jumlah - - 44.964.904.512 44.964.904.512

Nilai wajar portofolio efek bersifat ekuitas yang diperdagangkan di Bursa Efek ditetapkan berdasarkan nilai pasar yang dikeluarkan
oleh BEI, sedangkan nilai wajar Reksa Dana ditetapkan berdasarkan nilai aset bersih pada tanggal laporan posisi keuangan
konsolidasian.

7. PIUTANG LEMBAGA KLIRING DAN PENJAMIN


Merupakan tagihan PT. Universal Broker Indonesia (Entitas Anak) kepada pihak PT. Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI)
sehubungan dengan transaksi jual efek yang dilakukan oleh Entitas Anak.
Entitas Anak tidak membentuk cadangan piutang ragu-ragu karena pihak manajemen Entitas Anak berkeyakinan bahwa piutang
tersebut dapat tertagih.
a. Piutang Lembaga Kliring dan Penjaminan
Akun ini merupakan tagihan Perusahaan PT. Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) terkait dengan transaksi jual efek dan
deposit yang diserahkan Perusahaan dalam rangka transaksi efek, serta piutang komisi dari transaksi Pinjam-Meminjam Efek,
sebagai berikut:
2016 2015

Piutang transaksi bursa 3.404.911.100 -


Setoran jaminan 1.907.542.188 2.019.050.259

Jumlah 5.312.453.288 2.019.050.259

b. Utang pada Lembaga Kliring dan Penjaminan


Akun ini merupakan liabilitas kepada KPEI dan transaksi efek di bursa yang penyelesaiannya dilakukan dengan KPEI, sebagai
berikut:
2016 2015

Utang transaksi bursa 3.898.425.200 5.712.949.100

Jumlah 3.898.425.200 5.712.949.100

24
PT. POLARIS INVESTAMA TBK DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2016 dan 2015
(Dalam Rupiah)
8. REKENING NASABAH
Akun ini merupakan piutang yang timbul dari transaksi perdagangan efek dengan nasabah yang dilakukan oleh PT. Universal Broker
Indonesia (Entitas Anak), dengan rincian sebagai berikut:
Akun ini terdiri dari : 2016 2015

a. Berdasarkan hubungan
Pihak berelasi
Nasabah Pemilik Rekening -
Nasabah Kelembagaan -

Sub Jumlah - -

Pihak ketiga
Saldo masing-masing
lebih atau sama dengan 5% 15.530.148.162 7.898.681.349
kurang dari 5% 3.731.740.385 4.061.754.328

Sub Jumlah 19.261.888.547 11.960.435.677

Dikurangi penyisihan piutang tak tertagih - -

JUMLAH 19.261.888.547 11.960.435.677

b. Berdasarkan pihak
Nasabah Pemilik Rekening
Transaksi Reguler 19.261.888.547 11.960.435.677
Transaksi Marjin - -

Sub Jumlah 19.261.888.547 11.960.435.677

Dikurangi penyisihan piutang tak tertagih - -

JUMLAH 19.261.888.547 11.960.435.677

Entitas Anak tidak membentuk cadangan piutang ragu-ragu karena pihak manajemen berkeyakinan bahwa seluruh piutang tersebut
dapat tertagih.

9. PIUTANG USAHA - PIHAK KETIGA


2016 2015
Pihak Ketiga :
Rupiah
Piutang kegiatan jasa manajer investasi 5.451.508.272 11.770.547.113
JUMLAH 5.451.508.272 11.770.547.113
Berdasarkan penelaahan atas masing-masing saldo piutang usaha pada akhir tahun, pihak manajemen Perusahaan dan Entitas tidak
membentuk cadangan atas piutang usaha tersebut karena manajenen berkeyakinan bahwa piutang tersebut dapat tertagih.
Analisis umur dari piutang usaha Perusahaan dan Entitas Anak adalah sebagai berikut :
Umur piutang 2016 2015
Belum jatuh tempo - -
1 - 30 hari 5.451.508.272 11.770.547.113

JUMLAH 5.451.508.272 11.770.547.113

25
PT. POLARIS INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2016 dan 2015
(Dalam Rupiah)
10. PIUTANG REVERSE REPO
2016

Efek Nominal Tanggal Lokasi Jatuh Nilai Beli Nilai Jual Pendapatan Piutang
Transaksi efek tempo Kembali Bunga Revers Repo

PT. Inti Agri Resources Tbk 4.500.000.000 05/12/2016 Jakarta 05/01/2017 4.500.000.000 4.538.750.000 32.500.000 4.532.500.000
PT. Hanson International Tbk 6.000.000.000 08/12/2016 Jakarta 09/01/2017 6.000.000.000 6.053.333.333 38.333.333 6.038.333.333
PT. Inti Agri Resources Tbk 4.500.000.000 13/12/2016 Jakarta 13/01/2017 4.500.000.000 4.538.750.000 22.500.000 4.522.500.000
PT. Hanson International Tbk 3.000.000.000 15/12/2016 Jakarta 16/01/2017 3.000.000.000 3.026.666.667 13.333.333 3.013.333.333
PT. Inti Agri Resources Tbk 5.000.000.000 19/12/2016 Jakarta 18/01/2017 5.000.000.000 5.041.666.667 16.666.667 5.016.666.667
PT. Hanson International Tbk 5.000.000.000 20/12/2016 Jakarta 20/01/2017 5.000.000.000 5.043.055.556 15.277.778 5.015.277.778
PT. Inti Agri Resources Tbk 2.500.000.000 22/12/2016 Jakarta 23/01/2017 2.500.000.000 2.522.222.222 6.250.000 2.506.250.000
PT. Hanson International Tbk 3.000.000.000 23/12/2016 Jakarta 25/01/2017 3.000.000.000 3.027.500.000 6.666.667 3.006.666.667
PT. Inti Agri Resources Tbk 2.000.000.000 28/12/2016 Jakarta 27/01/2017 2.000.000.000 2.016.666.667 1.666.667 2.001.666.667

Jumlah efek dibeli dengan janji dijual kembali 35.500.000.000 35.808.611.111 153.194.445 35.653.194.445

2015

Efek Nomor Seri Nominal Tanggal Lokasi jatuh Nilai Beli Nilai Jual Pendapatan Piutang
Transaksi efek tempo Kembali Bunga Revers Repo

PT. Hanson International Tbk 6.000.000.000 08/12/2015 Jakarta 08/01/2016 6.000.000.000 6.062.000.000 48.000.000 6.048.000.000
PT. Inti Agri Resources Tbk 5.000.000.000 11/12/2015 Jakarta 11/01/2016 5.000.000.000 5.047.361.111 32.083.333 5.032.083.333
PT. Hanson International Tbk 5.000.000.000 14/12/2015 Jakarta 13/01/2016 5.000.000.000 5.050.000.000 30.000.000 5.030.000.000
PT. Catur Sentosa Adiprana Tbk 5.000.000.000 14/12/2015 Jakarta 14/01/2016 5.000.000.000 5.051.666.667 30.000.000 5.030.000.000
PT. Inti Agri Resources Tbk 2.500.000.000 16/12/2015 Jakarta 15/01/2016 2.500.000.000 2.522.916.667 12.222.222 2.512.222.222
PT. Indika Energy Tbk 23.300.000 17/12/2015 Jakarta 18/01/2016 23.300.000 23.548.533 116.500 23.416.500
PT. Tempo Scan Pacific Tbk 2.976.700.000 17/12/2015 Jakarta 18/01/2016 2.976.700.000 3.008.451.467 14.883.500 2.991.583.500
PT. Hexindo Adiperkasa Tbk 748.438.000 28/12/2015 Jakarta 27/01/2016 748.438.000 755.298.682 914.758 749.352.758
PT. Astra Otoparts Tbk 3.751.562.000 28/12/2015 Jakarta 27/01/2016 3.751.562.000 3.785.951.318 4.585.242 3.756.147.242
PT. Inti Agri Resources Tbk 2.000.000.000 28/12/2015 Jakarta 28/01/2016 2.000.000.000 2.018.944.444 2.444.444 2.002.444.444
PT. Catur Sentosa Adiprana Tbk 3.500.000.000 29/12/2015 Jakarta 29/01/2016 3.500.000.000 3.536.166.667 3.500.000 3.503.500.000

Jumlah efek dibeli dengan janji dijual kembali 36.500.000.000 36.862.305.556 178.750.000 36.678.750.000

Tingkat bunga piutang reverse repo adalah 10% sampai dengan 11% untuk tahun 2016 dan 10% sampai dengan 14% untuk tahun 2015.
Perusahaan tidak membentuk cadangan piutang ragu-ragu atas piutang reserve Repo karena pihak manajemen berkeyakinan bahwa piutang tersebut dapat tertagih.

