Anda di halaman 1dari 16

Peran Komunikasi Politik Dalam Membangun Pendidikan Politik di Masyarakat

Tugas Mata Kuliah Komunikasi Politik

Dosen Pengampu : Drs. Siantari Rihartono, M.Si

Disusun Oleh :

Fairuz Salsabila K

(19107030100)

Ilmu Komunikasi C

PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN HUMANIORA

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA

2021
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Hak kebebasan berkomunikasi mewarnai kehidupan politik di Indonesia. Tidak


hanya menuai seribu janji untuk sebuah kebebasan sendiri, namun memberikan ruang
politik yang ada untuk berkomunikasi tanpa dikekang. Komunikasi erat kaitanya dengan
segala lini kehidupan, salah satunya perpolitikan di Indonesia. Selain itu, kegiatan politik
terikat dengan eksistensi kegiatan komunikasi politik yang ada. Ide dan gagasan
merupakan keywords yang diangkat oleh seorang politisi. Entah itu dijadikan jargon
ataupun patokan dalam sebuah kegiatan politik, khususnya pemilu yang ada di
Indonesia. Dalam kegiatan Pemilu ditahun 2019, berdasarkan hitung cepat LSI dengan
100% sampel, data golput pada Pilpres 2019 mencapai 19,24%. Angka tersebut melawan
tren golput yang terus naik sejak pemilihan umum pasca reformasi. Menurut data Komisi
Pemilihan Umum (KPU), tingkat golput 23,30% pada Pilpres 2004, 27,45% pada 2009,
dan 30,42% pada 2014. Data golput dalam sigi LSI diperoleh dari 100% dikurangi
tingkat partisipasi pemilih atau voters turnout di pilpres berdasarkan hitung cepat, yaitu
80,76%[ CITATION BBC19 \l 1057 ].

Turunnya presentase angka golput saat itu, tak lepas dari beberapa faktor
pertimbangan. Pendidikan politik yang di dapatkan masyarakat Indonesia tidak mencapai
batas pemahaman yang maksimal, sehingga menyebabkan minimnya kesadaran dalam
berpartisipasi mengangkat hak suaranya. Sedangkan partisipasi sendiri tergolong rendah,
karena diakibatkan oleh rendahnya kesadaran atau kepekaan masyarakat akan politik
sehingga berefek kepada minimnya proses pendidikan politik. Para pemangku kekuasaan
saat itu yang memang memiliki back up partai-partai politik, lebih mempresentasikan
kehendak kekuasaan yang sama sekali tidak memberikan efek positif kepada pendidikan
politik sebagai peran mencerdaskan bangsa. Namun tak menutup kemungkinan bahwa
dari adanya kegiatan kampanye yang dilakukan berbagai partai membuahkan hasil akan
informasi politik yang didapat masyarakat Indonesia.
Apabila dilihat secara umum, maka fungsi komunikasi politik sendiri pada
hakekatnya berperan sebagai jembatan penghubung antara suprastruktur dan
infrastruktur yang bersifat interdependensi dalam lingkup negara [ CITATION Ari13 \l
1057 ]. Hal itu dibuktikan bahwa komunikasi bersifat timbal balik atau stimulus-respons
sehingga mencapai tujuan dari pesan politik tersebut tersampaikan. Maka dari itu, peran
komunikasi politik dalam pendidikan politik sangat berpengaruh dengan masalah politik
yang ada dan berperan penuh untuk seluruh kepentingan masyarakat Indonesia.

B. Landasan Teori
Menurut Susanto, komunikasi politik adalah komunikasi politik yang diarahkan
pada pencapaian suatu pengaruh sehingga masalah yang di bahas oleh jenis kegiatan
komunikasi ini dapat mengingat semua warganya melalui sangsi yang di tentukan
bersama oleh lembaga-lembaga politik.
Komunikasi Politik Menurut Nimmo, Politik berasal dari kata polis yang berarti
negara, kota, yaitu secara totalitas merupakan kesatuan antara negara (kota) dan
masyarakatnya. Kata polis ini berkembang menjadi politicos yang artinya
kewarganegaraan. Dari kata politicos menjadi politera yang berarti hak hak
kewarganegaraan.

