Anda di halaman 1dari 21

TUGAS PENDIDIKAN OLAH RAGA TENTANG MANFAAT

YOGA BAGI KESEHATAN JANTUNG

Oleh:
Hikam Fawaid
093234004

UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA


FAKULTAS MATEMATIK DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN KIMIA
2009

i
HALAMAN JUDUL

Judul : Manfaat yoga bagi kesehatan jantung

Penyusun:
Nama :Hikam fawaid
NIM :093234004
Fakultas :Matematika dan Pengetahuan Alam
Jurusan :Kimia

i
KATA PENGANTAR

Syukur Alhamdulillah, Penulis ucapkan kehadirat Tuhan yang maha Esa yang
telah melimpahkan rahmat, taufik serta hidayahnya, Sehingga penulis dapat
menyalesaikan tugas makalah mata kuliah pendidikan jasmani dan olahraga
dengan baik dan tepat pada waktunya.
Makalah yang diberi judul ” Manfaat Yoga Bagi Kesehatan Jantung”. Penulis
berharap mampu memberikan informasi bagi penulis sendiri serta bagi para
pembaca bahwasannya olahraga yoga sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh
khususnya jantung. Banyak masyarakat umum yang masih belum mengetahui
olahraga yoga, karena pada saat ini olahraga yoga hanya dikenal oleh masyarakat
golongan atas. Ini bukan hanya karena masyarakat umum yang tidak mau
mengetahui olahraga yoga, tetapi disebabkan kurangnya sosialisasi olahraga yoga
kepada masyarakat umum. Sekali lagi, penulis berharap sekali dengan adanya
makalah ini olahraga yoga bisa dikenal oleh masyarakat umum.
Dalam penyusunan dan penulisan makalah ini, penulis tidak lupa
menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah memberi dukungan
dan bantuan sehingga terwudlah makalah ini dengan cukup baik.
” Tiada Gading Tak Retak “. Pepetah ini senada dengan makalah yang disusun
dan ditulis oleh penyusun.Karena penulis sungguh menyadari bahwa makalah ini
jauh dari kesempurnaan, Olehkarena itu, penulis mengharapkan saran dan kritik
dari para pembaca dan semua pihak yang bersifat membangun, Sehingga
dikesempatan yang mendatang penulis dapat menyusun dan menulis makalah
yang lebih baik dari pada makalah yang ini.
Harapan penulis, Semoga makalah ini dapat memberikan informasi dan
manfaat bagi diri penulis sendiri maupun masyarakat umum

i
Surabaya, September 2009

Penulis

DAFTAR ISI

Halaman Judul………………………………………………………… i
Kata Pengantar………………………………………………………… ii
Daftar isi………………………………………………………………. iii

BAB I : PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ………………………………………….. 1
1.2 Maksud dan Tujuan ……………………………………... 2
1.3 Rumusan Masalah……………………………………….. 2
1.4 Metologi Penelitian……………………………………… 2
1.5. Sistem Penulisan………………………………………… 4

BAB II : PEMBAHASAN
2.1. Sejarah dan Pengertian Yoga…………………………… 5
2.2. Perkembangan Yoga……………………………………. 5
2.3. Jenis-jenis Yoga………………………………………… 7
2.4. Bagian-bagian Yoga……………………………………. 9
2.5. Manfaat Yoga Bagi Kesehatan Jantung………………... 11
2.6. Fatwa MUI Tentang Olahraga Yoga……………………. 12

BAB III : PENUTUP


4.1. Kesimpulan……………………………………………... 14
4.2. Saran-saran …………………………………………….. 14

Daftar Pustaka........................................................................................ 15

