Anda di halaman 1dari 9

Jurnal Ilmiah Elektrokrisna Vol. 8 No.

2 Februari 2020 34

STUDI ANALISA PENTANAHAN TANKI BBM


PT. AKR CORPORINDO TBK CIWANDAN-BANTEN

Triongko Priyono1, Angga Pramodita2


Fakultas Teknik Universitas Krisnadwipayana Jakarta
triongkopriyono@unkris.ac.id, adjaypramodita@gmail.com

Abstrak. Wilayah Indonesia dilewati oleh garis ekuator dunia yang menyebabkan
Indonesia menjadi daerah konvektif paling aktif. Didukung dengan wilayah
perairan Indonesia yang sangat luas menghasilkan awan-awan cumolonimbus
yang merupakan awan penyebab utama kejadian petir dan juga hujan. Dalam
pekerjaan teknik listrik sering terjadi orang terkena induksi (aliran listrik) dan
sering terjadi salah sambung atau terjadinya kecelakaan.
Salah satu hal dalam kehandalan beroperasinya sistem kelistrikan dan
keamanan pada manusia yang berada disekitarnya adalah sistem pentanahan.
Batasan nilai tahanan pentanahan untuk area bagian konduktor terbuka dan
pentanahan pada proteksi penyalur petir maksimal yang diizinkan adalah 3 ꭥ di
lokasi tanki BBM PT.Akr Corporindo Tbk dengan kondisi tanah berjenis humus
lembab. Obyek yang dilakukan pengukuran dan perbaikan tahanan pentanahan
terdiri dari 7 titik pentanahan pada area bagian konduktor terbuka dan 1 titik
pentanahan proteksi penyalur petir.
Pengukuran tahanan pentanahan menggunakan metode 3 titik, alat ukur
yang digunakan adalah digital earth resistance tester. Perbaikan nilai tahanan
pentanahan untuk hasil yang tidak sesuai menggunakan metode driven ground,
elektroda batang yang digunakan adalah copper rod berdiameter 15mm².
Katakunci: Elektroda pentanahan, tahanan pentanahan, copper rod.

Abstract. Indonesian territory is crossed by the world equatorial line which makes
Indonesia the most active convective area. Supported by Indonesia's vast territory
produces cumolonimbus clouds which are the main causes of thunder and rain. In
electrical engineering work that often occurs in people who are affected by
induction (electric current) and often occurs incorrectly or accidents occur.
Things that need to be considered in the electrical and security system in
humans related to the grounding system. The limit of the earth resistivity value for
the open conductor and ground area of the maximum permitted distributor
protection is 3 ꭥ at the location of PT.Akr Corporindo Tbk fuel tank with humus
humid soil type conditions. The object which is measured and corrected by earth
consists of 7 ground points in the open conductor area and 1 lightning protection
protection point.
The measurement of earth resistance uses the 3 point method, the
measuring instrument used is a digital earth resistance tester. Improvement of
ground resistivity values for results that are not appropriate using the soil-driven
method, which is to implant several rods perpendicular to the ground. The rod
electrodes used are copper rods with a diameter of 15mm².
Keywords: Grounding electrode, grounding resistance, copper rod.

