Anda di halaman 1dari 22

Tugas Mekatronika

Tentang Macam Macam Jenis Compressor

Disusun Oleh :
Arif Imam S 11507134004
Dwi Jayanto 11507134012
Nugroho Wisnu 11507134011

TEKNIK ELEKTRONIKA
JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRONIKA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2011
Kompresor reciprocating
Di dalam industri, kompresor reciprocating paling banyak digunakan untuk mengkompresi
baik udara maupun refrigerant. Kompresor Reciprocating merupakan suatu kompresor bolak
balik yang menggunakan torak (piston) di dalam silinder yang bergerak bolak-balik untuk
menghisap, menekan dan mengeluarkan udara secara terus-menerus.

Kompresor reciprocating tersedia dalam berbagai konfigurasi; terdapat empat jenis yang
paling banyak digunakan yaitu horizontal, vertical, horizontal balanceopposed,dan tandem.
Jenis kompresor reciprocating vertical digunakan untuk kapasitas antara 50 – 150 cfm.
Kompresor horisontal balance opposed digunakan pada kapasitas antara 200 – 5000 cfm
untuk desain multitahap dan sampai 10,000 cfm untuk desain satu tahap (Dewan
Produktivitas Nasional,1993).

Beberapa penerapan dilakukan pada kondisi kompresi satu tahap. Rasio


kompresi yang terlalu besar (tekanan keluar absolut/tekanan masuk absolut) dapat
menyebabkan suhu pengeluaran yang berlebihan ataumasalah desain lainnya. Mesin dua
tahap yang digunakan untuk tekanan tinggi biasanya mempunyai suhu pengeluaran yang
lebih rendah (140 to 160oC), sedangkan pada mesin satu tahap suhu lebih tinggi (205 to
240oC).

Secara umum prinsip kerja kompresor reciprocating dibagi menjadi tiga yaitu:
1. Langkah hisap
Terjadi ketika piston bergerak ke bawah dan tekanan udara di dalam silinder lebih kecil dari tekanan
atmosfer.
2. Langkah tekan (compressi)
Terjadi ketika piston mulai naik dari titik mati bawah, katup masuk tertutup sehingga udara dalam
silinder termampatkan.
3. Langkah buang
Terjadi ketika torak bergerak ke atas hingga titik mati atas dan katup keluar akan terbuka akibat
tekanan udara tersebut, sehingga udara keluar dari silinder dan masuk kedalam tabung.

Kompressor Piston ( Recipocating compressor) dibagi menjadi tiga jenis:

1. Kompressor piston Aksi tunggal

Pada kompressor piston aksi tunggal langkah kerjanya yang pertama adalah langkah hisap, torak
bergerak ke bawah oleh tarikan engkol.Kemudian langkah tekan,torak bergerak keatas dan udara di
dalam silinder dikompresi.dan selanjutnya langkah buang yaitu udara yang sudah dimampatkan
keluar silinder dan masuk ke tabung penampung.

2. Kompressor piston Aksi ganda


Pada kompressor piston aksi ganda Proses kerjanya tidak berbeda dengan kerja tunggal. Pada
kerja ganda, setiap gerakan terjadi sekaligus langkah penghisapan dan pengkompresian. Dengan
kerja ganda, kerja kompresor menjadi lebih efisien.

3. Kompressor piston Diafragma


Prinsip kerjan kompressor difragma ini hampir sama dengan kompresor torak. Perbedaannya
terdapat pada sistem kompresi udara yang akan masuk ke dalam tangki penyimpanan udara
bertekanan yaitu pada kompresor diafragma tidak secara langsung menghisap dan menekan udara,
tetapi menggerakkan sebuah membran (diafragma) dulu.
Kelebihan kompresor resiprocating yaitu bahwa kompresor torak ini mempunyai daerah operasi dengan
tekanan yang paling tinggi.
Kekurangan kompresor resiprocating antara lain :
1. Fisiknya cenderung besar
2. suaranya berisik
3. kebutuhan perawatannya tinggi
4. Sering Timbul masalah getaran/vibrasi.
Kompresor Dinamis
Kompresor udara sentrifugal (lihat Gambar 5-16)merupakan kompresor dinamis, yang
tergantung pada transfer energi dari impeller berputar ke udara. Rotor melakukan pekerjaan
ini dengan mengubah momen dan tekanan udara. Momen ini dirubah menjadi tekanan
tertentu dengan penurunan udara secara perlahan dalam difuser statis.

