Anda di halaman 1dari 9

Perang Dingin, Latar Belakang, Sejarah dan

Dampaknya
October 8, 2020

Perang Dingin merupakan perang berlatarbelakang ideologi liberalisme dan


komunisme yang terjadi pasca Perang Dunia II. Terjadi perebutan hegemoni
antara Amerika Serikat dan Unis Soviet untuk saling mempengaruhi negara –
negara dalam periode 1947 – 1991. Secara umum kedua negara inilah yang
menjadi aktor dibalik peristiwa Perang Dingin.

Perang Dingin tidak pernah terjadi secara fisik antara Amerika Serikat dan Uni
Soviet melainkan saling mempengaruhi negara – negara untuk memeluk
ideologi Uni Soviet dan Amerika Serikat. Pada pembahasan Perang Dingin
disinggung pula negara yang pecah akibat perbedaan pandangan di suatu negara
seperti Cekoslovakia, Yugoslavia, Vietnam, dan Korea. Perang Dingin juga
diwarnai perlombaan kekuatan militer, teknologi nuklir, dan pengiriman
ekspedisi ke luar angkasa.

Daftar Isi
 Latar Belakang Perang Dingin
o 1. Munculnya Amerika Serikat dan Uni Soviet sebagai Pemenang Perang
Dunia II
o 2. Munculnya Negara – Negara Merdeka Setelah Perang Dunia II di Luar
Eropa
 Faktor – Faktor Pendorong Terjadinya Perang Dingin
o 1. Perbedaan Ideologi
o 2. Keinginan Berkuasa
o 3. Berdirinya Pakta Pertahanan
 Sejarah Perang Dingin
 Fase – Fase dalam Perang Dingin
o
 Periode 1947 hingga 1953
 Periode 1953 hingga 1956
 Periode 1956 hingga 1958
 Periode 1958 hingga 1962
 Periode 1962 hingga 1985
 Periode 1985 hingga 1990
 Tahun 1991
 Peredaan Perang Dingin
 Akhir Perang Dingin
 Dampak Perang Dingin
o Dampak Positif
 Bidang Ekonomi
 Bidang Sosial Budaya
 Bidang Militer
 Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
o Dampak Negatif
 Bidang Militer
 Bidang Politik

Latar Belakang Perang Dingin


Penyebutan Perang Dingin dikarenakan adanya ketegangan politik yang terjadi
antara Amerika Serikat bersama Blok Barat dan Uni Soviet bersama Blok
Timur. Peristiwa ini terjadi pasca Jepang dan Nazi menyatakan menyerah pada
Sekutu. Pasca PD II berakhir muncullah Amerika Serikat dan Uni Soviet
sebagai dua negara adidaya yang lahir. Pasca PD II juga diwarnai perebutan
hegemoni antara AS dan Uni Soviet. Ada beberapa hal yang melatarbelakangi
munculnya Perang Dingin, yaitu :

1. Munculnya Amerika Serikat dan Uni Soviet sebagai Pemenang Perang Dunia
II

Perang Dunia II berakhir dengan ditandatanganinya Perjanjian Postdam dimana


Jerman menandatangani pernyataan menyerah terhadap Sekutu pada tanggal 2
Agustus 1945. Isi dari perjanjian Postdam adalah membagi wilayah Jerman atas
pendudukan Amerika Serikat, Inggris, Perancis, dan Uni Soviet. Amerika
Serikat dan Uni Soviet sangat menonjol pasca PD II karena kedua negara ini
relatif tidak mendapatkan dampak yang berat dalam PD II.

Amerika Serikat dengan paham liberalnya berusaha menyebarkan liberalisme


kepada negara Eropa Barat dan Uni Soviet berupaya menyebarkan ideologi
komunisme ke berbagai negara di Eropa Timur. Maka terbentuklah istilah Eropa
Barat sebagai Blok Barat dan Eropa Timur sebagai Blok Timur atas basis
penyebaran ideologi.

2. Munculnya Negara – Negara Merdeka Setelah Perang Dunia II di Luar Eropa

Pasca Perang Dunia II berakhir banyak negara terjajah memerdekakan diri


termasuk salah satunya Indonesia. Negara – negara ini merupakan negara yang
sangat rapuh, maka sangat mungkin pengaruh Amerika Serikat dan Uni Soviet
untuk masuk dan menyebarkan ideologinya.

