Anda di halaman 1dari 26

1

BAB I

PENDAHLUAAN

A. Latar Belakang

Indonesia merupakan negara kepulauan yang dua pertiga wilayah

negaranya adalah lautan dengan 13.667 buah pulau besar dan pulau kecil, serta

mempunyai garis pantai terpanjang di dunia yaitu kurang lebih 80.791,42 km.

selain itu kekayaan alam di dalamnya pun luar biasa banyaknya, terutama dengan

keanekaragaman jenis hewan (fauna), tumbuh – tumbuhan (flora), serta bahan

tambang dan mineral.

Potensi laut Indonesia yang demikian baik kurang dimanfaatkan secara

optimal serta tidak diimbangi pula dengan usaha pengembangan lebih lanjut.

Sampai saat ini sebagian besar nelayan hanya melakukan kegiatan pemungutan

hasil laut tanpa adanya usaha – usaha pengembangan, namun demikian, ada juga

sebagian kecil yang sudah mulai dikembangkan, seperti pembudidayaan beberapa

jenis ikan, udang, dan hasil lautnya laut lainya. Saat ini yang banyak

dikembangkan di Indonesia adalah pembudidayaan ikan bandeng. Bahkan di

beberapa daerah sudah dilakukan secara besar – besaran. Contohnya di teluk

Jakarta, bahkan di kepulauan Sulawesi tepatnya provinsi selawasi selatan , di

daerah pesisir takala, bulukumba, dan maros, areal budidaya ikan bandeng kurang

lebih seluas 775 Ha dengan hasil sekali panen kurang lebih 170 ton. Tetapi sangat

disayangkan banyak masyarakat yang kurang memanfaatkan hasil budidaya ikan

bandeng.
2

Ikan bandeng merupakan salah satu komoditas unggulan sektor kelautan

dan perairan yang memiliki nilai jual yang tinggi. Namun, potensi tersebut

bertolak belakang dengan tingkat kesejahteraan pembudidaya ikan. Selain itu,

peluang pasar yang besar tidak diimbangi dengan produksi ikan yang optimal,

sehingga permintaan pelanggan sering tidak terpenuhi. Oleh karena itu,

diperlukan strategi pengembangan untuk usaha budidaya ikan bandeng agar

produksi ikan bandeng lebih baik.

Sulawesi Tenggara merupakan salah satu wilayah di Indonesia dengan

potensi laut yang luas area mencapai ± 114.879 km2, dengan panjang garis pantai

1. 740 km ( DKP. Sultra, 2014 ), dengan wilayah yang cukup luas. Sultra menjadi

salah satu wilayah dengan potensi budidaya ikan bandeng yang sangat potensial

untuk dikembangkan. Menurut Direktorat Jendral Perikanan Budidaya (DJPB

2011), Sulawesi tenggara mencapi posisi keempat dengan jumlah produksi ikan

bandeng terbesar di Indonesia dengan total produksi 347.726 ton atau sebesar

8.93% . namun masih banyak masyarakat yang belum mengembangkan ikan

bandeng menjadi olahan makan.

Kota kendari merupakan salah satu kabupaten yang ada disulawesi

tenggara cukup potensial untuk mengembangkan usaha ikan bandeng presto. Ikan

bandeng presto merupakan salah satu komoditas andalan pemerintah di kota

kendari disektor perikanan. merupakan salah satu tempat yang daerahnya sangat

potensial dalam pengembangan ikan bandeng. hal ini didukung oleh lokasi

andonohu yang terletak di bagian bungku toko dan hasil produksi dalam lima

tahun terakhir yaitu pada tahun 2014 produksi ikan bandeng mencapai 169.18,
3

pada tahun 2015 produksi ikan bandeng mencapai 220.37, pada tahun 2016

produksi ikan bandeng mencapai 180, dan pada tahun 2017 280 produksi ikan

bandeng mencapai dan pada tahun 2018 produksi ikan bandeng mencapai 325

salah satu potensi yang dimiliki adalah kemampuaan perairan yang mampu

dipergunakan untuk budidaya ikan bandeng (BPS Sulawesi Tenggara, 2018).

Dengan harga jual ikan bandeng presto per kilo Rp. 20.000 sampai 25.000,

dengan harga jual yang relatif sangat tinggi sehingga membuat pendapatan para

penjual tidak sesuai dengan biaya yang dikeluarkan sampai pada saat musim

panen tiba.

