Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH

ISU-ISU DAN MASALAH GLOBAL DALAM KAITANNYA


DENGAN PEMBELAJARAN IPS SD

Disusun Oleh :
1. Aini Purwanti
2. Alam Aliffai
3. Aris Aji Pangestu
4. Mila Septianingsih
5. Tri Puji Lestari

UNIVERSITAS TERBUKA UPBJJ-PALEMBANG


BELITANG
2020

i
KATA PENGANTAR

Segala puja dan puji bagi Allah yang telah menciptakan seru sekalian
alam, yang telah melimpahkan taufik serta hidayah-Nya kepada kita semua.
Shalawat serta salam semoga tetap terlimpah kepada Nabi besar kita Muhammad
SAW beserta para keluarga dan sahabat-sahabatnya yang telah mengorbankan
jiwa da raganya untuk kejayaan islam.
Kami menyadari sepenuhnya bahwa dalam makalah ini masih banyak
terdapat kesalahan dan kekurangan. Oleh karena itu, kepada pembaca dan
khususnya guru mata pelajaran agar bersedia memberikan kritik dan saran demi
kesempurnaan pembuatan makalah-makalah berikutnya.
Semoga karya kecil ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Aamiin. 

Belitang, April 2020

Penulis

ii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL......................................................................................... i

KATA PENGANTAR....................................................................................... ii

DAFTAR ISI...................................................................................................... iii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang..............................................................................................    1
B. Rumusan Masalah.........................................................................................  1
C. Tujuan........................................................................................................... 2

BAB II PEMBAHASAN  

A. Isu-Isu Global dalam Pembelajaran IPS SD................................................. 3


B. Masalah-Masalah Global dalam Pembelajaran IPS SD................................ 4

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan...................................................................................................  9
B. Saran.............................................................................................................  9

DAFTAR PUSTAKA........................................................................................ 10

iii
BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang
Pengajaran IPS bersumber dari masyarakat yang meliputi pertumbuhan,
perkembangan, dan kemajuan kehidupan termasuk segala aspek dengan
permasalahannya. Dengan demikian, pengajaran IPS tidak akan kehabisan
materi untuk dibahas dan dipermasalahkan. Materi tersebut bukan hanya apa
yang terjadi hari ini, melainkan juga yang telah terjadi pada masa lampau,
dan lebih jauh pada masa yang akan datang. Ditinjau dari lingkup
wilayahnya, meliputi apa yang terjadi setempat secara lokal, nasional,
regional sampai ke tingkat global. Hal tersebut jadi perhatian dan lahan
garapan pengajaran IPS.
Kemajuan IPTEK telah membantu kita manusia “melihat” pristiwa dan
permasalahan kehidupan yang secara fisik tidak ada dihadapan kita. Dengan
bantuan IPTEK itu juga, kita manusia mampu menganalisis, memprediksi,
dan meyakini pristiwa serta permasalahan diluar jangkauan pikiran yang
melekat pada diri masing-masing.
Oleh karena itu, kita selaku guru IPS harus memperhitungkan dan
mengatisipasinya. Janganlah anda puas dengan materi yang telah ada.
Katakanlah jenis pakaian, “celana jeans” yang semula merupakan pakaian
pengembala sapi(cowboy), para mekanik bengkel, dewasa ini telah menjadi
mode dimana-mana termasuk di Indonesia, kenyataan yang demikian itu
merupakan hal yang harus diperhatikan pada pembwelajaran IPS, khususnya
dalam membahas dan memberikan pengertian tentang globalisasi .

B. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah yang akan di bahas dalam makalah ini adalah :
1. Apa saja isu-isu global dalam pembelajaran IPS SD?
2. Apa saja masalah Global dalam Pembelajaran IPS SD?

1
C. TUJUAN
Adapun tujuan yang ingin di capai adalah:
1. Untuk mengetahui isu-isu global dalam pembelajaran IPS SD.
2. Mengetahui masalah global dalam pembelajaran IPS SD.

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Isu-Isu Global dalam Pembelajaran IPS SD


