GANGGUAN PERDARAHAN PADA PERAWATAN GIGI DAN MULUT

BLEEDING DISORDER IN ORAL AND DENTAL CARE

Eriska Riyanti Bagian Kedokteran Gigi Anak RSGM – FKG Unpad

Abstrak Gangguan perdarahan merupakan keadaan perdarahan yang disebabkan oleh kemampuan pembuluh darah, platelet, dan faktor koagulasi pada sistem hemostatis. Gangguan perdarahan dapat bersifat genetik maupun dapatan. Pada kelainan dapatan terjadi oleh karena adanya penyakit-penyakit yang mengganggu integritas dinding pembuluh darah, platelet, faktor koagulasi, obat-obatan, radiasi, atau kemoterapi saat perawatan kanker. Beberapa prosedur di dalam perawatan gigi dan mulut dapat menyebabkan perdarahan. Dalam keadaan normal tindakan ini tidak menyebabkan gangguan, namun pada pasien dengan gangguan pembekuan darah tindakan perawatan gigi dan mulut dapat menyebabkan keadaan pasien menjadi lebih parah. Pemeriksaan awal yang meliputi pemeriksaan kesehatan umum, pemeriksaan fisik, skrining laboratoris, dan melakukan observasi setelah dilakukan tindakan bedah merupakan hal-hal yang harus diperhatikan sa melakukan perawatan gigi. Dokter gigi sebaiknya at mengetahui faktor-faktor dan proses yang terjadi pada pembekuan darah sehingga tindakan yang akan dilakukan tidak menjadi penyebab terjadinya keadaan yang fatal. Kata kunci : gangguan perdarahan, perawatan, gigi dan mulut

Abstract Bleeding disorder was a bleeding condition which caused by vessels capabilities, platelets, and coagulation factors in hemostatic system. Bleeding disorder could be either inherited or acquired. In the acquired disorder, it was caused by diseases that impaired the vessel wall integrity, platelets, drugs, r adiation, or chemotherapy of a cancer treatment. Several procedures in oral and dental care could cause bleeding. In the normal condition, this would not cause any disorder, but in patient with blood clotting disorder oral and dental treatment could worsen the patient’s condition. Initial examination included the general condition, physical examination, laboratory screening, and observation after treatment were things to be concerned while doing oral and dental treatment. Dentists should know the factors and processes happened in blood clotting so that measurements to be done did not cause a critical condition for the patient. Keywords : bleeding disorder, care, oral and dental

plat let. Pasien dengan terapi low intensity warfarin untuk profilaksis vena trombo embolisme memiliki faktor resiko perdarahan mayor sebesar kurang dari 1% dan 8% perdarahan minor. atau kemoterapi saat perawatan kanker. 13% adalah Hemofilia B. Hemofilia B (Christmas disease) mengalami defisiensi faktor IX didapatkan 1 orang setiap 30. Data menunjukkan bahwa kira-kira 80% dari keseluruhan gangguan koagulasi turunan adalah Hemofilia A. 2 Penyakit gangguan perdarahan dapatan yang sangat sering adalah von Willebrand’s disease (vWD).000 orang di Amerika. Pasien Hemofilia A mengalami defisiensi faktor VIII merupakan penderita dengan gangguan koagulasi. radiasi.1-2 Pasienpasien yang menggunakan coumarin untuk pencegahan terjadinya trombosis yang berulang memiliki potensi mengalami gangguan pembekuan darah. 2-3 Pada praktek kedokteran gigi di Amerika menunjukkan diantara 2000 pasien dewasa sekitar 100-150 pasien memiliki kemungkinan mengalami gangguan perdarahan. faktor koagulasi. dan 6% merupakan defisiensi faktor XI. platelet.000 kelahiran anak laki-laki. Penduduk Amerika yang menderita penyakit ini kira-kira sebesar 1%.PENDAHULUAN Gangguan perdarahan merupakan keadaan perdarahan yang disebabkan oleh kemampuan pembuluh darah. obat-obatan. e a Gangguan perdarahan dapat bersifat genetik maupun dapatan. dan faktor koagulasi pad sistem hemostatis. Penderita leukemia kronis memiliki kecenderungan mengalami perdarahan akibat trombositopenia yang disebabkan oleh sel-sel kanker pada sumsum tulang sehingga tidak t rdapat tempat bagi sel-sel darah merah dan prekursor e . Pasien dengan kelainan jantung yang menggunakan aspirin juga memiliki potensi untuk terjadinya gangguan perdarahan. diturunkan melalui autosomal dominan. Pada kelainan dapatan terjadi oleh karena adanya penyakit-penyakit yang mengganggu integritas dinding pembuluh darah. Faktor iatrogenik juga dapat menjadi penyebab terjadinya gangguan pembekuan darah. terjadi pada lebih dari 20.