Faktor – Faktor Pendorong Terjadinya Perang Dingin


Berikut adalah faktor – faktor pendorong munculnya Perang Dingin :

1. Perbedaan Ideologi

Amerika Serikat dan Uni Soviet sebagai negara pemenang PD II masing –


masing menganut ideologi berbeda. Amerika Serikat dengan faham liberalis
kapitalis yang mengagungkan kebebasan individu. Serta Uni Soviet yang
berideologi sosialis komunis yang mengedepankan kesetaraan dalam segala
aspek serta keyakinan negara mengendalikan rakyat demi kesejahteraan
bersama. Keduanya saling berlomba mempengaruhi negara – negara lain untuk
menganut ideologinya.

2. Keinginan Berkuasa

Amerika Serikat dan Uni Soviet masing – masing berlomba merebut simpati
negara – negara di dunia untuk memeluk ideologi liberalis dan komunis.
Sebagai contoh Amerika Serikat yang memberi bantuan kepada Eropa Barat
melalui program Marshall Plan yang difungsikan untuk membangun ulang
Eropa Barat. Disisi lain, Uni Soviet juga menganggarkan uangnya untuk Eropa
Timur dalam bentuk program Molotov Plan.

3. Berdirinya Pakta Pertahanan

Guna melancarkan penguasaan hegemoni di dunia, antara Amerika Serikat dan


Uni Soviet membentuk organisasi pakta pertahanan untuk memperkuat basis
pertahanan keduanya. Amerika Serikat bersama Eropa Barat membentuk NATO
(North Atlantic Treaty Organization) untuk menggabungkan negara Eropa
Barat.

Disisi lain, Uni Soviet pada tahun 1955 membentuk Pakta Warsawa dengan
keanggotaan dari Eropa Timur. Berdirinya dua organisasi pakta pertahanan ini
memunculkan sentimen diantara keduanya.

Sejarah Perang Dingin


Perang Dingin berlangsung selama 44 tahun dimulai 1947 hingga 1991. Selama
kurun waktu tersebut terjadi perpecahan kedua blok, Blok Barat dan Blok
Timur. Kemenangan Sekutu dalam Perang Dunia II tidak diimbangi dengan
terciptanya perdamaian. Amerika Serikat dan Uni Soviet sebagai negara adidaya
yang lahir pasca Perang Dunia II masing masing berlomba menyebarkan
pengaruh. Amerika Serikat dengan faham liberalis sangat kontras dengan Uni
Soviet yang berfaham komunis.

Hal tersebut diperparah dengan adanya konferensi The Big Three yang


diselenggarakan Teheran, Iran pada November 1943. Pertemuan ini dihadiri
oleh Inggris, Uni Soviet dan Amerika Serikat yang bertujuan membahas strategi
untuk menghancurkan Jerman.
Pada bulan Juli 1945, pasca perang di Postdam, terjadi perbedaan pandangan
antara Amerika Serikat dan Uni Soviet yang dianggap sebagai awal dari Perang
Dingin. Pada saat itu, Harry S Truman menginginkan adanya pemilu yang bebas
di negara Eropa Timur. Hal tersebut ditolak oleh Stalin karena dianggap akan
membentuk pemerintahan yang anti terhadap Uni Soviet. Sejak saat itu mulai
ada intrik diantara Amerika Serikat dan Uni Soviet.

Kondisi diperparah dengan usulan penghentian bantuan Amerika Serikat ke Uni


Soviet. Terlebih Truman berpendapat menentang pemerintahan yang berdiri atas
dasar paksaan.

Pada bulan Maret 1946, Perdana Menteri Inggris Churchil dalam kunjungannya
ke Amerika Serikat menyatakan Iron Curtain atau tirai besi sedang digelar di
daratan Eropa beserta Jerman yang terbagi dalam dua blok yang saling
berlawanan. Melihat hal tersebut, Amerika Serikat segera merespon dengan
cepat. Apalagi ditambah dinas intelegen Uni Soviet yang menyuarakan anti
kapitalis.