Menurut Gabriel Almond (1960) komunikasi politik adalah salah satu fungsi yang
selalu ada dalam setiap sistem politik. “All of the functions performed in the political
system, political socialization and recruitment, interest articulation, interest aggregation,
rule making, rule application, and rule adjudication,are performed by means of
communication.” Komunikasi politik merupakan proses penyampaian pesan-pesan yang
terjadi pada saat keenam fungsi lainnya itu dijalankan. Hal ini berarti bahwa fungsi
komunikasi politik terdapat secara inherent di dalam setiap fungsi sistem politik.

Sedangkan Kosasih Djahiri (1995:18) menyatakan bahwa pendidikan politik


adalah pendidikan atau bimbingan, pembinaan warga suatu negara untuk memahami,
mencintaidan memilikirasa keterikatan diri(sense ofbelonging) yang tinggi terhadap
bangsa, negara dan seluruh perangkat kelembagaan yang ada. Di Indonesia, pendidikan
politik diatur oleh Inpres Nomor 12 Tahun 1982 tentang Pendidikan Politik Generasi
Muda(19882:2) dijelaskan bahwa pada prinsipnya pendidikan politik generasi muda
merupakan rangkaian usaha untuk meningkatkan dan memantapkan kesadaran politik
dan kenegaraan guna menunjang kelestarian Pancasila dan UUD 1945 sebagai budaya
politik bangsa [ CITATION Abd15 \l 1057 ].

Koentjaraningrat (1994) masyarakat adalah kesatuan hidup manusia yang


berinteraksi menurut suatu sistem adat istiadat tertentu yang bersifat kontinyu dan terikat
oleh suatu rasa identitas yang sama.

Ralph Linton (1968) masyarakat adalah setiap kelompok manusia yang hidup dan


bekerja sama dalam waktu yang relatif lama dan mampu membuat keteraturan dalam
kehidupan bersama dan mereka menganggap sebagai satu kesatuan sosial.

BAB II

PEMBAHASAN

Komunikasi politik tak bisa lepas dari pendidikan politik itu sendiri, karena
pendidikan politik menjadi dasar dan landasan pemahaman kehidupan politik lahir.
Dari situlah komunikasi politik muncul dengan adanya peran pendidikan politik yang
sesuai agar fungsi komunikasi politik dapat terealisasikan secara maksimal.
Komunikasi politik sendiri adalah komunikasi yang di arahkan kepada pencapaian
suatu pengaruh, sehingga masalah yang di bahas oleh kegiatan komuniksai ini dapat
mengikat semua warganya dengan sangsi yang ditentukan bersama melalui lembaga
politik.
Sedangkan komunikasi politik hadir bersamaan dengan fungsi dan tujuan
bersama demi mencerdaskan dan menyejahterakan masyarakat sebagaimana mestinya
tanpa kedudukan yang mengikat. Oleh karena itu, alangkah baiknya bahwa masyarakat
Indonesia paham akan seluk beluk yang berkaitan dengan peran pendidikan politik
dalam komunikasi politik di era saat ini.
Fungsi Komunikasi Politik Dalam Pemerintah :

 Memberikan informasi
Komunikasi politik dalam pemerintahan berfungsi sebagai menyampai informasi,
mengenai kebijakan pemerintah kepada masyarakat, mengenai usaha-usaha yang
dilakukan lembaga politik yang berhubungan dengan pemerintah dan masyarakat, serta
komunikasi yang bersifat perpolitikan di dalam intern kepemerintahan sendiri.
Maksudnya, fungsi komukasi politik disini sebagai penyampai informasi agar tidak
terjadinya kejanggalan dan miss komunikasi antara kedua belah pihak akan kebijakan
pemerintahannya.

 Sosialisasi
Sosialisasi yang dimaksud terkait kebijakan dan program-program kepemerintahan
kepada masyarakat luas, atau mensosialisaikan tujuan lembaga politik yang
berhubungan dengan pemerintah dan mayarakat. Selain itu juga bertujuan untuk
memperjelas dan mendukung suatu keputusan yang terkait dengan pemerintah dan
masyarakat sendiri.

Dengan begitu, masyarakat dapat terhindar dari sistem provokasi dan isu-isu politik.
Sedangkan, dari sudut pandang pendidikan politik sendiri berfungsi sebagai education
control yang mengajarkan sistem politik di dalam lingkup politik seperti, tata cara
pemilihan umum, ataupun menegaskan bahwa hak setiap warga negara sebagai pemberi
suara itu sangat diprioritaskan agar lahirnya negara yang demokrasi.

