Anda di halaman 1dari 12

TBL INTENSIF KARDIOVASKULER

1. Laki-laki 37 tahun datang ke poliklinik RS dengan keluhan jantung berdebar-debar


sejak 5 hari SMRS. Pasien juga mengeluh sesak nafas, terutama jika beraktifitas.
Dahulu pasien memiliki riwayat sakit tenggorokan, disusul dengan demam, dan nyeri
sendi berpindah-pindah. Saat itu dokter memberitahu jika ia terkena penyakit demam
rematik dan menyarankan untuk disuntik setiap bulan guna mencegah komplikasi.
Namun, pasien menolak karena tidak suka harus disuntik tiap bulan selama bertahun-
tahun. Pada pemeriksaan tanda-tanda vital didapatkan TD 120/80 mmHg, HR 80x/mnt,
RR 22x/mnt dan suhu 37C. Pada pemeriksaan fisik didapatkan temuan stenosis mitral.
Apakah murmur yang terdengar sesuai dengan kelainan katup di atas? PJR
A. Murmur diastolik pada apeks
B. Murmur sistolik pada lower left sternal border
C. Murmus diastolik pada sela iga 2 sinistra
D. Murmur sistolik pada sela iga 2 dekstra
E. Murmur sistolik pada apeks
2. Laki-laki, 35 tahun, datang dengan keluhan saat ini mengeluh cepat merasa lelah bila
beraktivitas. Pasien memiliki riwayat demam rematik saat kecil. Pada PF tidak
didapatkan kelainan akan tetapi dari gambaran EKG didapatkan gambaran dibawah ini:
Diagnsosis pasien adalah…

A. AV block Mobitz 1
B. Atrial Fibrilasi
C. AV block Mobitz 2
D. Atrial Flutter
E. Total AV Block
3. Laki-laki, 55 tahun, datang ke IGD dengan keluhan sesak nafas sejak 35 menit yang
lalu. Pasien mengaku sebelumnya sesak nafas sudah dirasakan sejak 6 bulan terutama
saat beraktifitas. Pasien juga biasanya tidur dengan 3 bantal. Pada pemeriksaan fisik
didapatkan TD : 150/90 mmhg HR 100x/menit, RR :40x/ mnt. Pada pemeirksaan fisik
didapatkan peningkatan tekanan vena jugularis dan terdengar suara ronkhi terutama
pada basal paru. Terapi awal yang diberikan pada pasien tersebut adalah... CHF
Edem pulmo
A. Nitrat
B. Morfin
C. Beta bloker
D. Diuretik  hati” tekanan darah
E. Aspirin
4. Laki-laki, usia 56 tahun, datang dengan keluhan nyeri dada sejak 6 jam yang lalu.
Pasien mengaku nyeri dirasakan menjalar ke rahang dan lengan kiri. Pada pemeriksana
tanda-tanda vital didapatkan tekanan darah 80/60 mmHg, nadi 110x/menit, frekuensi
napas 28x/menit, CTR < 2 detik dan akral teraba hangat. Pada pemeriksaan EKG
didapatkan gambaran ST elevasi pada lead II, III, dan aVF. Apakah tatalaksana yang
akan diberikan pada pasien tersebut? STEMI inferior
A. Terapi dobutamine
B. Terapi dopamine
C. Terapi norepinefrin
D. Terapi atropine
E. Terapi adenosine
5. Laki-laki, berusia 55 tahun, datang dibawa oleh keluarga ke IGD dengan keluhan
penurunan kesadaran saat sedang berolahraga sekitar 30 menit smrs. Pada pemeriksaan
tanda-tanda vital didapatkan TD 90/60 mmHg, Nadi 160x/mnt, teraba cepat dan tidak
teratur, RR 23x/mnt dan suhu 37C. Pada pemeriksaan EKG didapatkan gambaran
sebagai berikut: Tatalaksana yang akan akan dilakukan dokter adalah...
