Anda di halaman 1dari 16

i

DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL.............................................................................................................................i
KATA PENGANTAR.............................................................................................................................ii
DAFTAR ISI..........................................................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN...................................................................................................................1
1.1 Latar Belakang......................................................................................................................1
2.1 Rumusan Masalah................................................................................................................1
3.1 Tujuan Penulisan..................................................................................................................1
BAB II PEMBAHASAN.....................................................................................................................2
2.1 Definisi Modal, Jenis Modal, Sumber Modal, dan Konsep Modal........................................2
2.2 Definisi Laba, Karakteristik Laba, Fungsi Laba, Jenis Laba, dan Konsep Laba................... 7
BAB III PENUTUP……………............................................................................................................13
3.1 Kesimpulan .......................................................................................................................13
3.2 Saran.................................................................................................................................13
DAFTAR RUJUKAN…………………………………………………………………………………………. 14

ii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Dalam dunia akuntansi, kita tidak bisa terlepas dari beberapa istilah istilah modal dan laba.
Kedua hal tersebut saling terkait satu sama lain. Modal dan Laba sama-sama berperan dalam terbentuk
dan bertumbuhnya perusahaan. Sehingga, modal dan laba menjadi salah satu bagian penting bagi tiap
tiap perusahaan.
Modal sangat dibutuhkan oleh perusahaan dalam rangka melancarkan kegiatan operasionalnya.
Ketersediaan modal akan membuat perusahaan mampu bertahan bahkan mampu berkembang menjadi
lebih besar. Modal yang dibutuhkan oleh perusahaan dapat bersumber dari dalam perusahaan (internal
financing) maupun dari luar perusahaan (eksternal financing). Internal financing yaitu sumber modal yang
dibentuk atau dihasilkan sendiri dalam perusahaan, misalnya modal yang berasal dari keuntungan yang
tidak dibagikan atau keuntungan yang ditahan dalam perusahaan (retained earnings). Sedangkan
eksternal financing merupakan sumber modal yang berasal dari tambahan penyertaan modal pemilik atau
emisi saham baru, penjualan obligasi maupun kredit dari bank
Laba merupakan suatu konsep yang memiliki berbagai sudut pandang, tergantung dari siapa
yang menilai dan bagaimana tujuan penilaiannya terhadap hal tersebut. Laba merupakan selisih lebih
antara pendapatan dan beban yang timbul dalam kegiatan utama diperusahaan atau perdagangan
selama suatu periode tertentu. Dan diantara tujuan dagang yang terpenting dalam dunia perdagangan
ialah mencari laba, yang merupakan cermin dari pertumbuhan harta. Sementara laba didapat dari selisih
antara pendapatan dan biaya.
Untuk beberapa hal tersebut, maka konsep modal dan laba merupakan hal yang harus
diperhatikan oleh perusahaan yang dapat digunakan untuk mengambil keputusan.
1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimanakah Konsep Modal?
2. Bagaimanakah Konsep Laba?
1.3 Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui mengenai Konsep Modal.
2. Untuk mengetahui mengenai Konsep Laba.