i
Lampiran-lampiran……………………………………………………. 16

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Seiring dengan semakin majunya ilmu pengetahan dan teknologi di zaman
sekarang ini. Menimbulkan semakin sibuknya masyarakat manusia melakukan
aktikfitas sehari-hari, tanpa menghiraukan kesehatan tubuhnya. Sehingga semakin
banyaknya penyakit yang menyerang tubuh manusia, sampai-sampai di dunia
kesehatan sibuk menanggulangi atau mencegah berbagai penyakit yang
disebabkan oleh aktivitas tersebut.
Aktivitas yang padat sering kali menjadi alasan utama untuk orang tidak
berolahraga. Padahal kita kethui bahwsanya olahraga sangat dibutuhkan oleh
tubuh kita. Banyak sekali jenis-jenis olahraga yang bisa kita lakukan untuk
menjagas kesehatan kita, dari olah raga yang murah meriah sampai olahraga yang
paling mahal. Kita hanya bisa memilih, mau yang sederhana atau yang mahal,
Semua olahraga manfaatnya sama yang penting seberapa sering kita melakukan
olah raga. Dalam 1 minggu minimal kita melakukan olah raga 2 kali.
Tetapi banyak orang tidak menyadarin betapa pentingnya olah raga untuk
tubuh kita, khususnya untuk jantung kita. Dan secara otomatis pula sulit untuk
kita untuk mendapatkan kesehatan secara holistik, fisik dan psikis. Namun begitu,
ada baiknya meluangkan waktu untuk berolah raga walaupun tidak setiap hari.
Mungkin salah satunya dengan alternatif yang bisa dipilih yaitu dengan Yoga.
Yoga merupakan seni olah tubuh yang berasal dari India dan sudah terkenal di
seluruh penjuru dunia dimana tidak hanya dapat menyembuhkan penyakit, Yoga
juga ampuh untuk memberikan ketenangan di jiwa akibat stress atau

i
ketidakseimbangan psikis. Pada dasarnya yoga adalah sebuah ajaran yang sangat
berkembang di negara India, Tetapi perkembangannya ajaran yoga menjadi
sebuah seni olah tubuh yang sangat digemari masyarakat golongan atas. Mahalnya
olah raga ini yang menyebabkan tidak terjangkaunya kalangan menengah ke
bawah untuk mencoba atau melakukan olah raga ini.
1.2.Rumusan Masalah

Dari latar belakang yang telah diutarahkan diatas, penulis dapat menarik
sebuah rumusan masalah, antara lain :

1. Bagaimana Sejarah yoga?


2. Bagaimana pengertian yoga?
3. Bagaimana jenis-jenis yoga ?
4. Bagaimana manfaat yoga bagi kesehatan jantung kita?
5. Bagaimana fatwa MUI tentang berolahraga yoga ?

1.3. Maksud dan Tujuan

Adapun maksud dan tujuan penulis menulis makala ini, antara lain :
1. Memberikan informasi dan pengatahuan kepada masyarakat umum
khususnya mahasiswa UNESA.
2. Mengetahui sejarah, pengertian, jenis-jenis, manfaat, dan Hukum yoga.
3. Sebagai tugas mata kuliah pendidikan jasmani dan olahraga.

1.4. Metode penelitian

i
Penulisan makalah ini, penulis menggunakan 2 (dua) metode dalam
penyusunanya, yaitu riset lapangan dan perpustakaan. Tetapi yang paling dominan
yang digunakan penulis dalam menyusun dan menulis makalah ini adalah riset
perpustakaan, karena semakin mudahnya penulis mencari dan mengumpulkan
data-data yang menunjang penulisan makalah ini
Adapun data-data yang penulis tulis dimakalah ini banyak bersumber
pada, antara lain :
• Buku-buku perpustakaan yang berhubungan dengan judul
makalah ini.
• Buku panduan khusus mengenai pembuatan makalah.
• Buku- buku pengetahuan yang menujang judul makalah ini
• Internet
Data yang paling dominan dari internet, karena menurut penulis di
internet banyak sekali bahan-bahan yang bisa menjadi acuan penulisan makalah
ini.

i
1.5. Sistem Penulisan Makalah

Dalam penulisan makalah ini penulis menggunakan sistem sebagai berikut :

Halaman Judul
Kata Pengantar
Daftar Isi

BAB I : PENDAHULUAN
1.5 Latar Belakang
1.6 Maksud dan Tujuan
1.7 Rumusan Masalah
1.8 Metologi Penelitian
1.5. Sistem Penulisan

BAB II : PEMBAHASAN
2.1. Sejarah dan Pengertian Yoga
2.2. Perkebangan Yoga
2.2. Jenis_Jenis Olah Raga Yoga
2.3. Manfaat Olah Raga Yoga Bagi Kesehatan Jantung Kita
2.4. Fatwa MUI Tentang Olahraga Yoga