A. RJP
B. Defibrilasi
C. Cardioversi Tersinkronasi
D. Adenosine
E. Amiodarone
6. Laki-laki, berusia 40 tahun, datang ke Rumah sakit dengan keluhan nyeri dada kiri yang
hilang timbul sejak 3 bulan terakhir. Nyeri menjalar sampai lengan kiri terutama saat
bermain tenis dan hilang dengan istirahat. Terkadang pasien juga meminum obat yang
ditaruh dibawah lidah jika terjadi nyeri dada. Saat ini pasien mengeluhkan pusing dan
pandangan double setelah minum obat kuat. Tidak ada obat lain yang dikonsumsi oleh
pasien. Pada pemeriksaan tanda vital didapatkan TD 80/70 mmHg, HR 77x/mnt, RR
22x/mnt dan suhu 37C. Apakah kemungkinan Interaksi obat yang menyebabkan
keluhan pada pasien tersebut?
A. Sildenafil + ISDN
B. Sildenafil + Furosemid
C. Sildenafil + Propanolol
D. Sildenafil + Bisoprolol
E. Sildenafil + Labetalol
7. Perempuan, berusia 42 tahun dibawa keluarganya ke UGD RS dengan keluhan tiba-tiba
pingsan sejak 6 jam yang lalu. Pasien diketahui sebelumnya sering mengeluh berdebar-
debar, sesak napas saat beraktivitas, pusing, berkeringat banyak dan cepat lelah. Pasien
hobi minum kopi dan minum alkohol sejak berusia 20 tahun. Riwayat penyakit lain
tidak ada. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran sopor, tekanan darah 90/60
mmHg. Denyut nadi 140x/menit (kuat, ireguler), frekuensi nafas 28x/menit, temperatur
37°C, akral dingin. Pada pemeriksaan EKG didapat gambaran EKG: AF rapid response.
Dokter yang memeriksa melakukan tindakan stabilisasi hemodinamik ( ABC). Apakah
penanganan selanjutnya yang paling tepat pada pasien diatas?
A. Digoksin IV
B. Beta bloker
C. Manuver vagal
D. Kardioversi elektrik tersinkronisasi
E. Injeksi adenosine 6 mg IV
8. Laki-laki , berusia 40 tahun, datang ke rumah sakit untuk kontrol kesehatan. Pasien
mengaku tidak ada keluhan saat ini. Pasien memiliki riwayat hipertensi terkontrol. Pada
pemeriksaan tanda-tanda vital didapatkan TD 130/80 mmHg, HR 88x/menit, RR
20x/menit. Pada pemeriksaan EKG ditemukan R' di V1 dan V2. Apakah kemungkinan
diagnosis pada pasien ini tersebut?
A. LBBB
B. RBBB
C. VT
D. SVT
E. AF
9. Laki-laki, 58 tahun, datang ke IGD RS dengan keluhan nyeri hebat di perut hingga
tembus ke punggung. Pasien sudah sering mengeluhkan rasa tidak nyaman di daerah
umbilical. Pasien sebelumnya dikatakan memiliki riwayat penyakit pelebaran pembuluh
darah perut. Riwayat trauma disangkal. Dari pemeriksaan fisik pasien tampak
mengalami penurunan kesadaran dan konjungtiva anemis. Pada pemeriksaan
laboratorium didapatkan Hb 9 g/dL. Apakah kemungkinan diagnosis pasien tersebut?
A. Pankreatitis akut
B. Emboli arteri pulmonalis
C. Ruptur limpa
D. Diseksi aorta abdominalis
E. Ruptur aneurysma aorta abdominalis terdapat nyeri dan massa berdenyut
10. Seorang wanita datang IGD dengan keluhan nyeri dada kiri yang menjalar ke lengan
kiri. Pemeriksaan tanda vital didapatkan TD 150/90mmHg, HR 90x/mnt, RR 30x/mnt
dan suhu 36,7. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan kolesterol total 287 mg/dl,
GDS 178 mg/dl. Pada pemeriksaan EKG didapatkan hasil normal. Diduga pasien ada
penyempitan pembuluh darah koroner. Dokter kemudian memberikan obat penurunan
kolesterol. Pasien juga kemudian diberikan obat anti agregasi trombosit yang
memberikan efek terapi dalam beberapa hari karena merupakan pro drug. Obat apakah
yang dimaksud?