Pemanfaatan ikan bandeng di andonohu kota kendari berdasarkan fakta

yang ada bahwa para nelayan ikan bandeng hanya untuk dijual baik masih basah

ataupun sudah kering, padahal ikan bandeng yang dihasilkan itu bisa diolah atau

dijadikan sebagi bahan makanan yang bisa menambah nilai jualnya, hal ini

disebabkan belum banyaknya pengetahuan dan pengalaman masyarakat tentang

manfaat ikan bandeng; baik untuk di dunia kesehatan, dan produk makanan yang

terbuat dari ikan bandeng sehingga pemanfaatannya skala terbatas. Hal ini

mendorong peneliti untuk mengembangkan produk makan dari ikan bandeng

karena berdasarkan fakta bahwa para betani belum memanfaatkan ikan bandeng

presto menjadi olahan makanan atau sebagai usaha kuliner yang penjualannya

relatif mahal.

Berdasarkan latar belakang diatas peneliti akan meneliti dan melakukan

penelitian yang berjudul “ prospek pengembagan ikan bandeng presto di

andonohu kota kendari”. Pembuatan ikan bandeng presto ini diharapkan dapat
4

memberikan kontribusi kepada masyarakat kota kendari, khususnya di andonohu

dengan ikan bandeng yang ada.

B. Batasan Masalah

Agar penelitian ini dapat dilakukan lebih fokus dan mendalam maka

penulis memandang permasalahan yang diangkat perlu dibatasi. Oleh sebab itu,

penulis membatasi diri hanya berkaitan dengan pengembangan pengelolaan

produk yang akan dihasilkan. Dalam penelitian ini produk yang akan di buat

yaitu ikan bandeng menjadi ikan bandeng presto tersebut setelah di olah hanya

dijual begitu saja namun apabila ikan bandeng presto diolah menjadi bahan

makanan bisa bernilai lebih dan harga jualnya relatif lebih mahal dibandingkan

dengan dijual ikan bandeng biasa pada dasarnya.

C. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang diatas, maka yang menjadi rumusan

masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana pengembangan pengolahan ikan

bandeng presto ?

D. Tujuan Pengembangan

Adapun tujuan yang hendak dicapai melalui penelitian ini yaitu untuk

mengembangkan olahan ikan bandeng presto.

E. Manfaat Pengembangan

Adapun manfaat yang diharapkan setelah adanya penelitian yang diperoleh

penulisan adalah sebagai berikut :

a. Untuk Mahasiswa

1. Untuk melatih kreativitas mahasiswa untuk dapat menciptakan inovasi

bisnis agar terbentuk jiwa kewirausahaan.


5

2. Mengembangkan jiwa wirausahawan, dan kemandirian.

3. Menambah wawasan dan pengetahuan.

b. Untuk Masyarakat

1. Menciptakan lapangan kerja baru dilingkungan masyarakat.

2. Menambah variasi olahan produk dari ikan menjadi sesuatu yang

berguna.
6

BAB II

KAJIAN TEORI

A. Deskripsi Teori

1. Konsep Pengembangan Produk

Pengembangan produk merupakan serangkaian aktivitas yang dimulai

dari analisi presepsi dan peluang pasar, kemudian diakhiri dengan tahap produksi,

penjualan, dan pengiriman produk ( Ulrich dan steven, 2013:2).

Pengembangan produk merupakan proses pencarian gagasan untuk barang

dan jasas baru dan mengkonversikannya kedalam tambahan ini produk yang

berhasil secara komersial “pencairan produk baru didasarkan pada asumsi bahwa

para pelanggan menginginkan unsure – unsure baru dan pengenaan produk baru

akan membantu mencapai tujuan perusahaan ( Henry Simamora, 2007 : 411).

Pengembangan produk merupakan aktivitas lintas disiplin yang

membutuhkan kontribusi dari hampir semua fungsi yang ada dalam perusahaan,

namun tiga fungsi yang selalu paling penting bagi proyek pengembangan produk,

yaitu pemasaran, perancangan dan manufaktur

Pengembangan produk adalah mengembangkan konsep produk menjadi

produk nyata untuk dapat memastikan bahwa ide produk dapat di ubah menjadi

produk yang bisa dikerjakan ( Kotler dan Armstrong, 2012:309).

Pengembangan produk baru dalam perusahaan yaitu dapat membentuk

masa depan perusahaan, produk pengganti harus diciptakan untuk

mempertahankan atau mengembangkan penjualan. Perusahaan dapat menambah

produk barunya melalui akuisi dan atau pengembangan produk baru. Tujuan
7

pengembangan produk baru adalah untuk mengiplementasikan strategi produk

yang sesuai dengan permintaan pasar dan keuntungan yang kompetitif ( Kotler

dan Keller, 2015 :374).

