Anda di halaman 1dari 25

LAPORAN PRAKTIKUM BIOFISIKA

RESISTANSI TUBUH MANUSIA

Disusun oleh :

Nama : Desy Anggraeni


NIM : 18312241038

Pendidikan IPA-A 2018

JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

Maret, 2021
A JUDUL
Resistansi Tubuh Manusia

B TUJUAN
Mengukur nilai resistansi pada tubuh manusia

C DASAR TEORI
Listrik adalah sesuatu yang memiliki muatan positif (proton) dan muatan
negative (elektron) yang dapat mengalir melalui suatu penghantar (konduktor). Arus
listrik dapat mengalir apabila terdapat beda potensial agar electron-elektron dapat
bergerak dan menghasilkan listrik. Akan tetapi, gerakan ketika electron bergerak
terdapat hambatan atau yang menghalanginya sehingga besar arus listrik berkurang
(Dina dkk., 2019).
1. Tahanan Listrik/Resistance
Tahanan adalah penghambatan terhadap lintasan arus listrik yang
dilewatinya. Berbeda dengan konduktivitas yaitu kemampuan suatu alat untuk
mengalirkan arus listrik. Alat atau bahan yang memiliki tahanan yaitu resistor,
sedangkan alat atau bahan yang memiliki sifat konduktivitas yaitu konduktor.
Sistem tubuh manusia bereaksi terhadap aliran listrik dengan dipengaruhi oleh
kelembaban, suhu dan sifat lainnya. Persamaan hukum joule berbunyi “semakin
tinggi tahanan, semakin tinggi pula panas yang ditimbulkan” (Dina dkk., 2019).
Sistem tubuh manusia, sistem saraf, pembuluh darah, membrane
mukosa dan otot merupakan konduktor yang baik. Sesuai fungsi dan sifat sistem
saraf yaitu untuk menghantarkan sinyal-sinyal elektrik, oleh karena itu sistem
saraf mempunyai elektrolit dan kandungan air yang tinggi serta mempunyai
tahanan terhadap listrik yang rendah (Dina dkk., 2019).
2. Electrical Resistance of Human Body
Seperti halnya besar hambatan listrik pada setiap bahan konduktor, besar
hambatan listrik setiap orang berbeda beda. Perbesaran besar hambatan listrik
setiap orang dapat diakibatkan oleh beberrapa factor, antara lain adalah:
a. Diameter
Laki laki memiliki besar yang lebih rendah dibandingkan dengan
perempuan. Hal ini seperti halnya resistensi pada listrik, resistensi pada
lengan seseorang bergantung dengan diameter. Resistensi akan semakin
kecil apabila lengan memiliki diameter yang lebih besar (R. Fish & L.
Geddes., 2003). Hal ini sesuai dengan rumor resistensi benda, apabila R
merupakan resistensi, ρ adalah hambatan jenis, L adalah panjang benda,
dan A merupakan luas benda, adalah:

Sehingga apabila dilihat berdasarkan penjelasan di atas, laki laki


memiliki resistensi yang lebih kecil dari perempuan karena laki laki
memiliki lengan dan kaki yang lebih besar (lebih memiliki otot).
b. Panjang Lengan
Berdasarkan persamaan, hambatan jenis atau resistensi
dipengaruhi oleh panjang. Panjang disini dimaksudkan dengan panjang
arus listrik ditempuh. Jika aliran listrik mengalir dari tangan kiri menuju
ke kaki kanan, maka resistensi akan lebih besar dibandingkan dengan
arus listrik yang mengalir dari jari kanan menuju ke jari kiri (R. Fish &
L.Geddes., 2003).
c. Keadaan Tubuh
Dalam tubuh, jaringan dengan resistensi terbesar adalah tulang
dan lemak. Sedangkan saraf dan otot lebih sedikit resistensinya.
Resistensi yang paling besar dalam tubuh adalah kulit, kapal (sel mati),
sel-sel epidermis (lapisan luar kulit) merupakan konduktor yang buruk
(R. Fish & L. Geddes., 2003).
Tubuh memiliki resistensi terhadap aliran arus. Lebih dari 99%
dari daya tahan tubuh terhadap aliran arus listrik di kulit. Sebuah
kapalan, tangan kering memiliki lebih dari 100.000 ohm karena lapisan
luar tebal. Sedangkan daya resistensi tubuh internal sekitar 300 ohm, hal
ini karena jaringan bawah kulit lebih basah dan mengandung garam
(Raymond M. Fish., 2009).

