Anda di halaman 1dari 18

Rencana Strategis RSUD dr. P. P.

Magretti Periode 2017-2022

BAB III
PERMASALAHAN DAN ISU-ISU STRATEGIS

3.1. Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi


RSUD dr. P. P. Magretti memiliki tugas dan fungsi pelayanan yang berkaitan
dengan pelayanan Kesehatan secara langsung kepada masyarakat yang meliputi
kuratif, promotif dan rehabilitatf . Dalam penyelenggaraan tugas dan fungsinya,
RSUD dr. P. P. Magretti diperhadapkan dengan beberapa hambatan. Hambatan
atau permasalahan pelayanan RSUD dr. P. P. Magretti Kabupaten Maluku
Tenggara Barat untuk lima tahun ke depan antara lain dapat dilihat berikut.

Tabel 3.1
Pemetaan Permasalahan

N
Masalah Pokok Masalah Akar Masalah
o
1 Tenaga Dokter Masyarakat MTB membutuhkan Dokter Spesialis PNS
Spesialis dasar palayanan Dokter Spesialis dasar khusus Dokter Spesialis
belum ada secara terus-menerus. PNSD belum ada sehingga
tenaga organik RSUD dr. P. P. Magretti
masih bekerjasama
dengan Universitas Gajah
Mada dan KEMKES RI
untuk kehadiran dokter
Spesialis .
2 Pelayanan Banyak masyarakat penderita Dokter Spesialis mata
Kesehatan Mata sakit mata tidak dilayani oleh tidak ada
tidak berjalan dokter Spesialis mata.
maksimal.
3 Pelayanan dasar Banyak pasien mata yang punya Perawat mata tidak ada
Kesehatan Mata kebutuhan kaca harus keluar
tidak maskismal daerah untuk pemeriksaan terkait
kaca mata .
4 Pendamping RSUD dr. P. P. Magretti masih PNS yang ikut pendidikan
dokter Spesialis mengontrak tanaga bedah yang lanjut belum selesai
bedah tidak ada sudah purna bakti
5 Pelayanan Pelayanan Laboratorium masih Tidak adanya Dokter
Laboratorium bersifat dasar sehingga pelayanan Polotologi Klinik, Tenaga
tidak Maksimal tidak maksimal. Analis sangat kurang
6 Pengembangan Banyaknya Fasilitas Pendukung Lahan Rumah Sakit
Rumah sakit Pelayanan Kesehatan tidak terbatas
terhambat dibangun

III-1
Rencana Strategis RSUD dr. P. P. Magretti Periode 2017-2022

3.2. Telaahan Visi, Misi, dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah
Terpilih
Visi adalah suatu kondisi ideal yang diharapkan terwujud di masa
mendatang. Visi pembangunan untuk periode 2017-2022 sesungguhnya
merupakan kelanjutan dan pembaharuan dari visi dan misi pembangunan
periode 2012-2017 yang lalu. Adapun Visi pembangunan Maluku Tenggara Barat
tahun 2017-2022 seperti yang tertera dalam RPJMD 2017-2022 adalah:
Misi
“ Terwujudnya Kabupaten Maluku Tenggara Barat yang Cerdas, Sehat,
Berwibawa, dan Mandiri”

Penjabaran Visi di atas adalah sebagai berikut:


• Maluku Tenggara Barat Cerdas bermakna terbentuknya sumber daya
manusia yang memiliki kualitas unggul, berdaya saing, religius, profesional,
berkarakter kultur Kidabela-Keselibur.
• Maluku Tenggara Barat Sehat bermakna terbentuknya derajat kesehatan
jasmani dan rohani masyarakat sehingga dapat mencapai produktivitas yang
tinggi untuk peningkatan kesejahteraannya.
• Maluku Tenggara Barat Berwibawa bermakna terwujudnya kondisi
kesejahteraan sosial, kehidupan spiritual dan kultural yang mampu
meningkatkan harga diri, wibawa dan penghargaan pihak lain terhadap
eksistensi Kabupaten Maluku Tenggara Barat, baik dalam hubungan
antardaerah di Provinsi Maluku, nasional dan bahkan hubungan internasional
berlandaskan ikatan budaya Duan Lolat.
• Maluku Tenggara Barat Mandiri bermakna suatu kondisi kehidupan
masyarakat Maluku Tenggara Barat yang dapat mendayagunakan seluruh
aset, potensi, dan kemampuan yang dimiliki secara optimal untuk
meningkatkan kualitas hidup secara layak, bebas dan sejahtera.

Dalam upaya mewujudkan visi pembangunan tersebut, maka dirumuskan 6


(enam) misi pembangunan Maluku Tenggara Barat tahun 2017-2022. Misi
disusun dalam rangka mengimplementasikan langkah-langkah yang akan
dilakukan dalam mewujudkan visi. Keenam misi tersebut yaitu sebagai berikut :

III-2
Rencana Strategis RSUD dr. P. P. Magretti Periode 2017-2022

1. Membentuk sumber daya manusia yang cerdas, bermartabat dan unggul;


2. Membentuk sumber daya manusia yang sehat jasmani dan rohani;
3. Mengembangkan perikehidupan rakyat yang religius, toleran, berkarakter
dan bermartabat sebagai modal sosial guna mendorong akselerasi
pembangunan;
4. Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang berkarakter melayani, responsif
dan akuntabel;
5. Meningkatkan taraf hidup kesejahteraan masyarakat dan menekan angka
kemiskinan;
6. Meningkatkan kuantitas dan kualitas sarana infrastruktur.