Berdasarkan beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa

pengembangan konsep adalah suatu proses penemuan ide untuk barang dan jasa

termasuk merubah, menambah atau merumuskan kembali sebagian dari sifat –

sifat pokok yang sudah ada dan menciptakan dan merancang produk yang baru

yang lebih baik.

a. Tujuan Pengembangan Produk

Adapun tujuan pengembangan produk Menurut Buchari ( 2000:101) :

a). untuk memenuhi keinginan konsumen

b). untuk menambah omzet penjualan

c). untuk mendayagunankan sumber – sumber produksi

d). untuk mencegah kebosanan produk

e). untuk memberdayakan produk (membuat produk baru dengan farian rasa

baru).

b. Strategi Pengembangan Produk

Strategi pengembangan produk dilakukan oleh Swastha (2010:29-30) :

a). Memperbaiki bentuk – bentuk yang telah ada dalam strategi ini perusahaan

tetap menggunakan teknolagi dan fasilitas yang ada untuk membuat variasi

baru dan produknya.

b). Memperluas link. Semua di tunjukan untuk menawarkan lebih banak

alternatif pilihan kepada pembeli tentang produknya.


8

c). Menambah model yang ada dan menambah beberapa variasi baru pada

produknya.

d). Menambah produk yang ada kaitanya dengan lini yang ada. Strategi ini

dianggap mahal kerena produk baru sering menggunakan proses produksi

baru, demikian juga fasilitas – fasilitas untuk promosi dan distribusinya.

a Pengertian Ikan

Ikan merupakan salah satu sumber zat gizi penting bagi proses

kelangsungan hidup manusia. Manusia telah memanfaatkan ikan sebagai bahan

pangan sejak beberapa abad yang lalu. Sebagai bahan pangan, ikan mengandung

gizi utama berupa protein,lemak,vitamin, dan mineral. Kandungan lemak tidak

jenuhnya dapat meningkatkan kecerdasan dan mencegah kolesterol. Ikan

juga merupakan bahan makanan yang mengandung protein tinggi dan

mengandung asam amino esensial yang diperlukan oleh tubuh, di samping itu

nilai biologisnya mencapai 90% dengan jaringan pengikat sedikit sehingga

mudah dicerna dan harganya juga jauh lebih murah dibandingkan dengan

sumber protein lain. Disamping itu, ikan juga dijadikan sebagai bahan obat-

obatan, pakan ternak, dan lainnya (Adawyah, 2008).

Ikan bandeng ( chanos chanos ) merupakan salah satu sumber protein

hewani yang sangat penting. Ikan bandeng memiliki nilai protein hewani yang

lebih tinggi di bandingkan dengan protein yang berasal dari tumbuh-tumbuhan.

Sebab, protein  lengkap  dan susunan  asam  aminonya  yang  ada  dalam

tubuh manusia (Wijayanti dkk 2016).


9

Ikan memegang peranan penting dalam pemenuhan sumber gizi dan

keamanan hidup bagi manusia pada Negara berkembang. Ikan juga

berfungsi sebagai sumber asam lemak,mineral dan vitamin. Mesikipun ikan kaya

akan gizi, tetapi ikan merupakan bahan yang cepat busuk dan mempunyai umur

simpan yang pendek ( Hafiludin 2015 )

ikan bandeng dapat di jumpai di daerah air tawar, air payau, dan air laut.

Selama masa perkembangannya, ikan bandeng menyukai hidup di air payau, atau

daerah muara sungai. Ketika mencapai usia dewasa, ikan akan kembali ke laut

untuk berkembang biak ( Purnomowati, dkk, 2007 ).

Pertumbuhan ikan bandeng relatif cepat, yaitu 1, 1-1,7 % bobot badan

/hari , dan bisa mencapai berat rata – rata 0,60 kg pada usia 5-6 bulan jika di

pelihara dalam tambak ( Sudrajad, 2008 )

Habitat aslinya ikan bandeng mempunyai kebiasaan mengambil makanan

dari lapisan dasar atas laut, berupa tumbuhan mikrokopis seperti : plankton,

udang renik, jasad renik, dan tanaman multiseluler lainnya. Makanan ikan

bandeng disesuaikan dengan ukuran mulutnya. ( Purnomowati, dkk, 2007 )

b. Manfaat ikan

ikan merupakan sumber protein, lemak, vitamin, dan mineral yang sangat

baik dan prospektif. Keunggulan utama protein ikan dibandingkan dengan produk

lainnya adalah kelengkapan komposisi asam amino dan kemudahannya untuk

dicerna. Ikan juga mengandung asam lemak, terutama Omega-3, yang sangat

penting artinya bagi kesehatan dan perkembangan otak bayi untuk potensi

kecerdasannya. Demikian besar peranan gizinya bagi kesehatan, ikan merupakan


10

pilihan yang tepat untuk diet di masa yang akan datang. Berikut manfaat yang

didapat dengan mengkonsumsi ikan Bandeng: a. Mencegah penyakit jantung

koroner. b. Menurunkan kadar kolesterol darah. c. Meningkatkan daya tahan

tubuh. d. Membantu pertumbuhan sistem sarat serta perkembangan otak. e.

