Anda di halaman 1dari 4

PROGRAM KUSTA

No. Dokumen SOP/ADMIN/PKM_KBG/....


No. Revisi
Tanggal Terbit
SOP Halaman 1/1
UPTD
PUSKESMAS MAKARINA INACHULATA, S.ST
KEBONG NIP 19690208 200212 2 003

1. Pengertian Kusta adalah penyakit menular, menahun disebabkan oleh kuman mycobacterium
leprae, yang menyerang kulit, saraf tepi, dan jaringan lain kecuali otak.
2. Tujuan Sebagai acuan dalam melakukan program kusta dalam penemuan kasus secara dini,
memutuskan rantai penularan, mengobati dengan lengkap dan mencegah kecacatan
dan reaksi berulang.
3. Kebijakan Keputusan Kepala UPTD Puskesmas Kebong Nomor 034 /PKM/KBG/2016 tentang
pemulangan pasien.
4. Referensi Permenkes no 11 tahun 2019 tentang penanggulangan penyakit kusta
5. Prosedur 1. Alat dan bahan: kapas, polpoin, buku pemeriksaan kusta, buku penderita
6. /langkah- kusta, sarung tangan dan Lembar balik.
langkah 2. Petugas yang melaksanakan
a. Perawat
b. Dokter
3. Langkah – langkah
1. Penemuan penderita dan suspek kusta dilakukakan baik secara
langsung, laporan masyarakat, maupun melalui penjaringan anak
sekolah.
2. Pasien datang ke puskesmas mengambil nomor antrian dan menuju
pendaftaran, ke poli umum kemudian ke pemegang program.
3. Pasien diperiksa oleh dokter dan pemegang program.
4. Diagnosis kusta didasarkan pada pemeriksaan pandang dan raba,
pasien dilihat ada kelainan kulit atau tidak, jika ada dilakukan
pemeriksaan sensitivitas pada bercak. Ada tiga tanda pasti kusta yang
di sebut cardinal sing yaitu lesi kulit yang mati rasa, penebalan saraf
disertai gangguan fungsi, pemeriksaan hapusan (kerokan lesi)
ditemukan basil tahan asam.
5. Untuk menegakkan diagnosis kusta pasien di rujuk ke SpKK di
RSUD Moch. Djoen sintang.
6. Jika sudah Positif kusta pasien dibuatkan buku pengobatan kusta
7. Tipe kusta ada 2 yaitu: tipe PB dan MB
8. Tipe PB jika di temukan bercak mati rasa 1-5, hanya satu saraf yang
tergaggu, dan BTA negative ( - ).
9. Tipe MB jika ditemukan bercak mati rasa lebih dari 5, saraf yang
terganggu lebih dari satu dan BTA positif (+)
10. Pengobatan Tipe PB dengan MDT selama 6-9 bulan, tipe MB selama
12-18 bulan.
11. Pasien sebelum pengobatan, selama pengobatan bisa terjadi reaksi
kusta. Jika terjadi reaksi pengobatannya dengan tapering
offprednisone 40 mg/hari selama 2 mgg, 30 mg/hari selama 2 mgg,
20 mg/hari selama 2 mgg, 15 mg/hari selama 2 mgg, 10 mg/ hari
selama 2 mgg dan 5 mg/hari selama 2 mgg. Setiap ambil opbat
prednisone harus dilakukan pemeriksaan POD, untuk mengetahui
kemajuan terapi.
Pasien dinyatakan RFT jika sudah pengobatan MDT untuk PB selama 6
bulan, Untuk MB selama 12 bulan.
7. Bagan alir -
8. Hal-hal
yang peril
diperhatikan
9. Unit terkait Pendaftaran
Rawat Jalan
Tim Mutu Puskesmas
Pengelola P2M Puskesmas
10. Dokumen Rekam medis
terkait
11. Rekam NO Yang diubah Isi perubahan Tgl mulai diberlakukan
historis
perubahan

PEMERIKSAAN KUSTA

No. Dokumen : SOP/PKM/KBG/

No. Revisi :-

Tgl. Terbit :-
Halaman :1/1

DAFTAR TILIK

Unit :
Nama Petugas :
Nama Pengamat auditor :
Tanggal Pelaksanaan :

No Langkah Kegiatan Ya Tidak Keterangan


1 Apakah ada kelainan kulit?

2 Apakah kelainan kulitnya mati rasa?

3 Apakah bercak kulit yang mati rasa kurang dari 5?

4 Apakah bercak kulit yang mati rasa lebih dari 5?

5 Apakah ada penebalan saraf tepi?

6. Apakah sudah melakukan charting dan mencacatat di kartu?

7. Apakah sudah menentukan klasifikasi diagnose kusta?

8. Apakah petugas telah memberikan penyuluhan tentang prosedur


pengobatan?

9. Apakah petugas telah memberikan MDT?

10. Apakah petugas telah melakukan pemeriksaan seluruh tubuh


dengan cara padang dan raba dengan penerangan yang
memadai?

Compliance Rate (CR) = ……%

Kebong,…………….

Pelaksana

(.............................................)