Anda di halaman 1dari 7

RESUME “PERAN BAKAT DALAM PROSES BELAJAR”

DOSEN PENGAMPU:
Drs. Yusri, M.Pd. Kons

DISUSUN OLEH:
Moryn Anjanie
(20231063)

JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN ALAM


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2021

i
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL .................................................................................... i


DAFTAR ISI ................................................................................................ ii
A. PENGERTIAN BAKAT...................................................................... 1
B. JENIS-JENIS BAKAT ........................................................................ 1
C. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BAKAT ......................... 2
D. USAHA GURU UNTUK MENGENALI DAN MENGEMBANGKAN BAKAT
..................................................................................................... 2
E. PERTANYAAN TENTANG POKOK BAHASAN PERAN BAKAT DALAM
PROSES BELAJAR ........................................................................... 4

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................... 5

ii
A. PENGERTIAN BAKAT
Bakat adalah suatu kondisi pada seseorang yang memungkinkannya dengan
suatu latihan khusus mencapai suatu kecakapan, pengetahuan dan keterampilan
khusus seperti kemampuan berbahasa, bermain musik dan sebagainya dan seseorang
yang berbakat akan memiliki keterampilan tersebut. Jadi, kondisi khusus pada
seseorang yang berupa potensi disertai dengan latihan atau belajar akan dapat
mengembangkan kemahiran tertentu yang biasanya bersifat khusus itu.
Menurut M. Ngalim Purwanto dalam bukunya Psikologi Pendidikan disebutkan
bahwa kata bakat lebih dekat pengertiannya dengan Aptitude yang berarti kecakapan
pembawaan, yaitu yang mengenai kesanggupan-kesanggupan tertentu.
William B.Michael memberikan definisi mengenai bakat sebagai berikut:
An aptitude may be defined as a person’s capacity, or hypothetical potential, for
acquisition of a certain more or less weeldefined pattern of behavior involved in the 4
performance of a task respect to which the individual has had little or no previous
training (Michael, 1960: 59). Michael meninjau bakat terutama dari segi kemampuan
individu untuk melakukan sesuatu tugas, yang sedikit sekali bergantung kepada latihan
mengenai hal tersebut.
Woodworth dan Marquis memberikan definisi demikian: “aptitude is
predictable achievement and can be measured by specially devised test” (Woodworth
dan Marquis, 1957: 58). Bakat (aptitude), oleh Woodworth dan Marquis dimasukkan
dalam kemampuan (ability). Menurutnya ability dibagi menjadi 3 yaitu:
➢ Achievement yang merupakan actual ability.
➢ Capacity yang merupakan potential ability.
➢ Aptitude, yaitu kualitas yang hanya dapat diungkap/diukur dengan tes khusus
yang sengaja dibuat untuk itu.

B. JENIS-JENIS BAKAT
1. Bakat Umum
Bakat umum merupakan kemampuan berupa potensi dasar yang bersifat
umum dan dalam artian dimiliki oleh setiap orang.
2. Bakat Khusus
Bakat khusus merupakan kemampuan berupa potensi khusus yang artinya
tidak semua orang memilikinya, misalnya bakat seni, olahraga dan sebagainya.
Adapun bakat khusus lainnya yaitu:
a. Bakat Verbal, merupakan bakat tentang konsep-konsep yang diungkapkan
dalam bentuk kata-kata.
b. Bakat Skolastik, merupakan kombinasi antara potensi logika dan angka-angka.
Kemampuan seseorang dalam penalaran, mengurutkan, berpikir dalam pola
sebab akibat, menciptakan hipotesis, mencari keteraturan konseptual dan
sebagainya.
c. Bakat Numerikal, yaitu bakat mengenai konsep-konsep dalam bentuk angka-
angka.

1
d. Bakat Abstrak, merupakan bakat yang tidak dalam bidang kata maupun angka
melainkan berbentuk pola, rancangan, diagram, ukuran-ukuran, bentuk-
bentuk serta posisi.
e. Bakat Spasial, yaitu bakat dalam mengamati, menceritakan pola dua dimensi
atau berpikir dalam 3 dimensi. Mempunyai kepekaan yang tajam terhadap
desain visual.
f. Bakat Kecepatan Ketelitian Klerikal, yaitu bakat dalam tugas tulis menulis,
ramu-ramuan untuk laboratorium, kantor dan sebagainya.
g. Bakat Linguistik, yaitu bakat dalam menganalisis bahasa misalnya seorang
jurnalistik, stenografi, penyiaran, pramuniaga dan lain-lain.

C. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN BAKAT


Arthur Jansen (1969) memunculkan perdebatan atas pendapatnya bahwa
intelegensi merupakan warisan genetik sedangkan lingkungan dan budaya hanya
berperan kecil dalam perkembangan intelegensi seseorang. Menurut pendapatnya,
terjadi perbedaan yang signifikan dalam kelas sosial, ras, dan bangsa. Pendapat ini
menimbulkan berbagai pro dan kontra sehingga ia pun di cap sebagai orang yang rasis.
Sedangkan dewasa ini, para peneliti menyatakan bahwa faktor lingkungan juga
berperan besar dalam penentuan tingkat intelegensi seseorang. Plonim (1989)
berpendapat bahwa intelegensi ditentukan oleh 50% genetik dan 50% lingkungan,
yang berarti bahwa keadaan lingkungan dapat berpengaruh terhadap tingkat
intelegensi seseorang yang tentunya diperlukan untuk peningkatan prestasi seseorang
di sekolah dan perolehan keterampilannya.
Bakat Khusus dipengaruhi oleh beberapa faktor yang dikelompokkan ke dalam
faktor internal dan faktor eksternal.
1. Faktor Internal, atau faktor yang berasal dari dalam diri seseorang diantaranya:
a. Minat
b. Motif berprestasi
c. Keberanian mengambil resiko
d. Keuletan dalam menghadapi tantangan.
e. Daya juang dalam mengatasi masalah yang timbul.
2. Faktor Eksternal, yaitu faktor yang berasal dari luar diantaranya:
a. Kesempatan yang maksimal untuk seseorang mengembangkan potensinya.
b. Sarana dan prasarana.
c. Dukungan dan dorongan keluarga dan orang-orang disekitar.
d. Lingkungan tempat tinggal.
e. Pola asuh orang tua.

D. USAHA GURU UNTUK MENGENALI DAN MENGEMBANGKAN BAKAT


Adapun hal-hal yang dapat dilakukan oleh guru untuk mengembangkan bakat
siswanya antara lain:
1. Menciptakan Lingkungan yang Merangsang Aktivitasnya.
Pada kesempatan ini, guru dapat mengembangkan rasa ingin tahu peserta
didiknya dengan memperkenalkannya kepada berbagai hal atau kegiatan, misalnya
dengan melakukan eksperimen sederhana, melakukan kreasi atau mengunjungi
tempat-tempat yang dapat mengeksplorasi pengetahuan peserta didik.

2
2. Melibatkan Anak dalam Kegiatan Curah Ide (Brainstroming)
Dalam hal ini, guru dapat meminta peserta didik untuk melontarkan berbagai
ide dalam suatu kelompok, kemudian membahas ide-ide yang dilontarkan dalam
kelompok tersebut.
3. Memberikan Kesempatan untuk Bereksplorasi dan Mencoba
Memberikan peserta didik kebebasan untuk melakukan eksplorasi,
menemukan hal-hal baru, dan sesekali membuat kesalahan sehingga ia dapat
belajar menelaah berbagai sudut pandang untuk memecahkan persoalan.
4. Memunculkan Motivasi Internal dalam Diri Peserta Didik
Menghargai setiap ide maupun karya yang dihasilkan peserta didk secara
proporsional. Menghindari memberi kritik yang dapat menimbulkan kekecewaan
pada peserta didik. Menghindari juga memberi pujian secara berlebihan.
Hendaknya, tidak selalu menghadapkan peserta didik pada situasi yang kompetitif.
5. Mengenalkan Peserta Didik dengan Orang-Orang Kreatif
Mengenalkan peserta didik pada seseorang yang memiliki suatu karya dan
diskusikan mengenai kemampuannya. Pendidik juga dapat merancang suatu
kegiatan di sekolah, misalnya dengan mengundang ahli dalam bidang tertentu
untuk berbagi pengalaman.
Dalam mengembangkan bakat dan minat peserta didik, diperlukan pula beberapa
faktor, diantaranya:
1. Stimulasi
Stimulan utamanya yaitu kesadaran akan potensi diri, konsentrasi dan fokus
dengan kemampuan diri.
2. Berusaha untuk Kreatif
Dalam hal ini, dilakukan dengan cara mencari insprisasi dari mana saja, kapan saja,
dan dari siapa saja.
3. Kejujuran dan Ketulusan
Jujur mengakui bakat yang dimiliki meski tidak diminati serta tulus mensyukuri
bakat sehingga minat akan muncul. Bakat alami itu akan tetap ada, bisa
dikembangkan dan dimanfaatkan dengan meningkatkan kekuatan minat.
Misalnya, kita semua bisa menulis, bakat yang bisa menghasilkan tulisan yang lebih
baik daripada orang lain. Ketika bakat itu disertai dengan minat yang kuat, maka
bakat itu akan berkembang lebih pesat dan berkualitas. Bakat itu akan
mengundang kerinduan untuk melakukannya kembali, seperti energi yang
mensuplai kebutuhan.

3
E. PERTANYAAN TENTANG POKOK BAHASAN PERAN BAKAT DALAM PROSES BELAJAR

1. Bagaimana jika seseorang sangat berminat dalam suatu bidang, tetapi tidak
diimbangi dengan bakat yang dimilikinya?
2. Jelaskan bagaimanakah kebudayaan dapat mempengaruhi intelektual seseorang?
3. Hal apa yang perlu diperhatikan dalam membantu mengembangkan minat dan
bakat peserta didik?
4. Jika bakat bawaan yang dimiliki seseorang sejak lahir tidak diasah, apakah bakat
tersebut akan hilang atau tetap ada dalam diri orang tersebut?
5. Apakah ada hubungan yang erat antara bakat dengan intelegensi seseorang?

4
DAFTAR PUSTAKA

Drs. Juhana, Wijaya. Psikologi Bimbingan. Cet.1, (Bandung, PT Eresco, 1988, h. 66-67)
Munandar,Utami. Mengembangkan Bakat Dan Kreatifitas Anak Sekolah. Jakarta: Gramedia
Sobur, Alex. 2003. Psikologi umum. Bandung: Pustaka Setia.