Mencegah penyakit karena kekurangan gizi mikro. f. Mengurangi resiko

hipertensi. Hal ini juga berdasarkan Balai Pengembangan dan Pengujian Mutu

Hasil Perikanan (2005).

c. Kandungan Gizi Ikan Bandeng

Ikan bandeng memiliki kandungan gizi per-100 gram daging ikan terdiri dari

energy 129 kkal, protein 20 g, lemak, 4,8 gram, kalsium 20 mg, fosfor 150 mg,

besi 2 mg, vitamin A 150 SI serta vitamin B1 0,05 mg. Dari kandungan

nutrisi tersebut kelihatan bahwa kandungan protein ikan bandeng cukup

tinggi. Hal ini yang menjadikan ikan bandeng mudah dicerna serta sangat baik

untuk dikonsumsi oleh semua usia dalam mencukupi kebutuhan protein tubuh,

menjaga dan memelihara kesehatan serta mencegah penyakit akibat kekurangan

zat gizi.

( Saparinto, 2009 ).

B. Penelitian Yang Relevan

1. Penelitian yang dilakukan oleh Indiarstuti, dkk pada tahun 2018 dengan
judul “Pengembangan Dan Peningkatan Usaha Produk Olahan Bandeng

Di Kecamatan Pakal Surabaya”. Hasil penelitian dilapangan menujukkan

bahwa Bandeng merupakan jenis ikan konsumsi yang tidak asing bagi

masyarakat selain harganya relatif murah, kandungan protein yang tinggi


11

dan tidak mengandung kolesterol. Produk olahan bandeng misalnya otak

otak bandeng, bandeng presto, dan bandeng bakar banyak dijual di kota-

kota besar sebagai oleh-oleh, demikian juga di Surabaya, peminat

produk olahan bandeng ini masih cukup besar. Trend masyarakat untuk

mengkonsumsi ikan ini sangat menguntungkan dan menggembirakan bagi

produsen. Pengembangan dan peningkatan usaha produk olahan bandeng

yang dilakukan oleh Tim IBM terhadap mitra 1 dan mitar 2 melalui

beberapa kegiatan yaitu pelatihan dan pemberian bantuan alat

produksi. Pelatihan varian produk olahan bandeng di Akademi

Pariwisata Mojopahit/tristar berhasil dengan baik, artinya setelah

mengikuti pelatihan tersebut baik mitra 1 dan mitra 2 mampu

mempraktekkan hasil dari pelatihan bahkan dapat mendesiminasikan

kepada warga yang mempunyai minat yang sama. Persamaan

penelitian terdahulu dengan penelitian ini terletak pada pengembangan

ikan bandeng menjadi produk pasar. Adapun yang menjadi perbedaan

masing-masing peneltian yakni dimana dalam penelitian ini fokus pada

prospek pengembangan ikan bandeng presto. Sedangkan pada penelitian

terdahulu lebih pada pengembangan kearah peningkatan produk olahan

bandeng.

2. Penelitian yang dilakukan oleh Agadhita, Nila Candra, dkk pada tahun

2013 dengan judul “Analisis Propsek Dan Perkembangan Usaha Industri

Bandeng Presto Di Kota Semarang”. Hasil penelitian dilapangan

menujukkan bahwa usaha bandeng presto di Kota Semarang memliliki


12

karakteristik usaha dan struktur biaya yang berbeda-beda sehingga

usahanya dapat dibagi menjadi tiga skala usaha yang disesuaikan dengan

tingkat kemampuan dan kapasitas produksinya yaitu skala kecil, sedang

dan besar. Umumnya alat-alat produksi, khususnya panci presto yang

digunakan sebagian besar pelaku usaha masih sederhana dan berkapasitas

kecil. Hanya beberapa industri saja yang sudah menggunakan alat (panci

presto) yang lebih modern dan berkapasitas tinggi. Perkembangan usaha

bandeng presto yang ditunjukkan melalui indikator produksi, jam

kerja, omset penjualan dan keuntungan nyatanya belum sesuai dengan

yang diharapkan karena masih adanya pola pikir pengusaha yang sempit

mengenai arah keberlanjutan usaha. Secara finansial, usaha bandeng

presto di Kota Semarang mempunyai prospek yang layak untuk

dikembangkan. Hal ini didasarkan atas perhitungan R/C ratio usaha

bandeng presto yang diperoleh hasil R/C > 1 pada masing-masing skala

usaha yakni skala kecil, skala sedang dan skala besar. Persamaan

penelitian terdahulu dengan penelitian ini terletak pada prospek

pengembangan ikan bandeng presto. Adapun yang menjadi perbedaan

masing-masing peneltian yakni dimana dalam penelitian ini fokus pada

prospek pengembangan ikan bandeng presto. Sedangkan pada penelitian

terdahulu lebih pada pengembangan yang sudah tersedia tanpa perlu

membuat produk ikan bandeng presto lagi.