Penyebab lain adalah gangguan fungsi platelet akibat defek genetik (Bernard-Soulier disease). Trombositopeni purpura terbagi menjadi primer/idiopatik dan sekunder. antibiotik beta laktam. alergi. obat-obat antikoagulasi. infeksi virus dan bakteri. obat diuretika. dan gangguan koagulasi. 5-6 ETIOLOGI Klasifikasi gangguan perdarahan dapat dikelompokkan berdasarkan jumlah platelet normal (nontrombositopeni purpura). penyakit autoimun. Akibatnya pasien leukemia akan mengalami trombositopenia sebagai akibat dari efek toksik beberapa macam pengobatan kemoterapi yang digunakan. Nontrombositopeni purpura dapat disebabkan oleh perubahan pada dinding pembuluh darah akibat sumbatan. infeksi. von Willebrand’s disease. vaskulitis. fisik (radiasi).platelet. metastase k anker pada tulang. Beberapa faktor pencetus penyakit-penyakit sistemik dan penggunaan obat-obatan dapat pula menjadi penyebab. obat-obatan i (alkohol. dan fibrinogenolisis primer). NSAIDs. disseminated intravascular coagulation. alat pacu jantung. penurunan jumlah platelet (trombositopeni purpura). alkohol. splenomegal. Penyebab sekunder akibat fakt r kimia. 1-3 . dan gold salts). estrogen. obat-obatan (aspirin. dan uremia. hemofili B dan dapatan (penderita penyakit liver. o penyakit-penyakit sistemik. penisilin. dan alergi. defisiensi vitamin. Penderita mengalami waktu perdarahan yang panjang bahkan dapat pula mengalami perdarahan yang terus-menerus. dan ceph alosporin). 2-5 Gangguan perdarahan merupakan faktor resiko pada tindakan perawatan gigi dan mulut. kimiawi. Gangguan koagulasi dapat bersifat diturunkan seperti hemofili A.

Fase vaskuler terjadi sesaat setelah terjadi trauma sehingga melibatkan vasokonstriksi arteri dan vena. Vaskuler dan platelet merupakan fase primer sedangkan koagulasi merupakan fase sekunder. Klasifikasi Gangguan Perdarahan 7 Coagulation factor deficiencies Congenital Hemophilia A and B von Willebrand’s disease Other factor deficiencies (rare) Acquired Liver disease Vitamin K deficiency. Fase platelet dimulai dengan terjadinya kekakuan platelet dan pembuluh .Tabel 1. Fase koagulasi akan diikuti oleh fase fibrinolitik . warfarin use Disseminated intravascular coagulation Quantitative disorder (thrombocytopenia) Immune-mediated Idiopathic Drug-induced Collagen vascular disease Sarcoidosis Non-immune-mediated Disseminated intravascular coagulation Microangiopathic hemolytic anemia Leukemia Myelofibrosis Qualitative disorder Congenital Glanzmann thrombasthenia von Willebrand’s disease Acquired Drug-induced Liver disease Alcoholism Scurv y Purpura Hereditary hemorrhagic telangiectasia Cushing syndrome Ehlers-Danlos syndrome Streptokinase therapy Disseminated intravascular coagulation Platelet disorders Vascular disorders Fibrinolytic defects PATOFISIOLOGI Proses perdarahan terjadi melalui tiga fase yaitu vaskuler. platelet. dan koagulasi. r estriksi arteri. dan tekanan ekstravaskuler.

