Anda di halaman 1dari 5

KASUS 2

AKUNTANSI PIUTANG
Kasus Pada
PT KELUD

PT Kelud , Perusahaan yang berlokasi di Jalan Kelud Raya nomor 30, Gajah Mungkur Semarang adalah
sebuah perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan computer. Perusahaan didirikan pada
pertengahan tahun 2015.Pembelian barang dilakukan dengan berbagai syarat pembayaran, tergantung
perjanjian dengan para pemasok. Sedangkan untuk penjualan barang, perusahaan menetapkan syarat
pembayaran 5/10, n/30. Setiap awal bulan, perusahaan selalu mengirimkan surat pernyataan piutang
(statemen of accounts) kepada para debitur. Pembuatan surat pernyataan piutang tersebut didasarkan
pada data yang terdapat dalam buku pembantu piutang (kartu piutang ) pada akhir bulan sebelumnya.
PT Kelud selalu membuat laporan keuangan pada setiap akhir tahun yaitu setiap 31 Desember. Laporan
keuangan untuk tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2020, diharapkan dapat diselesaikan pada
tanggal 20 Januari 2021.

Menjelang akhir bulan Desember 2020, PT Kelud memberikan kesempatan kepada saudara untuk
bekerja paruh waktu (part time). Pada tahap-tahap awal tugas yang diberikan kepada Saudara, dalam
rangka persiapan penyusunan laporan keuangan per 31 Desember 2020, adalah menyiapkan dan
memproses data yang berhubungan dengan piutang, seperti transaksi penjualan kredit, pelunasan
piutang, penghapusan piutang dagang, penjaminan piutang dagang, penjualan piutang dagang,
pendiskontoan piutang wsel dan transaksi lain-lain.

Dalam proses penyiapan data, khususnya data mengenai piutang, sebagai dasar untuk penyusunan
laporan keuangan, Saudara juga diminta untuk mencermati pencatatan dan posting yang telah dilakukan
oleh karyawan perusahaan. Saudara diharapkan dapat melakukan berbagai macam koreksi yang Saudara
anggap perlu.

Informasi untuk Penyusunan Laporan Keuangan 31 Desember 2020

Dari buku besar per 31 Desember 2020 (sebelum penyesuaian) diperoleh informasi mengenai saldo
Putang dagang, Cadangan Kerugian Putang, Putang pada Karyawan dan Putang wesel sebagai berikut:

Nomor Nama Rekening Debit Kredit


131 Piutang Dagang Rp 4.720.500.000,00
132 Cadangan Kerugian Piutang Rp 46.140.000,00
136 Putang wesel Rp 250.000.000,00*)
138 Piutang Karyawan Rp 132.000.000,00
*Tertanggal 15 Nopember 2020 dengan tingkat bunga sebesar 9%

Dari kartu putang per 31 Desember 2020 dapat diringkas informasi sebagai berikut:

Nomor Nama Debitur Faktur Penjualan


Rekening Nomor Tanggal Jumlah
131.0001 Wahana Komputer 20183 25/10/2020 Rp 125.100.000,00
20207 21/11/2020 8.400.000,00
20217 02/12/2020 18.450.000,00
131.0002 STIE YPMI 20195 7/11/2020 35.850.000,00
20221 4/12/2020 509.100.000,00
131.0003 LPK Karya Sejahtera 20200 13/11/2020 36.900.000,00
20202 16/11/2020 5.100.000,00
131.0004 Toko Buku Cendikia 20170 10/10/2020 80.250.000,00
20215 29/11/2020 74.700.000,00
20219 3/12/2020 61.650.000,00
131.0005 CV Gajah Mada 20175 17/10/2020 48.300.000,00
20214 29/11/2020 44.850.000,00
20229 12/12/2020 16.650.000,00
131.0006 UD Citarum 20075 11/06/2020 8.250.000,00
20106 04/07/2020 4.500.000,00
20247 17/09/2020 4.950.000,00
131.0007 Bimbingan Belajar Smart Kid 20205 19/11/2020 48.600.000,00
20220 3/12/2020 316.050.000,00
131.0008 Akademi Akuntansi YPMI 20208 22/11/2020 621.600.000,00
20231 19/12/2020 266.550.000,00
131.0009 Toko Buku Anugerah 20160 30/09/2020 239.550.000,00
20167 07/10/2020 39.750.000,00
20234 22/12/2020 15.750.000,00
131.0010 Hero Computer 20164 04/10.2020 358.200.000,00
20238 26/12/2020 356.700.000,00
131.0011 Akademi Manajemen 20226 09/12/2020
483.600.000,00
Perusahaan YPMI
20241 13/12/2020 179.850.000,00
131.0012 CV Garuda 20021 03/02/2020 23.400.000,00
131.0013 UD Haryono 20146 17/09/2020 47.400.000,00
131.0014 Toko Permata - Saldo Kredit 7.950.000,00
131.0015 LPK AICOM - - 0,00
131.0016 Small England Course - - 0,00
131.0017 Intan Boutique - - 0,00
131.0018 Koperasi Semarak Dana - - 0,00