3. Penelitian yang dilakukan oleh suzana sri hartini, dkk pada tahun 2017
dengan judul “Produk olahan hasil perikanan (Bandeng Krispy) di
13

Sidoarjo”. Hasil penelitian dilapangan menujukkan bahwa Bahan baku

yang digunakan merupakan salah satu produk ikan bandeng yang

memiliki gizi tinggi bagi tubuh dan merupakan olahan yang berbeda dari

cara pengolahan ikan Bandeng pada umumunya, seperti goreng, presto

atau otak – otak, dimana semua cara pengolahannya tidak membuang

tulang dan duri pada ikan. Ikan Bandeng krispi ini menggunakan bahan

baku ikan bandeng yang sudah dibuang tulang dan durinya dan diolah

menjadi tekstur yang krispi diluar tetapi lembut di dalamnya. Penelitian

ini diukur dengan menggunakan analisis Swot untuk mengetahui jumlah

volme pemasaran dari produk ikan bandeng yang di olah menjadi

(Bandeng Crispy) sehingga di dapat bahwa dengan adanya inovasi produk

meningkatkan volume penjualan dari produk pengolahan hasil ikan

bandeng. Persamaan penelitian terdahulu dengan penelitian ini terletak

pada prospek pengembangan ikan bandeng. Adapun yang menjadi

perbedaan masing-masing peneltian yakni dimana dalam penelitian ini

fokus pada prospek pengembangan ikan bandeng presto. Sedangkan pada

penelitian terdahulu lebih pada pengolahan ikan bandeng menjadi produk

bandeng crispy untuk meningkatkan volume penjualan.


14

C. Kerangka Pikir

Ikan bandeng

Inovasi produk

Pengembangan produk Produk ikan bandeng

presto

Proses Pengolahan ikan


Prosedur
bandeng presto
pengembangan model

Peralatan Produksi
1. Desain produk
2. Validitas desain
3. Revisi desain
1. Desain uji coba Pemasaran Produk
4. Uji coba produk 2. Subjek uji coba
5. Revisi uji coba 3. Jenis data
6. Model hipotetik
6
7. Evaluasi dan
penyempurnaan
8. Produk masal

Gambar 1. Skema Pembuatan Produk


15

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Waktu dan Tempat Penelitian

Penelitian ini dilakukan di andonohu kota kendari dan akan dilaksanakan

pada bulan mei 2020 yang objek penelitian adalah analisi pengembangan produk

ikan bandeng biasa menjadi ikan bandeng presto. Daerah yang akan dijadikan

sebagai penelitian sudah didasarkan dengan berbagi pertimbangan bahwa tempat

penelitian tersebut dapat dijangkau oleh peneliti dan merupakan salah satu tempat

yang membudidayakan ikan bandeng yang cukup banyak.

B. Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research and

Development (R&D). Penelitian dan pengembangan atau Research and

Development (R&D) adalah sebuah strategi atau metode penelitian yang cukup

ampuh memperbaiki praktik (Nana Syaodih Sukmadinata, 2006: 164). Penelitian

dan pengembangan merupakan suatu proses atau langkah-langkah untuk

mengembangkan suatu produk baru atau menyempurnakan produk yang telah ada

dan dapat dipertanggung jawabkan. Tujuan dari penelitian pengembangan adalah

menginformasikan proses pengambilan keputusan sepanjang pengembangan dari

suatu produk dalam menciptakan berbagai produk baru.


16

Rangkaian tahapan yang harus dilakukan seperti diungkapkan Borg and

Gall (2003), yaitu penelitian awal dan pengumpulan informasi, perencanaan,

pengembangan produk awal, uji coba produk awal, revisi produk utama, uji coba

produk utama, revisi produk operasiona, uji produk operasional, refisi produk

final, dan dimensi dan implementasi, dimaksud untuk mengidentifikasi

pengembangan ikan bandeng presto.

C. Desain Pengembangan

Adapun desain awal dalam penelitian pengembangan ikan bandeng biasa

menjadi ikan bandeng presto yaitu sebagai berikut :

Ikan bandeng presto

Ikan bandeng
Bentuk ikan
Proses pembuatan
ikan bandeng
presto
Rasa ikan presto

Gambar 2. Desain Pembuatan produk

D. Teknik Pengumpulan Data

Teknik penggumpulan data adalah kegiatan yang sangat penting untuk

memperoleh kejelasan dan kerinciaan data yang diterapkan dalam penelitian.

