Anda di halaman 1dari 7

LEMBAR KERJA SISWA (LKS) Nama : Alvin & Laras

Kelas : XI IPA 2

HUKUM HOOKE
(Susunan Pegas)

A. Tujuan Praktikum
1. Menentukan konstanta susunan pegas seri dan paralel
2. Membandingkan konstanta susunan pegas secara teori (rumus) dengan konstanta
susunan pegas secara praktikum

B. Alat dan Bahan


1. Dua buah pegas 4. Tiang statif
2. Roll 5. Pengait beban bercelah
3. Beban bercelah

C. Tinjauan Teoritis
Sifat elastisitas pada pegas banyak dimanfaatkan dalam peralatan yang digunakan
dalam kehidupan sehari-hari. Untuk memperoleh fungsi pegas sesuai kebutuhan, maka
beberapa pegas dapat dirangkai untuk digunakan secara bersamaan ( misalnya :
penggunaan pegas pada tiap roda mobil, susunan pegas pada roda belakan sepeda motor,
dan lain-lain ).
Susunan pegas untuk memenuhi kebutuhan diatas dapat dibedakan menjadi 2 jenis
susunan/ rangkaian sebagai berikut :
1) Susunan seri pegas
Yaitu susunan beberapa pegas secara memanjang.

K1

K2
M

Pada kedua pegas di atas yang disusun secara seri tersebut berlaku beberapa
persamaan berikut.

                                FT = F1 = F2 dimana FT = W

∆XT = ∆X1 + ∆X2

1 1 1
= +
KT K1 K2

2) Susunan paralel pegas


Yaitu susunan beberapa pegas secara berdampingan.

K1 K2

Pada kedua pegas di atas yang disusun secara seri tersebtu berlaku beberapa
persamaan berikut.

                                FT = F1 + F2 dimana FT = W

∆XT = ∆X1 = ∆X2

KT = K1 + K2

Dimana ;

FT = gaya total pada susunan pegas ( N )

F1 = gaya yang bekerja pada pegas 1 ( N )

F2 = gaya yang bekerja pada pegas 2 ( N )

KT = konstanta susunan pegas/ konstanta total (N/m)

K1 = konstanta pegas 1 (N/m)

K2 = konstanta pegas 2 (N/m)

∆XT = perubahan panjang susunan pegas/ perubahan panjang total (m)

∆X1 = perubahan panjang pegas 1 (m)

∆X2 = perubahan panjang pegas 2 (m)


D. Prosedur Kerja

NB : Pegas yang digunakan dalam percobaan ini adalah pegas yang telah ditentukan
konstantanya pada praktikum sebelumnya

 Susunan Seri Pegas


1. Rangkailah pegas-1 dan pegas-2 secara seri/ seperti gambar 1 ( lalu ukur dan catat
panjang awal susunan pegas ) sebagai Xo

     K1 K1

Xo

K2 Xt

K2

      Gambar 1 Gambar 2

2. Gantungkanlah beban m pada ujung bawah susunan seperti gambar 2, lalu ukurlah
panjang susunan pegas sebagai Xt
3. Lengkapilah data pengamatan berikut.

Panjang awal (Xo) = 32.4cm = 0.324m

No Beban Panjang Akhir Perubahan Konstanta Konstanta rata-rata


(Xt) panjang (∆X) susunan pegas seri (ks)
(k)
1 m1 = 50 0.475 m 0.151 m 3.24 N /m
2 m 2 = 70 0.541m 0.217 m 3.16 N /m
3 m3 = 100 0.652m 0.328 m 2.98 N /m 3.066 N /m
4 m4 = 120 0.715m 0.391 m 3 N /m
5 m 5 = 170 0.887m 0.563 m 2.95 N /m
 Susunan Paralel Pegas
1. Rangkailah pegas-1 dan pegas-2 secara seri/ seperti gambar 1 ( lalu ukur dan catat
panjang awal susunan pegas ) sebagai Xo

K1 K2 Xo

K1               K2 Xt

Gambar 1 Gambar 2

2. Gantungkanlah beban m pada ujung bawah susunan seperti gambar 2, lalu ukurlah
panjang susunan pegas sebagai Xt
3. Lengkapilah data pengamatan berikut.