1
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Definisi Modal, Jenis Modal, Dan Sumber Modal, Konsep Modal
A. Definisi Modal
Setiap perusahaan tentu akan membutuhkan modal untuk membiayai kegiatan operasional
perusahaan sehari-hari, untuk investasi ataupun untuk keperluan lainnya. Besarnya modal yang
diperlukan akan berbeda sesuai dengan besar kecilnya skala perusahaan. Modal dapat memiliki
macam-macam pengertian sesuai sudut pandang mana modal tersebut ditinjau. Hal ini sangat tergantung
kepada pandangan fihak yang menafsirkannya dan kadang–kadang pengertian dari pihak yang satu
berbeda dengan yang lainnya. Laba adalah jumlah residual atau selisih penghasilan dikurangkan semua
beban (termasuk semua penyesuaian pemeliharaan modal kalau ada). Bila beban melebihi penghasilan,
berarti telah terjadi kerugian. Jadi konsep pemeliharaan modal apa yang akan dianut, atau dengan kata
lain, apa dan bagaimana beban diperhitungkan, sangat menentukan perhitungan laba rugi.
Menurut Bambang Riyanto (2001;7) bahwa : “orientasi dari pengertian modal adalah physical-
oriented. Dalam hubungan ini dapat dikemukakan pengertian modal yang klasik, dimana artian modal
adalah sebagai hasil produksi yang digunakan untuk memproduksi lebih lanjut.”
Dari konsep yang diutarakan di atas modal merupakan hasil dari kegiatan produksi dalam perusahaan
yang dapat digunakan untuk memproduksi atau menjalankan aktivitas peruasahaan selanjutnya.
Dalam perkembangannya kemudian ternyata pengertian modal itu mulai bersifat “Non-Phisical
Oriented” di mana antara lain pengertian modal itu ditekankan pada nilai, daya beli atau kekuasaan
memakai atau menggunakan yang terkandung dalam barang-barang modal. Meskipun dalam hal ini
belum ada persesuaian pendapat diantara para ahli ekonomi sendiri. Dalam hal ini dikemukakan
pengertian modal menurut Gitman (2000;42) bahwa: “capital is the long-term funds of a firm;all item on
the right hand side of balance sheet,excluding current liabilities”. “Artinya modal adalah pembiayaan
jangka panjang sebuah perusahaan; seluruh bagian pada sisi sebelah kanan neraca,yang bukan utang
lancer”. Sedangkan menurut Polak, yang dikutip oleh Bambang Riyanto (2001;18) bahwa: Modal adalah
kekuasaan untuk menggunakan barang-barang modal. Dengan demikian modal ialah terdapat di neraca
sebelah kredit. Sedangkan barang modal adalah barang-barang yang ada dalam perusahaan yang belum
digunakan, jadi yang terdapat di neraca sebelah kredit”. Sedangkan menurut Munawir (2002;19), bahwa:

“Modal merupakan hak atau bagian yang dimiliki oleh pemilik perusahaan yang ditunjukan dalam pos
modal (modal saham), surplus dan laba yang ditahan, atau kelebihan nilai aktiva yang dimiliki oleh
perusahaan terhadap hutang-hutangnya”.
Dari pengertian-pengertian tersebut di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa modal itu

2
merupakan kolektivitas barang-barang atau sumber kekayaan yang masih ada dalam perusahaan dan
digunakan oleh perusahaan untuk menghasilkan pendapatan atau laba. Selain itu modal adalah kelebihan
aktiva atas hutang yang mempunyai kekuasaan untuk menggunakan barang-barang modal.
B. Jenis Modal
1. Modal Sendiri
Modal sendiri pada dasarnya adalah modal yang berasal dari pemilik perusahaan dan tertanam
didalam perusahaan untuk yang tidak tentu lamanya. Oleh karena itu modal sendiri jika ditinjau dari sudut
likuiditas merupakan dana jangka panjang yang tidak tentu waktunya. Modal sendiri menurut Bambang
Rianto (2001;240) di dalam perusahaan yang berbentuk perseroan terbatas terdiri dari :
1) Modal Saham
Saham adalah tanda bukti pengambilan bagian atau peserta dalam suatu perusahaan terbatas
bagi perusahaan yang bersangkutan, yang diterima dari hasil penjualan sahamnya “akan tetap tertanam”
di dalam perusahaan tersebut selama hidupnya, meskipun bagi pemegang saham sendiri, hal itu
bukanlah penanaman yang permanen sebab setiap waktu pemegang saham dapat menjual sahamnya.
Adapun jenis-jenis saham adalah sebagai berikut :
a. Saham Biasa (Common Stock)
Pemegang saham biasa akan mendapatkan deviden pada akhir tahun pembukuan apabila
perusahaan tersebut mendapatkan keuntungan atau jika mendapatkan kerugian, pemegang saham
tidak akan deviden. Mengenai hal ini, ada ketentuan hukumnya, yaitu apabila suatu perusahaan
menderita kerugian, selama kerugian itu tidak dapat ditutup, selama itu pula perusahaan tidak dapat
membayar deviden.
b. Saham Preferen (Preferred Stuck)
Pemegang saham preferen mempunyai beberapa preferensi tertentu diatas pemegang saham
diatas, yaitu dalam hal-hal :
 Pembagian deviden : deviden dari saham preferen dikembalikan lebih dahulu, kemudian
sisanya barulah disediakan saham biasa.
 Pembagian kekayaan : saham preferen didahukuan dari pada saham biasa.
2) Cadangan
Cadangan disini dimaksudkan sebagai cadangan yang dibentuk dari keuntungan yang diperoleh
perusahaan selama beberapa waktu yang lampau atau dari tahun berjalan.
3) Laba ditahan
Keuntungan yang diperoleh suatu perusahaan. Keuntungan ini dapat sebagian dibayarkan sebagai
deviden dan sebagian lagi ditahan oleh perusahaan. Apabila penahanan keuntungan tersebut sudah