Pengumpulan data alam penelitian selama ini diperoleh dengan cara observasi,

wawancara, dan dokumentasi yang dijelaskan oleh sugiono ( 2009: 309) sebagai

berikut:
17

1. Observasi

Observasi adalah teknik pengumpulan data yang dengan melakukan

pengamatan secara langsung dan sistematis terhadap gejala – gejala yang dimiliki

dengan cara memilih, mengamati, merangkum dan menata kejadian sebagai mana

terjadi pada keadaan yang sebenarnya. (moleong 2007” 175) teknik observasi

dalam penelitian ini menggunakan observasi partisipasi yang merupakan

penelitian yang terlihat dalam kegiatan sehari – hari orang yang sedang diamati

atau yang digunakan sebagai sumber data penelitian. Pelaksanaan observasi yaitu

pengamatan langsung terhadap pengembangan rumput laut menjadi mie dengan

menggunakan alat untuk memperoleh data bantu yang di gunakan adalah berupa

foto, alat tulis dan cape recoder.

2. Wawancara

Teknik wawancara atau interview adalah suatu bentuk komunikasi

variabel menjadi semacam percakapan bertujuan untuk memperoleh informasi.

Penjelasan tersebut di perkuat oleh Meleong (2007: 186) yang menyatakan

bahwa “wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu, percakapan itu

dilakukan oleh dua belah pihak yaitu pewawancara yang menunjukan pertanyaan

dan yang diwawancarai yang memberikan jawaban atas pertanyaan – pertanyaan

yang dilakukan”. Proses wawancara dilakukan secara informal, namun pada

dasarnya peneliti telah menyiapkan meteri pertanyaan dan merancang prosedur

atau langkah yang sistematis sesuai masalah yang diteliti. Wawancara dalam

penelitian ini meliputi tentang pengembangan rumput laut menjadi olahan mie

didesa ketela kabupaten muna barat.


18

3. Dokumentasi

Dokumentasi merupakan langkah untuk menyempurnakan teknik

pengumpulan data. Teknik ini dilakukan dengan cara pengamatan dan pengkajian

dokumentasi yang berupa catatan – catatan dan tulisan dari buku – buku. Serta

pengamatan dilakukan dengan cara pengambilan gambar foto, penelitian ini

memanfaatkan berbagai macam dokumentasi foto, catatan, narasumber yang

berhubungan dengan penelitian kemudian setelah mendapatkan keterangan dari

informasi, selanjutnya dapat dilakukan untuk melengkapi data – data lainya.

E. Prosedur penelitian prospek pengembangan

Tahap I : Studi Pengembangan Model

Tahap penelitian pengembangan Research and Development (R&D)

merupakan salah satu usaha kegiatan untuk mengebangkan suatu produk yang

efektif untuk digunakan. Dalam penelitian pengembangan yaitu sebagai proses

yang digunakan untuk mengebangkan dan menvalidasi produk atau model baru

dari produk – produk yang telah ada baik dari segi rasa, bentuk, dan warna.

Langkah – langkah dari proses ini biasanya disebut sebagai siklus R&D yang

terdiri dari mempelajari temuan penelitian yang berkaitan dengan produk yang

akan dikembangkan, mengembangkan produk berdasarkan temuan ini, bidang

pengujian dalam pengaturan yang ditemukan dalam tahap mengajukan pengujian.

Dalam program yang lebih dekat dari R&D, siklus ini diulang samapai bidang

data uji menunjukkan bahwa produk tersebut memenuhi tujuan dari

pengembangan produk tersebut.


19

Tahap II : Tahap Pengembangan Model

Dalam tahap ini dibagi menjadi beberapa bagian yaitu :

1. Model pengembangan ( Desain Produk)

Penelitian ini merupakan jenis penelitian dan pengembangan atau

Research and Development ( R&D). menurut Sugiono ( 2012: 409) penelitian dan

pengembangan adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan

produk tertentu dan menguji keefektifan produk tersebut.

Dalam penelitian ini mendefinisikan penelitian dan pengembangan

merupakan pendekatan penelitian untuk menghasilkan produk baru atau

menyempurnakan produk yang telah ada. Jadi penelitian pengembangan

merupakn metode untuk menghasilakan produk tertentu atau penyempurnaan

produk yang telah ada serta menguji keefektifan produk tersebut.