Panjang awal (Xo) = 1.51 cm = 0.151 m

No Beban Panjang Akhir Perubahan Konstanta susuna Konstanta rata-


(Xt) panjang (∆X) pegas ( k ) rata paralel ( kp )
1 m1 = 50 0.178 m 0.027 m 18.14 N /m
2 m 2 = 70 0.198m 0.047 m 14.59 N /m
3 m3 = 100 0.22m 0.069 m 14.2 N /m 14.67N /m
4 m4 = 120 0.238 m 0.087 m 13.51N /m
5 m 5 = 170 0.28 m 0.129m 12.91N /m

E. Pengolahan Data
 Susunan Seri Pegas
1. m1 = 50 gr = 0.05 gr
∆X=Xt-Xo=0.475-0.324=0.151 m
K=………..

F=k∆X
m.g=k∆X
0,05.9,8=k.0,151
0,49=k.0,151
K=3.24N /m
2. m2 = 70 gr =0.07kg
∆X=Xt-Xo=0.541-0.324=0.217m
K=………..

F=k∆X
m.g=k∆X
0,07.9,8=k.0,217
0,686=k. 0,217
K=3.16N /m
3. m3 = 100 gr =0.1 kg
∆X=Xt-Xo=0.652-0.324=0.328m
K=………..

F=k∆X
m.g=k∆X
0.1.9,8=k.0,328
0,98=k. 0,328
K= 2.98N /m
4. m4 = 120 gr = 0.12 kg Kt = k1+k2+k3+k4+k5
∆X=Xt-Xo=0.715-0.324=0.391m
K=……….. Kt =3.24+3,16+2.98+ 3+2.95
Kt = 270.01
∆X=Xt-Xo=0.715-0.324=0.391m
K=……….. K rata-rata = Kt/5
=270.01/5 = 3.066N/m
F=k∆X
m.g=k∆X
0,12.9,8=k. 0,391
1,176=k. 0,391
K= 3N /m
5. m 5 = 170 gr = 0.17 kg
∆X=Xt-Xo=0.887-0.324= 0.563m
K=………..

F=k∆X
m.g=k∆X
0,17.9,8=k.0,563
1,666=k. 0,563
K= 2.95N /m

 Susunan Paralel Pegas


1. m1 = 50 gr = 0.05 gr
∆X=Xt-Xo=0.178-0.151=0.027 m
K=………..

F=k∆X
m.g=k∆X
0,05.9,8=k.0,027
0,49=k.0,027
K=18.14 N /m
2. m2 = 70 gr =0.07kg
∆X=Xt-Xo=0.198-0.151 =0.047m
K=………..

F=k∆X
m.g=k∆X
0,07.9,8=k.0, 047
0,686=k. 0,047
K=14.59 N /m
3. m3 = 100 gr =0.1 kg
∆X=Xt-Xo=0.22-0.151 =0.069m
K=………..

F=k∆X
m.g=k∆X
0.1.9,8=k.0, 069
0,98=k. 0, 069
K= 14.2 N /m
4. m4 = 120 gr = 0.12 kg krata-rata= k1+k2+k3+k4+k5=18.14 +14.59+14.2+13.51 +12.91
∆X=Xt-Xo=0.238-0.151 =0.087 m 5 5
K=……….. =73.35/5=14.67 N /m

F=k∆X
m.g=k∆X
0,12.9,8=k. 0, 087
1,176=k. 0, 087
K= 13.51N /m
5. m 5 = 170 gr = 0.17 kg
∆X=Xt-Xo=0.28-0.151 = 0.129m
K=………..

F=k∆X
m.g=k∆X
0,17.9,8=k.0,129
1,666=k. 0,129
K= 12.91N /m

F. Kesimpulan/ Pertanyaan
1. Bandingkanlah konstanta susunan pegas seri maupun paralel yang anda peroleh dari
data praktikum dan konstanta susunan seri maupun paralel yang anda peroleh dari hasil
perhitungan melalui persamaan.
Jawab :
Konstanta susunan Pegas Seri lebih kecil jumlahnya daripada konstanta susunan Pegas
Paralel Konstanta susunan pegas seri berjumlah 3.066 dan konstanta susunan pegas
paralel berjumlah 14,67.
2. Apakah konstanta susunan pegas seri maupun paralel sama/ berbeda secara teori
(perhitungan rumus) dengan konstanta yang anda peroleh dari hasil praktikum?
Mengapa? Jelaskan pendapat anda.

Jawab :

Konstanta susunan pegas seri maupun paralel berbeda secara teori karena dipengaruhi
oleh panjang pegas ketika disusun secara seri dan paralel serta ditambahkan dengan
massa benda yang digantungkan pada setiap susunan pegas baik yang seri maupun
paralel.