Anda di halaman 1dari 16

MODUL

PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN

Kelas 3
Semester 2
1|Page
KATA PENGANTAR
DAN
TUJUAN PEMBELAJARAN

Belajar bukan hanya sekedar untuk tahu, melainkan dengan belajar seseorang menjadi
tumbuh dan berubah. Tidak sekedar belajar lalu berubah, dan menjadi dekat dengan Allah sendiri.
Sebagaimana tertulis dalam Mazmur 119:73, Tangan-Mu telah menjadikan aku dan
membentuk aku, berilah aku “pengertian, supaya aku dapat belajar perintah-perintah-Mu.”
Tidak sekedar belajar lalu berubah, tetapi juga mengubah keadaan. Kurikulum di rancang agar
tahapan pembelajaran memungkinkan peserta didik berkembang dari proses penyerap
pengetahuan dan mengembangkan keterampilan hingga memekarkan sikap serta nilai-nilai luhur
kemanusiaan.
Pembelajaran agama diharapkan mampu menambah wawasan keagamaan, mengasah
keterampilan beragama, dan mewujudkan sikap beragama peserta didik yang utuh dan berimbang
yang mencakup hubungan manusisa dengan penciptanya, sesama manusia, dan dengan
lingkungannya. Untuk itu, pendidikan agama perlu diberi penekanan khusus terkait dengan
penanaman karakter dalam pembentukan budi pekerti yang luhur. Karakter yang ingin kita
tanamkan antara lain kejujuran, kedisplinan, cinta kebersihan, kasih sayang, semangat berbagi,
optimisme, cinta tanah air, kepenasaran intelektual, dan kreativitas.
Pembelajarannya dibagi dalam kegiatan-kegiatan keagamaan yang harus dilakukan peserta
didik dalam usaha memahami pengetahuan agamanya dan diaktualisasikan dalam tindakan nyata
dan sikap keseharian yang sesuai dengan tuntunan agamanya, baik dalam bentuk ritual maupun
ibadah sosial.
Peran guru sangat penting untuk meingkatkan dan menyesuaikan daya serap peserta didik
dengan ketersediaan kegiatan yang ada pada KBM. Penyesuaian ini antara lain dengan membuka
kesempatan luas bagi guru untuk berkreasi dan memperkaya dengan kegiatan-kegiatan lain yang
sesuai dan relevan, yang bersumber dari lingkungan alam, dan budaya sekitar.

2|Page
3|Page
DAFTAR ISI

PELAJARAN I AKU MENGASIHI SAUDARAKU


A. Pendahuluan
B. Pendalam Materi
C. Rangkuman
D. Doa
PELAJARAN II RUKUN DALAM KELUARGA
A. Pendahuluan
B. Pendalaman Materi
C. Rangkuman
D. Doa
PELAJARAN III AKU PEMBAWA DAMAI
A. Pendahuluan
B. Pendalaman Materi
C. Rangkuman
D. Doa
PELAJARAN IV ALLAH BERKUASA
A. Pendahuluan
B. Pendalaman Materi
C. Rangkuman
D. Doa
PELAJARAN V BUKTI ALLAH BERKUASA
A. Pendahuluan
B. Pendalaman Materi
C. Rangkuman
D. Doa
PELAJARAN VI MELESTARIKAN ALAM
A. Pendahuluan
B. Pendalaman Materi
C. Rangkuman
D. Doa

4|Page
PELAJARAN 1

AKU MENGASIHI SAUDARAKU

A. PENDAHULUAN

Tuhan Yesus berkata: “Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling


mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu. Tidak ada kasih yang lebih besar
dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya kepada sahabat-
sahabatnya (Yohanes 15:12-13)”. “barang siapa tidak mengasihi, ia tidak
mengenal Allah sebab Allah adalah kasih; Jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka
haruslah kita juga saling mengasihi (1 Yohanes 4: 8, 11). Sungguh sangat disayangkan bahwa
ada sekelompok orang tertentu yang membenci dan bermusuhan dengan orang lain hanya karena
agamanya berbeda, sukunya berbeda , kulitnya berbeda rambutnya berbeda dan kebiasaanya
berbeda. Perintah mengasihi dengan Kasih Agape. “Aku memberikan perintah baru kepada
kamu, yaitu supaya kamu SALING MENGASIHI, SAMA SEPERTI AKU TELAH
MENGASIHI KAMU demikian pula kamu harus saling mengasihi.” (Yohanes 13:34) “Saudara-
saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah dan
setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah. Barangsiapa tidak mengasihi,
ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.” (1 Yohanes 4:7-8).