D METODOLOGI
1. Waktu dan tempat
Waktu : Jum’at, 26 Maret 2021
Tempat : Di rumah masing masing
2. Alat dan bahan
Multimeter dan kabel penghubung
3. Prosedur Kerja

Menge-set multimeter pada posisi ohmmeter dan memastikan berfungsi dengan tepat
dengan menempelkan kedua probe sehingga jarum skala menunjukkan angka nol

Mengukur nilai resistensi tubuh (tangan ke tangan) dengan cara


memegang/menempelkan probe multimeter pada kedua telapak tangan dan mencatat
nilai yang terukur

Mengulangi prosedur nomor 2 untuk kondisi tangan yang berkeringat dan kotor

Mengulangi prosedur nomor 2 pada bagian tubuh yang lain (tangan ke kaki, kaki ke
kaki, atau tangan ke alis)

Mengulangi prosedur diatas untuk anggota kelompok/praktikan yang lain.


E DATA HASIL PERCOBAAN

F ANALISIS DATA
1. Rata-rata Resistensi
𝑅1 + 𝑅2 + 𝑅3
𝑅̅ =
3
2. Ralat Resistensi

∑(𝑅𝑖 − 𝑅̅ )2
△𝑅 =√
𝑛−1
3. Persentase Ketelitian Pengukuran
∆𝑅
%𝐾𝑇 = 100 − ( 𝑅̅ 𝑥 100%)

Perhitungan:

1. Naracoba A
a. Tangan-tangan (kering)

Resistensi rata-rata
𝑅1 + 𝑅2 + 𝑅3
𝑅̅ =
3
0,37 + 0,37 + 0,39
𝑅̅ =
3
𝑅̅ = 0,38

Ralat resistensi

∑(𝑅𝑖 − 𝑅̅ )2
△𝑅 =√
𝑛−1

∑(𝑅𝑖 − 0,38)2
△𝑅 =√
3−1

△ 𝑅 = 0,02

Persentase ketelitian resistensi


∆𝑅
%𝐾𝑇 = 100 − ( 𝑅̅ 𝑥 100%)
0,02
%𝐾𝑇 = 100 − (̅̅̅̅̅̅
0,38
𝑥 100%)

%𝐾𝑇 = 96,81%

b. Tangan-tangan (basah)

Resistensi rata-rata
𝑅1 + 𝑅2 + 𝑅3
𝑅̅ =
3
0,08 + 0,07 + 0,0,06
𝑅̅ =
3
𝑅̅ = 0,07

Ralat resistensi
∑(𝑅𝑖 − 𝑅̅ )2
△𝑅 = √
𝑛−1

∑(𝑅𝑖 − 0,07)2
△𝑅 =√
3−1

△ 𝑅 = 0,01

Persentase ketelitian resistensi


∆𝑅
%𝐾𝑇 = 100 − ( 𝑅̅ 𝑥 100%)
0,01
%𝐾𝑇 = 100 − (0,07 𝑥 100%)

%𝐾𝑇 = 87,5%

c. Tangan-kaki

Resistensi rata-rata
𝑅1 + 𝑅2 + 𝑅3
𝑅̅ =
3
0,8 + 0,81 + 0,78
𝑅̅ =
3
𝑅̅ = 0,80

Ralat resistensi

∑(𝑅𝑖 − 𝑅̅ )2
△𝑅 =√
𝑛−1

∑(𝑅𝑖 − 0,80)2
△𝑅 =√
3−1

△ 𝑅 = 0,016

Persentase ketelitian resistensi


∆𝑅
%𝐾𝑇 = 100 − ( 𝑅̅ 𝑥 100%)
0,016
%𝐾𝑇 = 100 − ( 0,80 𝑥 100%)
%𝐾𝑇 = 98,09%

d. Tangan alis
Resistensi rata-rata
𝑅1 + 𝑅2 + 𝑅3
𝑅̅ =
3
0,29 + 0,0,31 + 0,48
𝑅̅ =
3
𝑅̅ = 0,36

Ralat resistensi

∑(𝑅𝑖 − 𝑅̅ )2
△𝑅 =√
𝑛−1

∑(𝑅𝑖 − 0,36)2
△𝑅 =√
3−1

△ 𝑅 = 0,10

Persentase ketelitian resistensi


∆𝑅
%𝐾𝑇 = 100 − ( 𝑅̅ 𝑥 100%)
0,10
%𝐾𝑇 = 100 − (0,36
̅̅̅̅̅̅
𝑥 100%)