ISSN : 2302-4712
Jurnal Ilmiah Elektrokrisna Vol. 8 No.2 Februari 2020 35

I. PENDAHULUAN II. LANDASAN TEORI


1.1 Latar Belakang 2.1 Fenomena Petir
Petir merupakan peristiwa
Dengan adanya persyaratan alam yaitu proses pelepasan muatan
umum instalasi listrik (PUIL 2011). listrik (electrical discharge) yang
Diharapkan dapat nilai tahanan pada terjadi di atmosfer. Peristiwa
sistem pentanahan yang baik. pelepasan muatan ini akan terjadi
Batasan nilai tahanan untuk karena terbentuknya konsentrasi
pentanahan area bagian konduktor muatan-muatan positif dan negative
terbuka dan pentanahan pada di dalam awan atau perbedaan
proteksi penyalur petir maksimal muatan dengan permukaan bumi.
yang diizinkan 3 Ohm sesuai dengan Bagian utama kilat petir yang
referensi Akr Project. menimbulkan kerusakan adalah
Setelah dilakukan pengamatan sambaran balik. Ini adalah bagian
langsung terhadap lokasi penelitian kilat, yang berupa muatan petir yang
bahwa pada lokasi ini dengan kondisi diluahkan ke bumi. Besar arus yang
tanah jenis humus lembab yang mengalir pada sambaran ini adalah
berdekatan dengan pelabuhan. Pada berkisar antara 2.000 A sampai 200
PUIL 2011 telah dijelaskan pula, kA. Berikut adalah gambar
nilai resistansi jenis tanah sangat penyaluran arus petir pada sistem
berbeda-beda bergantung pada jenis pentanahan.
tanah.
Untuk mendapatkan
kehandalan dan keamanan
pemakaian tenaga listrik pada
bangunan harus ada suatu
interkoneksi yang baik antara sistem
penyalur petir, pentanahan perangkat
elektronika yang ada pada bangunan
dan pentanahan sistem tenaga listrik.

Gambar 1. Penyaluran arus petir ke


1.3 Rumusan Masalah tanah
1. Berapa besar jumlah rata-rata Karakteristik Tanki BBM dan
tahanan pentanahan sebelum dan Sistem Pentanahan
sesudah diperbaiki dilokasi tanki
BBM PT. Akr Ciwandan- Menurut Menteri Tenaga
Banten? Kerja Republik Indonesia tentang
2. Bagaimana cara mengukur pengawasan instalasi penyalur petir
tahanan pentanahan dan pasal sembilan ayat b menyatakan
menganalisa perbaikan tahanan bahwa bangunan dimana disimpan,
pentanahan untuk hasil tahanan diolah atau digunakan bahan yang
pentanahan yang tidak sesuai? mudah meledak atau terbakar seperti
3. Bagaimana cara optimalisasi pabrik-pabrik amunisi, gudang
pada sistem pentanahan agar penyimpanan bahan peledak perlu
berjalan dengan baik? dipasang instalasi penyalur petir.
Berikut adalah gambar sistem

ISSN : 2302-4712
Jurnal Ilmiah Elektrokrisna Vol. 8 No.2 Februari 2020 36

pentanahan pada tanki BBM yang Susunan pentanahan dapat


akan diukur tahanan pentanahanya. digunakan tersambung atau terpisah
untuk keperluan proteksi dan
fungsional menurut persyaratan
instalasi listrik. Persyaratan untuk
keperluan proteksi harus selalu lebih
diutamakan. Elektroda bumi pada
instalasi harus dihubungkan pada
terminal pembumian dengan
menggunakan konduktor
pembumian. Elektroda pentanahan
ialah penghantar yang ditanam dalam
bumi.
Gambar 2. Pentanahan tangki BBM
Macam-macam Alat Pentanahan
Sistem pentanahan adalah
suatu cara pengamanan listrik yang Ada empat macam alat
mencegah bertahanya tegangan pentanahan, yaitu:
sentuh yang tinggi pada BKT (bagian a. Batang pentanahan tunggal.
konduktif terbuka) karena bekerjanya b. Batang pentanahan ganda.
alat pengaman arus lebih apabila Terdiri dari beberapa batang
terjadi gangguan pada instalasi listrik tunggal yang dihubungkan
suatu bangunan. Sistem pentanahan paralel.
dibedakan menjadi dua macam yaitu: c. Anyaman pentanahan,
merupakan anyaman tembaga.
a. Sistem Pentanahan Pengaman d. Pelat pentanahan, yaitu plat
(Sistem PP) tembaga.
Sistem pentanahan dengan satu
titik yang ditanahkan langsung.
BKT instalasi dihubungkan ke Tahanan Pentanahan
elektroda bumi dengan cara
listrik terpisah dari elektroda Unsur lain yang menjadi
bumi sistem tenaga listrik. bagian dari tahanan pentanahan
b. Sistem Pentanahan Netral adalah tahanan dari tanah yang ada di
Pengaman (Sistem PNP) sekitar alat pentanahan yang
Sistem pentanahan yang menghambat aliran muatan listrik
dilakukan dengan cara (arus listrik) yang keluar dari alat
menghubungkan semua BKT pentanahan tersebut. Arus listrik
perlengkapan instalasi melalui yang keluar dari alat pentanahan ini
penghantar proteksi ke titik menghadapi bagian-bagian tanah
sistem tenaga listrik yang yang berbeda tahanan jenisnya.
ditanahkan sehingga apabila Untuk jenis tanah yang sama,
terjadi kegagalan isolasi maka tahanan jenisnya dipengaruhi oleh
akan terjadi pemutusan suplai kedalamanya. Makin dalam letaknya,
secara otomatis dengan umumnya makin kecil tahanan
bekerjanya gawai proteksi jenisnya. Berikut adalah tabel
tahanan jenis tanah dan tahanan
pentanahanya.

