Anda di halaman 1dari 11

JENIS JENIS STRUKTUR ORGANISASI DALAM

KEPERAWATAN

Dosen Pembimbing

Ninik Endang S, S.Kep., Ns

Di Susun Oleh :

Kelompok 3

1. Aji Taufik Febrianto (1602012234 7. Ifa Puji R (1702012411)


)
2. Ainul Yaqin (1702012385 8. Khabibah Nur R (1702012415)
)
3. Andini Agustin C (1702012389 9. Nadya Jauharotul F (1702012419)
)
4. Arinil Haq (1702012395 10. Rini agustini (1702012424)
)
5. Dina Ambar L (1702012400 11. Suntama (1702012488)
)
6. Etty Fadhillah (1702012405
)

7B Keperawatan
PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH LAMONGAN
2020
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat dan hidayahnya

sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Jenis Jenis Struktur

Organisasi Dalam Keperawatan ” sesuai waktu yang ditentukan.

Makalah ini penulis susun sebagai salah satu persyaratan untuk menyelesaikan tugas

Mata Kuliah Manajmen Keperawatan di Program Studi S1 Keperawatan Fakultas Ilmu

Kesehatan Universitas Muhammadiyah Lamongan.

Dalam penyusunan, penulis mendapatkan banyak pengarahan dan bantuan dari

berbagai pihak, untuk itu penulis tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada yang

terhormat Bapak/ Ibu :

1. Ninik Endang S, S.Kep., Ns sebagai Dosen Pengajar Mata Kuliah Manajemen


Keperawatan
Semoga Allah SWT memberi balasan pahala atas semua amal kebaikan yang

diberikan. Penulis menyadari makalah ini masih banyak kekurangan, untuk itu segala kritik

dan saran yang bersifat membangun sangat penulis harapkan, akhirnya penulis berharap

semoga makalah ini bermanfaat bagi penulis pada khususnya dan bagi semua pembaca pada

umumnya.

Lamongan, 30 Oktober 2020

Penulis
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pengorganisasian adalah hal penting untuk dipelajari, pengorganisasian mencakup


hal-hal yang diatur untuk mencapai sebuah tujuan bersama. Antara pimpinan dan
bawahan, atau antara ketua dan staf memiliki saling keterkaitan tanggung jawab untuk
mencapai tujuan bersama. Pengorganisasian adalah fungsi manajemen yang juga
mempunyai peranan penting seperti halnya fungsi perencanaan. Dengan fungsi
pengorganisasian, seluruh sumber daya yang dimiliki oleh intitusi pelayanan kesehatan
(manusia dan bukan manusia) diatur penggunaannya secara efektif dan efisien untuk
mencapai tujuan institusi.

Pengorganisasian adalah langkah untuk menetapkan, menggolongkan dan mengatur


berbagai macam kegiatan, menetapkan tugas-tugas pokok dan wewenang dan
pendelegasian wewenang oleh pimpinan kepada staf untuk mencapai tujuan organisasi.
Rumah sakit merupakan sebuah institusi perawatan kesehatan profesional yang
pelayanannya disediakan oleh dokter, perawat, dan tenaga ahli kesehatan lainnya.

Struktur Organisasi (Organizational Structure) menentukan bagaimana pekerjaan


dibagi, dikelompokkan, dan dikoordinasikan secara formal. Struktur organisasi sebagai
penentuan bagaimana pekerjaan dibagi-ibagi, dan dikelompokkan secara formal
(Robbins,2007)

Suatu rumah sakit memerlukan pengorganisasian untuk melancarkan suatu tujuan


dengan sukses. Organisasi rumah sakit memiliki pemimpin dan staf-staf yang
bergerak dibidangnya agar organisasi di rumah sakit mampu mejalankan pelayanan yang
optimal. Pengorganisasian dalam manajemen keperawatan mempunyai banyak
aktifitas penting, antara lain bagaimana asuhan keperawatan dikelola secara efektif
dan efisien untuk sejumlah pasien di rumah sakit dengan jumlah staf keperawatan
dan fasilitas yang ada.
1.2 Rumusan Masalah

1. Bagaimana pengertian pengorganisasian?


2. Apa tujuan dari suatu pengorganisasian ?
3. Bagaimana jenis-jenis struktur dari sebuah organisasi?

1.3 Tujuan Penulisan

1. Dapat memahami tentang pengertian pengorganisasian


2. Dapat mengetahui tentang tujuan dari suatu pengorganisasian
3. Dapat mengetahui jenis-jenis struktur dari sebuah organisasi
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Organisasi


Organisasi merupakan kesatuan sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan
sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasikan untuk mencapai tujuan. Akibat
terjadinya interaksi dengan karakteristik masing-masing serta banyak kepentingan yang
membentuk gaya hidup, pola perilaku, dan etika kerja, yang semuanya akan mencirikan
kondisi suatu organisasi. (Marquis & Huston, 2010).

