Anda di halaman 1dari 12

ANOREXIA NERVOSA

A. Latar Belakang
Anoreksia nervosa adalah suatu kelainan yang ditandai dengan perubahan
gambaran tubuh, ketakutan yang luar biasa akan kegemukan, penolakan untuk
mempertahankan berat badan yang normal dan hilangnya siklus mentruasi (pada
wanita). Penderita yang umumnya terjadi pada remaja putri biasanya mengalami
gangguan makan, berupa aktifitas untuk menguruskan badan dengan melakukan
pembatasan makan secara sengaja melalui control yang ketat.

B. Alasan Memilih Judul


Ketika memasuki masa remaja, khususnya masa pubertas, remaja menjadi
sangat concern atas pertambahan berat badan, terutama remaja putri, karena
mereka mengalami pertambahan jumlah jaringan lemak, sehingga mudah untuk
menjadi gemuk apabila mengkonsumsi makanan yang berkalori tinggi. Pada
kenyataannya kebanyakan wanita ingin terlihat langsing dan kurus karena
beranggapan banhwa menjadi kurus akan membuat mereka bahagia, sukses, dan
populer. Remaja dengan gangguan makan memiliki masalah dengan body
imagenya. Artinya mereka sudah mempunyai suatu mind set ( pemikiran yang
sudah terpatri di otak ) bahwa tubuh mereka tidak ideal. Mereka merasa
tubuhnya gemuk, banyak lemak disana-sini, dan tidak sedap dipandang.

C. Pernyataan Dari Masalah


1. Apa yang dimaksud dengan Anorexia nervosa?
2. Gejala apa saja yang timbul pada Anorexia nervosa?
3. Apa Penyebab Anorexia nervosa?
4. Apa saja tanda-tanda Anorexia nervosa?
5. Bagaimana proses penyembuhan Anorexia nervosa?