A. Asetosal
B. Warfarin
C. Ciloztazol`
D. Enoxaparin
E. Klopidogrel  mrpkan obat pro drug (obat bekerja saat di metabolisme di liver)
11. Seorang pasien laki-laki berumur 50 tahun datang ke IGD dengan keluhan berdebar
debar dan dada terasa sesak. Dari pemeriksaan didapatkan TD 130/80 mmHg, HR
180x/mnt, RR 22x/mnt dan suhu 37C. Dokter hendak meresepkan obat antiaritmia.
Dokter mengedukasi pasien bahwa obat tersebut mempunyai efek samping fibrosis
paru. Obat apa yang dapat mengakibatkan hal tersebut?
A. Propanolol
B. Verapamil
C. Lidocaine
D. Amiodarone  efek samping fibrosis pulmonal dan takikardi
E. Captopril
12. Seorang pasien laki-laki berusia 51 tahun diantar oleh keluarganya ke IGD RS dengan
keluhan nyeri dada kiri sejak 1 jam yang lalu. Nyeri dada dijalarkan ke lengan kiri
sampai ke punggung. Keluhan disertai sesak napas, mual serta muntah. Pasien memiliki
riwayat hipertensi dan diabetes melitus. Pasien adalah seorang perokok aktif sejak
masih muda. Pemeriksaan fisik didapatkan berat badan 90 kg, tinggi badan 165 cm,
tekanan darah 180/110 mmHg, denyut nadi 96 x/menit, frekuensi napas 26 x/menit.
Hasil pemeriksaan EKG ditemukan adanya ST elevasi di segmen V2-V6 dan kimia
darah CKMB 73 ng/ml (normal 0-8,8 ng/mL). Apakah tatalaksana dibawah ini yang
paling penting diberikan kepada pasien tersebut? STEMI  <12 jam terapi terafusi
fibronilitik
A. Mannitol 20%  TIK
B. Alteplase  fibrolitik
C. Asam asetilsalisilat
D. Aspirin
E. Klopidogrel
13. Pasien Tn. W datang dengan keluhan jantung bedebar-debar, sesak nafas, keringat
dingin dan nyeri kepala. Tekanan darah 90/70 mmHg, nadi 140x/menit lemah dan
cepat, napas 25 kali per menit. Dilakukan EKG didapatkan gambaran berikut ini.
Tatalaksana pada pasien adalah...
A. DJ shock 360 J
B. Kardioversi
C. Adenosin
D. RJP
E. Digoksin
14. Seorang pria, 26 tahun, datang dengan keluhan demam seperti ditusuk sejak 5 hari yang
lalu. Keluhan disertai nyeri dada yang memberat jika menarik napas atau berbaring.
Nyeri dada berkurang jika pasien membungkuk atau condong ke depan. Nyeri dada
tidak bertambah dengan aktivitas. Pasien tampak sakit sedang, TD 120/70, HR
120x/menit, RR 24x/menit, T 38.2 C. Pemeriksaan fisik didapatkan bunyi S1 dan S2
normal, friction rub (+). Pemeriksaan lab didapatkan leukositosis. Pemeriksaan EKG
didapatkan sinus takikardia, depresi PR, dan ST elevasi di hampir semua lead.
Diagnosis yang tepat adalah…
A. Sindroma koroner akut
B. Endokarditis infektif
C. Gagal jantung
D. Perikarditis akut
E. Miokarditis akut
15. Seorang perempuan, 28 tahun mengeluhkan nyeri pada betis terutama Ketika berdiri
terlalu lama. Keluhan disertai penonjolan pembuluh darah di daerah betis yang
berwarna kebiruan. Keluhan demam, betis merah, dan bengkak disangkal. Pasien
merupakan seorang SPG dan seringkali beridiri 8-10 jam per hari. Pada pemeriksaan
fisik didapatkan tanda vital dalam batas normal. Apakah tatalaksana yang tepat
diberikan?
