Anda di halaman 1dari 18

MAKALAH

KARAKTERISTIK DEMOGRAFI, SOSIAL, DAN EKONOMI KONSUMEN

DISUSUN OLEH :

1.
2. Nurviya Sucianti 1803102173
3. Zemma Imroatul Latifah 1803102174

PROGRAM STUDI MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS PGRI MADIUN

2021
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya
sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul “KARAKTERISTIK
DEMOGRAFI, SOSIAL, DAN EKONOMI KONSUMEN” ini tepat pada waktunya.
Adapun tujuan dari penulisan dari makalah ini adalah untuk memenuhi tugas Dosen
Rizal Ula Ananta Fauzi, S.E., M.M. pada Mata Kuliah Perilaku Konsumen. Selain itu,
makalah ini juga bertujuan untuk menambah wawasan tentang perilaku konsumen
berdasarkan karakterisik demografi, social, dan ekonomi konsumen bagi para pembaca dan
juga bagi penulis.
Kami mengucapkan terima kasih kepada selaku Rizal Ula Ananta Fauzi, S.E.,
M.M. pada Mata Kuliah perilaku konsuemen yang telah memberikan tugas ini sehingga
dapat menambah pengetahuan dan wawasan sesuai dengan bidang studi yang kami tekuni.
kami juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membagi sebagian
pengetahuannya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini.

Kami menyadari, makalah yang kami tulis ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh
karena itu, kritik dan saran yang membangun akan kami nantikan demi kesempurnaan
makalah ini.

Madiun, 16 Maret 2021

Kelompok 6
DAFTAR ISI

Kata Pengantar...........................................................................................................
Daftar Isi.....................................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang...............................................................................................
B. Rumusan Masalah..........................................................................................
C. Tujuan Penelitian...........................................................................................
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Karakteristik Demografi, Ekonomi, dan Sosial Konsumen.........
B. Karakteristik Demografi, Ekonomi Dan Sosial Konsumen...........................
C. Manfaat Mempelajari Karakteristik Demografi, Ekonomi, Dan Sosial Konsumen
........................................................................................................................
STUDI KASUS..........................................................................................................
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan....................................................................................................
B. Saran...............................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA................................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Pemasaran adalah sebuah rangkaian kegiatan yang bersifat dinamis, tidak terjadi
secara kebetulan namun melalui sebuah proses tertentu yang diwarnai oleh adanya
berbagai perubahan kendali baik dalam tingkat perekonomian, kondisi social maupun
teknologi. Terdapat beberapa faktor dalam perilaku konsumen yang mempengaruhi
keputusan pembelian. Atribut produk merupakan salah satu dari faktor tersebut. Sebagai
salah satu bagian atribut produk, label merupakan hal penting yang harus tercantum
dalam kemasan. Keberadaan label dalam kemasan dapat memberikan informasi kepada
konsumen seperti nutrisi, komposisi bahan dan masa kadaluarsa produk tersebut.

Satu fakta yang bertahan adalah kebutuhan dan keinginan manusia selalu
berlimpah. Stagnasi ekonomi tidak terjadi karena keinginan yang telah terpenuhi atau dari
keinginan yang telah berhenti, tetapi muncul akibat kegagalan sistem ekonomi dunia
untuk menjalankan fungsinya.  Kunci untuk memulihkan stagnasi ekonomi itu tidaklah
semata-mata terletak pada kebijakan pemerintah yang tepat di bidang fiskal dan moneter.
Perusahaan-perusahaan bisnispun perlu melakukan tugasnya dengan lebih baik lagi untuk
mengidentifikasi berbagai kebutuhan yang mendesak, dan menemukan produk-produk
yang lebih baik.

Segmentasi pasar sangantlah penting di dalam bisnis dan pemasaran. Walaupun


kita tidak boleh mengiris-iris pasar terlalu kecil, segmentasi pasar tetaplah suatu hal yang
harus dipelajari dalam membangun usaha. Pengertian segmentasi pasar sebagai suatu
strategi perusahaan tidaklah semata dilakukan dengan cara membedakan produk atau
bahkan menciptakan produk baru, tetapi juga berdasarkan atas minat dan perilaku
konsumen.

