Anda di halaman 1dari 14

ANALISIS MANAJEMEN STRATEGI PT.

NESTLE

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas UAS Mata Kuliah Manajemen Strategis PR B

Dosen Pengampu : Niken Puspitasari,S.IP.,M.A

Disusun Oleh :

Fairuz Salsabila K

(19107030100)

PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN HUMANIORA

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA

2021
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Manajemen strategi merupakan proses atau sebuah rangkaian kegiatan pengambilan
keputusan yang bersifat mendasar dan menyeluruh disertai penetapan cara pelaksanaannya.
Kegitan tersebut dibuat oleh pemimpin dan diimplementasikan oleh seluruh jajaran
stakeholder internal suatu organisasi atau perusahan untuk mencapai tujuan bersama. Semua
topangan manajemen strategi tegantung oleh pertimbangan manajer akan tingkatan pesaing,
harga, pasar, pemasok, ditributor, pemegang saham dst. Selain itu kualitas dari cara mereka
memanage sistem apakah menjunjung kredibilitas perusahaan atau tidak, karena memang
pada kenyataannya kualitas terbaik tidak hanya berpacu pada persaingan pasar lokal, namun
juga persaingan di seluruh dunia.

Oleh karena itu, Nestle memiliki sebuah kredibilitas dalam strategi yang
diterapkannya. Mereka sebagai orang-orang yang bertanggung jawab atas keberlangsungan
perusahaan menjamin mutu dan tujuan berdirinya perusahaan tersebut. Sehingga Nestle
dikenal sebagai perusahaan produsen makanan terkemuka di dunia yang memasok lebih dari
10 juta produk makanan ke pasaran setiap tahunnya. Masyarakat juga tak mungkin tak
mengenal produk hasil Nestle, mereka memperkenalkan sebuah slogan yang menggambarkan
komitmen Nestle sebagai produsen makanan yang tidak hanya peduli keuntungan namun,
juga mempertimbangkan kepedulian akan kesehatan umat manusia dengan menghasilkan
produk makanan yang sehat, bermutu, aman, berkualitas, bergizi,dan menyenangkan untuk
dikonsumsi. Slogan itu sering dikenal dengan, “Good Food, Good Life” yang diharapkan tak
hanya memiliki nilai berkualitas dalam rasa, namun juga mewudkan kehidupan berkualitas
bagi para konsumennya.

Nestle adalah perusahaan multinasional di Vevey, Swiss yang bergerak dalam bidang
makanan. Perusahaan tersebut, didirikan pada tahun 1867 oleh Henri Nestle. Salah stau
produk yang dihasilkannya ialah, makanan bayi, susu, kopi, dan cokelat. Nestle berhasil
masuk pada bursa saham SWX Swiss Exchange. Pada tahun 1842, Henry Nestle membeli
salah satu industri yang paling progresif dan lincah pada masa itu. Ia juga terlibat dalam
beberapa produksi lain seperti minyak kacang yang digunakan sebagai bahan bakar lampu

1
minyak, minuman keras, rum dan cuka. Nestle juga mulai memproduksi dan menjual air
mineral bergas dan lemonande. Meskipun pada sekitar tahun 1845 dan 1847 mengalami
tahun krisis, Nestle menghentikan produksi air mineralnya walaupun belum lama.

Seiring berjalannya waktu, Nestle mulai tumbuh dan berkembang menjadi sebuah
perusahaan makanan terbesar di dunia, serta perusahaan yang terpercaya akan produk
makanan dan minumannya secara turun temurun hingga sekarang. Perusahaan Nestle selalu
dikenal dengan komitmennya akan pengembangan produk – produknya melalui inovasi dan
renovasi demi meningkatkan mutu produk dan juga kebutuhan konsumennya di seluruh
dunia. Dan perlu diketahui bahwa itu semua berkembang maju karena sistem manajemen
strategi yang diterapkannya mampu mendeteksi kekurangan dan pesaing besar di sekitarnya.
Tak hanya itu, semua juga diimbangi dengan strategik mendasar yang Nestle bangun, seperti
menciptakan strategik yang sesuai visi misi perusahaan Nestle agar perusahaan memiliki
patokan keunggulan kompetitif yang ada.

BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Manajemen Strategi


Barney, 2007:27, Manajemen strategis (strategic management) dapat dipahami
sebagai proses pemilihan dan penerapan strategi-strategi. Sedangkan strategi adalah pola
alokasi sumber daya yang memungkinkan organisasi-organisasi dapat mempertahankan
kinerjanya.