Keadaan di Eropa terpecah atas dasar ideologi. Amerika Serikat menyikapi


dengan menggunakan Doktrin Truman untuk melakukan
politik containing terhadap wilayah dengan faham komunis di Eropa. Selain
Doktrin Truman, Amerika Serikat juga melancarkan program ekonomi seperti
Marshall Plan ke Eropa Timur.

Stalin merespon dengan mendirikan pemerintahan partai tunggal komunis


seperti di Cekoslovakia. Stalin juga membentuk blokade semua jalur lintas
barang dan manusia di zona pendudukan Jerman ke Berlin.

Hal – hal tersebut membuat keadaan semakin memanas. Di Berlin, keadaan


tercepit oleh wilayah Jerman Timur yang berkiblat pada komunis membuat
Amerika Serikat harus menerbangkan makanan dan obat obatan (air lift) untuk
warga Berlin Barat.

Amerika Serikat berhasil membentuk suatu pakta pertahanan dengan Eropa


Barat sebagai anggotanya. Organisasi tersebut dinamakan NATO (North
Atlantic Threaty Organization) dengan anggota diantaranya Denmark,
Norwegia, Islandia, Irlandia, Inggris, Kanada, Amerika Serikat, Portugal,
Perancis, Luxemburg, Belanda, Belgia, dan Jerman Barat. Disisi lain, Uni
Soviet merespon dengan mendirikan organisasi pakta pertahanan Pakta
Warsawa dengan anggota Uni Soviet, Albania, Cekoslovakia, Jerman Timur,
Bulgaria, Polandia, Hungaria dan Rumania.

Munculnya kedua pakta pertahanan tersebut membuat keadaan semakin


memanas. Hal inilah yang dimaksud periode Perang Dingin dimana kedua blok
saling memata matai, saling berlomba dalam pengembangan senjata, dan
mempertahankan pengaruhnya di negara satelit.

Fase – Fase dalam Perang Dingin


Berikut adalah fase – fase dalam Perang Dingin
Periode 1947 hingga 1953

Periode ini merupakan awal munculnya Perang Dingin yang ditandai dengan
pembagian Jerman atas blok negara Sekutu. Pada periode ini juga muncul
program ekonomi baik dari Amerika Serikat maupun Uni Soviet seperti Dokrin
Truman, Marshall Plan, Molotov Plan, blokade berlin dan lain – lain. Selain itu
terbentuk pula organisasi pakta pertahanan seperti NATO dan Pakta Warsawa.
Periode 1953 hingga 1956

Pada periode ini terjadi beberapa peristiwa penting seperti ekspansi NATO,
perang Indocina, krisis Suez hingga pembentukan pakta pertahanan di luar
Eropa seperti SEATO, CENTO, dan ANZUZ.
Periode 1956 hingga 1958

Dua tahun yang menjadi masa memuncaknya krisis Perang Dingin ditandai
dengan adanya peristiwa penindasan terhadap revolusi Hungaria oleh Uni
Soviet, krisis di Irak, krisis Jordania dan Lebarnon, serta krisis di Taiwan.
Periode 1958 hingga 1962

Pada tahun – tahun ini terjadi peningkatan dukungan Uni Soviet terhadap
gerakan komunis di Vietnam. Selain Vietnam terjadi pula gerakan revolusioner
di Kongo, Kuba dan Laos.
Periode 1962 hingga 1985
Terjadi ancaman nuklir oleh Kuba kepada Amerika Serikat dan agresi militer
yang dilakukan Uni Soviet ke Afganistan.
Periode 1985 hingga 1990

Perang Dingin mulai mereda pasca munculnya Gorbachev di Uni Soviet serta
mulai meredanya hubungan Amerika Serikat dan Uni Soviet.
Tahun 1991

Perang dingin berakhir.