Perilaku konsumen melibatkan interaksi antara pengaruh, perilaku dan kejadian di


sekitar. Ini berarti bahwa untuk memahami konsumen dan mengembangkan strategi
pemasaran yang tepat produsen harus memahami apa yang mereka pikirkan, apa yang
mereka lakukan, apa yang mereka rasakan, dan apa serta dimana kejadian sekitar yang
mempengaruhi serta dipengaruhi oleh apa yang dipikirkan, dirasa, dan dilakukan
konsumen. 

B. Rumusan masalah
Berdasarkan latar belakang diatas dapat diambil rumusah masalah sebagai berikut :
1. Apa yang dimaksud dengan karakteristik demografi, ekonomi dan sosial konsumen?
2. Apa saja karakteristik demografi, ekonomi dan sosial konsumen?
3. Apa saja manfaat mempelajari karakteristik demografi, ekonomi, dan sosial
konsumen?

C. Tujuan penelitian
Tujuan penelitian berdasarkan rumusan masalah adlah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan karakteristik demografi, ekonomi dan
sosial konsumen.
2. Untuk mengetahui dan memahami karakteristik demografi, ekonomi dan sosial
konsumen.
3. Untuk mengetahui manfaat mempelajari karakteristik demografi, ekonomi, dan sosial
konsumen.
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Karakteristik Demografi, Ekonomi, dan Sosial Konsumen


Menurut KBBI karakteristik merupakan sifat khas sesuai dengan perwatakan
tertentu. Dapat dikatakan perilaku konsumen merupakan studi tentang bagaimana
membuat keputusan baik secara individu maupun didalam organisasi. Ilmu perilaku
konsumen sangat dibutuhkan guna mengidentifikasi setiap kebutuhan dan keinginan
konsumen tersebut, sehingga pemasar mampu mengimplementasikan strategi
pemasaran yang tepat untuk setiap karakteristik konsumen yang menjadi target pasar.
Sebelum membahas lebih lanjut disebutkan 3 faktor yang mempengaruhi pilihan
konsumen, yaitu;
1. Konsumen individu
Hal yang meliputi invidu pada setiap konsumen yakni, kebutuhan konsumen,
presepsi atas karakteristik merk, sikap kepada pilihan. Sebagai tambahan pilihan
merk dipengaruhi oleh demografi konsumen, gaya hidup dan karakteristik
personalia.
2. Pengaruh lingkungan
Lingkungan pembelian konsumen meliputi yakni, Budaya (norma kemasyarakatan,
pengaruh kedaerahan atau kesukuan), Kelas Sosial( keluasan grup sosial ekonomi
atas harta milik konsumen), Grup tata muka (teman, anggota keluarga, grup
referensi), faktor yang menentukan situasional ( stuasi dimana produk dibeli seperti
keluarga yang menggunakan mobil dan kalangan usaha.1
a. Karakteristik Demografi Konsumen
Demografi berasal dari Bahasa Yunani“demos” yang berarti rakyat atau
penduduk dan “grafein” yang berarti menulis. Jadi demografi adalah tulisan-
tulisan atau karangan-karangan mengenai rakyat atau penduduk. Istilah ini untuk
pertama kalinya dipakai oleh Achille Guillard dalam karangannya yang berjudul
“elements de statisque humanie on demographic compares” pada tahun 1885.
Atau dapat juga diberi artian demografi merupakan studi tentang penduduk
khususnya mengenai kelahiran, perkawinan, kematian dan perpindahan. Studi ini

1
menyangkut jumlah, persebaran geografis, komposisi penduduk dan
perubahannya dari waktu ke waktu. Dan untuk demografi sendiri seperti yang
telah dijelaskan diatas tergantung dalam faktor konsumen yang dimilki oleh setiap
individu.
Karakteristik demografi adalah ciri yang menggambarkan perbedaan
masyarakat berdasarkan usia, jenis kelamin, pekerjaan, pendidikan, agama, suku
bangsa, pendapatan, jenis keluarga, status pernikahan, lokasi geografi, dan kelas
sosial. Dengan adanya demografi, kita dapat relatif lebih murah untuk
mengidentifikasikan target market, informasi demografi memberikan informasi
tentang trend yang sedang terjadi, demografi juga dapat dilihat untuk melihat
perubahan permintaan aneka produk dan yang terakhir demografi dapat digunakan
untuk mengevaluasi kampanye-kampanye pemasaran.