26
PT. POLARIS INVESTAMA TBK DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2016 dan 2015
(Dalam Rupiah)
11. PIUTANG PERUSAHAAN EFEK
Akun ini merupakan piutang kepada perusahaan efek lain sehubungan dengan transaksi perdagangan efek
2016 2015

a. Berdasarkan hubungan
Pihak berelasi -

Jumlah - -

Pihak ketiga
PT. Kresna Graha Sekurindo Tbk 14.758.965.000 -
PT. Panin Sekuritas Tbk - 8.400.000

Jumlah 14.758.965.000 8.400.000

b. Berdasarkan kegiatan
Transaksi Beli Efek 14.758.965.000 8.400.000

Jumlah 14.758.965.000 8.400.000

12. PERSEDIAAN ASET REAL ESTAT


Persediaan terdiri dari : 2016 2015

Aset lancar
Persediaan bahan industri real estat
Persediaan tanah 8.421.768.216 8.421.768.216
Persediaan rumah jadi - 3.362.360.452

JUMLAH 8.421.768.216 11.784.128.668

Aset tidak lancar


Tanah belum dikembangkan 174.980.000.000 174.980.000.000
Tanah dalam pengembangan 3.381.500.166 3.152.515.450

JUMLAH 178.361.500.166 178.132.515.450

Persediaan tanah atas nama PT. Binong Nuansa Permai (Entitas Anak) dijaminkan atas fasilitas kredit yang diperoleh dari PT. Bank
Victorian International Tbk (Lihat Catatan No. 20).
Tanah belum dikembangkan pada tahun 2015 dan 2014 tersebut merupakan tanah milik PT. Binong Nuansa Permai (Entitas Anak)
dengan luas 346.774 meter persegi yang terletak di Desa Singasari, Kecamatan Jonggol - Jawa Barat dan tanah seluas 273.322 meter
persegi yang terletak di Desa Cibodas, Kecamatan Jonggol - Jawa Barat dimana saldo pada tanggal 31 Desember 2016 dan 2015 masing-
masing sebesar Rp. 174.980.000.000.

13. PAJAK DIBAYAR DI MUKA


Akun ini merupakan pajak yang dibayar di muka atas Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dengan saldo sebesar Rp. 13.330.153 dan
Rp.4.743.083 masing-masing pada tanggal 31 Desember 2016 dan 2015.

27
PT. POLARIS INVESTAMA TBK DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2016 dan 2015
(Dalam Rupiah)
14. PIUTANG LAIN-LAIN
Akun ini terdiri dari 2016 2015

Pihak berelasi
PT. G-Com Teknologi 29.415.827.488 32.945.827.488
Pihak ketiga
Piutang karyawan 126.928.000 135.877.547
Piutang pihak ketiga lain 1.050.000 1.050.019

JUMLAH 29.543.805.488 33.082.755.054

Piutang karyawan merupakan pinjaman karyawan yang pembayarannya dilakukan melalui pemotongan gaji bulanan. Atas piutang
kepada karyawan tersebut tidak dikenakan bunga.
Berdasarkan Perjanjian No. 136/DIR/UB/VIIII/2015 tanggal 12 Agustus 2015, PT. Universal Broker Indonesia (Entitas Anak)
memberikan pinjaman tanpa bunga kepada PT. G-Com Teknologi (pihak yang berelasi) dengan nilai plafond pinjaman sebesar
Rp.35.000.000.000. Pinjaman tersebut akan jatuh tempo pada tanggal 12 Agustus 2016. Berdasarkan Perubahan Perjanjian No.
129A/DIR/UB/VIII/2016 tanggal 12 Agustus 2016, atas pinjaman tersebut diperpanjang sampai dengan jatuh tempo pada tanggal 14
Agustus 2017. Saldo atas pinjaman tersebut adalah sebesar Rp. 29.415.817.488 dan Rp. 32.945.827.488 masing-masing pada tanggal 31
Desember 2016 dan 2015.

15. ASET TETAP


2016

Saldo Awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir

Harga perolehan :
Kepemilikan langsung
Tanah 686.431.872 - 686.431.872 -
Bangunan 441.435.444 - 441.435.444 -
Kendaraan 4.060.175.000 16.950.000 15.350.000 4.061.775.000
Sarana dan prasarana 2.586.376.046 - 2.586.376.046 -
Inventaris kantor 4.867.786.246 34.645.000 29.051.000 4.873.380.246
Aset pengampunan pajak*)
Kendaraan - 80.000.000 - 80.000.000

JUMLAH 12.642.204.608 131.595.000 3.758.644.362 9.015.155.246

Akumulasi penyusutan :
Kepemilikan langsung
Bangunan 242.789.520 20.232.424 263.021.944 -
Kendaraan 2.835.694.790 314.081.250 15.350.000 3.134.426.040
Sarana dan prasarana 2.586.376.047 - 2.586.376.047 -
Inventaris kantor 4.537.473.893 161.682.486 19.866.063 4.679.290.317
Aset pengampunan pajak*)
Kendaraan - 5.000.000 - 5.000.000

JUMLAH 10.202.334.250 500.996.160 2.884.614.053 7.818.716.357

NILAI BUKU 2.439.870.358 1.196.438.889

28
PT. POLARIS INVESTAMA TBK DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2016 dan 2015
(Dalam Rupiah)
15. ASET TETAP - LANJUTAN
2015

Saldo Awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir

Harga perolehan :
Kepemilikan langsung
Tanah 686.431.872 - - 686.431.872
Bangunan 441.435.444 - - 441.435.444
Kendaraan 2.810.175.000 1.250.000.000 - 4.060.175.000
Sarana dan prasarana 2.586.376.046 - - 2.586.376.046
Inventaris kantor 4.798.956.246 68.830.000 - 4.867.786.246

JUMLAH 11.323.374.608 1.318.830.000 - 12.642.204.608

Akumulasi penyusutan :
Kepemilikan langsung
Bangunan 220.717.714 22.071.806 - 242.789.520
Kendaraan 2.784.994.270 50.700.520 - 2.835.694.790
Sarana dan prasarana 2.586.376.047 - - 2.586.376.047
Inventaris kantor 4.226.640.919 310.832.974 - 4.537.473.893

JUMLAH 9.818.728.950 383.605.300 - 10.202.334.250

NILAI BUKU 1.504.645.658 2.439.870.358

Beban penyusutan aset tetap tahun untuk yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2016 dan 2015 dialokasikan ke beban umum
dan administrasi masing-masing sebesar Rp. 500.996.160 dan Rp. 383.605.300 (Lihat Catatan No. 32).
Pada tahun 2016 dan 2015, aset tetap diasuransikan terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya dengan nilai pertanggungan masing-
masing sebesar Rp. Rp. 2.297.500.000 dan Rp. Rp. 2.326.000. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup
memadai untuk menutup kemungkinan kerugian atas aset yang dipertanggungkan.
*) PT. Treasure Fund Investama (Entitas Anak dari PT. Universal Broker Indonesia) telah mengikuti program pengampunan pajak
sebagaimana diatur di dalam Undang-Undang No. 11 Tahun 2016 tentang “Pengampunan Pajak” (UU) yang berlaku efektif 1 Juli
2016 dengan tambahan aset bersih berupa aset tetap - kendaraan sebesar Rp. 80.000.000 (Lihat Catatan No. 5,22, dan 27).