Telah kita sadari bahwa pengajaran IPS bersumber dari masyarakat
yang meliputi pertumbuhan, perkembangan, kemajuan kehidupan termasuk
segala aspek dengan permasalahannya. Dengan demikian, pengajaran IPS
tidak akan kehabisan materi untuk dibahas dan dipermasalahkan. Materi
tersebut bukan hanya apa yang terjadi hari ini, melainkan juga yang telah
terjadi masa yang lampau, dan lebih jauh pada masa yang akan datang.
Ditinjau dari lingkup wilayahnya meliputi apa yang terjadi setempat secara
local, nasional, regional sampai ke tingkat global. Hal tersebut menjadi
perhatian dan lahan garapan pengajaran IPS.
Perkembangan, perubahan dan kemajuan pengetahuan, kesadaran
perilaku, sikap dan pemikiran manusia saat ini akan berpengaruh terhadap
sikap perilaku dan tindakannya di hari-hari mendatang. Oleh karena itu
selaku guru IPS harus memperhitungkan dan mengantisipasinya.
Beberapa hal yang berkenaan dengan isu-isu global dalam
pembelajaran IPS diantaranya sebagai berikut :
1. Kemajuan dan pemanfaatan IPTEK dalam komunikasi transportasi;
multimedia, kamera dan pemotretan jarak jauh, teropong serta
penginderaan dari satelit, telah memperluas cakrawala pandang manusia
yang memperkaya materi pembelajar IPS
2. Kontak antarmanusia dan arus barang berita dan informasi baik secara
fisik langsung tanpa perantara, maupun tidak langsung melalui berbagai
media, memperluas cara pandang manusia mulai dari tingkat locak,
regional sampai ke tingkat global, untuk membina perspektif global dalam
diri manusia. Proses yang demikian itu merupakan salah satu tugas yang
harus diperhatikan pada pembelajaran IPS
3. Secara alamiah, baik kondisi alam fisik maupun social budaya manusia di
permukaan bumi, tersebar tidak merata dan beraneka ragam. Ketidak
merataan dan keanekaragaman SDA dan SDM ini menjadi dasar terjadinya

3
penjelajahan, kontak social, perdagangan serta kemajuan cara pandang
manusia terhadap kehidupan baik dalam konteks keruangan maupun dalam
perkembangan waktunya. Kenyataan yang demikian itu menjadi landasan
materi pada kajian pembelajaran IPS.
4. Perbedaan tingkat kemakmuran masyarakat, Negara-negara di permukaan
bumi, tidak terletak pada kaya miskinnya SDA setempat, melainkan lebih
ditentukan oleh kemampuan SDM-nya memanfaatkan SDA yang dimiliki
bagi kesejahteraan mereka masing-masing. Kenyataan yang demikian itu
menjadi landasan peningkatan kesadaran kita semua, khususnya kesadaran
guru IPS peningkatan kesadaran kita semua, khususnya kesadaran guru
IPS akan pentingnya pendidikan memperbaiki kualitas kemampuan
peserta didik sebagai masa yang akan datang.
5. Fenomena dan masalah kehidupan di permukaan bumi sebagai suatu
kenyataan, merupakan proses yang berkembang dalam ruang tertentu pada
perjalanan dari waktu ke waktu. Kenyataan yang demikian, merupakan
perpaduan jalinan antara factor ruang dengan factor waktu yang
mencirikan karakter aspek kehidupan tersebut. Factor waktu yang
mencirikan karekter aspek kehidupan tersebut. Fenomena itu merupakan
hal yang menarik bagi pembelajaran IPS.

B. Masalah-Masalah Global dalam Pembelajaran IPS SD


Berkenaan dengan masalah-masalah global, Merry M. Merryfield
(1997:8) antara lain mengemukakan penduduk dan keluarga berencana
(population and family planning), pembangunan (development), hak asasi
manusia bersama secara global (the global commons), lingkungan hidup dan
SDA (environment and natural resources), kelaparan dan bahan pangan
(hunger and food) , perdamaian dan keamanan (peace security) , prasangka
dan diskriminasi (prejudice and discrimination). masalah-masalah
diantaranya sebagai berikut :
1. Penduduk dan keluarga berencana
Masalah penduduk terletak pada tingkat kesejaheraan dan
kemakmuran yang rendah sebagai akibat adanya kesenjangan yang besar