%𝐾𝑇 = 70,99%

2. Naracoba B
a. Tangan-tangan (kering)
Resistensi rata-rata
𝑅1 + 𝑅2 + 𝑅3
𝑅̅ =
3
0,39 + 0,40 + 0,40
𝑅̅ =
3
𝑅̅ = 0,40

Ralat resistensi
∑(𝑅𝑖 − 𝑅̅ )2
△𝑅 = √
𝑛−1

∑(𝑅𝑖 − 0,40)2
△𝑅 =√
3−1

△ 𝑅 = 0,005

Persentase ketelitian resistensi


∆𝑅
%𝐾𝑇 = 100 − ( 𝑅̅ 𝑥 100%)
0,005
%𝐾𝑇 = 100 − ( 0,40 𝑥 100%)

%𝐾𝑇 = 98,72%

b. Tangan-tangan (basah)
Resistensi rata-rata
𝑅1 + 𝑅2 + 𝑅3
𝑅̅ =
3
0,10 + 0,1 + 0,10
𝑅̅ =
3
𝑅̅ = 0,10

Ralat resistensi

∑(𝑅𝑖 − 𝑅̅ )2
△𝑅 =√
𝑛−1

∑(𝑅𝑖 − 0,10)2
△𝑅 = √
3−1

△ 𝑅 = 0,003

Persentase ketelitian resistensi


∆𝑅
%𝐾𝑇 = 100 − ( 𝑅̅ 𝑥 100%)
0,003
%𝐾𝑇 = 100 − ( 0,̅10 𝑥 100%)

%𝐾𝑇 = 97,38%
c. Tangan-kaki
Resistensi rata-rata
𝑅1 + 𝑅2 + 𝑅3
𝑅̅ =
3
0,49 + 0,52 + 0,49
𝑅̅ =
3
𝑅̅ = 0,5

Ralat resistensi

∑(𝑅𝑖 − 𝑅̅ )2
△𝑅 =√
𝑛−1

∑(𝑅𝑖 − 0,5)2
△𝑅 =√
3−1

△ 𝑅 = 0,017

Persentase ketelitian resistensi


∆𝑅
%𝐾𝑇 = 100 − ( 𝑅̅ 𝑥 100%)
0,017
%𝐾𝑇 = 100 − ( 0,5
𝑥 100%)

%𝐾𝑇 = 96,53%

d. Tangan-alis
Resistensi rata-rata
𝑅1 + 𝑅2 + 𝑅3
𝑅̅ =
3
0,39 + 0,41 + 0,38
𝑅̅ =
3
𝑅̅ = 0,40

Ralat resistensi

∑(𝑅𝑖 − 𝑅̅ )2
△𝑅 =√
𝑛−1
∑(𝑅𝑖 − 0,4)2
△𝑅 = √
3−1

△ 𝑅 = 0,017

Persentase ketelitian resistensi


∆𝑅
%𝐾𝑇 = 100 − ( 𝑅̅ 𝑥 100%)
0,02
%𝐾𝑇 = 100 − (0,38
̅̅̅̅̅̅
𝑥 100%)

%𝐾𝑇 = 95,72%

3. Naracoba C
a. Tangan-tangan (kering)
Resistensi rata-rata
𝑅1 + 𝑅2 + 𝑅3
𝑅̅ =
3
0,36 + 0,38 + 0,37
𝑅̅ =
3
𝑅̅ = 0,37

Ralat resistensi

∑(𝑅𝑖 − 𝑅̅ )2
△𝑅 =√
𝑛−1

∑(𝑅𝑖 − 0,37)2
△𝑅 =√
3−1

△ 𝑅 = 0,009

Persentase ketelitian resistensi


∆𝑅
%𝐾𝑇 = 100 − ( 𝑅̅ 𝑥 100%)
0,009
%𝐾𝑇 = 100 − ( 0,37 𝑥 100%)

%𝐾𝑇 = 97,42%

b. Tangan-tangan (basah)
Resistensi rata-rata
𝑅1 + 𝑅2 + 𝑅3
𝑅̅ =
3
0,06 + 0,04 + 0,08
𝑅̅ =
3
𝑅̅ = 0,06