Michael A. Hitt & R. Duane Ireland & Robert E. Hoslisson (2006,XV), Manajemen
strategis adalah proses untuk membantu organisasi dalam mengidentifikasi apa yang ingin
mereka capai, dan bagaimana seharusnya mereka mencapai hasil yang bernilai. Besarnya
peranan manajemen strategis semakin banyak diakui pada masa-masa ini dibanding masa-
masa sebelumnya. Dalam perekonomian global yang memungkinkan pergerakan barang dan
jasa secara bebas diantara berbagai negara, perusahaan-perusahaan terus ditantang untuk
semakin kompetitif. Banyak dari perusahaan yang telah meningkatkan tingkat kompetisinya

2
ini menawarkan produk kepada konsumen dengan nilai yang lebih tinggi, dan hal ini sering
menghasilkan laba diatas rata-rata

Sehingga dapat disimpulkan bahwa, manajemen strategis merupakan sebuah proses


perpaduan anatara pembuatan, penerapan, dan evaluasi didalamnya yang menyatukan
berbagai aspek mendasar strategi untuk mencapai sebuah tujuan bersama yang sebelumnya
telah disepakati sesuai dengan visi dan misi organisasi atau perusahaan tersebut.

2.2 Manfaat Manajemen Strategi

Ada bebarapa manfaat yang diperoleh organisasi atau perusahaan jika mereka
menerapkan manajemen strategic salah satunya, yaitu:

 Memberikan arah jangka panjang yang akan dituju.


 Membantu organisasi beradaptasi pada perubahan-perubahan yang terjadi.
 Membuat suatu organisasi menjadi lebih efektif
 Mengidentifikasikan keunggulan komparatif suatu organisasi dalam lingkungan yang
semakin beresiko.
 Aktifitas pembuatan strategi akan mempertinggi kemampuan perusahaan untuk
mencegah munculnya masalah di masa datang.
 Keterlibatan anggota organisasi dalam pembuatan strategi akan lebih memotivasi
mereka pada tahap pelaksanaannya.
 Aktifitas yang tumpang tindih akan dikurang

2.3 Langkah Penerapan Manajemen Strategis


Langkah – langkah yang harus diambil dalam menerapkan manajemen strategis adalah :

 Menetapkan Arah dan Misi Organisasi

Visi, misi, dan tujuan suatu organisasi akan menjadi penentu yang dituju oleh
organisasi tersebut. Tanpa adanya sistem visi, misi, dan tujuan maka kinerja
organisasi akan mengambang dan berjalan tidak tentu arah karena yang diharapkan
tidak bisa menjadi pedoman dan keputusan yang sesuai. Sehingga hal itu akan

3
menjadi sebuah momok yang mengombang-ambingkan karena dipengaruhi oleh
situasi eksternal organisasi.

Misi merupakan sesuatu yang nyata untuk dituju serta dapat pula memberikan
petunjuk garis besar cara pencapaian visi. Sedangkan Tujuan organisasi merupakan
penjabaran atau implementasi dari pernyataan misi dan juga merupakan sesuatu apa
yang akan dicapai atau dihasilkan pada kurun waktu tertentu dalam suatu organisasi /
perusahaan. Tujuan juga dirumuskan dalam dua bentuk yaitu tujuan jangka pendek
dan tujuan jangka panjang. Perbedaan kedua terletak dalam waktu pencapaian dan
cara penulisannya. Tujuan jangka pendek biasanya lebih spesifik dibandingkan jangka
panjang.

 Memahami Lingkungan
Tujuan dari memahami dan analisis lingkungan ialah agar dapat mengerti dan
memahami situasi atau lingkungan organisasi baik internal maupun eksternal
stakeholder sehingga, manajemen organisasi memiliki kemampuan merespom
berbagai situasi krisis mengenai lingkungan mana yang menjadi suatu ancaman dan
pihak mana yang menjadi saingan.

 Memformulasikan Strategi
Perusahaan atau organisasi menerapkan analisis kekuata, kelemahan, peluang, dan
ancaman yang dikenal sebagai analisis SWOT. Selanjutnya merumuskan sebuah
strategi yang akan diterapkannya dengan tujuan yang spesifik dalam kurun jumlah dan
waktu. Dengan begitu, sasaran yang dikena akan lebih mudah terlihat dan dapat
mempermudah tindakan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi organisasi. Sasaran
yang dituju bisa berupa profitabilitas, pasar, produktivitas, tanggungjawab sosial,
hubungan, dan pemberdayaan serta pengembangan SDM.

