Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH

Inovasi Dalam Pembelajaran Praktek Laboratorium


“Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Pengganti UAS Mata Kuliah
Konsep Inovasi Keperawatan ”

Dosen pengajar :

Ns. Aria Pranatha, S.kep.,M.kep

Disusun Oleh :

- Cicih Kuraesih
- Cindy Adhi Gusti
- Dewi Nurhayanti
- Lilis Rismayanti
- Pebbi Irmala Desinawati

KEPERAWATAN REGULER C

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KUNINGAN

Jl. Lingkar Kadugede No.2 Kuningan Jawa Barat Indonesia (0232) 875 847 fax:(0232)
875 123

Website : Stikku.ac.id email : info@stikeskuningan.ac.id


Kata Pengantar

Bismillahirrahmanirrahim

Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT karena atas berkat rahmat dan
hidayah-Nyalah sehingga makalah tentang Inovasi dalam pembelajaran praktek laboratorium
dapat selesai tepat pada waktunya.

Tak lupa penulis ucapkan terimakasih juga kepada Ns. Aria Pranatha, S.kep.,M.kep
selaku dosen mata kuliah Konsep Inovasi Keperawatan yang telah memberikan tugas ini sebagai
pengganti UAS. Makalah ini penulis susun berdasarkan pengetahuan yang telah penulis peroleh
dari internet ataupun sumber-sumber yang lain yang telah penulis baca dan pelajari.

Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih banyak terdapat
kekurangan, oleh karena itu saran dan kritik yang membangun sangat penulis harapkan.

Semoga makalah ini dapat berguna bagi kita semua dan dapat menambah wawasan kita
mengenai penyakit hidrosefalus.

Kuningan, 07 Agustus 2020

i
Daftar Isi

KATA PENGANTAR ..................................................................................... i

DAFTAR ISI ................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang ..................................................................................... 1


B. Rumusan Masalah ................................................................................ 2
C. Tujuan .................................................................................................. 2

BAB II PEMBAHASAN

A. Definisi Laboratorium ......................................................................... 3


B. Fungsi Pembelajaran Praktek Laboratorium ....................................... 3
C. Kegiatan Praktek Laboratorium ........................................................... 5
D. Pengelolaan Laboratorium ................................................................... 6

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan ..................................................................................... 8

DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................... 9

ii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Proses pembelajaran adalah sebuah interaksi yang bernilai normatif. Belajar mengajar
adalah suatu proses yang dilakukan dengan sadar dan bertujuan. Tujuan adalah sebagai pedoman
kearah mana akan dibawa proses belajar mengajar. Proses belajar mengajar akan berhasil bila
hasilnya mampu membawa perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, ketrampilan dan nilai-
nilai dalam diri anak didik.

Menurut Hudojo “belajar merupakan kegiatan bagi setiap orang. Pengetahuan ketrampilan,
kebiasaan, kegemaran dan sikap seseorang terbentuk, di modifikasi dan berkembang di sebabkan
belajar.” Karena itu seseorang dikatakan belajar bila dapat di asumsikan dalam diri orang itu
menjadi suatu proses kegiatan yang mengakibatkan suatu perubahan tingkah laku.

Salah satu pertanda bahwa seseorang telah belajar sesuatu adalah adanya perubahan tingkah
laku dalam dirinya. Perubahan tingkah laku tersebut menyangkut baik perubahan yang bersikap
pengetahuan (kognitif) dan ketrampilan (psikomotorik) maupun yang menyangkut nilai dan
sikap (afektif).

Kegiatan belajar biasanya dapat diwujudkan, jika ada kegiatan mengajar. Maka muncullah
statement kegiatan belajar mengajar. Kegiatan belajar dan mengajar dapat berhasil dengan baik
apabila ditunjang dengan faktor-faktor pembelajaran. Salah satu faktor tersebut adalah sumber
belajar. Sumber belajar mutlak diperlukan untuk mempermudah akses pembelajar dalam
menerima dan mencari materi pelajaran.

Salah satu sumber belajar yang mempunyai peranan penting adalah laboratorium. Tanpa
laboratorium, maka pembelajar akan sulit memahami pelajaran, terutama materi yang bersifat
aplikasi. Laboratorium biasanya ada dalam pembelajaran sains, atau bahasa. Namun, jarang
laboratorium dalam pelajaran selain keduanya itu. Padahal secara filosofis, laboratorium itu
diperlukan oleh semua pelajaran, karena merupakan sumber belajar. Maka mestinya setiap
pelajaran yang ideal harus ada laboratoriumnya, karena setiap pelajaran tentu membutuhkan
aplikasi.

1
B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan laboratorium ?
2. Apa saja fungsi dari pembelajaran praktek laboratorium ?
3. Apa saja kegiatan praktek laboratorium ?
4. Bagaimana pengelolaan laboratorium ?

C. Tujuan
1. Untuk mengetahui definisi dari laboratorium.
2. Untuk mengetahui apa saja fungsi dari pembelajaran praktek laboratorium.
3. Untuk mengetahui apa saja kegiatan praktek laboratorium.
4. Untuk mengetahui bagaimana pengelolaan laboratorium.