 Memfasilitasi Dialog
Komunikasi politik dapat digunakan untuk memfasilitasi dialog yang dilakukan antara
institusi dan warga negara.

 Umpan Balik
Keputusan yang dibuat oleh pemerintah terkait peraturan dalam kehidupan masyarakat
seringkali menimbulkan prokontra dari masyarakat. Teori komunikasi politik dapat
digunakan untuk mengetahui respon masyarakat terkait kebijakan tersebut. Komunikasi
politik dapat digunakan oleh pemerintah sebagai umpan balik atas kebijakan-kebijakan
saran pemerintah terhadap masyarakat. Karena memang pada dasarnya komunikasi
merupakan proses terkirimnya pesan sehingga mendapatkan feedback yang dibutuhkan
tak terkecuali pada komunikasi politik sendiri.

 Platform Penampung Ide


Melalui komunikasi politik, masyarakat dapat menyuarakan ide dan gagasannya terkait
dengan jalannya pemerintahan politik yang ada, termasuk kebijakan yang diambil oleh
pemerintah. Dengan demikian komunikasi politik mampu menampung ide dan gagasan
politik masyarakat dan dapat dituangkan dalam narasi opini publik sebagai bahan
pertimbangan keputusan. masyarakat dapat menyuarakan ide-idenya terkait jalannya
pemerintahan, termasuk kebijakan-kebijakan yang diambil oleh pemeritah.

Dengan demikian komunikasi politik berfungsi sebagai penampung ide-ide dari


masyarakat. Ide-ide tersebut kemudian dapat menjadi bahan pembicaraan yang
menbentuk sebuah opini publik.

 Mempertinggi Rasa Kebangsaan


Komunikasi politik dapat digunakan untuk mempertinggi rasa kebangsaan dalam diri
masyarakat. Rasa kebangsaan yang timbul dalam diri masyarakat akan memupuk
itegrasi bangsa sehingga terhindarnya konflik dan ancaman kebangsaan sendiri seperti,
tindakan separatisme yang merusak persatuan bangsa Indonesia.

 Menciptakan Iklim Perubahan


Komunikasi politik dapat digunakan untuk mencari dukungan masyarakat terkait
gerakan reformasi maupun demokratisasi dengan cara menyajikan informasi-informasi
pendukung. Gerakan reformasi tersebut membantu perubahan struktur kekuasaan
dengan dukungan banyak pihak. Dengan terjadinya perubahan ini, maka secara tidak
langsung mampu menciptakan iklim perubahan politik yang lebih baik.

 Meningkatkan Aktivitas Politik Masyarakat


Komunikasi politik dapat meningkatkan aktivitas politik masyarakat dengan cara
memberikan informasi-informasi terkait politik dalam pemerintahan pada masyarakat
luas. Misalnya dengan adanya siaran berita politik, agenda setting, ataupun isu politik
yang sedang tren di media sosial. Itu semua memicu antusiasme masyarakat sehingga
meningkatnya aktivitas politik di masyarakat.
 Kontrol Sosial
Komunikasi politik dapat menciptakan transparasi dan akutanbilitas pemerintahan
dengan cara memberika informasi terkait jalannya pemerintahan serta kebijakan,
peraturan, dan keputusan yang diambil pemerintah. Dengan demikian jika terdapat
suatu kejanggalan yang ditemukan dalam dunia perpolitikan pemerintahan. Hal itu akan
melahirkan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah bahwa hak suaranya diterima
dan didengar. Selain itu, akan dapat tertangkap langsung oleh komunikasi politik,
sehingga dapat segera dilakukan reaksi perbaikan. Dengan kata lain, komunikasi politik
menjadi suatu kekuatan kontrol sosial, yang membantu terpeliharanya idealisme sosial
dan keseimbangan politik.

 Hiburan Masyarakat
Penyelenggaraan Pemilu atau seringkali disebut juga sebagai pesta demokrasi, dapat
memberikan hiburan tersendiri bagi masyarakat. Misalnya dengan diadakannya
kampanye yang selain menampilkan para juru kampanye, komentator politik atau
pengemat politik, tapi juga menghadirkan berbagai artis yang memberikan hiburan
secara gratis bagi masyarakat yang mengikuti kampanye tersebut. Sehingga,
menimbulkan efek menghibur ditengah panasnya pemilu yang terjadi di masyarakat.