16. BEBAN DIBAYAR DI MUKA DAN UANG MUKA


Akun ini terdiri dari : 2016 2015

Uang muka pajak - SKP 1.821.681.087 1.821.681.087


Asuransi dibayar di muka 41.477.252 69.579.840
Iklan dan promosi 65.416.667 55.260.000
Biaya dibayar di muka lain-lain 339.469.966 339.481.692

JUMLAH 2.268.044.973 2.286.002.619

Akun uang muka pajak merupakan jumlah angsuran yang dibayarkan oleh PT. Binong Nuansa Permai (Entitas Anak) sehubungan telah
diterimanya Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) atas Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa yang dibayar sampai dengan
tanggal 31 Desember 2016 dan 2015.

17. ASET LAIN-LAIN


Akun ini terdiri dari : 2016 2015

Uang jaminan 1.177.757.682 1.155.609.682

NILAI TERCATAT 1.177.757.682 1.155.609.682

29
PT. POLARIS INVESTAMA TBK DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2016 dan 2015
(Dalam Rupiah)
18. UTANG NASABAH
Akun ini merupakan liabilitas yang timbul dari transaksi perdagangan efek yang dilakukan PT. Universal Broker Indonesia - Entitas
Anak dengan nasabah, dengan rincian sebagai berikut:
2016 2015

a. Berdasarkan hubungan
Pihak berelasi
Nasabah pemilik rekening - -
Nasabah kelembagaan - -

JUMLAH - -

b. Berdasarkan kegiatan
Pihak ketiga
Saldo masing-masing
lebih atau sama dengan 5% 18.478.881.287 3.211.361.513
kurang dari 5% 7.289.786.716 1.648.033.423

JUMLAH 25.768.668.003 4.859.394.936

19. UTANG USAHA - PIHAK KETIGA


Akun ini terdiri dari: 2016 2015

PT. Binong Nuansa Permai


Rupiah
Utang konstruksi 332.811.501 413.802.248

JUMLAH 332.811.501 413.802.248

20. UTANG BANK JANGKA PENDEK


PT. Bank Victoria International Tbk
Berdasarkan Surat Persetujuan Pemberian Fasilitas Baru No. 096/OL/CCD-VIC/XII/2014 tertanggal 22 Desember 2014 Perusahaan
memperoleh Fasilitas Kredit berupa fasilitas modal kerja dari PT. Bank Victoria International Tbk. Jumlah plafond atas fasilitas kredit
tersebut sebesar Rp. 50.000.000.000 dan berjangka waktu 12 bulan dan dengan tingkat bunga sebesar 16% per tahun. Fasilitas kredit
tersebut dijamin dengan 21 bidang tanah atas nama Perusahaan yang terletak di Perumahan Meruya Residence Jakarta Barat.

Perjanjian Fasilitas Kredit dari PT. Bank Victoria International Tbk tersebut telah diperpanjang melalui Perjanjian dengan jangka waktu
satu tahun sampai dengan jatuh tempo pada tanggal 23 Desember 2016 (Lihat Catatan No. 44) .
Dalam persetujuan kredit tersebut terdapat beberapa batasan yang diberikan oleh pihak bank selaku pemberi kredit kepada Perusahaan
sebagai debitur (negative covenants ) diantaranya adalah Perusahaan tidak diperbolehkan untuk menggunakan fasilitas kredit tersebut
diluar yang telah diperjanjikan, melakukan merger, akuisisi dan penjualan atau pemindahtanganan atau melepaskan hak atas harta
kekayaan Perusahaan, melakukan perubahan anggaran dasar, mengikatkan diri sebagai penjamin (guarantor) kepada pihak lain dan
batasan-batasan lainnya.

30
PT. POLARIS INVESTAMA TBK DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2016 dan 2015
(Dalam Rupiah)
21. UTANG PIHAK KETIGA LAIN
Berdasarkan Perjanjian Anjak Piutang No. 01666/TF/PAP/X/2013 tertanggal 16 Oktober 2013 Perusahaan memperoleh fasilitas Anjak
Piutang dari PT. Transpacific Finance dengan plafond sebesar Rp. 40.000.000.000 dengan jangka waktu fasilitas selama tiga (3) bulan
sejak tanggal 16 Oktober 2013 sampai dengan jatuh tempo pada tanggal 16 Januari 2014. Tingkat suku bunga atas fasilitas tersebut
adalah sebesar 14% per tahun dan dengan biaya provisi sebesar 1%. Fasilitas tersebut telah diperpanjang dan akan jatuh tempo tanggal
25 Juli 2015.
Pada tanggal 24 Juli.2015, perjanjian tersebut telah mengalami perubahan/addendum melalui Perjanjian No. 101/TF-PAP/VII/2015
menganai perubahan tingkat suku hunga menjadi 17% dan perpanjangan jangka waktu fasilitas sampai dengan jatuh tempo pada tanggal
24 Juli 2016.
Pada tanggal 27 Oktober 2016, perjanjian tersebut telah diperpanjang dengan jangka waktu selama satu tahun samapi dengan jatuh
tempo pada tanggal 24 Juli 2017.

22. PERPAJAKAN
2016 2015

a. Utang pajak
Akun ini terdiri dari :
Pajak Penghasilan pasal 4 ayat 2 28.801.669 66.770.334
Pajak Penghasilan pasal 21 62.188.572 122.484.760
Pajak Penghasilan pasal 23 364.051.628 492.414
Pajak Penghasilan pasal 25 10.315.356 33.245.917
Pajak Penghasilan Pasal 29 tahun lalu - 12.870.708
Pajak Penghasilan Pasal 29 16.059.637 41.774.983
Pajak penghasilan transaksi jual 174.447.396 143.312.653
Pajak Pertambahan Nilai 1.731.330.946 1.021.246.179

JUMLAH 2.387.195.204 1.442.197.949

b. Beban pajak penghasilan


Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak penghasilan menurut laporan laba rugi komprehensif konsolidasian dengan laba kena pajak
untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2016 dan 2015.
2016 2015

Manfaat (beban) pajak penghasilan


Pajak kini (866.309.018) (427.525.810)
Pajak tangguhan 255.994.400 226.014.929

JUMLAH (610.314.618) (201.510.880)

c. Pajak kini
Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak penghasilan menurut laporan laba rugi komprehensif konsolidasian dengan laba kena pajak
untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2016 dan 2015.
2016 2015

Rugi sebelum taksiran


pajak penghasilan menurut
laporan laba rugi komprehensif konsolidasian (19.027.933.313) (9.750.075.147)
Rugi sebelum taksiran
pajak penghasilan menurut
laporan laba rugi komprehensif Entitas Anak 12.386.467.846 3.951.405.883
Rugisebelum taksiran
pajak penghasilan kena pajak
Perusahaan (6.641.465.467) (5.798.669.264)

31
PT. POLARIS INVESTAMA TBK DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2016 dan 2015
(Dalam Rupiah)
22. PERPAJAKAN - LANJUTAN
c. Pajak kini - lanjutan
2016 2015

Koreksi fiskal
Beda tetap
Beban yang tidak dapat dikurangkan menurut pajak 2.000.000 -
Penghasilan yang telah dikenakan Pajak (46.156) (100.545)

Jumlah beda tetap 1.953.844 (100.545)

Jumlah koreksi fiskal 1.953.844 (100.545)

Rugi fiskal (6.639.511.623) (5.798.769.810)


Taksiran penghasilan kena pajak
- (rugi pajak)
Entitas Anak - (1.604.108.171)
Taksiran beban pajak tahun berjalan tahun berjalan
Entitas Anak 866.309.018 427.525.810

Jumlah taksiran beban pajak tahun berjalan 866.309.018 427.525.810

Dikurangi : Pajak dibayar di muka


Entitas Anak
Pajak penghasilan pasal 25 192.749.671 234.343.758
Pajak penghasilan pasal 23 657.499.710 151.407.068

