Anda di halaman 1dari 8

Teknika : Engineering and Sains Journal ISSN 2579-5422 online

Volume 2, Nomor 1, Juni 2018, 59-66 ISSN 2580-4146 print

ANALISA BEBAN KERJA KEGIATAN ADMINISTRASI SEKOLAH


DENGAN PENDEKATAN JOB MAPPING
Gusti Adriansyah1, Nizar2

Teknik Industri, Fakultas Teknik


Universitas Maarif Hasyim Latif, Sidoarjo, Indonesia
e-mail : 1gusti@dosen.umaha.ac.id, 2nizar@yahoo.com

Diterima: 18 April 2018. Disetujui : 15 Juni 2018. Dipublikasikan : 29 Juni 2018


©2018 –TESJ Fakultas Teknik Universitas Maarif Hasyim Latif. Ini adalah artikel dengan
akses terbuka di bawah lisensi CC BY 4.0 (https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/)

ABSTRAK

Persaingan antar lembaga pendidikan sekolah swasta semakin ketat. Dalam kondisi seperti ini sangat
penting bagi suatu lembaga pendidikan dalam hal ini SMA XYZ Sukodono untuk dapat mengoptimalkan
sumber daya, guru dan pegawai yang ada guna memenuhi kebutuhan masyarakat dalam pelayanan dan
sarana pendidikan. Saat ini sekolah mempunyai sebuah permasalahan tentang pembagian beban kerja
yang sudah ada, sehingga terjadi kurang optimalnya guru, staf dan pegawai yang ada. Oleh karena itu
dalam penelitian ini digunakan pendekatan metode job mapping sebagai alat bantu dalam membantu
memetakan pekerjaan untuk memudahkan melakukan upaya perbaikan beban kerja. Proses ini yang
dilakukan untuk menghindari evaluasi jobdesc yang dilakukan secara sepihak oleh pimpinan sekolah. Dari
penelitian yang dilakukan di SMA XYZ Sukodono, telah dilakukan pemetaan 92 tugas (pekerjaan) dalam
matriks JM berukuran 9 x 17 dengan hasil penurunan total waktu kerja semua fungsi pengelolaan dari
396,51 jam per-minggu menjadi 368,35 jam per-minggu.

Kata kunci: beban kerja sekolah, jobdesc, job mapping, job redesign

PENDAHULUAN dikenal dan digunakan secara luas dalam


melakukan desain ulang pekerjaan adalah:
Pada saat ini banyak sekolah yang sudah 1. Penyederhanaan pekerjaan, yakni pekerjaan
berorientasi pada kualitas pendidikan, salah dibuat lebih mudah (job simplification).
satunya adalah SMA XYZ Sukodono. Persaingan 2. Perluasan pekerjaan, yakni:
antar lembaga pendidikan terutama sekolah a. Job Enlargement, merupakan teknik dalam
swasta tidak dapat dihindari dan semakin ketat. merancang pekerjaan di mana terjadi pening-
Kondisi ini harus menjadi pertimbangan bagi SMA katan jumlah tugas dalam pekerjaan (dan di-
XYZ Sukodono untuk dapat mengoptimalkan perlukan pelatihan yang tepat) untuk
sumber daya, guru dan pegawai yang ada guna menambah berbagai hal yang berbeda dari
memenuhi kebutuhan masyarakat. Penelitian ini kegiatan, sehingga mengurangi pekerjaan
membahas tentang suatu cara untuk melihat yang monoton.
bagaimana kontribusi pekerjaan yang ada serta b. Job Enrichment, merupakan suatu teknik da-
bagaimana melakukan perbaikan atas kondisi lam desain pekerjaan pekerja guna pening-
tersebut untuk dilakukan perbaikan dan katan motivasi dan peningkatan kepuasan
peningkatan kualitas layanan pendidikan. Dengan kerja dengan memberikan mereka lebih ban-
menggunakan metode yang ada diharapkan yak otoritas dengan berbagai kemampuan
nantinya mampu mengoptimalkan sumber daya mereka.
yang ada, sehingga mampu meningkatkan c. Job Rotation, merupakan teknik untuk
optimalisasi beban kerja tenaga guru dan staf di mengurangi rutinitas pekerja dan juga
SMA XYZ Sukodono. menambah pengetahuan pekerja tentang
organisasi. Job rotation juga berarti perpinda-
han dari pekerjaan yang satu ke pekerjaan
METODE PENELITIAN lainnya.
Untuk menganalisa beban kerja dan desain
Pendekatan Job Mapping digunakan untuk ulang pekerjaan akan menjadi lebih mudah
melakukan desain ulang pekerjaan. Desain ulang dilakukan jika kita memiliki sebuah peta (map)
pekerjaan sangatlah penting untuk membuat yang dapat menggambarkan seluruh pekerjaan
pekerja lebih optimal. Beberapa metode yang telah yang ada (Adriansyah, 2009). Peta pekerjaan (job