B. Karakteristik Demografi, Ekonomi Dan Sosial Konsumen

1. Demografi dan subbudaya konsumen


Budaya yang ada di dalam suatu masyarakat bisa dibagi lagi ke dalam beberapa
bagian yang lebih kecil. Inilah yang disebut dengan subbudaya. Menurut Kotler dan
Armstrong (2001), subbudaya adalah sekelompok orang dengan sistem nilai bersama
berdasarkan pengalaman dan situasi hidup yang sama. Sementara menurut Mowen dan
Minor (2002), subbudaya adalah subdivisi kebudayaan nasional yang berdasarkan atas
beberapa karakteristik yang menyatukan.Sub-budaya bisa tumbuh dari adanya
kelompok-kelompok di dalam suatu masyarakat.
Pengelompokan masyarakat biasanya berdasarkan usia, jenis kelamin, lokasi tinggal,
pekerjaan dan sebagainya. Suatu budaya akan terdiri dari beberapa kelompok kecil
lainnya, yang dicirikan oleh adanya perbedaan perilaku antar kelompok kecil tersebut.
Perbedaan kelompok tersebut berdasarkan karakteristik sosial, ekonomi dan demografi.
Menurut Kotler dan Armstrong (2001), demografi adalah ilmu tentang populasi
manusia dalam hal ukuran, kepadatan, lokasi, umur, jenis kelamin, ras mata pencaharian,
dan statistik lainnya lingkungan demografis adalah kepentingan utama bagi pemasar
karena lingkungan ini melibatkan orang-orang, dan orang-orang akan membentuk pasar.
Demografi akan menggambarkan karakteristik suatu penduduk. Di dalam varibel
demografi tersebut, kita bisa mendapatkan Sub- budaya yang berbeda, yaitu suku sunda,
batak, padang, dsb. Unsur-unsur Sub Budaya dan Demografi :
a. Usia
Merupakan hal yang penting untuk dipahami, karena konsumen yang berbeda usia
akan mengkonsumsi produk dan jasa yang berbeda. Siklus hidup seorang konsumen
akan ditentukan oleh usianya. Para pemasar harus memahami apa kebutuhan dari
konsumen dengan berbagai usia tersebut, kemudian membuat beragam produk yang
bisa memenuhi kebutuhan tersebut.
b. Pendidikan dan pekerjaan
Pendidikan akan menentukan jenis pekerjaan yang dilakukan oleh seorang
konsumen. Profesi dan pekerjaan seseorang akan mempengaruhi pendapatan yang
diterimanya. Pendapatan dan pendidikan tersebut kemudian akan mempengaruhi
proses keputusan dan pola konsumsi seseorang. Tingkat pendidikan seseorang juga
akan mempengaruhi nilai-nilai yang dianutnya, cara berpikir, cara pandang bahkan
persepsinya terhadap suatu masalah. Dari sisi pemasaran, semua konsumen dengan
tingkat pendidikan yang berbeda adalah konsumen potensial bagi semua produk dan
jasa. Pemasar harus memahami kebutuhan konsumen dengan tingkat pendidikan
yang berbeda, dan produk apa yang bisa memenuhi kebutuhan tersebut.
c. Lokasi geografik
Dimana seorang konsumen tinggal akan mempengaruhi pola konsumsinya.
Konsumen yang tinggal di desa akan memiliki akses terbatas kepada berbagai
produk dan jasa. Sebaliknya, konsumen yang tinggal di kota-kota besar lebih mudah
memperoleh semua barang dan jasa yang dibutuhkannya. Para pemasar harus
memahami dimana konsumen tinggal agar pemasar dapat memfokuskan kemana
produknya akan dijual.