Tabel 3.2.
Keterkaitan Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran Misi Pembangunan
Kabupaten Maluku Tenggara Barat Tahun 2017-2022

Visi : "Terwujudnya Kabupaten Maluku Tenggara Barat yang Cerdas, Sehat,


Berwibawa, dan Mandiri"
Misi Tujuan Sasaran
Membentuk sumber daya Meningkatkan aksesibilitas Meningkatnya kualitas
manusia yang cerdas, pendidikan yang berkualitas, pendidikan yang inklusif
bermanfaat dan unggul merata dan terjangkau untuk semua
Membentuk sumber daya Meningkatkan aksesibilitas Meningkatnya kualitas
manusia yang sehat layanan kesehatan yang kesehatan seluruh
jasmani dan rohani berkualitas, merata dan masyarakat semua usia
terjangkau
Mengembangkan Meningkatkan kualitas Meningkatnya
perikehidupan rakyat yang implementasi norma agama kerukunan hidup antar-
religius, toleran, dan tata nilai adat budaya suku serta antar dan
berkarakter dan lokal dalam kehidupan inter-umat beragama
bermartabat sebagai modal bermasyarakat Meningkatnya
sosial guna mendorong internalisasi nilai adat
akselerasi pembangunan dan budaya lokal
Meningkatnya peran
serta masyarakat dalam
mendorong
pembangunan desa
Meningkatkan pendayagunaan Meningkatnya
potensi pariwisata daerah kunjungan wisatawan
secara profesional dan
berkelanjutan yang bersinergi
dengan adat, budaya dan
kearifan lokal masyarakat
Mewujudkan tata kelola Meningkatkan tata kelola Meningkatnya kualitas
pemerintahan yang pemerintahan yang baik dan akuntabilitas kinerja
berkarakter melayani, bersih serta kualitas Pemerintah Daerah
responsif dan akuntabel pelayanan publik Meningkatnya kualitas

III-3
Rencana Strategis RSUD dr. P. P. Magretti Periode 2017-2022

Visi : "Terwujudnya Kabupaten Maluku Tenggara Barat yang Cerdas, Sehat,


Berwibawa, dan Mandiri"
Misi Tujuan Sasaran
  pengelolaan keuangan
Pemerintah Daerah
Meningkatnya kualitas
pelayanan publik
Meningkatkan taraf hidup Meningkatkan pertumbuhan Meningkatnya
kesejahteraan masyarakat ekonomi yang inklusif dengan pertumbuhan ekonomi
dan menekan angka pendayagunaan sektor Menurunnya
kemiskinan unggulan daerah secara kemiskinan
berkelanjutan Menurunnya
pengangguran
Terjaganya kualitas
lingkungan hidup
Meningkatkan kuantitas Meningkatkan pembangunan Meningkatnya
dan kualitas sarana infrastruktur yang andal dan ketersediaan
infrastruktur merata infrastruktur terutama
di perdesaan untuk
mengurangi
kesenjangan
antarwilayah

Renstra sebagai salah satu dokumen perencanaan jangka menengah perangkat


daerah, maka dalam penyusunannya harus berpedoman pada Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Untuk itu, penyusunan
Renstra RSUD dr. P. P, Magretti juga mengacu pada RPJMD agar program
kegiatan yang dilakukan RSUD dr. P. P, Magretti selaras dengan tujuan
pembangunan RPJMD. Berdasarkan urusan dan kewenangan yang dimiliki,
dalam rangka pencapaian misi Pemerintah Daerah Maluku Tenggara Barat,
RSUD dr. P. P, Magretti berkontribusi untuk mewujudkan misi yang ada dalam
RPJMD, yaitu pada misi ke-2 (kedua) yakni “Maluku Tenggara Barat Sehat
bermakna terbentuknya derajat kesehatan jasmani dan rohani masyarakat
sehingga dapat mencapai produktivitas yang tinggi untuk peningkatan
kesejahteraannya.”. Peran RSUD dr. P. P, Magretti Saumlaki dalam
mewujudkan visi pembangunan daerah melalui misi ini antara lain data dilihat
dengan indikator kinerja: Meningkatkan aksesibilitas layanan kesehatan yang
berkualitas, merata dan terjangkau aik, dapat dimanfaatkan dalam
pembangunan sesuai isu strategis, dan tersedia bagi masyarakat setiap warga
yang membutuhkan. Ketersediaan pelayanan Kesehatan juga tidak terlepas
dari kemudahan akses masyarakat terhadap fasilitas pelayanan Kesehatan,