3
dengan tujuan tertentu, dibentuklah cadangan seperti diuraikan diatas. Apabila perusahaan belum
mempunyai tujuan tertentu mengenai keuntungan tersebut merupakan keuntungan yang ditahan
(Retained Earnings).
2. Modal Asing
Modal asing adalah modal yang berasal dari luar perusahaan yang berupa pinjaman baik dari
bank, lembaga keuangan, maupun dengan mengeluarkan surat utang yang bersifat sementara, dan atas
penggunaan sumber dana ini perusahaan harus memberikan kompensasi berupa bunga yang menjadi
beban tetap perusahaan.
Berdasarkan waktu pengembaliannya, menurut Bambang Riyanto (2001;227). Modal asing dapat
digolongkan menjadi tiga yaitu:
1. Modal Asing Jangka Pendek
Modal asing jangka pendek menurut Bambang Riyanto (2001;277) adalah modal asing
yang jangka waktu pengembaliannya paling lama satu tahun. Jenis-jenis dari modal asing jangka
pendek ada empat antara lain adalah :
a. Kredit Rekening Koran
Kredit rekening koran adalah kredit yang dibeikan oleh bank kepada perusahaan dengan
batas plafon tertentu, perusahaan tidak mengambilnya sekaligus melainkan sebagian demi
sebagian sesuai dengan kebutuhannya.
b. Kredit dari Penjual
Kredit dari penjual merupakan kredit perniagaan (trade credit), yang terjadi apabila penjualan
yang dilakukan secara kredit. Dalam hal ini berarti penjual baru menerima pembayaran dari
barang yang telah dijualnya di waktu mendatang.

c. Kredit dari Pembeli

Kredit dari pembeli merupakan yang diberikan oleh perusahaan sebagai pembeli kepada
pemasok (supplier) dari barang-barang yang diperlukan. Dalam hal ini perusahaan sebagai
pembeli membayar terlebih dahulu barang yang akan dibelinya sedangkan barang tersebut
baru akan diterima pada waktu mendatang.
d. Kredit Wesel

Kredit wesel terjadi apabila perusahaan mengeluarkan surat pengakuan yang menunjukkan
kesanggupannya untuk membayar sejumlah uang tertentu kepada pihak tertentu pada waktu
tertentu (surat promes atau notes payable) dan setelah ditandatangani surat tersebut dapat
dijual atau diuangkan.
2. Modal Asing Jangka Menengah

4
Modal asing jangka menengah menurut Bambang Riyanto (2001;232) adalah utang yang jangka
waktu umurnya lebih dari satu tahun dan kurang dari sepuluh tahun. Dengan pertimbangan kebutuhan
modal yang tidak dapat dipenuhi oleh modal asing jangka pendek dan kesukaran memperoleh modal
jangka pendek, perusahaan memilih jenis kredit ini. Bentuk utama dari kredit jangka menengah ada
dua antara lain :
a. Term Loan
Term loan adalah kredit usaha dengan umur lebih dari satu tahun dan kurang dari sepuluh
tahun. Biasanya term loan dibiayai dengan angsuran tetap selama periode tertentu (amortization
payments).
b. Leasing
Leasing adalah kegiatan pembiayaan perusahaan dalam bentuk penyediaan barang modal
untuk digunakan oleh perusahaan untuk suatu jangka waktu tertentu, berdasarkan pembayaran
berkala disertai hak pilih bagi perusahaan tersebut untuk membeli atau memperpanjang jangka
waktu leasing apabila masa kontrak telah habis.
3. Modal Asing Jangka Panjang
Modal asing jangka panjang menurut Bambang Riyanto (2001;238) adalah modal asing yang
jangka waktu umurnya lebih dari sepuluh tahun. Pada umumnya modal jenis ini digunakan untuk
membelanjai perluasan usaha (expansi) atau modernisasi dari perusahaan, sebab kebutuhan modal
untuk keperluan tersebut meliputi jumlah yang besar.
Bentuk-bentuk utama modal jangka panjang ada dua antara lain :
a. Pinjaman obligasi (Bonds Payable)
Pinjaman obligasi adalah pinjaman uang jangka panjang dimana debitur mengeluarkan surat
pengakuan utang yang mempunyai nominal dan persentase bunga tertentu. Pembayaran
kembali pinjaman obligasi dapat dijalankan sekaligus pada hari jatuh tempo yang disebut
“Sinking Funds System” atau dengan cara pembayaran berangsur-angsur setiap tahunnya
yang disebut “amortization system”.
b. Pinjaman Hipotek (Mortgage)
Pinjaman hipotek adalah pinjaman jangka panjang; kreditur diberi hak hipotek terhadap suatu
barang tidak bergerak. Jika debitur tidak dapat memenuhi kewajibannya barang itu dapat dijual
untuk menutupi tagihannya.
C. Sumber Modal
Sumber modal menurut Bambang Rianto (2001;209) dapat ditinjau dari dua aspek yaitu :
1. Ditinjau dari asalnya Sumber modal dapat dibedakan dalam dua kategori, yaitu :
a. Sumber Intern (Internal source)