 Mempertahankan Nilai

Komunikasi politik juga berfungsi untuk mempertahankan nilai-nilai serta prilaku


terkait perpolitikan yang bersih dan bertanggung jawab.

 Memberi Motivasi

Motivasi yang diberikan komunikasi politik disini merupakan motivasi bagi para
politisi, fungsionaris, serta para pendukung partai.

Unsur – Unsur Komunikasi Politik

 Komunikator Politik
Komunikator politik adalah mereka yang menjadi sumber informasi dan dapat
menyampaikan pesan atau informasi tentang hal-hal yang mengandung makna
mengenai politik, misalnya presiden, partai politik, anggota DPR, politisi dan
kelompok-kelompok penekan dalam masyarakat yang dijadikan sumber pengaruh
jalannya pemerintahan Indonesia.

 Pesan Politik

Pesan politik ialah pernyataan yang disampaikan, baik secara tertulis maupun tidak
tertulis, baik secara verbal maupun nonverbal, tersembunyi maupun terang-terangan,
baik yang disadari maupun tidak disadari yang isinya mengandung makna terkait
politik. Misalnya brosur, pamlet politik, berita politik, pidato politik, dan lainnya.

 Saluran atau Media Politik

Saluran atau media politik ialah alat, sarana, atau perantara yang digunakan
komunikator dalam menyampaikan pesannya kepada komunikan politik. Misalnya
media cetak, media elektronik, media online, sosialisasi, komunikasi kelompok yang
dilakukan partai atau kampanye, dsb.

 Sasaran atau Target Politik

Sasaran atau terget adalah anggota masyarakat yang diharapkan dapat memberikan
dukungandan feedback positif dalam bentuk pemberian hak suaranya kepada partai
atau kandidat dalam Pemilihan Umum. Mereka adalah pengusaha, buruh, pedagang,
pegawai negeri, pemuda dan semacamnya.

 Pengaruh atau Efek Politik

Efek komunikasi politik yang diharapkan adalah terciptanya pemahaman terhadap


sistem pemerintahan dan partai-partai politik, keaktifan masyarakat dalam partisipasi
politik, dimana nantinya akan berdampak pada pemberian suara dalam Pemilihan
Umum. Maksudnya, efek atau feedback yang muncul sesuai harapan dan maksud dari
pesan politik tersebut tersampaikan sehingga penerimaan maksud tidak meleset dan
dapat memberikan tanggapan dan efek yang diinginkan.

Pendekatan komunikasi politik[ CITATION QUy16 \l 1057 ]:

a) Pendekatan Proses
Menurut pendekatan ini bahwa keseluruhan yang ada di dunia ini meeupakan hasil
suatu proses. Spengler dan Toynbee mengemukakan bahwa realitas sosial merupakan
suatu siklus yang mempunyai pola-pola ulangan untuk jatuh bangunnya peradaban.
Pendekatan ini dapat dikatakan untuk memahami sosialisasi politik dan kebijkan
publik.

b) Pendekatan Agenda Setting

Pendekatan ini dikembangkan oleh Maxwell C. McCombs, seorang profesor peneliti


surat kabar juga sebagai direktur pusat penelitian komunikasi Universitas Syracuse
USA, dan Donald L. Shaw, seorang profesor jurnalistik dari universitas North
Carolina. Pendekatan agenda setting dimulai dengan asumsi media massa menyaring
berita, artikel, atau tulisan yang akan disiarkan. Seleksi ini dilakukan oleh mereka
yang disebut sebagai gatekeeper, yaitu mereka para wartawan, pimpinan redaksi, dan
penyunting gambar. Dari gatekeeper inilah yang menentukan berita apa yang harus
dimuat dan apa yang harus disembunyikan.