Peredaan Perang Dingin


Pada tahun 1970 Perang Dingin mulai mereda. Isu Berlin Barat yang
diselesaikan dalam meja perundingan pada tahun 1971 mengurangi panasnya
persaingan Perang Dingin. Dalam Quardripatite Agreement of September 3,
1971. Kesepakatan antara Amerika Serikat, Uni Soviet, Inggris dan Perancis
selaku pihak yang menduduki Jerman menyetujui dibukanya akses blokade.
Selain pembukaan blokade atas Jerman Barat dan Timur, berikut adalah faktor
lain yang meredakan Perang Dingin :

1. Mulai bergabungnya Inggris dengan Masyarakat Ekonomi Eropa


2. Pada tahun 1973, masyrakat Eropa mulai terbuka dan menjalin hubungan
diplomatik dengan RRC yang merupakan negara berfaham komunis
3. Adanya kesepakatan pembatasan senjata dalam persetujuan Strategi arm
limited Task I dan Strategi Arm Limited Task II.
4. Mikhail Gorbachev dan Ronald Reagan menyetujui pembatasan senjata
nuklir rudal balistik.
5. Keberhasilan Deng Xiaoping menguasai partai Komunis Cina pasca
meninggalnya Mao Tse Tung. Deng Xiaoping menghendaki adanya
reformasi ekonomi Cina.

Akhir Perang Dingin


Pada tanggal 2-3 Desember 1989, dilakukan pertemuan di Malta yang bertujuan
untuk mengakhiri Perang Dingin. Konferensi ini dilakukan di kapal layar
Soviet, Maxim Gorky. Keduanya menyatakan akan mengurangi jumlah pasukan
dan persenjataan yang berada di Eropa. Lebih lanjut Gorbachev menyatakan
tidak akan menyulut perang terbuka kepada Amerika Serikat.
Disisi lain, George W Bush yang merupakan presiden Amerika Serikat
menyatakan bahwa akan melakukan perdamaian dan kerjasama dengan Uni
Soviet.

Dampak Perang Dingin


Perang Dingin memberi dampak luas bagi perkembangan di segala bidang di
dunia. Berikut akan kami rangkum dampak positif dan negatif Perang Dingin.

Dampak Positif

Bidang Ekonomi

Pasca Perang Dunia II muncul banyak negara baru yang lepas dari kolonialisme
bangsa Barat. Amerika Serikat dan Uni Soviet berlomba memberi pengaruh
kepada negara berkembang yang baru merdeka dengan memberi bantuan
ekonomi. Perkembangan negara berkembang relatif pesat.

Meskipun demikian, perkembangan ekonomi yang dipengaruhi Amerika Serikat


dan Uni Soviet juga membawa nilai politik. Amerika Serikat dan Uni Soviet
melancarkan bantuan Marshall Plan dan Molotov Plan guna meminta bantuan
negara berkembang. Keadaan yang semakin baik di negara berkembang
membuat pendapatan naik dan perdagangan menjadi semakin massif hingga
bermuara pada globalisasi. Globalisasi memungkinkan perdagangan dengan
mata uang yang telah ditentukan seperti di Eropa yang menggunakan Euro.
Bidang Sosial Budaya

Isu hak asasi manusia yang di gaungkan oleh Amerika Serikat mulai diakui.
Dengan adanya HAM sedikit demi sedikit penindasan atas kaum yang lemah
berkurang dan demokrasi semakin mendunia.
Bidang Militer

Perang Dingin meningkatkan perkembangan persenjataan di dunia baik melalui


persenjataan fisik maupun kerjasama pakta pertahanan seperti NATO, SEATO,
CENTO, ANZUS dan Pakta Warsawa.
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Perlombaan teknologi memungkinkan Amerika Serikat dan Uni Soviet
berlomba untuk menjadi terbaik. Hal tersebut tergambar dalam perlombaan
peluncuran roket luar angkasa.

Dampak Negatif

Bidang Militer

Perkembangan persenjataan nuklir dalam Perang Dingin menjadi momok


terbesar bagi masyrakat dunia. Negara satelit seperti Kuba dan Turki menjadi
negara yang siap meluncurkan rudal balistik untuk memulai perang secara fisik.
Bidang Politik

Perang Dingin memecah Eropa menjadi dua kubu, Eropa Barat dan Timur yang
didasarkan pada ideologi liberalis dan komunis. Begitu pula Jerman yang
terpecah menjadi dua atas dasar ideologi. Perang Dingin menghasilkan perang
berkepanjangan terutama di Eropa Tangah yang seringkali terjadi pelawanan
terhadap Uni Soviet.