59
G Adriansyah, dkk / Teknika : Engineering and Sains Journal, Vol. 2, No.1, Juni 2018, 59-66

mapping) ini membantu memperlhatkan lakukan validasi pekerjaan.


pembagian tugas dan kontribusi dari setiap 4. Lakukan pemetaan pekerjaan dari data peker-
individu pada suatu area organisasi. Peta ini akan jaan saat ini.
memperlihatkan pada kita mana pekerjaan yang 5. Lakukan perbaikan (improvement) pada kondisi
mempunyai beban lebih, beban yang masih kurang, yang tidak sesuai untuk mendapatkan beban
pekerjaan yang tumpang tindih, dan kondisi yang kerja yang lebih ideal bagi setiap pemegang
lainnya dari seluruh pekerjaan yang ada. Peta jabatan.
pekerjaan ini juga memperlihatkan integrasi secara
keseluruhan antara satu tugas dengan tugas Penentuan area
lainnya terhadap suatu fungsi pekerjaan. Dengan Penentuan area organisasi yang diteliti
adanya peta pekerjaan ini kita dapat melakukan seperti tampak pada struktur organisasi di bawah
analisa beban kerja dan desain ulang pekerjaan, ini. Gambar 1 adalah struktur organisasi di SMA
baik untuk melakukan penyederhanaan pekerjaan XYZ Sukodono:
maupun untuk melakukan perluasan pekerjaan, Penelitian ini mengambil kegiatan administrasi di
tentunya dengan cara yang lebih terukur dan SMA XYZ Sukodono (di luar kegiatan sebagai guru)
terintegrasi. Dan pada akhirnya dari proses ini sebagai obyek penelitian dengan jumlah posisi
diharapkan akan dapat memberikan kinerja dan jabatan sebanyak 9 orang yang terdiri atas:
kepuasan kerja bagi setiap pekeja. a. 1 orang Kepala Sekolah
Pada proses perbaikan beban kerja, dapat b. 1 Wakabid. Kurikulum
dilakukan dengan cara memberikan pekerjaan c. 1 Wakabid. Kesiswaan
pada pemegang jabatan yang masih mempunyai d. 1 Wakabid. Sarana Prasarana
toleransi waktu kerja, dengan kata lain pada e. 1 Wakabid. Humas
pemegang jabatan dengan beban kerja lebih dapat f. 1 orang Wali kelas
membagi pekerjaannya pada pemegang jabatan g. 1 orang Guru
dengan beban kerja lebih rendah. Demikian juga h. 1 orang BP/BK
sebaliknya. Dengan demikian antara seluruh i. 1 orang Tata Usaha
pekerjaan yang ada akan tercipta keseimbangan
waktu atau beban kerja dan mendorong individu Indentifikasi Data Pekerjaan Saat Ini
untuk memberikan kinerja terbaik. Identifikasi dilakukan pada setiap posisi
Menurut Adriansyah (Adriansyah, 2009), jabatan pada area yang ditentukan serta membu-
dalam pendekatan Job mapping, langkah-langkah tuhkan data pekerjaan saat ini dari masing-masing
desain ulang pekerjaan dapat dilakukan dengan pemegang posisi tersebut, untuk mendapatkan
cara sebagai berikut: data identitas jabatan serta tugas-tugas yang ada.
1. Tentukan area dalam organisasi yang akan Disamping itu data kualifikasi juga dibutuhkan
diteliti. untuk melihat kompetensi posisi jabatan terhadap
2. Identifikasi data tugas atau pekerjaan saat ini. tugas yang ada.
3. Lakukan pengumpulan data waktu kerja dan

