Anda di halaman 1dari 17

MAKALAH

ANALISIS TREN DENGAN ANGKA PENJUALAN MASA LALU

Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas


Mata Kuliah Analisa Laporan
Keuangan
Dosen Pengampu : Dedy Husrizal Syah., SE.,M.Si

Oleh Kelompok 4 :

Filza Aulia Rahman Siregar (7183520020)

Simon Petrus Gulo (7183220034)

Akuntansi A 2018

JURUSAN AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2021
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang
telah melimpahkan karunia dan rahmat-Nya, sehingga penulis dapat membuat
makalah yang berjudul “ANALISIS TREN DENGAN ANGKA PENJUALAN
MASA LALU” untuk memenuhi tugas KKNI mata kuliah analisa laporan
keuangan.

Terimakasih penulis ucapkan kepada seluruh pihak yang terlibat dalam


membantu penulis menyelesaikan makalah ini, terutama kepada orang tua dan
dosen pengampu yang telah membimbing penulis untuk membuat makalah yang
sesuai dengan sistematikan dan EYD.

Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna, baik
dari segi EYD maupun isi. Oleh karena itu, penulis sangat membutuhkan kritik
dan saran yang membangun untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan agar di
masa depan makalah yang akan penulis buat dapat lebih baik.

Medan, 24 Februari 2021

Kelompok 4

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..............................................................................................i

DAFTAR ISI...........................................................................................................ii

BAB I PENDAHULUAN........................................................................................1

A. Latar Belakang Penulisan.....................................................................1


B. Rumusan Masalah.................................................................................2
C. Tujuan Penulisan...................................................................................2

BAB II PEMBAHASAN.........................................................................................3

A. Analysis Trend.......................................................................................3

BAB III PENUTUP...............................................................................................13

A. KESIMPULAN....................................................................................13

DAFTAR PUSTAKA............................................................................................14
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Penulisan

Salah satu teknik dalam menganalisis laporan keuangan suatu perusahaan


adalah dengan menggunakan metode trend analisis.

Dimana menurut S. Munawir (2007:17) menjelaskan “Trend atau tendesi


posisi dan kemajuan keuangan perusahaan yang dinyatakan dalam prosentase
adalah suatu metode atau teknik analisa untuk mengetahui tendensi dari pada
keadaan keuangannya, apakah menunjukkan tendensi tetap, naik atau bahkan
turun”.

Dengan menggunakan teknik analisis tersebut akan diketahui perubahan mana


yang cukup penting untuk dianalisa lebih lanjut. Teknik analisa tersebut hanya
akan praktis bila digunakan untuk menganalisa dua atau tiga (periode) laporan
keuangan, karena bila laporan keuangan yang diperbandingkan lebih dari tiga
tahun akan ditemui kesulitan.

Cara yang terbaik untuk menganalisa laporan keuangan yang lebih dari tiga
tahun tersebut adalah dengan menggunakan angka index, dan semua data laporan
keuangan yang dianalisa dihubungkan dengan angka index tersebut yang
dinyatakan dalam persentase. Dengan menganalisa laporan keuangan untuk
jangka waktu lebih dari tiga tahun akan diketahui kecenderungan atau arah atau
trend dari posisi keuangan ataupun hasil-hasil yang telah dicapaioleh perusahaan
yang bersangkutan, apakah menunjukkan arah yang tetap, meningkat atau bahkan
menurun.

Teknik analisis ini biasanya digunakan untuk menganalisis laporan keuangan


yang meliputi minimal 3 periode atau lebih. Analisis ini dimaksudkan untuk
mengetahui perkembangan perusahaan melalui tentang perjalanan waktu yang
sudah lalu dan memprediksi situasi masa itu ke masa yang akan datang.

Selanjutnya menurut Dwi Prastowo dan Rifka Julianty (2005:73)

1
mendenifisikan, “Suatu analisis yang dilakukan dengan mengunakan data-data
masa lalu perusahaan untuk tujuan komparasi, dengan melihat kecenderungan
(trend) angka-angka ratio tertentu, dapat diperoleh gambaran apakah ratio-ratio
tersebut cenderung naik, turun atau relatif konstan. Dari gambaran ini akan dapat
dideteksi maslah-maslah yang sedang dihadapi oleh perusahaan dan dapat
diobservasi baik buruknya pengelolaan perusahaan”.