2. Karakteristik ekonomi konsumen


Ekonomi berasal dari bahas Yunani yaitu “oikos” yang berarti rumah tangga,
sendangkan “nomos” hukum, aturan. Ekonomi merupakan ilmu sosial yang
mempelajari kegiatan manusia yang berkaitan dengan konsumsi, distribusi,
sampai produksi pada barang dan jasa. Dilihat dari sudut pandang perilaku
konsumen, ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam
memilih dan menciptakan kemakmuran. Inti masalah ekonomi adalah adanya
ketidakseimbangan antara kebutuhan manusia yang tidak terbatas dengan alat
pemuas kebutuhan yang terbatas.
Karakteristik ekonomi adalah hal yang menggambarkan pendapatan,
pengeluaran rumah tangga, serta penggunaan kredit dan kartu kredit sebagai
sumberdaya ekonomi konsumen. Secara umum, lingkungan ekonomi di negara
maju dan negara berkembang memiliki karakteristik yang berbeda. Dalam aspek
SDA, negara berkembang rata-rata lebih memiliki keunggulan dibanding negara
maju. Sedangkan dalam aspek SDM, negara berkembang unggul dari sisi
kuantitasnya, sementara dari sisi kualitasnya masih jauh tertinggal.  Dengan
demikian, produsen dituntut memiliki kepekaan yang besar atas perbedaan
karakteristik tersebut agar dapat memahami perilaku konsumen.

Sebagai contoh konsumen  Indonesia yang menyukai produk luar negeri.


Konsumen Indonesia semakin tidak percaya akan kemampuan produk dalam
negeri. Mereka semakin menyukai produk impor atau produk yang memiliki
embel-embel luar negeri. Mereka semakin percaya bahwa produk luar negeri
memiliki kualitas yang lebih baik. 

Faktor Ekonomi didefinisikan sebagai sebagai karakteristik pendapatan seseorang


yang berbeda dengan orang lain. Keputusan membeli juga dipengaruhi oleh
karakteristik, yaitu:

a. Situasi Ekonomi
Situasi ekonomi seseorang akan mempengaruhi pilihan produk. Pemasar
produk yang peka terhadap pendapatan mengamati kecenderungan dalam
pendapatan pribadi, tabungan dan tingkat minat. Bila indikator ekonomi
menunjukkan resesi, pemasar dapat mengambil langkah- langkah untuk
merancang ulang, memposisikan kembali dan mengubah harga produknya.
Dengan ekonomi yang berkecukupan dalam keluarga akan bisa mempengaruhi
pertumbuhan pada anak-anak, sehingga peluang anak untuk membeli sesuatu yang
dia inginkan lebih besar dari pada anak-anak yang orang tuanya tidak
berkecukupan.
b. Umur dan Tahap daur Hidup
Umur dan tahapan dalam siklus hidup konsumsi seseorang juga dibentuk oleh
tahapan siklus hidup keluarga. Beberapa penelitian terakhir telah
mengidentifikasikan tahapan- tahapan dalam siklus hidup psikologis. Orang-orang
dewasa biasanya mengalami perubahan atau transformasi tertentu pada saat
mereka menjalani hidupnya.
c. Gaya Hidup
Gaya hidup adalah pola kehidupan seseorang yang diwujudkan dalam aktifitas
(pekerjaan, hobi, berbelanja, olahraga, kegiatan sosial), minat (makanan, mode,
keluarga, rekreasi) dan opini yang lebih dari sekedar kelas sosial dan kepribadian
seseorang, gaya hidup menampilkan pola bereaksi dan berinteraksi seseorang
secara keseluruhan di dunia.
d. Kepribadian dan konsep diri
Kepribadian setiap orang jelas mempengaruhi tingkah laku membelinya.
Kepribadian mengacu pada karakteristik psikologi unik yang menyebabkan respon
yang relatif konsisten dan bertahan lama terhadap lingkungan dirinya sendiri.
Kepribadian biasanya diuraikan dalam arti sifat-sifat seperti rasa percaya diri,
dominasi, kemudahan bergaul, otonomi, mempertahankan diri, kemampuan
menyesuaikan diri dan keagresifan. Kepribadian dapat bermanfaat untuk
menganalisis tingkah laku konsumen untuk pemilihan produk atau merek tertentu.