III-4
Rencana Strategis RSUD dr. P. P. Magretti Periode 2017-2022

misalnya tersedianya pelayanan kesehatan spesialistik yang lengkap di


Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Penyaediaan sarana-prasarana Kesehatan
harus disesuaikan dengan kebutuhan riil masyarakat, berdasarkan kebutuhan
pelayanan yang tepat dan akurat, serta harus memenuhi standar yang berlaku.
Penyusunan dokumen evaluasi kinerja RSUD dr. P.P. Magretti Saumlaki
seperti LAKIP, disusun sesuai kondisi sebenarnya yang mencerminkan kinerja
RSUD dr. P.P. Magretti Saumlaki tiap tahunnya. Penyusunan dokumen
statistik terkait informasi pembangunan maupun informasi umum mengenai
kondisi ekonomi, sosial, budaya yang dilakukan tiap tahun. Ketersediaan
sistem informasi manajemen dan monitoring target kinerja dengan hasil
kinerja yang telah dicapai oleh RSUD dr. P.P. Magretti Saumlaki . Kemudahan
akses publik atas informasi pelayanan maupun kebijakannya.
Berdasarkan uraian peran RSUD dr. P.P. Magretti Saumlaki terkait dengan
visi dan misi pembangunan daerah di atas, maka terdapat beberapa
permasalahan yang dapat menghambat pelayanan RSUD dr. P.P. Magretti
Saumlaki dalam mencapai visi misi tersebut. Beberapa permasalahan tersebut
antara lain seperti: SDM yang kurang memadai, kemudahan akses/keterbukaan
data dan informasi pembangunan kepada masyarakat masih rendah, dan peran
serta stakeholders dalam proses perencanaan pembangunan bottom-up juga
masih rendah. Sehingga hal tersebut perlu diperhatikan dan diperbaiki agar tidak
menjadi penghambat pelayanan RSUD dr. P.P. Magretti Saumlaki dalam rangka
melayani msyarakat dan menjadi instansi pemerintah yang akuntabel.

3.3 Telaahan Renstra K/L dan Renstra Dinas Kesehatan Provinsi Maluku
3.3.1. Renstra Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
a) Visi
Visi Kementerian Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Tahun 2015-
2019 yaitu:
“Menjadi Lembaga yang memberikan pelayanan secara baik dan
akuntabel”

III-5
Rencana Strategis RSUD dr. P. P. Magretti Periode 2017-2022

b) Misi
Misi Kementerian PPN/Bappenas tahun 2015-2019 sebagai berikut:
1. Merumuskan dan menetapkan kebijakan perencanaan, penganggaran,
regulasi, dan kelembagaan dalam pembangunan nasional yang selaras
(antardaerah, antarruang, antarwaktu, antarfungsi pemerintah, maupun
antara pusat dan daerah);
2. Melakukan pengendalian pelaksanaan perencanaan terhadap program
dan kegiatan untuk mempercepat pelaksanaan pembangunan yang
dilaksanakan oleh Kementerian/Lembaga/Daerah sesuai dengan strategi
dan kebijakan pembangunan nasional;
3. Melaksanakan tata kelola kelembagaan pemerintahan yang baik dan
bersih di Kementerian PPN/Bappenas.

c) Tujuan
Untuk mewujudkan visi dan melaksanakan misi, Kementerian PPN/Bappenas
menetapkan 2 (dua) tujuan yang akan dicapai pada periode tahun 2015-2019,
yaitu:
1. Mewujudkan perencanaan pembangunan nasional yang berkualitas,
sinergis, dan kredibel;
2. Mewujudkan tata kelola kelembagaan pemerintahan yang baik dan bersih
di Kementerian PPN/Bappenas.

d) Sasaran
Untuk mewujudkan visi dan melaksanakan misi, Kementerian PPN/Bappenas
menetapkan 2 (dua) tujuan yang akan dicapai pada periode tahun 2015-2019,
yaitu:
1. Terlaksananya rencana pembangunan nasional yang diukur dari: 1) %
keselarasan rencana pembangunan nasional denganrencana kerja K/L dan
Daerah; 2) Rancangan Perpres RKP; dan 3) % rekomendasi pemantauan,
evaluasi, dan pengendalian yang ditindaklanjuti K/L;
2. Meningkatnya kualitas tata kelola pemerintahan di Kementerian
PPN/Bappenas yang diukur dari tingkat kualitas tata kelola pemerintahan
Kementerian PPN/Bappenas.

III-6
Rencana Strategis RSUD dr. P. P. Magretti Periode 2017-2022

e. Arah Kebijakan dan Strategi


Arah kebijakan dan strategi Kementerian Kesehatan didasarkan pada arah
kebijakan dan strategi nasional sebagaimana tercantum di dalam Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019. Untuk
menjamin dan mendukung pelaksanaan berbagai upaya kesehatan yang efektif
dan eÀ sien maka yang dianggap prioritas dan mempunyai daya ungkit besar
di dalam pencapaian hasil pembangunan kesehatan, dilakukan upaya secara
terintegrasi dalam fokus dan lokus dan fokus kegiatan, kesehatan,
pembangunan kesehatan.
1. Penguatan Pelayanan Kesehatan Primer (Primary Health Care)Puskesmas
mempunyai fungsi sebagai pembina kesehatan wilayah melalui 4 jenis
upaya yaitu:a. Meningkatkan dan memberdayakan masyarakat.b.
Melaksanakan Upaya Kesehatan Masyarakat.c. Melaksanakan Upaya
Kesehatan Perorangan.d. Memantau dan mendorong pembangunan
berwawasan kesehatan.Untuk penguatan ke tiga fungsi tersebut, perlu
dilakukan Revitalisasi Puskesmas, dengan fokus pada 5 hal, yaitu: 1)
peningkatan SDM; 2) peningkatan kemampuan teknis dan manajemen
Puskesmas; 3) peningkatan pembiayaan; 4) peningkatan Sistem Informasi
Puskesmas (SIP); dan 5) pelaksanaan akreditasi Puskesmas.Peningkatan
sumber daya manusia di Puskesmas diutamakan untuk ketersediaan 5
jenis tenaga kesehatan yaitu: tenaga kesehatan masyarakat, kesehatan
lingkungan, tenaga gizi, tenaga kefarmasian dan analis kesehatan. Upaya
untuk mendorong tercapainya target pembangunan kesehatan nasional,
terutama melalui penguatan layanan kesehatan primer, Kementerian
Kesehatan mengembangkan program Nusantara Sehat. Program ini
menempatkan tenaga kesehatan di tingkat layanan kesehatan primer
dengan metode team-based. Kemampuan manajemen Puskesmas
diarahkan untuk meningkatkan mutu sistem informasi kesehatan, mutu
perencanaan di tingkat Puskesmas dan kemampuan teknis untuk
pelaksanaan deteksi dini masalah kesehatan, pemberdayaan masyarakat,
dan pemantauan kualitas kesehatan lingkungan. Pembiayaan Puskesmas
diarahkan untuk memperkuat pelaksanaan promotif dan preventif secara