Laporan keuangan dalam persentase per-komponen (Common-size statement)


menyatakan masing-masing posnya dalam satuan persen atas dasar total
kelompoknya, cara penyusunan laporan keuangan ini disebut teknik analisis
common-size dan termasuk metode analisis vertikal.

Dalam laporan prosentase per komponen (Common Size statement) semua


komponen atau pos dihitung prosentasenya dari jumlah totalnya, tetapi untuk lebih
meningkatkan atau menaikan mutu atau kwalitas data maka masing-masing pos
atau komponen tersebut tidak hanya prosentase dari jumlah totalnya tetapi juga
dihitung prosentase dari masing-masing komponen terhadap sub totalnya,
misalnya komponen aktiva lancar dihubungkan atau ditentukan prosentasenya
terhadap jumlah aktiva lancar, komponen hutang lancar terhadap jumlah hutang
lancar dan sebagainya

B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan Analisis Trend?
2. Bagaimana Ilustrasi Analisis Trend Dalam prosentase?
3. Apa yang dimaksud dengan Comman Size?

C. Tujuan Penulisan

1. Untuk mengetahui tentang Analisis Trend.


2. Untuk mengetahui tentang ilustrasi Analisis Trend dalam prosentase.
3. Untuk menambah wawasan tentang Comman Size.

2
BAB II

PEMBAHASAN

Analisis Trend
Analisis trend (tendensi posisi) merupakan teknik analisis untuk mengetahui tendensi
keadaan keuangan apakah menunjukkan perubahan naik atau mengalami
penurunan (Abdullah, 2oo1: 36). Apa bedaannya dengan teknik analisis
perbandingan?. Perbedaan teknik ini dengan teknik analisis perbandingan terletak
pada tahun atau tahun pembanding yang digunakan. Analisis perbandingan
menggunakan tahun sebelumnnya sebagai tahun pembanding, sedangkan analisis
trend menggunakan tahun dasar (base year) sebagai tahun pembanding. Salah satu
teknik dalam menganalisis laporan keuangan suatu perusahaan adalah dengan
menggunakan metode trend analisis.

Dimana menurut S. Munawir (2007:17) menjelaskan “Trend atau tendesi posisi dan
kemajuan keuangan perusahaan yang dinyatakan dalam prosentase adalah suatu
metode atau teknik analisa untuk mengetahui tendensi dari pada keadaan
keuangannya, apakah menunjukkan tendensi tetap, naik atau bahkan turun”.

Dengan menggunakan teknik analisis tersebut akan diketahui perubahan mana yang
cukup penting untuk dianalisa lebih lanjut. Teknik analisa tersebut hanya akan
praktis bila digunakan untuk menganalisa dua atau tiga (periode) laporan
keuangan, karena bila laporan keuangan yang diperbandingkan lebih dari tiga
tahun akan ditemui kesulitan.

Cara yang terbaik untuk menganalisa laporan keuangan yang lebih dari tiga tahun
tersebut adalah dengan menggunakan angka index, dan semua data laporan
keuangan yang dianalisa dihubungkan dengan angka index tersebut yang
dinyatakan dalam persentase. Dengan menganalisa laporan keuangan untuk
jangka waktu lebih dari tiga tahun akan diketahui kecenderungan atau arah atau
trend dari posisi keuangan ataupun hasil-hasil yang telah dicapaioleh perusahaan
yang bersangkutan, apakah menunjukkan arah yang tetap, meningkat atau bahkan
menurun.

Teknik analisis ini biasanya digunakan untuk menganalisis laporan keuangan yang
meliputi minimal 3 periode atau lebih. Analisis ini dimaksudkan untuk
mengetahui perkembangan perusahaan tentang perjalanan waktu yang sudah lalu
dan memprediksi situasi masa itu ke masa yang akan datang.