Jumlah pajak dibayar di muka 850.249.381 385.750.826

Utang pajak penghasilan


Entitas Anak 16.059.637 41.774.983

Taksiran Utang Pajak Penghasilan 16.059.637 41.774.983

d. Pajak tangguhan
Rincian aset dan liabilitas pajak tangguhan Perusahaan dan Entitas Anak seperti yang disajikan dalam laporan posisi keuangan
konsolidasian pada tanggal-tanggal 31 Desember 2016 dan 2015 adalah sebagai berikut :
2016 2015

Entitas Anak
Aset pajak tangguhan
Mutasi penghasilan komprehensif lain
Penghasilan (rugi) komprehensif lain 14.561.097 (139.266.169)
Perubahan pajak tangguhan terhadap laba (rugi) tahun berjalan
Penyusutan aset tetap 53.809.754 (7.379.117)
Uang jasa dan pesangon
karyawan 202.184.647 233.394.046
Pemulihan pajak tangguhan 207.756.311 -

Manfaat (beban) pajak tangguhan 463.750.711 226.014.929

Perbedaan temporer tahun sebelumnya 1.568.920.594 1.482.171.833

Saldo aset pajak tangguhan 2.047.232.402 1.568.920.594

32
PT. POLARIS INVESTAMA TBK DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2016 dan 2015
(Dalam Rupiah)
22. PERPAJAKAN - LANJUTAN
Pengampunan pajak
Perusahaan dan Entitas Anak telah mengikuti program pengampunan pajak sebagaimana diatur di dalam Undang-Undang No. 11
Tahun 2016 tentang “Pengampunan Pajak” (UU) yang berlaku efektif 1 Juli 2016. Pengampunan pajak adalah penghapusan pajak
yang seharusnya terutang, tidak dikenai sanksi administrasi perpajakan dan sanksi pidana di bidang perpajakan, dengan cara
mengungkap aset dan membayar uang tebusan sebagaimana diatur di dalam UU. Pengampunan pajak diberikan atas kewajiban
perpajakan Perusahaan sampai dengan tahun pajak yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2015.

Sehubungan dengan program tersebut, Perusahaan dan Entitas Anak telah memperoleh SKPP masing-masing dengan rincian
sebagai berikut (Lihat Catatan No. 5,15 dan 27) :
Entitas No. SKPP Jenis Aset Jumlah Aset Jumlah Tebusan

PT. Polaris Investama Tbk KET-576/PP/WPJ.07/2016 Uang Tunai Rp 100.000.000 Rp 2.000.000


PT. Universal Broker Indoensia KET-107/PP/WPJ.07/2017 Uang Tunai $ 10.000 Rp 4.092.000
PT. Treasure Fund Investama KET-1132/PP/WPJ.07/2016 Kendaraan Rp 80.000.000 Rp 1.600.000
PT. Binong Nuansa Permai KET-32096/PP/WPJ.05/2016 Uang Tunai Rp 180.000.000 Rp 3.600.000
PT. Polaris Indo Energy KET-822/PP/WPJ.04/2016 Uang Tunai Rp 168.000.000 Rp 3.360.000
PT. Polaris Indonesia KET-835/PP/WPJ.04/2016 Uang Tunai Rp 125.000.000 Rp 2.500.000

23. BEBAN YANG MASIH HARUS DIBAYAR


Akun ini terdiri dari : 2016 2015

Jangka pendek
Beban transaksi 139.107.365 126.340.520
Beban komisi 158.176.502 214.327.202
Beban gaji dan tunjangan 221.000.000 221.000.000
Beban jasa profesional 670.000.000 7.928.500.000
Lain-lain 793.147 1.391.882

JUMLAH 1.189.077.014 8.491.559.604

24. UTANG PERUSAHAAN EFEK


Akun ini merupakan hutang kepada perusahaan efek lain sehubungan dengan transaksi perdagangan efek yang dilakukan oleh PT.
Universal Broker Indonesia (Entitas Anak).
a. Berdasarkan hubungan
2016 2015

Pihak berelasi -

Jumlah - -

Pihak ketiga
PT. Daewoo Securities Indonesia 10.300.000 15.466.700
PT. Trimegah Sekuritas Tbk 10.576.895.842 -

Jumlah 10.587.195.842 15.466.700

b. Berdasarkan kegiatan
Transaksi Beli Efek 10.587.195.842 15.466.700

Jumlah 10.587.195.842 15.466.700

33
PT. POLARIS INVESTAMA TBK DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2016 dan 2015
(Dalam Rupiah)
25. UTANG LAIN-LAIN
Akun ini terdiri dari : 2016 2015

Uang muka penjualan 11.500.000.000 354.545.455


Utang pembelian aset tetap - 828.326.341
Lain-lain - pihak ketiga 1.600.662.956 4.263.217.872

JUMLAH 13.100.662.956 5.446.089.667

Uang muka penjualan pada tanggal 31 Desember 2016 dan 2015 merupakan uang muka penjualan tanah dan bangunan pada PT.
Binong Nuansa Permai (Entitas Anak). Transaksi tersebut belum diklasifikasikan ke dalam akun penjualan dikarenakan ketentuan atas
pengakuan penjualan belum terpenuhi.

26. MODAL SAHAM


31 Desember 2016
(Nilai nominal Rp. 100 dan Rp. 1.000)

Pemegang saham Jumlah saham Jumlah saham Prosentase Jumlah


Seri A Seri B

Credit Suisse Securities (Europe) - 85.205.500 7,20% 8.520.550.000


Masyarakat - dengan kepemilikan
kurang dari 5% 25.000.000 1.073.994.500 92,80% 132.399.450.000

JUMLAH 25.000.000 1.159.200.000 100,00% 140.920.000.000

31 Desember 2015
(Nilai nominal Rp. 100 dan Rp. 1.000)

Pemegang saham Jumlah saham Jumlah saham Prosentase Jumlah


Seri A Seri B

Kore Goup Ltd - 60.503.000 5,11% 6.050.300.000


Credit Suisse Securities (Europe) - 144.000.000 12,16% 14.400.000.000
Masyarakat - dengan kepemilikan
kurang dari 5% 25.000.000 954.697.000 82,73% 120.469.700.000

JUMLAH 25.000.000 1.159.200.000 100,00% 140.920.000.000

27. TAMBAHAN MODAL DISETOR


Rincian akun tambahan modal disetor pada tanggal 31 Desember 2016 dan 2015 adalah sebagai berikut :
Agio saham 10.000.000.000
Biaya emisi saham
Penawaran umum perdana (2.189.531.833)
Penawaran Umum Hak I HMETD (1.350.000.000)
Penawaran Umum Hak II HMETD (1.104.859.884)
Aset pengampunan pajak 789.400.000

Jumlah 6.145.008.283

Peningkatan tambahan modal disetor merupakan tambahan aset neto yang berasal dari aset neto pengampunan pajak Perusahaan dan
Entitas Anak sesuai dengan Surat Keterangan Pengampunan Pajak (SKPP) dengan jumlah total aset pengampunan pajak sebesar Rp.
789.400.000 (Lihat Catatan No. 5,15 dan 22) .

34
PT. POLARIS INVESTAMA TBK DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2016 dan 2015
(Dalam Rupiah)
28. CADANGAN UMUM
Pada Rapat Umum Pemegang Saham tahunan sebagai mana tercantum dalam Akta Notaris No. 71 tanggal 16 Juni 2014 dari Yulia, SH.
Notaris di Jakarta, Pemegang saham menyetujui antara lain cadangan umum sebesar Rp. 1.000.000.000 dari laba bersih tahun 2013.
Pada Rapat Umum Pemegang Saham tahunan sebagai mana tercantum dalam Akta Notaris No. 98 tanggal 28 Mei 2015 oleh Yulia, SH.
Notaris di Jakarta, Pemegang saham menyetujui antara lain cadangan umum sebesar Rp. 300.000.000 dari laba bersih tahun 2014.