D. Diskusi
- Apa yang dimaksud dengan Anorexia nervosa?
Anorexia nervosa adalah suatu kelainan yang ditandai dengan
perubahan gambaran tubuh, ketakutan yang luar biasa akan kegemukan,
penolakan untuk mempertahankan berat badan yang normal dan
hilangnya siklus mentruasi (pada wanita). Penderita yang umumnya
terjadi pada remaja putri biasanya mengalami gangguan makan, berupa
aktifitas untuk menguruskan badan dengan melakukan pembatasan
makan secara sengaja melalui control yang ketat. Gangguan makan dalam
berbagi bentuk telah dilaporkan pada sampai 4% pelajar remaja dan
dewasa muda. Sekitar 95% penderita adalah wanita, kelainan ini
biasanya terjadi pada masa remaja dan terkadang pada masa dewasa.
Anoreksia nervosa diperkirakan terjadi pada kira-kira 0,5 sampai 1%
gadis remaja. Biasanya menyerang orang-orang golongan sosial ekonomi
menengah ke atas. Gangguan ini terjadi 10 sampai 20 kali lebih sering
pada wanita dibandingkan laki-laki. Lebih sering pada Negara yang maju,
dan mungkin ditemukan dengan frekuensi tertinggi pada wanita muda
yang profesinya memerlukan kekurusan , seperti model dan penari balet.
Pada anoreksia nervosa terjadi hilangnya nafsu makan atau
terganggunya pusat nafsu makan. Hal tersebut disebabkan oleh konsep
yang terputar balik mengenai konsep penampilan tubuh, sehingga
penderita mempunyai rasa takut yang berlebihan terhadap kegemukan.
Penderita anoreksia nervosa sadar mereka lapar namun takut untuk
memenuhi kebutuhan makan mereka, karena bisa berakibat
meningkatnya berat badan. Berbeda dengan korban kelaparan, penderita
anoreksia nervosa mampu menjaga kekuatan dan kegiatan sehari-hari
mendekati normal. Tidak merasa lapar dan tidak cemas terhadap
kondisinya. Takut gemuk atau merasa terlalu gemuk ini terutama terjadi
pada wanita, sehingga membatasi makan dan terkadang tidak makan
atau puasa. Akhirnya tidak mau makan hingga penderita kurus kering.
Kelainan ini banyak terjadi di dalam masyarkat yang memuja bentuk
tubuh yang kurus kering. Mereka terus-menerus malakukan diet mati-
matian untuk mencapai tubuh yang kurus, yang pada akhirnya kondisi ini
menimbulkan efek yang berbahaya yaitu kematian. penyakit ini dapat
menyebabkan kematian pada 10% penderitanya.
Pada penderita anorekasia nervosa dapat menurunkan berat
badannya antara 25 – 50 % dari berat badan sebenarnya. Dampak fisik
yang umumnya terjadi penderita adalah kehilangan selera makan, hingga
tidak mau mengkonsumsi apapun, lemah tidak bertenaga, sulit
berkonsentrasi dan terjadi gangguan menstruasi. Namun dampak psikis
juga terpengaruhi, seperti mempunyai perasaan tidak berharga, sensitiv
mudah tersinggung atau marah, mudah merasa bersalah, kehilangan
minat untuk berinteraksi dengan orang lain, tidak percaya diri,
cenderung berbohong untuk menutupi perilaku makannya, minta
perhatian orang lain, dan depresi. Dampak fisik maupun psikis yang
terjadi akibat gangguan makan tersebut memerlukan pertolongan
segera dari psikolog, dokter, ahli gizi, dan tentu saja orang tua.
- Gejala apa yang timbul pada Anorexia nervosa?
∗ Gejala yang predominan adalah ketakutan yang sangat akan kenaikan
berat badan, sampai terjadi phobia terhadap makanan. Ketakutan
terhadap makanan disertai dengan penyalahartian dari body image;
banyak pasien merasa diri mereka sangat gendut, walaupun
sebenarnya mereka sangat kurus.
∗ Banyak penderita anoreksia nervosa mempunyai obsessive
compulsive behavior, misalnya mereka sering sekali mencuci tangan
berulang-ulang, pasien cenderung kaku dan perfeksionis yang
mengarahkan pada diagnosis gangguan kepribadian, seperti
narcissisme, atau riwayat gangguan kepribadian.
∗ Penyesuaian seksual yang buruk
∗ Penderita anoreksia nervosa biasanya menunjukan perilaku yang
aneh tentang makanan, seperti menyembunyikan makanan, membawa
makanan dalam kantong, saat makan mereka membuang makanan,
memotong makanan menjadi potongan kecil-kecil.
∗ Gangguan tidur dan gangguan depresi pada umumnya.
∗ Muntah yang dipaksakan
∗ Biasanya aktifitas dan program olah raga yang berlebihan

- Apa penyebab Anorexia nervosa?