 Mengimplementasikan Strategi

Dalam tahapan implementasi strategi, perusahaan diharapkan merumuskan tujuan dan


menetapkannya dalam kurun waktu tahunan. Sehingga dapat memikirkan kebijakan,
memotivasi karyawan, serta mengalokasikan sumber daya sesuai dengan keputusan
dan semua itu dapat dilaksanakan sesuai keinginan perusahaan.

4
 Mengevaluasi dan Mengawasi Strategi

Evaluasi dan pengawasan merupakan tahap terakhir dalam proses strategi. Pada
dasarnya evaluasi mencakup 3 hal, yaitu:

1. Mereview faktor internal dan eksternal yang menjadi dasar bagi strategi yang sedang
berlangsung.
2. Mengukur kinerja yang telah dilakukan
3. Mengambil berbagai tindakan perbaikan.

Evaluasi strategi sangat diperlukan sebab keberhasilan perusahaan yang sekarang


akan menjadi jaminan keberhasilan perusahaan di masa yang akan datang.

2.4 SWOT
SWOT adalah akronim untuk kekuatan (Strenghts), kelemahan (Weakness), peluang
(Opportunities), dan ancaman (Threats) dari lingkungan eksternal perusahaan. Menurut
Jogiyanto (2005:46), SWOT digunakan untuk menilai kekuatan-kekuatan dan kelemahan-
kelemahan dari sumber-sumber daya yang dimiliki perusahaan dan kesempatan-kesempatan
eksternal dan tantangan-tantangan yang dihadapi. Berikut ini merupakan penjelasan dari
SWOT (David,Fred R.,2005:47) yaitu :
1. Kekuatan (Strenghts)
Kekuatan adalah sumber daya, keterampilan, atau keungulan-keungulan lain yang
berhubungan dengan para pesaing perusahaan dan kebutuhan pasar yang dapat dilayani oleh
perusahaan yang diharapkan dapat dilayani. Kekuatan adalah kompetisi khusus yang
memberikan keunggulan kompetitif bagi perusahaan di pasar
2. Kelemahan (Weakness)
Kelemahan adalah keterbatasan atau kekurangan dalam sumber daya, keterampilan, dan
kapabilitas yang secara efektif menghambat kinerja perusahaan. Keterbatasan tersebut daoat
berupa fasilitas, sumber daya keuangan,kemampuan manajemen dan keterampilan pemasaran
dapat meruoakan sumber dari kelemahan perusahaan.
3. Peluang (Opportunities)
Peluang adalah situasi penting yang mengguntungkan dalam lingkungan perusahaan.
Kecendrungan – kecendrungan penting merupakan salah satu sumber peluang, seperti

5
perubahaan teknologi dan meningkatnya hubungan antara perusahaan dengan pembeli atau
pemasokk merupakan gambaran peluang bagi perusahaan.
4. Ancaman (Threats)
Ancaman adalah situasi penting yang tidak menguntungan dalam lingkungan perusahaan.
Ancaman merupakan pengganggu utama bagi posisi sekarang atau yang diinginkan
perusahaan. Adanya peraturan-peraturan pemerintah yang baru atau yang direvisi dapat
merupakan ancaman bagi kesuksesan perusahaan.

Fungsi SWOT
Menurut Ferrel dan Harline (2005), fungsi dari Analisis SWOT adalah untuk mendapatkan
informasi dari analisis situasi dan memisahkannya dalam pokok persoalan internal (kekuatan
dan kelemahan) dan pokok persoalan eksternal (peluang dan ancaman). Maksudnya, analisis
SWOT tersebut akan menjelaskan mana yang terkait dengan informasi yang akan membantu
perusahaan mancapai tujuannya dan mana yang memberikan informasi bahwa terdapat
rintangan dan tantangan yang harus dihadapi kedepannya. Itu semua bisa terlihat dan terbaca
jika perusahaan menerapkan analisis SWOT.