29. PENDAPATAN
2016 2015

Pendapatan atas usaha sekuritas


Pendapatan Perantara Pedagang Efek 5.984.086.568 5.536.848.796
Pendapatan Kegiatan Penjaminan Emisi Efek 1.499.886 -
Pendapatan Kegiatan Manajer Investasi 19.774.393.405 12.109.845.006
Pendapatan Dividen dan Bunga - Bersih 4.068.516.248 4.634.916.667

Sub Jumlah 29.828.496.107 22.281.610.469

Pendapatan atas usaha property


Penjualan tanah dan rumah
Berdasarkan tipe rumah
- New Smart 7.477.272.727 1.227.272.727

Sub Jumlah 7.477.272.727 1.227.272.727

JUMLAH 37.305.768.834 23.508.883.197

30. BEBAN POKOK PENJUALAN


Akun ini terdiri dari : 2016 2015

Beban pokok penjualan atas usaha property


Beban pokok bangunan 3.362.360.452 388.703.535
Beban pokok tanah - -

JUMLAH 3.362.360.452 388.703.535

31. BEBAN PENJUALAN


Akun ini terdiri dari : 2016 2015

Beban promosi dan iklan 962.500 7.187.220


Beban komisi 170.909.091 24.545.455
Beban lain-lain 45.941.117 48.022.007

JUMLAH 217.812.708 79.754.682

35
PT. POLARIS INVESTAMA TBK DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2016 dan 2015
(Dalam Rupiah)
32. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI
Akun ini terdiri dari : 2016 2015

Beban jasa profesional 11.499.431.400 6.565.113.951


Beban gaji, upah dan kesejahteraan karyawan 10.564.946.508 8.903.365.496
Beban sewa 3.263.705.793 2.691.649.319
Beban komisi 1.896.817.447 2.655.815.806
Beban perlengkapan kantor 520.982.378 905.811.679
Beban uang jasa dan pesangon karyawan (Lihat Catatan No. 39) 808.738.586 933.576.185
Beban pos dan telekomunikasi 810.994.261 1.039.131.634
Beban pemeliharaan 337.636.829 650.762.206
Beban transaksi 642.839.900 43.623.888
Beban penyusutan aset tetap (Lihat catatan No. 15) 500.996.160 383.605.300
Beban perjalanan dinas dan transportasi 377.436.744 284.141.399
Beban sumbangan dan jamuan 306.106.868 126.330.902
Beban legal dan perijinan 299.187.451 543.300.401
Beban pajak, denda dan iuran 298.783.859 831.667.452
Beban listrik 187.910.360 186.739.983
Beban asuransi 47.076.662 226.219.777
Beban tebusan pengampunan pajak 17.152.000 -
Beban pendidikan 3.565.000 168.949.060
Beban lain-lain 3.956.836 24.386.920

JUMLAH 32.388.265.042 27.164.191.357

33. PENDAPATAN OPERASIONAL LAINNYA


Akun ini terdiri dari : 2016 2015

Pendapatan bunga deposito dan jasa giro 77.388.367 65.458.006


Selisih kurs (295.077.848) (4.707.437)
Pendapatan investasi reksadana - bersih - 1.816.420.256
Laba penjualan aset 2.522.427.354 -
Pendapatan lain-lain 2.356.515.771 1.608.434.743

JUMLAH 4.661.253.644 3.485.605.569

34. BEBAN OPERASIONAL LAINNYA


Akun ini terdiri dari : 2016 2015

Beban administrasi bank 38.354.346 665.664.491


Rugi investasi reksadana - bersih 15.833.974.646 -
Beban bunga bank dan provisi 9.154.188.597 8.446.249.848

JUMLAH 25.026.517.589 9.111.914.339

35. ASET DALAM MATA UANG ASING


2016 2015

USD Rp USD Rp

Aset
Bank 1.160,59 15.593.666 1.028,09 14.182.502
Investasi reksadana
- TFI Xtra Ordinary I - - 969.481,49 13.373.997.153

JUMLAH 1.160,59 15.593.666 970.509,58 13.388.179.655

36
PT. POLARIS INVESTAMA TBK DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2016 dan 2015
(Dalam Rupiah)
36. PENYERTAAN
Akun ini terdiri dari: 2016 2015

Rincian penyertaan adalah sebagai berikut :


Nama penyertaan
PT. Bursa Efek Indonesia 135.000.000 135.000.000

JUMLAH 135.000.000 135.000.000

37. LABA PER SAHAM DASAR


Berikut adalah rekonsiliasi perhitungan laba bersih per saham dasar untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2016
dan 2015 :
2016 2015

Laba yang diatribusikan kepada pemegang saham Perusahaan (16.233.439.020) (10.524.935.185)


Jumlah rata-rata tertimbang saham 1.184.200.000 1.184.200.000

Laba persaham dasar (13,71) (8,89)


Pada setiap periode pelaporan, tidak terdapat efek berpotensi saham yang dapat menimbulkan pengaruh dilusi pada laba bersih per
saham Perusahaan.

38. SEGMENTASI USAHA


2016 2015

PT. Universal Broker Indonesia


Pendapatan Perantara Pedagang Efek 5.984.086.568 5.536.848.796
Pendapatan Kegiatan Penjaminan Emisi Efek 1.499.886 -
Pendapatan Kegiatan Manajer Investasi 19.774.393.405 12.109.845.006

Jumlah 25.759.979.859 17.646.693.802

PT. Binong Nuansa Permai


Tipe rumah hunian
- New Smart 7.477.272.727 1.227.272.727

Jumlah 7.477.272.727 1.227.272.727

JUMLAH PENJUALAN 33.237.252.586 18.873.966.529

39. LIABILITAS IMBALAN KERJA


Entitas Anak
Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2016 dan 2015, Entitas Anak masing-masing PT. Universal Broker Indonesia dan PT. Binong
Nuansa Permai serta PT.Treasure Fund Investama (Entitas Anak dari PT. Universal Broker Indonesia) mencatat akrual manfaat
kesejahteraan karyawan berdasarkan perhitungan aktuaris independen yang dilakukan oleh PT. Dian Artha Tama dengan
menggunakan metode “Projected Credit Unit” dan asumsi-asumsi sebagai berikut:
Perhitungan beban imbalan pasca kerja Perusahaan adalah sebagai berikut:
2016 2015

Biaya jasa kini 517.525.430 614.044.985


Biaya bunga 291.213.156 319.531.200
(Keuntungan) dan kerugian aktuarial bersih - -
Jumlah 808.738.586 933.576.185

37
PT. POLARIS INVESTAMA TBK DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2016 dan 2015
(Dalam Rupiah)
39. LIABILITAS IMBALAN KERJA - LANJUTAN
2016 2015
Mutasi saldo eliminasi liabilitas imbalan kerja neto
Liabilitas imbalan pasca-kerja, awal periode/tahun 3.235.701.725 3.994.140.005
Beban (pemulihan) imbalan pasca-kerja
pada periode/tahun berjalan 808.738.586 933.576.185
Pembayaran imbalan pasca-kerja selama -
periode/tahun berjalan -
(Keuntungan) kerugian aktuarial yang diakui -
sebagai pendapatan komprehensif lain 58.244.389 (557.064.676)

Liabilitas imbalan pasca-kerja akhir


periode/tahun 4.102.684.700 4.370.651.514

Mutasi nilai kini liabilitas imbalan pasca-kerja:


Saldo awal 4.370.651.514 3.994.140.005
Biaya jasa kini 517.525.430 614.044.985
Biaya bunga 291.213.156 319.531.200
Imbalan yang dibayar
Beban (manfaat) jasa lalu
(Laba) rugi neto aktuaria 58.244.389 (557.064.676)
Realisasi pembayaran pesangon karyawan (1.134.949.789) -

Nilai kini liabilitas imbalan pasca kerja 4.102.684.700 4.370.651.514

Mutasi kerugian (keuntungan aktuarial) yang diakui sebagai pendapatan komprehensif lain:
Saldo awal (694.421.930) (137.357.254)
(Keuntungan) kerugian aktuarial
yang diakui sebagai pendapatan
komprehensif lain 58.244.389 (557.064.676)

Saldo akhir (636.177.541) (694.421.930)