4
antara pertumbuhan pertumbuhan serta jumlah penduduk yang terus
meningkat dengan pertumbuhan segala kebutuhan terbatas. Sedangkan
upaya-upaya yang dilakukan untuk menyeimbangkan dan
menanggulanginya yaitu progam keluarga berencana yang masih belum
berhasil.
2. Pembangunan
Masyarakat dan Negara-negara yang miskin yang seharusnya
melakukan pembangunan untuku mengentaskan diri dari kemiskinan,
justru tidak mampu melaksanakannya. Pembangunan sebagai rangkaian
kegiatan perencanaan, pengkajian, uji kelayakan, pengelolaan,
pelaksanaan, evaluasi memerlukan SDM yang handal, dana yang
mendukung, dan suasana yang kondusif. Dengan demikian pembangunan
yang seharusnya menjadi upaya pemecahan masalah, untuk bangsa-
bangsa yang terbelakang dan miskin, justru menjadi masalah. Dalam hal
ini SDM dengan kualitas kemampuannya, menjadi kunci utama.
3. Hak asasi Manusia
Mengapa yang melekat pada diri tiap orang itu menjadi masalah,
bahkan menjadi masalah global? Persoalannya terletak pada pelanggaran
yang terjadi dialami oleh orang-orang tertentu, baik sebagai individu
maupun sebagai kelompok oleh pihak-pihak tertentu yang memiliki
kekuasaan atau yang berkuasa. Oleh karena itu, kita masing-masinng
harus menyadari hak dan kewajiban dan memahami serta menghormati
hak dan kewajiban orang lain. Hal itu sebagai upaya untuk memberikan
pengertian dan kesadaran kepada peserta didik atas hak dan kewajibannya.
4. Migrasi
Migrasi sebgai suatu gerak suatu gerak penduduk yang menjadi
masalah global, yaitu emigrasi (perpindahan penduduk menuju Negara
lain yang akan menetap di Negara baru tersebut), imigrasi (perpindahan
penduduk dari suatu Negara ke dalam negeri tertentu yang diperkirakan
akan menetap di negeri terakhir), dan pengungsian (perpindahan
sekelompok penduduk dari suatu kawasan atau Negara ke kawasan atau
Negara lain, karena factor-faktor tertentu yang mendesak). Bahwa orang

5
atau orang-orang yang berpindah itu membawa masalah, masalah
ekonomi (lapangan kerja, kekurangan bahan pangan), masalah politik
(perang saudara, perbedaan ideology) masalah atau bencana alam (banjir,
kekeringan, wabah). Bagi kawasan atau Negara yang didatangi, menjadi
masalah karena berkaitan dengan pemenuhan segala kebutuhan para
pendatang, mulai dari tempat tinggal, pekerjaan, bahan pangan,
kriminalitas, dan kemungkinan wahab penyakit yang mereka bawa.
Masalah tersebut membawa dampak luas dalm berbagai aspek kehidupan
di antara dua belah pihak.oleh kiarena itu, pada tingkat makro, kenyataan
tersebut telah menjadi masalah global.
5. Kepemilikan bersama secara global
Tiap kawasan dengan kawasan lain, tiap Negara dengan Negara lain
yang ditetapkan sebagai batas wilayah (darat, perairan, dan udara). Namun
dalam konteks dunia (global), khususnya berkenaan dengan samudra dan
udara terbuka, merupakan milik seluruh manusia, yang dapat
dimanfaatkan oleh siapa saja. Pada kenyataannya, baik samudra luas
terbuka dan angkasa luar yang tidak bertuan itu, menjadi sengketa yang
dapat menimbulkan masalah besar. Oleh karena itu, hal-hal yang
sesungguhnya menjadi milik bersama umat manusia, tidak dapat diklam
oleh pihak manapun, harus diatur bersama secara global oleh hokum
international.
6. Lingkungan hidup dan sumber daya alam
Lingkungan hidup bagi manusia yaitu kesatuan ruang dengan semua
benda, daya keadaan dan mahluk hidup termasuk didalamnya mansia dan
perilakunya yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan
kesejahteraan manusia serta mahluk hidup lainnya (UURI No. 4/1982:3).
Sedangkan sumber daya menurut undang-undan republic Indonesia nomor
4 tahun 1982 itu adalah “unsur lingkungan hidup yang terdiri atas sumber
daya manusia, sumber daya alam hayati, sumber daya alam non hayati,
dan sumber daya buatan” . oleh karena itu benda atau fenomena yang
sama dapat kita sebut sebagai lingkungan dan dapat pula kita nyatakan
sebagai sumberdaya tergantung dari sudut pandang yang kita tetapkan.