2
BAB II
PEMBAHASAN
A. Definisi Laboratorium
Laboratorium adalah suatu tempat dilakukannya percobaan dan penelitian. Tempat ini dapat
merupakan ruangan tertutup, kamar atau ruangan terbuka.
Laboratorium adalah suatu ruangan yang tertutup di mana percobaan eksperimen dan
penelitian dilakukan (Depdikbud : 1995, 2003).
Laboratorium adalah tempat belajar mengajar melalui metode pratikum yang dapat
menghasilkan pengalaman belajar di mana siswa berinteraksi dengan berbagai alat dan bahan
untuk mengobservasi gejala-gejala yang dapat diamati secara langsung dan dapat membuktikan
sendiri sesuatu yang dipelajari.
Laboratorium (disingkat lab) adalah tempat riset ilmiah, eksperimen, pengukuran ataupun
pelatihan ilmiah dilakukan. Laboratorium biasanya dibuat untuk memungkinkan dilakukannya
kegiatan-kegiatan tersebut secara terkendali.
Laboratorium ilmiah biasanya dibedakan menurut disiplin ilmunya,misalnya laboratorium
fisika, laboratorium kimia, komputer dan laboratorium bahasa. Defenisi laboratorium menurut:
1. Procter
Laboratorium adalah tempat atau ruangan di mana para ilmuwan bekerja dengan
peralatan untuk penyelidikan dan pengujian terhadap suatu bahan atau benda.
2. ISO / IEC Guide
Laboratorium adalah instalasi atau lembaga yang melaksanakan pengujian.

B. Fungsi Pembelajaran Praktek Laboratorium


Fungsi laboratorium yaitu sebagai sumber belajar dan mengajar, sebagai metode pengamatan
dan metode percobaan, sebagai prasarana pendidikan atau sebagai wadah dalam proses belajar
mengajar.
Menurut Soejitno (1983) secara garis besar fungsi laboratorium adalah sebagai berikut :
a) Memberikan kelengkapan bagi pelajaran teori yang telah diterima sehingga antara teori
dan praktik bukan merupakan dua hal yang terpisah. Keduanya saling kaji-mengkaji dan
saling mencari dasar.

3
b) Memberikan keterampilan kerja ilmiah bagi mahasiswa/ siswa
c)  Memberikan dan memupuk keberanian untuk mencari hakikat kebenaran ilmiah dari
sesuatu obyek dalam lingkungan alam dan lingkungan sosial
d) Menambah keterampilan dalam menggunakan alat dan media yang tersedia untuk
mencari dan menemukan kebenaran
e) Memupuk rasa ingin tahu mahasiswa/ siswa sebagai modal sikap ilmiah seorang calon
ilmuwan
Engkoswara (1982) mengatakan bahwa melalui kegiatan praktikum yang biasanya
dilakukan di laboratorium, mahasiswa/siswa diharapkan dapat :
a) Mengembangkan berbagai keterampilan secara terintegrasi
b) Mengenal berbagai peralatan laboratorium
c) Mengenal berbagai desain dan peralatan untuk eksperimen
d) Mengembangkan keterampilan mengumpulkan dan menginterprestasikan data
e) Mengembangkan sikap untuk melakukan sesuatu secara tepat dan akurat
f) Mengembangkan keterampilan dalam mengobservasi
g) Mengembangkan kemampuan dalam mengkomunikasikan hasil eksperimen
h) Mengembangkan kecakapan dalam menulis laporan
i) Mengembangkan kemampuan untuk belajar dan melakukan percobaan sendiri
j) Menambah keberanian berfikir sendiri dan menanggung resiko
k) Merangsang berfikir siswa melalui eksperimen
l) Mengembangkan keterampilan dalam memecahkan masalah dengan berbagai variabel
yang banyak dan berbagai kemungkinan pemecahannya
Dalam proses belajar mengajar kegiatan laboratorium atau praktikum turut berperan dalam
mencapai 3 tujuan pembelajaran, antara lain :
a) Keterampilan kognitif, misalnya :
1. Melatih agar teori dapat dimengerti
2. Agar teori dapat diterapkan pada keadaan problem nyata.

4
b) Keterampilan afektif, misalnya :
1. Belajar bekerja sama
2. Belajar menghargai bidangnya
3. Belajar merencanakan kegiatan secara mandiri.
c) Keterampilan psikomotorik, misalnya :
1. Belajar memasang peralatan sehingga betul-betul berjalan
2. Belajar memakai peralatan dan instrumen tertentu.

