Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN PRAKTIKUM BIOFISIKA

PUSH-UP

Disusun o leh :

Nama : Desy Anggraeni


NIM : 18312241038

Pendidikan IPA-A 2018

JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN ALAM


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
Maret, 2021
A JUDUL
PUSH-UP

B TUJUAN
1. Menghitung gaya reaksi lantai pada telapak tangan dan jari kaki ketika seseorang
melakukan push-up.
2. Menghitung usaha yang dilakukan gaya reaksi ketika seseorang melakukan push-
up.

C DASAR TEORI
Ketika seseorang melakukan push-up pada lantai, seperti dalam gambar 1.

Gambar 1. Gaya pada saat push-up

Tangan orang tersebut menekan pada lantai dengan gaya tertentu. Pada aktivitas
ini berlaku hukum ke III Newton yang berbunyi “Ketika dua benda berinteraksi, gaya
pada kedua benda yang berasal dari satu sama lain selalu sama magnitudonya dan
berlawanan arah” (Halliday, 2005: 109).

Dengan menggunakan syarat kesetimbangan torka, kita dapat menghitung gaya


rekasi F. Misalkan massa orang itu adalah m, jarak antara telapak kaki sampai pusat
berat adalah L1, jarak antara telapak kaki sampai telapak tangan adalah L2.

Menurut Halliday (2005:333), persyaratan agar benda menjadi setimbang


adalah :

1. Jumlah vector semua gaya eksternal yang bekerja pada benda harus nol
2. Jumlah vector semua torsi eksternal yang bekerja pada benda diukur di
sekitar titik yang mungkin harus nol (titik kesetimbangan).
Karena manusia termasuk kategori benda tegar, benda tegar adalah benda yang
tidak mengalami perubahan bentuk bila gaya dikerjakan pada benda tersebut. Benda
tegar akan melakukan gerak translasi apabila gaya yang diberikan pada benda tepat
mengenai suatu titik yang disebut titik berat. Titik berat merupakan titik dimana benda
akan bebrada dalam kesetimbangan rotasi (tidak mengalami rotasi) (Giancoli, Douglas
C., 2001).

Jenis jenis gaya menurut Zainuri (2011: 1-4) adalah sebagai berikut :

1. Gaya magnet
Kekuatan yang menarik jarum, paku, atau benda logam lainnya yang ada
disekitarnya. Magnet memiliki dua kutub yaitu kutub utara dan selatan.
2. Gaya listrik statis
Kekuatan yang dimiliki benda yang bermuatan listrik untuk menarik benda
benda disekitarnya.
3. Gaya otot
Kekuatan yang dihasilkan oleh otot manusia. Gaya ini sering dilakukan pada
saat kita mengangkat beban atau sedang senam di sekolah.
4. Gaya gravitasi bumi
Kekuatan bumi untuk menarik benda lain ke bawah. Bila kita melempar
benda ke atas, baik dari kertas, pensil atau benda lain maka semua benda itu
akan jatuh ke bawah.
5. Gaya pegas
Kekuatan yang ditimbulkan oleh karet atau pegas yang direnggangkan.
Misalnya saat bermain panahan, karet mampu mendorong anak panah
terlontar dengan cepat dan jauh.
6. Gaya gesekan
Bila kedua benda saling bergesekan, maka antara keduanya akan muncul
gaya gesek. Gaya gesek bisa menguntungkan dan merugikan.

Usaha (W) yang dilakukan oleh gaya konstan pada sebuah benda didefinisikan
sebagai perkalian antara komponen gaya sepanjang arah perpindahan dengan besarnya
perpindahan. Secara matematis, usaha yang dilakukan gaya yang searah dengan
perpindahannya adalah:

W=F.s
Dengan:

F= gaya (N)

S= perpindahan (m)

W= usaha (N.m atau Joule)

(Rahayukusuma, 2014:7).