Kompresor udara sentrifugal menggunakan pendingin air dan dapat berbentuk paket;
khususnya paket yang termasuk aftercooler dan semua control. Kompresor ini dikenal
berbeda karakteristiknya jika dibandingkan dengan mesin reciprocating.Perubahan kecil pada
rasio kompresi menghasilkan perubahan besar pada hasil kompresi dan efisiensinya. Mesin
sentrifugal lebih sesuai diterapkan untuk kapasitas besar diatas 12,000 cfm.

Sumber http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimia-industri/utilitas-pabrik/jenis-
kompresor/
MENGENAL AIR COMPRESSOR

Mendengar air compressor mungkin yang langsung terbayang adalah tukang tambal ban di
pinggir jalan, memang air compressor yang paling sering kita temui adalah yang seperti kita
lihat di tempat tukang tambal ban, padahal sangat banyak jenis-jenis air compressor.
Ada baiknya kita mengenal sedikit tentang jenis-jenis air compressor sehingga ketika nanti
kita memerlukannya kita dapat membeli sesuai dengan kebutuhan.

Sering terjadi salah pengertian tentang air compressor, yaitu semakin besar ukuran air
compressor semakin tinggi tekanannya, padahal tidak demikian, yang benar adalah semakin
besar air compressor, semakin tinggi kecepatan pengisian udara ke tanki (air delivery/debit
udara yang dihasilkan pompa) hal ini juga mengakibatkan semakin cepat peningkatan
tekanan dalam tanki. Hal ini yang harus kita perhatikan ketika kita memilih air compressor
selain tekanan maximum yang dihasilkan air compressor.

Kiranya tidak perlu dituliskan sejarah air compressor dari masa lalu, langsung saja kita
menuju jenis-jenis air compressor yang ada dengan teknologi saat ini.

Secara umum air compressor dapat dikelompokkan menjadi :

A. Air compressor mini


B. Air compressor direct driven
C. Air compressor belt driven
D. Air compressor screw

Walaupun mungkin masih ada jenis-jenis air compressor lain, seperti centrifugal air
compressor dan lainnya, tetapi yang paling umum digunakan adalah jenis-jenis seperti diatas.

A. Air compressor mini


Ada beberapa macam air compressor jenis ini, pada intinya air compressor mini tidak
menggunakan tabung tekanan, jadi bentuknya mini dan bekerja hanya menghasilkan tiupan
udara.
Contoh :

 Air compressor mini dengan penggerak motor DC untuk perlengkapan mobil.


 Air compressor mini untuk pengecatan sederhana dengan spraygun low pressure.
 Air compressor mini untuk pengecatan menggunakan air pen brush.

Spoiler for Gambar air compressor mini:


B. Air compressor direct driven
System dari air compressor ini adalah direct driven, yaitu motor penggerak langsung
terkoneksi dengan pompa udara. Jadi jumlah putaran motor penggerak (rpm) otomatis sama
dengan kecepatan pompa udara.
Biasa pada jenis air compressor model direct driven menggunakan motor dengan kecepatan
sekitar 2.850 rpm dan menggunakan system single piston pada pompa udara.
Kelebihan air compressor jenis ini adalah kecepatan pengisian (air delivery) yang cukup
tinggi
karena pompa udara diputar dengan kecepatan sekitar 2.850 rpm.
Kekurangan jenis air compressor ini adalah suara yang dihasilkan cukup keras, karena hasil
dari putaran tinggi pompa udara, juga lebih banyak menghasilkan air di dalam tanki tekanan.