III-7
Rencana Strategis RSUD dr. P. P. Magretti Periode 2017-2022

efektif dan efisien dengan memaksimalkan sumber pembiayaan


Puskesmas. Pengembangan sistem informasi kesehatan di Puskesmas
diarahkan untuk mendapatkan data dan informasi masalah kesehatan dan
capaian pembangunan kesehatan yang dilakukan secara tepat waktu dan
akurat. Pelaksanaan akreditasi Puskesmas dimaksudkan untuk
meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dan difokuskan pada daerah
yang menjadi prioritas pembangunan kesehatan.2. Penerapan Pendekatan
Keberlanjutan Pelayanan (Continuum Of Care). Pendekatan ini
dilaksanakan melalui peningkatan cakupan, mutu, dan keberlangsungan
upaya pencegahan penyakit dan pelayanan kesehatan ibu, bayi, balita,
remaja, usia kerja dan usia lanjut. 3. Intervensi Berbasis Risiko Kesehatan.
Program-program khusus untuk menangani permasalahan kesehatan pada
bayi, balita dan lansia, ibu hamil, pengungsi, dan keluarga miskin,
kelompok-kelompok berisiko, serta masyarakat di daerah terpencil,
perbatasan, kepulauan, dan daerah bermasalah kesehatan. Untuk
mencapai tujuan Kementerian Kesehatan maka ditetapkan strategi
Kemenkes yang disusun, Strategi Kemenkes disusun sebagai jalinan
strategi dan tahapan-tahapan pencapaian tujuan Kementerian Kesehatan
baik yang tertuang dalam tujuan 1 (T1) maupun tujuan 2 (T2). Tujuan
Kemenkes diarahkan dalam rangka pencapaian visi misi Presiden. Untuk
mewujudkan kedua tujuan tersebut Kementerian Kesehatan perlu
memastikan bahwa terdapat dua belas sasaran strategis yang harus
diwujudkan sebagai arah dan prioritas strategis dalam lima tahun
mendatang. Ke dua belas sasaran strategis tersebut membentuk suatu
hipotesis jalinan sebab-akibat untuk mewujudkan tercapainya T1 dan T2.
Kementerian Kesehatan menetapkan dua belas sasaran strategis yang
dikelompokkan menjadi tiga, yaitu kelompok sasaran strategis pada aspek
input (organisasi, sumber daya manusia, dan manajemen); kelompok
sasaran strategis pada aspek penguatan kelembagaan; dan kelompok
sasaran strategic pada aspek upaya strategic.• Kelompok sasaran strategis
pada aspek input:1. Meningkatkan Tata kelola Pemerintah yang Baik dan
Bersih Strategi untuk meningkatkan tata kelola pemerintah yang baik dan
bersih meliputi:a. Mendorong pengelolaan keuangan yang efektif, eÀ sien,

III-8
Rencana Strategis RSUD dr. P. P. Magretti Periode 2017-2022

ekonomis dan ketatatan pada peraturan perundang-undangan.b.


Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dengan memperhatikan rasa
keadilan dan kepatutan.c. Mewujudkan pengawasan yang bermutu untuk
menghasilkan Laporan Hasil Pengawasan (LHP) sesuai dengan kebutuhan
pemangku kepentingan.
2. Mewujudkan tata kelola manajemen Inspektorat Jenderal yang transparan
dan akuntabel.2. Meningkatkan Kompetensi dan Kinerja Aparatur
Kementerian Kesehatan Strategi ini akan dilakukan melalui berbagai upaya
antara lain:a. Menyusun standar kompetensi jabatan struktural untuk
semua eselon.b. Mengembangkan sistem kaderisasi secara terbuka di
internal Kementerian Kesehatan, misalnya dengan lelang jabatan untuk
Eselon 1 dan 2.3. Meningkatkan Sistem Informasi Kesehatan Integrasi
Strategi ini akan dilakukan melalui berbagai upaya antara lain:a.
Mengembangkan “real time monitoring” untuk seluruh Indikator Kinerja
Program (IKP) dan Indikator Kinerja Kegiatan (IKK) Kementerian
Kesehatan.b. Meningkatkan kemampuan SDM pengelola informasi di
tingkat kab/kota dan provinsi, sehingga proÀ l kesehatan bisa terbit T+4
bulan, atau bisa terbit setiap bulan April. Strategi selanjutnya adalah
proses strategis internal Kementerian Kesehatan harus dikelola secara
excellent yakni Meningkatnya Sinergisitas antar K/L, Pusat dan Daerah
(SS6), Meningkatnya Kemitraan Dalam Negeri dan Luar Negeri (SS7),
Meningkatnya;
3. Integrasi Perencanaan, Bimbingan Teknis dan Monitoring Evaluasi (SS8),
dan Meningkatnya Efektivitas Litbangkes (SS9).• Kelompok sasaran
strategis pada aspek penguatan kelembagaan:4. Meningkatkan
Sinergitas Antar Kementerian/Lembaga Strategi ini akan dilakukan
melalui berbagai upaya antara lain:a. Menyusun rencana aksi nasional
program prioritas pembangunan kesehatan.b. Membuat forum komunikasi
untuk menjamin sinergi antar Kementerian/Lembaga (K/L).5.
Meningkatkan Daya Guna Kemitraan (Dalam dan Luar Negeri) Strategi ini
akan dilakukan melalui berbagai upaya antara lain:a. Menyusun roadmap
kerja sama dalam dan luar negeri.b. Membuat aturan kerja sama yang
mengisi roadmap yang sudah disusun.c. Membuat forum komunikasi antar