Pada akhir bulan Desember 2020, diperoleh informasi bahwa CV Garuda untuk sementara ditutup dan
pemiliknya sudah pindah tanpa meninggalkan alamat.

Pada awal bulan Januari 2021, dterima surat dari dua debitur sebagai tanggapan atas surat pernyataan
piutang yang telah dikirimkan. Dua debitur tersebut adalah (1) Akademi Akuntansi YPMI dan (2) Hero
Komputer. Pada Intinya, kedua debitur tersebut menyatakan bahwa jumlah utang mereka tidak seperti
yang tercantum pada surat pernyataan piutang. Informasi mengenai perbedaan saldo tersebut dapat
diringkas sebagai berikut:

Nomor Faktur Debitur Jumlah Menurut Kartu Jumlah Menurut


Piutang*) Debitur
20231 Akademi Akuntansi YPMI Rp 266.550.000,00 Rp 220.550.000,00
20238 Hero Computer Rp 356.700.000,00 Rp 320.700.000,00
*)yang digunakan sebagai dasar untuk pembuatan surat pernyataan piutang
Setelah diadakan pengecekan ke faktur penjualan beserta dokumen-dokumen pendukungnya, diketahui
bahwa untuk faktur nomor 20231, jumlah yang benar adalah 220.550.000 Sedangkan untuk faktur
nomor 20238 jumlah yang benar adalah Rp 356.700.000

Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, piutang dagang yang diperkirakan dapat ditagih
adalah sebagai berikut:

Umur Piutang Persentase dapat ditagih


01 – 30 hari 99%
31 – 60 hari 98%
61 – 90 hari 95%
91 – 120 hari 90%
Lebih dari 120 hari 60%

Salah satu kebijakan perusahaan di bidang personalia adalah memberikan fasilitas pinjaman kepada
keryawan setingkat manajer masing-masing dengan plafon sebesar Rp 30.000.000 yang dapat dibayar
dengan cara dipotongkan dari bonus tahunan yang dibagikan setiap akhir bulan April tahun berikutnya.
Piutang kepada karyawan 31 Desember 2020 terdiri atas piutang kepada masing-masing karyawan
sebagai berikut:

Nama Jabatan Jumlah Keterangan


Robert Budi, SE Manajer Pemasaran Rp 30.000.000,00 Uang muka perumahan
Ir. Prayogo Pangestu Manajer Teknik Rp 30.000.000,00 Uang muka perumahan
Jogiyanto, SE Manajer Keuangan Rp 30.000.000,00 Pembelian mobil
Wijayana, S.E Manajer Akuntansi Rp 12.000.000,00 Biaya melahirkan anak
Zuni Barokah, SE Manajer Personalia Rp 30.000.000,00 Renovasi rumah

Pada akhir bulan Desember 2020, dalam rapat pimpinan perusahaan diputuskan bahwa 50 % biaya
melahirkan anak bagi karyawan (sampai dengan anak ketiga) ditanggung oleh perusahaan. Keputusan
tersebut berlaku pula bagi Tn Wijayana, yang istrinya baru melahirkan anak kedua pada awal bulan
Desember 2020 (dengan seluruh biaya sebesar Rp 15.000.000). Biaya tersebut oleh perusahaan akan
dimasukkan ke dalam rekening Beban Kesejahteraan Karyawan.