6
Sebagai akibat meningkatnya jumlah penduduk manusia dengan
segala kebutuhannya, lingkungan sebagai sumber daya, secara alamiah
tidak dapat lagi menjamin kehidupan manusia tanpa penerapan dan
pemanfaatan IPTEK dalam merekayasa lingkungan sebagai sumber daya,
kesejahteraan umat manusia tidak dapat terjamin. Namun, penerapan dan
pemanfaatan IPTEK tersebut, bermata dua atau dilematis. Secara positif
mendatangkang rahmat dalam arti meningkatkan kesejahteraan manusia.
Namun membawa dampak negatif atau membawa laknat dalam bentuk
masalah lingkungan seperti pencemaran, kekeringan, banjir, tanah longsor
dan kenaikan suhu udara globa. Oleh karena itu, kita umat manusia harus
penuh kewaspadaan dalam menerapkandan memanfaatkan IPTEK.
7. Kelaparan dan bahan pangan
Kelaparan dan keterbatasan persediaan bahan pangan, merupakan
masalah yang tidak dapat dilepaskan dari kehidupan umat manusia, baik
local dan regional maupun global. Oleh karena itu peningkatan produksi
pangan, khususnya produksi pertanian bahan pangan menjadi tuntutan
untuk memenuhi kebutuhan pangan. Namun karena berbagai kendala
yang meliputi kendala social tidak meratanya kualitas kemampuan SDM,
kendala politik dan kekuasaan, panen kendala cuca (El Nino dan La Nina)
yang menyebabkan kegagalan panen, kesenjangan antara pertumbuhan
kebutuhan pangan dengan pertumbuhan persediaan bahannya tidak dapat
dihindarkan. Hal tersebut mengakibatkan kelaparan di berbagai kawasan
di dunia. Gejolak politik dan ekonomi global juga menjadi salah satu
penyebab yang mendasar kelaparan di berbagai belahan bumi tadi.
8. Perdamaian dan keamanan
Perdamaian dan keamanan adalah dua aspek social psikologis yang
sangat mendasar serta didambakan oleh tiap individu umat manusia.
Namun demikian, sangat sulit terealisasikan secara wajar dalam
kehidupan. Kerawanan-kerawanan terhadap perdamaian keamanan,
bermula dari pertentangan etnis ke pertentangan rasial, pertentangan
politik ke ekonomi, dari ambisi gengsi arogansi elit yang berkuasa tingkat

7
nasional ke tingkat regional sampai ke tingkat global yang meresahkan
perdamaian serta mengganggu keamanan global.
9. Prasangka dan diskriminasi
Masalah rpasangka dan diskriminasi, meliputi aspek-aspek etnis
(kesukuan), ras, kelas, jenis atau kelamin (gender), agama, ekonomi dan
politik. Secara ilmiah di alam raya termasuk di dalam biosfer tempat kita
hidup ini, perbedaan secara keanekaragaman merupakan hal wajar. Oleh
karena itu, kemajemukan tersebut harus kita terima, bahkan harus kita
syukuri. Namun demikian dalam kehidupan social, budaya, ekonomi, dan
politik menjadi sumber kersahan kesenjangan bahkan masalah. Dengan
dasar alas an perbedaan kepentingan, perbedaan serta keanekaragaman
menjadi benih berkembangnya prasangka antar etnis, antar ras, antar
agama; antar kelompok ekonomi dan antar kelompok politik. Hal inilah
yang menjadi wajib diwaspadai secara sungguh-sunggu oleh seluruh umat
manusia, terutama oleh kelompok elit yang tersebut harus mulai
ditanamkan sejak dini di tingkat sekolah dasar. Anak-anak di tingkat SD
inilah yang akan menjadi SDM masa yang akan datang yang idealnya
bersih dari sikap dan tindakan prasangka serta diskriminasi.

8
BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Berkenaan dengan isu dan masalah global yang berkaitan dengan
kepentingan nasional dalam pembelajaran SD sdapat disimpulkan sebagai
berikut:
1. Pertumbuhan penduduk dengan segala kebutuhan hidupnya menjadi factor
pendorong utama kemajuan dan penerapan IPTEK dalam berbagai bidang
kehidupan.
2. Kemajuan dan penerapan IPTEK elektrik-elektronik menghasilkan
multimedia, menajdi dasar terjadinya revolusi informasi dan masyarakat
global.
3. Kemajuan kondisi fisikal alamiah dan rasial serta kehidupan social
budaya, ekonomi dan politik di permukaan bumi, selain merupakan asset
kesejahteraan kehidupan global, juga menjadi factor terjadinya konflik
antar masyarakat di dunia.
4. Penerapan IPTEK dalam memanfaatkan sumber daya alam dan
lingkungan selain meningkatkan kesejahteraan hidup umat manusia juga
dapat menimbulkan masalah global.
5. Kewaspadaan terhadap dampak negatif dari proses globalisasi, merupakan
salah satu syarat penyelamatan kepentingan hidup Bangsa Indonesia dari
budaya global.

B. SARAN
Pemebelajaran IPS di tingkat SD secara terpadu harus mencakup aspek
tentang isu global. Fenomena dan isu dalam kehidupan dapat berkembang
menjadi masalah baru. Oleh karena itu sebagai guru IPS di tingkat SD dituntut
untuk memberikan pengertian dan pemahaman kepada siswa agar bisa mampu
menyerap informasi global, dengan mencermati masalah dan dampak negatif
yang terjadi.

9
DAFTAR PUSTAKA

Sapriya. 2014. Pendidikan IPS. Konsep dan Pembelajaran. Bandung. Rosda


Karya

Sumaatmadja, Nursid, dkk. 2012. Perspektif Global. Jakarta:Universitas Terbuka

Supardan Dadang. 2015. Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Perspektif


Filosofi dan Kurikulum. Jakarta. Bumi Aksara

10