5
Modal atau dana yang dibentuk atau dihasilkan sendiri dalam perusahaan yang berupa laba yang
ditahan (retained earnings) dan akumulasi penyusutan (accumulated depreciation).
b. Sumber Estern (External Source)

Sumber modal yang berasal dari luar perusahaan dapat berasal dari kreditur atau pemilik, serta
atau pengambil bagian di dalam perusahaan.

Modal yang berasal dari kreditur adalah merupakan utang bagi perusahaan yang bersangkutan
dan disebut sebagai modal asing. Sedangkan dana yang berasal dari pemilik, peserta atau pengambil
bagian di dalam perusahaan adalah merupakan dana yang akan tetap ditanamkan dalam perusahaan
yang bersangkutan dan disebut sebagai modal sendiri.
D. Konsep Modal
1. Konsep Modal Keuangan (Financial concept of capital)
Menurut konsep modal keuangan, seperti uang atau daya beli yang diinventasikan, modal adalah
sinonim dengan nilai aset bersih atau ekuitas entitas.
Pemeliharaan modal keuangan menganggap laba hanya diperoleh kalau nilai uang (nilai finansial) dari
aset bersih pada akhir suatu periode usaha melebihi awal periode, setelah memperhitungkan kembali
penyetoran dan atau penarikan modal oleh pemilik. Pengukuran dapat dilakukan berdasarkan satuan
moneter nominal atau dalam satuan daya beli yang konstan. Konsep modal keuangan ini seharusnya
dianut kalau pemakai laporan keuangan terutama berkepentingan dengan pemeliharaan modal nominal
atau daya beli dari modal yang diinvestasikan. Pemilihan jenis modal keuangan yang ingin dipelihara akan
menentukan dasar pengukuran biaya yang harus digunakan.
2. Konsep Modal Fisik (Physical Capital Maintenance)
Menurut konsep modal fisik, seperti kemampuan usaha, modal dipandang sebagai kapasitas
produktif entitas yang didasarkan pada, misalnya, unit output per hari. Pemeliharaan modal fisik
menganggap laba hanya diperoleh kalau kapasitas produktif fisik (atau kemampuan usaha) pada akhir
suatu periode usaha melebihi awal periode, setelah memperhitungkan kembali penyetoran atau penarikan
modal oleh pemilik. Konsep ini menggunakan dasar pengukuran biaya kini ( current cost) dan digunakan
pemakai informasi bila berkepentingan dengan kemampuan usaha entitas.
3. Konsep Pemeliharan Modal menentukan Perhitungan Laba Rugi
Konsep pemeliharaan modal berkaitan dengan konsep laba dan memberikan dasar rujukan
dalam perhitungan laba rugi. Pemahaman konsep ini penting untuk membedakan pengertian imbalan
modal entitas (return on capital) dan pengembalian moda (return of capital). Imbalan modal entitas adalah
laba atau keuntungan yang dihasilkan atas modal yang diinvestasikan pada entitas, sedangkan
pengembalian modal merupakan penarikan kembali modal oleh pemilik.