ISSN : 2302-4712
Jurnal Ilmiah Elektrokrisna Vol. 8 No.2 Februari 2020 37

Tahanan Pentanahan (ꭥ) Pengukuran kondisi masing-masing


Macam Tahanan
Kedalaman Batang Panjang Pita titik tahanan pentanahan meliputi
Pentanahan (m) Pentanahan (m)
Tanah Jenis nilai tahanan pentanahan suatu
(ꭥ-m) 3 6 10 5 10 20
Humus lembab 30 10 5 3 12 6 3
industri di lokasi tanki BBM PT. Akr
Tanah liat
Tanah liat
100
150
33
50
17
25
10
15
40
60
20
30
10
15
Corporindo Tbk Ciwandan-Banten
berpasir meliputi:
Pasir lembab 300 66 33 20 80 40 20
Pasir kering 1.000 330 165 100 400 200 100
Beton 1:5 400 - - - 160 80 40 Titik tahanan pentanahan untuk area
Kerikil lembab 500 160 80 48 200 100 50
Kerikil kering 1.000 330 165 100 400 200 100
bagian konduktor terbuka:
Tanah berbatu 30.000 1.000 500 300 1.200 600 300
Batu karang 107 - - - - - - 1. Tanki 1 = 1 titik.
2. Tanki 2 = 1 titik.
III. METODE PENELITIAN 3. Tanki 3 = 1 titik.
4. Filling Station 1 = 1 titik.
3.2 Diagram Alur Penelitian 5. Filling Station 2 = 1 titik.
6. Pompa Filling 1 = 1 titik.
7. Pompa Filling 2 = 1 titik.
Titik tahanan pentanahan untuk
instalasi penyalur petir:

1. Penyalur petir = 1 titik.

Dari data yang dikumpulkan


oleh peneliti melalui wawancara dan
observasi untuk kondisi jenis tanah
masing masing area lokasi titik
pentanahan dengan jumlah 8 titik
pentanahan yaitu, Kondisi tanah
berjenis humus lembab pada seluruh
lokasi titik pentanahan bagian
konduktor terbuka dan instalasi
penyalur petir.

Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian ini
Gambar 3. Diagram alir penelitian digunakan dalam mengumpulkan
data agar pekerjaanya dapat lebih
3.3 Tempat dan Waktu Penelitian
mudah. Instrumen yang digunakan
Kegiatan penelitian yang adalah sebagai berikut:
digunakan untuk menyusun tugas
akhir ini dilakukan di lokasi tanki
BBM PT. Akr Corporindo Tbk
Ciwandan-Banten, terhitung dari
tanggal 13 Mei 2019 sampai dengan
29 Mei 2019.
3.3.1 Obyek Penelitian