III-9
Rencana Strategis RSUD dr. P. P. Magretti Periode 2017-2022

stakeholders untuk mengetahui efektivitas kemitraan baik dengan institusi


dalam maupun luar negeri.6. Meningkatkan Integrasi Perencanaan,
Bimbingan Teknis dan Pemantauan Evaluasi Strategi ini akan dilakukan
melalui berbagai upaya antara lain:a. Penetapan fokus dan lokus
pembangunan kesehatan.
4. Penyediaan kebijakan teknis integrasi perencanaan dan Monitoring dan
Evaluasi terpadu.c. Peningkatan kompetensi perencana dan pengevaluasi
Pusat dan Daerah.d. Pendampingan perencanaan kesehatan di daerah.e.
Peningkatan kualitas dan pemanfaatan hasil Monitoring dan Evaluasi
terpadu.7. Meningkatkan Efektivitas Penelitian dan Pengembangan
Kesehatan Strategi ini akan dilakukan melalui berbagai upaya antara lain:a.
Memperluas kerja sama penelitian dalam lingkup nasional dan
international yang melibatkan Kementerian/Lembaga lain, perguruan
tinggi dan pemerintah daerah dengan perjanjian kerjasama yang saling
menguntungkan dan percepatan proses alih teknologi. b. Menguatkan
jejaring penelitian dan jejaring laboratorium dalam mendukung upaya
penelitian dan sistem pelayanan kesehatan nasional.c. Aktif membangun
aliansi mitra strategic dengan Kementerian/Lembaga Non Kementerian,
Pemda, dunia usaha dan akademisi. d. Meningkatkan diseminasi dan
advokasi pemanfaatan hasil penelitian dan pengembangan untuk
kebutuhan program dan kebijakan kesehatan.e. Melaksanakan penelitian
dan pengembangan mengacu pada Kebijakan Kementerian Kesehatan dan
Rencana Kebijakan Prioritas Badan Penelitian dan Pengembangan
Kesehatan Tahun 2015-2019. f. Pengembangan sarana, prasarana, sumber
daya dan regulasi dalam pelaksanaan penelitian dan pengembangan.
Untuk mencapai tujuan Kemenkes, terlebih dahulu akan diwujudkan 5
(lima) sasaran strategis yang saling berkaitan sebagai hasil pelaksanaan
berbagai program teknis secara terintegrasi, yakni: 1).Meningkatnya
Kesehatan Masyarakat (SS1); 2).Meningkatkan Pengendalian Penyakit
(SS2); 3).Meningkatnya Akses dan Mutu Fasilitas Kesehatan (SS3);
4).Meningkatnya Jumlah, Jenis, Kualitas, dan Pemerataan Tenaga
Kesehatan (SS4); dan 5).Meningkatnya Akses, Kemandirian, serta Mutu
Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan (SS5).• Kelompok sasaran

III-10
Rencana Strategis RSUD dr. P. P. Magretti Periode 2017-2022

strategic pada aspek upaya strategic:8. Meningkatkan Kesehatan


Masyarakat Strategi ini dimaksudkan untuk meningkatkan kesehatan
masyarakat mencakup pelayanan kesehatan bagi seluruh kelompok usia
mengikuti siklus hidup sejak dari bayi sampai anak, remaja, kelompok usia
produktif, maternal, dan kelompok usia lanjut (Lansia), yang dilakukan
antara lain melalui:1) Melaksanakan penyuluhan kesehatan, advokasi dan
menggalang kemitraan dengan berbagai pelaku pembangunan termasuk
pemerintah daerah. Melaksanakan pemberdayaan masyarakat dan
meningkatkan peran serta masyarakat dalam bidang kesehatan.3)
Meningkatkan jumlah dan kemampuan tenaga penyuluh kesehatan
masyarakat/dan tenaga kesehatan lainnya dalam hal promosi kesehatan.4)
Mengembangkan metode dan teknologi promosi kesehatan yang sejalan
dengan perubahan dinamis masyarakat.9. Meningkatkan Pengendalian
Penyakit 1) Untuk mengendalikan penyakit menular maka strategi yang
dilakukan, melalui: a) Perluasan cakupan akses masyarakat (termasuk
skrining cepat bila ada dugaan potensi meningkatnya kejadian penyakit
menular seperti Mass Blood Survey untuk malaria) dalam memperoleh
pelayanan kesehatan terkait penyakit menular terutama di daerah-daerah
yang berada di perbatasan, kepulauan dan terpencil untuk menjamin
upaya memutus mata rantai penularan. b) Untuk meningkatkan mutu
penyelenggaraan penanggulangan penyakit menular, dibutuhkan strategi
innovative dengan memberikan otoritas pada petugas kesehatan
masyarakat (Public Health OfÀ cers), terutama hak akses pengamatan
faktor risiko dan penyakit dan penentuan langkah penanggulangannya. c)
Mendorong keterlibatan masyarakat
5. dalam membantu upaya pengendalian penyakit melalui community base
surveillance berbasis masyarakat untuk melakukan pengamatan terhadap
hal-hal yang dapat menyebabkan masalah kesehatan dan melaporkannnya
kepada petugas kesehatan agar dapat dilakukan respon dini sehingga
permasalahan kesehatan tidak terjadi.d) Meningkatkan kompetensi tenaga
kesehatan dalam pengendalian penyakit menular seperti tenaga
epidemiologi, sanitasi dan laboratorium. e) Peningkatan peran daerah
khususnya kabupaten/kota yang menjadi daerah pintu masuk negara