Ralat resistensi

∑(𝑅𝑖 − 𝑅̅ )2
△𝑅 = √
𝑛−1

∑(𝑅𝑖 − 0,06)2
△𝑅 =√
3−1

△ 𝑅 = 0,018

Persentase ketelitian resistensi


∆𝑅
%𝐾𝑇 = 100 − ( 𝑅̅ 𝑥 100%)
0,018
%𝐾𝑇 = 100 − ( 0,06 𝑥 100%)

%𝐾𝑇 = 69,74%

c. Tangan-kaki
Resistensi rata-rata
𝑅1 + 𝑅2 + 𝑅3
𝑅̅ =
3
0,74 + 0,62 + 0,55
𝑅̅ =
3
𝑅̅ = 0,64

Ralat resistensi

∑(𝑅𝑖 − 𝑅̅ )2
△𝑅 =√
𝑛−1

∑(𝑅𝑖 − 0,64)2
△𝑅 = √
3−1
△ 𝑅 = 0,96

Persentase ketelitian resistensi


∆𝑅
%𝐾𝑇 = 100 − ( 𝑅̅ 𝑥 100%)
0,96
%𝐾𝑇 = 100 − (̅̅̅̅̅̅
0,64
𝑥 100%)

%𝐾𝑇 = 84,91%

d. Tangan-alis
Resistensi rata-rata
𝑅1 + 𝑅2 + 𝑅3
𝑅̅ =
3
0,61 + 0,43 + 0,49
𝑅̅ =
3
𝑅̅ = 0,51

Ralat resistensi

∑(𝑅𝑖 − 𝑅̅ )2
△𝑅 =√
𝑛−1

∑(𝑅𝑖 − 0,51)2
△𝑅 =√
3−1

△ 𝑅 = 0,92

Persentase ketelitian resistensi


∆𝑅
%𝐾𝑇 = 100 − ( 𝑅̅ 𝑥 100%)
0,92
%𝐾𝑇 = 100 − (0,51
̅̅̅̅̅̅
𝑥 100%)

%𝐾𝑇 = 82,02%

4. Naracoba D
a. Tangan-tangan (kering)
Resistensi rata-rata
𝑅1 + 𝑅2 + 𝑅3
𝑅̅ =
3
0,36 + 0,38 + 0,38
𝑅̅ =
3
𝑅̅ = 0,38

Ralat resistensi

∑(𝑅𝑖 − 𝑅̅ )2
△𝑅 =√
𝑛−1

∑(𝑅𝑖 − 0,38)2
△𝑅 =√
3−1

△ 𝑅 = 0,014

Persentase ketelitian resistensi


∆𝑅
%𝐾𝑇 = 100 − ( 𝑅̅ 𝑥 100%)
0,014
%𝐾𝑇 = 100 − ( 0,38 𝑥 100%)

%𝐾𝑇 = 96,28%

b. Tangan-tangan basah
Resistensi rata-rata
𝑅1 + 𝑅2 + 𝑅3
𝑅̅ =
3
0,17 + 0,17 + 0,18
𝑅̅ =
3
𝑅̅ = 0,17

Ralat resistensi

∑(𝑅𝑖 − 𝑅̅ )2
△𝑅 =√
𝑛−1

∑(𝑅𝑖 − 0,17)2
△𝑅 =√
3−1
△ 𝑅 = 0,003

Persentase ketelitian resistensi


∆𝑅
%𝐾𝑇 = 100 − ( 𝑅̅ 𝑥 100%)
0,003
%𝐾𝑇 = 100 − ( 0,17 𝑥 100%)

%𝐾𝑇 = 97,95%

c. Tangan-kaki
Resistensi rata-rata
𝑅1 + 𝑅2 + 𝑅3
𝑅̅ =
3
0,36 + 0,38 + 0,49
𝑅̅ =
3
𝑅̅ = 0,41

Ralat resistensi

∑(𝑅𝑖 − 𝑅̅ )2
△𝑅 =√
𝑛−1

∑(𝑅𝑖 − 0,41)2
△𝑅 =√
3−1

△ 𝑅 = 0,02

Persentase ketelitian resistensi


∆𝑅
%𝐾𝑇 = 100 − ( 𝑅̅ 𝑥 100%)
0,07
%𝐾𝑇 = 100 − (0,41
̅̅̅̅̅̅
𝑥 100%)

%𝐾𝑇 = 82,92%

d. Tangan-alis
Resistensi rata-rata
𝑅1 + 𝑅2 + 𝑅3
𝑅̅ =
3
0,47 + 0,42 + 0,38
𝑅̅ =
3
𝑅̅ = 0,42