D METODOLOGI
1. Waktu dan tempat
Waktu : Jum’at, 19 Maret 2021
Tempat : di rumah masing masing
2. Alat dan bahan
Neraca dan meteran (alat ukur panjang)
3. Prosedur Kerja

Menimbang badan praktikan untuk mengetahui massa naracoba. Menggunakan nilai


percepatan gravitasi g=9,80 m/s2, kemudian menghitung berat praktikan

Mengukur jarak antara pusar sampai telapak kaki naracoba

Mengukur jarak antara telapak tangan penopang sampai telapak kaki praktikan

Memulai push-up

Mengukur ketinggian rata rata tubuh praktikan terangkat

Mengulangi langkah 1 sampai 5 untuk praktikan yang lain


E DATA HASIL PERCOBAAN

No. Praktikan Mb Wb L1 L2 L3 H1 H2 H3(m)


(kg) (N) (m) (m) (m) (m) (m)
1. A 42 411,6 0,85 1 0,15 0,5 0,31 0,17
2. B 60 588 0,9 1,13 0,23 0,57 0,25 0,18
3. C 49 480,2 0,83 1,08 0,25 0,58 0,38 0,18
4. D 55 539 0,85 1,01 0,16 0,52 0,23 0,18
5. E 49 480,2 0,85 1,2 0,35 0,54 0,24 0,17

Keterangan :
mb = massa benda (kg)
Wb = berat benda (N)
L1 = jarak antara pusar sampai telapak kaki (m)
L2 = mengukur jarak antara telapak tangan penopang sampai telapak kaki (m)
h = ketinggian rata rata terangkatnya tubuh (m)

F ANALISIS DATA
1. Menghitung gaya reaksi lantai pada telapak tangan dan jari kaki
a. Gaya reaksi pada tangan (Freaksi tangan)
Praktikan A
∑𝜏 = 0
(Wb.L1) – (Ft. L2) = 0
(Wb.L1) = (Ft.L2)
𝐿1
Ft = Wb x 𝐿2
0,15 𝑚
= 411,6 N x 1𝑚

= 61,74 N

Praktikan B
∑𝜏 = 0
(Wb.L1) – (Ft. L2) = 0
(Wb.L1) = (Ft.L2)
𝐿1
Ft = Wb x 𝐿2
0,9 𝑚
= 588 N x 1,13 𝑚

= 588 N x 0,796
= 468,048 N

Praktikan C
∑𝜏 = 0
(Wb.L1) – (Ft. L2) = 0
(Wb.L1) = (Ft.L2)
𝐿1
Ft = Wb x 𝐿2
0,83 𝑚
= 480,2 N x 1,08 𝑚

= 480,2 N x 0,769
= 369,27 N
Praktikan D
∑𝜏 = 0
(Wb.L1) – (Ft. L2) = 0
(Wb.L1) = (Ft.L2)
𝐿1
Ft = Wb x 𝐿2
0,85 𝑚
= 539 N x 1,01 𝑚

= 539 N x 0,842
= 453,84 N
Praktikan E
∑𝜏 = 0
(Wb.L1) – (Ft. L2) = 0
(Wb.L1) = (Ft.L2)
𝐿1
Ft = Wb x 𝐿2
0,85 𝑚
= 480,2 N x 1,2 𝑚

= 480,2 N x 0,708
= 339,98 N
b. Gaya Reaksi pada kaki (Freaksi kaki)
Praktikan A
∑𝜏 = 0
(Wb.L3) – (Fk. L2) = 0
(Wb.L3) = (Fk.L2)
𝐿3
Fk = Wb x 𝐿2
0,15 𝑚
= 411,6 N x 1𝑚

= 411,6 N x 0,15
= 61,74 N

Praktikan B
∑𝜏 = 0
(Wb.L3) – (Fk. L2) = 0
(Wb.L3) = (Fk.L2)
𝐿3
Fk = Wb x 𝐿2
0,23 𝑚
= 588 N x 1,13𝑚