3. Kelas sosial konsumen


Kelas sosial adalah pembagian masyarakat ke dalam kelaskelas yang berbeda atau
strata yang berbeda. Perbedaan kelas atau strata akan menggambarkan perbedaan
pendidikan, pendapatan, pemilikan harta benda, gaya hidup dan nilai-nilai yang dianut.
Perbedaan-perbedaan tersebut akan mempengaruhi perilaku konsumsi seseorang atau
keluarga. Konsumen kelas menengah dan kelas atas biasanya berbelanja di Sogo,
sedangkan konsumen kelas bawah lebih banyak berbelanja di toko-toko yang berlokasi
di pasar tradisional. Kelas sosial merupakan pembagian anggota masyarakat ke dalam
suatu hirarki status kelas sosial yang berbeda, sehingga para anggota setiap kelas secara
relatif mempunyai status yang sama dan para anggota kelas lainnya mempunyai status
yang lebih tinggi atau lebih rendah. Pendekatan sistematis untuk mengukur kelas sosial
tercakup dalam berbagai kategori yang luas, berikut ini :
a. Ukuran Subyektif (Kelas Bawah, Menengah- Bawah,Menengah-Atas,Atas)
b. Ukuran Reputasi Ukuran Obyektif terdiri dari Variabel Demografis atau
Sosioekonomis (Pekerjaan, Pendidikan, penghasilan, konsumsi, tabungan, hutang dan
lain-lain)
Kelas sosial menunjukkan adanya kelompok-kelompok yang secara umum
mempunyai perbedaan dalam hal pendapatan, gaya hidup dan kecenderungan konsumsi.
Kelas Sosial dapat ditentukan dari:
a. Keluarga
b. Pekerjaan, pekerjaan sangat mempengaruhi gaya hidup dan merupakan basis penting
untuk menyampaikan prestise, kehormatan dan respek.
c. Pemilikan, adalah simbol keanggotaan kelas, tidak hanya jumlah pemilikan, tetapi
sifat pilihan yang dibuat. Keputusan pemilikan yang mencerminkan kelas sosial
suatu keluarga adalah pilihan dimana untuk tinggal. Pemilikan lainnya yang
berfungsi sebagai indicator status sosial mencakup keanggotaan dalam club, gaya
perabot, jenis liburan, busana.
d. Orientasi Nilai. Nilai-kepercayaan bersama mengenai bagaimana orang harus
berperilaku menunjukkan kelas sosial dimana seseorang termasuk di dalamnya.
Setiap kelas sosial akan berbeda dalam hal :
 Perilaku pengeluaran (spending behaviour)
 Penggunaan produk (produk usage): Jenis makanan, jenis pakaian,
 Pemilihan Merk (Brand choice): memiliki preferensi pada merek tertentu atau tidak
 Perilaku Berbelanja (shopping behaviour): tempat berbelanja, cara berbelanja
 Ekspos Media (Media ekspose): media yang dikonsumsi (jenis dan banyaknya).
Masing-masing kelompok memperlihatkan nilai dan perilaku karakteristik
yang berguna untuk analisis konsumen dalam mendesain program pemasaran. Adalah
perlu untuk menganalisis pengenalan kebutuhan, proses pencarian, criteria evaluasi
dan pola pembelian dari berbagai kelas sosial untuk mencocokan produk dan
komunikasi secara tepat dengan kelas sosial. Faktor-faktor yang menentukan kelas
sosial
a. Variabel ekonomi
 Status pekerjaan
Prestasi yang diraih oeh seseorang dalam pekerjaannya akan menentukan kelas
sosial. Seorang dosen yang mendapat nobel akan memiliki kelas sosial yang
lebih tinggi dibandingkan dengan dosen yang lain.
 Pendapatan
Pendapatan akan menentukan daya beli seseorang, yang selanjutnya akan
mempengaruhi pola konsumsinya. Semakin tinggi pendapatan seseorang, maka
akan semakin tinggi pula kelas sosialnya.
 Harta benda
Pendapatan yang tinggi biasanya diikuti oleh pemilikan harta benda yang
banyak. Di pedesaan, pemilikan sawah, kebun dan ternak merupakan simbol