.
Gambar 1. Struktur Organisasi SMA XYZ Sukodono

60
G Adriansyah, dkk / Teknika : Engineering and Sains Journal, Vol. 2, No.1, Juni 2018, 59-66

Tabel 1. Rekapitulasi Hasil Kuisioner


NO JABATAN WAKTU TOTAL TUGAS VALIDASI KETERANGAN
1. Kepala Sekolah 25,92 100% -
2. Wakabid. Kurikulum 24,44 100% -
3. Wakabid. Kesiswaan 98,75 92% Overload
4. Wakabid. Humas 1,23 70% -
5. Wakabid. Sarpras 7,81 80% -
6. Wali Kelas 8,40 100% -
7. Guru 66,30 100% Overload
8. BP/BK 54,33 100% Overload
9. Tata Usaha 109,33 100% Overload

Pengumpulan Data pendapat atau penilaian langsung dari posisi


Proses pengumpulan data dilakukan dengan jabatan tanpa dilakukan pengukuran ulang waktu
metode kuisioner. Kuisioner ini dibuat untuk kerja.
mendapatkan waktu kerja pada setiap tugas dari
masing-masing pemegang posisi. Proses validasi Pemetaan Pekerjaan
pekerjaan dilakukan juga melalui pengisian Proses pemetaan pekerjaan dilaksanakan
kuesioner bagi masing-masing pemegang posisi dengan cara melakukan pemetaan terhadap peker-
jabatan. Telah disepakati dengan pihak manajemen jaan saat ini dari setiap posisi jabatan yang ada
sekolah bahwa proses penentuan waktu kerja dengan matriks Job Mapping serta memasukkan
dalam satuan jam atau satuan waktu lainnya hasil perhitungan waktu kerja pada setiap
ditentukan langsung oleh posisi jabatan pada pekerjaan.
kuisioner yang ada dan dibantu dengan Data dari hasil kuisioner yang telah
pengarahan dari pihak sekolah. diserahkan kembali, selanjutnya diolah dengan
Proses perhitungan waktu kerja dilakukan dengan bantuan program Excel dibuat dalam bentuk tabel,
tahapan sebagai berikut: serta dilakukan normalisasi terhadap data waktu
1. Kuisioner dibuat dari hasil identifikasi pekerjaan kerja yang ada dalam satuan waktu jam/minggu.
saat ini yang dilakukan pada setiap posisi Hal ini dilakukan untuk mempermudah memahami
jabatan. Seluruh tugas yang dibebankan pada waktu kerja yang dibutuhkan dalam
posisi jabatan terkait ditentukan waktu menyelesaikan tugas tersebut dalam waktu satu
pengerjaannya oleh masing-masing responden. minggu.
Dari data pekerjaan saat ini, yang termasuk Kolom validasi dipergunakan untuk
dalam kategori tugas posisi adalah tugas rutin. mengetahui tentang tugas tersebut benar
2. Kuisioner mengidentifikasi apakah tugas dilakukan atau justru tidak dilakukan, dimana nilai
tersebut benar dilakukan sesuai kondisi yang validasi dapat dihitung dengan membagi jumlah
ada atau tidak dilakukan. tugas-tugas yang memang dilakukan dengan
3. Kuisioner juga mengidentifikasi bagaimana jumlah seluruh tugas yang ada. Jika seluruh tugas
tugas-tugas tersebut mengalami perulangan yang ada dikerjakan, maka nilai dari validasinya
(frekuensi tugas) yang dapat dikelompokkan adalah 100%. Tetapi bila semakin banyak tugas
menjadi 5 kategori, yaitu: yang ada bukan merupakan tugas yang dikerjakan
a. Jika harus mengulang tugas tersebut setiap oleh mereka, nilai validasi akan semakin kecil, yang
hari. berarti data jobdesc (pekerjaan saat ini) semakin
b. Jika harus mengulang tugas tersebut setiap tidak valid. Sebaliknya jika nilai validasi semakin
minggu. membesar, yang berarti data jobdesc akan semakin
c. Jika harus mengulang tugas tersebut setiap valid.
bulan. Rekapitulasi hasil pengolahan seluruh
d. Jika harus mengulang tugas tersebut setiap kuisioner tersebut dapat ditampilkan pada Tabel 1.
semester atau tiap 6 bulan. Dari tabel tersebut tampak bahwa terdapat 4
e. Jika harus melakukan tugas tersebut sekali jabatan yang mempunyai waktu kerja overload,
dalam setahun. yaitu yang melebihi waktu kerja normal sebesar
Kuisioner diberikan kepada setiap posisi jabatan 6x6 = 36 jam perminggu. Sedangkan untuk nilai
pekerjaan. Seluruh tugas yang dibebankan pada validasi tugas sebagian besar diatas 70% atau
posisi jabatan terkait harus ditentukan apakah cukup valid.
dikerjakan sesuai kenyataan yang ada, berapa
waktu pengerjaannya, serta bagaimana frekuensi Pembuatan matriks Job Mapping
pengerjaannya. Sebagaimana telah ditentukan Pembuatan matriks Job Mapping dimulai
sebelumnya, penentuan waktu kerja ini merupakan dengan mendefinisikan isi atau keterangan pada