Pendidikan politik harusnya dimaknai sebagai upaya untuk membangun pondasi


kuat bermasyarakat, bersosial, maupun bernegara. Pendidikan politik juga dapat
berjalan beriringan dengan peran komunikasi politik sendiri sebagai sebuah kontrol
sosial di dalamnya. Pengembangan pendidikan politik harus dibangun dan dikontrol
agar pemberdayaan dan penguatan generasi muda minat berpartisipasi dalam
membangun negeri menjadi lebih baik. Maka dari itu, pemahaman akan pentingnya
pendidikan politik bagi generasi muda sangat dianjurkan dan bahkan dibutuhkan
sebagai sebuah upaya menuju negara yang demokrasi. . Dalam Undang-Undang (UU)
Nomor 2 Tahun 2011 tentang Partai Politik dikatakan, bahwa  pendidikan politik adalah
proses pembelajaran dan pemahaman tentang hak, kewajiban, dan tanggung jawab
setiap warga negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Diketahui, bahwa pendidikan politik dapat dilakukan secara formal maupun non
formal. Pendidikan politik formal dapat dilakukan dengan adanya kurikulum
pendidikan di sekolah ataupun di perguruan negeri, seperti mata kuliah
kewarganegaraan atau mapel PPKN. Sementara pendidikan politik non formal dapat
diterima melalui berbagai fenomena kehidupan. Misalnya dari lingkup terkecil yaitu
keluarga, kita selalu diajarkan dalam bermusyawarah ataupun menerima dan
mengambil sebuah keputusan terkait masalah keluarga. Dalam lingkup sosial
masyarakat ataupun lingkup yang lebih luas seperti media sosial atau media lainnya
kita dapat menerima pendidikan politik melalui informasi politik didalamnya. Generasi
muda juga tak luput dari pendidikan politik apabila aktif dalam dunia keorganisasian
seperti OSIS ataupun pramuka.

Melihat realitas pelaksanaan kedua bentuk pendidikan politik di negeri ini tidak
heran banyak yang beranggapan bahwa pendidikan politik belum berhasil secra
maksimal dalam mewujudkan masyarakat yang terdidik. Jika demikian, tentu yang
menjadi permasalahan adalah metode dan konten pendidikan politik itu sendiri. Metode
terkait tujuan dan langkah apa yang akan ditempuh untuk melakukan pendidikan politik
bagi masyarakat. Sedangkan konten (isi) berkaitan dengan pemikiran apa yang akan
disampaikan dalam pendidikan politik dan ini sangat terkait dengan ideologi politik apa
yang mendasari pelaksanaan politik di negeri ini baik oleh parpol, pemerintah dan
lembaga politik lainnya [ CITATION Sya01 \l 1057 ]. Yang dimaksudkan ialah,
bagaima metode atau langkah pendidikan politik yang murni bisa ditangkap oleh
masyarakat. Apakan langkah dan tujuan sudah benar? Atau malah masih terombak
karena adanya kepentingan kedudukan setiap pewenang? Oleh karena itu marilah
berkaca, negara menginginkan sebuah demokrasi politik yang bersih dan murni untuk
mencerdaskan bangsa dan mensejahterakan semua pihak bukan malah, mengambil
otoritas kedudukan dan wewenamg didalamnya. Selain itu fungsi dan tujuan
pemerintahan politik harus jelas dan dipublikasikan kepada masyarakat khususnya
generasi muda agar dapat melihat apakah pemerintahan politik sudah wajar atau belum.

Fungsi Pendidikan Politik menurut Ustman Abdul Mu'iz (2000), mengungkapkan


tujuan politik yang utama yaitu membentuk dan menumbuhakan kepribadian politik
dan kesadaran politik, antara lain :

1) Kepribadian Politik Kepribadian politik merupakan tujuan pokok proses


pendidikan politik.

Yang dimaksud kepribadian politik yakni sejumlah respons yang dinamis,


sistematis dan berkesinambungan. Beberapa faktor penting yang memberikan
kontribusi dalam pengembangan kepribadian politik, yaitu berikut ini :
 Sistem politik dilihat dari format dan fungsinya yang memainkan peran
penting dalam menentukan orientasi politik pada individu.

 Berbagai bentuk pengalaman dan hubungan yang dibuat oleh beberapa


individu dan kelompok.

 Kemampuan dan kecakapan khusus.

2) Kesadaran Politik Menurut Peter (Ustman, 2000)

Kesadaran politik adalah berbagai pengetahuan, orientasi, dan nilai-nilai yang


membentuk wawasan politik individu, ditinjau dari keterkaitannya dengan
kekuasaan politik.

Sedangkan Al-Khumaisi (Ustman, 2000) mendefinisikan kesadaran politik


sebagai sesuatu yang dimiliki individu yang meliputi wawasan politik tentang
berbagai persoalan, lembaga, dan kepemimpinan politik baik dalam skala
regional maupun internasional. Apabila kita lihat dari berbagai pendapat di
atas maka kita akan mengetahui bahwa kesadaran politik mencakup berikut :

 Pandangan yang komprehensif.