Faktor biologis, social, dan psikologis adalah terlibat dalam
penyebab anoreksia nervosa.
∗ Faktor biologis
Kelaparan menyebabkan banyak perubahan biokimia, beberapa
diantaranya juga ditemukan pada depresi, seperti hiperkortisolemia
dan nonsupresi oleh deksametason. Terjadi penekanan fungsi tiroid,
amenore, yang mencerminkan penurunan kadar hormonal. Kelainan
tersebut dapat dikoreksi dengan pemberian makanan kembali.
∗ Faktor social
Penderita menemukan dukungan untuk tindakan mereka dalam
masyarakat yang menekankan kekurusan dan latihan. Tidak
berkumpul dengan keluarga adalah spesifik pada anoreksia nervosa.
Pasien dengan anoreksia nervosa kemungkinan memiliki riwayat
keluarga depresi, ketergantungan alcohol, atau suatu gangguan
makan.
∗ Faktor psikologis dan psikodinamis
Anoreksia nervosa tampaknya merupakan suatu reaksi
terhadap kebutuhan pada remaja untuk menjadi lebih mandiri dan
meningkatkan fungsi social dan seksual. Biasanya mereka tidak
mempunyai rasa otonomi dan kemandirian, biasanya tumbuh di bawah
kendali orang tua. Kelaparan yang diciptakan sendiri (self
starvation) mungkin merupakan usaha untuk meraih pengakuan
sebgai orang yang unik dan khusus. Hanya melalui tindakan disiplin
diri yang tidak lazim pasien anoreksia dapat mengembangkan rasa
otonomi dan kemandirian.
- Apa saja tanda-tanda Anorexia nervosa?
Tanda-tanda Anorexia nervosa adalah :
∗ Menyamarkan kekurusan mereka dengan baju dan make-up
∗ Kulit kering dan kering, rambut halus, dan alopesia ringan.
∗ Subtype bulimia berat, seperti kehilangan enamel gigi karena asam
lambung, ketika penderita muntah. Bahkan terdapat scar pada
dorsum akibat jari-jari yang dimasukan ke mulut untuk memaksakan
muntah.
∗ Hypokalemi dan kelainan EKG
∗ Kelainan neurology (seperti seizure dan neuropaty) dan anemia yang
berhubungan dengan kekurangan gizi dan kelaparan.
- Bagaimana proses penyembuhan Anorexia nervosa?
Mengingat implikasi psikologi dan medis anoreksia nervosa yang
sulit, suatu rencana pengobatan harus menyeluruh, termasuk perawatan
di rumah sakit jika diperlukan dan terapi individual serta keluarga
adalah dianjurkan. Pendekatan perilaku, interpersonal, dan kognitif pada
beberapa kasus medikasi harus dipertimbangkan.
∗ Perawatan di rumah sakit. Clinical harus memutuskan pasien mana
yang harus diberi perawatan di rumah sakit, dan yang tidak harus.
∗ kehilangan energi yang banyak, pada umumnya, pasien anoreksia
nervosa yang berada 20% di bawah berat badan yang diharapkan
untuk tinggi badannya adalah dianjurkan untuk program rawat inap,
dan pasien yang berada 30% di bawah berat badan yang diharapkan
memerlukan perawatan rumah sakit psikiatrik yang terentang dari
dua sampai 6 bulan..
∗ Hypokalemi (<3 meg/L) atau EKG mengalami perubahan akibat
meningkatnya potassium.
∗ Lingkaran muntah, dan pengurangan makanan yang tidak dapat
diputuskan.
∗ Assessment yang berhati-hati dan penatalaksanaan masalah
kesehatan dan gangguan kejiwaan lainnya.
∗ Modifikasi perilaku lainnya untuk usaha peningkatan berat badan,
seperti :
• Tirah baring dengan pengawasan konsumsi makanan sebagai
langkah awal untuk setiap pasien. Frekuensi pemberian makan 5-
6 kali, dengan kalori 1500 – 2000 kalori yang ditingkatkan
secara bertahap, biasanya diberikan makanan yang sama selama
sehari sehingga pasien tidak mengkonsumsi makanan dalam
jumlah yang besar sekali makan.
• Keinginan untuk menaikan berat badan harus disesuaikan dengan
pendidikan pasien
• Setiap pagi pasien harus ditimbang setiap pagi, setelah
mengosongkan kandung kemihnya dan sebelum sarapan
• Menguatkan kembali keinginan pasien untuk meningkatkan berat
badannya.
• Jika pasien tidak lagi tirah baring, pasien harus diawasi selama 2
jam setelah makan. Hal ini dilakukan agar pasien tidak
memuntahkan makanannya.
• Pemberian makan secara paksa dilakukan jika pasien mengalami
penurunan berat badan yang drastic, dan membahayakan jiwa
pasien.
• Cyproheptadine hydrochloride, merupakan antagonis
antihistamine dan serotonin, telah terbukti efektif sebagai
stimulus untuk pasien anoreksia nervosa yang mempunyai sedikit
efek samping. Dosis harian adalah 8mg peroral dan dinaikan
32mg/hari pada akhir minggu kedua.
• Amitrypline, dimulai dengan dosis 50mg/hari dan dinaikan
perlahan-lahan sampai 150mh/hari. Obat ini terbukti
bermanfaat untuk pasien anoreksia nervosa, biasanya pasien
mengalami panaikan berat badan, biasanya digunakan untuk
pasien dengan gangguan depresi.
• Alprazolam, 0,25mg, setiap 1 jam sebelum makan, diperuntukan
untuk pasien yang mengalami anxietas yang berat.
∗ Kriteria untuk perawatan di rumah sakit, apabila terdapat satu
tanda di bawah ini:
• Farmakoterapi diberikan jika ada gangguan jiwa, seperti
depresi, atau kecemasan
• Keikutsertaan keluarga diberikan untuk pasien yang dengan
perawatan di rumah, digunakan untuk memeriksa interaksi di
antara anggota keluarga dan kemungkinan tujuan sekunder dari
gangguan tersebut bagi pasien.
• Perawatan setelah rumah sakit
• Gabungan psikoterapi individu dan keluarga
• Menggunakan pendekatan terapi kognitif yang difokuskan pada
pasien yang terobsesi menjadi kurus, kepercayaan diri yang
rendah, dan dichotomous thinking, seperti gendut lawan kurus,
benar lawan salah, otonomi lawan independent.
• Farmakoterapi, banyak diberikan oleh physician jika pasien telah
mengalami perbaikan setelah 6 bulan, setelah pasien di rawat.