Pengorganisasian adalah fungsi manajemen yang berhubungan dengan mengalokasi


dan mengatur sumber daya untuk menyelesaikan tujuan yang dicapai. Peran manajer
dalam fungsi pengorganisasian adalah menentukan, tugas yang akan dikerjakan, individu
yang akan mengerjakan, pengelompokkan tugas, struktur pertanggungjawaban, dan proses
pengambilan keputusan. Manajer bertanggung jawab juga dalam merancang pekerjaan staf
yang digunakan untuk mencapai sasaran organisasi (Robins & Coulter, 2007).

Fungsi pengorganisasian akan dapat dilaksanakan dengan baik kalau manajer


pelayanan kesehatan memahami prinsip-prinsip pengorganisasian. Pengorganisasian
adalah langkah untuk menetapkan, menggolongkan dan mengatur berbagai macam
kegiatan, menetapkan tugas-tugas pokok dan wewenang dan pendelegasian wewenang
oleh pimpinan kepada staf untuk mencapai tujuan organisasi.

Berdasarkan batasan tersebut maka fungsi organisasi ialah alat untuk memadukan
dan mengatur semua kegiatan yang ada kaitannya dengan personel, finansial, material dan
tata cara pencapaian tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Berdasarkan pandangan
tersebut maka organisasi dipandang sebagai wadah kerjasama antar orang-orang
(organisasi bersifat statis). Organisasi juga dapat ditinjau dari kerjaan dan pembagian
tugas para staf untuk mencapai tujuan (organisasi bersifat dinamis). Organisasi dapat juga
dilihat dari strategi pimpinan untuk mengelolah organisasi (organisasi sebagai instrument
pimpinan).

Struktur Organisasi (Organizational Structure) menentukan bagaimana pekerjaan


dibagi, dikelompokkan, dan dikoordinasikan secara formal. Struktur organisasi sebagai
penentuan bagaimana pekerjaan dibagi-ibagi, dan dikelompokkan secara formal
(Robbins,2007)

2.2 Tujuan Pengorganisasian


Tujuan dari pengorganisasian adalah sebagai berikut:
1. Mempermudah pelaksanaan tugas.
2. Mempermudah pimpinan melakukan pengendalian.
3. Agar kegiatan-kegiatan para bawahan terarah ke satu tujuan yang telah ditentukan.
4. Agar dapat menentukan orang-orang yang tepat untuk tugas-tugas yang ada.

2.3 Jenis Jenis Struktur Organisasi Dalam Keperawatan


Struktur Organisasi (Organizational Structure) menentukan bagaimana pekerjaan
dibagi, dikelompokkan, dan dikoordinasikan secara formal. Struktur organisasi sebagai
penentuan bagaimana pekerjaan dibagi-ibagi, dan dikelompokkan secara formal
(Robbins,2007).

Menurut (Marquis & Huston, 2010) biasanya, sebuah departemen keperawatan


menggunakan satu dari beberapa jenis struktur organisasi seperti bureaucratic, ad hoc,
matrix, flat, atau gabungan dari beberapa struktur. Jenis struktur yang digunakan dalam
fasilitas pelayanan kesehatan mempengaruhi pola komunikasi, hubungan, dan wewenang
dalam sebuah organisasi.

1. Bureaucratic
Desain organisasi birokrasi biasa disebut dengan line structures atau line
organization. Pengambilan keputusan dan kekuasaan dipegang oleh beberapa orang
dalam tingkat atas. Setiap orang yang memiliki beberapa kekuatan dan otoritas yang
bertanggung jawab untuk hanya beberapa orang.
Ada banyak lapisan departemen, dan komunikasi cenderung bergerak lambat
pada jenis sistem ini. Banyak orang yang telah mengenal struktur ini sehingga tidak
sulit untuk mengorientasikan seseorang ke dalam struktur ini. Dalam struktur ini,
wewenang dan tanggung jawab diatur dengan sangat jelas.
Masalah terkait struktur ini adalah kepatuhan terhadap rantai komando
komunikasi, yang membatasi komunikasi ke atas. Pemimpin yang baik mendorong
komunikasi ke atas untuk mengkompensasi kerugian. Namun, ketika garis posisinya
sudah jelas terdefinisi, keluar dari rantai komando komunisasi dengan melakukan
komunikasi ke atas biasanya tidak pantas.
Menurut Robbins (2007), birokrasi (bureaucracy) dicirikan dengan tugas-tugas
operasi yang sangat rutin yang dicapai melalui spesialisasi, aturan dan ketentuan
yang sangat formal, tugas-tugas yang dikelompokkan ke dalam berbagai departemen
fungsional, wewenang terpusat, rentang kendali yang sempit, dan pengambilan
keputusan yang mengikuti rantai komando.
2. Ad Hoc Design
Ad Hoc Design adalah modifikasi dari struktur birokrasi dan terkadang
digunakan sementara untuk memudahkan penyelesaian sebuah proyek dengan garis
organisasi formal. Struktur ad hoc adalah sarana untuk mengatasi ketidakfleksibelan
dari garis struktur.