= 588 N x 0,204
= 119,95 N

Praktikan C
∑𝜏 = 0
(Wb.L3) – (Fk. L2) = 0
(Wb.L3) = (Fk.L2)
𝐿3
Fk = Wb x 𝐿2
0,25 𝑚
= 480,2 N x 1,08 𝑚

= 480,2 N x 0,231
= 110,93 N
Praktikan D
∑𝜏 = 0
(Wb.L3) – (Fk. L2) = 0
(Wb.L3) = (Fk.L2)
𝐿3
Fk = Wb x 𝐿2
0,16 𝑚
= 539 N x 1,01 𝑚

= 539 N x 0,158
= 85,162 N

Praktikan E
∑𝜏 = 0
(Wb.L3) – (Fk. L2) = 0
(Wb.L3) = (Fk.L2)
𝐿3
Fk = Wb x 𝐿2
0,35 𝑚
= 480,2 N x 1,2 𝑚

= 480,2 N x 0,292
= 140,218 N

2. Menghitung usaha yang dilakukan gaya reaksi ketika seseorang melakukan push-
up
W= F x S
F = Ft + Fk
ℎ1+ℎ2+ℎ3
S= 3

Praktikan A
W=FxS
ℎ1+ℎ2+ℎ3
= (Ft + Fk) x 3
0,5 𝑚+0,31 𝑚+0,17 𝑚
= (61,74 N + 61,74 N) x 3

= 123,48 N x 0,327 m
= 40,38 Joule
Praktikan B
W=FxS
ℎ1+ℎ2+ℎ3
= (Ft + Fk) x 3
0,57 𝑚+0,25 𝑚+0,18 𝑚
= (468,048 N + 119,95 N) x 3

= 587,998 N x 0,33 m
= 1994,039 Joule

Praktikan C
W=FxS
ℎ1+ℎ2+ℎ3
= (Ft + Fk) x 3
0,58 𝑚+0,38 𝑚+0,18 𝑚
= (369,27 N + 110,93 N) x 3

= 480,2 N x 0,38 m
= 182,476 Joule

Praktikan D
W=FxS
ℎ1+ℎ2+ℎ3
= (Ft + Fk) x 3
0,52 𝑚+0,23 𝑚+0,18 𝑚
= (453,84 N + 85,162 N) x 3

= 539,002 N x 0,93 m
= 501,272 Joule

Praktikan E
W=FxS
ℎ1+ℎ2+ℎ3
= (Ft + Fk) x 3
0,54 𝑚+0,24 𝑚+0,17 𝑚
= (339,98 N + 140,218 N) x 3

= 480,198 N x 0,95 m
= 456,188 Joule
G PEMBAHASAN
Praktikum berjudul push-up yang dilakukan pada hari jum’at, 19 maret 2021 di
rumah masing masing praktikan bertujuan untuk menghitung gaya reaksi lantai pada
telapak tangan dan jari kaki ketika seseorang melakukan push-up dan menghitung usaha
yang dilakukan gaya reaksi ketika seseorang melakukan push-up. Alat dan bahan yang
digunakan adalah neraca dan meteran (alar pengukur panjang).
Langkah percobaan yang dilakukan adalah menimbang badan praktikan untuk
mengetahui massa praktikan. Menggunakan nilai percepatan gravitsi g=9,80 m/s2
kemudian menghitung berat praktikan. Mengukur jarak antara pusar sampai telapak
kaki naracoba. Mengukur jarak antara telapak tangan penopang sampai telapak kaki
naracoba. Memulai push-up. Kemudian mengukur ketinggian rata rata tubuh praktikan
terangkat dan mengulangi langkah 1 sampai 5 untuk praktikan yang lain.
Pada praktikum ini telapak tangan dan kaki memberikan gaya dengan menekan
lantai ketika melakukan push-up. Saat tangan memberikan tekanan maka tangan
tersebut menerima gaya keatas sebesar Ft (gaya pada tangan) dari lantai dan saat kaki
memberikan tekanan maka kaki akan menerima gaya dari lantai sebesar Fk (gaya kaki).
Hal ini sesuai dengan teori menurut Halliday (2005: 109) Hukum III Newton yang
berbunyi “Ketika dua benda berinteraksi, gaya pada kedua benda yang berasal dari satu
sama lain selalu sama magnitudonya dan berlawanan arah”. Menurut hukum III
Newton, lantai memberikan reaksi ke atas dengan gaya yang sama, misalnya F. Gaya
reaksi ini bekerja pada praktikan tersebut, sehingga dapat dirumuskan sebagai berikut :
Faksi = -Freaksi.