E. Kesimpulan
Anoreksia nervosa adalah suatu bentuk ketakutan yang kuat mengalami
kenaikan berat badan atau menolak untuk mempertahankan berat badan pada
atau diatas berat badan normal minimal menurut usia dan tinggi badan, dan
mengalami gangguan dalam cara memandang berat atau bentuk badannya sendiri.
Sehingga menimbulkan bermacam komplikasi yang serius bahkan dapat
menyebabkan kematian. Oleh karena itu penderita anoreksi nervosa
membutuhkan pengobatan medis dan psikis yang menyeluruh, yaitu perawatan di
rumah sakit jika diperlukan, terapi individual serta keluarga.

G. Referensi
Diarsipkan di bawah: kesehatan jiwa | Ditandai: ANOREKSIA NERVOSA,
Jiwa, kesehatan jiwa, phsycology
ANOREXIA NERVOSA
A. Background
Anorexia nervosa is a disorder characterized by changes in body image,
fear of going to extraordinary obesity, a refusal to maintain a normal body
weight and loss of menstrual cycle (in women). Patients commonly occurs in
young women usually experience eating disorders, such activity to attenuate loss
by limiting food deliberately through the control of tight.

B. Reason for choosing the title


Upon entering adolescence, especially during puberty, adolescents become
very concerned over the body weight, especially young women, because they
have the number of fat tissue, so it's easy to become obese when consuming
high-calorie foods. In fact, most women want to look slim and thin because they
thought banhwa being thin will make them happy, successful, and popular.
Adolescents with eating disorders have problems with body imagenya. This
means they already have a mind set (thought that was imprinted in the brain)
that their bodies are not ideal. They felt his body fat, a lot of fat here and
there, and not delicate dipandang clairvoyanced.

C. Statement of the problem


1. What is anorexia nervosa?
2. Any symptoms that arise in anorexia nervosa?
3. What Causes Anorexia nervosa?
4. What are the signs of anorexia nervosa?
5. What is the process of healing anorexia nervosa?