6
Konsep pemeliharaan modal keuangan mengukur modal dalam satuan moneter nominal, dan laba
merupakan kenaikan dalam modal uang nominal selama periode usaha. Kenaikan harga aset yang dimiliki
meskipun dapat dianggap telah terjadi keuntungan atas pemilikan (holding gains), tapi tidak dapat diakui
dan dilaporkan sebagai suatu keuntungan sebelum aset tersebut benar-benar telah dilepaskan dalam
suatu transaksi pertukaran, yaitu dijual atau ditukar dengan aset lain atau digunakan untuk melunaskan
suatu liabilitas. Bila modal keuangan diukur dalam satuan daya beli konstan, maka laba adalah kenaikan
daya beli yang diinventasikan selama suatu periode usaha. Dengan perkataan lain laba adalah bagian
dari kenaikan harga aset yang melebihi kenaikan tingkat harga umum. Sedangkan kenaikan yang lainnya
diperlakukan sebagai penyesuaian pemeliharaan modal, dan karena itu langsung dilaporkan sebagai
unsur neraca yaitu bagian dari ekuitas.
Sedangkan konsep pemeliharaan modal fisik mengartikan laba sebagai adanya kenaikan modal dalam
kapasitas produktif fisik selama suatu periode usaha. Semua perubahan harga yang mempengaruhi aset
dan liabilitas entitas dipandang sebagai perubahan dalam engukuran kapasitas produktif fisik entitas;
karena itu jumlahnya diperlakukan sebagai penyesuaian pemeliharaan modal yang merupakan bagian
ekuitas dan bukan merupakan laba. Pemilihan dasar pengukuran dan konsep pemeliharaan modal akan
menentukan model akuntansi yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan. Pemilihan alternatif
tekanan dan menjaga keseimbangan antar karakteristik kualitatif keandalan dan relevansi merupakan
pertimbangan yang harus dilakukan secara seksama dan bijak untuk menentukan model akuntansi yang
berlaku.
2.2 Definisi Laba, Karakteristik Laba, Fungsi Laba, Jenis Laba, Konsep Laba
A. Definisi Laba
Laba merupakan suatu konsep akuntansi yang memiliki berbagai sudut pandang, tergantung dari
siapa yang menilai dan bagaimana tujuan penilaiannya tersebut. Oleh karena itu, para ahli dan organisasi
akuntansi memberikan definisi berbeda tentang konsep laba yaitu sebagai berikut:
Laba merupakan suatu pos dasar dan penting dari ikhtisar keuangan yang merniliki berbagai
kegunaan dalam berbagai konteks. Laba pada umumnya dipandang sebagai suatu dasar bagi
perpajakan, determinan pada kebijakan pembayaran dividen, pedoman investasi, dan pengambilan
keputusan, dan unsur prediksi. (Belkaoui : 1993)
Laba sebagai jumlah yang berasal dari pengurangan harga pokok produksi, biaya lain dan
kerugian dari penghasilan atau penghasilan operasi.  (Commite On Terminology, Sofyan Syafri H : 2004).
Laba adalah pengambilan atas investasi kepada pemilik. Hal ini mengukur nilai yang dapat diberikan oleh
entitas kepada investor dan entitas masih memiliki kekayaan yang sama dengan posisi awalnya. (Stice,
Skousen : 2009). Laba merupakan jumlah residual yang tertinggal setelah semua beban (termasuk
penyesuaian pemeliharaan modal, kalau ada) dikurangkan pada penghasilan. Kalau beban melebihi

7
penghasilan, maka jumlah residualnya merupakan kerugian bersih. (Ikatan Akuntan Indonesia : 2007)
sedandkan menurut Munawir (2014) menerangkan bahwa laba itu sebagai kelebihan harga penjualan
diatas biaya. Hal itu berarti laba hanya dapat dihasilkan apabila nilai penjualannya melebihi seluruh biaya.
B. Karakteristik Laba
Dari berbagai definisi laba di atas, dapat disimpulkan bahwa laba secara konseptual memiliki
karakteristik umum sebagai berikut :
1) Kenaikan kemakmuran yang dimiliki atau dikuasai suatu entitas
2) Perubahan terjadi dalam suatu periode sehingga harus diidentifikasi kondisi kemakmuran awal
dan kemakmuran akhir
3) Perubahan dapat dinikmati, didistribusi, atau ditarik oleh entitas yang menguasai kemakmuran,
asalkan kemakmuran awal dipertahankan
Kemakmuran dapat berupa aset bersih perusahaan, modal pemegang saham, kekayaan,
investasi, sumber daya ekonomik, atau apapun yang dapat dinilai dengan uang.
C. Fungsi Laba
Perolehan laba perlu diketahui karena merupakan informasi penting dalam suatu laporan keuangan.
Laba yang secara umum dihitung berdasarkan selisih lebih pendapatan dan biaya diharapkan dapat
digunakan sebagai berikut :
1) Indikator efisiensi penggunaan modal atau biaya
2) Pengukur prestasi atau kinerja management
3) Alat motivasi bagi management dalam pengelolaan perusahaan
4) Dasar penentuan besarnya pengenaan pajak
5) Dasar penghitungan deviden
6) Dasar pembagian kompensasi dan bonus
7) Pedoman dalam menentukan kebijakan dan pengambilan keputusan
8) Dasar peramalan kondisi perusahaan di masa yang akan datang
D. Jenis Laba
Laba yang menjadi dasar pengukuran laporan keuangan dibedakan menurut kelompok
penerima, yaitu tergantung fungsi dan tujuan pemakaiannya. Secara ringkas, laba berdasarkan
penyajiannya untuk masing-masing kelompok penerima dibagi menjadi lima jenis.