Berdasarkan Praktikum ini didapatkan hasil Gaya reaksi pada tangan (F reaksi
tangan) menggunakan rumus
∑𝜏 = 0
(Wb.L1) – (Ft. L2) = 0
(Wb.L1) = (Ft.L2)
𝐿1
Ft = Wb x 𝐿2

Pada Praktikan A diperoleh Ft 61,74 N; pada praktikan B diperoleh Ft 468,048


N; pada praktikan C diperoleh Ft 369,27 N; pada praktikan D diperoleh Ft 453,84 N
dan pada praktikan E diperoleh Ft 339,98 N.
Setelah itu didapatkan hasil mengenai gaya reaksi pada kaki (Freaksi kaki)
dengan rumus
∑𝜏 = 0
(Wb.L3) – (Fk. L2) = 0
(Wb.L3) = (Fk.L2)
𝐿3
Fk = Wb x 𝐿2

Pada praktikan A didapatkan Fk yaitu 61,74 N; praktikan B didapatkan Fk 119,95


N; pada praktikan C didapat Fk 110,93 N; Praktikan D didapatkan Fk 85,162 N dan
praktikan E didpatkan Fk 140,,218 N.
Setelah itu didapatkan hasil mengenai usaha yang dilakukan gaya reaksi ketika
seseorang melakukan push up menggunakan rumus
W=FxS
ℎ1+ℎ2+ℎ3
= (Ft + Fk) x 3

Pada Praktikan A diperoleh W yaitu 40,38 Joule, pada praktikan B diperoleh


1994,039 Joule ; pada praktikan C diperoleh W yaitu 182,476 Joule; pada praktikan D
diperoleh 501,272 Joule dan pada praktikan E diperoleh 456,188 Joule.
Gaya reaksi lantai pada telapak tangan dan ketinggian terangkatnya tubuh saat
push-up berbanding lurus dengan usaha (W) yang dilakukan oleh praktikan, artinya
semakin besar gaya reaksi lantai pada telapak tangan makan akan semakin besar pula
usaha yang harus dilakukan. Begitu pula dengan semakin tinggi terangkatnya tubuh
saat push-up, semakin besar pula usaha yang harus dilakukan.
H KESIMPULAN
1. Menghitung gaya reaksi lantai pada telapak tangan dan jari kaki ketika seseorang
melakukan push-up
a. Gaya reaksi lantai pada telapak tangan dengan rumus
∑𝜏 = 0
(Wb.L1) – (Ft. L2) = 0
(Wb.L1) = (Ft.L2)
𝐿1
Ft = Wb x 𝐿2

Pada Praktikan A diperoleh Ft 61,74 N, pada praktikan B diperoleh Ft


468,048 N, pada praktikan C diperoleh Ft 369,27 N, pada praktikan D
diperoleh Ft 453,84 N dan pada praktikan E diperoleh Ft 339,98 N.

b. Gaya reaksi lantai pada kaki dengan rumus

∑𝜏 = 0

(Wb.L3) – (Fk. L2) = 0


(Wb.L3) = (Fk.L2)
𝐿3
Fk = Wb x 𝐿2

Pada praktikan A didapatkan Fk yaitu 61,74 N; praktikan B didapatkan


Fk 119,95 N, pada praktikan C didapat Fk 110,93 N, Praktikan D didapatkan
Fk 85,162 N dan praktikan E didpatkan Fk 140,,218 N.