1-2 Gambar 1. Waktu yang dibutuhkan pada fase ini lebih lambat dibandingkan fase sebelumnya. Fase lanjutan adalah fase fibrinolitik yang ditandai dengan adanya pelepasan antithrombotic agent dan penghancuran limfa serta hati oleh anthrombotic agent. dan sedikit tremor saat memeg ang sesuatu akan . Pada fase koagulasi darah akan keluar ke daerah sekitar dan akan membatasi daerah yang terjadi perdarahan dengan adanya b antuan faktor ekstrinsik dan intrinsik. Sistem Koagulasi Primer dan Sekunder 2 GAMBARAN KLINIS Penderita dengan gangguan pembekuan darah akan jelas terliha pada kulit dan t membran mukosa sesaat setelah terjadi trauma ataupun tindakan invasif lain. Terlihat adanya jaundice. ecchymosis. Proses ini terjadi beberapa detik setelah fase vaskuler terjadi. spider angiomas.darah. kemudian pembuluh darah akan tersumbat.

1-2 a b Gambar 2. Kira-kira 50% penderita liver akan mengalami penurunan jumlah platelet oleh karena terjadi hipersplenisme akibat efek hipertensi portal sehingga didapatkan adanya ptechiae pada kulit dan mukosa.didapatkan pada penderita liver. Jaundice dan Spider Angioma 2 .

a. prothrombin time (PT). Ptechiae pada Tangan. Ecchymosis.a b c Gambar 3. dan thrombin time. platelet function analyzer 100 (PFA-100). . Hiperplasi Gusi. c. hemarthrosis. ivy bleeding time. platelet count. ptechiae dan ecchymosis pada kulit dan membran mukosa serta . Ptechiae pada Palatum 2 d Ecchymosis. dan pasien dengan e jumlah platelet abnormal/tromb ositopeni sering mengalami ptechiae dan ecchymosis. Penderita leukemia akut dan kronis sering menunjukkan gejala ulserasi pada mukosa oral. 1-2 PEMERIKSAAN LABORATORIS Beberapa pemeriksaan laboratoris yang dilakukan bagi penderita dengan gangguan perdarahan adalah partial thromboplastin time (PTT). hiperplasia gusi. b. lymphadenopathy. dan dissecting hematomas merupakan gambaran klinis yang sering terlihat pada pasi n dengan gangguan koagulasi genetik. dan d.

dan fibrinogen). dan transfusi platelet. Platelet function analyzer 100 (FA-100) r merupakan pemeriksaan invitro untuk mendeteksi disfungsi pla telet. 2-5 Gangguan pada platelet terjadi pada penderita von Willebrand’s disease. namun bila pembed ahan tetap dilakukan sebaiknya dilakukan penanganan khusus terhadap kerusakan pembuluh darah. dan faktor VIIa serta steroid. osteogenesis imperfekta. protrombin. Glanzmann’s thrombosthenia. Prothrombine time digunakan untuk memeriksa jalur ekstrinsik (faktor VII) dan jalur utama (faktor V dan X. Ehler-Danlos. pseudoxanthoma elasticum. Penderia penyakit ini t sebaiknya menghindari tindakan pembedahan. 2 Hemofilia A dan B merupakan ma nifestasi dari gangguan koagulasi. Trombine time menunjukkan jumlah fibrinogen yang ada di dalam darah. 1-4 PENATALAKSANAAN MEDIS Penyakit-penyakit yang termasuk di dala defek vaskuler adalah hereditary m hemorrhagic telangiectasia (Osler-Weber-Rendu syndrome). Penanganan yang dapat dilakukan adalah transfusi platelet dan penggantian faktor VIII.Partial thromboplastin time (PTT) digunakan untuk memeriks sistem intrinsik a (faktor VIII. dan XII) dan jalur utama (faktor V dan X. 1-3 . BernardSoulier disease. XI. pemberian faktor VIII. prothrombin. dan fibrinogen). IV gamma globulin.000/mm3 dari keseluruhan jumlah darah. Tes ini juga merupakan tes terbaik untuk screening gangguan koagulasi. Ivy bleeding time digunakan untuk melihat gangguan fungsi platelet dan t ombositopenia. dan disorders of platelet release. IX. Angka normal platelet count adalah 140. Platelet count digunakan untuk memeriksa penyebab-penyebab gangguan perdarahan akibat trombositopenia. dan Marfan syndrome. Penanganan yang dilakukan adalah pemberian prednisone.000400.