No. Jenis Income Penerima Informasi Income Perhitungan Income

1. Value Added Karyawan, Pemilik, Kreditur, dan Harga jual produk – Cost yang dikeluarkan
Pemerintah

8
2. Enterrprise Net Pemegang saham, Pemegang (Revenue – Expenses) +
Income obligasi, dan Pemerintah (Gains – Loses) tidak termasuk Biaya bunga,
Pajak penghasilan, dan Pembagian deviden

3. Net Income to Pemegang saham dan Pemegang Seperti butir dua, namun termasuk Pajak
Investors obligasi penghasilan

4. Net Income to Pemegang saham (Preffered Seperti butir tiga, namun setelah dikurangi
Shareholders stock dan Common stock) bunga obligasi

5. Net Income to Pemegang saham Common stock Seperti butir empat, namun setelah dikurangi
Residual deviden Preferred Stock
Shareholders

E. Konsep Laba
1. Konsep Income dalam Aspek Tataran (Level) Semiotika 
Sebagai salah satu elemen akuntansi, laba digunakan sebagai informasi yang dibutuhkan oleh para
pengguna laporan keuangan. Oleh karena itu, konsep laba harus dipahami sebagai suatu bahasa yang
dapat dikomunikasikan maksudnya kepada para pengguna. Berikut adalah ciri-ciri tiap tataran dalam Teori
Komunikasi :

Tataran Sasaran Bahasan Penekanan Komunikasi

Sintaktika Aspek formal tanda bahasa (kosa kata, tata bahasa) Operasional, Penandaan

Semantika Aspek isi tanda bahasa (makna) Penafsiran, Pelambangan

Pragmatika Keefektifan tanda bahasa (efek komunikatif) Fungsional, Pengaruh

Dalam tataran Semiotika (Semantik, Sintaktik, dan Pragmatik) konsep laba didefinisikan dan
interpretasikan menjadi tiga teori yaitu :
a. Konsep Income  dalam Tataran Semantik
Konsep laba dalam tataran semantik berkaitan dengan masalah makna yang harus dilekatkan
oleh perekayasa laporan pada simbol atau elemen biaya sehingga laba bermanfat dan bermakna sebagai
informasi. Pada tataran ini, teori menekankan makna yang harus dimiliki oleh konsep laba, seperti teori
tentang aset, realitas, atau kegiatan perusahaan yang diinterpretasikan oleh laba. Laba harus dapat