 Wawasan yang kritis.
 Rasa tanggung jawab.
 Keinginan untuk mengubah, dalam rangka mewujudkan kebebasan /
menghadapi berbagai problematika sosial.

Sarana Pendidikan Politik

Menurut Ruslan lembaga-lembaga pendidikan politik terdiri dari lembaga


formal dan informal. Keluarga, sekolah, partai-partai politik dan pressure group, media
massa dengan segala jenisnya merupakan sarana-sarana pendidikan politik yang paling
esensial. Peran yang dapat dimainkan oleh lembaga-lembaga tersebut dalam pendidikan
politik dapat diuraikan secara ringkas sebagai berikut [ CITATION Efr09 \l 1057 ]:

1. Keluarga
Keluarga merupakan lembaga pendidikan politik yang paling utama dan
paling mendasar selama masa anak-anak. Keluarga memainkan peran
fundamental dalam hal ini. Pengaruh yang paling nyata adalah bagaimana
keluarga dapat membangun afiliasi dan loyalitas politik dasar anak-anaknya,
membentuk rambu-rambu dasar kepribadian yang nantinya akan memberikan
kontribusi dalam menumbuhkan orientasi politik anak-anak dan
mengembangkan kesadaran serta pemikiran politik mereka. Keluarga juga
berperan dalam membangun persepsi politik yang nantinya akan berperan
dalam membentuk kesadaran politiknya sebagai warga negara. Oleh karena itu
keluarga mampu menjadi peran komunikasi politik bagi pendidikan politik
mendasar anak-anaknya.

2. Sekolah dan Perguruan Tinggi


Sekolah dan perguruan tinggi memainkan peran tersebut melalui:
Pertama, pengajaran politik, ini dilakukan dengan memberikan pengetahuan
dan pengalaman politik kepada anak didik melalui mata pelajaran atau mata
kuliah tertentu.
Kedua, karakter sistem sekolah, suasana umum di sekolah dengan sistemnya
sangat dapat memainkan peranan penting dalam membentuk sensitivitas anak
didik terhadap dinamika politik dan mengarahkan pandangan mereka terhadap
bangunan politik yang ada. Untuk membentuk sensitivitas siswa tentunya
sekolah harus membangun kepedulian dan kepekaan anak didik terhadap
situasi politik di negara ini dengan mengajak mereka mengikuti berbagai
fenomena politik yang ada.

3. Partai politik dan Pressure Group (Kelompok Penekan)

Partai politik lebih dari sekedar alat pemilu bagi kelompok masyarakat, namun
ia juga memainkan peran besar dalam pendidikan politik. Melakukan
pendidikan politik merupakan salah satu tugas penting parpol. Sebuah parpol
yang memiliki tanggung jawab yang besar terhadap rakyat, pasti melakukan
pendidikan politik secara benar tanpa embel-embel kedudukan. Parpol yang
melakukan pendidikan politik sama dengan memberikan perhatian pada
rakyat, karena parpol tersebut berupaya untuk tidak membodohi rakyat dengan
cara mengajak rakyat supaya memilih pilihan politiknya bedasarkan kesadaran
yang murni dan hak pilih asli bukan dengan kesadaran palsu yang biasanya
muncul dari hasil paksaan atau tipu daya dari menyuap rakyat atau
membangun citra politik di media massa.

Kelompok penekan (pressure group) seperti berbagai LSM juga berperan


dalam membina kesadaran politik masyarakat melalui tekanan yang diberikan
terhadap berbagai kebijakan pemerintah yang tidak sesuai dengan kepentingan
masyarakat. Peranan partai politik dan kelompok penekan terhadap pendidikan
politik, bergerak melalui pengajaran pendidikan politik yang benar, pemberian
kesempatan terhadap partisipasi politik secara teratur, dan parpol sebagai
media penyiapan dan pengajaran bagi generasi muda Indonesia.