61
G Adriansyah, dkk / Teknika : Engineering and Sains Journal, Vol. 2, No.1, Juni 2018, 59-66

Tabel 2. Pemetaan Fungsi Strategis


SMA YPM 2 FUNGSI STRATEGIS EXISTING
JABATAN RJPS wkt Kebijakan wkt RKAS wkt
Kepala Sekolah Merumuskan 0,50 Menetapkan 0,50 Menyusun 0,50
Mengatur 0,10 Memimpin Rapat 0,75
0,60 1,25 0,50
Wakil Kepala Sekolah
Wakabid. Kurikulum Penetapan kebijakan mutu 12,00
12,00

Menyampaikan TATIB
Wakabid. Kesiswaan Bekerjasama dg Humas 0,00 sekolah 48,00
Membina & melaksanakan
6K 48,00
0,00 96,00

Wakabid. Humas Publikasi informasi sekolah 0,01


0,01

Wakabid. Sarpras Menyusun RKS Sarpras 0,50


Menyusun Program inventaris 0,06
0,56

Wali Kelas Berkoordinasi dg Wakabid 0,25


0,25

Guru Berkoordinasi dg Wakabid 0,25


0,25

BP/BK Menyusun program BK 8,00


Program tindak lanjut 6,00
14,00

Tata Usaha Mengkoordinasikan 9 K 30,00 Menyusun Program TU 0,67


30,00 0,67
TOTAL WAKTU 2,20 278,52 31,46

masing-masing posisi jabatan, yaitu fungsi dapatkan sebuah matriks yang menggambarkan
pengelolaan pekerjaan bagian kolom, dan distribusi seluruh tugas yang ada pada masing-
nama/struktur jabatan pada bagian baris. Fungsi masing fungsi pengelolaannya.
pengelolaan pekerjaan yang ada sangat tergantung Data waktu kerja dari hasil kuisioner yang
pada saat pemetaan dilakukan, termasuk beberapa telah diolah selanjutnya diinputkan pada peta Job
jumlah fungsi pengelolaan yang ada akan Maping. Hal ini dilakukan untuk mengetahui
menentukan berapa panjang kolom matriks berapa lama seluruh tugas dapat dikerjakan oleh
tersebut. Untuk sisi baris, telah kita ketahui setiap posisi jabatan, serta untuk mengetahui
terdapat 9 posisi jabatan yang dapat dianalisis. seberapa lama suatu fungsi pengelolaan atau topik
posisi jabatan ini dapat diurutkan dari yang pekerjaan dapat dikerjakan oleh seluruh posisi
tertinggi hingga yang terendah sesuai area jabatan yang terkait. Untuk sebagian hasil dari
pekerjaan masing-masing hingga jumlah baris pemetaan yang dilakukan pada data tugas rutin
menjadi 9 buah. dari seluruh posisi jabatan pada lingkup strategis,
yang mana seluruh hasil pemetaan kondisi existing
Melakukan Pemetaan Jobdesc ini dapat dilihat pada Tabel 2.
Langkah selanjutnya adalah melakukan
pemetaan terhadap pekerjaan saat ini dari setiap Melakukan Perbaikan Beban Kerja
posisi jabatan yang ada yang merupakan bagian Proses utama dari perbaikan beban kerja
tersulit dari proses menormalisasikan beban kerja. adalah melakukan improvement hasil pemetaan
Dari data pekerjaan saat ini di SMA XYZ Sukodono, jobdesc pada kondisi awal untuk mendapatkan