9
memberikan informasi kepada para pengguna laporan keuangan mengenai berbagai teori, misalnya
kenaikan jumlah asset dan efektivitas kegiatan produksi perusahaan. Berbagai implementasi laba dalam
tataran semantik yaitu :
1) Pengukur Kinerja
Laba dapat diinterpretasikan sebagai pengukur efisiensi bila dihubungkan dengan tingkat investasi
karena kedua hal tersebut secara konseptual merupakan suatu hubungan. Dalam pengukuran kinerja,
laba dapat mempresentasikan efisiensi kinerja tersebut dengan menentukan ROI ( Return on Investment)
dan ROA (Return on Asset) sebagai dasar pengukuran efisiensi.
2) Konfirmasi Harapan Investor
Kondisi pasar yang efisien atau tidak efisien akan sangat mempengaruhi prediksi atau harapan
investor mengenai laba yang akan diperoleh, sehingga keputusan  yang akan diambil dalam melakukan
sebuah investasi juga akan terpengaruh. Hal ini berarti informasi mengenai laba dapat dijadikan sarana
untuk pengambilan keputusan investasi yang akan dilakukan.
3) Estimator Laba Ekonomik.
Laba ekonomik adalah laba dari kaca mata investor yang digunakan untuk menilai investasi.
Penilaian laba ekonomik harus menggunakan informasi yang tersaji dalam pelaporan laba akuntansi,
sehingga dharapkan laba akuntansi dapat digunakan sebagai estimasi laba ekonomik. Laporan keuangan
diharapkan cukup menyediakan informasi laba dan aliran kas yang layak  serta menyerahkan analisis dan
perhitungan laba kepada investor.
b. Konsep Income dalam Tataran Sintaktik
 Konsep laba dalam tataran sintaktik berkaitan dengan konsep laba yang harus diungkapkan
dalam bentuk standar dan prosedur akuntansi yang mantap serta objektif, sehingga angka laba dapat
diukur dan disajikan dalam suatu laporan keuangan. Pada tataran ini, teori menekankan bahwa makna
laba secara sintaktik adalah selisih pengukuran dan perbandingan antara pendapatan dan biaya.
Pengukuran dalam arti luas meliputi saat pengakuan dan prosedur pengakuan. Kriteria atau pendekatan
dalam pengukuran laba dibagi menjadi tiga yaitu :
1)   Pendekatan Transaksi (Cash Basis)
    Dalam pendekatan ini, laba diukur dan diakui pada saat terjadinya transaksi dan kemudian
terakumulasi sampai akhir periode. Pengukuran dan pengakuan laba juga akan paralel dengan kriteria
pengakuan pendapatan dan biaya. Pengakuan laba atas dasar pendekatan ini sama dengan pengakuan
pendapatan atas dasar kriteria terealisasi dan sama dengan pengakuan biaya atas dasar kriteria
konsumsi manfaat. Pendekatan ini memiliki berbagai keunggulan misalnya jumlah rupiah aset dan
kewajiban secara otomatis tersedia pada akhir periode serta perubahan aset dan kewajiban merupakan
perubahan nilai yang diakui secara objektif.

10
2)   Pendekatan Kegiatan (Accrual Basis)
    Dalam pendekatan ini, laba dianggap timbul bersamaan dengan berlangsungnya kegiatan
perusahaan dan bukan sebagai hasil suatu transaksi. Pendekatan ini paralel dengan konsep
penghimpunan sebagai basis akrual pendapatan. Dengan konsep ini, laba dapat dinyatakan telah
terbentuk bersamaan dengan dilakukannya kegiatan operasi perusahaan dalam arti luas (produksi,
penjualan, dan pengumpulan kas) walaupun secara realisasi belum terjadi transaksi secara real.
Pendekatan ini memiliki keunggulan dalam membantu management melakukan analisis internal seperti
mengukur efisiensi dan profitabilitas setiap kegiatan operasional perusahaaan.
3)   Pendekatan Pertahanan Kapital
       Dalam konsep pertahanan kapital, laba merupakan konsekuensi dari pengukuran kapital pada dua
titik waktu yang berbeda. Dengan konsep ini, elemen laba diukur atas dasar pendekatan aset-kewajiban.
Dua pendekatan yang dibahas sebelumnya merupakan pendekatan pendapatan-biaya dalam pengukuran
dan penilaian elemen neraca (aset dan kewajiban). Nilai aset dan kewajiban merupakan konsekuensi dari
pengukuran pendapatan dan biaya atas dasar konsep perbandingan. Laba berdasarkan pendekatan ini
berarti perbedaan nilai kapital pada dua saat yang berbeda atau kenaikan kapital dalam suatu periode.
c. Konsep Income dalam Tataran Pragmatik
 Konsep laba dalam tataran pragmatik berkaitan dengan pengaruh informasi laba terhadap
perubahan perilaku para pemakai laporan keuangan. Pada tataran ini, teori menekankan pada
pembahasan reaksi pihak yang dituju oleh informasi akuntansi. Misalnya suatu kejadian pengumuman
laba oleh perusahaan, dikatakan mengandung informasi jika pesan tersebut menyebabkan perubahan
keyakinan para pengguna laporan dan menyebabkan adanya suatu tindakan tertentu. Apabila tindakan
tersebut dapat diyakini sebagai reaksi atas kejadian pengumuman laba tersebut, maka informasi laba
dapat dikatakan memiliki manfaat.
  Bila dikaitkan dengan teori positif-normatif, tataran sintaktik dan semantik pada umumnya
bersifat normatif, sedangkan teori pragmatik akan lebih bersifat positif. Teori pragmatik juga sering
diklasifikasikan sebagai akuntansi keperilakuan (behavioral accounting) karena pokok bahasan pada
umumnya adalah perilaku manusia dalam kaitannya dengan informasi. Pendekatan dalam proses
penyimpulan yang menghasilkan pernyataan atau tindakan dapat bersifat deduktif maupun induktif.
1) Pendekatan Penalaran Deduktif
  Penalaran deduktif adalah proses penyimpulan yang berawal dari suatu pernyataan umum yang
disepakati (premis) ke pernyataan khusus sebagai kesimpulan (konklusi). Pernyataan umum yang
disepakati dan menjadi basis penalaran dapat berasal dari teori, prinsip, konsep, doktrin, atau norma yang
dianggap benar, baik, dan relevan dalam kaitannya dengan tujuan penyimpulan. Penalaran deduktif

