Anda di halaman 1dari 19

34 PROVINSI

Nama : Rika Zunita Sari


Kelas : IX – A
No. Absen : 27
Dahulu, sepasang pakaian adat Ulee Balang hanya digunakan oleh keluarga
raja. Pria menggunakan pakaian bernama Peukayan Linto Baro, yakni atasan
lengan panjang Meukasah berbahan sutra.

Serta bawahan berwarna hitam Sileuweu yang ditenun. Keduanya memiliki


aksen khas atau hiasan sulaman benang mas dengan pola yang indah. Tidak
lupa penutup kepala Meukeutop dan hiasan senjata khas Rencong.

Sedangkan wanita menggunakan Baju Kurung dan Celana Cekak Musang yang
bentuknya teradaptasi dari kebudayaan Melayu, Cina, dan Arab.

Kain ulos merupakan bahan sutra yang ditenun dengan alat tradisional. Ulos
dipakai bersama sebagai selempang baju pria yang terdiri dari jas dan sarung
kain Ulos, maupun sebagai selempang di kebaya berwarna cerah untuk wanita.

Jaitan benang Ulos juga bisa ditambahkan pada aksen baju adat untuk suku
Mandailing di Sumatera Utara. Ditambahkan dengan penutup kepala pria dan
siger untuk wanita.
Suku Minangkabau di Sumatera Barat menggunakan pakaian adat yang sangat
tertutup bagi pria maupun wanita. Bundo Kanduang terdiri dari celana kolor
panjang dan atasan Baju Gunting Cina atau Teluk Belanga, serta penutup kepala
atau peci untuk pria.

Sedangkan wanita menggunakan kain sarung dan kebaya panjang, dan penutup
kepala berupa kain yang dililitkan ke kepala.

Pakaian adat Melayu untuk pria terdiri dari Baju Kurung Cekak Musang yang
terbuat dari kain berkualitas seperti satin dan sutra. Kemudian ada sarung serta
kopyah juga. Kemudian wanita menggunakan Kebaya Laboh.
Provinsi Kepri memiliki pakaian adat berupa Teluk Belanga untuk pria dan
Kebaya Laboh untuk wanita. Kebudayaan antar daerah Kepri, Riau, dan Sumbar
yang memang berdekatan membuat pakaian adat yang dipakai pun hampir

sama.

Pakaian adat Melayu Jambi menggunakan setelan kain beludru baik untuk pria
maupun wanita. Namun, pakaian adat wanita dibuat tanpa lengan, dan pakaian
pria menggunakan baju kurung tanggung berbahan beludru juga.
Aesan Gede dikenal sebagai pakaian adat yang syarat dengan banyak aksesoris
untuk pria dan wanita. Pakaian ini berwarna cerah seperti merah, emas, maupun
kejinggaan dengan penutup kepala untuk pria dan siger untuk wanita.

Pakaian adat ini memiliki dua warna pilihan, yakni merah dan ungu. Wanita
akan menggunakan baju kurung berbahan sutra atau beludru, serta mahkota
Paksian. Sementara pria memakai sorban sungkon.
Pakaian Melayu berwarna merah ini identik dengan kain lecap benang khas
Jambi. Pria dan wanita menggunakan penutup dan hiasan kepala.

Setelan putih mendominasi pakaian adat ini. Tak lupa dengan lilitan kain tapis
khas Lampung serta penutup kepala untuk pria, kemudian siger serta perhiasan
berwarna emas untuk wanita.

Kebaya encim berwarna terang merupakan ciri khas baju Betawi untuk wanita.
Ditambah dengan kain batik dan sebagai bawahan maupun dililitkan ke bagian
pinggang setelan hitam pria.
Kebaya sunda memiliki warna yang terang seperti putih cerah, ungu, merah
maroon, dan sebagainya. Sedangkan pria menggunakan jas beludru sulam
benang emas.

Pakaian adat Pangsi dikenal dengan setelan jas pria dan kebaya putih terang
untuk wanita yang dipasangkan dengan bawahan batik. Tak lupa dengan
blankon dan mahkota.
Sementara itu, pakaian adat Kebaya Jawa Tengah didominasi warna cokelat dan
setelan hitan pada pria. Tak lupa dilengkapi dengan batik, jarik, surjan, dan
keris sebagai aksesoris.