Peneliti melakukan penelitian tentang prospek pengembangan ikan

bandeng presto di anduonohu kota kendari. adapun alat dan bahan serta cara

pembuatan ikan bandeng presto adalah sebagi berikut:

 Alat dan bahan pembuatan ikan bandeng presto

Alat Bahan
 Pisau  Ikan bandeng
 Baskom  Bawang ½ ltr
 Blender  Bawang putih ½ ltr
 Panci presto  Daun sereh
 Piring ceper  Gula merah
 Kompor atau tungku  lengkuas
 Sendok dan garpu  kemiri
 Kemasan  Daun salam
 Timbangan  Ketumbar halus 5000
 Jintan 5000
20

 Daun pisang
 Telur
 Minyak goreng

 Proses Pengolahan Ikan Bandeng Presto

Berikut adalah proses pengelolaah ikan bandeng presto:

1. Pembersihan Ikan bandeng

Ikan bandeng yang masih segar akan di proses,terlebih dahulu di bersihkan

isi dalam ikan bandeng,kemudian ekornya tidak boleh di potong, selanjutnya

bersihkan kembali jika sudah di kerja isi dalam ikan bandeng,sampai benar-benar

bersih

2. Menyiapkan bumbu

 bumbu-bumbu berupa bawang merah,bawang putih,ketumbar,kemiri,daun

sereh,gula merah,daun salam,jintan,dan lengkuas.dilumatkan dalam cobek atau di

blender

3. Proses pembuatan ikan bandeng presto

Pengolahan ikan bandeng presto,terlebih dahulu lumuri ikan bandeng

dengan bumbu-bumbu yang sudah ada, setelah selesai masukkan ikan

bandeng,satu persatu agar rapih dan tersusun. kemudian tambahan daun pisang

sebagai penutup agar uap tidak keluar pada saat pemasakan,kemudian masukkan

air kedalam panci presto setara dengan banyaknya ikan yang di dalam

panci,setelah itu tutup panci presto usahakan penutupnya benar-benar

rapat.kemudian nyalakan api kompor,proses pemasakan ikan bandeng presto di

butuhkan sekitar 4 atau 3 jam,bila jumlah ikannya lebih banyak, maka diperlukan
21

waktu yang lama pula.  Setelah masak, angkat panci atau presto dari tungku atau

kompor, dan biarkan sejenak sampai panasnya berkurang. Setelah agak dingin,

angkat ikannya dari dalam panci atau paso dengan menggunakan 2 buah sendok

dan tiriskan dalam wadah atau baskom.

4. Proses penggorengan

Proses penggorengan ikan bandeng presto,terlebih dahulu siapkan adonan

telur dalam piring atau wadah,kemudian masukkan ikan bandeng presto yang

telah masak kemudian lumuri dengan telur yang sudah di sediakan.setelah itu

panaskan minyak goreng,setelah panas, tuangkan ikan tersebut ke dalam

minyak,tunggu sampai ikanya kekuning-kuningan,lalu angkat dan dinginkan dan

siap di kemas..

 Pemasarannya :

a. Pilih lokasi yang strategis

Pemilihan lokasi yang tepat juga penting dalam strategi pemasaran produk

atau jasa. Misalnya seperti pasar, jalan keramaian, tokoh, dan di tempat wisata

(pantai).

b. Gunakan internet marketing

Strategi pemasaran produk lainnya yang tak kalah penting adalah internet

marketing. Anda bisa menampilkan produk melalui situs jejeraing sosial, seperti

facebook, intagram dan whatsApp .dengan trik ini maka anda bisa mengetahui apa

selera konsumen dan apa yang mereka inginkan.

c. Kenali konsumen anda


22

Konsumen atau pembeli adalah raja, istilah ini benar adanya, karena raja

sangat senang dilayani dan dibuat bahagia atas apa yang ia alami dan dapatkan.

Maka dari itu, sebaiknya “Mengenali” target market dalam hal ini konsumen

sehingga anda tau apa yang menjadi keinginannya. coba lihatlah tingkah laku

mereka, kebiasaan merereka, sehingga anda bisa tahu bagaimana harus melayani

mereka dan menghasilkan pelayanan yang lebih nyaman satu sama lain.

d. Lakukan promosi

Dalam tujuan pengenalan produk, maka anda bisa mulai berpartisipasi di

event-event pameran yang sesuai dengan jenis usaha bisnis. Melakukan dengan

cara-cara yang kreatif sehingga konsumen lebih tertarik dan tidak merasa bosan.

Contoh setiap berpergian, disitu bisa membagikan sebuah brosur dan pamphlet.

