Anda di halaman 1dari 11

TUGAS KIMIA KLINIK

OLEH :

NAMA : DONIE RAMDHANINGSIH


PRODI : DIII ANALIS KSEHATAN
NIM : P07134018058
KELAS :B

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MATARAM
JURUSAN ANALIS KESEHATAN
PROGRAM STUDI DIII
2019/2020
SOAL UKOM KIMIA KLINIK

1. Seorang analis sedang melakukan pemeriksaan protein urine dengan metode didih bang.
Setelah dipanaskan terlihat kekeruhan pada urine yang diperiksa, lalu ditambahkan asam asetat
6% sebanyak 3 tetes, Apa tujuan dari penambahan asam asetat pada pemeriksaan tsb?
a. Menghilangkan lendir
b. Menghilangkan protein
c. Menghilangkan calcium pospat
d. Menghilangkan calcium carbonat
e. Menghilangkan mucin
Jawaban : E. Menghilangkan mucin

2. Seorang pasien laki-laki berusia 31 tahun menunjukkan permintaan dokter untuk dilakukan
pemeriksaan sperma terhadapnya. Setelah diberikan informasi yang benar tentang persiapan dan
pengumpulan sampel, 4 hari kemudian pasien datang pada jam 07.30 WIB dengan membawa
sampel sperma. Data wawancara didapatkan bahwa sampel di ambil jam 07.20 WIB, sikap apa
yang harus dilakukan oleh analis?
a. Memeriksa sampel secara lengkap dengan seksama dan mengeluarkan hasilnya
b. Memeriksa sebagian pemeriksaan dengan seksama dan mengeluarkan hasilnya
c. Meminta pasien untuk mengambil sampel keesokan harinya agar segera mengeluarkan
hasil
d. Meminta pasien untuk mengambil sampel 4 hari yang Akan datang agar segera
mengeluarkan hasil
e. Meminta pasien datang kapan saja setelah siap kembali agar hasil yang dikeluarkan
benar.
Jawaban : A.

3. Protein Bence Jones adalah imunoglobulin monoklonal dalam urine. Protein ini berlebihan
serum yang tidak dapat diabsorbsi seluruhnya oleh glomerulus ginjal sehingga keluar bersama
urine. Protein ini akan terlihat sebagai kekeruhan pada suhu antara 60-80°C. Metode apakah
yang digunakan untuk melakukan Penetapan protein tersebut?
a. Asam sulfosalisilat 20%
b. Reaksi didih bang
c. Osgood
d. Asam asetat
e. Eabach
Jawaban : C. Osgood
4. Seorang pasien laki-laki berusia 31 tahun menunjukkan permintaan dokter untuk dilakukan
pemeriksaan sperma terhadapnya. Setelah diberikan informasi yang benar tentang persiapan dan
pengumpulan sampel, 4 Hari kemudian pasien datang Pada jam 07.30 WIB dengan membawa
sampel sperma. Data wawancara didapatkan bahwa sampel di ambil jam 07.20 WIB. Sikap apa
yang harus dilakukan oleh analis?
a. Memeriksa sampel secara lengkap dengan seksama dan mengeluarkan hasilnya
b. Memeriksa sebagian pemeriksaan dengan seksama dan mengeluarkan hasilnya
c. Meminta pasien untuk mengambil sampel keesokan harinya agar segera mengeluarkan
hasil
d. Meminta pasien untuk mengambil sampel 4 Hari yang akan datang agar dapat segera
mengeluarkan hasil
e. Meminta pasien datang Kapan saja setelah siap kembali agar hasil yang dikeluarkan
benar
Jawaban : A.

5. Anda menerima Seorang pasien dengan surat permintaan pemeriksaan glukosa darah, nuchter,
dan kolesterol. Informasi apakah yang anda perlukan agar mendapatkan sampel yang tepat Untuk
pemeriksaan tersebut? Informasi yang diperlukan adalah memastikan pasien…..
a. Berpuasa
b. Sudah sarapan
c. Tidak minum Manis
d. Sudah makan Makanan berlemak
e. Tidak minum obat hipoglikemik
Jawaban : A. Berpuasa