Pada tanggal 15 Desember 2020, karena adanya kebutuhan uang tunai yang cukup mendesak
perusahaan mendiskontokan seluruh piutang wesel ke Bank Dana Lestari dengan tingkat diskonto 15%.
Dalam perjanjian dengan Bank Dana Lestari disebutkan bahwa hak menagih Piutang wesel sudah
dialihkan ke Bank Dana Lestari dengan ketentunan apabila pada tanggal jatuh tempo (15 maret 2021)
Bank Dana Lestari belum menerima pelunasan, maka tanggal 16 Maret 2021 PT Kelud harus melunasi
seluruh nilai jatuh tempo wesel ditambah fee beban administrasi bank sebesar Rp 250.000. Karyawa PT
Kelud telah mencatat transaksi pendiskontoan wesel tersebut sebagai berikut:

TGL Keterangan Ref Debit Kredit


2020 Kas Rp 252.156.250,00
15 Desember Utang Bank Rp 250.000.000,00
Beban Bunga Rp 2.156.250,00
Transaksi Putang selama trisemester pertama tahun 2021

03 Januari : Perusahaan meminjam uang dari Bank Kencana dengan jaminan piutang dagang ( dengan
fasilitas scured borrowing). Jumlah pinjaman yang diajukan kepada Bank Kencana adalah
sebesar Rp 750.000.000. Jaminan atas pinjaman tersebut adalah piutang kepada Bimbingan
Belajar Smart Kid dan piutang kepada Hero Computer dengan total nilai jaminan sebesar
Rp Rp 1.079.550.000,00. Dalam perjanjian antara PT Kelud dengan Bank Kencana
disebutkan bahwa hak untuk menagih piutang tetap dilakukan oleh PT Kelud, tetapi hasil
dari penagihan piutang kepada dua lembaga tersebut harus segera disetorkan ke bank
dalam jumlah seutuhnya ditambah dengan beban bunga 3% per bulan yang harus dilakukan
pada awal bulan berikutnya. Uang pinjaman yang diterima perusahaan dari Bank Kencana
tersebut adalah sebesar Rp 750.000.000,00 dikurangi dengan beban administrasi bank,
provisi dan materai sebesar 5 % dari jumlah pinjaman.

05 Januari : Karena kebutuhan kas yang sangat mendesak, perusahaan menjual sebagian piutang
dagang (dengan fasilitas sale without gurantee) kepada PT Nusa Mitra Abadi, sebuah
lembaga keuangan yang melayani jasa anjak piutang. Piutang dagang yang dijual tersebut
berjumlah Rp 2.096.550.000,00. Jumlah piutang yang dijual tersebut merupakan total
piutang kepada tiga pelanggan besar yatu STIE YPMI, AA YPMI dan AKademin Manajemen
Perusahaan YPMI. Dalam hal ini perusahaan akan mendapatkan uang tunai sebesar Rp
1.900.000.000,00 (jumlah bersih setelah dipotong beban provisi dan komisi sebesar Rp
96.550.000,00 ) sisa sebesar Rp 100.000.000,00 (Rp 2.096.550.000,00– Rp
1.996.550.000,00) untuk sementara ditahan oleh PT Nusa Mitra Abadi untuk cadangan
apabila terjadi retur penjualan dan potongan penjualan. Jumlah yang tersisa setelah
dikurangi pos-pos tersebut di atas akan segera dikembalikan oleh PT Nusa Mitra Abadi.

30 Januari : diterima sepucuk surat dari pemilik CV Garuda yang berisi informasi bahwa CV Garuda
telah beroperasi kembali dan CV Garuda akan segera melunasi utangnya.