dari kelas sosial atas. Di perkotaan, pemilikan rumah, kendaraan, perhiasan
merupakan simbol dari kelas sosial atas.
b. Variabel interaksi
 Prestis individu
Seseorang memiliki prestis pribadi apabila ia dihormati oleh orang lain dan
orang-orang disekelilingnya.
 Asosiasi
Kelas sosial seseorang dapat diketahui dengan mengidentifikasi dengan siapa ia
berkomunikasi dan bergaul dalam kehidupan sehari-hari.
 Sosialisasi
Sebuah proses dimana seseorang belajar berbagai keterampilan, membentuk
sikap dan kebiasaan dalammenjalani kehidupan masyarakat.
c. Variabel politik
 Kekuasaan
Kemampuan seseorang untuk mempengaruhi dan memimpin orang lain
 Kesadaran kelas
Kesadaran seseorang terhadap kelas sosial dimana ia berada.
 Mobilitas
Merupakan perubahan seseorang dari kelas sosial satu ke kelas sosial yang lain
Adapun pembagian profil kelas sosial dicuplik dari Kotler (2000), antara lain yaitu:
a. Kelas atas-atas (perkumpulan country club):
 Sejumlah kecil keluarga yang telah betul-betul mapan
 Menjadi anggota berbagai club yang terbaik dan mensponsori berbagai
peristiwa amal yang besar
 Bertindak sebagai pengawas berbagai perguruan timggi dan rumah sakit
setempat
 Para dokter dan pengacara yang terkemuka
 Mungkin pemimpin berbagai lembaga keuangan yang besar pemiliki berbagai
perusahaan besar yang sudah lama berdiri
 Sudah terbiasa kaya, karena itu tidak membelanjakan uang secara mencolok
b. Kelas atas-bawah (orang kaya baru)
 Tidak terlalu diterima oleh lapisan masyarakat atas
 Merupakan orang kaya baru
 Eksekutif perusahaan yang sukses
 Pengguna kekayaan baru yang mencolok
c. Kelas menengah-atas
 Tidak mempunyai status keluarga maupun kekayaan yang luar biasa
 Berorientasi kepada karier
 Para professional muda yang sukses, manajer perusahaan dan pemilik
perusahaan
 Kebanyakan adalah tamatan perguruan tinggi, banyak yang mempunyai gelar S2
atau S3
 Aktif dalam berbagai kegiatan professional, masyarakat dan sosial
 Mempunyai minat yang kuat dalam memperoleh hal-hal yang lebih baik dalam
hidup
 Rumah mereka adalah symbol dari prestasi mereka
 Konsumsi sering mencolok
 Sangat berorientasi pada anak
d. Kelas menengah-bawah
 Terutama para pekerja kantor yang tidak mempunyai kedudukan memimpin dan
para pekerja pabrik yang bergaji besar
 Ingin mendapat penghargaan dan diterima sebagai warga Negara yang baik
 Menginginkan anak-anak mereka berkelakuan baik
 Cenderung menjadi pengunjung tempat ibadah yang rajin dan sering terlibat
dalam berbagai kegiatan keagamaan
 Lebih menyukai penampilan yang rapi dan bersih serta cenderung mengikuti
mode atau gaya mutakhir
 Merupakan pasar yang utama untuk berbagai produk yang praktis
e. Kelas bawah-atas
 Segmen kelas sosial yang terbesar
 Pekerja pabrik yang tekun
 Berjuang untuk memperoleh rasa aman
 Memandang pekerjaan sebagai alat untuk membeli kesenangan
 Menginginkan anak untuk berperilaku sopan
 Penerima upah yang tinggi dalam kelompok ini sehingga belanja menurutkan
kata hati
 Tertarik pada barang-barang yang dapat meningkatkan kenikmatan waktu
senggang
 Para suami secara tipikal mempunyai citra diri “macho” yang kuat
 Para pria adalah penggemar olah raga, perokok berat, peminum bir
f. Kelas bawah-bawah
 Berpendidikan rendah, para pekerja yang tidak trampil
 Sering tidak bekerja
 Anak-anak sering diperlakukan tidak baik
 Cenderung hidup dengan biaya dari hari ke hari