C. Kegiatan Praktek Laboratorium


Melalui kegiatan laboratorium mahasiswa/siswa dapat mempelajari fakta, gejala,
merumuskan konsep, prinsip, hokum dan sebagainya. Tujuan kegiatan praktikum selain untuk
memperoleh pengetahuan bertujuan untuk keterampilan, dapat menetapkan pengetahuan dan
keterampilan tersebut pada situasi baru / lain serta memperoleh sikap ilmiah. Menurut Azizah
(2003) dalam pelaksanaan pratikum, umumnya meliputi:
1)      Persiapan, meliputi:
- Menetapkan tujuan pratikum 
- Mempersiapkan alat dan bahan 
- Memperhatikan keamanan, kesehatan dan kenyamanan 
- Memberi penjelasan apa yang harus diperhatikan dan langkah-langkah yang harus
dilakukan siswa
2)      Pelaksanaan, meliputi: 
- Siswa melakukan pratikum 
- Guru, asisten dan ko – asisten mengamati prosa pratikum
3)      Tindak lanjut, meliputi: 
- Mengumpulkan laporan pratikum 
- Mendiskusikan masalah yang ditemukan siswa 
- Memeriksa dan menyimpan peralatan

5
D. Pengelolaan Laboratorium
1. Optimasi pemanfaatan laboratorium
Optimasi ruangan adalah suatu usaha untuk mengoptimasikan pemakaian ruangan
sehingga laboratorium tersebut secara optimal memberikan faedah dan penunjang
pencapaian tujuan ruangan. Karakteristik ruangan yang dikelola dengan baik: 
a) Efektif 
b) Efisien 
c) Sehat dan aman 
d) Peralatan / fasilitas selalu siap pakai dan aman 
e) Seluruh aktivitas laboratorium mudah di kontrol 
f) Memenuhi kebutuhan psikologis 
2. Tata letak peralatan laboratorium
Tata letak peralatan adalah suatu bentuk usaha pengaturan penempatan peralatan di
laboratorium, sehingga laboratorium tersebut berwujud dan memenuhi persyaratan untuk
beroperasi.
3. Tujuan tata letak laboratorium:
a) Mengurangi hambatan dalam upaya melaksanakan suatu pekerjaan yang menjadi
tanggung jawabnya
b) Memberikan keamanan dan kenyamanan bagi pengguna / pekerja / operator
c) Memaksimalkan / mempermudah penggunaan peralatan
d) Mempermudah pengawasan
4. Penataan ruang alat di laboratorium
Pada dasarnya semua peralatan di sekolah adalah milik negara / milik yayasan untuk
sekolah yang berstatus swasta yang dipercayakan ke sekolah untuk dipergunakan dan
dikelola sesuai program yang telah dilakukan dalam hal ini untuk kegiatan proses belajar
mengajar. Maka peralatan itu harus dipertanggung jawabkan sesuai aturan atau kebijakan
yang berlaku diantaranya ialah bahwa semua peralatan yang masuk ke laboratorium harus
dilengkapi dengan dokumen pendukungnya (ada berita acara serah terima barang,
hari/tgl, spesifikasi barang, jumlah). Agar semua peralatan mudah dideteksi dengan
prinsip:
- Mudah di lihat 

6
- Mudah di jangkau 
- Aman untuk alatnya 
- Aman untuk pemakainya 

5. Administrasi fasilitas (inventaris) di laboratorium


Inventaris adalah suatu kegiatan dan usaha untuk menyediakan rekaman tentang keadaan
semua fasilitas, barang-barang yang dimiliki sekolah. Bagi sekolah yang mempunyai
beberapa laboratorium sangat penting untuk mendata fasilitas / menginventaris alat dan
bahan laboratorium untuk kegiatan pembelajaran siswa.
Tujuan kegiatan di laboratorium :
a) Teliti dalam pengamatan dan cermat dalam pencatatan pada saat pengamatan
b) Mampu menafsirkan hasil percobaan untuk memperoleh penemuan dan dapat
memecahkan masalah
c) Mampu merencanakan dan melaksanakan percobaan
d) Terampil mempergunakan alat-alat laboratorium
e) Tumbuh sikap positif terhadap kegiatan pratikum

7
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Laboratorium adalah tempat belajar mengajar melalui metode pratikum yang dapat
menghasilka pengalaman belajar di mana mahasiswa/siswa berinteraksi dengan berbagai alat dan
bahan untuk mengobservasi gejala-gejala yang dapat diamati secara langsung dan dapat
membuktikan sendiri sesuatu yang dipelajari.

8
DAFTAR PUSTAKA
Darsono, M.; Sugandhi, A.; Martensi; Sutadi, R. K. & Nugroho. 2000. Belajar
dan Pembelajaran. Semarang : IKIP Semarang Press.
Engkoswara & Entang, M. 1982. Pembaharuan dalam Metode Pengajaran. Jakarta :
Depdikbud.
Indarto, K. 2002. Kaitan antara Kegiatan Laboratorium dengan Prestasi Belajar Fisika. Semarang
: FMIPA Unnes. 
https://gurukreatifbanget.blogspot.com/2017/10/makalah-media-pembelajaran-fungsi-dan.html?m=1
https://muhfathurrohman.wordpress.com/2012/10/19/laboratorium-sebagai-sumber-
pembelajaran/amp/
https://www.beritabaik.id/read?editorialSlug=teknologi&slug=1586246390424-i-lab-inovasi-
pembelajaran-untuk-mahasiswa-praktikum-dari-rumah