D. Discussion
- What is anorexia nervosa?
Anorexia nervosa is a disorder characterized by changes in body
image, fear of going to extraordinary obesity, a refusal to maintain a
normal body weight and loss of menstrual cycle (in women). Patients
commonly occurs in young women usually experience eating disorders,
such activity to attenuate loss by limiting food deliberately through
the control of tight. Eating disorders in share form has been reported
in up to 4% of adolescent and adult learners muda. Approximately 95%
of sufferers are women, this disorder usually occurs in adolescence and
occasionally in adulthood. Anorexia nervosa is estimated to occur in
approximately 0.5 to 1% of adolescent girls. Usually attack the people
middle socioeconomic class and above. These disorders occur 10 to 20
times more frequently in women than in men. More frequently in the
advanced countries, and may be found with the highest frequency in
young women who require thinness profession, such as models and
dancers balet.
In anorexia nervosa occurs loss of appetite or appetite
disturbance center. This was caused by a distorted concept behind the
concept of body appearance, so people have an exaggerated fear of
obesity. People with anorexia nervosa are aware they are hungry but
afraid to meet their food needs, because it can result in increased
body weight. Unlike the victims of hunger, people with anorexia nervosa
are able to maintain strength and daily activities close to normal. Not
feeling hungry and not worry about condition. Fear of feeling too fat or
fat is especially true in women, thus limiting food and sometimes not
eating or fasting. Finally do not want to eat until the patient emaciated.
The disorder is a lot going on in society that worships the skinny body
shape. They are constantly dieting malakukan desperately to achieve a
thin body, which in the end these conditions cause the harmful effects
of this disease death can cause death in 10% sufferer.
In anorekasia nervosa patients can lose weight between 25 - 50%
of actual weight. Physical effects that generally occur the patient is
losing your appetite, so do not want to eat anything, not weak-powered,
trouble concentrating and menstrual disruption. But the psychological
impact is also affected, such as having feelings of worthlessness,
sensitive easily offended or angry, it's easy to feel guilty, lose interest
to interact with others, do not trust yourself, tend to lie to cover
eating behavior, ask the attention of others, and depression. Physical
or psychological impact caused by an eating disorder requires
immediate help from psychologists, doctors, nutritionists, and of
course old people.
- Any symptoms that arise in anorexia nervosa?
∗ The predominant symptom is the fear that is going to gain
weight,until there is a phobia against food. Fear of food
accompanied by a misinterpretation of body image; many patients
feel themselves very fat, although in fact they are very thin.
∗ Many people with anorexia nervosa have obsessive compulsive
behavior, such as frequently washing their hands repeatedly,
patients tend to be rigid and perfectionist who directs the
diagnosis of personality disorders, such as narcissisme, or history
of personality disorder.
∗ Poor sexual adjustment
∗ People with anorexia nervosa typically show a peculiar behavior
regarding food, such as hiding food, bring food in bags, they throw
food at meals, cutting food into small pieces.
∗ Sleep disorders and depressive disorders in general.
∗ Vomiting imposed
∗ Usually, activities and sports programs that excessive
- What Causes Anorexia nervosa?
Biological factors, social, and psychological is involved in the
etiology of anorexia nervosa.
∗ Biological factors
Hunger causes many biochemical changes, some of which are
also found in depression, such as hiperkortisolemia and nonsupresi
by dexamethasone. Suppression occurred thyroid function,
amenorrhea, which reflects the decrease in hormonal levels. These
abnormalities can be corrected by feeding back.
∗ Social factors
Patients find support for their actions in a society that
emphasizes thinness and exercise. Not hanging out with family is
specific to anorexia nervosa. Patients with anorexia nervosa may
have a family history of depression, alcohol dependence, or an
eating disorder.
∗ Psychological factors and psikodinamis
Anorexia nervosa seems to be a reaction to the needs of
adolescents to become more independent and improve the social
and sexual function. Usually they do not have a sense of autonomy
and independence, usually grown under the control of parents.
Hunger created his own (self-starvation) may be an attempt to gain
recognition sebgai person unique and special. Only through self-
discipline measures that are not prevalent patients with anorexia
can develop a sense of autonomy and independence.