6. Pada Saat melakukan pemeriksaan kadar kreatinin dan Memeriksa serum control, didapatkan
hasil out of control. Tindakan apa yang tepat dilakukan terhadap masalah tersebut?
a. Langsung mengeluarkan hasil, Karena yang tidak sesuai hasil control
b. Mengulang pemeriksaan sampel saja
c. Mengulang pemeriksaan dengan mengganti reagan
d. Mengulangi pemeriksaan control freshvial (control Baru)
e. Mengulangi pemeriksaan sampel bersama control baru
Jawaban : E. Mengulangi pemeriksaan sampel bersama control baru

7. Seorang analis kesehatan pada suatu laboratorium bertugas di bagian pengambilan sampel.
Tahap pengambilan sampel merupakan Salah Satu faktor yang mempengaruhi mutu hasil
pemeriksaan, oleh Karena itu perlu dilakukan dengan baik dan benar. Apa langkah yang tepat
dilakukan untuk menjamin ketepatan pasien?
a. Memastikan pasien bersedia diambil sampelnya
b. Memastikan identitas sesuai dengan identitas pada formulir
c. Memastikan kondisi pasien sesuai dengan pemeriksaan yang diminta
d. Memastikan pemeriksaan yang diminta sesuai dengan diagnosa
e. Memastikan pemeriksaan yang diminta sesuai dengan kemampuan laboratorium
Jawaban : D.

8. Jika kita Akan melakukan pengukuran menggunakan spektofotometer, kondisi Alat


merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi hasil pemeriksaan laboratorium. Apa langkah
tepat yang dilakukan sebelum menggunakan spektofotometer?
a. Memastikan status kalibrasi spektofotometer
b. Memastikan suru ruang sesuai untuk spektofotometer
c. Melihat catatan Pemakaian spektofotometer
d. Melihat lama waktu penggunaan spektofotometer
e. Melihat ketersediaan kuvet
Jawaban : A. Memastikan status kalibrasi spektofotometer

9. Centrifuge cairan otak, sediment yang terbentuk dibuat apusan, biarkan kering kemudian
warnai. Hitung monoknukleus dan polinukleus diantara 100 Sel leukosit. Cara mencentriuge
yang benar untuk mendapatkan Sel di atas adalah…
a. Kecepatan 1000-1500 rpm selama 10 menit
b. Kecepatan 1500-2000 rpm selama 5 menit
c. Kecepatan 1500-2000 rpm selama 10 menit
d. Kecepatan 1000-2000 rpm selama 10 menit
e. Kecepatan 1000-1500 rpm selama 5 menit
Jawaban : C. Kecepatan 1500-2000 rpm selama 10 menit

10. Pemeriksaan Gula darah menggunakan reaksi GOD-PAP. Dipipet 5mikro litter sampel dan
500 Mikro liter Reagen, inkubasi. Akan terbentuk warna merah muda lalu baca Pada 564 nm.
Warna merah muda yang terbentuk Pada reaksi diatas adalah warna dari…?
a. Asam glukonat
b. Aminiantipyrin
c. Quinoneimine
d. H202
e. Glukosa oksidase
Jawaban : C. Quinoneimine

11. Pengukuran aktifitas ENZIM SGOT dan SGPT dilakukan dengan teknik pengukuran
kinetik. Reaksi yang terjadi antara substrat dan enzim dibaca Pada Panjang gelombang 340 nm.
Hasil dari reaksi tersebut berupa…
a. Larutan berwarna merah muda
b. Larutan berwarna biru muda
c. Larutan berwarna ungu
d. Larutan berwarna kuning
e. Larutan tidak berwarna
Jawaban :

12. Seorang pasien wanita berkonsultasi Kepada dokter kandungan mengenai keterlambatan
menstruasi yang dialaminya. Kemudian dokter menganjurkan untuk melakukan pemeriksaan
laboratorium terhadap kehamilannya. Pasien disarankan untuk melakukan Tes kehamilan
berdasarkan adanya HCG dalam urine. Jenis sampel urine yang manakah yang paling baik untuk
pemeriksaan tersebut?
a. Urine pagi
b. Urine 24jam
c. Urine 3 gelas
d. Urine sewaktu
e. Urine postprandial
Jawaban : A. Urine pagi