31 Januari : Hasil penagihan piutang selama bulan Januari kepada Bimbingan Belajar Smart Kid adalah
sebesar Rp 48.600.000,00 dan kepada Hero Computer adalah sebesar Rp 358.200.000,00
dikurang potongan sebesar Rp 1.791.000.

01 Februari : Penerimaan kas dari hasil penagihan piutang kepada Bimbingan Belajar Smart Kid dan
Hero Computer selama bulan Januari ditambah bunga pinjaman 3% disetorkan ke Bank
Buana.

03 Februari : Diterima pengembalian barang dari Hero Computer. Barang tersebut berupa satu unit
Komputer laptop karena terdapat kerusakan yang tidak dapat diperbaiki. Untuk mengganti
barang yang sama, perusaahaan harus memesan terlebih dahulu dari pemasok di Jakarta.
Menurut informasi yang diperoleh, barang tersebut baru dapat dikirim oleh pemasok paling
cepat satu bulan kemudian. Nilai barang yang dikembalikan tersebut adalah Rp
17.250.000,00

11 Februari : diterima pelunasan piutang dari CV Garuda

20 Februari : diterima pengembalian barang dari AA YPMI. Barang tesebut berupa saru unit Komputer
desktop dan dua unit komuter laptop karena terdapat kerusakan yang tidak dapat
diperbaiki. Untuk mengganti barang yang sama, perusaahaan harus memesan terlebih
dahulu dari pemasok di Jakarta. Menurut informasi yang diperoleh, barang tersebut baru
dapat dikirim oleh pemasok paling cepat satu bulan kemudian. Nilai barang yang
dikembalikan tersebut adalah Rp 38.850.000,00

28 Februari : Hasil penagihan piutang selama bulan Februari kepada Bimbingan Belajar Smart Kid adalah
sebesar Rp 166.050.000,00 dikurang potongan Rp 830.000 dan kepada Hero Computer
adalah sebesar Rp 281.700.000,00 dikurang potongan sebesar Rp 2.817.000,00

01 Maret : Penerimaan kas dari hasil penagihan piutang kepada Bimbingan Belajar Smart Kid dan
Hero Computer selama bulan Februari ditambah bunga pinjaman 3% dipakai luntuk
melunasi sisa pinjaman kepada Buana.

16 Maret : diterima pemberitahuan dari Bank Dana Lestari yang menyatakan bahwa tanggal 15 Maret
2020, Bank Dana Lestari belum menerima pelunasan piutang wesel (yang didiskontokan
oleh PT Kelud). Oleh karena itu, Bank Dana Lestasi mengharapakan perusahaan segera
melunasi jumlah yang telah diperjanjikan. Pada hari yang sama perusahaan mengeluarkan
selembar cek untuk melunasi jumlah tersebut.

25 Maret : diterima pembayaran dari PT PT Nusa Mitra Abadi sebesar jumlah yang ditahan lembaga
keuangan tersebut setelah dikurangi dengan potongan penjualan sebesar Rp 16.725.000

Selama trimester pertama tahun 2021, total penjualan kredit yang berhasil dilakukan oleh perusaahaan
adalah sebesar Rp 1.650.000.000,00 dan total penerimaan kas dari pelunasan piutang (diluar transaksi
piutang tersebut di atas) adalah sebesar Rp 862.500.000,00. Potongan penjualan selama trimester
pertama adalah Rp 11.175.000,00.

Tugas Mahasiswa: Dari Informasi yang tersedia Saudara Diminta untuk:

1. Menentukan jumlah piutang yang seharusnya disajikan dalam Laporan Posisi Keuangan tanggal 31
Desember 2020. Untuk itu saudara diminta untuk melakukan berbagai koreksi yang diperlukan.
2. Menentukan jumlah nilai realisasi bersih piutang. Tugas tersebut meliputi penentuan saldo
cadangan kerugian piutang yang didasarkan pada analisis umur piutang
3. Menyajikan pos-pos piutang dalam Laporan Posisi Keuangan tanggal 31 Desember 2020, termasuk
disclosure yang diperlukanu
4. Mencatat transaksi yang terjadi selama trisemester pertama tahun 2021.