BAB IV : PENUTUP
4.1. Kesimpulan
4.2. Saran-saran

i
Daftar Pustaka
Lampiran-lampiran

BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Sejarah dan Pengertian Yoga

Yoga Aksara Dewanagari dari bahasa Sansekerta berarti "penyatuan",


yang bermakna "penyatuan dengan alam" atau "penyatuan dengan Sang Pencipta".
Yoga merupakan salah satu dari enam ajaran dalam filsafat Hindu, yang
menitikberatkan pada aktivitas meditasi atau tapa di mana seseorang memusatkan
seluruh pikiran untuk mengontrol panca inderanya dan tubuhnya secara
keseluruhan. Masyarakat global umumnya mengenal Yoga sebagai aktivitas
latihan utamanya asana (postur) bagian dari Hatta Yoga. Yoga juga digunakan
sebagai salah satu pengobatan alternatif, biasanya hal ini dilakukan dengan latihan
pernapasan, oleh tubuh dan meditasi, yang telah dikenal dan dipraktekkan selama
lebih dari 5000 tahun.
Ajaran Yoga dibangun oleh Maharsi Patanjali, dan merupakan ajaran yang
sangat populer di kalangan umat Hindu. Ajaran yoga merupakan ilmu yang
bersifat praktis dari ajaran Veda. Yoga berakar dari kata Yuj yang berarti
berhubungan, yaitu bertemunya roh individu (atman/purusa) dengan roh universal
(Paramatman/Mahapurusa). Maharsi Patanjali mengartikan yoga sebagai
Cittavrttinirodha yaitu penghentian gerak pikiran. Sastra Yogasutra yang ditulis
oleh Maharsi Patanjali, yang terbagi atas empat bagian dan secara keseluruhan
mengandung 194 sutra. Bagian pertama disebut: Samadhipada, sedangkan bagian
kedua disebut: Sadhanapada, bagian ketiga disebut: Vibhutipada, dan yang
terakhir disebut: Kailvalyapada.

2.2.Perkembangan Yoga

i
Yoga berasal dari bahasa Sansekerta ‘Yuj’ berarti “menghubungkan” atau
“mempersatukan”. Yoga adalah suatu teknik untuk menghubungkan kesadaran
manusia dengan Ilahi. Pernyataan ini bukan berarti “penyatuan” Tuhan dan
manusia secara fisika, namun kesadaran. Sebenarnya bukannya Tuhan yang
terpisah dari manusia, tapi manusialah yang memisahkan diri. Ketidaktahuan
(avidya) yang menjadi sebab terjadinya pemisahan antara manusia dan Tuhan.
Jenis penyatuan ini sulit untuk diwujudkan. Namun, tiap usaha walaupun kecil
tetap ada manfaatnya. Penyatuan ini seperti sungai menuju ke samudra yang
kemudian lenyap meninggalkan nama dan bentuknya.
Begitu pula seseorang yang menyatu dengan yang Ilahi..Yoga bukanlah
sesuatu yang berhubungan dengan agama atau kepercayaan tertentu. Yoga adalah
Yoga. Yoga merupakan suatu satu seni spiritual yang lebih tua dari agama apa
pun di dunia, termasuk agama Hindu dan Buddha.
Para Yogi (praktisi yoga) sudah terdapat di India jauh sebelum jaman
Veda, jaman berdirinya agama Hindu. Namun harus diakui, bahwa Yoga sekarang
merupakan warisan dari budaya India. Maka istilah-istilah dalam Yoga
mempunyai banyak kesamaan dengan istilah-istilah dari agama yang lahir di
India. Oleh karenanya, bila ingin mendalami Yoga, harus tidak keberatan
menerima istilah-istilah sansekerta. Sebagaimana kita tidak pernah keberatan
menggunakan istilah-istilah bahasa Inggris untuk mendalami ilmu Ekonomi.
Sampai saat ini, praktisi yoga tidak hanya pemeluk Hindu saja, namun dari
berbagai agama dan kepercayaan. Yoga adalah milik dunia, tanpa ada ikatan
agama maupun tradisi. Sebagaimana sinar matahari, semua berhak berjemur
dibawahnya.
Bila kita mengenal Kungfu dan yang semacamnya sebagai sebagai suatu
seni untuk membela diri, maka Yoga merupakan suatu seni untuk mengenal diri.
Mengenal diri sendiri adalah syarat dalam spiritual. “Siapa yang mengenal
dirinya, maka dia mengenal Tuhannya”. Sebagai seni spiritual (Sadhana), maka
gerakan Yoga tidak seperti senam biasa, harus berlandaskan moralitas, barulah
diperoleh kesadaran spiritual, sembuh dari penyakit, kebangkitan kundalini, dan
penghapusan karma. Sebagaimana seni bela diri, berlatih Yoga juga memerlukan