III-11
Rencana Strategis RSUD dr. P. P. Magretti Periode 2017-2022

dalam mendukung implementasi pelaksanaan International Health


Regulation (IHR) untuk upaya cegah tangkal terhadap masuk dan
keluarnya penyakit yang berpotensi menimbulkan kedaruratan kesehatan
masyarakat.f) Menjamin ketersediaan obat dan vaksin serta alat diagnostik
cepat untuk pengendalian penyakit menular secara cepat. 2) Untuk
penyakit tidak menular maka perlu melakukan deteksi dini secara pro-
aktif mengunjungi masyarakat karena ¾ penderita tidak tahu kalau dirinya
menderita penyakit tidak menular terutama pada para pekerja. Di samping
itu perlu mendorong kabupaten/kota yang memiliki kebijakan PHBS untuk
menerapkan kawasan bebas asap rokok agar mampu membatasi ruang
gerak para perokok. 3) Meningkatnya kesehatan lingkungan, strateginya
adalah:a) Penyusunan regulasi daerah dalam bentuk peraturan Gubernur,
Walikota/Bupati yang dapat menggerakkan sektor lain di daerah untuk
berperan aktif dalam pelaksanaan kegiatan penyehatan lingkungan seperti
peningkatan ketersediaan sanitasi dan air minum layak serta tatanan
kawasan sehat.b) Meningkatkan pemanfaatan teknologi tepat guna sesuai
dengan kemampuan dan kondisi permasalahan kesehatan lingkungan di
masing-masing daerah.c) Meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam
wirausaha sanitasi.d) Penguatan POKJA Air Minum dan Penyehatan
Lingkungan (AMPL) melalui pertemuan jejaring AMPL, Pembagian peran
SKPD dalam mendukung peningkatan akses air minum dan sanitasi.e)
Peningkatan peran Puskesmas dalam pencapaian kecamatan/kabupaten
Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS) minimal satu Puskesmas
memiliki satu Desa SBS.f) Meningkatkan peran daerah potensial yang
melaksanakan strategi adaptasi dampak kesehatan akibat perubahan iklim.
10. Meningkatkan Akses dan Mutu Fasilitas Pelayanan Kesehatan Untuk
meningkatkan akses dan mutu Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama
(FKTP), maka upaya yang akan dilakukan adalah: a. Mewujudkan
ketepatan alokasi anggaran dalam rangka pemenuhan sarana prasarana
dan alat kesehatan yang sesuai standar.b. Optimalisasi fungsi FKTP,
dimana tiap kecamatan memiliki minimal satu Puskesmas yang memenuhi
standar. Mewujudkan inovasi pelayanan, misalnya dengan Á ying health
care (dengan sasaran adalah provinsi yang memiliki daerah terpencil dan

III-12
Rencana Strategis RSUD dr. P. P. Magretti Periode 2017-2022

sangat terpencil dan kabupaten/kota yang tidak memiliki dokter spesialis),


telemedicine, RS Pratama, dan lain-lain.c. Mewujudkan dukungan regulasi
yaitu melalui penyusunan kebijakan dan NSPK FKTP.d. Mewujudkan
sistem kolaborasi pendidikan nakes antara lain melalui penguatan konsep
dan kompetensi Dokter Layanan Primer (DLP) serta nakes strategis.e.
Mewujudkan penguatan mutu advokasi, pembinaan dan pengawasan ke
Pemerintah Daerah dalam rangka penguatan manajemen Puskesmas oleh
Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota melakukan kebijakan dengan cara :

a. Meningkatnya Pengendalian Penyakit Menular dan Tidak Menular;


b. Meningkatnya Pemerataan dan Mutu Pelayanan Kesehatan;
c. Meningkatnya Perlindungan Finansial, Ketersediaan, Penyebaran dan
Mutu Obat Serta Sumber Daya Kesehatan;
d. Meningkatkan Akses Pelayanan Kesehatan Dasar yang Berkualitas ;
e. Meningkatkan Akses Pelayanan Kesehatan Rujukan yang Berkualitas ;
f. Meningkatkan Ketersediaan, Keterjangkauan, Pemerataan, dan Kualitas
Farmasi dan Alat Kesehatan;
g. Meningkatkan Pengawasan Obat dan Makanan;
h. Meningkatkan Ketersediaan, Penyebaran, dan Mutu Sumber Daya Manusia
Kesehatan;
i. Meningkatkan Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat;
j. Menguatkan Manajemen, Penelitian Pengembangan dan Sistem Informasi;
k. Memantapkan Pelaksanaan Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) Bidang
Kesehatan;
l. Mengembangkan dan Meningkatkan EfektiÀ tas Pembiayaan Kesehatan
m. pemerintah dan antarwilayah; (ii) harmonisasi kerangka regulasi dan
kelembagaan; dan (iii) memperkuat kapasitas perencana dalam
melakukan reviu kerangka kebijakan dan kelembagaan antarfungsi dan
antarwilayah;
n. Mendorong perubahan pola pikir dan budaya melalui
continuousimprovement dalam setiap proses perencanaan pembangunan
melalui peningkatan komitmen para pimpinan untuk merubah

III-13
Rencana Strategis RSUD dr. P. P. Magretti Periode 2017-2022

managementsilo dalam proses perencanaan, dan peningkatan fungsi


dankompetensi agen perubahan;
o. Peningkatan kapasitas kelembagaan perencana pusat dan daerah dengan
mekanisme: pendidikan, pelatihan, dan bimbingan penyusunan
perencanaan pusat dan daerah yang sinergis dengan perencanaan
nasional.