Ralat resistensi

∑(𝑅𝑖 − 𝑅̅ )2
△𝑅 =√
𝑛−1

∑(𝑅𝑖 − 0,42)2
△𝑅 =√
3−1

△ 𝑅 = 0,045

Persentase ketelitian resistensi


∆𝑅
%𝐾𝑇 = 100 − ( 𝑅̅ 𝑥 100%)
0,045
%𝐾𝑇 = 100 − ( 0,42 𝑥 100%)

%𝐾𝑇 = 89,35%

5. Naracoba E
a. Tangan-tangan (kering)
Resistensi rata-rata
𝑅1 + 𝑅2 + 𝑅3
𝑅̅ =
3
0,12 + 0,15 + 0,16
𝑅̅ =
3
𝑅̅ = 0,14

Ralat resistensi

∑(𝑅𝑖 − 𝑅̅ )2
△𝑅 =√
𝑛−1

∑(𝑅𝑖 − 0,14)2
△𝑅 =√
3−1

△ 𝑅 = 0,22
Persentase ketelitian resistensi
∆𝑅
%𝐾𝑇 = 100 − ( 𝑅̅ 𝑥 100%)
0,22
%𝐾𝑇 = 100 − (0,14
̅̅̅̅̅̅
𝑥 100%)

%𝐾𝑇 = 84,78%

b. Tangan-tangan (basah)
Resistensi rata-rata
𝑅1 + 𝑅2 + 𝑅3
𝑅̅ =
3
0,06 + 0,07 + 0,10
𝑅̅ =
3
𝑅̅ = 0,08

Ralat resistensi

∑(𝑅𝑖 − 𝑅̅ )2
△𝑅 =√
𝑛−1

∑(𝑅𝑖 − 0,08)2
△𝑅 =√
3−1

△ 𝑅 = 0,24

Persentase ketelitian resistensi


∆𝑅
%𝐾𝑇 = 100 − ( 𝑅̅ 𝑥 100%)
0,24
%𝐾𝑇 = 100 − (̅̅̅̅̅̅
0,08
𝑥 100%)

%𝐾𝑇 = 67,99%

c. Tangan-kaki
Resistensi rata-rata
𝑅1 + 𝑅2 + 𝑅3
𝑅̅ =
3
0,12 + 0,13 + 0,15
𝑅̅ =
3
𝑅̅ = 0,13

Ralat resistensi

∑(𝑅𝑖 − 𝑅̅ )2
△𝑅 =√
𝑛−1

∑(𝑅𝑖 − 0,13)2
△𝑅 = √
3−1

△ 𝑅 = 0,016

Persentase ketelitian resistensi


∆𝑅
%𝐾𝑇 = 100 − ( 𝑅̅ 𝑥 100%)
0,016
%𝐾𝑇 = 100 − ( 0,13 𝑥 100%)

%𝐾𝑇 = 88,10%

d. Tangan-alis
Resistensi rata-rata
𝑅1 + 𝑅2 + 𝑅3
𝑅̅ =
3
0,32 + 0,34 + 0,45
𝑅̅ =
3
𝑅̅ = 0,37

Ralat resistensi

∑(𝑅𝑖 − 𝑅̅ )2
△𝑅 =√
𝑛−1

∑(𝑅𝑖 − 0,37)2
△𝑅 =√
3−1

△ 𝑅 = 0,07

Persentase ketelitian resistensi


∆𝑅
%𝐾𝑇 = 100 − ( 𝑅̅ 𝑥 100%)
0,07
%𝐾𝑇 = 100 − (̅̅̅̅̅̅
0,37
𝑥 100%)

%𝐾𝑇 = 81,08%

TABEL TABULASI ANALISIS DATA


1. Resistensi tangan ke tangan (keadaan kering)
Resistensi tangan ke tangan (keadaan kering)
No Naracoba
̅ ±△ R (MΩ)
R KT %