EACA. EACA. multipel pemberian terapi pengganti hanya bila ada perdarahan serius se telah tindakan pembedahan Defek faktor koagulasi Pemberian heparin. dan atau pemberian steroids pada Pemberian faktor IX PENATALAKSANAAN DI BIDANG KEDOKTERAN GIGI Metode pemeriksaan yang sebaiknya dilakukan oleh dokter gigi saat mengidentifikasi pasien dengan kelainan perdara han adalah membuat riwayat pen yakit secara lengkap. transfusi platelet DDAVP. IV akibat proses autoimun gamma globulin.2. aPCC. skrining laboratoris. porcine faktor VIII.7-8 . pemeriksaan fisik. 1. dan observasi terjadinya perdarahan yang luas setelah tindakan pembedahan. PCC. dan platelet abnormal Defek genetik pada membran Transfusi platelet platelet. mengganti faktor VIII yang dirusak oleh vWF Hemofilia A Hemofilia B Trombositopeni primer Trombositopeni sekunder Bernard-Soulier Penyakit Liver DIC Defisiensi atau defek faktor IX Platelet mengalami kerusakan Pemberian prednisone. faktor VIIa. faktor VIII. dan platelet transfusion Defisiensi platelet yang Tranfusi platelet menyebabkan terjadinya percepatan destruksi platelet. berkurangnya produksi platelet.Tabel 2. tidak terdapat glicoprotein Ib (GP-Ib) yang menyebabkan gangguan pada adhesi platelet Defek pada faktor koagulasi Pemberian vitamin K. defisiensi faktor VIII Defisiensi atau defek pada faktor VIII Tindakan Medis DDAVP. multipel yang menimbulkan cryoprecipitate atau degradasi fibrin dan fibrinogen pemberian fresh frozen sehingga terjadi fibrinolisis dan plasma sebagai pengganti trombositopeni fibrinogen. Perawatan Medis pada Penderita Gangguan Perdarahan 2 Jenis Penyakit Von Willebrand’s disease Defek Defisiensi atau kelainan vWF yang menyebabkan kerusakan adhesi platelet.

telinga. penyakit jantung bawaan. dan lain-lain 2. mulut. Oral ulcers f. apakah pernah mengalami perd arahan yang cukup lama setelah dilakukan tindakan pembedahan seperti operasi dan cabut gigi. hemofilia. Perdarahan spontan dari hidung. Riwayat Penyakit Lengkap a.Riwayat penyakit pasien harus dibuat selengkap mungkin. Spider angiomas c. dan obat-obat herbal e. pertanyaan tersebut meliputi: apakah ada anggota keluarga yang mengalami gangguan perdarahan. penyakit ginjal f. aPTT c. Hemarthrosis 3. PT b. riwayat penyakit terdahulu. h antikoagulan. Konsumsi obat-obatan yang menimbulkan masala perdarahan seperti aspirin. Ecchymosis d. Riwayat keluarga yang memiliki gangguan perdarahan b. Pemeriksaan Fisik a. Gangguan perdarahan setelah mengalami trauma d. penyakit liver. Jumlah Platelet 4. Tindakan pembedahan yang pernah dialami sehingga menimbulkan gangguan perdarahan . sehingga pertanyaan juga perlu diarahkan ke anggota keluarga yang lain. Hyperplastic gingival tissues g. TT d. apakah pernah terjadi perdarahan yang cukup lama setelah mengalami rauma. Pengelompokan pertanyaan dilakukan sesuai dengan jenis-jenis penyakit gangguan perdarahan yang mungkin dapat terjad Adapun i. Beberapa penyakit gangguan perdarahan dapat diturunkan. Jaundice dan pallor b. Ptechiae e. PFA-100 e. Penyakit-penyakit yang berhubungan dengan gangguan perdarahan seperti leukemia. dan apakah pernah mengalami perdarahan spontan. apakah sedang meminum o t bat-obatan untuk pencegahan gangguan koagulasi atau sakit kronis. Gangguan perdarahan setelah dilakukan operasi dan pencabutan gigi c. pemakaian antibiotika jangka panjang. 2 Tabel 3. Deteksi Pasien dengan Riwayat Perdarahan 2 1. Pertanyaan-pertanyaan hendaknya disusun secara berurutan dimulai dari pengalaman-pengalaman pasien terdahulu. Skrining laboratoris a.