i
disiplin yang keras. Tidak ada dispensasi untuk memperpendek jalan. Namun,
berlatih Yoga tidak ada istilah terlambat untuk dimulai. Apakah seorang anak -
orang tua, wanita - pria, cacat - sehat, terpelajar - buta huruf, bahkan seorang yang
suci atau pendosa pun dengan kesungguhan hati semuanya dapat berlatih Yoga.
Latihan yoga tidak harus meninggalkan keluarga dan menyepi di hutan.
Seorang Yogi (praktisi yoga) bisa saja berada di tengah keramaian dunia. Seperti
bunga teratai yang tumbuh di lumpur, tapi tidak tercemar oleh lumpur.
Teknik yoga merupakan explorasi terhadap diri sendiri, sehingga dapat
memaksimalkan segenap potensi diri yang belum dikenali. Tubuh manusia
merupakan perangkat komputer yang super canggih sekaligus pesawat yang dapat
membawa dirinya menjelajah ke seluruh pelosok penjuru bumi dan langit. Yoga
membawa manusia untuk melampaui yang fana, baik yang tampak maupun tidak
tampak. Yoga menuntut pengalaman langsung. Tidak hanya berkutat pada
pengetahuan saja, sebagaimana kaum cendekiawan, berolah pikir dan berdebat
tentang Tuhan, alam dan manusia, tapi tidak pernah sampai pada pengalaman
yang lebih jauh tentang alam, manusia, dan Tuhan.
Bahkan seringkali justru terjerumus pada pen-dewa-an akal dan alam,
kemudian mengesampingkan Tuhan. Mereka tidak memiliki pengalaman rohani,
karena tidak pernah menterjemahkan pengetahuannya dalam hidup sehari-hari.
Menguasai berbagai kitab suci, tapi tidak memahaminya. Memahaminya tapi
tidak melaksanakan. Di sinilah perbedaan antara para Yogi dengan para
cendekiawan.

2.3. Jenis-Jenis Olah Raga Yoga

Di bumi ini ada ratusan bahkan ribuan macam Yoga. Secara garis besar
dapat dibedakan dalam empat macam yaitu :
1. Jnana Yoga
2. Bhakti Yoga
3. Karma Yoga
4. Raja Yoga