Selanjutnya menurut Dwi Prastowo dan Rifka Julianty (2005:73) mendenifisikan,


“Suatu analisis yang dilakukan dengan mengunakan data-data masa lalu
perusahaan untuk tujuan komparasi, dengan melihat kecenderungan (trend) angka-
angka ratio tertentu, dapat diperoleh gambaran apakah ratio-ratio tersebut
cenderung naik, turun atau relatif konstan. Dari gambaran ini akan dapat dideteksi
maslah-maslah yang sedang dihadapi oleh perusahaan dan dapat diobservasi baik
buruknya pengelolaan perusahaan”.

Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa Analisis trend atau tendensi
merupakan analisis laporan keuangan yang biasanya dinyatakan dalam persentase
tertentu. Analisis ini dilakukan dari periode ke periode sehingga akan terlihat
apakah perusahaan mengalami perubahan yaitu naik, turun, ataupun menetap,
serta seberapa besar perubahan tersebut yang dihitung dalam persentase.
1. Perhitungan Trend
Hasil perhitungan trend dapat ditunjukkan dalam bentuk persentase atau indeks.
Perhitungan trend dalam bentuk persentase dan indeks dapat dijelaskan sebagai
berikut:
• Trend dalam Bentuk Persentase
Trend dalam persentase dihitung dengan memilih tahun pertama sebagai dasar
perbandingan atau sebagai tahun dasarnya (Djarwanto, 1999: 62). Tahun dasar
menurut Jusuf (2000: 93) adalah tahun pertama dari seluruh periode yang
dianalisis. Misalnya kita mengadakan analisis trend untuk periode tahun 2005,
2006, 2007, 2008, 2009, maka tahun yang dijadikan dasar adalah tahun 2005.
Tahun dasar ini diberi angka 100%. Data tahun-tahun lainnya dibandingkan
dengan data tahun dasar tersebut. Dalam menentukan tahun dasar seperti
dikemukakan Harahap (1999: 245) ditentukan dengan melihat arti suatu tahun
bisa tahun pendirian, tahun perubahan, atau reorganisasi, dan tahun bersejarah
lainnya.
• Trend dalam Bentuk Index
Di samping dalam bentuk persentase, juga dapat dilakukan perhitungan
kecenderungan dalam bentuk index. Menurut Jusuf (2000: 97) pada prinsipnya
adalah sama kecuali tidak dikali dengan 100%. Tahun dasar ditetapkan sebagai
angka 1. Data tahun lainnya dibandingkan dengan data tahun dasar. Hasil
perhitungan trend dapat ditunjukkan dalam bentuk persentase atau indeks.
Menurut S. Munawir (2007:52), ada beberapa langkah untuk melakukan analisis trend
ini adalah sebagai berikut :
1) Menentukan tahun dasar. Biasanya data atau laporan keuangan dari tahun yang
paling awal dalam deretan laporan keuangan yang dianalisa tersebut dianggap
sebagai tahun dasar (base year).
2) Tiap-tiap pos yang terdapat dalam laporan keuangan yang dipilih sebagai tahun
dasar diberikan angka index 100.
3) Menghitung angka indeks tahun-tahun lainnya dengan menggunakan angka pos
laporan keuangan tahun dasar sebagai penyebut.

Rumus dari analisis trend adalah sebagai berikut :