Struktur ad hoc menggunakan proyek tim atau pendekatan tugas dan biasanya
dibubarkan saat proyek tersebut selesai. Kerugian dari struktur ini adalah
menurunnya kekuatan dalam rantai komando formal dan menurunkan loyalitas
karyawan terhadap organisasi induk.

3. Matrix Structure
Matrix organization structure dirancang untuk fokus terhadap produk dan
fungsi. Fungsi digambarkan sebagai semua tugas yang dibutuhkan untuk
menghasilkan produk, dan produk merupakan hasil akhir dari fungsi tersebut.

Sebagai contoh, kriteria hasil pasien yang baik adalah produk sedangkan staf
yang memadai adalah sebuah fungsi yang diperlukan untuk menghasilkan produk
yang baik. Struktur organisasai matrik mempunyai rantai komando vertikal dan
horisontal. Meskipun begitu, terdapat aturan yang kurang formal dan tingkat hirarki
yang lebih sedikit.

Dalam struktur ini, membuat keputusan bisa menjadi lebih lama karena
kebutuhan untuk bertukar informasi, dan hal itu dapat menyebabkan kebingungan
bagi pekerja karena desain dari dua wewenang. Keuntungan utama dari struktur ini
adalah keahlian yang terpusat seringkali sebanding dengan kompleksitas komunikasi
yang dibutuhkan dalam perancangan.

4. Flat design
Flat organizational design adalah sebuah usaha untuk memindahkan lapisan
hirarki dengan perataan rantai komando dan desentralisasi organisasi. Pada waktu
yang tepat, ketika finansial organisasi kaya, merupakan hal yang mudah untuk
menambahkan lapipsan dalam sebuah organisasi untuk menyelesaikan sebuah
pekerjaan. Tapi ketika organisasi mulai merasa finansialnya menurun, mereka sering
melihat hirarki mereka untuk mengetahui posisi apa yang dapat dihilangkan.
Dalam desain ini, terdapat kelangsungan garis kebijakan, dan karena struktur
organisasi iini, pembuat kebijakan dan wewenang menjadi lebih banyak. Banyak
manajer yang kesulitan untuk melepaskan kontrolnya, dan walaupun struktur ini
menahan banyak karakteristik dari birokrasi
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Struktur Organisasi (Organizational Structure) menentukan bagaimana pekerjaan
dibagi, dikelompokkan, dan dikoordinasikan secara formal. Struktur organisasi sebagai
penentuan bagaimana pekerjaan dibagi-ibagi, dan dikelompokkan secara formal
(Robbins,2007).

Sebuah departemen keperawatan menggunakan satu dari beberapa jenis struktur


organisasi seperti bureaucratic, ad hoc, matrix, flat, atau gabungan dari beberapa struktur.
Jenis struktur yang digunakan dalam fasilitas pelayanan kesehatan mempengaruhi pola
komunikasi, hubungan, dan wewenang dalam sebuah organisasi.

3.2 Saran
Organisasi yang baik adalah organisasi yang menjalankan pengorganisasian secara
jelas. Selain itu pengorganisasian yang baik juga dilihat dari pemimpin dan stafnya.
Hubungan yang baik membuat organisasi lebih cepat mencapai tujuannya. Begitu juga
dengan hubungan yang buruk antara pemimpin dan stafnya akan membuat tujuan
organisasi yang lambat terwujud bahkan bisa gagal tercapai. Maka dari itu di dalam
organisasi dibutuhkan struktur yang jelas agar menyongsong jalannya organisasi yang
terstruktur.
DAFTAR PUSTAKA

Marquis, Bessie L. 2010. Kepemimpinan Dan Keperawatan Teori dan Aplikasi Edisi 4.
Jakarta : EGC

Simmamora, Roymond H. 2012. Buku Ajar Manajemen Keperawatan. Jakarta : EGC


Perawat klinis. Jakarta : EGC

Wursanto. Drs. Ig. Dasar Dasar Ilmu Organisasi, Yogyakarta : penerbit. Andi 2002

Atmosudirdjo, Prayudi. (1999). Desain Serta Struktur Organisasi. Jakarta : STIA, LAN
Press.