i
Adapun Mantra Yoga, Japa Yoga, Hatha Yoga, Kundalini Yoga, dll
dikatagorikan sebagai Yoga hasil dari pengembangan. Namun semua perbedaan
terjadi hanya pada penekanannya saja, adapun tujuannya sama.
Jnana Yoga : merupakan yoga yang dilakukan dengan penekanan
pengetahuan. Praktisi yoga ini beranggapan bahwa kebodohan (avidya)
merupakan penyebab utama terjadinya kesalahan dan kelalaian. Terhapusnya
kebodohan, maka terhapus pula kemiskinan, ketidakadilan, kesewenangan, serta
kerusakan alam semesta. Dengan demikian semakin damai dunia. Semua itu
dikarenakan manusia tahu akan hakekat dirinya. Manusia yang tahu hakekat
dirinya, maka dia akan tahu hakekat Tuhannya.
Karma Yoga : merupakan yoga yang dilakukan penekanan pada tindakan.
Para praktisinya selalu memperhatikan segala sesuatu yang diperbuatnya,
sehingga tidak menimbulkan karma yang membawa pada penderitaan. Para
praktisinya tidak pernah mengeluh menghadapi masalah kehidupan. Semua
masalah dipandang merupakan akibat dari karma yang telah dibuatnya, maka
harus diterima dan dihadapi sebagai pendidikan dan kasih sayang Ilahi.
Konsep ini banyak disalah-pahami sebagai konsep hidup pasif, padahal
konsep ini justru membawa manusia menjadi aktif dalam menghadapi kehidupan.
Karma Yoga mengajarkan pada manusia untuk menghadapi dan menyelesaikan
persoalan, bukan melarikan diri dari persoalan. Praktisi Karma Yoga tidak pernah
melarikan diri dari masalah. Melarikan diri bukan solusi, tapi
justru menimbun masalah dan membuat masalah baru. Masalah tidak akan pernah
hilang, yang ada hanyalah penundaan dan penumpukan. Untuk menyelesaikannya,
mau ataupun tidak, suka ataupun terpaksa, semua harus dihadapi.
Entah kapan, yang jelas semua persoalan perlu penyelesaian. Banyak
penderita stress, bahkan yang bunuh diri, dikarenakan tidak mau menerima suatu
persoalan sebagai kenyataan dan menyelesaikannya, kemudian melarikan diri
tanpa mau menghadapi dan menyelesaikannya.
Bhakti Yoga : merupakan yoga yang dilakukan dengan penekanan pada
bakti kepada Tuhan, yaitu melaksanakan perintah dan menjauhi larangan Tuhan.
Semuanya dilakukan dengan cinta tanpa memiliki pamrih apa pun (termasuk ingin

i
masuk sorga). Kecintaan praktisi Bhakti bermakna luas. Bukan hanya pada
Tuhan, namun juga pada semua ciptaan-NYA. Mencintai ciptaan merupakan
manifestasi dari mencintai Sang Pencipta itu sendiri. Cinta seorang Bhakta tidak
membeda-bedakan ras, suku, bangsa, dan agama. Tidak membenci yang miskin
maupun yang kaya, yang indah maupun yang buruk, yang pintar maupun yang
bodoh, yang beriman maupun yang kafir.
Raja Yoga : merupakan yoga yang dilakukan dengan menekankan pada
pengendalian pikiran. Dengan mengendalikan pikiran, maka terkendali pula
semua indra-indra manusia. Hasil dari semua itu disebut Pencerahan,
Manunggaling Kawula Gusti (Jw.). Makrifatullah (Is.). Apapun namanya, bukan
suatu masalah yang patut diperdebatkan. Perkembangan kemudian, hanya Raja

2.4. Bagian-Bagian Yoga

Patanjali, seorang Yogi, menerangkan bahwa yoga memiliki 8 bagian yang


tidak terpisahkan. Bagian-bagian yoga tersebut tidak dapat dipisahkan,
sebagaimana bagian tubuh manusia yang juga tidak dapat dipisah-pisahkan.
Kedelapan bagian itu adalah :
1. Yama (menjauhi larangan),
2. Niyama (mentaati perintah),
3. Asanas(sikap-sikapbadan),
Asanas adalah pengaturan sikap-sikap tubuh. Dalam perkembangannya menjadi
sebuah teknik yang disebut Hatha Yoga, yoga yang mempelajari berbagai postur-
postur untuk memperbaiki sistem tubuh. Seorang praktisi Hatha Yoga melakukan
berbagai postur tubuh untuk merangsang berbagai kelenjar dan syaraf, selain
untuk keseimbangan tubuh dan menjaga keremajaan seluruh persendiannya.
Asanas tidak hanya berarti sikap yang nyaman dalam postur-postur tubuh saja,
tapi secara luas adalah pola hidup yang nyaman, yaitu pola hidup yang seimbang.
Makan tidak berlebihan, puasa juga tidak berlebihan. Mencintai tidak berlebihan,-
membenci juga tidak berlebihan, dan seterusnya. Rasa nyaman ini harus
permanen-tidak temporer.