Spoiler for Gambar air compressor direct driven:


C. Air compressor belt driven
Sesuai dengan namanya, air compressor ini menggunakan system koneksi antara tenaga
penggerak dan pompa udara menggunakan vanbelt (v-belt) jenis ini yang sering dijumpai di
tempat tukang tambal ban. Tenaga penggerak dapat menggunakan elektromotor listrik atau
mesin berbahan bakar bensin atau solar.
Air compressor ini yang paling sering digunakan dibanding dengan air compressor jenis lain,
karena direkomendasikan menggunakan penggerak dengan putaran sekitar 1500 rpm,
mengakibatkan air compressor ini lebih tahan lama dibandingkan dengan jenis direct driven.
Air compressor jenis ini direkomendasikan bekerja selama 8 jam, apabila digunakan lebih
dari 8 jam maka udara yg dihasilkan akan lebih banyak mengandung air.
Air compressor ini dibagi lagi menjadi beberapa jenis, yaitu :
Single stage air compressor (working pressure 8 bar, maximum pressure 10 bar)
Two stage air compressor (working pressure 12 bar, maximum pressure 14 bar)
High pressure air compressor (working pressure up to 14 bar)
Booster air compressor (air compressor tambahan agar tekanan dapat menjadi lebih tinggi)
Pada setiap jenis type air compressor diatas masih dibagi lagi sesuai dengan air delivery/debit
udara yang dihasilkan.
Spoiler for Gambar air compressor belt driven:

D. Air compressor screw


Air compressor jenis ini digunakan apabila ada kebutuhan tekanan udara selama 24 jam
nonstop, atau pengguna membutuhkan air delivery/debit udara yang tinggi.
Kelebihan dari screw air compressor adalah udara yang dihasilkan tidak banyak mengandung
uap air, karena system dari air compressor ini menggunakan screw yaitu dua buah ulir yang
saling berputar dalam memompa udara, air compressor jenis ini juga tidak menimbulkan
suara bising.

Spoiler for Gambar air compressor screw:

Selain kita mengenal berbagai jenis air compressor, sebaiknya kita juga mengenal beberapa
perlengkapan untuk air compressor yang disesuaikan dengan kegunaan air compressor
tersebut.
A. Air dryer
Digunakan untuk mengeringkan udara setelah keluar dari air compressor, biasa digunakan
untuk pengecatan kualitas tinggi, supply tekanan udara untuk pneumatic, air tools, dsb.

Spoiler for Gambar air dryer:

B. Desicant dryer
Fungsinya sama dengan air dryer diatas, hanya efisiensi alat ini lebih tinggi daripada air
dryer, biasa digunakan untuk mesin-mesin makanan dan farmasi.

Spoiler for Gambar desicant dryer:


C. Air filter (filter udara)
Alat ini digunakan untuk menyaring partikel kotoran yang keluar dari air compressor,
penggunaannya biasa dipasang sebelum air dryer atau desicant dryer. ada beberapa ukuran
kerapatan saringan partikel kotoran dalam micron.
Alat ini sering disalah artikan dapat menyaring air yang keluar dari air compressor, mungkin
karena lama kelamaan dalam gelas di alat ini terdapat air, padahal air itu hasil dari tekanan
udara yang terkondensasi dalam gelas, seperti halnya air yang terjadi dalam tanki air
compressor.
Padahal alat ini sama sekali tidak dapat menyaring molekul air yang keluar dari air
compressor.

Spoiler for Gambar air filter:


D. Regulator
Alat ini digunakan untuk mengatur/menstabilkan tekanan yang keluar dari air compressor.
Alat ini biasa tekoneksi dengan air filter.

Spoiler for Gambar Regulator:

E. Lubricator
Alat ini digunakan untuk menambah pelumas dalam udara yang keluar dari air compressor,
biasa digunakan ketika air compressor digunakan untuk menggerakkan unit-unit pneumatik
atau air tools, alat ini biasa terkoneksi bersama air filter dan regulator.