sehingga pasien akan mengerti kemungkinan komplikasi-komplikasi yang akan terjadi. pemberian tambahan fluor melalui cairan. obat kumur yang mengandung fluor. dan mengunjungi dokter gigi setiap tiga hingga enam bulan sekali. memakan makanan yang sehat untuk gigi.Skrining laboratoris perlu dilakukan terutama pemeriksaan PT. yaitu menyikat gigi se hari dua kali dengan menggunakan pasta gigi dengan kandungan fluor 1 ppm untuk an di bawah usia tujuh ak tahun dan 1. Pemberian periodontal dressing dengan atau tanpa topical antifibriolytic agents dapat merupakan cara dalam menghentikan perdarahan. tape. 7-9 PEMAKAIAN GELIGI TIRUAN LEPASAN . aplikasi topikal. 8-9 PERAWATAN PERIODONTAL Perawatan periodontal dapat menjadi salah satu pencetus te rjadinya perdarahan. aPTT. menggunakan alat-alat interdental seperti dental floss. sikat gigi yang digunakan sebaiknya memiliki texture medium. 2 TINDAKAN PENCEGAHAN DI BIDANG KEDOKTERAN GIGI Tindakan pencegahan yang dapat dilakukan bagi pasien kelainan perdarahan pada prinsipnya sama dengan pasien normal. tablet. Pemakaian obat kumur yang mengandung chlorhexidine gluconate dapat menjaga kebersihan mulut. dan sikat inter dental. mengkonsumsi pemanis buatan. Pemberian penerangan secara lengkap bagi pasien sebelum tindakan merupakan langkah awal yang baik. Jenis pemeriksaan yang dilakukan disesuaikan dengan pengelompokan gangguan perdarahan.4 ppm untuk anak di atas usia tujuh tahun. PFA-100 dan platelet count. TT.

Perawatan periodontal tetap perlu dilakukan untuk mempertahankan gigi yang masih ada. 9 PENAMBALAN Pemakaian matrix dan wedges saat penambalan p erlu diperhatikan dengan benar. 8-9 ANESTESI DAN PENANGGULANGAN RASA SAKIT Rasa sakit pada gigi dapat dit nggulangi dengan memberikan parasetamol atau a asetaminofen. namun tetap diperhatikan kekuatan tekan yang akan mengenai gusi agar perdarahan tidak terjadi. Penggunaan aspirin harus dihindari oleh karena dapat menjadi menimbulkan penghambatan agregasi platelet. Apabila akan memberikan NSAID hendaknya melakukan . 7-9 PERAWATAN ENDODONTIK Perawatan endodontik konvensional sangat dianjurkan bagi pasien dengan gangguan perdarahan. Menjaga kebersihan gigi dan mulut merupakan persyaratan utama agar perdarahan spontan tidak terjadi. Luka yang diakibatkan karena pemakaian yang salah dapat menjadi masalah saat melakukan penambalan. oleh karena pemakaan jarum endodontik i yang mele ihi apeks akan b menyebabkan perdarahan terus-menerus sehingga sehingga akan mengendap di dalam saluran akar. 9 PERAWATAN ORTODONTI Pemakaian alat ortodonti lepasan dan cekat dapat dilakukan.Pasien dengan gangguan perdarahan dapat dianjurkan untuk menggunakan geligi tiruan lepasan selama geligi tiruan itu nyaman dipakai.