diidentifikasi data-data dari tugas rutin dari para deskripsi pekerjaan yang lebih baik bagi setiap
posisi jabatan. posisi jabatan. Menurut Adriansyah (Adriansyah,
Proses pemetaan dilakukan dengan cara: 2009), proses perbaikan beban kerja ini dapat
a. Menentukan posisi atau nama jabatan tersebut, dilakukan dengan cara:
tugas-tugas yang harus dilakukan, serta pada a. Jika tugas pada masing-masing posisi jabatan
fungsi pengelolaan apa tugas tersebut terkait. terlalu banyak (overload), maka dilakukan
b. Nama jabatan kita letakkan pada bagian baris, pendelegasian tugas.
tugas-tugas yang ada kita letakkan pada isi b. Jika tugas pada masing-masing posisi jabatan
matriks pada baris yang sama, sedangkan fungsi terlalu sedikit (underload), maka dilakukan
tugas tersebut kita letakkan pada bagian kolom penambahan tugas.
yang menjadi fungsi pengelolaan. c. Jika tugas pada masing-masing jabatan belum
Proses pemetaan ini dilakukan untuk para tepat kepentingannya, maka dilakukan
pemegang posisi jabatan sehingga akan kita perbaikan (perubahan prioritas).

62
G Adriansyah, dkk / Teknika : Engineering and Sains Journal, Vol. 2, No.1, Juni 2018, 59-66

Tabel 3. Perbaikan waktu kerja untuk Wakabid. Kesiswaan


FREKUENSI TUGAS LAMA (JAM) NORMALISASI
TUGAS WAKABID KESISWAAN VALIDASI KETERANGAN
H M B S T PENGERJAAN MINGGUAN

Melaksanakan bimbingan, pengarahan dan


1 pengendalian kegiatan siswa dalam rangka √ 8 48,00 Ya 6 - penyederhanaan
menegakan disiplin dan tata tertib sekolah

Merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi


2 √ 1 0,25 Ya
program pembinaan kesiswaan/OSIS

3 Membina pengurus OSIS dalam berorganisasi √ 1 0,25 Ya

Menyusun program dan jadwal pembinaan siswa


4 √ 3 0,13 Ya
secara berkala dan insidental

Membina dan melaksanakan koordinasi


5 keamanan, kebersihan, ketertiban, kerindangan √ 8 48,00 Ya 6 - penyederhanaan
keindahan dan kekeluargaan ( 6 K )

Melaksanakan pemilihan calon siswa teladan dan


6 √ 0,5 0,02 Ya
calon siswa penerima bea siswa

Mengadakan pemilihan siswa untuk mewakili


7 √ 0,5 0,13 Ya
sekolah dalam kegiatan di luar sekolah

8 Menyusun program kegiatan ekstrakulikuler √ 3 0,06 Ya

Menyusun laporan pelaksanaan kegiatan


9 √ 16 0,67 Ya
kesiswaan secara berkala

Bekerjasama dengan humas untuk pelaksanaan


10 0,00 Tidak
kegiatan hari-hari besar dan hari-hari keagamaan
Melaksanakan kegiatan MOS dan perpisahan
11 √ 24 0,50 Ya
siswa
Melaksanakan evaluasi dan melaporkan kegiatan
12 √ 3 0,75 Ya
kepada kepala sekolah