13. Seorang analis melakukan pemeriksaan protein urine menggunakan sampel urine yang
jernih. Protein urine diuji dengan menggunakan asam sulfosalicyl. Untuk menguji adanya
kekeruhan, tabung diperiksa dengan cahaya berpantul dan latar Belakang yang Hitam. Hasil
pemeriksaan menunjukkan adanya kekeruhan yang jelas dan berkeping-keping. Bagaimana
interpretasi hasil Pada pemeriksaan protein urine tersebut?
a. Negatif -
b. Positif+
c. Positif ++
d. Positif +++
e. Positif ++++
Jawaban : C. Positif ++

14. Atas permintaan dokter, Seorang analis sedang melakukan pemeriksaan reduksi urine
dengan menggunakan Reagan Benedict. Dia mencampurkan 5 mL reagen Benedict dengan 8
tetes urine di dalam tabung reaksi, kemudian tabung itu dimasukkan ke dalam air mendidih
selama 5 menit dan dibaca hasilnya. Hasil pemeriksaan menunjukkan didapatkan warna kuning
Keruh pada urine. Berapakah kadar glukosa Pada hasil pemeriksaan reduksi urine tersebut?
a. 0 - 0,5 %
b. 0,5 -1 %
c. 1 - 1,5 %
d. 2 - 3,5 %
e. Lebih dari 3,5 %
Jawaban : C. 1 - 1,5 %
15. Untuk melakukan pemeriksaan mengenai adanya benda-benda keton di dalam urine, Metode
yang digunakan adalah Metode Rothera. Pemeriksaan dilakukan dengan cara 5 mL urine
dimasukkan ke dalam tabung reaksi. Tambahkan 1 gr reagan Rothera dan dikocok Sampai larut.
Langkah selanjutnya apakah yang harus ditambahkan pada pemeriksaan di atas?
a. Penambahan Natriumnitroprussid
b. Penambahan ammoniumsulfat
c. Penambahan Ammoniumhidroxida pekat
d. Penambahan ferrichlorida 10%
e. Penambahan ferrifosfat
Jawaban : C. Penambahan Ammoniumhidroxida pekat

16. Atas permintaan dokter Seorang analis melakukan pemeriksaan glukosa urin pasien yang
didiagnosa menderita diabetes melitus. Metode yang digunakan adalah Benedict. Hasil
pemeriksaan menunjukkan terjadi perubahan warna dari biru menjadi orange Pada urin.
Bagaimanakah interpretasi hasil Pada pemeriksaan glukosa urin di atas?
a. Negatif
b. Positif +
c. Positif ++
d. Positif +++
e. Positif ++++
Jawaban : D. Positif +++

17. Pada pemeriksaan protein urine dengan metode asam asetat. Hasil pemeriksaan didapatkan
urin sangat Keruh Dan kekeruhan bergumpal-gumpal. Untuk mendapatkan hasil yang pasti dari
pemeriksaan tersebut, apakah yang harus dilakukan oleh Seorang analis? Melanjutkan ke uji
kuantitatif dengan…
a. Metode esbach
b. Metode bang
c. Metode sulfosalisyl
d. Metode Bence jones
e. Metode Gerhardt
Jawaban : D. Metode Bence jones

18. Pada pemeriksaan glukosa urin, Seorang analis mereaksikan 2 bagian fehling A dengan 2
bagian fehling B Serta 1 bagian urin. Setelah dipanaskan sampel mendidih didapatkan hasil
terjadi perubahan warna dan dinyatakan hasil positif. Langkah selanjutnya yang harus dilakukan
untuk mendapatkan hasil semikuantitatif terhadap pemeriksaan di atas adalah melanjutkan
pemeriksaan glukosa urine…
a. Metode Benedict
b. Metode molish
c. Metode alpha naftol
d. Metode barfoed
e. Metode seliwanof
Jawaban : A. Metode Benedict

19. Dalam pemeriksaan bilirubin urin Seorang analis melakukannya dengan memasukkan 5mL
urin, kemudian dikocok Sampai homogen. Bagaimanakah langkah selanjutnya pada pemeriksaan
tersebut?
a. Melakukan penyaringan dan menetesi filtrat saringan dengan Reagan fouchet
b. Melakukan penyaringan dan langsung menetesi endapan dengan Reagen fouchet
c. Melakukan penyaringan dan menetesi endapan yang agak kering dengan Reagan douchet
d. Melakukan penyaringan dan menetesi filtrat saringan dengan Reagan yodium 1%
e. Melakukan penyaringan dan menetesi endapan dengan Reagan yodium 1%
Jawaban : B.

20. Pada pemeriksaan urobilinogen dengan sampel urin Segar, direaksikan 5 mL urine dengan
0,5 mL Reagan Erlich, kemudian dikocok dan dibiarkan selama 5 menit. Bagaimana jika sampel
urin tidak baru lagi untuk pemeriksaan di atas? Melakukan pemeriksaan urin tersebut dengan
metode…
a. Rothera
b. Schlesinger
c. Fauchet
d. Lange
e. Iodium 1%
Jawaban : B. Schlesinger

21. Untuk Memeriksa benda-benda keton di dalam urin, dicampurkan 10mL urin di dalam
tabung reaksi dengan 0,5 asam asetat glasial Dan 5 tetes larutan Natrium Nitroprussid kemudian
dikocok Sampai homogen. Apakah langkah berikutnya pada pemeriksaan di atas? Menambahkan
melalui dinding tabung sebanyak 3mL larutan …
a. Ammonia 10.%
b. Ammonium sulfat pekat
c. Ammoniumhiroksida pekat (28%)
d. Ferrichlorida 10%
e. Asam sulfat pekat
Jawaban : C. Ammoniumhiroksida pekat (28%)

22. Dalam pemeriksaan urobilin urin, dicampurkan 5 mL urin dengan beberapa tetes ammonia
10% Sampai bereaksi basa. Setelah itu ditambahkan 5 mL larutan zink asetat Jenuh, kemudian
dikocok Sampai homogen. Apa langkah selanjutnya yang dilakukan oleh analis? Melakukan
penyaringan larutan tersebut, kemudian…
a. Filtrat ditetesi dengan yodium 1%
b. Endapan ditetesi dengan yodium 1%
c. Filtrat +endapan ditetesi dengan yodium 1 %
d. Filtrat ditetesi dengan Reagan fouchet
e. Endapan ditetesi dengan yodium 1%
Jawaban : A. Filtrat ditetesi dengan yodium 1%

23. Seorang analis melakukan pemeriksaan sedimen urin, dengan mengocok urin di botol
Sampel Sampai homogen. Selanjutnya urin dimasukkan dalam tabung sentrifus sebanyak ¾
bagian. Disentrifus selama 5-10 menit dengan Kecepatan 1500 rpm. Supernatan dibuang sampai
habis, sedimen dikocok dengan sisa Supernatan Sampai homogen. Sedimen diteteskan pada
objek getas dan diamati dengan mikroskop perbesaran 10x dan 40x. Dari hasil yang diamati
didapatkan Sel epitel, Sel eritrosit, Kristal-kristal, Sel lekosit. Langkah selanjutnya adalah
melaporkan hasil:...
a. Benda yang Tampak di mikroskop perbesaran 10x dilaporkan per LPB
b. Benda yang Tampak di mikroskop perbesaran 40x dilaporkan per LPK
c. Sel epitel, Kristal-kristal dihitung per LPK
d. Sel lekosit, Sel eritrosit dihitung per LPK
e. Sel lekosit, Sel eritrosit dihitung per LPB
Jawaban : E. Sel lekosit, Sel eritrosit dihitung per LPB

24. Dalam melakukan pemeriksaan transudat dan eksudat, pemeriksaan meliputi pemeriksaan
makroskopis mikroskopis dan kimia, pada hasil pemeriksaan kimia yaitu pemeriksaan protein
didapatkan X gram protein per liter, langkah selanjutnya adalah membedakan transudat dan
eksudat dengan Melanjutkan ke percobaan…
a. Rivalta
b. Esbach
c. Bang
d. Asam sulfosalisilat
e. Asam asetat 6%
Jawaban : A. Rivalta

25. Jika diminta oleh dokter untuk membantu melakukan pengambilan cairan pleura, dengan
cara fungsi dan cairan tersebut Akan digunakan Untuk pemeriksaan transudat eksudat. Yang
Harus disediakan oleh analis untuk penampungan sampel tersebut adalah menyiapkan tabung
reaksi yang bersih dan steril sebanyak…
a. 1 buah
b. 2 buah
c. 3 buah
d. 4 buah
e. 5 buah
Jawaban : D. 4 buah

26. Pada pemeriksaan kimia untuk mengetahui adanya zat Lemak dalam eksudat yang
disebabkan dinding kapiler dapat ditembus oleh zat Lemak tersebut, hal ini sering dipertalikan
dengan Proses tuberculosis. Pemeriksaan dilakukan dengan membasakan bahan pemeriksaan
menggunakan NaOH 0,1 N. Apa langkah selanjutnya yang dilakukan oleh analis? Melakukan
ekstraksi dengan…
a. Eter
b. Ethanol 95%
c. Alkohol 70%
d. Chloroform l 90%
e. Asetonl 95%
Jawaban :

27. Dalam pemeriksaan kimia untuk mengetahui adanya zat Lemak dalam eksudat yang
disebabkan Karena dinding kapiler dapat ditembus oleh zat Lemak tersebut, hal ini sering
dipertalikan dengan Proses tuberculosis. Setelah digunakan ekstraksi didapatkan cairan Tetap
Keruh. Kemungkinan putihnya disebabkan oleh lecitin. Apa langkah selanjutnya yang dilakukan
oleh analis? Melakukan pengenceran bahan pemeriksaan 5 Kali dengan…
a. Alkohol 70%
b. Alkohol 90%
c. Ethanol 95%
d. Methanol 95%
e. Ethanol 70%
Jawaban :

28. Seorang analis melakukan pemeriksaan protein terhadap cairan otak, dengan cara 1 mL
Reagan pandy dimasukkan dalam tabung serologi, kemudian ditambahkan 1 tetes cairan otak
Tanpa sedimen. Untuk uji konfirmasi pemeriksaan di atas dilakukan pemeriksaan …
a. Test Nonne
b. Test esbach
c. Test rivalta
d. Test bang
e. Test asam asetat
Jawaban : A. Test Nonne

29. Untuk mendiagnosa meningitis tuberculosis, Seorang analis melakukan pemeriksaan kimia
dengan cara mengambil 2-3 mL cairan otak dan dimasukkan dalam tabung reaksi, kemudian
ditambahkan 15 mL HCl pekat Dan 2-3 tetes larutan formaldehida 2%. Dikocok dan dibiarkan
selama 5 menit. Apa langkah selanjutnya yang dilakukan oleh analis? Melakukan penambahan
beberapa ml larutan…
a. NaNO2 6%
b. NaNO2 0,6%
c. NaNO2 0,06%
d. NaNO2 0,006%
e. NaNO2 0,0006%
Jawaban : B. NaNO2 0,6%

30. Jika kita petugas di bagian pengambilan sampel, tahap pengambilan sampel merupakan
Salah Satu faktor yang mempengaruhi mutu hasil pemeriksaan, oleh Karna itu perlu dilakukan
dengan baik dan benar. Apa langkah yang tepat dilakukan untuk menjamin ketepatan pasien?
a. Memastikan pasien bersedia diambil sampelnya
b. Memastikan identitas pasien sesuai dengan identitas Pada formulir
c. Memastikan kondisi pasien sesuai dengan permintaan yang diminta
d. Memastikan pemeriksaan yang diminta sesuai dengan diagnosa
e. Memastikan pemeriksaan yang diminta sesuai dengan kemampuan laboratorium
Jawaban : D.

31. Menghitung morfologi spermatozoa. Teteskan 1 tetes sperma di kaca objek, buat sediaan
Hapus, Fiksasi lalu lakukan pewarnaan, keringkan dan periksa dengan mikroskop. Pewarnaan
yang digunakan Pada pemeriksaan tersebut adalah …
a. Giemsa
b. Metilen blue
c. Eosin
d. Gram
e. Tahan asam
Jawaban : A. Giemsa

32. Untuk mengetahui adanya globulin Pada cairan otak dengan cara menggunakan larutan
ammonium sulfat Jenuh sebanyak 1 mL, ditambahkan cairan otak dalam jumlah Sama. Diamati
timbulnya presipitasi berbentuk cincin putih batas kedua lapisan, yang menandakan hasil positif.
Test tersebut adalah test …
a. Nonne apelt
b. pandy
c. Rivalta
d. Wright
e. Giemsa
Jawaban : A. Nonne apelt