ISSN : 2302-4712
Jurnal Ilmiah Elektrokrisna Vol. 8 No.2 Februari 2020 38

No.
1.
Alat dan Bahan
Digital Earth Tester
Jumlah
1 Buah
3,03 Ω kondisi tidak sesuai
2. Elektroda Bantu 2 Buah referensi Akr Project <3 Ω.
3. Kabel Penghubung 10 s/d 15 m 3 Buah
4. Kunci-kunci 1 Set
5. Copper Rod 15mm² 4 m 18 Batang
6. Copper Rod 15mm² 2 m 8 Batang 3. Untuk hasil tahanan yang tidak
7. Sok Copper Rod 15 mm² 10 Buah
8. Kabel BC 50 mm² 50 Meter
sesuai pada hasil tabel diatas,
9. Pipa Galvanis 6 m 6 Batang maka peneliti menggabungkan
10. Pipa Clipsal 3 m 3 Meter hasil pengukuran pada tabel
11. Skhun Kabel 13 Buah
dibawah ini untuk memudahkan
12. Bor Beton 1 Set
13. Konektor BC 10 Buah dalam melakukan perbaikan
14. Tutup Bak Kontrol 8 Buah tahanan pentanahan pada sistem
pentanahan.
No. Lokasi Nilai Kondisi Keterangan

3.6.Hasil Pengukuran Tahanan Pengukuran Pengukuran


1. Tanki 1 5,92 ꭥ Tidak Sesuai Perbaiki
Pentanahan
2. Tanki 2 3,37 ꭥ Tidak Sesuai Perbaiki
3. Tanki 3 3,82 ꭥ Tidak Sesuai Perbaiki
4. Filling Station 1 3,64 ꭥ Tidak Sesuai Perbaiki
5. Filling Station 2 3,60 ꭥ Tidak Sesuai Perbaiki
6. Pompa Filling 1 4,67 ꭥ Tidak Sesuai Perbaiki
7. Pompa Filling 2 3,44 ꭥ Tidak Sesuai Perbaiki
8. Penyalur Petir 3,03 ꭥ Tidak Sesuai Perbaiki

3.8 Metode Driven Ground


Gambar 4. Rangkaian pengukukuran Digunakan Untuk Perbaikan
Tahanan Pentanahan
1. Hasil pengukuran nilai tahanan
pentanahan di area titik Hasil pengukuran tahanan
pentanahan area bagian pentanahan yang tidak sesuai standar
konduktor terbuka maksimal akan menggunakan metode driven
tahanan 3 ꭥ sesuai standar dari ground, yaitu menanamkan beberapa
pihak Akr Project. batang elektroda tegak lurus ke
dalam tanah atau beberapa buah
No. Lokasi Nilai Kondisi
batang yang merupakan kelompok
Keterangan
Pengukuran Pengukuran
1. Tanki 1 5,92 ꭥ Tidak Sesuai
elektroda biasanya berdiameter 3⁄4
2. Tanki 2 3,37 ꭥ Tidak Sesuai inchi sampai dengan 2 inchi dan
3. Tanki 3 3,82 ꭥ Tidak Sesuai
panjangnya antara 3 meter sampai 15
4. Filling Station 1 3,64 ꭥ Tidak Sesuai
meter.
Referensi Akr Pada penelitian ini copper rod
Project < 3ꭥ
5. Filling Station 2 3,60 ꭥ Tidak Sesuai
yang digunakan berukuran 4 meter
6. Pompa Filling 1 4,67 ꭥ Tidak Sesuai
dan 2 meter per batangnya dengan
7. Pompa Filling 2 3,44 ꭥ Tidak Sesuai
diameter copper rod 15 mm²
Mengacu pada tahanan jenis tanah
dan tahanan pentanahanya dengan
2. Hasil pengukuran nilai tahanan melakukan perhitungan secara
pentanahan di area titik teoritis menggunakan persamaan
rumus dwight.
pentanahan bagian instalasi
penyalur petir maksimal tahanan