Perhitungan imbalan pasca kerja dihitung oleh PT Dian Artha Tama, aktuaris independen. Asumsi utama yang digunakan dalam
menentukan penilaian aktuarial adalah sebagai berikut:
2016 2015

Tingkat diskonto 8% 9%
Tingkat Cacat 0% 0,02%
Tingkat kenaikan gaji 7% 5%
Tingkat kematian TMI - III (2011) Indonesia III (2011)
Tingkat pengunduran diri
usia 18-30 5% 5%
usia 30-40 4% 4%
usia 41-44 3% 3%
usia 45-42 1% 1%
usia 43-54 0% 0%
Usia pensiun normal 55 tahun 55 tahun

38
PT. POLARIS INVESTAMA TBK DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2016 dan 2015
(Dalam Rupiah)
40. ASET DAN LIABILITAS KEUANGAN
a. Klasifikasi Instrumen Keuangan
Perusahaan memiliki berbagai macam aset keuangan, diantaranya kas dan setara kas, deposito berjangka, piutang lembaga kliring
dan penjaminan (termasuk jaminan), piutang nasabah, piutang usaha, piutang lain-lain, piutang reverse repo, biaya dibayar di muka
dan uang muka (uang muka pembelian lahan) dan aset lain-lain yang timbul dari kegiatan operasi perusahaan. Sedangkan liabilitas
keuangan diantaranya utang nasabah, utang bank jangka pendek, utang pihak ketiga lain, utang lembaga kliring dan penjaminan,
utang usaha, utang perusahaan efek, biaya yang masih harus dibayar, utang lain-lain dan utang bank jangka panjang.
Rincian kebijakan akuntansi penting dan metode yang diterapkan (termasuk kriteria untuk pengakuan, dasar pengukuran, dan dasar
pengakuan pendapatan dan beban) untuk setiap klasifikasi aset keuangan, liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas diungkapkan
dalam Catatan 3.
Tabel berikut menyajikan aset keuangan dan liabilitas keuangan Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2016 dan 2015.
2016 2015

Aset keuangan
Pinjaman yang diberikan dan piutang
Kas dan setara kas 23.617.049.991 4.181.223.478
Piutang lembaga kliring dan penjaminan 5.312.453.288 2.019.050.259
Piutang nasabah 19.261.888.547 11.960.435.677
Piutang usaha 5.451.508.272 11.770.547.113
Piutang perusahaan efek 14.758.965.000 8.400.000
Piutang lain-lain 29.543.805.488 33.082.755.054
Piutang reverse repo 35.653.194.445 36.678.750.000
Aset lain-lain 1.177.757.682 1.155.609.682
Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui
laporan laba rugi komprehensif konsolidasian
Portofolio efek 26.281.653.027 44.964.904.512
Tidak memiliki kuotasi harga dipasar aktif dan nilai wajarnya
tidak dapat diukur dengan andal
Penyertaan saham 135.000.000 135.000.000

Jumlah 161.193.275.738 145.956.675.776

Liabilitas keuangan
Liabilitas keuangan lainnya
Utang nasabah 25.768.668.003 4.859.394.936
Utang bank jangka pendek 50.000.000.000 50.000.000.000
Utang lembaga kliring dan penjaminan 3.898.425.200 5.712.949.100
Utang usaha 332.811.501 413.802.248
Utang pihak ketiga lain 34.500.000.000 35.000.000.000
Utang perusahaan efek 10.587.195.842 15.466.700
Utang lain-lain 13.100.662.956 5.446.089.667
Beban yang masih harus dibayar 1.189.077.014 8.491.559.604
Jumlah 139.376.840.517 109.939.262.255

39
PT. POLARIS INVESTAMA TBK DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2016 dan 2015
(Dalam Rupiah)
40. ASET DAN LIABILITAS KEUANGAN - LANJUTAN
Tabel berikut menunjukkan nilai tercatat dan taksiran nilai wajar instrumen keuangan Perusahaan, yang dicatat dalam laporan posisi
keuangan konsolidasian tahun 2016 dan 2015:
2016 2015
Nila Tercatat Nilai Wajar Nila Tercatat Nilai Wajar

Aset keuangan
Pinjaman yang diberikan
dan piutang
Kas dan setara kas 23.617.049.991 23.617.049.991 4.181.223.478 4.181.223.478
Piutang lembaga kliring
dan penjaminan 5.312.453.288 5.312.453.288 2.019.050.259 2.019.050.259
Piutang nasabah 19.261.888.547 19.261.888.547 11.960.435.677 11.960.435.677
Piutang usaha 5.451.508.272 5.451.508.272 11.770.547.113 11.770.547.113
Piutang perusahaan efek 14.758.965.000 14.758.965.000 8.400.000 8.400.000
Piutang lain-lain 29.543.805.488 29.543.805.488 33.082.755.054 33.082.755.054
Piutang reverse repo 35.653.194.445 35.653.194.445 36.678.750.000 36.678.750.000
Aset lain-lain 1.177.757.682 1.177.757.682 1.155.609.682 1.155.609.682
Aset keuangan yang diukur pada
nilai wajar melalui laporan
laba rugi komprehensif konsolidasian
Portofolio efek 42.115.658.538 26.281.653.027 43.391.907.646 44.964.904.512
Tidak memiliki kuotasi harga
dipasar aktif dan nilai wajarnya
tidak dapat diukur dengan andal
Penyertaan saham 135.000.000 135.000.000 135.000.000 135.000.000

Jumlah 177.027.281.252 161.193.275.740 144.383.678.910 145.956.675.776


Liabilitas keuangan
Liabilitas keuangan lainnya
Utang nasabah 25.768.668.003 25.768.668.003 4.859.394.936 4.859.394.936
Utang bank jangka pendek 50.000.000.000 50.000.000.000 50.000.000.000 50.000.000.000
Utang lembaga kliring
dan penjaminan 3.898.425.200 3.898.425.200 5.712.949.100 5.712.949.100
Utang usaha 332.811.501 332.811.501 413.802.248 413.802.248
Utang pihak ketiga lain 34.500.000.000 34.500.000.000 35.000.000.000 35.000.000.000
Utang perusahaan efek 10.587.195.842 10.587.195.842 15.466.700 15.466.700
Utang lain-lain 13.100.662.956 13.100.662.956 5.446.089.667 5.446.089.667
Beban yang masih harus dibayar 1.189.077.014 1.189.077.014 8.491.559.604 8.491.559.604
Jumlah 139.376.840.517 139.376.840.517 109.939.262.255 109.939.262.255

b. Nilai Wajar Instrumen Keuangan


Nilai wajar aset keuangan pada saat pengakuan awal adalah sama dengan harga transaksinya. Nilai wajar Efek yang diperdagangkan
di Bursa, adalah harga penutupan (closing price) pada tanggal perdagangan.
Apabila pasar untuk suatu instrumen keuangan tidak aktif dan LPHE tidak menerbitkan harga pasar wajar untuk instrumen
keuangan tersebut, Perusahaan menetapkan nilai wajar dengan menggunakan teknik penilaian. Nilai wajar aset keuangan dan
liabilitas keuangan ditentukan dengan menggunakan teknik penilaian dan asumsi sebagai berikut:
* Nilai wajar aset keuangan dan liabilitas keuangan dengan syarat dan kondisi standar dan diperdagangkan di pasar aktif
ditentukan dengan mengacu pada harga kuotasi pasar, yaitu harga penutupan (closing price).
* Nilai wajar aset keuangan dan liabilitas keuangan lainnya ditentukan sesuai dengan model penentuan harga yang berlaku
umum berdasarkan analisis arus kas yang didiskontokan dengan menggunakan harga transaksi pasar kini yang diobservasi dan
kuotasi dealer untuk instrumen serupa.
* Jika harga tersebut diatas tidak tersedia, analisis arus kas yang didiskontokan bisa dilakukan dengan menggunakan tingkat
bunga pengembalian sesuai dengan durasi instrumen keuangan.