1 A 0,38± 0,02 96,81

2 B 0,40 ± 0,005 98,72

3 C 0,37 ± 0,099 97,42

4 D 0,38 ± 0,014 96,28

5 E 0,14 ± 0,22 84,78

2. Resistensi tangan ke tangan (keadaan basah)


Resistensi tangan ke tangan (keadaan basah)
No Naracoba
̅ ±△ R (MΩ)
R KT %

1 A 0,07 ± 0,01 87,5

2 B 0,10 ± 0,003 97,38

3 C 0,06 ± 0,018 69,74

4 D 0,17 ± 0,003 97,95

5 E 0,08 ± 0,24 67,99

3. Resistensi tangan ke kaki


Resistensi tangan ke kaki
No Naracoba
̅ ±△ R (MΩ)
R KT %
1 A 0,80 ± 0,06 98,09

2 B 22,36 ± 1,81 96,53

3 C 12,83 ± 0,27 84,91

4 D 12,83 ± 0,27 82,92

5 E 12,83 ± 0,27 88,10

4. Resistensi tangan ke alis


Resistensi kaki ke kaki
No Naracoba
̅ ±△ R (MΩ)
R KT %

1 A 0,36 ± 0,10 70,99

2 B 0,40 ± 0,017 95,72

3 C 0,51 ± 0,92 82,02

4 D 0,42 ± 0,045 89,35

5 E 0,37 ± 0,07 81,08

G PEMBAHASAN
Percobaan yang berjudul Resistensi Tubuh Manusia yang dilakukan pada hari
jum’at 26 Maret 2021 bertujuan untuk mengukur nilai resistansi pada tubuh manusia.
Alat dna bahan yang dibutuhkan adalah multimeter dan kabel penghubung.
Langkah percobaan yang dilakukan adalah mengeset multimeter pada posisi
ohmmeter dan memastikan berfungsi dengan tepat dengan menempelkan kedua probe
sehingga jarum skala menunjukkan angka nol. Kemudian mengukur nilai resistensi
tubuh (tangan ke tangan) dengan cara memegang/menempelkan probe multimeter pada
kedua telapak tangan dan mencatat nilai yang terukur. Kemudian mengulangi langkah
langkah tersebut untuk kondisi tangan yang berkeringat atau kotor dan pada bagian
tubuh lain yaitu tangan ke tangan, kaki ke kaki, atau tangan ke alis. Kemudian
mengulangi prosedur di atas untuk anggota kelompok/praktikan yang lain.
Pada naracoba A dengan tangan-tangan (kering) nilai resistensi rata rata yaitu
0,38. Kemudian ralat resistensi 0,02 dan persentase ketelitian resistensi yaitu 96,81%.
Pada tangan tangan basah resistensi rata ratanya yaitu 0,07. Kemudian nilai ralat
resistensi yaitu 0,01 dan persentase ketelitian resistensi yaitu 87,5%. Pada tangan-kaki
nilai resistensi rata rata yaitu 0,80. Kemudian ralat resistensinya 0,016 dan persentase
ketelitian resistensi nya yaitu 98,09%. Kemudian pada tangan-alis nilai resistensi rata
rata yaitu 0,36. Kemudian ralat resistensi yaitu 0,01 dan persentase ketelitian resistensi
yaitu 70,99%.
Pada Naracoba B dengan tangan-tangan (kering) nilai resistensi rata rata yaitu
0,40. Kemudian pada ralat resistensi yaitu 0,005 dan pada persentase ketelitian
resistensi yaitu 98,72%. Pada tangan tangan (basah) resistensi rata rata yaitu 0.10.
kemudian pada ralat resistensi yaitu 0,003 dan pada persentase ketelitian resistensi yaitu
97,38%. Pada tangan-kaki nilai resistensi rata rata yaitu 0,5. Kemudian ralat
resistensinya yaitu 0,017 dan persentase ketelitian resistensi yaitu 96,53%. Pada
tangan-alis resistensi rata rata 0,40. Kemudian ralat resistensi yaitu 0,017 dan
persentase ketelitian resistensi yaitu 95,72%.
Pada Naracoba C dengan tangan-tangan (kering) nilai resistensi rata-rata nya
yaitu 0,37. Kemudian pada ralat resistensi yaitu 0,009 dan pada persentase ketelitian
resistensi yaitu 97,42%. Pada tangan-tangan (basah) nilai resistensi rata rata nilainya
0,06. Kemudian pada ralat resistensi yaitu 0,018 dan persentase ketelitian resistensi
yaitu 69,74%. Kemudian pada tangan-kaki nilai resistensi rata rata yaitu 0,64.
Kemudian pada ralat resistensi yaitu 0,96 dan nilai persentase ketelitian resistensi yaitu
84,91%. Pada tangan-alis nilai resistensi rata rata yaitu 0,51. Kemudian nilai ralat
resistensi yaitu 0,92 dan persentase ketelitian resistensi yaitu 82,02%.
Pada Naracoba D dengan tangan-tangan (kering) nilai resistensi rata rata yaitu
0,38. Kemudian nilai ralat resistensinya 0,014 dan persentase ketelitian resistensi yaitu
96,28%. Pada tangan tangan basah nilai resistensi rata rata yaitu 0,17. Kemudian pada
ralat resistensi yaitu 0,003 dan persentase ketelitian resistensi nilainya 97,95%. Pada
tangan-kaki nilai resistensi rata ratanya 0,41. Kemudian pada ralat resistensi yaitu 0,02
dan pada persentase ketelitian resistensi yaitu 82,92%. Pada tangan-alis resistensi rata
rata yaitu 0,42. Kemudian pada ralat resistensi yaitu 0,045 dan persentase ketelitian
resistensi yaitu 89,35%.
Pada Naracoba E dengan tangan tangan kering nilai resistensi rata rata yaitu
0,14. Kemudian ralat resistensi yaitu 0,22 dan persentase ketelitian resistensi yaitu
84,78%. Kemudian pada tangan tangan basah nilai resistensi rata rata yaitu 0,08.
Kemudian ralat resistensi nya 0,24 dan persentase ketelitian resistensi yaitu 67,99%.
Pada tangan-kaki nilai resistensi rata rata yaitu 0,13. Kemudian ralat resistensinya yaitu
0,016 dan persentase ketelitian resistensi adalah 88,10%. Pada tangan-alis nilai
resisitensi rata rata yaitu 0,37. Kemudian nilai ralat resistensi yaitu 0,07 dan nilai
persentase ketelitian resistensi yaitu 81,08%.
Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan, dapat diketahui secara
keseluruhan bahwa semakin panjang jarak penempelan probe pada bagian tubuh
(panjang lintasan) maka nilai resistensinya semakin besar. Hal tersebut dengan teori
menurut R. Fish & L. Geddes (2003) bahwa berdasarkan persamaan, hambatan jenis
atau resistensi dipengaruhi oleh panjang. Panjang disini dimaksudkan dengan panjang
arus listrik ditempuh. Jika aliran listrik mengalir dari tangan kiri menuju ke kaki kanan,
maka resistensi akan lebih besar dibandingkan dengan arus listrik yang mengalir dari
jari kanan menuju ke jari kiri.
Resistensi pada tubuh juga di pengaruhi oleh factor kelamin dimana laki laki
memiliki besar resistensi lebih rendah dibandingkan dengan perempuan. Hal ini sesuai
dengan teori menurut R. Fish & L. Geddes (2003) Laki laki memiliki besar yang lebih
rendah dibandingkan dengan perempuan. Hal ini seperti halnya resistensi pada listrik,
resistensi pada lengan seseorang bergantung dengan diameter. Resistensi akan semakin
kecil apabila lengan memiliki diameter yang lebih besar.
Dalam tubuh, jaringan dengan resistensi terbesar adalah tulang dan lemak.
Sedangkan saraf dan otot lebih sedikit resistensinya. Resistensi yang paling besar dalam
tubuh adalah kulit, kapal (sel mati), sel-sel epidermis (lapisan luar kulit) merupakan
konduktor yang buruk (R. Fish & L. Geddes., 2003).