396-432. Gangguan perdarahan dapat diturunkan dan dapatan. B. 7th ed. J. C. Burket’s oral medicine diagnosis and treatment.. DAFTAR PUSTAKA 1. Patton. 2008 p. D. L. Canada: Mosby Elsevier. 2003 October 25.. [ cited 2008 December 12 ]. Bleeding and clo tting disorders.. M. Lockhart. P nd.html. Falace. 6-9 Anesthesi lokal dengan cara in filtrasi pada daerah bukal. 454-477. Den management o tal considerations for the patient with an acquired coagulopathy. Spanyol: BC Decker Inc. Availabl e from: http:// www.. Miller. dan tra intraligamen tidak memerlukan obat anti hemostatik namun anesthesi dengan cara blok mandibula dan infiltrasi lingual harus diberikan anti hemostatik. S. L.. H. J. N. British Dent Jour (serial on internet). 10th ed.nature. In: Greenberg. M. Gibson. L. 2003 p. and Glick. 2.. in papilary. W. 9 KESIMPULAN Pasien dengan gangguan perdarahan merupakan salah satu kelompok pasien dengan medically compromise. Little. J. Dental management of the medically compromised patient.. . P.konsultasi terlebih dahulu dengan ahli hematologi oleh karena golongan obat ini dapat menimbulkan penghambatan agregasi platelet. Rhodus.com/bdj/journal/v195/n8/abs/4810593a. Penanggulangan pasien dengan gangguan perdarahan perlu memperhatikan efek yang akan timbul terutama saat melakukan tindakan invasif sehingga para dokter gigi sebaiknya mengetahui faktorfaktor dan proses yang terjadi pada pembekuan darah sehingga tindakan yang akan dilakukan tidak menjadi penyebab terjadinya keadaan yang fatal. 3. S. S. Part I coagulopathies from systemic disease. and Leitch. A. 195:439 -445:[about 7 screen].

Cabay. 2003 November 8..4. Available from: www.pdf.com/bdj/journal/v195/n9/abs/4810660a.org/cgi/content/full/84/11/978 7. Bagan. R. Correa. Israels.. 2 84(11):1978-985:[about 8 screen].com/medoralfree01/v12i5/medoralv12i5p380. Available from: www. J. Dental treatment of patients with coagulation factor alterations: An update. dental considerations and management. E. Schwetz. Soriano. J Can Dent Assoc (seri l on internet)..htm.medicinaoral.wfh.. Moreno. M.. Y.. 2006 [cited 008 2 November 3]. 8. N. Arana. A. Available from: www. Bleeding disorders of importance in dental care and related patient management.. Vol 72 No. A. A.iadrjournals..org/2/docs/Publications/Dental_Care/TOH-40_Dental_treatment. Epstein. R.[cited 2008 October 1]. A. Med Oral Patol Or l Cir Bucal (serial on a internet). 2005 June 20. Gupta. B. Roda.ca/jcda/vol73/issue-1/77. J. Available from: www.. R. McNicol. G. Brewer. Guidelines for dental treatment of patients with inherited bleeding disorders. Vol 73 No. Boyar. Cervero. A. _______. 1:[about 8 screen]. S. 12:E380-7:[about 7 screen].html. J. World Federation of Hemophilia’s [homepage on internet].ca/jcda/vol-72/issue-9/827.[cited 2008 November 1]. 195:439-445:[about 6 screen]. C.. [cited 2008 November 24]. J Dent Res (serial on internet). 2007 February. Soriano.pdf. C. 5. Heredit ry blood coagulation a disorders: mangement and dental treatment. British Dent Jour (serial on internet). 2007 March 25:[cited 2008 October 11]. J. Scully.. V. 9:[about 13 screen]. 2006 a November. JCDA (serial on internet). Dental management con siderations for the patient wi an acquired th coagulopathy.cda-adc. [ cited 2008 December 12 ]. J. Bleeding disorders characterization. Available from:jdr. 6.nature. Available fro m: www. 9. . Canada: Word Federation. P. Part 2 coagulopathies from drugs..cda-adc.html. C. G.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful