Anda di halaman 1dari 30

MENYIAPKAN INFORMASI WISATA

R.93KPW00.003.2
MENYUSUN RENCANA PERJALANAN
R.93KPW00.001.2
DAFTAR ISI

Daftar Isi.................................................................................................i
Kata Pengantar........................................................................................1
A. Pendahuluan ……………………………………………………………………. .2
B. Panduan Penggunaan Modul.............................................................2
C. Daftar Ikon........................................................................................3
D. Bacaan Referensi...............................................................................4
E. Pengantar Teori.................................................................................6
F. Langkah Kerja...................................................................................25
G. Implementasi Unit Kompetensi..........................................................29
1. Elemen Kompetensi 1...................................................................29
1.1 Referensi……………………………………………………………..29
1.2 Aktivitas………………………….…………………………………..29
2. Elemen Kompetensi 2...................................................................30
2.1 Referensi……………………………………………………………..30
2.2 Aktivitas…………………………………………………………….. 30
2.3 Video Youtube……………………………………………………… 31
H. Lampiran........................................................................................... 32
1. Referensi...................................................................................... 36
2. Unit Kompetensi.......................................................................... 37
3. Daftar Nama Penyusun................................................................ 40
KATA PENGANTAR

Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) merupakan salah satu media


pembelajaran yang dapat digunakan sebagai media transformasi
pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja kepada peserta pelatihan untuk
mencapai kompetensi tertentu berdasarkan program pelatihan yang
mengacu kepada Standar Kompetensi.

Materi pelatihan ini diformulasikan menjadi 2 (dua) buku, yaitu Buku


Materi dan Buku Asesmen, sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan
dalam penggunaannya sebagai referensi dalam media pembelajaran bagi
peserta pelatihan dan instruktur, agar pelaksanaan pelatihan dapat
dilakukan secara efektif dan efisien.

Untuk memenuhi kebutuhan PBK tersebut, maka disusunlah materi


PBK dengan judul “Menyiapkan Informasi Wisata”.

Kami menyadari bahwa materi yang kami susun ini masih jauh dari
sempurna. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan saran dan
masukan untuk perbaikan agar tujuan dari penyusunan materi ini menjadi
lebih efektif.

Demikian kami sampaikan, semoga Tuhan YME memberikan


tuntunan kepada kita dalam melakukan berbagai upaya perbaikan dalam
menunjang proses pelaksanaan pelatihan di lembaga pelatihan kerja.

Jakarta, November 2020

Direktur
Bina Standardisasi Kompetensi dan
Pelatihan Kerja

..............................................
NIP ............................................

3
A. PENDAHULUAN

Tuntutan pembelajaran berbasis kompetensi menjadi sangat penting


dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang
kompeten, sesuai dengan tuntutan kebutuhan pasar kerja. Selaras
dengan tuntutan tersebut, maka dibutuhkan mekanisme pelatihan
yang lebih praktis, aplikatif, serta dapat menarik dilaksanakan
sehingga memotivasi para peserta dalam melaksanakan pelatihan yang
diberikan. Seiring dengan mudahnya teknologi digunakan, maka
materi pelatihan dapat disajikan dengan berbagai media pembelajaran
sehingga dapat diakses secara offline dan online.
Materi pelatihan ini terdiri dari buku Panduan Materi Pelatihan dan
buku Panduan Asesmen. Serta dilengkapi dengan materi yang bersifat
soft copy seperti materi presentasi dan video.

B. PANDUAN PENGGUNAAN MATERI

Beberapa ketentuan panduan penggunaan materi yang harus


diperhatikan adalah sebagai berikut:

1. Materi ini dapat dijadikan rujukan untuk pelaksanaan PBK dengan


penggunaannya dapat dikembangkan dan dikontekstualisasikan
sesuai dengan kebutuhan, materi ini terdiri dari:

a. Bacaan Referensi

b. Pengantar Teori

c. Langkah Kerja

d. Implementasi Unit kompetensi

e. Lampiran:

1) Kamus istilah

2) Daftar referensi

3) Unit kompetensi

4) Daftar penyusun

2. Slide powerpoint dan video merupakan kelengkapan yang dapat


dijadikan referensi bagi para instruktur.

3. Peran instruktur terkait dengan penggunaan modul, antara lain:


4
a. Instruktur dapat menggunakan modul dengan referensi video
dan powerpoint yang terlampir dalam modul sebagai referensi,
diharapkan dapat mengembangkan bahan yang disesuaikan
dengan BLK masing-masing

b. Proses pembelajaran dapat disampaikan dengan menggunakan


berbagai sumber yang menguatkan peserta pelatihan, baik
melalui tahapan persiapan, pelaksanaan di kelas, praktek,
melakukan investigasi, menganalisa, mendiskusikan, tugas
kelompok, presentasi, serta menonton video.

c. Keseluruhan materi yang tersedia sebagai referensi dalam buku


ini dapat menjadi bahan dan gagasan untuk dikembangkan oleh
instruktur dalam memperkaya materi pelatihan yang akan
dilaksanakan.

4. Buku penilaian menjadi kesatuan, namun disajikan dalam paket


buku penilaian secara terpisah. Buku penilaian dapat berupa soal
tertulis, panduan wawancara, serta instruksi demonstrasi yang akan
dilaksanakan sesuai dengan proses penilaian yang dilaksanakan.

5. Referensi merupakan referensi yang menjadi acuan dalam


penyusunan buku panduan pelatihan ini.

6. Lampiran merupakan bagian yang berisikan lembar kerja serta


bahan yang dapat digunakan sebagai berkas kelengkapan pelatihan.

C. DAFTAR IKON

Daftar ikon yang dapat digunakan dalam buku ini, antara lain:

Ikon Keterangan

Ikon ini memiliki arti anda diminta untuk mencari atau


menemui seseorang untuk mendapatkan informasi

Pemeriksaan

Icon ini memiliki arti anda diminta untuk


menuliskan/mencatat,melengkapi,latihan/aktivitas (bermain
peran, presentasi) dan mencatatkan dalam lembar kerja
pada buku/media lain sesuai instruksi

5
Aktivitas

Icon ini memiliki arti anda harus melihat pada aturan atau
kebijakan yang berlaku dan prosedur-prosedur atau materi
pelatihan/ sumber informasi lain untuk dapat melengkapi
latihan/ aktivitas ini.
Referensi
material/manual

Icon ini memiliki arti ambil waktu untuk Anda dapat


berpikir/ menganalisa informasi dan catat gagasan-gagasan
yang anda miliki.
Berpikir

Icon ini memiliki arti berbicara/ berdiskusi lah dengan rekan


anda untuk gagasan yang anda miliki.
Komunikasi/
Diskusi

Icon ini memiliki arti pilihlah bacaan yang dibutuhkan sesuai


dengan kebutuhan materi pelatihan.
Membaca

Icon ini memiliki arti pilihlah video/youtube yang


dibutuhkan dalam materi pelatihan.
Video/Youtube

D. BACAAN REFERENSI

Membaca secara lengkap:

 Alat pengolah data


https://slideplayer.info/slide/3729376/
 Menggunakan alat komunikasi
https://id.wikipedia.org/wiki/Media_komunikasi
 Menyiapkan informasi wisata
http://mirror.unpad.ac.id/orari/pendidikan/mate
ri-kejuruan/bisnis-
manajemen/retail/mencari_menyediakan_inf_sara
n_daerah_tuj.pdf

6
E. PENGANTAR TEORI

Menyusun Rencana Perjalanan

1. Prosedur pembuatan itinerary


Hal – hal yang harus diperhatikan dalam menyusun rencana
perjalanan
- Destinasi
Daerah tujuan pariwisata yang selanjutnya disebut Destinasi
Pariwisata adalah kawasan geografis yang berada dalam satu
atau lebih wilayah administratif yang di dalamnya terdapat
daya tarik wisata, fasilitas umum, fasilitas pariwisata,
aksesibilitas, serta masyarakat yang saling terkait dan melengkapi
terwujudnya kepariwisataan. Destinasi wisata sendiri meliputi :
1. Harga Tiket
2. Akses menuju destinasi wisata
3. Daya Tarik Wisata
4. Jam Operasional

- Akomodasi
Akomodasi adalah suatu yang disediakan untuk memenuhi
kebutuhan, misalnya tempat menginap atau tempat tinggal
sementara bagi orang yang bepergian. Akomodasi secara umum
dapat dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu :
1. Akomodasi Komersil, yaitu akomodasi yang dibangun dan
dioperasikan semata-mata untuk mencari keuntungan yang
sebesar-besarnya. (Hotel, Apartmen House, Bungalow)
2. Akomodasi Semi Komersil, yaitu akomodasi yang dibangun
dan dioperasikan bukan semata-mata untuk tujuan
komersil, tetapi juga untuk tujuan sosial (masyarakat
yang kurang mampu). (Camping ground, homestay,Asrama,
Pondok Pesantren)
3. Akomodasi Non Komersil, yaitu akomodasi yang dibangun
dan diopersikan semata- mata untuk tujuan non komersil,
yaitu tidak mencari keuntungan atau semata-mata untuk
tujuan sosial atau bantuan secara cuma-cuma, namun
khusus untuk golongan/kalangan tertentu dan juga untuk
tujuan tertentu. (Villa, Mess di instansi pemerintahan)
Persamaan antara akomodasi komersil, akomodasi semi
komersil, akomodasi non komersil adalah:
1. Menyediakan layanan jasa untuk penginapan
2. Memiliki struktur oraganisasi
3. Sama-sama bergerak dalam bidang industry

Perbedaan anatara akomodasi komersil, akomodasi semi


komersil dan akomodasi non komersil adalah:

No Perbedaan Komersil Semi komersil Non komersil

7
1 Fasilitas Lengkap dan Menengah ke Standard
2 Tarif mewah
Mahal bawah
Murah Tidak
dipungut
3 Jumlah Di atas 50 kamar Di bawah 50 biaya
Dibawah 50
ruangan kamar kamar
4 Tamu Umum Umum dengan Untuk
tujuan kalang
social an
5 Tujuan Mencari Mencari Tidak
tertent
keuntungan keuntungan
dan untuk social mencari
keuntungan
dan
bertujuan
social

- Cara membuat itinerary (rincian perjalanan)


1. Judul Paket Wisata
Membuat judul paket wisata sangat penting karena inilah yang
paling pertama dilihat wisatawan. Umumnya nama paket
wisata/judul itinerary adalah nama kota dan lama tur, misal:
- 3 Hari 2 Malam Padang Bukittinggi Batusangkar
- 4D3N Amazing West Sumatra
- One Day Pagang-Pasumpahan

Anda bisa menambahkan kata-kata yang menarik agar nama lebih


"catchy" dan lebih keren misal:
- One Day Escape to Suwarnadwipa
- 3 Hari 2 Malam Minangkabau Sero
- 3D2N Exotica West Sumatra
2. Penjelasan isi paket (essay)
Mulai dengan judul hari pertama, kedua dst. Perhatikan cara
penulisan berikut:
- Day 01: Airport - Padang Panjang Bukittinggi City Tour atau
- Hari 01: BIM - Padang Panjang - Bukittinggi City Tour

Kemudian buat penjelasan tur secara singkat, padat, jelas dan


menarik. Contoh:
Hari 01: Bandara - Bukittinggi (MM)
Kedatangan di Bandara Internasional Minangkabau, wisatawan
akan disambut oleh perwakilan BPW. Perjalanan dimulai dengan
mengunjungi Bukittinggi melewati Cagar Alam Lembah Anai.
Berhenti sejenak di Air Terjun Lembah Anai untuk menikmati
keindahan air terjun dan segarnya udara. Sampai di Bukittinggi,
Check-in dan makan malam di restoran hotel.

3. Buat Info Hotel/Penginapan, Include, Exclude


Hotel
Bukittinggi:
Novotel **** (Deluxe)
Royal Denai *** (First Class)
Bunda ** (Standard)

Padang:
Mercure **** (Deluxe)
Hayam Wuruk *** (First Class)

8
Bunda ** (Standard)

Paket Sudah Termasuk:


- Bus Pariwisata 29 Seat tahun 2017, Sopir dan biaya parkir.
- Tour guide profesional berbahasa Inggris/Indonesia.
- Akomodasi sesuai kelas yang dipilih
- Tiket masuk objek wisata
- Semua makan sesuai itinerary.
- Air Mineral.
(Jika dalam Bahasa Indonesia)

Exclude:
- Air Ticket and Airport Tax.
- Personal expense.
- Tipping.

4. Penulisan Harga Paket


Untuk penulisan harga paket, terutama pada iklan dan promosi,
tuliskan harga "Price Start From" atau Harga Mulai Dari agar paket
terkesan murah dan menarik wisatawan untuk melakukan kontak
dengan BPW. Contoh:
- Special Price: Start from USD 120/Pax (Standard)
- Harga Spesial mulai dari Rp. 640.000/Pax

Atau membuat harga lengkap berdasarkan kelas paket dan jumlah


peserta, Contoh: Harga minimum untuk 20 Pax
- Rp. 1.350.000/Pax (Standard)
- Rp. 1.450.000/Pax (First Class)
- Rp. 1.720.000/Pax (Deluxe)

5. Cantumkan Info BPW


Di akhir paket tuliskan nama Biro Perjalanan Wisata (BPW),
Alamat, Kontak, Email, Situs dan info penting lainnya, agar calon
konsumen mudah menghubungi.
2. Prosedur mengenali kondisi destinasi wisata
Secara etimologi, kata pariwisata berasal dari Bahasa Sansekerta
yang terdiri dari dua kata yaitu pari dan wisata. Pari berarti “banyak”
atau “berkeliling”, sedangkan wisata berarti “pergi” atau “bepergian”.
Atas dasar itu, maka kata pariwisata seharusnya diartikan sebagai
perjalanan yang dilakukan berkali-kali atau berputar-putar, dari suatu
tempat ke tempat lain, yang dalam Bahasa Inggris disebut dengan kata
tour, sedangkan untuk pengertian jamak, kata “kepariwisataan” dapat
digunakan kata tourisme atau tourism (Yoety, 1996).
Daya Tarik Wisata Menurut Cooper dkk (1995: 81) mengemukakan
bahwa terdapat 4 (empat) komponen yang harus dimiliki oleh sebuah

9
objek wisata, yaitu: attraction, accessibility, amenity dan ancilliary.
1. Attraction (Atraksi)
Merupakan komponen yang signifikan dalam menarik
wisatawan. Suatu daerah dapat menjadi tujuan wisata jika
kondisinya mendukung untuk dikembangkan menjadi sebuah atraksi
wisata. Apa yang dikembangkan menjadi atraksi wisata itulah yang
disebut modal atau sumber kepariwisataan. Untuk menemukan
potensi kepariwisataan di suatu daerah orang harus berpedoman
kepada apa yang dicari oleh wisatawan. Modal atraksi yang menarik
kedatangan wisatawan itu ada tiga, yaitu 1) Natural Resources
(alami), 2) Atraksi wisata budaya, dan 3) Atraksi buatan manusia itu
sendiri. Modal kepariwisataan itu dapat dikembangkan menjadi
atraksi wisata ditempat dimana modal tersebut ditemukan. Ada
modal kepariwisataan yang dapat dikembangkan sehingga dapat
menahan wisatawan selama berhari-hari dan dapat berkali-kali
dinikmati, atau bahkan pada kesempatan lain wisatawan bisa
berkunjung ketempat yang sama. Keberadaan atraksi menjadi alasan
serta motivasi wisatawan untuk mengunjungi suatu daya tarik wisata
(DTW).
2. Amenity (Fasilitas)
Amenity atau amenitas adalah segala macam sarana dan prasarana
yang diperlukan oleh wisatawan selama berada di daerah tujuan
wisata. Sarana dan prasarana yang dimaksud seperti: penginapan,
rumah makan, transportasi dan agen perjalanan. Dengan
menggunakan prasarana yang cocok dibangunlah sarana-sarana
pariwisata seperti hotel, atraksi wisata, marina, gedung pertunjukan,
dan sebagainya. Adapun prasarana yang banyak diperlukan untuk
pembangunan sarana-sarana pariwisata ialah jalan raya, persediaan
air, tenaga listrik, tempat pembuangan sampah, bandara, pelabuhan,
telepon, dan lain-lain. Mengingat hubungan antar sarana dan
prasarana, sudah jelas bahwa pembangunan prasarana pada
umumnya harus mendahului sarana. Ada saatnya prasarana
dibangun bersama-sama dalam rangka pembangunan sarana wisata.
Suatu tempat atau daerah dapat berkembang sebagai daerah tujuan
wisata apabila aksesibilitasnya baik. Ada hubungan timbal balik
antara sarana dan prasarana. Prasarana merupakan syarat untuk
10
sarana, dan sebaliknya sarana dapat menyebabkan perbaikan
prasarana.
3. Accessibility (Aksesibilitas)
Accessibility merupakan hal yang paling penting dalam kegiatan
pariwisata. Segala macam transportasi ataupun jasa transportasi
menjadi akses penting dalam pariwisata. Di sisi lain akses ini
diidentikkan dengan transferabilitas, yaitu kemudahan untuk
bergerak dari daerah yang satu ke daerah yang lain. Jika suatu
daerah tidak tersedia aksesibilitas yang baik seperti bandara,
pelabuhan dan jalan raya, maka tidak akan ada wisatawan yang
mempengaruhi perkembangan aksesibilitas di daerah tersebut. Jika
suatu daerah memiliki potensi pariwisata, maka harus disediakan
aksesibilitas yang memadai sehingga daerah tersebut dapat
dikunjungi.
4. Ancilliary (Pelayanan Tambahan)
Pelayanan tambahan harus disedikan oleh Pemda dari suatu daerah
tujuan wisata baik untuk wisatawan maupun untuk pelaku
pariwisata. Pelayanan yang disediakan termasuk pemasaran,
pembangunan fisik (jalan raya, rel kereta, air minum, listrik, telepon,
dan lain-lain) serta mengkoordinir segala macam aktivitas dan
dengan segala peraturan perundang-undangan baik di jalan
rayamaupun di objek wisata. Ancilliary juga merupakan hal–hal yang
mendukung sebuah kepariwisataan, seperti lembaga pengelolaan,
Tourist Information, Travel Agent dan stakeholder yang berperan
dalam kepariwisataan
3. Prosedur memenuhi kebutuhan wisatawan
Bagian integral dari pendekatan pemasaran dalam manajemen
bisnis adalah, konsep orientasi pada pelanggan
Ada beberapa faktor yang dipertimbangkan meliputi:
 Pengalaman apa yang diperlukan pelanggan?
 Berapa harga yang dikehendaki pelanggan?
 Dimana pelanggan mendapatkan produk?
 Bagaimana produk dijual / dipromosikan kepada pelanggan?
 Jenis produk apa yang tersedia di tempat daerah tujuan wisata?
 Jenis produk musiman apa yang tersedia?

11
 Ingatlah : Ada berbagai kebutuhan pelanggan.
Disamping itu ada beberapa kebutuhan pelanggan yang harus
dipenuhi. Memenuhi kebutuhan pelanggan berarti:
 Mengetahui alasan orang – orang berpergian dan hal–hal yang
memotifasinya misalnya :
 Berlibur / relaksasi / kesenangan
 Pendidikan / budaya
 Melihat bagaimana orang hidup dan bekerja
 Bisnis
 Lain-lain ( olah raga, event khusus, upacara)
 Mengetahui pentingnya memberikan informasi yang sesuai
dengan kebutuhan pelanggan. Misalnya :
Memilih secara benar :
 Akomodasi
 Alat Transport
 Kegiatan-kegiatan
 Daerah tujuan wisata yang dikunjungi.

12
F. LANGKAH KERJA
MENGENALI DESTINASI WISATA

PANDUAN GAMBAR CAPAIAN KETERANGAN


1. Ketelitian dalam
Menyiapkan sumber informasi mengenali
destinasi wisata

1.1 Aksesibilitas destinasi serta peraturan dan/atau


etika diidentifikasi berdasarkan prosedur.

SOP Perusahaan

1.2 Aksesibilitas destinasi ditetapkan


berdasarkan prosedur.

13
MENGENALI DESTINASI WISATA

PANDUAN GAMBAR CAPAIAN KETERANGAN

Menyiapkan informasi sarana dan


prasarana 1.3 Sarana dan prasarana diidentifikasi berdasarkan
prosedur.

14
MENGENALI DESTINASI WISATA

PANDUAN GAMBAR CAPAIAN KETERANGAN

MENGIDENTIFIKASI KONDISI KHUSUS WISATA

PANDUAN GAMBAR CAPAIAN KETERANGAN


2. Keakuratan
Melakukan survey destinasi dalam
wisata mengidentifikasi
kondisi khusus
wisata

2.1 Keunggulan destinasi diidentifikasi


berdasarkan prosedur.

Menyiapkan itinerary

2.2 Ketepatan waktu kunjungan diidentifikasi


berdasarkan prosedur.

15
MENGIDENTIFIKASI KONDISI KHUSUS WISATA

PANDUAN GAMBAR CAPAIAN KETERANGAN

MENGIDENTIFIKASI PROFIL WISATAWAN

PANDUAN GAMBAR CAPAIAN KETERANGAN


3. Kerapihan
Dokumen wisatawan mengidentifikasi
profil wisatawan

3.1 Identifikasi latar belakang wisatawan secara


umum dilakukan berdasarkan prosedur.

16
MENGIDENTIFIKASI KONDISI KHUSUS WISATA

PANDUAN GAMBAR CAPAIAN KETERANGAN

Menyiapkan akomodasi

3.2 Kebutuhan wisatawan berdasarkan profil disiapkan


berdasarkan prosedur.

MENGENALI KEBUTUHAN KHUSUS WISATAWAN

PANDUAN GAMBAR CAPAIAN KETERANGAN


4. Tanggung jawab
Mengidentifikasi kebutuhan dalam mengenali
khusus wisatawan kebutuhan
khusus
wisatawan

4.1 Permintaan khusus wisatawan


diidentifikasi berdasarkan prosedur.

17
MENGENALI KEBUTUHAN KHUSUS WISATAWAN

PANDUAN GAMBAR CAPAIAN KETERANGAN

Menyiapkan kebututuhan 4.2 Kebutuhan permintaan khusus wisatawan


permintaan khusus disiapkan berdasarkan prosedur.

18
19
Elemen Kompetensi 1
Mengenali destinasi wisata

Baca Referensi 1.1:

Silahkan untuk mencari informasi dan membaca beberapa hal


mengenai cara mengenali destinasi wisata
https://cvinspireconsulting.com/konsep-pengembangan-
pariwisata/

Aktivitas 1.1:

Silahkan untuk mengidentifikasi aksesibilitas destinasi


serta peraturan dan/atau etika berdasarkan prosedur.

Aktivitas 1.2 :

Silahkan untuk menetapkan aksesibilitas destinasi


berdasarkan prosedur.

Aktivitas 1.3 :

Silahkan untuk mengidentifikasi Sarana dan prasarana


berdasarkan prosedur.

20
Elemen Kompetensi 2

Mengidentifikasi kondisi khusus destinasi wisata

Baca Referensi 2.1:


Silahkan untuk mencari informasi dan membaca pada link
berikut
https://tulisanterkini.com/artikel/pendidikan/3046-
modul-identifikasi-objek-wisata-alam.html

aktifitas 2.1:
Silahkan untuk mengidentifikasi Keunggulan destinasi
berdasarkan prosedur.

Aktifitas 2.2:
Silahkan untuk mengidentifikasi ketepatan waktu kunjungan
berdasarkan prosedur

21
22
Elemen Kompetensi 3
Megidentifikasi profil wisatawan

Baca Referensi 1.1:

Silahkan untuk mencari informasi dan membaca beberapa hal


mengenai cara identifikasi profil wisatawan
https://lmsspada.kemdikbud.go.id/mod/page/view.php?
id=59801

Aktivitas 1.1:

Silahkan untuk mengidentifikasi latar belakang wisatawan


secara umum dilakukan berdasarkan prosedur..

Aktivitas 1.2 :

Silahkan untuk menyiapkan kebutuhan wisatawan


berdasarkan profil berdasarkan prosedur..

23
Elemen Kompetensi 4
Mengenali kebutuhan khusus wisatawan

Baca Referensi 1.1:

Silahkan untuk mencari informasi dan membaca beberapa hal


mengenai cara mengenali kebutuhan khusus wisatawan
http://secreettourism.blogspot.com/2016/09/kebutuha
n-dan-keinginan-wisatawan.html

Aktivitas 1.1:

Silahkan untuk mengidentifikasi permintaan khusus


wisatawan berdasarkan prosedur.

Aktivitas 1.2 :

Silahkan untuk menyiapkan kebutuhan permintaan khusus


wisatawan berdasarkan prosedur.

24
Penilaian:

Penilaian Catatan :
Kompeten / Belum Kompeten
Peserta Instruktur

Nama/Tandatangan/tgl Nama/Tandatangan/tgl

25
KAMUS ISTILAH

Catchy : menarik

Akomodasi : sesuatu yang disediakan untuk memenuhi kebutuhan


H. LAMPIRAN

REFERENSI

 Setiawan, I. B. D. (2015). Identifikasi Potensi Wisata Beserta 4A (Attraction,


Amenity, Accessibility, Ancilliary) di Dusun Sumber Wangi Desa Pemuteran
Kecamatan Gerokgak Kabupaten Buleleng Bali. Universitas Udayana
Denpasar.
 Tim Penyusun; 2020; Modul Tour Guide BLK Banyuwangi.
 Tim Penyusun; 2012; Mencari dan Menyediakan Informasi dan Saran
Daerah Tujuan Wisata. Indonesia Australia Partnership for Skills
Development Travel and Tourism Project Team (IAPSD).

26
UNIT KOMPETENSI
KODE UNIT : R.93KPW00.001.2
JUDUL UNIT : Menyusun Rencana Perjalanan
DESKRIPSI UNIT : Unit kompetensi ini berhubungan dengan pengetahuan
dan keterampilan serta sikap kerja yang diperlukan
untuk menyusun rencana perjalanan wisata dalam
memberikan pelayanan yang berkualitas.

ELEMEN KOMPETENSI KRITERIA UNJUK KERJA


1. Mengenali destinasi 1.1 Aksesibilitas destinasi serta peraturan
wisata dan/atau etika diidentifikasi berdasarkan
prosedur.
1.2 Aksesibilitas destinasi
ditetapkan berdasarkan prosedur.
1.3 Sarana dan prasarana diidentifikasi
berdasarkan prosedur.
2. Mengidentifikasi kondisi 2.1 Keunggulan destinasi diidentifikasi
khusus destinasi wisata berdasarkan prosedur.
2.2 Ketepatan waktu kunjungan diidentifikasi
berdasarkan prosedur.

5. Megidentifikasi profil 5.1 Identifikasi latar belakang wisatawan


wisatawan secara umum dilakukan berdasarkan
prosedur.
5.2 Kebutuhan wisatawan berdasarkan profil
disiapkan berdasarkan prosedur.
6. Mengenali kebutuhan 6.1 Permintaan khusus wisatawan
khusus wisatawan diidentifikasi berdasarkan prosedur.
6.2 Kebutuhan permintaan khusus wisatawan
disiapkan berdasarkan prosedur.

27
BATASAN VARIABEL
1. Konteks variabel
1.1 Unit kompetensi ini diperlukan untuk menyusun rencana perjalanan
wisata dalam memberikan pelayanan.
1.2 Lingkup penerapan kompetensi meliputi mengenali destinasi wisata,
mengidentifikasi kondisi khusus destinasi wisata, mengidentifikasi
profil wisatawan dan mengenali kebutuhan khusus wisatawan.
1.3 Aksesibilitas dalam unit kompetensi ini, meliputi tetapi tidak terbatas
pada:
1.3.1 Ditempuh menggunakan jalan kaki.
1.3.2 Ditempuh menggunakan kendaraan darat.
1.3.3 Ditempuh menggunakan kendaraan air.
1.4 Keunggulan destinasi dalam unit kompetensi ini, meliputi tetapi tidak
terbatas pada:
1.4.1 Kekhasan objek wisata.
1.4.2 Keunikan.
1.4.3 Sarana dan prasarana.
1.4.4 Aksesibilitas.
1.4.5 Budaya.
1.4.6 Teknologi.
1.5 Profil wisatawan dalam unit kompetensi ini meliputi, tetapi tidak
terbatas pada:
1.5.1 Usia.
1.5.2 Jenis kelamin.
1.5.3 Latar belakang pendidikan/profesi.
1.5.4 Negara asal.
1.5.5 Profesi/mata pencaharian.
1.5.6 Sejarah dan budaya.
1.5.7 Minat khusus.
1.6 Permintaan khusus dalam unit kompetensi ini meliputi, tetapi tidak
terbatas pada:
1.6.1 Permintaan khusus dalam hal makanan.
1.6.2 Permintaan khusus dalam hal akomodasi.
1.6.3 Permintaan khusus dalam hal transportasi.
1.6.4 Permintaan khusus untuk disable person.
1.6.5 Permintaan khusus dalam hal tempat ibadah.

28
PANDUAN PENILAIAN

1. Konteks penilaian
1.1 Penilaian unit ini dilakukan dengan metode assessment sesuai skema
sertifikasi.
1.2 Penilaian unit ini dapat dilakukan di tempat kerja dan/atau di luar
tempat kerja.
1.3 Penilaian unit ini mencakup pengetahuan, keterampilan dan sikap
kerja yang dipersyaratkan.
1.4 Penilaian unit ini dilakukan terhadap proses dan hasil pekerjaan.

2. Persyaratan kompetensi
(Tidak ada.)

3. Pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan


3.1 Pengetahuan
3.1.1 Objek wisata yang akan dikunjungi
3.1.2 Jarak objek wisata
3.1.3 Lama kunjungan
3.1.4 Transportasi
3.1.5 Sarana dan prasarana
3.1.6 Akomodasi
3.1.7 Peraturan-peraturan
3.1.8 Norma, etika, adat istiadat
3.2 Keterampilan
3.2.1 Menggunakan alat pengolah data
3.2.2 Menggunakan alat komunikasi

4. Sikap kerja yang diperlukan


4.1 Ketelitian
4.2 Keakuratan
4.3 Kerapihan
4.4 Tanggung jawab

5. Aspek kritis
5.1 Kemampuan mengenali kondisi destinasi wisata
5.2 Kemampuan memenuhi kebutuhan wisatawan

29
DAFTAR NAMA PENYUSUN

Jabatan Dalam
NO. NAMA PROFESI
Tim
 Instruktur
1. Rachel Ratih S.Pd Penyusun

2. Rohimah,S.St. M.Par - Assesor Kompetensi Tour Penyusun


Guide

3. Dzicky Amiq N. S.Pd - Instruktur Tour Guide Penyusun

4. Ni Adhe - Instruktur Penyusun

30

Anda mungkin juga menyukai