BAB III
PEMBAHASAN

3.1 Visi dan Misi Nestle

Sebagai perusahaan produksi makanan terbesar di dunia, kami memusatkan perhatian


kami untuk meningkatkan gizi (nutrition), kesehatan (health), dan keafiatan (wellness) dari
konsumen kami. Netsle mencoba memberikan dan memfasilitasi yang terbaik untuk
kehidupan masyarakat melalui cara hidup mereka di dunia dengan memenuhi kebutuhan
konsumen dan memberikan solusi Nestle memberikan kontribusi pada kualitas kehidupan
yang lebih baik.
Nestle selalu memperhatikanlingkungan sekitar dengan cara memciptakan lingkungan
yang sehat bagi semua orang di seluruh dunia, pihak Nestle merealisasikan keinginannya
untuk memberikan dan menciptakan lingkungan yang sehat untuk semua orang dengan

6
mengadakan kerjasama dengan para ahli untuk memberikan dan mengantisipasi masalah-
masalah tentang lingkungan sehat bagi seluruh dunia.

Kebijakan Kualitas :

1) Produk dan jasa tidak pernah mengabaikan faktor keamanan pangan


2) Selalu mematuhi peraturan yang berlaku
3) Zero waste dan zero defect
4) Berkomitmen secara terus menerus untuk meningkatkan standar kualitas

Kebijakan Keselamatan, kesehatan, dan Lingkungan :

1) Karyawan dan mitra bisnis adalah alat yang paling berharga


2) Menerapkan praktek bisnis yang ramah lingkungan
3) Mematuhi semua peraturan di bidang lingkungan dan K3
4) Menihilkan kecelakaan kerja dan keluhan masyarakat
5) Perbaikan secara terus menerus di bidang lingkungan dan Nestle selalu menerapkan
nilai-nilai yang selami ini menjadi landasan bagi perusahaan dan seluruh karyawan,
nilai-nilai tersebut dikenal dengan istilah “PRIDE”, yang merupakan singkatan dari
Passion, Respect, Integrity, Determination, dan Excellence.

3.2 Tujuan Nestle


Nestle berkeinginan kuat untuk memberikan produk-produk yang sehat bagi
masyarakat luas di seluruh dunia sehingga orang-orang tersebut dapat terjamin kesehatannya
dengan hadirnya produk-produk Nestle yang terjamin kualitasnya. Selain itu Nestle
mempunyai tujuan seperti kebanyakan perusahaan lain seperti, ingin bisa bersaing dengan
perusahaan besar lain dengan menghadirkan sebuah persaingan yang sehat dan dapat
menguasai pasar dunia.

3.3 Lokasi Perusahaan


 Kantor Pusat
Nestle mempunyai kantor pusat di Vevey, Swiss dengan alamat Aveneu
Nestle 55, Case Postale 353, CH-1800 Vevey, Tlp : 41-21-9242111, Fax : 41-
21-9211720, sedangkan pusat pengembangan Nestle adalah Ver-Chez-Les-
blance, Case Postale 44, CH-1000 Lausanne 26.

7
 Kantor Cabang
Di Asia Tenggara, Nestle memiliki 23 pabrik yang memproduksi berbagai
macam makanan dan minuman. Kantor cabang Nestle terbagi dalam 3 wilayah
yaitu Eropa, Amerika, dan Asia, Oceana, Afrika.

3.4 Kinerja Perusahaan

Merambah ke pasar dunia, sekarang Nestle menunjukkan grafik yang sangat


berkembang dan menanjak dari tahun ke tahun, hal ini terbukti dengan banyaknya pabrik-
pabrik yang menyebar ke hampir seluruh wilayah belahan dunia. Nestle selalu berkomitmen
dalam memberikan inovasi dari waktu ke waktu, selain itu juga menghadirkan produk-produk
baru dengan mempertimbangkan berbagai bentuk kemasan sehingga harga dari produk lebih
ramah dan terjangkau bagi konsumen di seluruh dunia. Nestle tidak hanya melakukan
kegiatan-kegiatan yang bersifat komersial namun juga kegiatan sosial dengan memberikan
santunan kepada yayasan-yayasan sosial di seluruh dunia.

3.5 Konsep Strategi

Nestle menerapkan startegi manajemen kotrol sistem yang terdesentralisasi, dengan


mendelegasikan otoritas pengambilan keputusan di masing-masing unit bisnis sehingga
keputusan yang diambil sesuai dengan perkembangan kondisi masing-masing negara. Untuk
mengordinasikan seluruh unit bisnis yang berbeda di seluruh dunia maka dibutuhkan peranan
sistem informasi dengan teknologi yang menadai yang bisa mengkoordinasikan seluruh
aktivitas bisnis agar diperoleh competitive advantage.