ISSN : 2302-4712
Jurnal Ilmiah Elektrokrisna Vol. 8 No.2 Februari 2020 39

Tahap perbaikan pada titik pentanahan disambungkan ke


pentanahan yang baru untuk hasil terminal.
yang tidak sesuai dilakukan dengan h. Tahap akhir pemasangan bak
cara sebagai berikut: kontrol sistem pentanahan.
i. Pengukuran ulang pada seluruh
a. Dilakukan penentuan titik titik pentanahan baru yang telah
dimana elektroda pentanahan terpasang.
akan ditanam. Dalam melakukan
penanaman elektroda bisa
3.8.1 Hasil Pengukuran Perbaikan
diupayakan pada titik yang
Tahanan Pentanahan
mudah untuk ditanam atau tidak
terbentur dengan batu atau Setelah dilakukan
kerikil. jika masih membentur pengukuran maka didapatkan hasil
dengan batu atau kerikil yang pengukuran perbaikan tahanan
keras, maka bisa dipindahkan ke pentanahan yang termaktub pada
titik sampingnya. tabel dibawah ini.
b. Untuk memudahkan penanaman
elektroda bisa dibantu dengan No. Lokasi Jenis Tanah Tahanan Panjang Nilai
Perbaikan Jenis Tanah Elektroda Tahanan
mempergunakan penyiraman air (ꭥ - m) (m) (R)

pada titik tersebut. 1. Tanki 1 7,20 2,38 ꭥ

c. Kemudian dilakukan 2. Tanki 2 5,70 2,78 ꭥ


3. Tanki 3 6 2,70 ꭥ
pengukuran tahanan pentanahan 4. Filling Station 1
Humus Lembab 30 ꭥ-m
9,30 1,97 ꭥ
dengan menggunakan Digital 5. Filling Station 2 10,40 1,79 ꭥ
Earth Resistance Tester 4015A. 6. Pompa Filling 1 9,90 1,88 ꭥ

dalam berbagai macam 7. Pompa Filling 2 10,40 1,79 ꭥ


8. Penyalur Petir 23 0,95 ꭥ
kedalaman pentanahan.
d. Elektroda pentanahan pada
penelitian ini menggunakan Keterangan: Perhitungan hasil
tembaga pejal (copper rod) pengukuran perbaikan tahanan
dengan diameter 15 mm² pentanahan pada tabel diatas akan
sepanjang 4 meter. copper rod dijelaskan pada bab analisa dan
ini ditanam ke dalam tanah pembahasan.
mulai kedalaman 2 meter dan
ditambah 1 meter pengukuran. IV. ANALISA DAN
e. Jika pada penanaman elektroda PEMBAHASAN
pentanahan sampai habis (4
meter) masih belum didapatkan 4.1 Umum
hasil pentanahan yang diizinkan
(< 1 Ohm), maka dilakukan Telah dijelaskan pada
penyambungan elektroda landasan teori, Berdasarkan
pentanahan menggunakan Persyaratan Umum Instalasi Listrik
ground rod coupler, agar batang (PUIL 2011), Nilai tahanan
copper rod dapat lebih panjang. pentanahan yang berada pada range 0
f. Pemasangan kawat BC 50 mm ꭥ – 5 ꭥ adalah nilai aman dari suatu
sepanjang ± 6 meter pada batang instalasi pentanahan. Nilai tersebut
copper rod yang telah tertanam berlaku untuk seluruh sistem dan
di dalam tanah. instalasi yang terdapat sistem
g. Jika hasil sudah didapatkan pentanahan di dalamnya.
dalam pengukuran, sistem