Total Waktu 98,75 92%

d. Jika tugas pada masing-masing jabatan tumpang khusus sebaiknya tidak didelegasikan untuk
tindih, maka dilakukan cara pemilihan tugas menghindari kesalahan dalam penyelesaian
yang tepat (menghilangkan yang tidak pekerjaan tersebut. Proses perbaikan yang dapat
diperlukan). dilakukan pada jabatan-jabatan yang mempunyai
e. Jika tugas pada masing-masing jabatan terlalu kondisi overload tersebut adalah sebagai berikut:
kompleks, maka dilakukan cara penyederhanaan 1. Wakabid. Kesiswaan
(lebih mudah dan lebih cepat). Dari hasil pemetaan didapatkan beberapa tugas
Pada penelitian ini, dilakukan proses dengan cara mempunyai waktu yang besar. Namun ada
melihat tugas-tugas mana saja dari setiap posisi beberapa tugas yang mampu disederhanakan
jabatan yang overload dan mempunyai waktu durasi waktu pengerjaannya, sehingga didapat
pengerjaan yang cukup banyak, selanjutnya waktu pengerjaan tugas yang lebih kecil.
dilakukan perbaikan dengan cara mendelegasikan Diantaranya tugas-tugas tersebut adalah:
tugas-tugas tersebut kepada posisi jabatan lainnya a. Melaksanakan bimbingan, pengarahan dan
yang masih mempunyai waktu kerja yang cukup pengendalian kegiatan siswa dalam rangka
sedikit serta mempunyai kompetensi untuk menegakkan disiplin dan tata tertib sekolah.
menerima pengalihan tugas tersebut. Namun, bila Dengan lama waktu pengerjaan dari 8
tugas tersebut tidak bisa didelegasikan kepada staf menjadi 6 jam/minggu.
lainnya, maka proses improvement dilanjutkan b. Membina dan melaksanakan koordinasi
pada tugas lainnya yang dapat didelegasikan. keamanan, kebersihan, ketertiban,
Proses perbaikan lain yang dapat dilakukan adalah kerindangan, keindahan dan kekeluargaan
jika tugas tersebut terlalu tinggi waktu dengan (6K). Dengan lama waktu pengerjaan dari 8
kompleksitasnya, maka dilakukan penyederhanaan menjadi 6 jam/minggu.
tugas yang dapat membantu mengurangi waktu Perbaikan pada jabatan Wakabid. Kesiswaan ini
pengerjaan tugas. Proses penyederhanaan dapat dilihat pada Tabel 3.
pekerjaan ini dilakukan dengan cara menata ulang 2. BP/BK
cara penyelesaian pekerjaan yang ada dan telah Demikian juga dari hasil pemetaan untuk
didsikusikan dengan pemegang jabatan dan jabatan BP/BK didapati kondisi beberapa tugas
pimpinannya. Demikian seterusnya perbaikan mempunyai waktu yang besar tetapi dalam
waktu kerja dilakukan untuk mengurangi waktu pengerjaannya diperlukan keahlian dan
pengerjaan hingga tercapai total waktu kerja yang kompetensi khusus yang berarti tidak bisa
diharapkan, yaitu kurang dari 36 jam per-minggu. didelegasikan kepada staf lainnya. Sehingga
Proses improvement atau usulan perbaikan hanya ada beberapa tugas yang mampu
utamanya dilakukan pada tugas-tugas pendukung disederhanakan durasi waktu pengerjaannya,
atau operasional yang masih dapat didelegasikan, maka di dapat waktu pengerjaan tugas yang
sedang pada tugas-tugas strategis atau tugas-tugas lebih kecil. Diantaranya tugas-tugas tersebut
yang membutuhkan keahlian atau kompetensi adalah:

63
G Adriansyah, dkk / Teknika : Engineering and Sains Journal, Vol. 2, No.1, Juni 2018, 59-66

Tabel 4. Perbaikan Waktu Kerja Untuk BP/BK


FREKUENSI TUGAS LAMA (JAM) NORMALISASI
TUGAS BP/BK VALIDASI KETERANGAN
H M B S T PENGERJAAN MINGGUAN

Menyusunan dan melaksanakan 6-


1 √ 8 8,00 Ya
program bimbingan dan konseling penyederhanaan

Koordinasi dengan wali kelas


dalam rangka mengatasi masalah-
2 √ 0,5 3,00 Ya
masalah yang dihadapi anak didik
tentang kesulitan belajar
Memberikan layanan dan
bimbingan kepada anak didik agar
3 √ 1 6,00 Ya
lebih berprestasi dalam kegiatan
belajar
Memberikan saran dan
pertimbangan kepada anak didik
4 dalam memperoleh gambaran √ 3 18,00 Ya
tentang lanjutan pendidikan dan
lapangan pekerjaan yang sesuai
Mengadakan penilaian pelaksanaan 6-
5 √ 8 8,00 Ya
bimbingan dan konseling penyederhanaan