i
4. Pranayama (pengaturan prana),
5. Pratyahara (pengaturan indra),
6. Dharana (konsentrasi),
7. Dhyana (meditasi),
8. Samadhi (keseimbangan total).
Kedelapan bagian tersebut adalah satu kesatuan yang dikenal sebagai
Astanga Yoga. Telah dijelaskan di atas bahwa Yoga adalah sadhana (disiplin
spiritual), maka pondasinya adalah moralitas (Yama dan Niyama). Tanpa
moralitas tidak dapat disebut sebagai Yoga.
Kemampuan supernormal (shakti) bukanlah tujuan yoga. Banyak sekali
kemampuan supernormal dapat diperoleh dengan teknik yoga. Namun tanpa
didukung dengan moralitas yang baik, maka kemampuan-kemampuan tersebut
tidak akan menunjang peningkatan spiritual para praktisi yoga. Keinginan untuk
memperoleh kemampuan supernormal bukanlah sesuatu yang salah, namun
keterikatan itulah yang tidak dapat dibenarkan. Bagi pemula seringkali
kemampuan ini menjadi obsesi sehingga menghambat perkembangannya. Adapun
bagi praktisi yang sudah memperoleh seringkali terjerumus dalam
penyalahgunaan daya super tersebut sehingga membuat semakin jauh dari tujuan
spiritual. Tanpa ditunjang dengan moralitas yang baik, kemampuan
supernormal justru memperburuk kondisi praktisi. Perlu diingat bahwa segala
perbuatan merupakan “sebab” yang akan melahirkan “akibat”.
Rsi Patanjali menetapkan Yama dan Niyama sebagai dasar moralitas
kehidupan spiritual. Aturan ini dibuat untuk para praktisi yoga supaya tetap
berada dalam jalur spiritual yang benar. Dan hendaknya diingat bahwa moralitas
bukan merupakan puncak tujuan hidup kerohanian, namun hanyalah merupakan
suatu perangkat. Walau demikian moralitas harus digariskan sedemikian rupa
sehingga mampu melengkapi kehidupan manusia dengan penuh “keserasian” dan
“keindahan” untuk bergerak maju di dalam menempuh jalan kerohanian. Yama
dan Niyama bukan suatu perangkat hukum yang bermakna perintah.
Yama dan Niyama adalah suatu nasehat yang tidak menekankan pada
hukuman bila melanggar,namun menekankan pada keuntungan bila dilaksanakan.

i
Demikian sekilas penjelasan tentang 8 bagian yoga yang diajarkan oleh
Patanjali. Kedelapan bagian tersebut berkaitan, tidak bisa dipisahkan. Pelaksanaan
dari 8 bagian tersebut itu-lah yang disebut yoga dalam arti yang sesungguhnya. Ini
perlu dijelaskan karena bagi masyarakat Indonesia, yoga seringkali disalahartikan
sebagai “akrobat” atau semacam “praktek-praktek klenik”, dan lain sebagainya.

2.5. Manfaat Olah Raga Yoga Bagi Kesehatan Jantung Kita

Mungkin salah satu manfaat dari yoga yang paling dipelajari adalah
efeknya pada penyakit jantung. Yoga telah lama dikenal untuk menurunkan
tekanan darah dan memperlambat denyut jantung. Manfaat dari memperlambat
denyut jantung sangat berarti pada orang yang hipertensi, penyakit jantung dan
stroke. Yoga adalah komponen kunci untuk program penyakit jantung yang
dirancang oleh Dean Ornish, MD. Ini adalah program pertama untuk penanganan
penyakit jantung dengan gaya hidup melalui diet dibandingkan dengan operasi.
Yoga juga telah dikaitkan dengan penurunan tingkat kolesterol dan trigliserida
serta dalam peningkatan fungsi sistem kekebalan.
Melakukan latihan yoga selama delapan pekan terbukti memberikan
manfaat bagi pasien pengidap penyakit jantung yang pernah terkena serangan
jantung dan mengurangi tanda-tanda resiko terjadi inflamasi yang seringkali
dikaitkan dengan kematian, demikian hasil satu penelitian terkini yang
dipublikasikan belum lama ini.Lebih dari lima juta warga Negara Amerika
mengidap penyakit jantung kronis satu kondisi dimana dalam jangka panjang akan
sampai kepada jantung tak mampu memompa darah secara efisien ke bagian
tubuh lainnya. Masalah kesehatan dan kematian akibat satu penyakit tetap berada
dalam tingkatan yang tinggi walaupun kini sudah menggunakan obat-obatan yang
efektif disertai terapi untuk mengatasi kondisi tersebut.
Para peneliti di Sekolah Tinggi Kedokteran di Universitas Emory di
Atlanta yang menilai efektifitas dari latihan spiritual yoga selama enam pekan
yang dilakukan oleh 19 penderita jantung yang pernah mengalami serangan,
mendapatkan latihan fisik yoga mengurangi tanda-tanda inflamasi yang berkaitan