4. Media Informasi dan Komunikasi Politik


Yang dimaksud dengan informasi adalah berbagai berita, fakta, pemikiran dan
pandangan atau perspektif yang diungkapkan baik secara langsung dalam
kerangka yang objektif, jauh dari ambisi tertentu dengan menggunakan sarana-
sarana yang netral. Penyampaian informasi ini bertujuan untuk memberikan
kesempatan kepada setiap orang untuk menyikapi berbagai berita, fakta,
pemikiran dan pandangan orang lain, agar mampu membangun pandangan
yang khas baginya dan memungkinkan untuk mengambil sikap yang dianggap
tepat. Media-media informasi yang mempunyai pengaruh kuat adalah radio,
televisi, media cetak, buku, internet / sosial media, lembaga-lembaga ilmiah
dan media-media lain yang ada di sekitar masyarakat.

Dari paparan diatas, mengenai sarana pendidikan politik yang memang salah
satunya berupa media informasi dan komunikasi politik, disana membuktikan bahwa
komunikasi tak lepas dari sistem tatanan masyarakat entah dalam sosial maupun politik
itu sendiri. Komunikasi politik bertujuan sebagai media informasi yang menyalurkan
pesan bermakna dan informasi terkait dengan tujuan berlangsunya proses komunikasi
politik di Indonesia.
BAB III

KESIMPULAN

Realita yang terjadi dalam kehidupan bernegara memang sangat sulit untuk
sesuai dengan harapan bangsa, namun sebagai warga negara pasti diperlukannya
pendidikan politik baik yang bersumber dari lembaga resmi pendidikan, lingkungan,
keluarga, media massa dsb. Dengan terealisasinya pendidikan politik, masyarakat akan
dapat merambah wawasan perpolitikan secara maksimal. Pembicaraan politik tidak
melulu seputar pemilu, tetapi lebih dalam maknanya mengenai hak suara rakyat yang
wajib disuarakannya, bagaimana seluruh elemen masyarakat membangun negara, dan
bagaimana mereka bersikap dan berbangsa yang baik. Semua lembaga memiliki peran
penting dalam peranannya sebagai pendidik politik yang baik. Hal itu semua juga tak
lepas dari bagaimana komunikasi politik membangun dan mengembangkan pendidikan
politik didalamnya. Agar pendidikan politik pada masyarakat dapat dipahami dan
ditingkatkan maka, pengetahuan politik dan pengembangan kesadaran politik
masyarakat juga harus dilestarikan dan dibangun dengan platfrom komunikasi politik
yang efektif. Komunikasi politik sangat berperan penting dalam penyampaian informasi
dan sangat berpengaruh oleh sasaran komunikasi politik itu diberikan, biasanya
komunikasi politik diberikan oleh komunikator politik itu sendiri agar informasi yang
disampaikan benar dan tidak meleset. Pemilu tahun 2019 memiliki presentase golput
yang sedikit dibandingkan Pemilu sebelumnya. Hal ini bisa dikatakan peran
komunikasi politik sangat berpengaruh dalam membangun dan mengembangkan
pendidikan politik di masyarakat agar kepekaan terhadap hak suaranya bisa
dipertimbangkan bagi keputusan negara.
DAFTAR PUSTAKA

 AdiSoeprapto, SusilastiDN dan Basuki Agus Suparno.2014. Komunikasi


Dalam Proses Pendidikan Politik. Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 12,
Nomor1
 Efriza. 2009. Ilmu Politik (Dari Ilmu Politik sampai Sistem Pemerintahan).
Bandung: Alfabeta.
 Uyun, Q. 2016. Tijauan Komunikasi Politik BAB II. Digilib UIN Surabaya:
http://digilib.uinsby.ac.id/13374/36/Bab%202.pdf
 Abdulkarim, A. 2015. Teori dan Konsep dalam Konteks Pendidikan Politik.
http://repository.ut.ac.id/4009/1/PKNI4423-M1.pdf
 Syamsuddin, Nazaruddin dkk, 2001. Sistem Politik Indonesia. Jakarta:
Universitas Terbuka.
 https://www.kompasiana.com/arif.suwandi.dharma/5530242b6ea83494358b4
5a4/peran-komunikasi-politik-indonesia
 https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-48130161
 https://www.kompasiana.com/evyydiantii/5511338aa333115642ba7f78/komu
nikasi-politik-dalam-pemilu-pilkada
 https://pakarkomunikasi.com/fungsi-komunikasi-politik-dalam-pemerintahan
 https://adm.fisip.unpatti.ac.id/wp-content/uploads/2019/10/BAHAN-AJAR-
Kom.Politik-1.pdf