Menyusun statistic hasil penilaian 12 -


6 √ 16 0,67 Ya
bimbingan dan konseling penyederhanaan
Melaksanakan kegiatan analisis
7 √ 16 4,00 Ya
hasil evaluasi belajar
Menyusun dan melaksanakan
8 program tindak lanjut bimbingan √ 24 6,00 Ya
dan konseling

Menyusun laporan pelaksanaan


9 √ 16 0,67 Ya
kegiatan bimbingan dan konseling

Total Waktu 54,33 100%

Tabel 5. Rekapitulasi Perbaikan Kerja


WAKTU TOTAL WAKTU TOTAL
NO JABATAN KETERANGAN
SEBELUM SESUDAH
1. Kepala Sekolah 25,92 25,92 -
2. Wakabid. Kurikulum 24,44 24,44 -
3. Wakabid. Kesiswaan 98,75 74,75 overload
4. Wakabid. Humas 1,23 1,23 -
5. Wakabid. Sarpras 7,81 7,81 -
6. Wali Kelas 8,40 8,40 -
7. Guru 66,30 66,30 Overload
8. BP/BK 54,33 50,17 Overload
9. Tata Usaha 109,33 109,33 Overload
TOTAL WAKTU 396,51 368,35

a. Menyusun dan melaksanakan program 4. Tata Usaha


bimbingan konseling. Dengan lama waktu Namun hasil pemetaan untuk jabatan Tata
pengerjaan dari 8 menjadi 6 jam/minggu. Usaha didapati kondisi tugas yang mempunyai
b. Mengadakan penilaian pelaksanaan waktu besar dan dalam pengerjaannya
bimbingan dan konseling. Dengan lama waktu diperlukan keahlian dan kompetensi khusus
pengerjaan dari 8 menjadi 6 jam/minggu. yang berarti tidak bisa didelegasikan kepada staf
c. Menyusun statistik hasil penilaian bimbingan lainnya. Solusinya adalah dengan penambahan
dan konseling. Dengan lama waktu staf pendukung untuk mengurangi beban kerja
pengerjaan dari 16 menjadi 12 jam/minggu. yang overload pada posisi jabatan Tata Usaha.
Perbaikan pada posisi jabatan BP/BK ini dapat Rekapitulasi dari proses perbaikan yang dilakukan
dilihat pada Tabel 4. pada setiap posisi jabatan ini dapat dilihat pada
3. Guru Tabel 5. Pada tabel tersebut, masih terdapat
Hasil pemetaan untuk posisi jabatan guru kondisi overload pada 4 posisi jabatan meskipun
didapati kondisi tugas yang mempunyai waktu telah dilakukan perbaikan beban kerja, tapi ada 2
besar, namun beban kerja tidak boleh dialihkan posisi jabatan yang mampu dikurangi beban
ke posisi jabatan lain dikarenakan tugas kerjanya meskipun masih belum mampu
tersebut memang menjadi tugas inti dari mengurangi beban kerja yang diharapkan sesuai
seorang guru. Solusinya adalah tugas-tugas 36 jam per-minggu yaitu posisi Wakabid.
tersebut yang sekiranya dapat dikerjakan Kesiswaan dan BP/BK. Untuk Wakabid. Kesiswaan
dirumah ataupun dilakukan pada saat tidak ada yang awalnya total waktu kerja 98,75 jam/minggu,
jam mengajar. kini menjadi 74,75 jam/minggu. Sedangkan untuk