B. PENDALAM MATERI

Kasih Agape adalah merupakan kasih dengan level yang tertinggi, di mana 
Allah yang adalah KASIH, bukan hanya  sebagai  sumber Kasih, tetapi 
mewujudkan KASIH-NYA secara langsung kepada manusia.  Arti Kasih Agape
adalah KASIH ALLAH KEPADA MANUSIA.bagaimanakah wujud kasih
Agape itu:
 Kasih Agape rela berkorban. “Inilah kasih itu : Bukan kita yang telah mengasihi Allah,
tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus anak-nya sebagai
pendamaian bagi dosa-dosa kita.” (1 Yohanes 4:10) “

5|Page
 Kasih Agape mengampuni tanpa batas. “Yesus berkata : “Ya Bapa, ampunilah mereka,
sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat…” (Lukas 23:34a), (Matius 18:21-22).
 Kasih Agape  tidak pernah pudar. “Dari jauh TUHAN menampakkan diri kepadanya :
Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-
Ku kepadamu.” (Yeremia 31:3)
C. RANGKUMAN

Untuk mengasihi dengan Kasih Agape. “Dan inilah perintah-Nya itu: supaya KITA
PERCAYA AKAN NAMA YESUS Kristus, anak-Nya dan SUPAYA KITA SALING
MENGASIHI sesuai dengan perintah yang diberikan Kristus kepada kita.” (1 Yohanes
3:23).“Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita. Jikalau seorang berkata: “Aku
mengasihi  Allah, “ dan ia membenci saudaranya  maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa
tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak
dilihatnya.”  (1 Yohanes 4:19-20)

D. DOA

Tuhan Yesus aku datang kepadamu saat ini sujud dan memohon supaya
aku dapat memiliki kasih agape seperti yang Tuhan mau supaya aku dapat
menunjukan kasih ini kepada saudara saudaraku baik yang tidak seiman atau
yang seiman dalam nama Tuhan Yesus .Amin

6|Page
PELAJARAN
II
RUKUN
DALAM
KELUARGA
A. PENDAHULUAN

Hidup rukun  adalah  hidup yang saling hormat menghormati dan saling


menyanyangi di antara sesama manusia. Hal yang paling utama dan terpenting
di dalam menjalin kerukunan antar keluarga adalah dengan membentuk satu
hubungan di dalam kelurga dengan menjalin keharmonisan, dengan saling
melengkapi, selalu saling menghargai dan juga saling memahami.sebagai contoh menghormati
orang tua, tidak bertengkar dengan saudara, bekerja sama membersihkan rumah, makan bersama,
berbagi cerita keseharian, berbagi tugas dalam segala hal dan lain sebagainya.
Mazmur 133 menggambarkan bahwa rumah tangga atau keluarga yang hidup dalam
kerukunan akan menjadi tujuan Tuhan mencurahkan berkat-berkat-Nya: “Sungguh, alangkah
baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun! ...Sebab ke sanalah
TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.” (Mazmur 133:1,3).

