Anda di halaman 1dari 3

MATERI PEMBELAJARAN DARING 13.

Catu daya, mencatu tegangan kerja setiap blok


MATAPELAJARAN : PENERAPAN SISTEM RADIO dan TELEVISI 14.dst
PADA HARI/TANGGAL : JUMAT / 8 MEI 2020
KELAS : XI TAV 2. Blok Diagram Televisi Warna
GURU MAPEL : Saida A. Silalahi, S.Pd
Prinsip kerja masing-masing blok :
URAIAN MATERI 1. Saluran penunda, digunakan untuk menunda sinyal Y (luminansi)
sebesar 1  det dengan maksud agar sinyal Y dan sinyal warna tiba
A. BLOK DIAGRAM ANALOG DAN DIGITAL
bersamaan ditabung gambar.
1. Blok diagram televisi hitam putih 2. Penguat pelewat jalur (penguat band pass),untuk memperkuat dan
Adapun fungsi dari masing-masing blok diagram penerima televisi tersebut menyaring sinyal Sub pembawa warna 4,43 + 0,5 Mhz .
diatas dijelaskan sebagai berikut: 3. Elemen tunda, untuk menunda garis dengan waktu 64  det.
1. Antena menerima sinyal dari pemancar, tergantung frekuensi pemancar, 4. Rangkaian penambah, menjumlahkan amplitudo sinyal dari penguat
terdapat antena untuk VHF (Very High Frekuensi) 47 Mhz - 68 Mhz, pelewat jalur dan rangkaian penunda dari hasil penjumlahan tersebut
174 Mhz - 238 Mhz dan UHF (Ultra High Frekuensi) 470 Mhz - 790 keluar sinyal U.
MHz. 5. Rangkaian pengurang, mengurangkan amplitudo sinyal dari penguat
2. Pemilih kanal (tuner) mendapat sinyal dari antenna,dipilih frekuensi pelewat jalur dan rangkaian penunda dari hasil pengurangan didapat
pemancar yang diinginkan. sinyal V.
3. Penguat IF Gambar : frekuensi antara, sebuah penguat selektif 6. Rangkaian switching (penukar) fasa 180berfungsi untuk menukar
menguatkan frekuensi antara yang dihasilkan oleh tingkat sebelumnya. polaritas sinyal V pada tiap pergantian garis horisontal.
4. Penguat demodulator gambar (demodulator AM) diperoleh kembali 7. Rangkaian penguat U dan penguat V, berfungsi untuk memperkuat
sinyal gambar dan frekuensi antara suara 5,5 Mhz. level amplitudo sinyal U dan sinyal V.
5. Penguat gambar, merupakan penguat dengan daerah frekuensi lebar 0 - 8. Demodulator B-Y, sinyal pembawa 4,43 MHz diberikan kembali pada
5 Mhz, menguatkan sinyal gambar lebih lanjut sehingga mampu sinyal B-Y dan didemodulator AM untuk mendapatkan sinyal warna B.
mengendalikan tabung gambar. 9. Rangkaian keluaran sinyal krominan (Penguat output video B,G,R)
6. Penguat IF suara merupakan frekuensi antara suara dikuatkan dalam mematriks sinyal warna dengan sinyal luminan dari penguat gambar,
penguat frekuensi antara suara yang ditala pada frekuensi tengah hingga dihasilkan tiga sinyal warna primer dan kemudian sinyal ini
(Frekuensi Antara) 5,5 MHZ. diperkuat hingga mencapai tegangan yang cukup untuk mengendalikan
7. Demodulator suara untuk mendapatkan suara, maka frekuensi antara tabung gambar.
suara 5,5 Mhz dimasukkan dalam demodulator FM 10. Dst
8. Penguat frekuensi rendah menguatkan sinyal frekuensi rendah yang B. Rangkaian Penala
dihasilkan demodulator FM,sehingga mampu menggerakkan
A. Blok Penala
loudspeaker.
9. AGC (automatic Gain Control) menghasilkan tegangan untuk mengatur 1. Gambar rangkaian blok
penguatan penguat antara dan mengatur redaman pada rangkaian
masukan (pemilih kanal).
10.Penyaring pulsa menyaring pulsa penyerempak yang ikut dipancarkan
bersama sinyal gambar oleh pemancar.
11.Tabung gambar mengubah sinyal listrik gambar menjadi gambar.
12.Loudspeaker mengubah sinyal listrik suara menjadi suara.
Jelaskan fungsi umum penala penerima televisi !

Untuk penerima televisi ditetapkan bahwa daerah VHF adalah pada band I c. Tingkat pencampur dan pembangkit getaran
(47 MHz-68 MHz) dan band III (174 MHz - 233 MHz)), dan daerah UHF
adalah band IV/V (470 MHz - 854 MHz). Tugas penala adalah memilih
salah satu dari frekuensi-frekuensi pada band dan merubahnya menjadi
frekuensi 38,9 MHz untuk pembawa gambar dan 33,4 MHz untuk pembawa
suara.
2. Prinsip kerja rangkaian blok
Penala terdiri dari tiga bagian utama yaitu tingkat masukan, tingkat
penguat awal, tingkat pencampur dan pembangkit getaran.
a. Tingkat masukan

Pemisahan kanal dicapai dengan pelalu tengah (band pass) yang dapat ditala.
Perubahan dari sinyal frekuensi tinggi ke dalam frekuensi antara ( IF ) yang
telah di normakan. Di dalam jangkauan UHF kebanyakan menggunakan
Sinyal antena sampai pada masukan penala 75 ohm tidak simetris.pelindung tingkat pencampur yang berisolasi sendiri.
tegangan lebih pada masukan penala menghindari tegangan lebih, misalnya Dalam VHF pembangkit getaran (osilator) dan tingkat pencampur terpisah
pada saat ada petir. Didalam pengatur redaman, jika perlu sinyal diperlemah satu sama lain. Tingkat pencampur VHF seringkali oleh kanal - kanal UHF
untuk menghindari pengendalian lebih pada tingkat penguat berikutnya. sebagai tingkat penguat frekuensi tambahan. Pensaklaran antara band dalam
Kemudian memasuki penyaring masukan. Sinyal dipisahkan dalam jangkauan VHF digunakan diode saklar dan penalaan menggunakan dioda
jangkauan frekuensi VHF dan UHF. kapasitas ( varaktor).
b. Tingkat penguat awal 3. Kurva laluan
Dengan bantuan saklar elektronik dan pelalu tengah (band pass) jangkauan Pemilih kanal harus mempunyai kurva laluan yang ditentukan norma
frekuensi VHF dipisah satu sama lain ke alam band I dan III. Sinyal VHF CCIR.Bentuknya ditentukan melalui kopel kritis penyaring antara tingkat
dan UHF dikuatkan dalam penguat berdesis rendah yang terpisah. penguat awal dan tingkat pencampur sebagaimana seperti lingkaran
masukan. Perbedaan antara lemah dan puncak hanya boleh sekitar 10%
sampai 15% dari amplitudo maksimum.