A. Cilostazol 2 x 100 mg PO
B. Pemakaian stoking kompresi
C. Asetilsalisilat 1 x 80 mg PO
D. Heparin 5000 U iv
E. Sitz bath
16. Laki-laki, 42 tahun datang ke IGD dengan keluhan nyeri dada seperti di robek yang
tidak berkurang dengan pemberian nitrogliserin. Nyeri semakin memberat dengan
inspirasi. Tekanan darah meningkat namun asimetris di kedua lengan. Pada auskultasi
jantung didapatkan murmur diastolic derajat 3/6 di sela iga-2 linea sternalis kanan yang
menjalar ke apeks. Pada rongent paru tampak mediastinum melebar. Apakah yang
sebaiknya dilakukan pada pasien ini? diseksi aorta
A. Inisiasi terapi trombolitik
B. Nilai enzim jantung serial
C. Inisiasi aspiran dan heparin
D. Beta bloker = turunakn tekanan darah dulu pada aorta
E. EKG serial
17. Laki-laki, 60 tahun, datang ke IGD dengan keluhan sesak semakin memberat sejak 2
jam SMRS. Sebelumnya terdapat nyeri dada kiri semakin memberat sejak 4 jam SMRS.
Nyeri seperti ditinfih, menjalar ke bahu, seperti tercekik di tenggorokan. Nyeri disertai
berdebar-debar dan keringat dingin. Dari pemeriksaan fisik didapatkan pasien tampak
sesak, diaforetik, TD 170/100mmHg, nadi 112x/menit, pernapasan 24x/menit.
Pemeriksaan fisik didapatkan JVP tidak meingkat. Batas jantung kiri sela iga 5 1 jari
media midklavikulas kiri, S1-S2 normal, CRT<2 detik. Dari EKG didapatkan ST
Elevasi di V5-V6, I, aVL. Pemeriksaan enzim jantung didapatkan troponin I dan
CKMB meningkat. Bagaimana tatalaksana awal pada pasien ini? STEMI
A. Duduk tegak, O2, diuretic, beta-bloker, antitrombotik+antikoagulan, ACE-I dalam
24 jam
B. Duduk tegak, O2, inotropic, nitrat sublingual, morfin, diuretic,
antitrombotik+antikoagulan, ACE-I dalam 24 jam
C. Duduk tegak, O2, nitrat sublingual, morfin IV, ACE-I dalam 24 jam,beta bloker
pascastabil
D. Duduk tegak, O2, inotropic, antitrombotik+antikoagulan, ACE-I dalam 24 jam
E. Duduk tegak, O2, nitrat sublingual, morfin IV, antitrombotik, ,beta bloker, ACE-I
dalam 24 jam
18. Pasien 59 tahun datang ke dokter dengan keluhan sesak napas sehingga sulit tidur.
Riwayat hipertensi dengan tekanan darah pada pemeriksaan 150/90. pada pemeriksaan
fisik terdapat distensi vena pada leher, krepitasi pada kedua basal paru, dan edema pada
ekstremitas. Apakah mekanisme yang terjadi pada keluhan pasien di atas? CHF
kongesti
A. Penurunan kontraktilitas
B. Peningkatan tahanan perifer sistemik
C. Peningkatan afterloaf menyebabkan disfungsi sistolik jantung
D. Penurunan volume darah intravascular
E. Peningkatan preload menyebabkan disfungsi diastolik jantung

19. Seorang laki-laki 48 tahun, datang dengan keluhan nyeri dada kiri menjalar hingga
rahang kiri setelah lari pagi 3 jam yang lalu. Nyeri dadaa mereda Ketika beristirahat.
Pasien memiliki Riwayat hipertensi dan DM sejak 5 tahun lalu. Pada pemeriksaan fisik