B. PENDALAMAN MATERI

Kerukunan digambarkan pertama dengan minyak (ayat 2). Dalam budaya


Yahudi, minyak lambang sukacita (Mzm. 23:5). Namun yang dibicarakan
dalam Mazmur 133 ini bukan sembarang minyak, tapi minyak yang khusus,
minyak yang di atas kepala yang meleleh ke janggut Harun. Minyak yang
bukan hanya mendatangkan sukacita, tetapi sesuatu yang berharga. Gambaran
kedua tentang kerukunan yaitu seperti embun (ayat 3a). “Embun Gunung Hermon” ini bicara
tentang salju dan uap air yang menjadikan daerah sekitarnya selalu hijau dengan pepohonan dan
tanaman yang subur dan indah.
Dari sana lelehan air dari salju mengalir menjadi sumber air yang tidak pernah surut bagi
Sungai Yordan dan sumber kehidupan Israel. Masyarakat di sana sangat bergantung pada
Gunung Hermon (dan Sungai Yordan). Kebergantungan ini menjadi semakin besar selama
musim kemarau. Jadi embun sangat berharga bagi orang Israel

7|Page
C. RANGKUMAN

Pemazmur mengajak setiap keluarga untuk hidup rukun karena seperti minyak yang
mendatangkan sukacita dan berharga, keluarga yang rukun menjadi sukacita bagi semua
anggotanya. Demikian juga gambaran embun yang menumbuhkan lingkungan sekitarnya, biarlah
melalui kerukunan di dalam keluarga kita, setiap orang yang dekat dengan kita dapat semakin
bertumbuh, makin mengasihi Tuhan dan juga menjadi berkat buat sesama.

D. DOA

Tuhan Yessus yang baik terimakasih Tuhan sudah tempatkan aku


dalam keluarga yang baik dan rukun serta keluarga yang takut akan Tuhan,
Tuhan biarlah aku semakin menjadi berkat bagi keluarga ku . Dalam nama
Tuhan Yesus Amin.

8|Page
PELAJARAN
III
AKU PEMBAWA DAMAI

A. PENDAHULUAN

Damai dimulai dari dalam hati kita. Tuhan Yesus datang ke dunia untuk
menjadikan dunia damai sejahtera.  Kata damai dalam bahasa Ibrani disebut
Shalom sedangkan dalam bahasa Yunani disebut Eirene. Namun kata Shalom
lebih sering dipakai dibandingkan kata Eirene. Mengapa demikian? Karena
eirene berarti sejathera secara lahiriah atau luar saja. Sedangkan shalom berarti sejahtera baik
dalam maupun luar (bukan lahiriah saja). Matius 5:9 : “Berbahagialah orang yang membawa
damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah

B. PENDALAMAN MATERI

Shalom pertama kali terdapat dalam kitab Kejadian 1 dan 2, yaitu ketika
manusia pertama yaitu Adam mempunyai relasi yang dekat dengan Allah,
manusia bahkan lingkungannya. Namun, shalom itu menjadi rusak, ketika
relasi manusia dengan Tuhan rusak (lihat Kejadian 3). Manusia yang pada
awalnya suka dengan kehadiran Tuhan, ketika dosa masuk dalam kehidupan manusia berubah
menjadi takut dengan kehadiran Tuhan. Lebih jauh lagi, relasi manusia  dengan sesama manusia
dan lingkungannya pun menjadi rusak. Dalam Yesaya 9 : 5, disebutkan Allah sendiri menjadi
Raja Damai. Dengan demikian, damai sejati itu datangnya dari Allah, sehingga di luar Allah
tidak mungkin tercipta kedamaian.
Menjadi anak yang suka damai itu tidak cukup, tetapi aktif menciptakan dan membawa
kedamaian (Peacemaker). Setiap anak Tuhan harusnya tidak boleh punya musuh. Tetapi  harus
menjadi pembawa damai. Sebagai contoh, dalam suatu komunitas, yang harus diserang bukan
orang yang membawa masalah tetapi masalahnya. Setiap anak Tuhan harus belajar dari Tuhan
yang membawa damai. Kedamaian sejati berasal dari Allah sendiri. Membawa damai juga bukan
berarti tolerir (mencari aman) tetapi harus terlibat menyelesaikan masalah.Setiap anak Tuhan

9|Page
sudah memiliki shalom dari Allah, sehingga karakter pembawa damai harus ada dalam
kehidupannya.
C. RANGKUMAN

Mencintai Yesus berarti mencintai kedamaian. Membawa kedamaian dimulai dengan


kerendahan hati – mengambil langkah untuk rekonsiliasi, baik anda bersalah maupun tidak.
Seperti dalam Roma 12:18 mengatakan, “Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu,
hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang!” Ketika kita membawa damai, Yesus dalam
ucapan bahagia ini mengatakan bahwa kita akan “disebut sebagai anak-anak Allah”. Dengan kata
lain, ketika kita membawa damai maka dunia akan melihat dan mengakui bahwa kita adalah
anak-anak Allah yang merefleksikan karakter Allah yang sejati.

D. DOA

“Tuhan Yesus yang baik berikan kekuatan kepadaku untuk


menjadi seorang anak yang senan tiasa membawa dama di manapun aku
berada . Dalam Nama Tuhan Yesus
Amin “

10 | P a g e
Pelajaran IV

Allah Berkuasa

A. PENDAHULUAN

Salah satu sifat atau atribut Allah adalah mahakuasa. Jika Allah tidak
mahakuasa, maka Dia bukan Allah karena berarti ada sesuatu selain Allah yang
membatasi kemampuan Allah untuk bertindak dan ini melawan konsep tentang
Allah. Alkitab berulangkali mengatakan bahwa Allah itu mahakuasa. Ia
mengatur segala hal di dalam ciptaan, pemeliharaan dan penebusan. Pengaturan-Nya
menunjukkan hikmat dan kuasa-Nya yang luar biasa sekaligus ketuhanan-Nya. Tidak ada satu
pihak pun yang dapat membuat-Nya frustrasi (2Taw. 20:6, Ayb. 23:13). Ia dapat menaklukkan
setiap pihak yang menentang-Nya. Ia melakukan berbagai perkara yang mustahil dan menjadikan
segala sesuatu bekerja bersama untuk kebaikan mereka yang mengasihi-Nya. Salah satu nama-
Nya adalah El-Shaddai - Allah Mahakuasa.

B. PENDALAMAN MATERI

Istilah 'mahakuasa' dapat mengacu kepada dua konsep di dalam Alkitab yang
berhubungan erat satu sama lain: 
Pertama, Allah dapat melakukan apapun yang dikehendaki-Nya
 Kedua, tidak ada sesuatu yang terlalu berat/sulit bagi Allah untuk dilakukan.
Dengan perkataan lain, segala sesuatu mungkin bagi-Nya. Allah dapat
memenuhi janji-janji-Nya kepada kita karena Dia dapat melakukan segalanya. Ketika Allah
berjanji untuk melakukan sesuatu yang kelihatannya mustahil, umat Allah seharusnya tidak
hanya yakin bahwa Firman Allah selalu benar tetapi juga bahwa Allah dapat melakukan segala
sesuatu. Kita tidak boleh membatasi pemikiran kita akan kuasa Allah hanya pada apa yang
dikerjakan atau pernah dikerjakan di dalam sejarah. Kemahakuasaan Allah melakukan bagi kita
apa yang tidak pernah mungkin kita lakukan sendiri. Tanpa kemahakuasaan-Nya, kita hanya
akan menjumpai kematian dan penghukuman kekal. Tetapi Allah membawa kehidupan

11 | P a g e
menggantikan kematian. Kebangkitan Kristus menjadi pertunjukan kuasa Allah. Jika Dia dapat
membangkitkan orang dari kematian, Dia dapat melakukan apapun, Dia Allah yang layak
dipercayai
C. RANGKUMAN

Alkitab menggunakan banyak perumpamaan untuk menggambarkan Allah dan karya-Nya


dalam hidup kita. Misalnya, Allah adalah “seorang gembala” (Mazmur 23:1; Yesaya 40:11),
“gunung batu” (Kejadian 49:24), “api yang menghanguskan” (Ulangan 4:24), dan “sumber air
yang hidup" (Yeremia 2:13). Namun, pada awal penciptaan, Allah digambarkan sebagai angin
yang dahsyat. Kejadian 1:2 mengatakan bahwa “Roh Allah melayang-layang di atas permukaan
air.” Kita tidak dapat melihat angin, tetapi kita dapat merasakan sejuknya semilir angin serta
menyaksikan kuatnya tornado yang mencabut pepohonan sampai ke akarnya dan menghancurkan
segala sesuatu yang menghalangi jalannya.
Perumpamaan angin menolong kita memahami kehadiran Allah yang tak terlihat, kehendak-
Nya yang berdaulat, kuasa-Nya yang dahsyat, dan cara-cara-Nya yang misterius. Perumpamaan
yang sama dipakai Yesus untuk menggambarkan kuasa Roh Allah yang bekerja mengubahkan
hidup kita: “Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak
tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang
lahir dari Roh”( Tuhan ) (Yohanes 3:8).

D. DOA

“Ya Bapa, terima kasih untuk kuasa dan kasih-Mu. Tolong aku bersandar
kepada-Mu hari demi hari.”Dalam nama Tuhan Yesus Amin “

12 | P a g e
PELAJARAN V

BUKTI ALLAH MAHA KUASA

A. PENDAHULUAN

Ketika Nabi Yehezkiel bertemu Allah, kepadanya ditunjukkan sesuatu


yang kelihatan seperti rupa manusia di takhta yang kelihatannya seperti permata
lazurit dan sinar yang mengelilinginya (Yehezkiel. 1:25-28). Yohanes melihat
sesuatu yang serupa: Seorang yang nampaknya bagaikan permata yaspis dan
permata sardis (Wahyu. 4:2-3). Ketika Allah menyatakan diri-Nya, Dia tidak hanya baik dan
berkuasa, tetapi juga indah. Ciptaan mencerminkan keindahan itu, sama seperti karya seni
merefleksikan senimannya. Seringkali, alam ciptaan lebih disembah daripada Allah (Roma.
1:25). Alangkah malangnya. Namun, kiranya laut yang sebening kristal dan makhluk-makhluk
laut yang berkilauan dapat mengarahkan kita kepada Pribadi di balik semua ciptaan itu, Allah
yang lebih berkuasa dan indah daripada segala sesuatu di dunia ini. Tujuan utama ciptaan adalah
mengungkapkan sesuatu dari sifat Allah (Rm. 1:20). Keajaiban Pulau Lord Howe membuka mata
saya untuk melihat sekilas kuasa dan keindahan-Nya.
B. PENDALAMAN MATERI

Roma 1:20 menyatakan bahwa alam semesta yang sangat kompleks


menunjukkan kehebatan Pribadi yang merancangnya dan merupakan bukti
keberadaan Allah. Bagian lain dari Kitab Suci yang menggambarkan
bagaimana alam semesta menunjukkan keberadaan Allah adalah Mazmur 19.
Terpikat dan terpesona akan kemegahan dan keindahan langit, Daud tanpa ragu
menyatakan bahwa Allah sungguh ada: “Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala
memberitakan pekerjaan tangan-Nya” (ay.2).
Semesta yang agung membuktikan kehadiran dan kuasa Penciptanya yang jauh lebih
agung. Daud merenungkan bagaimana Allah telah menyatakan diri-Nya kepada umat manusia
supaya kita dapat mengenal-Nya. Allah menyatakan diri-Nya melalui karya ciptaan-Nya (ay.1-7)

13 | P a g e
dan melalui Taurat-Nya (ay.8-12). Menanggapi pernyataan diri Allah itu Daud memohon agar ia
dimampukan untuk hidup dengan taat dan setia (ay.13-15)

C. RANGKUMAN

Pantai yang berpasir putih dan airnya sebening kristalgunung gunung nan hijau, binatang
dan tumbuh tumbuhan yang beranekaragam dan macamnya kita terpana oleh keindahannya. Di
sana, orang dapat dapat menikmati segala keindahan nya. Di laguna, kita menemukan terumbu
karang yang dipenuhi ikan berwarna jingga cerah dan ikan bergaris-garis kuning dan beraneka
ragam. Dan kalau kita mengingat dan melihat hidup kita samapai saat ini adalah bukti
kemahakuasaan Allah yang di tunjukan kepada kita sebagai anak anak Allah.

D. DOA

“Tuhan Yesus yang baik terima kasih buat segala karyamu dalam hidup ini, ajar
kami memahami segala bukti kemahakuasaan Mu dalam hidup ini, dalam nama
Tuhan Yesus ..amin”

14 | P a g e
PELAJARAN V

MELESTARIKAN ALAM

A. PENDAHULUAN

Kitab Suci menegaskan fakta bahwa Allah telah memberikan bumi ini
kepada umat manusia (Kej 1:28-30). Bumi ini harus kita kelola, tetapi
pengelolaannya harus dilakukan dengan penuh kasih sayang. Kita semua pasti
sangat mengagumi fauna ciptaan Allah: ayam hutan yang berkokok di seberang
ngarai, rusa jantan yang mengeluarkan bunyi tanda siap bertarung, sekawanan
burung terbang yang berkumpul di kejauhan, ikan ikan dilaut berkeriapan, induk berang-berang
yang bermain di sungai bersama anak-anaknya. Kita semua menikmati semua itu, karena
segalanya telah diberikan Allah kepada kita oleh kasih-Nya yang sangat besar.Karena segala
ciptaan Allah itu telah kita nikmati, kita pun mau memeliharanya dengan sebaik-baiknya.

B. PENDALAMAN MATERI

Allah memberikan perintah yang jelas mengenai bagaimana seharusnya


orang Israel merawat tanah yang diberikan-Nya kepada mereka (Keluaran
23:10-11; Imamat 25:1-7). Sebagaimana Allah memerintahkan umat-Nya untuk
beristirahat pada setiap hari ketujuh, tanah mereka juga harus memiliki tahun
istirahat (Imamat 25:5). “Enam tahunlah lamanya engkau menabur di tanahmu
dan mengumpulkan hasilnya, tetapi pada tahun ketujuh haruslah engkau membiarkannya dan
meninggalkannya begitu saja” (Keluaran 23:10-11).
Para ilmuwan modern telah mendukung praktik serupa, membiarkan lahan tidak ditanami
sama sekali secara berkala agar nutrisi dalam tanah itu terisi kembali dan kesuburannya
dipulihkan.Pencipta kita yang bijaksana peduli kepada setiap makhluk ciptaan-Nya, serta kepada
bumi yang Dia berikan kepada kita. Bagaimana kita dapat menjadi pengelola yang lebih baik
dari alam semesta ciptaan Allah

15 | P a g e
C. RANGKUMAN

Oleh karena itu Allah sesuai rencanaNya telah menciptakan segala sesuatu sesuai dengan
maksud dan fungsinya masing-masing. Jadi sikap eksploitasi terhadap alam merupakan bentuk
perusakan dan juga ketidakpatuhan kita terhadap Firman Allah  atau terhadap karya Allah yang
agung, padalah Allah sendiri telah memberikan contoh kepada kita bagaimana Tuhan 
memperlakukan ciptaanNya yaitu lingkungan hidup, bisa di baca di Mazmur 104: 13, 16-18 ini
menggambarkan ketakjuban pemazmur yang telah menyaksikan bagaimana Tuhan yang tidak
hanya menciptakan, tetapi juga memelihara ciptaanNya, yang menarik adalah bukan hanya
manusia yang menanti kasih dan berkat Allah, tetapi seluruh ciptaan atau lingkungan hidup.
Hal tersebut jelas menunjukkan bahwa bukan hanya manusia yang diberi kehidupan, tapi
juga ciptaan lainnya, hal itu terlihat bahwa betapa berharganya seluruh ciptaan di hadapan
Tuhan.

D. DOA
Bapa Surgawi, Engkau telah menempatkan kami di bumi ini untuk menikmati dan
mengagumi karya tangan-Mu yang menakjubkan. Kiranya segala sesuatu yang
telah Kau ciptakan mengingatkan kami pada kebaikan, kasih, dan pemeliharaan-
Mu.Dalam Nama Tuhan Yesus Amin

16 | P a g e