H KESIMPULAN
Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan, nilai resistensi pada Naracoba A
dengan tangan-tangan (kering) nilai resistensi rata rata yaitu 0,38. Pada tangan tangan
basah resistensi rata ratanya yaitu 0,07. Pada tangan-kaki nilai resistensi rata rata yaitu
0,80. Kemudian pada tangan-alis nilai resistensi rata rata yaitu 0,36. Pada Naracoba B
dengan tangan-tangan (kering) nilai resistensi rata rata yaitu 0,40. Pada tangan tangan
(basah) resistensi rata rata yaitu 0.10. Pada tangan-kaki nilai resistensi rata rata yaitu
0,5. Pada tangan-alis resistensi rata rata 0,40. Pada Naracoba C dengan tangan-tangan
(kering) nilai resistensi rata-rata nya yaitu 0,37. Pada tangan-tangan (basah) nilai
resistensi rata rata nilainya 0,06. Kemudian pada tangan-kaki nilai resistensi rata rata
yaitu 0,64. Pada tangan-alis nilai resistensi rata rata yaitu 0,51. Pada Naracoba D
dengan tangan-tangan (kering) nilai resistensi rata rata yaitu 0,38. Pada tangan tangan
basah nilai resistensi rata rata yaitu 0,17. %. Pada tangan-kaki nilai resistensi rata
ratanya 0,41. Pada tangan-alis resistensi rata rata yaitu 0,42. Pada Naracoba E dengan
tangan tangan kering nilai resistensi rata rata yaitu 0,14. Kemudian pada tangan tangan
basah nilai resistensi rata rata yaitu 0,08. Pada tangan-kaki nilai resistensi rata rata yaitu
0,13. Pada tangan-alis nilai resisitensi rata rata yaitu 0,37.