2. Validitas desain.

Validitas desain penelitian dan prospek pengembangan ikan bandeng

presto ini meliputi tahap penilaian yang dilakukan oleh pakar desain. Setelah

divaliditasi produk kemudian melakukan revisi tahap I. Hasil revisi tahap I

kemudian diuji cobakan dengan cara pembuatan ikan bandeng presto, selama

pembuatan mie rumput laut peneliti berperan sebgai observer. Setelah pembuatan

ikan bandeng presto masyarakat akan diwawancarai. Data dari hasil wawancara

dan observasi kemudian dianalisis untuk memperoleh informasi tanggapan serta

saran dari masyarakat mengenai pengembangan ikan bandeng presto . berdasarkan

informasi tersebut, produk mie rumput laut kembali direvisi sehingga


23

menghasilkan produk akhir berupa pengembangan ikan bandeng presto di

anduonohu kota kendari.

3. Revisi desain

Setelah validasi desain, dilakukan revisi desain untuk mencari apakah

masih ada ketidak sesuaian atau kesalahan pada produk agar diperbaiki dan

sabagai penyempurna produk yang akan dikembangkan. Pada tahap ini peneliti

memperbaiki kembali desain produk yang telah divalidasi berdasarkan saran

perbaikan dari validasi desain.

4. Uji Coba Produk

Uji coba produk dibagi menjadi tiga bagian yaitu :

a. Desain uji coba

Uji coba produk sangat penting dilakukan untuk mengetahui kualitas

sumber ikan bandeng. Olah karena itu perlu dilakukan uji coba kepada sasaran

produk yang dikembangkan. Sebelum diuji cobakan, produk ikan bandeng presto

kemudian dilakukan revisi tahap I. Produk yang telah dihasilkan direvisi oleh

pakar desain, kemudian dilaksanakan revisi tahap II. Produk hasil revisi tahap

kedua diuji cobakan kepada msayarakat.

Dalam penelitian ini juga hasil dari produk ikan bandeng presto dapat di

uji di laboratorium untuk mengetahui kandungan yang ada dalam produk yang

dihasilkan agar memperkuat hasil dari produk yang dibuat.

b. Subjek uji coba

Tahapan selanjutnya setelah produk ikan bandeng presto direvisi oleh

pakar desain maka diuji cobakan ke lapangan. Adapun yang menjadi uji coba
24

dengan produk ikan bandeng presto ini adalah masyarakat anduonohu kota

kendari..

c. Jenis data

Terdapat dua jenis data yang diperoleh, yaiitu data kualitatif dan data

kuantitatif. Data kuantitatif akan diperoleh dari observasi terhadap desain tentang

pengembangan ikan bandeng presto. Sedangkan data kualitatif diperoleh dari

hasil wawancara terhadap masyarakat di kota kendari tepatnya di anduonohu.

Setelah kedua data terkumpul, kemudian akan dianalisis.

5. Revisi produk

Setelah produk divalidasi oleh beberapa pakar, tahap selanjutnya yaitu

melakukan revisi terhadap produk. Revisi produk dilakukan apabila banyak

kelemahan dan kekurangan sehingga revisi produk ini bersumber pada hasil

observasi, wawancara dan dokumentasi dari para ahli desain dan masyarakat yang

dikumpulkan. Berbagai tanggapan, kritik, dan saran dari para ahli dianalisis atau

uji laboratorium. Dari hasil analisis kemudian peneliti melakukan revisi atau

perbaikan produk yang dikembangkan. Adapun kelemahan dalam produk ikan

bandeng presto yaitu proses pengolahan ikan bandeng yang untuk diolah menjadi

makanan yang memerlukan waktu yang cukup lama.

6. Evaluasi dan penyempurnaan produk

Tahap ini dilakukan setlah produk pengembangan ikan bandeng presto

tersebut diuji pada skala besar. Peneliti melakukan revisi prospek pengenbangan

ikan bandeng presto berdasarkan tanggapan dan saran serta komentar masyarakat

terhadap pengembangan ikan bandeng presto yang digunakan pada uji coba
25

dangan skala besar. Penyempurnaan produk akhirnya dilakukan untuk

memperbaiki pengembangan ikan bandeng presto sehingga menghasilkan produk

pengembangan ikan bandeng presto yang bermutu dan berkualitas.

7. Pembuatan secara masal

Hasil akhir dari ikan bandeng presto yang dikembangkan berdasarkan dari

validasi, revisi, dan uji produk yang dilakukan kemudian dipublikasikan.

8. Model hipotetik ( model akhir hasil revisi pada tahapan pengembangan

model)

Adapun model akhir revisi pada tahap pengembangan model adalah sebagai

berikut:

Desain produk Revisi produk

Desain uji
coba

Pengembangan Validasi desain Uji coba


model produk Subjek uji
coba

Jenis data

Produk masal
Revisi desain

Evaluasi dan
penyempurnaan

Gambar 3 model pengembangan produk


26