40
PT. POLARIS INVESTAMA TBK DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2016 dan 2015
(Dalam Rupiah)
41. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN
a. MANAJEMEN MODAL
Tujuan utama pengelolaan modal adalah untuk memaastikan pemeliharaan rasio modal yang sehat guna mendukung usaha
Perusahaan dan Entitas Anak dan memaksimalkan keuntungan bagi pemegang saham.
Perusahaan mengelola struktur permodalan dan melakukan penyesuaian, berdasarkan perubahan kondisi ekonomi. Untuk
memelihara dan menyesuaikan struktur permodalan, Perusahaan dapat menyesuaikan pembayaran dividen kepada
pemegang saham, imbalan modal kepada pemegang saham atau menerbitkan saham baru.
Perusahaan mengelola permodalan dengan menggunakan rasio pengungkit, yang dihitung melalui pembagian antara utang
bersih dengan jumlah modal. Kebijakan Perusahaan adalah menjaga rasio pengungkit dalam kisaran yang umum dalam industri
sejenis dengan tujuan untuk mengamankan pendanaan terhadap biaya yang rasional.
Utang bersih meliputi seluruh pinjaman (utang bank jangka pendek, utang bank jangka panjang dan utang pihak ketiga lain)
ditambah utang usaha - pihak ketiga, utang nasabah, utang lembaga kliring dan penjaminan, utang perusahaan efek dan utang lain-
lain serta beban masih harus dibayar dikurangi kas dan setara kas. Jumlah modal mencakup seluruh ekuitas sebagaimana yang
disajikan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian.

b. MANAJEMEN RISIKO
Perusahaan dan Entitas Anak telah mendokumentasikan kebijakan manajemen risiko keuangannya. Kebijakan yang ditetapkan
merupakan strategi bisnis secara menyeluruh dan filosofi manajemen risiko. Keseluruhan strategi manajemen risiko Perusahaan dan
Entitas Anak ditujukan untuk meminimalkan pengaruh ketidakpastian yang dihadapi dalam pasar terhadap kinerja keuangan
Perusahaan dan Entitas Anak. Dewan Direksi menentukan kebijakan tertulis manajemen risiko keuangan secara keseluruhan melalui
masukan laporan komite-komite risiko yang dibentuk dalam divisi-divisi terkait.

Perusahaan dan Entitas Anak beroperasi di dalam negeri dan menghadapi berbagai risiko keuangan, termasuk likuiditas, harga
pasar, kredit, dan suku bunga. Dana Perusahaan dan Entitas Anak dan eksposur suku bunga dikelola oleh fungsi keuangan
Perusahaan dan Entitas Anak sesuai dengan kerangka kebijakan yang disetujui oleh komite. Kerangka tersebut memaparkan risiko
pada Perusahaan dan Entitas Anak dan langkah-langkah yang akan diambil untuk mengelola risiko. Komite risiko Perusahaan dan
Entitas Anak menetapkan dan memantau kebijakan ini.

Risiko Harga Pasar


Eksposur Perusahaan dan Entitas Anak terhadap risiko harga pasar terutama muncul dari counterparty yang gagal memenuhi
liabilitasnya atau melalui kesalahan perdagangan dan kesalahan lainnya. Dalam transaksi perdagangan di bursa, Perusahaan dan
Entitas Anak bertindak sebagai prinsipal dan kemudian menovasi kontrak tersebut ke nasabah. Kegagalan nasabah menerima
perdagangan akan menyebabkan Perusahaan dan Entitas Anak terkena risiko harga pasar.
Perusahaan dan Entitas Anak juga menghadapi risiko harga pasar terkait investasi tersedia untuk dijual. Untuk mengelola risiko
harga yang timbul dari investasi ini, Perusahaan dan Entitas Anak mendiversifikasi portofolionya. Diversifikasi portofolio dilakukan
berdasarkan batasan yang ditentukan komite.
Risiko Suku Bunga
Risiko suku bunga arus kas adalah risiko arus kas di masa datang atas instrumen keuangan akan berfluktuasi karena perubahan suku
bunga pasar. Nilai wajar risiko suku bunga adalah risiko nilai wajar instrumen keuangan akan berfluktuasi karena perubahan suku
bunga pasar. Perusahaan dan Entitas Anak dihadapkan pada berbagai risiko terkait dengan fluktuasi suku bunga pasar.
Aset dan liabilitas keuangan yang berpotensi terpengaruh risiko suku bunga terutama terdiri dari deposito berjangka, piutang dan
utang marjin, perdagangan utang jatuh tempo, dan pinjaman dari lembaga keuangan dan non keuangan. Perusahaan dan Entitas
Anak memonitor perubahan suku bunga pasar untuk memastikan suku bunga Perusahaan dan Entitas Anak sesuai dengan pasar.
Risiko Kredit
Risiko kredit adalah risiko kerugian yang akan dialami perusahaan, apabila nasabah atau pihak lawan, gagal untuk memenuhi
liabilitas kontraktual. Perusahaan dan Entitas Anak tidak memiliki risiko konsentrasi kredit yang signifikan. Perusahaan dan Entitas
Anak mengelola dan mengendalikan risiko kredit dengan menetapkan batasan jumlah risiko yang akan diterima, tingkat jaminannya,
serta dengan memonitor eksposur yang berhubungan dengan batasan-batasan tersebut.

41
PT. POLARIS INVESTAMA TBK DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2016 dan 2015
(Dalam Rupiah)
41. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN - LANJUTAN
Risiko Kredit - Lanjutan
Eksposur risiko kredit Perusahaan dan Entitas Anak berkaitan dengan kegiatan broker saham terasosiasi pada posisi kontraktual
nasabah yang muncul pada saat perdagangan. Dengan demikian, Perusahaan dan Entitas Anak memerlukan jaminan untuk
mengurangi risiko tersebut. Jenis instrumen diterima Perusahaan dan Entitas Anak atas jaminan tersebut dapat berupa kas dan efek
yang tercatat di bursa. Perusahaan dan Entitas Anak mempunyai eksposur terhadap pelanggan yang memiliki piutang yang telah
jatuh tempo dan Perusahaan dan Entitas Anak telah menurunkan nilainya ke estimasi jumlah terpulihkan. Atas piutang tersebut,
Perusahaan dan Entitas Anak telah menerima jaminan yang memadai.
Risiko Likuiditas
Manajemen telah membentuk kerangka kerja manajemen risiko likuiditas untuk pengelolaan dana jangka pendek, menengah dan
jangka panjang dan persyaratan manajemen likuiditas. Perusahaan dan Entitas Anak mengelola risiko likuiditas dengan
mempertahankan cadangan yang memadai, fasilitas perbankan dan fasilitas pinjaman, dengan terus memantau rencana dan realisasi
arus kas dengan cara pencocokkan profil jatuh tempo aset keuangan dan liabilitas keuangan.

42. SIFAT TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI


Sifat Pihak Berelasi
Tn. Alexander Gee yang menjabat sebagai sebagai pemegang saham di PT. G-Com Teknologi memiliki hubungan keluarga dengan Ny.
Lindawati Puspalita Halim yang menjabat sebagai Direktur Utama di Perusahaan.

Transaksi dan Saldo Pihak Berelasi


Perusahaan dan Entitas Anak, dalam kegiatan usaha normalnya, melakukan beberapa transaksi dengan pihak berelasi dimana transaksi
tersebut dilakukan dengan harga dan syarat, yang sama dengan pihak ketiga. Perusahaan dan Entitas Anak berkeyakinan bahwa tidak
terdapat benturan kepentingan atas transaksi-transaksi dengan pihak berelasi sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Bapepam dan LK
No. IX.E.I tentang Benturan Kepentingan Transaksi Tertentu, sampai dengan tanggal laporan keuangan konsolidasian ini diselesaikan.