Membangun dan menetapkan strategi yang sesuai bagi ketentuan perusahaan pada
kurun waktu tertentu menjadi kunci dan dasar yang harus dilakukan oleh manager Nastle
yang berwenang. Strategi perusahaan disesuaikan dengan ukuran dan karakter perusahaan itu
sendiri. Perusahaan Nestle yang telah melakukan diversifikasi bisnis, umumnya memiliki dua
tingkatan strategi yaitu :

1. Strategi unit bisnis (competitive strategy) yang diketahui bahwa strategi tersebut
menitikberatkan kepada upaya membangun keunggulan disetiap unit usaha yang
digandrungi.

8
2. Strategi korporasi yang menentukan berbagai bisnis yang akan diusahakan termasuk
dalam pengelolaan keseluruhan portofolio bisnis perusahaan tersebut.

Selain kedua strategi sebelumnya, melalui strategi restructuring, perusahaan Nestle


mencari sebuah perusahaan yang tidak terlalu berkembang maju, sedang sakit, atau
menghadapi situasi krisis akibat lingkungan bisnis yang tidak dapat diatasi. Perusahaan induk
Nestle melakukan interverensi dengan mengubah tim manajeman, mengubah strategi bisnis
atau operasional unit bisnis, memasukkan teknologi baru,atau menjual dan menutup unit-unit
yang tidak efisien dengan kompetensi inti unit bisnis tersebut. Hal tersebut menyimpulkan
bahwa perusahaan Nestle mempertimbangkan kemungkinan melalui strategi manajemennya
yang berkualitas seperti, Transferring Skills, Sharing Activities, dst. Selain konsep strategi
tersebut, Nestle juga memiliki pilihan strategi lain dengan menggunakan strategi merek
monolitik, dualitik, atau multilitik yang bergantung pada keseimbangan antara investasi
finansial yang sengaja ditanamkan guna manfaat strategisnya dan finansial yang hendak
dicapai dari investasi tersebut. Strategi merek monolitik dan dualitik ini berperan sebagai
konsep yang memakai satu nama merek yang sama untuk berbagai jenis produk, nilai merek
(brand value) dari merek yang sukses diharapkan bisa dieksploitasi. Kapitalisasi pada nama
merek pun bisa menghasilkan keuntungan finansial yang nyata terhadap pengembangan
merek yang sifatnya berkelanjutan bagi Nestle.

3.5 Analisis SWOT

 Streght
1. Reputasi perusahaan yang baik
2. Kualitas dan mutu produk yang baik
3. Tim pemasaran yang menjamin mutu produk
4. Promosi dan iklan yang besar
5. Jaringan pengembangan riset (R&D) yang kuat
6. Manajemen kontrol terdesentralisasi

 Weakness :
1. Harga produk yang relatif mahal
2. Biaya promosi relatif mahal

9
3. Pangsa pasar yang tidak menjangkau semua tingkatan

 Opportunity :
1. Menciptakan brand image yang positif terhadap produk Nestle
2. Populernya produk berbasis kesehatan yang menciptakan peluang bagi Nestle
3. Membuka kafe atau gerai khusus produk Nestle untuk menjangkau pasar
4. Melakukan aliansi promosi atau kolaborasi harga dengan perusahaan lain

 Threat : 
1. Pandangan konsumen terhadap produk nestle mahal sehingga konsumen
beralih ke produk lain
2. Bahan baku yang relatif mahal
3. Pesaing dengan produk sejenis dengan kualitas tidak buruk dan harga lebih
murah.

3.6 Matrix SWOT

 Strategi WO
1. Dengan reputasi dan brand image yang baik membuat produk Nestle mudah
mendapat kepercayaan dan mudah diterima masyarakat
2. Membuat produk berbasis kesehatan yang dengan kualitas dan mutu yang baik
3. Dengan fasilitas R&D yang memadai memungkinkan Nestle untuk membuat
penelitian dan pengembangan terhadap produk berbasis kesehatan
4. Dengan reputasi yang baik dan manajemen kontrol yang terdesentralisasi membuat
perusahaan Nestle terbuka pada kesempatan untuk beraliansi atau berkolaborasi
harga dengan perusahaan lain