3.3.2. Renstra Dinas Kesehatan Provinsi Maluku


a. Visi
Terwujudnya Peningkatan Kualitas Hidup Sehat Masyarakat Maluku
Tenggara Barat Di dukung Optimalisasi Manajemen Kesehatan BerBasis
Gugus Pulau
b. Misi
1. Meningkatkan Kapasitas Manajerial kelembagaan hingga ke aras desa
dalam memperkuat upaya pengelolaan kesehatan berbasis Gugus pulau ;
2. Mnegmbangkan sarana dan Prasrana Kesehatn yang semakin memberi
Ruang dan peluang yang memadai bagi aksesilibiltas masyarakat sebagai
pencerminan tata kelola kesehatan berbasis gugus pulau yang efektif dan
efisien, adil, merata , terjangkau dan berkualitas
3. Mempersiapkan sumberdaya aparatur Pelayanan Kesehatan yang
profesional responsif, atisipatif, dalam rangk meningkatkan kapasitas
untuk mengedepankan upaya kesehatan yang bersifat promotif ,
Preventif, Kuratif, dan Rehabilitatif
4. Mewujudkan Kualitas hidup Masyarakat yang proaktif terhadap upaya
meningkatkan derajad kesehatan diri dan lingkungan
c. Tujuan
Tujuan Umum
Pembangunan Kesehatan di Provinsi Maluku adalah terciptanya kualitas
hidup masyarakat maluku dala berbagai aspek kehidupan secara
berkesinambungan.

III-14
Rencana Strategis RSUD dr. P. P. Magretti Periode 2017-2022

1. Tujuan
a. Berubahnya mainset tentang wawasan kesehatan dari para pengelola
pembangunan dibidang kesehatan dan masyarakat pada umumnya
sehinga terbentuk perspektif penanganan permasalahan kesehatan yang
profesional dan partaisipatif melalui peningkatan kapasitas dan
pendayagunaan tenaga kesehatan secara merata serta pemberdayaan
masyarakat dan swasta dalam pembangunan kesehatan secara merata.
b. Tercaianya masyarakat yanga semakin mandiri untuk menghargai
kualitas lingkungan sehat dan bebas penyakit serta berprilaku hidup
bersih dan sehat
2. Sasaran
Adapun pembangunan keshtan untuk mewujudkan kualitas hidup sehat
masyarakat maluku dalam berbagai aspek secara berkesinambungan adalah :

1. Pelibatan Masyarakat untuk bersama –sama dan secara proaktif ikut


menanggulangi masalah kesehatan;
2. Oprimasliasasi ketersediaan sarana dan Prasarana Kesehatan;
3. Peningkatan kapasitas SDM dan Manajemen pembanguna Kesehatan;
4. Kerjasam lintas sektoral dan Penganggaran;
3. Strategi
Strategi Pembangunan Kesehatan Provinsi Maluku tahun 2014- 2019 adalah :
1. Meningkataka kapasitas pusat-pusat pelayanan Kesehatan pada 39 Gugus
Pelayanan;
2. Peningkatan sarana-prasarana Pelayanan Kesehatan ibu dan anak;
3. Peningkatan Pelayanan asupan Gizi masyarakat
4. Pemerataan tenaga kesehatan di 39 gugus pelayanan kesehatan;
5. Mengembangkan sistem Jaminan Kesehatan;
6. Peningkatan Kulaitas Cakupan Peserta KB dan Peningkatan Pengetahuan alat
reproduksi dan Kontrasepsi bagi masyarakat;
7. Menguatkan , memberdayakan masyarakat, kerjasama, kemitraan, serta
penyehatan lingkunagan
8. Peningkatan Perilaku hidup bersih dan sehat bagi masyarakat
9. Peningkatan kuantitas dan kualitas sarana-prasarana sanitasi lingkungan.

III-15
Rencana Strategis RSUD dr. P. P. Magretti Periode 2017-2022

4. Arah Kebijakan
Adapun kebijakan pembangunan kesehatan provinsi maluku adalah :
1. Penguatan sarana prasarana kesehatan dan Meningkatkan kesadaran Gizi
pada ibu hamil bayi, dan balita sert usia produktif;
2. Penguatan pelayan Kesehatan Pencegahan pengendalian poenyakit menular
dan tidak menular di Gugus pelayanan Kesehatan;
3. Meningkatkan Ketersediaan sarana dan prasarana sanitasi lingkungan
cakupan pelayan limbah domestik, persampahan dan ketersediaang drainase,
serta pengambangan lingkungan sehat;
4. Penguatan pemberdayaan masyarakat, kerjasama dan kemitraan dalam
penyehatan lingkungan;
5. Penguatan majemen sumberdaya kesehatan;
6. Pemantapan sisten Informasi dan Jaminan Kesehatan.
7.