Spoiler for Gambar lubricator:


F. Air Filter Regulator and Lubricator

Adalah gabungan dari ketiga alat diatas Spoiler for Gambar air filter regulator:
Spoiler for Gambar air filter regulator lubricator:
Demikian beberapa informasi dari kami, semoga dapat membantu pembaca dalam memilih
air compressor agar sesuai dengan kebutuhan.
Bila pembaca ada informasi tambahan tentang air compressor, menjadi suatu kehormatan jika
dapat berbagi informasi dengan anda.

Sumber http://www.kaskus.us/showthread.php?t=8053163
Type B-0.75S30R (Belt Driven) Type B-1S70R (Belt Driven)
Power 0.75 HP (550 Watt) Power 1 HP (750 Watt)
Voltage 1 Phase 220V 50Hz Voltage 1 Phase 220V 50Hz
RPM 950 RPM 780
Free Air Flow 74 L/min (2.6 CFM) Free Air Flow 153 L/min (5.4 CFM)
Max. Pressure 8 Bar (116 Psi) Max. Pressure 8 Bar (116 Psi)
Tank Capacity 30 Liter (8 Gallon) Tank Capacity 70 Liter (18.6 Gallon)
Weight 42 Kgs Weight 71 Kgs
Dimension 78x40x62 (LxWxH cm) Dimension 90x39x68 (LxWxH cm)
Price Call 021 583 55 398 Price Call 021 583 55 398

Type B-3T120V (Belt Driven) Type B-5.5T320R (Belt Driven))


Power 3 HP (2.250 Watt) Power 5.5 HP (4.125 Watt)
Voltage 3 Phase 380V 50Hz Voltage 3 Phase 380V 50Hz
RPM 850 RPM 950
Free Air Flow 315 L/min (11.1 CFM) Free Air Flow 573 L/min (20.2 CFM)
Max. Pressure 12 Bar (178 Psi) Max. Pressure 8 Bar (116 Psi)
Tank Capacity 120 Liter (32 Gallon) Tank Capacity 320 Liter (85.3 Gallon)
Weight 116 Kgs Weight 204 Kgs
Dimension 118x41x84 (LxWxH cm) Dimension 156x56x106 (LxWxH cm)
Price Call 021 583 55 398 Price Call 021 583 55 398
Type B-10T500V (Belt Driven)
Power 10 HP (7.500 Watt)
Voltage 3 Phase 380V 50Hz
RPM 860
Free Air Flow 1.325 L/min (46.7 CFM)
Max. Pressure 12 Bar (178 Psi)
Tank Capacity 500 Liter (133.3 Gallon)
Weight 378 Kgs
Dimension 189x61x123 (LxWxH cm)
Price Call 021 583 55 398

DIRECT DRIVEN TYPE

Type D-2S25R (Direct Driven) Type D-2S15R (Direct type))


Power 2 HP (1.500 Watt) Power 1 Phase 220V 50Hz
Voltage 1 Phase 220V 50Hz Voltage 3 Phase 380V 50Hz
RPM 2850 RPM 2850
Free Air Flow 198 L/min (7 CFM) Free Air Flow 198 L/min (7 CFM)
Max. Pressure 8 Bar (116 Psi) Max. Pressure 8 Bar (116 Psi)
Tank Capacity 25 Liter (6.6 Gallon) Tank Capacity 15 Liter (6.6 Gallon)
Weight 23 Kgs Weight 22 Kgs
Dimension 53x25x58 (LxWxH cm) Dimension 39x39x63 (LxWxH cm)
Price Call 021 583 55 398 Price Call 021 583 55 398
GASOLINE TYPE

Type G4.5-120R (Gasoline type)


Power 4.5 HP (3.375 Watt)
RPM 1150
Free Air Flow 351 L/min (12.4 CFM)
Max. Pressure 8 Bar (116 Psi)
Tank Capacity 120 Liter (32 Gallon)
Weight 89 Kgs
Dimension 118x42x84 (LxWxH cm)
Price Call 021 583 55 398