Anda di halaman 1dari 3

PEMERINTAH KABUPATEN SINTANG

DINAS KESEHATAN
UPTD PUSKESMAS KEBONG
KECAMATAN KELAM PERMAI
Alamat : Jalan Kebong-Jetak no 20
Email: puskesmaskebong007@gmail.com, Hotline SMS081347638106, Kode Pos 78692

KERANGKA ACUAN KEGIATAN


PEMERIKSAAN KONTAK SERUMAH DENGAN PENDERITA KUSTA

A. PENDAHULUAN
Penyakit kusta merupakan salah satu penyakit menular yang menimbulkan
masalah yang sangat kompleks . Masalah yang dimaksud adalah bukan hanya dari
segi medis seperti cacat fisik, tetapi juga meluas sampai masalah sosial dan ekonomi.
Meskipun eliminasi kusta sudah dapat dicapai pada tahun 2000, penyakit kusta masih
menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat indonesia, karena setiap tahunnya
masih ditemukan sekitar 20.000 penderita baru. Kondisi ini merupakan tantangan
yang harus dihadapi oleh setiap petugas kesehatan untuk menjaga kesinambungan
pelayanan kusta yang berkualitas dan memastikan setiap orang yang terkena kusta
mendapatkan kesempatan yang sama untuk mendapatkan pengobatan dan perawatan
yang berkualitas.

B. LATAR BELAKANG
Kusta adalah penyakit yang menahun dan disebabkan oleh kuman kusta
(mikobakterium leprae) yang menyerang syaraf tepi, kulit dan jaringan tubuh lainnya.
(Depkes RI, 1998).
Walaupun pengisolasian atau pemisahan penderita dengan masyarakat dirasakan
kurang perlu dan tidak etis beberapa kelompok penderita masih dapat ditemukan
dibelahan dunia , seperti India, dan Vietnam.
Pengobatan yang efektif pada kusta ditemukan pada akhir 1940-an dengan
diperkenalkanya dapson dan derivatnya. Bagaimanapun juga bakteri penyebab lepra
menjadi kebal terhadap dapson dan menjadi kian menyebar, hal ini terjadi hingga
ditemukan pengobatan multi obat pada awal 1980an dan penyakit inipun mampu
ditangani kembali.
Program Multi Drug Therapy (MDT) dengan kombinasi rifampisin, klofazimin,
dan DDS dimulai tahun 1981. Program ini bertujuan untuk mengatasi resistensi
dapson yang semakin meningkat, mengurangi ketidaktaatan pasien, menurunkan
angka putus obat, dan mengeliminasi persistensi kuman kusta dalam jaringan.

C. TUJUAN
a. Umum
Tujuan utama program pemberantasan kusta adalah penyembuhan pasien kusta
dan mencegah timbulnya cacat serta memutuskan mata rantai penularan dari pasien
kusta terutama tipe yang menular kepada orang lain untuk menurunkan insiden
penyakit. Khusus
Menurunkan lebih lanjut beban penyakit kusta dan memperluas jangkauan
pelayanan yang berkualitas bagi semua masyarakat yang terkena penyakit kusta
dengan prinsip persamaan dan keadilan sosial.

D. KEGIATAN
a. POKOK
1. Menemukan penderita kusta
2. Menegakkan diagnosis dan klasifikasi penyakit kusta
3. Mengobati penderita kusta
b. Rincian kegiatan
Melakukan pemeriksaan kontak serumah dengan penderita kusta.

E. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN


Melakukan pemeriksaan kontak serumah penderita kusta di rumah pasien.

F. SASARAN
Keluarga yang kontak langsung dengan penderita kusta.

G. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN


Sesuai dengan RPK yang telah dibuat.

H. EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN DAN PELAPORAN


Melakukan monitoring dan evaluasi dengan menggunakan indikator-indikator
sebagai berikut :
a. Angka penemuan penderita baru (CDR =case Detection rate)
b. Proposi cacat tingkat 2
c. Proposi penderita anak (0-14 tahun)
d. Proposi MB
e. Angka kesembuhan (RFT = Release from treatment)

I. PENCATATAN DAN PELAPORAN


Pencatatan dan pelaporan merupakan salah satu elemen yang sangat penting
dalam sistem informasi P2 kusta. Hal ini disebabkan karena keberhasilan
program,pertimbangan dalam pengambilan keputusan dan perencanaan kegiatan tahun
berikutnya memerlukan data dari pencatatan dan pelaporan tersebut. Oleh karena
itudiperlukan adanya pencatatan dan pelaporan yang akurat.
a. Pencatatan
Pencatatan adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh petugas untuk mencatat
hasil-hasil kegiatan program P2 kusta dalam pencatatan digunakan formulir sebagai
berikut :
Kartu penderita
- Kartu pengobatan
- Formulir pencegahan cacat (POD)
- Form evaluasi pengobatan reaksi berat
- Kartu pencatatan tersangka (suspek)
b. Pelaporan
Pelaporan adalah penyampaian hasil-hasil pelaksanaan kegiatan program P2
kusta pada waktu tertentu dengan benar dan tepat waktu. Laporan yang
dikirimkan oleh UPK/puskesmas adalah copy register/monitoring penderita kusta
tiap tribulan.