 Strategi SO 
1. Menciptakan produk dengan keunggulan dan kualitas baik sehingga harga yang
relatif mahal tidak tidak menjadi masalah bagi konsumen
2. Promosi melalui kafe atau gerai dengan menawarkan berbagai produk Nestle dan
mengadakan berbagai promo
10
3. Membuat produk yang fokus pada kesehatan dan kualitas hidup masyarakat
dengan harga yang terjangkau

 Strategi WT
1. Menggencarkan pemasaran dan meyakinkan konsumen akan kualitas produk
sehingga harga tidak menjadi masalah
2. Membuat iklan yang menarik dan membuat produk Nestle ada di benak
konsumen
3. Membuat produk dengan kemasan atau skala kecil (eceran) dengan tetap
menjamin mutu dan kualitas agar dapat dinikmati oleh semua kalangan konsumen

 Strategi ST
1. Membuat produk dengan harga menengah dengan kualitas terbaik diantara
produk sejenis
2. Membuat iklan yang menarik untuk meningkatkan penjualan
3. Mengiklankan atau melakukan promosi dengan fokus pada keunggulan produk
sejenis yang lebih murah.

Nestle menggunakan analisis SWOT dalam produknya agar dapat terus


meningkatkan dan mengembangkan produk yang menjadi kelebihan di perusahaan tersebut,
namun tak menutup kemungkinan bahwa Nestle juga melakukan perbaikan dan perubahan
kearah yang lebih positif terhadap kualitas dan pelayanannya yang sekiranya merugikan
banyak pihak khususnya konsumen di seluruh dunia. Dengan mengetahui kekuatan,
kelemahan, peluang, dan tantangan yang akan tejadi kedepannya maka Nestle menjadikan
strategi yang efektif sebegai pilihan yang akan dicapainya. Dengan mengetahui SWOT
nEstle juga dapat menciptakan ide-ide positif yang layak, sehingga Nestle pantas bersaing
dengan kompetitor-kompetitor lainnya di pasaran internasional.

11
BAB IV
PENUTUP

4.1 KESIMPULAN

Manajemen strategi merupakan proses atau sebuah rangkaian kegiatan pengambilan


keputusan yang bersifat mendasar dan menyeluruh disertai penetapan cara pelaksanaannya.
Semua topangan manajemen strategi tegantung oleh pertimbangan manajer akan tingkatan
pesaing, harga, pasar, pemasok, ditributor, pemegang saham dst. Selain itu kualitas dari cara
mereka memanage sistem apakah menjunjung kredibilitas perusahaan atau tidak, karena
memang pada kenyataannya kualitas terbaik tidak hanya berpacu pada persaingan pasar lokal,
namun juga persaingan di seluruh dunia. Perencanaan manajemen strategis digunakan untuk
membantu perusahaan dalam menangani dan mengenali apa yang menjadi kekuatan dan
kelemahan perusahaan agar dapat menyiapkan strategi kedepannya terhadap tantangan yang
akan dihadapi Perusahaan Nestle. Oleh karena itu menganalisis sebuah sistem kinerja melalui
analis SWOT dan strategi kedepannya yang akan dicapai dan dihasilkannya sangat membantu
dan bermanfaat bagi sebuah perusahaan agar visi, misi, dan tujuan bersama dapat digapai
oleh perusahaan tersebut.

12
DAFTAR PUSTAKA

David, Fred R. (1997). Strategic Management. New Jersey: Prentice Hall, Inc.

Higgins, James, M. dan Vincze, Julian, W. (1993). Strategic Management text and cases.
USA: The Dryden Press

Kotler, P., Armstrong, G., 1997, Dasar-Dasar Pemasaran, Principles of Marketing 7 e, Edisi
Bahasa Indonesia, Jilid 1, diterjemahkan oleh Drs. Alexander Sindoro, Prenhallindo, Jakarta.

Wheelen, Thomas, J. dan Hunger, J. David. (2000). Strategic Management. New Jersey:
Prentice Hall, Inc.

Pierce, J.A. dan Robinson, R.B. (2000).Strategic management, Formulation Implementation


and Control. Malaysia: McGraw Hill.

Wright, P., Kroll, Mark, J. dan Parnel, J. (1998).Strategic Management Concepts. USA:
Prentice Hall, Inc.

http://www.nestle.co.id/ina/tentangnestle

http://www.scribd.com/doc/.../Sejarah-Nestle

http://dianermadewi.blogspot.com/2013/03/manajemen-strategi-perusahaan-nestle.html?m=1

13