2. Menghitung usaha yang dilakukan gaya reaksi ketika seseorang melakukan push-
up
Usaha yang dilakukan gaya reaksi ketika seseorang melakuka push-up dengan
rumus
W=FxS
ℎ1+ℎ2+ℎ3
= (Ft + Fk) x 3

Pada Praktikan A diperoleh W yaitu 40,38 Joule, pada praktikan B diperoleh


1994,039 Joule ; pada praktikan C diperoleh W yaitu 182,476 Joule, pada praktikan
D diperoleh 501,272 Joule dan pada praktikan E diperoleh 456,188 Joule.
I Tugas/ Pertanyaan
1. Menghitung gaya reaksi lantai pada telapak tangan dan jari kaki ketika seseorang
melakukan push-up
a. Gaya reaksi lantai pada telapak tangan dengan rumus
∑𝜏 = 0
(Wb.L1) – (Ft. L2) = 0
(Wb.L1) = (Ft.L2)
𝐿1
Ft = Wb x 𝐿2

Pada Praktikan A diperoleh Ft 61,74 N, pada praktikan B diperoleh Ft


468,048 N, pada praktikan C diperoleh Ft 369,27 N, pada praktikan D
diperoleh Ft 453,84 N dan pada praktikan E diperoleh Ft 339,98 N.
b. Gaya reaksi lantai pada kaki dengan rumus

∑𝜏 = 0

(Wb.L3) – (Fk. L2) = 0


(Wb.L3) = (Fk.L2)
𝐿3
Fk = Wb x 𝐿2

Pada praktikan A didapatkan Fk yaitu 61,74 N; praktikan B didapatkan


Fk 119,95 N, pada praktikan C didapat Fk 110,93 N, Praktikan D
didapatkan Fk 85,162 N dan praktikan E didpatkan Fk 140,,218 N.

2. Menghitung usaha yang dilakukan gaya reaksi ketika seseorang melakukan


push-up
Usaha yang dilakukan gaya reaksi ketika seseorang melakuka push-up dengan
rumus
W=FxS
ℎ1+ℎ2+ℎ3
= (Ft + Fk) x 3

Pada Praktikan A diperoleh W yaitu 40,38 Joule, pada praktikan B


diperoleh 1994,039 Joule ; pada praktikan C diperoleh W yaitu 182,476 Joule,
pada praktikan D diperoleh 501,272 Joule dan pada praktikan E diperoleh
456,188 Joule.
DAFTAR PUSTAKA

Giancoli, Douglas C.,. 2001. Fisika Jilid 1. Jakarta : Erlangga.


Halliday, dkk. 2010. Fisika Jilid 1. Jakarta: Erlangga.
Rahayukusuma. 2014. Menerapkan Konsep Usaha dan Energi. Malang: Universitas
Brawijaya.
Zainuri, M. 2011. Gaya dan Getak. Surabaya: Universitas Airlangga.
LAPORAN SEMENTARA PRAKTIKUM BIOFISIKA

PUSH-UP

A Tempat dan Waktu


1. Tempat : Di rumah masing masing praktikan
2. Waktu : Jum’at, 19 Maret 2021
B Alat dan Bahan
Neraca dan meteran (alat ukur panjang)
C Prosedur Percobaan

D Data Hasil
No. Praktikan Mb Wb L1 L2 L3 H1 H2 H3(m)
(kg) (N) (m) (m) (m) (m) (m)
1. A 42 411,6 0,85 1 0,15 0,5 0,31 0,17
2. B 60 588 0,9 1,13 0,23 0,57 0,25 0,18
3. C 49 480,2 0,83 1,08 0,25 0,58 0,38 0,18
4. D 55 539 0,85 1,01 0,16 0,52 0,23 0,18
5. E 49 480,2 0,85 1,2 0,35 0,54 0,24 0,17
Mengetahui
Paraf/tanda tangan

Widodo Setiyo Wibowo, M.Pd.