i
dengan gagal jantung sementara itu juga telah meningkatkan toleransi terhadap
latihan fisik dan kualitas hidup.“Banyak orang yang berkeyakinan bahwa latihan
tambahan spiritual health yoga juga akan memberikan manfaat bagi pemulihan
kesehatan jantung yang tidak sehat,” kata para peneliti tersebut yang membawa
presentasi atas hasil penelitian mereka pada pertemuan tahunan Ahli Penyakit
Jantung. “Selain itu latihan kundalini yoga juga memberikan dampak terhadap
mekanisme aksi yang melibatkan kemajuan pada pasien yang pernah mengalami
gagal jantung.
Penelitian tersebut juga menemukan perbedaan yang mencolok dalam
tingkatan tanda-tanda biologis di dalam darah interleukin-6, reaktif protein-C,
dan superoksida dismutase ekstra selular antara pasien yang menjalani latihan
spiritual health yoga dengan pasien-pasien yang hanya menerima therapi standar.
Pasien yang melakukan latihan kundalini yoga, menjalani pengobatan tanpa
mengalami komplikasi.Selain itu pasien yang mengikuti latihan yoga mengalami
penurunan gejala atau tanda-tanda biologis dalam darah sebesar 26 persen yang
menentukan standar kualitas hidup dibandingkan dengan 3 persen penurunan dari
pasien yang hanya menjalani terapi medis saja.

2.6. Fatwa MUI Tentang Olah Raga Yoga

Majelis Ulama Indonesia (MUI) sedang mempelajari fatwa haram yoga di


Malaysia. Olahraga asal India ini dilarang karena yoga mengandung unsur Hindu
yang dikhawatirkan bercampur aduk dengan ritual Islam.
Ketua Bidang Fatwa MUI Ma'ruf Amin menyatakan selama dua pekan ke
depan Majelis akan mengundang maupun mendatangi tempat praktek yoga.
"Mereka akan kami minta menjelaskan sebelum MUI menetapkan hukumnya,"
kata Ma'ruf di kantornya, Selasa (25-11).
Majelis juga akan meneliti apakah olahraga tersebut mengandung ritual,
tindakan syirik atau mengandung ajaran yang tidak sesuai dengan tuntunan
agama. Setelah mendapatkan masukan dari banyak pihak, Majelis baru
menentukan fatwa apakah olahraga tersebut diharamkan atau tidak.

i
Ma'ruf Amin mengimbau masyarakat menghentikan praktek yoga selama
Majelis belum selesai melakukan investigasi. Majelis akan mengeluarkan fatwa
sesuai dengan temuan penyelidikan, bisa melarang ataupun tidak. Majelis juga
berkemungkinan mengeluarkan beberapa jenis fatwa jika ternyata ada beberapa
jenis olahraga yoga.
Pada prinsipnya Majelis tidak akan mengharamkan praktek yoga
sepanjang kegiatan itu tidak mengandung unsur syirik atau melanggar ajaran
agama.
Lain halnya, Ketua MUI Jawa Barat Drs. K.H.A. Hafizh Ustman
menyatakan bahwa melakukan praktek yoga tidak menjadi masalah dan boleh,
sepanjang tidak ada unsur musyrik (menyekutukan Allah). "Yoga itu kan gerak
olah badan atau olahraga, karena itu tidak masalah kita mengikuti gerak yoga,"
kata dia, kemarin.
K.H.A. Hafizh Ustman mengatakan banyak macam gerak olah badan
selain yoga, seperti senam, silat dan lain-lain, yang pada dasarnya merupakan cara
untuk gerak olah badan supaya sehat. Menurut dia, kalau ada unsur musyriknya,
jangankan yoga, duduk di atas sajadah pun kalau ada perbuatan musyriknya itu
dilarang. Sementara itu, di Malaysia, meski fatwa yoga haram telah dikeluarkan,
tidak lantas bisa diberlakukan serentak di semua negara bagian Malaysia.
Selangor dan Perak misalnya. Sultan Selangor menyatakan fatwa itu
belum bisa dilaksanakan di negara bagiannya. Alasannya, Komite Senat negara
bagian tersebut belum mempertimbangkan masalah itu.
Menurut Sultan Selangor, Sultan Sharafuddin Idris Shah, Komite Fatwa
Selangor akan mengadakan pertemuan untuk membahas isu yoga tersebut secara
mendetail sehingga keputusan tidak dibuat dengan tergesa-gesa.
Baru setelah komite membuat keputusan, hal ini akan diteruskan ke Sultan
Selangor untuk dimintai persetujuannya.
Hal serupa terjadi di Perak. Sebelumnya negara bagian tersebut telah ikut
melarang yoga. Namun, kemudian fatwa haram itu dicabut karena masalah ini
harus melalui beberapa prosedur lebih dahulu termasuk mendapatkan persetujuan
Sultan Perak.