Kesantrian terdiri dari kain batik yang dililitkan ke tubuh hingga bagian dada.
Dalam versi yang lebih tertutup, Kesantrian menggunakan kain beludru hitam
panjang dengan sulaman benang mas yang khas.

Tak lupa dengan berbagai aksesoris dan hiasan kepala. Pakaian adat ini
melambangkan keanggunan dan sifat berani.
Pesa’an sangat sederhana dan ringan dipakai. Berupa kaos merah putih untuk
pria dan kebaya merah dan kain putih untuk wanita.

Safari pada pakaian adat Bali untuk pria adalah jas berlengan pendek.
Umumnya berwarna netral seperti purih, krem, dan cokelat. Sedangkan kebaya
wanita warnya cerah dan terlihat manis dengan lilitan kain di pinggang.
Pakaian adat ini berbahan sutra dan satin yang lembut dengan tambahan kain
tenun khas Suku Sasak.

Kain tenun menjadi ciri khas pakaian adat ini. Ditambah dengan atasan
berwarna hitam dan putih, serta topi tilangga.
King Baba berarti pakaian untuk pria. Bentuknya seperti rompi dengan kain
khas yang terbuat dari kulit kayu kapuo dan dihias manik-manik indah berwarna
jingga dan merah. Sedangkan wnaita menggunakan King Bibinge dengan bahan
yang sama namun menutupi hingga bagian dada dan pundak.

Pakaian adat ini terbuat dari kulit kayu nyamu. Untuk wanita, Upak Nyamu
dihias dengan manik-manik cantik berwarna putih, merah, dan kuning.
Kain Sasirangan sebagai kain khas Kalsel dililitkan menjadi bawahan bagi pria.
Sementara bagian dada dikalungi dengan kalung bunga dan ditambah aksesoris
keris. Sedangkan wanita memakai kain yang terbalut hingga menutupi dada,
seperti gaun.

Kustin memiliki tampilan yang hampir sama dengan Upak Nyamu. Terbuat dari
kulit kayu yang dihias manik-manik.
Serat pisang yang dipintal hingga menjadi kain membentuk pakaian ini. Warna
dasarnya kuning, hijau, dan merah, ditambah penutuh kepala pada pria.

Pakaian mandar terdiri dari jas untuk pria dan baju lengan pendek untuk wanita
(biasanya berwarna hijau, ungu, putih, atau merah) dengan kain tenun senada
yang dililit di bagian bawah sebagai bawahan.
Pakaian Suku Kaili ini berbahan kain lembut yang dibentuk baju lengan
panjang. Kemudian ada hiasan di bagian dada berupa bordir berbentuk bunga
dan manik-manik cantik.

Tolaki identik dengan warna merah dan emas dengan atasan berbahan sutra atau
beludru serta bawahan berupa kain tenun.
Baju Bodo biasanya berbahan organza dengan potongan sederhana dan
berlengan pendek. Namun memiliki warna cerah mencolok, serta ada kalung
dan hiasan kepala sebagai aksesoris.

Pasangan baju Biliu dan Makuta sama-sama tertutup dengan balutan kain
lembut berwarna hijau, merah, kuning, atau jingga. Juga, ada aksen khas di
bagian dada serta mahkota dan penutup kepala.
Pakaian Cele memiliki motif garis-garis geometris yang biasa dipakai dengan
kain salele pada upacara adat. Warnanya didominasi merah dan putih.

Suku Tidore memakai pakaian ini yang dikenal mewah. Bentuknya seperti
rompi dengan warna merah hiasan sulaman benang emas yang glamor.
Rok rumbai berbahan tumbuhan alami sudah sangat mencirikan Baju Ewer.
Semakin terlihat menarik dengan hiasan kepala berwarna cokelas senada
dengan Ewer

Koteka yang merupakan rok berumbai terbuat dari serutan tanaman dan ada
pula yang menggunakan kulit kayu sebagai kain atasan.
Keragaman budaya di Indonesia ada karena faktor geografis sebagai negara
kepulauan. Keragaman terjadi juga karena letak Indonesia di jalur pelayaran
perdagangan dunia, sehingga interaksi dengan budaya bangsa lain menjad erat.
Indonesia terdiri dari kurang lebih 656 suku bangsa dengan bahasa lokal 300
macam.