3.3.3 Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan


Hidup Strategis

Dokumen Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) merupakan salah satu


dokumen perencanaan jangka panjang (20 tahun) mengenai penataan dan
pemanfaatan ruang daerah. Dokumen RTRW menjadi acuan dalam penyusunan
RPJMD khususnya terkait kebijakan pengembangan wilayah, rencana struktur
ruang dan pola ruang daerah, serta indikasi program pemanfaatan ruang dalam
jangka menengah. RTRW daerah harus selaras kebijakan penataan ruang baik
nasional, provinsi, dan kabupaten.
Merujuk dokumen RTRW Maluku Tenggara Barat, tujuan penataan ruang
wilayah Kabupaten Maluku Tenggara Barat adalah mewujudkan ruang wilayah
Kabupaten Maluku Tenggara Barat sebagai beranda depan NKRI yang aman,
nyaman, produktif, dan berkelanjutan berbasis pada agribisnis lahan kering dan
kelautan melalui pengembangan masyarakat kepulauan, budaya lockal dan
IPTEK dengan mengedepankan mitigasi bencana. Kebijakan penataan ruang
dalam RTRW berfungsi sebagai dasar dalam memformulasikan strategi penataan
ruang, merumuskan struktur dan pola ruang, maupun sebagai dasar dalam

III-16
Rencana Strategis RSUD dr. P. P. Magretti Periode 2017-2022

penetapan arahan pengendalian pemanfaatan ruang wilayah kabupaten.


Perumusan kebijakan tersebut disusun dengan kriteria jelas, realistis, dan dapat
diimplementasikan dalam jangka waktu perencanaan, serta mampu menjawab
isu-isu strategis baik sekarang maupun yang akan datang.
Adapun beberapa permasalahan yang dihadapi RSUD dr. P.P. Magretti
berdasarkan telaah RTRW yaitu:
1. Keterbatasan akses data dan informasi untu mengakses data ke Pusat
maupun provinsi Maluku ;
2. Kurangnya SDM Kesehatan
3. Keterbatasan kewenangan RSUD dr. P.P. Magretti dalam mengelola
pendapatan sendiri;
4. Lahan Rumah sakit sangat sempit sehingga tidak dapat lagi dilakukan
pengembangan sarana prasarana Gedung untuk menunjang pelayanan
kesehatan secara berkesinambungan;
5. Kurangnya dokter spesialis dasar dan dokter spesilais Penunjan, Serta para
medis mitra spesialis sehingga dapat berpotensi pada rendahnya kualitas
palayanan kesehatan;
Dalam pelayanan RSUD dr. P. P. Magretti tentunya terdapat faktor
penghambat dan faktor pendukung yang mempengaruhi kinerja RSUD dr. P. P.
Magretti. Faktor-faktor tersebut dapat dilihat pada tabel berikut:

Penghambat Pendukung

Sumberdaya Manusia Kesehatan yang Memberikan peluang melaui biaya


Spesialis kurang tersedia pendidikan bagi SDM kesehatan untuk
melanjutkan study ke jenjang yang
lebih tinggi;
Lahan Rumah sakit ada tidak memadai Perluasan lahan Rumah Sakit atau
untuk dilakukan pengembangan Relokasi ke tempat yang memadai
infrastruktur penunjang pelayanan sehingga RSUD dapat berkembang
sesuai kebutuhan pelayanan
menyongsong pengelolaan blok
marsela nantinya.

3.5 Penentuan Isu-isu Strategis

III-17
Rencana Strategis RSUD dr. P. P. Magretti Periode 2017-2022

Analisis isu-isu strategis merupakan bagian yang penting dalam pelayanan


Kesehatan. Isu strategis menjadi hal yang harus diperhatikan mengingat
perannya yang besar bagi SKPD. Dari isu strategis tersebut kemudian diketahui
permasalahan apa yang perlu diatasi oleh pemerintah. Identifikasi isu strategis
yang tepat akan mempengaruhi dalam penentuan tujuan sasaran pembangunan.
Isu strategis yang disusun harus sesuai dengan permasalahan riil yang dihadapi
dalam pembangunan serta dapat dioperasionalkan.
Berdasarkan permasalahan dan tantangan lima tahun ke depan, tugas, dan
fungsi RSUD dr. P. P. Magretti Saumlaki sebagai Pusat Rujukan di Maluku
Tenggara Barat, maka dapat diidentifikasi beberapa isu strategis sebagai berikut:
1. Belum optimalnya ketersediaan Sistem informasi yang untuk mengakses
Informasi kemajuan teknologi Kesehatan;
2. Rendahnya kapasitas sumber daya perencana;
3. Belum tersusunnya standar kinerja yang terukur bagi setiap jabatan;
4. Belum optimalnya kualitas perencanaan RSUD dr. P. P. Magretti serta
penegakkan standar mutu perencanaan, pengendalian dan evaluasi;
5. Belum optimalnya keselarasan antara perencanaan pembangunan jangka
panjang, jangka menengah, dan jangka pendek daerah dengan
pelaksanaannya di SKPD;
6. Belum optimalnya kualitas dan kapasitas sumber daya aparatur perencana;
7. Belum optimalnya pemanfaatan teknologi informasi yang terintegrasi dalam
Pelayanan Kesehatan;
8. Belum optimalnya ketepatan dan validitas data Pasien yang terintegrasi
antara Instalasi Pelayanan dengan manajemen;
9. Belum banyakanya SDM Kesehatan yang berpendidikan SPK/MK dam
Diplolama 1 (satu).

III-18

Anda mungkin juga menyukai