i
BAB IV
PENUTUP

4.1. Kesimpulan
Sudah kita ketahui bersama. Bahwasanya yoga adalah sebuah ajaran yang
sangat popular di India . dengan perkembangan zaman sebuah ajaran menjadi
sebuah seni olah tubuh yang sangat di gemari masyarakat di dunia sekarang,
khususnya di Indonesia namun sayangnya ada gerakan olahraga ini sangat
bertentangan dengan agama islam, Kita ketahui bahwasanya negara kita adalah
negara yang penduduknya pemeluk agama islam terbesar di dunia. Oleh karena itu
Majelis Ulama’ Indonesia Mengharamkan olahraga ini, tetapi MUI tidak
mengharamkan selurruh gerakan yoga. Hanya sebagaian saja gerakan yang di
haramkan. Oleh karena itu masyarakat umum masih bisa dan tidak was-was ketika
berolahraga ini, dangan syarat menjahui gerakan yang telah ditetapkan oleh MUI.
Sebenarnya ada banyak sekali manfaat atau keuntungan yang bisa
diperoleh dari olah raga yoga. Namun sayangnya banyak masyarakat awam yang
belum menyadari atau belum mengenal Olah Raga Yoga ini. Kita harus
menyadari bahwa, semakin tahun banyak sekali penderita penyakit jantung,
Bahkan rumah sakit kewalahan menerima penderita sakit jantung.
Banyak sekali cara untuk menaggulangi atau mencegah gejala penyakit
jantung, salah satunya dengan cara olahraga Yoga. Bnayak sekali gerakan gerakan
yang sangat bermafaat bagi tubuh kita, khususnya untuk jantung kita. Tetapi
bukan hanya untuk kesehatan jantung kita saja manfaat yoga untuk tubuh kita,
tetapi masih banyak lagi. Tapi penulis khusus menjelaskan manfaat yoga bagi
kesehatan jantung kita.

4.2. Saran-saran

i
Penulis menyarankan kepada para pembaca yang mungkin belum
mengenal olah raga ini, supaya menyempatkan diri untuk mencoba olah raga ini.
Karena olah raga ini bukan hanya menarik untuk di lakukan, tetapi juga sangat
bermafaat bagi kesehatan tubuh kita khususnya jantung kita.
DAFTAR PUSTAKA

• Gowan Mary & Castolli William, Menjaga Kebugaran Jantung, tr.by:


Patuan Raja; Sugeng Hariyanto & Sukon, PT Raja Grafindo Persada,
Jakarta, 2001.
• Patel Chandra, Panduan Praktis Mencegah & Mengobati Penyakit
Jantung, tr.by: Alextri Aantjono Widodo, PT Gramedia, Jakarta, 1998.
• Pearce Evelyn, Anatomi & Fisiologi Untuk Paramedis, tr.by: Sri Yuliani
Handoyo, PT Gramedia, Jakarta, 2002.
• Toni, Akhmad, Sejarah Tentang Yoga, 1992, Penerbit Erlangga, Jakarta
• Internet 2009, Wikipedia
• Internet 2009, google

i
LAMPIRAN

i
i