TD 130/90 mmHG, HR 92x/menit, suhu afebris. Pemeriksaan EKG dan enzim jantung
dalam batas normal. Apakah pemeriksaan yang tepat untuk membantu menegakkan
diagnosis pasien? stabil angina
A. treadmill test
B. darah lengkap
C. rongent thorax
D. Echocardiography
E. Pemeriksaan enzim jantung serial
20. Laki-laki, 35 tahun, datang ke IGD dengan keluhan BAB cair sejak 2 hari yang lalu.
BAB sebanyak 8x dalam 24 jam terakhir, cair , tidak ada ampas. Pasien juuga
mengeluhkan berkeringat dingin, lemas, mual dan muntah. Pada pemeriksaan
didapatkan TD 90/60 mmHg., HR 110x/menit, RR 22 x /menit, suhu afebris, akral
dingin, turgor kulit melambat, CRT< 3 detik. Pemeriksaan elektrolit didapatkan kalilum
2,80. apakah gambaran EKG yang mungkin didapatkan? hipokalium
A. Pemendekan interval QT
B. Pemanjangan interval QY
C. Gelombang T tinggi (hiper)
D. Gelombang T melandai disertai gelombang U (hipo)
E. Deviasi aksis ke kanan
21. Seorang wanita 58 tahun, dirawat di ruang rawat sebuah rumah sakit. Saat shift malam,
perawat melaporkan bahwa frekuensi nadi pasien 40x/menit. Saat diperiksa, pasien
dalam keadaan compos mentis dan tidak memiliki keluhan sama sekali. Hasil
pemeriksaan TD 100/80 mmHg, RR 18x/menit, akral hangat, CRT<2 detik, lain-lain
dalam batas normal. Hasil pemeriksaan EKG sebagai berikut. Apakah yang sebaiknya
dilakukan oleh dokter jaga ruangan?
A. Injeksi Adenosine Triphosphat 10 mg IV
B. Injeksi Sulfas Atropin 0,5 mg IV
C. Drip Dopamin 2-20 mcg/kgBB/menit
D. Monitor dan observasi  dx : AV blok drajat 1 bradikardi stabil
E. Injeksi Adenosine 6 mg IV lanjut bolus 50 cc NS
22. Seorang pasien wanita, 40 tahun, dilaporkan perawat menjadi tidak sadar sejak 5 menit
yang lalu. Dari pemeriksaan fisik tidak teraba nadi karotis dan tidak ada napas spontan.
Dari hasil pemeriksaan EKG ditemukan gambar berikut ini. Dokter kemudian
melakukan resusitasi hantung paru. Setelah epinefrin pertama diberikan, gambaran
EKG tidak berubah. Apakah terapi medikamentosa yang dapat diberikan pada siklus
kompresi dada berikutnya? VT

A. Amiodarone 150 mg IV
B. Tidak perlu diberikan terapi medikamentosa
C. Epinefrin 1 mg IV
D. Sulfas atropine 0,5 mg IV
E. Amiodarone 300 mg IV
23. Pasien wanita, 44 tahun, datang ke klinik dokter untuk medical check up. Pasien tidak
memiliki keluhan apapun. Pemeriksaan tanda vital didapatkan Tekanan darah 140/90
mmHg, nadi 94x/m, RR 20x/m, suhu afebris. Pada pemeriksaan EKG tampak gambaran
sebagai berikut. Apakah medikamentosa pilihan untuk kasus tersebut? VES
A. Asetilsalisilat 1x80 mg
B. Digoksin 1x0.25 mg
C. Bisoprolol 1x5 mg
D. Dabigatran 2x150 mg
E. Adenosine 1x6 mg
24. Pasien laki-laki, 32 tahun datang dengan keluhan nyeri pada ujung-ujung tangan sejak 1
bulan terakhir. Keluhan disertai dengan perubahan warna ujung-ujung tangan menjadi
kehitaman. Pasien tidak memiliki riwayat hipertensi, DM atau trauma. Pasien adalah
seorang perokok. Dari permeriksaan fisik didapatkan tanda vital dalam batas normal
dan status lokalis seperti pada gambar. Bagaimanakah edukasi yang tepat pada pasien
ini? Burger disease
A. Batasi konsumsi garam hingga 2,4 gr/hari
B. Hindari makanan dengan kadar kolesterol tinggi
C. Diet tinggi kalori tinggi protein
D. Aktivitas fisik dengan durasi 30 menit dalam 5 hari selama periode 7 hari
E. Stop merokok