I Tugas/Pertanyaan
1. Bagaimanakah nilai resistansi yang anda ukur? Apakah nilainya sama atau berbeda
pada berbagai variasi ?
Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan, nilai resistensi pada Naracoba A
dengan tangan-tangan (kering) nilai resistensi rata rata yaitu 0,38. Pada tangan
tangan basah resistensi rata ratanya yaitu 0,07. Pada tangan-kaki nilai resistensi rata
rata yaitu 0,80. Kemudian pada tangan-alis nilai resistensi rata rata yaitu 0,36. Pada
Naracoba B dengan tangan-tangan (kering) nilai resistensi rata rata yaitu 0,40. Pada
tangan tangan (basah) resistensi rata rata yaitu 0.10. Pada tangan-kaki nilai
resistensi rata rata yaitu 0,5. Pada tangan-alis resistensi rata rata 0,40. Pada
Naracoba C dengan tangan-tangan (kering) nilai resistensi rata-rata nya yaitu 0,37.
Pada tangan-tangan (basah) nilai resistensi rata rata nilainya 0,06. Kemudian pada
tangan-kaki nilai resistensi rata rata yaitu 0,64. Pada tangan-alis nilai resistensi rata
rata yaitu 0,51. Pada Naracoba D dengan tangan-tangan (kering) nilai resistensi rata
rata yaitu 0,38. Pada tangan tangan basah nilai resistensi rata rata yaitu 0,17. %.
Pada tangan-kaki nilai resistensi rata ratanya 0,41. Pada tangan-alis resistensi rata
rata yaitu 0,42. Pada Naracoba E dengan tangan tangan kering nilai resistensi rata
rata yaitu 0,14. Kemudian pada tangan tangan basah nilai resistensi rata rata yaitu
0,08. Pada tangan-kaki nilai resistensi rata rata yaitu 0,13. Pada tangan-alis nilai
resisitensi rata rata yaitu 0,37.
Nilai resistensi yang diukur berbeda beda karena ada factor diameter, panjang
lengan dan keadaan tubuh
2. Posisi dan jarak penempelan probe pada bagian tubuh ?
Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa secara
keseluruhan, semakin panjang jarak penempelan probe pada bagian tubuh (panjang
lintasan) maka nilai resistansinya semakin besar.
3. Tangan kering dan berkeringat
Nilai resistansi pada tangan yang basah lebih rendah (berkurang kurang lebih
50%) daripada tangan yang basah. Tangan yang basah mengandung air yang
merupakan perantara yang baik bagi aliran arus listrik sehingga nilai resistansi
tangan basah tersebut berkurang. Fakta tersebut juga didukung oleh besar
resistivitas kulit basah (105) yang lebih rendah dari resistivitas kulit kering (107)
4. Jelaskan bagaimana hal hal pada nomor 1 dapat terjadi
Didalam tubuh manusia, tentu ada berbagai komponen-komponen termasuk jalur
yang dilewati arus sepert otot, tulang dan lemak. Setiap orang memiliki perbedaan
jumlah atau massa dari komponen-komponen tersebut sehingga menghasilkan nilai
resistansi yang berbeda-beda
DAFTAR PUSTAKA

Dina Kurnia Sari, dkk. 2019. Resistensi Tubuh Manusia. Yogyakarta: Universitas Negeri
Yogyakarta.

Fish, Raymond M. 2009. Conduction of Electrical Current to and Through the Human
Body: A Review. Eplasty. 2009; 9: e44. Published online 2009 oct 12. Diakses
pada https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/aritcles/PMC2763825/ pada hari jum’at
26 maret 2021.

Heman, Sofyandi. 2008. Manajemen Sumber Daya Manusia Edisi Pertama. Yogyakarta:
Penerbit Graha Ilmu.

R. Fish & L. Geddes. 2003. Medical and Bioengineering Aspects of Electrical Injuries:
Lawyers & Judges Publishing Company, Inc.

Anda mungkin juga menyukai