- What are the signs of anorexia nervosa?


Anorexia nervosa Signs :
∗ Thinness disguise them with clothes and make-up
∗ Dry skin and dry, fine hair, and mild alopecia.
∗ Subtype severe bulimia, such as loss of tooth enamel due to
stomach acid, when the patient vomited. In fact there is scar on
the dorsum of the fingers due to the inserted into the mouth to
force vomiting.
∗ Hypokalemi and ECG abnormalities
∗ Neurologic disorders (such as seizure and neuropaty) and anemia
associated with malnutrition and starvation.
- What is the process of healing anorexia nervosa?
Given the psychological and medical implications of anorexia
nervosa is difficult, a treatment plan must be comprehensive, including
hospital care if needed and individual and family therapy is
recommended. Approach behavior, interpersonal, and cognitive, in some
cases medication must be considered.
∗ Hospitalization. Clinical must decide which patients should be
given treatment at the hospital, and who do not have to.
∗ Lose a lot of energy, in general, patients with anorexia nervosa
who are 20% below the expected weight for her height is
recommended for program admissions, and patients who are 30%
below the expected weight require psychiatric hospitalization
which ranges from two to 6 months .
∗ Hypokalemi (<3 meg / l) or ecg changes due to increased
potassium.
∗ Circle vomiting, and reduction of food that can not be determined.
∗ Assessment and careful management of health problems and other
psychiatric disorders.
∗ Modification of the behavior of others for efforts to increase
body weight, such as:
• Bed rest with the supervision of food consumption as a first
step for every patient. Frequency of feeding 5-6 times, with
calories from 1500 to 2000 calories which improved
gradually, usually given the same food for a day so the
patient does not consume large amounts of food at one meal.
• Desire to raise the weight should be adjusted to patient
education
• Every morning the patient should be weighed every morning,
after emptying his bladder and before breakfast
• Strengthens back the desire of patients to increase their
weight.
• If the patient is no longer bed rest, patients should be
monitored for 2 hours after meals. This is done so that
patients do not regurgitate their food.
• Forcible feeding done if the patient experienced a drastic
weight loss, and life-threatening patients.
• Cyproheptadine hydrochloride, an antihistamine and
serotonin antagonist, has proven effective as a stimulus for
anorexia nervosa patients who have few side effects. Daily
dose is increased 32mg/day 8mg peroral and at the end of
the second week.
• Amitrypline, starting with 50mg/day dose and increased
slowly until 150mh/day. The drug is proven beneficial for
patients with anorexia nervosa, patients usually experience
panaikan weight, usually used for patients with depressive
disorders.
• Alprazolam, 0.25 mg, every 1 hour before meals, intended for
patients who experience severe anxiety.
∗ Criteria for hospitalization, if there is one sign below:
• Pharmacotherapy given if there is a mental disorder, like
depression, or anxiety
• The participation of the family is given to patients with care
at home, used to examine interactions among family members
and possible secondary objective of the disorder for the
patient.
• Care after hospital
• Combined individual and family psychotherapy
• Using cognitive therapy approach that is focused on patients
who are obsessed with being thin, low self confidence, and
dichotomous thinking, such as fat versus thin, right versus
wrong, autonomy versus independence.
• Pharmacotherapy, many given by the physician if the patient
has experienced improvement after 6 months, after patients
in hospital.

E. Conclusion
Anorexia nervosa is a form of strong fear weight gain or refuses to
maintain weight at or above the minimal normal body weight according to age
and height, and susceptible to interference in the way of looking at his own body
weight or shape. Giving rise to many serious complications that can even cause
death. Therefore anoreksi nervosa patients requiring medical treatment and
psychological inquiry, that treatment in hospital if necessary, individual and
family therapy.

F. Reference
Filed under: mental health | Marked: anorexia nervosa, Life, mental health,
phsycology