Dapat disimpulkan bahwa studi terhadap lingkungan sosial makro (budaya,


sub-budaya dan kelas sosial) memiliki pengaruh yang kuat dan luas pada tata nilai,
kepercayaan, sikap, emosi, dan perilaku individu konsumen dalam grup tersebut.
Setiap konsumen dari budaya dan sub-budaya tertentu memiliki rantai arti akhir yang
berbeda dalam kaitannya dengan suatu produk, yang memberi indikasi bahwa
kelompok orang tersebut cenderung memberikan tanggapan yang berbeda terhadap
strategi pemasaran. Perbedaan tersebut membuat lingkungan sosial makro menjadi
sangat berguna dalam mensegmentasi pasar (Peter Olson, 1996).

C. Manfaat Mempelajari Karakteristik Demografi, Ekonomi dan Sosial Konsumen


Karakteristik demografi, ekonomi, dan sosial konsumen dapat menunjukan
tingkat keinginan, persepsi, dan kebutuhan konsumen. Sehingga memudahkan
pemasar dalam membuat strategi pemasaran suatu produk atau jasa. Produk dan jasa
yang dipasarkan yang sesuai dengan ketiga karakteristik tersebut akan lebih mudah
diterima oleh konsumen. Karakteristik demografi ekonomi dan sosial konsumen
penting untuk dipelajari karena pihak produsen dapat mengetahui dengan pasti
segmentasi pasar yang cocok untuk produknya. Seperti apakah produknya dapat
dipasarkan dan diterima oleh orang yang tinggal di kota atau di desa, oleh anak-anak
atau orang dewasa, dan oleh golongan menengah ke bawah atau golongan menengah
ke atas.
STUDI KASUS
BAB III
PENUTUP

A. Kesimppulan
Menurut KBBI karakteristik merupakan sifat khas sesuai dengan perwatakan
tertentu. Dapat dikatakan perilaku konsumen merupakan studi tentang bagaimana
membuat keputusan baik secara individu maupun didalam organisasi. Ilmu perilaku
konsumen sangat dibutuhkan guna mengidentifikasi setiap kebutuhan dan keinginan
konsumen tersebut, sehingga pemasar mampu mengimplementasikan strategi
pemasaran yang tepat untuk setiap karakteristik konsumen yang menjadi target pasar.
Karakteristik demografi adalah ciri yang menggambarkan perbedaan
masyarakat berdasarkan usia, jenis kelamin, pekerjaan, pendidikan, agama, suku
bangsa, pendapatan, jenis keluarga, status pernikahan, lokasi geografi, dan kelas
sosial. Karakteristik ekonomi adalah hal yang menggambarkan pendapat, pengeluaran
rumah tangga, serta penggunaan kredit dan kartu kredit sebagai sumberdaya ekonomi
konsumen. Karekteristik social konsumen adalah status yang menunjukan kedudukan
konsumen dalam kelas social konsumen tertentu, dipengaruhi oleh faktor ekonomi,
interaksi dan politik.

B. Saran
Makalah ini membahas mengenai karakteristik demografi, ekonomi dan sosial
konsumen. Dengan adanya makalah ini, kami berharap agar para pembaca mampu
mengetahui serta memahami mengenai pembahasan tentang karakteristik demografi,
ekonomi dan sosial konsumen dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
DAFTAR PUSTAKA

R, St Aisyah. Sitti Khadijah Yahya Hiola. Ekonomi Mikro Aplikasi dalam Bidang Agribisnis.
Makassar: CV.IntiMediatama.2017.

Hamzan Wadi dan Gede Bayu Rahanatha, “HUBUNGAN VARIABEL DEMOGRAFI


DENGAN RESPON KONSUMEN TERHADAP IKLAN PRODUK KOPI MEREK
TOP COFFEE DI KOTA DENPASAR”.1039.12 April 2020.

https://manajemen2015uniwidyagama.wordpress.com/2017/03/13/lingkungan-sub-budaya-
dan-demogrfi/

Puspita, Umi. Pebrianti,Rini.“PENGARUH FAKTOR SOSIAL DAN EKONOMI


KONSUMEN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN HANDPHONE
BLACKBERRY(SURVEY PADA KONSUMEN BERRINDO SAMARINDA)”,
eJournal lmu Komunikasi, 2013, 1 (1): 324-344 ISSN 0000-0000,
ejournal.ilkom.fisip-unmul.org © Copyright 2013: 7-9, diakses pada tanggal 12
April 2020.

Anda mungkin juga menyukai