ISSN : 2302-4712
Jurnal Ilmiah Elektrokrisna Vol. 8 No.2 Februari 2020 40

Nilai tahanan pentanahan di 1. Titik pentanahan pada bagian


lokasi tanki BBM PT. Akr konduktor terbuka area tanki 3.
Corporindo Tbk setelah dilakukan 30 4x6
R = 2 x 3,14 x 6 {𝑙𝑛 0,75 − 1}
perbaikan menggunakan metode 30 24
driven ground dengan analisa = 37,68 {𝑙𝑛 0,75 − 1}
perhitungan persamaan rumus = 0,79 {𝑙𝑛 31}
dwight, maka nilai tahanan = 0,79 (3,43)
pentanahan sudah memenuhi standar = 2,70 ꭥ
dari pihak Akr Project untuk nilai
tahanan pentanahan bagian 2. Titik pentanahan pada bagian
konduktor terbuka dan nilai tahanan konduktor terbuka area filling
proteksi instalasi penyalur petir nilai station 1.
tahanan pentanahanya adalah sudah 30 4 x 9,30
R = 2 x 3,14 x 9,30 {𝑙𝑛 0,75 − 1}
kurang dari 3 ꭥ. 30 37,2
= 58,40 {𝑙𝑛 0,75 − 1}
4.2 Perhitungan Secara Teoritis
Menggunakan Persamaan Rumus = 0,51 {𝑙𝑛 48}
Dwight = 0,51 (3,87)
= 1,97 ꭥ
Nilai tahanan pentanahan 3. Titik pentanahan bagian instalasi
dapat diketahui dengan proteksi area penyalur petir.
menggunakan persamaan dwight 30 4 x 23
R = 2 x 3,14 x 23 {𝑙𝑛 0,75 − 1}
sebagai berikut:
30 92
= 144 {𝑙𝑛 0,75 − 1}
𝜌 4𝐿
R= 2𝜋𝐿
{𝑙𝑛 𝛼 − 1}
= 0,20 {𝑙𝑛 121}
dimana : = 0,20 (4,79)
R=Tahanan pasak ke tanah (Ohm). = 0,95 ꭥ
𝜌=Tahanan tanah rata-rata (Ohm-m).
L=Panjang pasak ke tanah (m). Persamaan rumus dwight
a=Jari-jari penampang pasak (cm). diatas menunjukan, bahwa tahanan
diketahui : tanah merupakan faktor kunci yang
menentukan tahanan elektroda dan
ρ = 30 (Ohm-m) dengan kondisi pada kedalaman berapa elektroda
tanah berjenis humus lembab pada tersebut harus ditanam di dalam
semua titik pentanahan di lokasi tanah untuk memperoleh tahanan
pentanahan yang rendah. Nilai
tanki BBM PT. Akr Corporindo Tbk.
tahanan tanah sangat bervariasi. Hal
a = Jari-jari penampang pasak yang ini bergantung pada iklim,
digunakan sebesar 0,75 (cm). kandungan elektrolit dan jenis
tanahnya.
Berikut analisa perhitungan
secara teoritis perbaikan tahanan 4.3 Perbandingan Hasil Rata-rata
pentanahan di lokasi tanki BBM PT. Pengukuran Tahanan Pentanahan
Akr Corporindo Tbk menggunakan
persamaan rumus dwight, dengan Tabel 3.7 Perbandingan Hasil Rata-
uraian sampel perhitungan dari rata Tahanan Pentanahan
beberapa titik pentanahan sebagai
berikut:

ISSN : 2302-4712
Jurnal Ilmiah Elektrokrisna Vol. 8 No.2 Februari 2020 41

No. Lokasi Nilai Nilai Keterangan


Pengukuran Pengukuran Pengukuran Sesudah
DAFTAR PUSTAKA
Sebelum Sesudah Perbaikan
Perbaikan Perbaikan [1]Badan Standarisasi Nasional.
1. Tanki 1 5,92 ꭥ 2,38 ꭥ
2. Tanki 2 3,37 ꭥ 2,78 ꭥ
Persyaratan Umum Instalasi
3. Tanki 3 3,82 ꭥ 2,70 ꭥ Sesuai Listrik (PUIL 2000, 2011).
3,64 ꭥ 1,97 ꭥ Referensi
4.
5.
Filling Station 1
Filling Station 2 3,60 ꭥ 1,79 ꭥ Akr Project
[2]Asep D Hermawan. (2010).
6. Pompa Filling 1 4,67 ꭥ 1,88 ꭥ < 3 ꭥ Optimalisasi Sistem Penangkal
7. Pompa Filling 2 3,44 ꭥ 1,79 ꭥ Petir Eksternal Menggunakan
8. Penyalur Petir 3,03 ꭥ 0,95 ꭥ
Jenis Early Streamer. Tugas
Rata-rata Tahanan 3,93 ꭥ 2,03 ꭥ Akhir. Universitas Indonesia.
[3]Menteri Tenaga Kerja Republik
Perbandingan antara nilai Indonesia Peraturan Menteri
tahanan pentanahan sebelum dan Tenaga Kerja No. :PER.
sesudah perbaikan tahanan 02/MEN/1989 Tentang
pentanahan menggunakan metode Pengawasan Instalasi Penyalur
driven ground dengan melakukan Petir [diakses tanggal 13 Mei
analisa persamaan menggunakan 2019].
rumus dwight adalah sebagai berikut: [4] Yohanes C Wibowo. (2011).
Tahanan Grounding Rumah
3,93 − 2,03
x 100 % = 48,3 % Tinggal di Kecamatan Gunung
3,93
Pati Kota Semarang. Tugas Akhir.
Unnes:Semarang.
V. KESIMPULAN [5]Daryanto, Aris Sunawar. (2016).
Teknik Pengerjaan Listrik.
1. Setelah dilakukan perbaikan pada Jakarta: Penerbit Bumi Aksara.
tahanan sistem pentanahan, maka [6] Lukman Aditya. (2017). Analisa
di lokasi tanki BBM PT. Akr Kegagalan Sistem Grounding &
Corporindo Tbk tersebut seluruh Penangkal Petir Pada Apartemen
nilai tahanan pentanahanya sudah Pancoran Riverside.
sesuai dengan referensi Akr Elektrokrisna. Vol.6 No.1
Project yaitu kurang dari 3 ꭥ. Dan [7] Triongko Priyono, Sulaeman.
masih termasuk dalam kategori (2019). Analisa Resistansi
aman karena standar PUIL Elektroda Pentanahan Pada Menara
tentang sistem tahanan Transmisi 150 KV Pltgu Cilegon –
pentanahan yaitu maksimal 5 ꭥ.
Cilegon Baru. Elektrokrisna. Vol.7
2. Hasil pengukuran nilai rata-rata No.2
tahanan pentanahan pada sistem [8] Lukman Aditya. (2017). Analisa
pentanahan sebelum perbaikan Sistem Pentanahan Pada Gedung
sebesar 3.93 ꭥ dan sesudah Dirjen Pajak. Elektrokrisna. Vol.5
dilakukan perbaikan No.3 Juni
menggunakan metode driven [9] Ujang Wiharja. (2017).
ground sebesar 2,02 ꭥ. Perencanaan dan Analisa Sistem
3. Dari perbandingan nilai rata-rata Pentanahan Pada Pembangkit
tahanan, maka diperoleh Listrik Tenaga Gas 100 MW di
penurunan nilai tahanan Gorontalo. Elektrokrisna. Vol.5
pentanahan sebesar 48,3 %. No.3 Juni
[10] Sugiyono. (2017). Metode
Penelitian Kuantitatif, Kualitatif

ISSN : 2302-4712
Jurnal Ilmiah Elektrokrisna Vol. 8 No.2 Februari 2020 42

dan R&D. Bandung: Penerbit


Alfabeta.
[11] Yeremia L Wiyoto. (2017).
Pengaruh Zat Aditif Bentonite
Teraktivasi Fisika Dan
Terkomposisi Tanah Terhadap
Nilai Tahanan Pentanahan. Tugas
Akhir. Universitas Lampung.
[12] Nurhabibah Naibaho. (2017).
Analisa Sistem Pentanahan
Elektrode Rod Dengan Biaya
Energi Yang Ekonomis. Ikraith
Teknologi. Vol.1 No.2 November.

ISSN : 2302-4712