 Jumlah tahun X – Jumlah tahun X-1

 Fluktuasi (Rp)X
______________ x 100%
Jumlah tahun X-1

 Jumlah tahun X
_____________x100%
Jumlah tahun X-1

2. Misleading dalam Analisis Trend


Analisis ini penting untuk melihat hubungan angka persentase dalam trend dengan
data absolut (jumlah rupiah) yang dipakai sebagai dasar perbandingan.
Analisa dengan trend ratio akan dapat menunjukkan suatu pos itu mempunyai
kecenderungan atau arah yang menurun, meningkat atau tetap serta menunjukkan
apakah kecenderungan atau tendensi yang menguntungkan atau tidak
menguntungkan.
S. Munawir (2007:56) didalam menggunakan teknik analisa trend dalam presentase
ini harus diingat pula hubungan antara angka-angka dalam trend dengan data
absolutnya, karena adanya beberapa kemungkinan sebagai berikut:
1) Tahun yang telah dipilih sebagai dasar mungkin tidak representative.
2) Suatu pos telah naik dari Rp 10 menjadi Rp 20, dan pos yang lain dan dari Rp
100.000 menjadi Rp 200.000. kedua pos ini dalam presentase telah naik dengan
100% meskipun dalam hal yang pertama kenaikan itu tidak penting artinya.
3) Biasanya di dalam menganalisa suatu perubahan, maka perubahan dengan jumlah
100% mendapat perhatian yang lebih besar dibandingkan dengan perubahan yang
dalam persentase kecil misalnya hanya 10%, padahal dalam beberapa hal tertentu
hal yang demiian tidaklah tepat. 4. Trend dalam presentase menunjukkan tendensi
yang tidak menguntungkan, padahal apabila dilihat dalam angka absolutnya
tidaklah demikian.
Oleh karena itu didalam menganalisa dengan menggunakan trend atau perubahan
yang dinyatakan dalam persentase, perlu pula mempelajari perubahanperubahan
yang terjadi dalam angka absolutnya atau jumlah rupiahnya serta tendensitendensi
yang ada ataupun hubungan antara pos-pos yang ada.

B. Ilustrasi Analisis Trend dalam Prosentase


Prosentase per komponen yang terdapat pada neraca merupakan prosentase per
komponen terhadap total aktiva, sehingga perbandingan secara horizontal dari
tahun ke tahunnya akan menunjukan trend dari hubungannya (trend of
relationship), dan tidak menunjukan ada tidaknya perubahan secara absolut.
Perubahan ini dapat dilihat kalau dikembalikan pada data absolutnya. Jadi
perubahan dari tahun ke tahun tidak menunjukan secara pasti adanya perubahan
dalam data absolut.
PT. BAGAS PERKASA JAYA
Neraca Komparatif dalam Persentase Per-Komponen
Per 31 Desember 2009 dan 2010
(Dalam Ribuan Rupiah)
NERACA 31 Desember Common-Size (%)
2009 2010 2009 2010
AKTIVA
Aktiva Lancar
Kas Rp 1.300 Rp 1.200 9,29 7,50
Piutang Dagang Rp 1.200 Rp 1.000 8,57 6,25
Persediaan Rp 2.200 Rp 2.600 15,71 16,25
Total Aktiva Lancar Rp 4.700 Rp 4.800 33,57 30,00
Aktiva Tetap
Tanah Rp 2.300 Rp 3.700 16,43 23,13
Gedung Rp 4.000 Rp 4.000 28,57 25,00
Mesin Rp 4.000 Rp 5.000 28,57 31,25
Akumulasi Depresiasi Rp(1.000) Rp(1.500) (7,14) (9,38)
Total Aktiva Tetap Rp 9.300 Rp11.200 66,43 70,00
Total Aktiva Rp14.000 Rp16.000 100% 100%