25. Pasien laki-laki, 52 tahun, datang dengan keluhan pegal di leher bagian belakang sejak
2 hari yang lalu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD 220/120 mmHg, Nadi 100
kali/menit, RR 20 kali/menit, Tax 36,8C. Apakah prinsip terapi pada kasus ini? Ht
urgency
A. Turunkan tekanan darah hingga mendekati normal dalam 12-16 jam
B. Turunkan tekanan darah hingga MAP berkurang 25% dalam 2 jam
C. Turunkan tekanan diastolic hingga 110 mmHg
D. Turunkan tekanan darah bertahap dalam 24 jam
E. Pilihan antihipertensi yang tepat adalah nitroprusside
26. Pasien wanita, 58 tahun dengan keluhan sesak yang semakin berat. Pasien memiliki
riwayat sesak sejak 6 bulan, nyaman tidur dengan 3 bantal (orthopnea). Pada
pemeriksaan fisik didapatkan TD 100/80, N 102 kali/menit, napas 24 kali/menit, JVP
meningkat, ronki halus basal paru bilateral, edema pitting pretibial bilateral. Apakah
tatalaksana medikamentosa yang tepat untuk menghambat perburukan remodeling
organ terkait? CHF
A. Captopril 1x25 mg
B. Furosemide 1x40 mg
C. Hydrochlorothiazide 1x25 mg
D. Digoxin 1x0.25 mg
E. Warfarin 1x5 mg
27. Pasien wanita, 58 tahun datang dengan keluhan sering sakit kepala hilang timbul.
Pasien mempunyai riwayat hipertensi sejak 10 tahun lalu, selama ini kontrol teratur
dengan mengkonsumsi captopril 3x25mg. Pada PF didapatkan tekanan darah 150/90
mmHg, N 89x/menit, RR 18x/menit. Saat ini dokter ingin memberikan tambahan obat
sebagai kombinasi obat sebelumnya. Apakah obat yang paling tidak direkomendasikan
untuk ditambahkan pada pasien ini?
A. Beta blocker
B. Amlodipin
C. Hidroklorotiazid
D. Valsartan
E. Nifedipin lepas lambat (OROS)
28. Pasien wanita, 56 tahun, datang dengan keluhan sesak memberat sejak 1 minggu yang
kaku. Keluhan disertai dengan batuk berdahak. Pasien mengaku saat muda
mengkonsumsi 8 bungkus perhari. Dari pemeriksaan fisik didapatkan : T TD
130/80mmHg. RR 27 kali/menit, N 98 kali./menit, JVP meningkat, ascites, edema
pitting pretibial. Apakah hasil pemeriksaan penunjang yang diharapkan? CPC
A. Gambaran EKG P wave di lead II tingginya lebih tinggi dari 2,5 kotak kecil
B. Gambaran EKG P wave di lead II lebarnya lebih lebar dari 2,5 kotak kecil dan
berbentuk m
C. Gambaran EKG S di V1 + R di V5/V6 lebih dari 35 mm
D. Gambaran Pinggang jantung menghilang pada CXR
E. Gambaran sudut costofrenikus menumpul pada CXR
29. Seorang bayi, 1 hari tampak biru seluruh tubuh. Pada pemeriksaan fisik didapatkan
bunyi S2 mengeras dan tidak didapatkan splitting S2. dokter yang bertugas menyatakan
bahwa bayi tersebut mengalami kondisi transposition of great artery. Apakah gambaran
rontgen yang sesuai dengan kondisi tersebut?
A. boot shaped heart
B. dilatasi aorta
C. Egg shaped heart
D. Water bottle sign
E. Wine bottle sign
30. Seorang laki-laki, 18 tahun dibawa ke IGD karena sesak nafas hebat sejak 10 menit
yang lalu. Sesaat sebelum kejadi, pasien diketahui sedang makan roti dengan selai
kacang. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum sesak, gellisah, TD 80/50
mmHg, HR 120x/min, RR 32 x/menit. Tampak edema periorbita, disertai urtika
generalisata serta terdengar suara stridor. Apakah tatalaksana yang tepat pada pasien
tersebut? syok anafilaktik
A. Loading IV kristaloid 20cc/kgBB
B. Injeksi adrenalin 0,3mg IM
C. Dexametasone 10 mg IM
D. Antibiotik spektrum luas
E. Nebulisasi Salbutamol