43. AMANDEMEN DAN INTERPRETASI SAK BARU


Amandemen standar dan interpretasi yang berlaku efektif untuk periode tahun buku yang dimulai pada atau setelah tanggal:
1 Januari 2017
1. Amandemen PSAK No. 1: Penyajian Laporan Keuangan tentang Prakarsa Pengungkapan *)
2. ISAK No. 31: Interpretasi atas Ruang Lingkup PSAK No. 13: Properti Investasi *)
3. PSAK No. 3 (Penyesuaian 2016): Laporan Keungan Interim *)
4. PSAK No. 24 (Penyesuaian 2016): Imbalan Kerja *)
5. PSAK No. 58 (Penyesuaian 2016): Aset Tidak Lancar yang Dimiliki Untuk Dijual dan Operasi yang Dihentikan *)
6. PSAK No. 60 (Penyesuaian 2016): Instrument keuangan: Pengungkapan *)

1 Januari 2018
1. Amandemen PSAK No. 2: Laporan Arus Kas tentang Prakarsa Pengungkapan *)
2. Amandemen PSAK No. 16: Aset Tetap tentang Agrikultur: Tanaman Produktif *)
3. Amandemen PSAK No. 46: Pajak Penghasilan tentang Pengakuan Aset Pajak Tangguhan untuk Rugi yang belum Direalisasi *)
4. PSAK No. 69: Agrikultur *)
*) Penerapan dini diperkenankan
Manajemen masih mengevaluasi amandemen dan interpretasi SAK di atas dan oleh karenanya belum dapat menentukan dampak yang
mungkin timbul terkait dengan hal tersebut terhadap laporan keuangan secara keseluruhan.

42
PT. POLARIS INVESTAMA TBK DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2016 dan 2015
(Dalam Rupiah)
44. KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL LAPORAN
Pada tanggal 27 Januari 2017, Fasilitas Kredit yang diterima oleh Entitas Anak dari PT. Bank Victoria International Tbk telah
diperpanjang dengan jangka waktu satu tahun sampai dengan jatuh tempo pada tanggal 23 Desember 2017 dan bungasebesar 14% per
tahun (Lihat Catatan No. 20).

45. PENYELESAIAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN


Manajemen Perusahaan bertanggung jawab atas penyusunan laporan keuangan konsolidasian yang diselesaikan pada tanggal 22 Maret
2017.

43
PT. POLARIS INVESTAMA TBK DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2016 dan 2015
(Dalam Rupiah)
LAMPIRAN - LAPORAN KEUANGAN ENTITAS INDUK
PT. POLARIS INVESTAMA Tbk - ENTITAS INDUK
LAPORAN POSISI KEUANGAN
Per 31 Desember 2016 dan 2015
(Dalam Rupiah)

2016 2015

ASET
Kas dan Setara Kas 222.984.336 397.154.936
Piutang Kepada Pihak Berelasi 105.433.361.934 115.662.562.922
Penyertaan Saham 111.059.883.712 120.651.257.364

JUMLAH ASET 216.716.229.982 236.710.975.222

LIABILITAS DAN EKUITAS


LIABILITAS
Utang Pihak Ketiga Lain 34.500.000.000 35.000.000.000
Utang Kepada Pihak Berelasi 1.660.000.000 5.044.017.627
Utang Lain-Lain 22.711.406 -
JUMLAH LIABILITAS 36.182.711.406 40.044.017.627
EKUITAS
Modal dasar 25.000.000 saham seri A
dan 5.386.800.000
Modal dasar -saham
200.000
serisaham
B
Nilai nominal Rp. 1.000 per saham seri A dan
Rp. 100 per saham seri B
Modal ditempatkan dan disetor penuh sebanyak
25.000.000 saham seri A dan 1.159.200.000 saham seri B 140.920.000.000 140.920.000.000
Tambahan modal disetor 5.455.608.283 5.355.608.283
Saldo Laba
Ditentukan Penggunaannya 6.350.000.000 6.350.000.000
Tidak Ditentukan Penggunaannya 27.807.910.293 44.041.349.312

JUMLAH EKUITAS 180.533.518.576 196.666.957.595

JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 216.716.229.982 236.710.975.222

44
PT. POLARIS INVESTAMA TBK DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2016 dan 2015
(Dalam Rupiah)
LAMPIRAN - LAPORAN KEUANGAN ENTITAS INDUK - LANJUTAN
PT. POLARIS INVESTAMA Tbk - ENTITAS INDUK
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2016 dan 2015
(Dalam Rupiah)
2016 2015

PENDAPATAN USAHA - -

BEBAN USAHA 1.242.737.423 1.410.882.544

RUGI USAHA (1.242.737.423) (1.410.882.544)

PENGHASILAN (BEBAN)LAIN-LAIN
Beban Bunga dan Keuangan (5.398.774.200) (4.387.887.266)
Pendapatan Jasa Giro 46.156 100.545
Bagian Rugi Investasi (9.591.973.552) (4.694.115.424)

BEBAN LAIN-LAIN - BERSIH (14.990.701.596) (9.081.902.144)

RUGI SEBELUM PAJAK (16.233.439.019) (10.492.784.688)

MANFAAT (BEBAN) PAJAK - -

RUGI TAHUN BERJALAN (16.233.439.019) (10.492.784.688)

PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAINNYA


Pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi
Pengukuran kembali liabilitas
imbalan pasti - -
Manfaat (beban) pajak
penghasilan terkait - -

TOTAL RUGI KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN (16.233.439.019) (10.492.784.688)

45
LAMPIRAN - LAPORAN KEUANGAN ENTITAS INDUK - LANJUTAN

PT. POLARIS INVESTAMA Tbk - ENTITAS INDUK


LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2016 dan 2015

(Dalam Rupiah)

Saldo laba
Modal
Tambahan Telah Belum
Ditempatkan dan Jumlah Ekuitas
modal disetor Ditentukan Ditentukan
Disetor Penuh
penggunananya Penggunaanya

Saldo per 31 Desember 2014 140.920.000.000 5.355.608.283 6.050.000.000 54.834.134.000 207.159.742.283

Cadangan Umum - - 300.000.000 (300.000.000) -

Rugi tahun berjalan - - (10.492.784.688) (10.492.784.688)

Saldo per 31 Desember 2015 140.920.000.000 5.355.608.283 6.350.000.000 44.041.349.312 196.666.957.595

Dampak penyeusaian terkait pengampunan


pajak sesuai dengan PSAK No. 70 - 100.000.000 - - 100.000.000

Rugi tahun berjalan - - - (16.233.439.019) (16.233.439.019)

Saldo per 31 Desember 2016 140.920.000.000 5.455.608.283 6.350.000.000 27.807.910.293 180.533.518.576

46
PT. POLARIS INVESTAMA TBK DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2016 dan 2015
(Dalam Rupiah)
LAMPIRAN - LAPORAN KEUANGAN ENTITAS INDUK - LANJUTAN
PT. POLARIS INVESTAMA Tbk - ENTITAS INDUK
LAPORAN ARUS KAS
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2016 dan 2015
(Dalam Rupiah)
2016 2015

ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI


Pembayaran Kepada Pemasok dan Karyawan (1.242.737.423) (1.410.882.544)
Penerimaan Lainnya - bersih 22.757.562 -
Kas Bersih Dihasilkan Dari (Digunakan Untuk)
Aktivitas Operasi (1.219.979.861) (1.410.882.544)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Penambahan investasi di Entitas Anak (599.900) -

Kas Bersih Digunakan Untuk Aktivitas Investasi (599.900) -

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN


Pembayaran beban bunga (5.398.774.200) (4.387.887.266)
Pembayaran utang pihak ketiga lain (500.000.000) -
Penerimaan dari pihak berelasi 6.845.183.361 6.186.350.545
Tambahan modal disetor 100.000.000 -
Kas Bersih Dihasilkan Dari (Digunakan Untuk)
Aktivitas Pendanaan 1.046.409.161 1.798.463.280

PENURUNAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS (174.170.600) 387.580.736

KAS DAN SETARA KAS AWAL PERIODE 397.154.936 9.574.200

KAS DAN SETARA KAS AKHIR PERIODE 222.984.336 397.154.936

47
PT POLARIS INVESTAMA Tbk

Mayapada Tower Lt. 11


Jl. Jend. Sudirman Kav. 28
Jakarta, 12920
Telp : 021 - 5289 7418
Fax : 021 - 5289 7399
Website : www.polarisinvestama.co.id