C. Analisis Comman Size


Analisis Common Size adalah analisis yang disusun dengan menghitung tiap-tiap
rekening dalam laporan laba-rugi dan neraca menjadi proporsi dari total penjualan
(untuk laporan laba-rugi) atau dari total aktiva (untuk neraca).
Laporan keuangan dalam persentase per-komponen (Common-size statement)
menyatakan masing-masing posnya dalam satuan persen atas dasar total
kelompoknya, cara penyusunan laporan keuangan ini disebut teknik analisis
common-size dan termasuk metode analisis vertikal.
Suatu neraca yang disusun dalam persentase per-komponen (Common-size statement)
dapat memberikan informasi sebagai berikut:
1. Komposisi investasi (aktiva) suatu perusahaan dapat memberikan gambaran
tentang posisi relatif aktiva lancar terhadap aktiva tak lancar.
2. Struktur modal (komposisi pasiva), yang dapat memberikan gambaran mengenai
posisi relatif utang perusahaan terhadap modal sendiri.
Informasi hasil analisis bermanfaat untuk menilai tepat tidaknya kebijakan (operasi,
investasi, dan pendanaa) yang diambil oleh perusahaan di masa lalu, serta
kemungkinan pengaruhnya terhadap posisi dan kinerja keuangan perusahaan di
masa yang akan datang.
Persentase per komponen setiap elemen laporan keuangan dapat dihitung dengan
rumus sebagai berikut :
1. Elemen2 Aktiva = Elemen ybs / Total Aktiva
2. Elemen2 Pasiva = Elemen ybs / Total Pasiva
3. Elemen2 Laba/Rugi = Elemen ybs / Penjualan
Laporan dengan prosentase per komponen menunjukan prosentase dari total aktiva
yang telah diinvestasikan dalam masing-masing jenis aktiva. Dengan mempelajari
laporan dengan prosentase ini dan memperbandingkan dengan rata-rata industri
sebagai keseluruhan dari perusahaan yang sejenis, akan dapat diketahui apakah
investasi kita dalam suatu aktiva melebihi batas-batas yang umum berlaku (over
investment) atau justru masih terlalu kecil (under investment), dengan demikian
untuk periode berikutnya kita dapat mengambil kebijaksanaan – kebijaksanaan
yang perlu, agar investasi kita dalam suatu aktiva tidak terlalu kecil ataupun
terlalu besar.
Laporan dengan cara ini juga menunjukan distribusi daripada hutang dan modal, jadi
menunjukan sumber-sumber darimana dana yang diinvestasikan pada aktiva
tersebut. Study tentang ini akan menunjukan sumber mana yang merupakan
sumber pokok pembelanjaan perusahaan., juga akan menunjukan seberapa jauh
perusahaan menggunakan kemampuannya untuk memperoleh kredit dari pihak
luar, karena dari itu juga dapat diduga atau diketahui berapa besarnya margin of
safety yang dimiliki oleh para kreditur.
Prosentase per komponen yang terdapat pada neraca merupakan prosentase per
komponen terhadap total aktiva, sehingga perbandingan secara horizontal dari
tahun ke tahunnya akan menunjukan trend dari hubungannya (trend of
relationship), dan tidak menunjukan ada tidaknya perubahan secara absolut.
Perubahan ini dapat dilihat kalau dikembalikan pada data absolutnya. Jadi
perubahan dari tahun ke tahun tidak menunjukan secara pasti adanya perubahan
dalam data absolut.
Laporan dalam prosentase per komponen dalam hubungannya dengan laporan rugi-
laba, menunjukan jumlah atau prosentase dari penjualan netto atau net sales yang
diserap tiap – tiap individu biaya dan prosentase yang masih tersedia untuk
income. Oleh karena itu Common Size percentage analysis banyak digunakan
oleh perusahaan dalam hubungannya dengan income statement, karena adanya
hubungan yang erat antara penjualan, harga pokok dan biaya operasi, sedang
untuk neraca tidak banyak digunakan.
Dalam laporan prosentase per komponen (Common Size statement) semua komponen
atau pos dihitung prosentasenya dari jumlah totalnya, tetapi untuk lebih
meningkatkan atau menaikan mutu atau kwalitas data maka masing-masing pos
atau komponen tersebut tidak hanya prosentase dari jumlah totalnya tetapi juga
dihitung prosentase dari masing-masing komponen terhadap sub totalnya,
misalnya komponen aktiva lancar dihubungkan atau ditentukan prosentasenya
terhadap jumlah aktiva lancar, komponen hutang lancar terhadap jumlah hutang
lancar dan sebagainya.

Contoh Analisis Common-Size:


PT. BAGAS PERKASA JAYA
Neraca Komparatif dalam Persentase Per-Komponen
Per 31 Desember 2009 dan 2010
(Dalam Ribuan Rupiah)
NERACA 31 Desember Common-Size (%)
2009 2010 2009 2010
AKTIVA
Aktiva Lancar
Kas Rp 1.300 Rp 1.200 9,29 7,50
Piutang Dagang Rp 1.200 Rp 1.000 8,57 6,25
Persediaan Rp 2.200 Rp 2.600 15,71 16,25
Total Aktiva Lancar Rp 4.700 Rp 4.800 33,57 30,00
Aktiva Tetap
Tanah Rp 2.300 Rp 3.700 16,43 23,13
Gedung Rp 4.000 Rp 4.000 28,57 25,00
Mesin Rp 4.000 Rp 5.000 28,57 31,25
Akumulasi Depresiasi Rp(1.000) Rp(1.500) (7,14) (9,38)
Total Aktiva Tetap Rp 9.300 Rp11.200 66,43 70,00
Total Aktiva Rp14.000 Rp16.000 100% 100%
PASIVA (UTANG & MODAL)
Utang Lancar Rp 2.500 Rp 2.200 17,86 13,75
Utang Jangka Panjang Rp 4.500 Rp 6.000 32,14 37,50
Modal Rp 7.000 Rp 7.800 50,00 48,75
Total Utang & Modal Rp14.000 Rp16.000 100% 100%

Cara perhitungan persentase per-komponen adalah: Pos-pos di dalam neraca


dikategorikan menjadi dua, yaitu aktiva dan pasiva. Masing-masing kategori ini
(total aktiva dan total pasiva) dinyatakan sebesar 100%, sedangkan masing-
masing pos yang termasuk pada masing-masing kategori dinyatakan dalam
persentase atas dasar total aktiva atau pasiva (kategori).
% Kas = (Saldo Kas/Total Aktiva) x 100% = (Rp 1.300/Rp 14.000) x 100% = 9,29%
⇒ Yang lainnya dihitung dengan cara yang sama.
Dari neraca yang disusun dalam persentase per-komponen tersebut, tampak bahwa
selama dua tahun, telah terjadi perubahan pada komposisi, baik aktiva (misalnya
kas, persediaan) maupun pasiva (misalnya utang jangka panjang).

PT. BAGAS PERKASA JAYA


Laporan Laba-Rugi Komparatif dalam Persentase Per-Komponen
Per 31 Desember 2009 dan 2010
(Dalam Ribuan Rupiah)
LABA-RUGI Tahun Common-Size (%)
2009 2010 2009 2010
Penghasilan Rp 150.000 Rp 200.000 100% 100%
Harga Pokok Penjualan Rp (50.000) Rp (60.000) (33,33) (30,00)
Laba Kotor Rp 100.000 Rp 140.000 66,67 70,00
Biaya Pemasaran Rp (25.000) Rp (34.000) (16,67) (17,00)
Biaya Administrasi Rp (20.000) Rp (28.000) (13,33) (14,00)
Biaya Bunga Rp (10.000) Rp (14.000) (6,67) (7,00)
Laba Sebelum Pajak Rp 45.000 Rp 64.000 30,00 32,00
Pajak (15%) Rp (6.750) Rp (9.600) (4,50) (4,80)
Laba Bersih Rp 38.250 Rp 54.400 25,50 27,20

Cara perhitungan persentase per-komponen adalah: Pos-pos dalam perhitungan laba-


rugi yang dinyatakan dalam persentase per-komponen atas dasar total penghasilan
(total penghasilan dinyatakan sebesar 100%).
% Harga Pokok Penjualan = (Saldo Harga Pokok Penjualan/Total Penghasilan) x
100%
= Rp 60.000/Rp 200.000 x 100%
= 30%
⇒ Yang lainnya dihitung dengan cara yang sama.
Dari perhitungan laba-rugi, tampak bahwa distribusi setiap Rp 1,00 penjualan kepada
harga pokok penjualan misalnya mengalami penurunan, meskipun distribusi untuk
biaya lainnya (pemasaran, administrasi, dan bunga), secara total mengalami
kenaikan
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Laporan keuangan dalam persentase per-komponen (Common-size statement)


menyatakan masing-masing posnya dalam satuan persen atas dasar total kelompoknya,
cara penyusunan laporan keuangan ini disebut teknik analisis common-size dan termasuk
metode analisis vertikal.
DAFTAR PUSTAKA

http://enemy12.blogspot.co.id/2015/03/makalah-analisis-laporan-keuangan.html
http://enitadwipratiwi.blogspot.co.id/2011/02/analisis-trend-dan-analisis-prosentase.html
http://accountarona.blogspot.co.id/2011/05/analisis-laporan-keuangan.html