64
G Adriansyah, dkk / Teknika : Engineering and Sains Journal, Vol. 2, No.1, Juni 2018, 59-66

posisi jabatan BP/BK yang awalnya total waktu Ardhyani, I. W. (2017). Mengoptimalkan Biaya
kerja 54,33 jam/minggu, hanya mampu diturunkan Distribusi Pakan Ternak dengan
menjadi 50,17 jam/minggu. Secara keseluruhan Menggunakan Metode Transportasi (Studi
total waktu kerja untuk seluruh pekerjaan adalah Kasus di PT. X Krian). Teknika: Engineering
sebesar 396,51 jam/minggu dan setelah diadakan and Sains Journal, 1(2), 95-100.
proses perbaikan menjadi 368,35 jam/minggu. Ardhyani, I. W., & Singgih, M. L. (2017).
Pengukuran Kualitas Layanan dengan
Higher Education Performance (HEdPERF)
PENUTUP dan Higher Education Service Quality
(HiEdQUAL). Teknika: Engineering and
Dari hasil penelitian dan pengolahan data Sains Journal, 1(1), 25-32.
yang dilakukan di SMA XYZ Sukodono, didapatkan Aziza, N., & Nurcahyo, Y. E. (2017). Model
kesimpulan, telah dilakukan pemetaan terhadap 92 Rancangan Pengukuran Kinerja dengan
tugas (pekerjaan) dalam matriks JM berukuran 9 x Pendekatan Metode Integrated Performance
17 dengan hasil 4 jabatan dalam kondisi overload Measurement System. Teknika: Engineering
dengan total waktu kerja untuk semua adalah and Sains Journal, 1(1), 33-40.
396,51 jam per-minggu. Dan posisi jabatan Tata Denton, D. K. (1992). Redesigning a job by
Usaha yang mempunyai beban kerja tertinggi simplifying every task and responsibility.
sebesar 109,33 jam per-minggu. Industrial Engineering, 24(8), 46–48.
Perbaikan beban kerja dilakukan untuk Gryna, F. M. (2004). Work overload!: Redesigning
kondisi overload 4 jabatan yaitu Wakabid. jobs to minimize stress and burnout. ASQ
Kesiswaan, Guru, BP/BK, dan Tata Usaha. Namun, Quality Press.
proses ini hanya mampu mengurangi total waktu Hackman, J. R., & Oldham, G. R. (1975).
kerja untuk semua fungsi pengelolaan yang Development of the job diagnostic survey.
awalnya 396,51 jam per-minggu menjadi 368,35 Journal of Applied Psychology, 60(2), 159.
jam per-minggu. Mulyono, M. A. (2008). Manajemen Administrasi
Secara umum proses penurunan beban kerja dan Organisasi Pendidikan. Ar-Ruzz Media,
yang overload sulit dilakukan karena dibutuhkan Yogyakarta.
keahlian dan kompetensi khusus yang berarti tidak Nur, A. (2012). Dasar-dasar manajemen
bisa didelegasikan kepada staf lainnya. Disarankan pendidikan. Bandung: CV Pustaka Cendekia
untuk menambah jumlah tenaga kerja pada posisi- Utama.
posisi tersebut untuk membagi beban kerja yang Rachmawati, I. K. (2008). Manajemen sumber daya
ada, tentunya dengan keahlian dan kompetensi manusia. Yogyakarta: Andi Offset.
yang dibutuhkan serta kemampuan institusi dalam Retnowati, D. (2017). Analisa Risiko K3 dengan
merekrut tenaga kerja tambahan. Pendekatan Hazard and Operability Study
(HAZOP). Teknika: Engineering and Sains
Journal, 1(1), 41-46.
DAFTAR PUSTAKA Wirjana, B. R. (2007). Mencapai Manajemen
Berkualitas: organisasi, kinerja, program.
Adriansyah, G. (2009). Pendekatan job mapping Yogyakarta: Andi.
sebagai alat bantu dalam desain ulang
pekerjaan. Universitas Indonesia. Fakultas
Teknik.
Anshori, M., Fudhla, A. F., & Hidayat, A. (2017).
Penentuan Lokasi Fasilitas Crossdock pada
Kota Metropolis dengan Pendekatan Center
Of Gravity. Teknika: Engineering and Sains
Journal, 1(2), 83-88.
(Denton, 1992; Gryna, 2004; Hackman & Oldham, 1975; Mulyono, 2008; Nur, 2012; Rachmawati, 2008; Wirjana, 2007)

65
G Adriansyah, dkk / Teknika : Engineering and Sains Journal, Vol. 2, No.1, Juni 2018, 59-66

Halaman ini sengaja dikosongkan

66