11
dalam akuntansi digunakan untuk memberi penjelasan dan dukungan terhadap kelayakan suatu
pernyataan akuntansi.
2) Pendekatan Penalaran Induktif
  Penalaran induktif merupakan kebalikan dari penalaran deduktif. Penalaran ini berawal dari
suatu pernyataan yang khusus dan berakhir dengan pernyataan umum yang merupakan generalisasi dari
keadaan khusus tersebut. Penalaran induktif dalam akuntansi digunakan untuk menghasilkan pernyataan
umum yang menjadi penjelasan atau teori terhdap gejala akuntansi tertentu.

12
BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
 Modal itu merupakan kolektivitas barang-barang atau sumber kekayaan yang masih ada
dalam perusahaan dan digunakan oleh perusahaan untuk menghasilkan pendapatan atau
laba. Selain itu modal adalah kelebihan aktiva atas hutang yang mempunyai kekuasaan
untuk menggunakan barang-barang modal.
 Modal terdiri dari modal sendiri dan modal asing. Adapun Sumber modal yaitu modal
ekstern dan modal intern
 Konsep modal yang banyak dikenal yaitu konsep modal keuangan, konsep modal fisik, dan
konsep pemeliharaan modal menentukan laba rugi
 Laba merupakan suatu pos dasar dan penting dari ikhtisar keuangan yang merniliki
berbagai kegunaan dalam berbagai konteks. Laba pada umumnya dipandang sebagai
suatu dasar bagi perpajakan, determinan pada kebijakan pembayaran dividen, pedoman
investasi, dan pengambilan keputusan, dan unsur prediksi. (Belkaoui : 1993)
 Karakteristik Laba yaitu adanya : kenaikan kemakmuran yang dimiliki atau dikuasai suatu
entitas, perubahan terjadi dalam suatu periode sehingga harus diidentifikasi kondisi
kemakmuran awal dan kemakmuran akhir, dan perubahan dapat dinikmati, didistribusi, atau
ditarik oleh entitas yang menguasai kemakmuran, asalkan kemakmuran awal
dipertahankan.
 Jenis laba yaitu value added, enterprise net income, net income to investors, net income to
shareholders, dan net income to residual shareholders. Adapun konsep laba yaitu
Konsep Income dalam Sintatika, Semiotika, dan Pragmatika.

3.2. Saran
      Semoga makalah ini dapat menambah wawasan pembaca tentang materi konsep laba dan
modal sehingga dapat memahami ketika berkecimpung di dunia kerja atau sebagai pelaku
usaha. Jika ada peneliti atau pun penulis lain yang ingin melakukan penulisan tentang konsep
laba dan modal dapat menambahkan hal-hal apa saja yang masih kurang dari makalah kami ini,
sehingga dapat dijadikan sebagai referensi yang lebih lengkap bagi para pembaca.

13
DAFTAR RUJUKAN

Bambang Rianto, 2001, Dasar-Dasar Pembelanjaan Perusahaan, Edisi Keempat, Cetakan Ketujuh,
Yogyakarta: BPFE
Munawir, 2014. Analisa Laporan Keuangan. Edisi 17. Jogyakarta, Penerbit Liberty.
Jago Akuntansi : Konsep Modal Dan Pemeliharaan Modal. Diakses Tanggal 01/03/2021
KONSEP LABA (TEORI AKUNTANSI) ~ Lukman Blog (Gratiscatanku.Blogspot.Com). Diakses Tanggal
01/03/2021

14