Anda di halaman 1dari 22

BAB I

PENDAHULUAN

A. LatarBelakang
Keperawatan merupakan bagian integral dari suatu pelayanan kesehatan
yang mencakup pelayanan Biro – psikis – Spiritual melalui ilmu dan kiat
keperawatan yang ditunjukan kepada individu, keluarga maupun masyarakat
baik sehat maupun sakit.
Adapun Asuhan Keperawatan pada pasien harus disesuaikan dengan
kebutuhan dan menggunakan pendekatan sistem termasuk sistem pencernaan.
Salah satu organ aksesoris dari sistem pencernaan adalah pankreas. Apabila
pankreas tersebut mengalami suatu penyakit yang disebut pankreatitis,
perawat harus mempunyai ilmu dan keterampilan khusus yang mendukung
terhadap tercapainya Asuhan Keperawatan yang adekuat.
Pankreas merupakan suatu organ yang mempunyai fungsi endokrin dan
eksokrin, dan kedua fungsi ini saling berhubungan. Fungsi eksokrin yang
utama adalah untuk memfasilitasi proses pencernaan melalui sekresi enzim-
enzim ke dalam duodenum proksimal. Sekretin dan kolesistokinin
pankreozimin (CCC-PZ) merupakan hormon traktus gastrointestinal yang
membantu dalam mencerna zat-zat makanan dengan mengendalikan sekret
pangkreas. Sekresi enzim pankreas yang normal berkisar dari 1500-2500
mm / hari.
Pankreatitis (inflamasi pankreas) merupakan penyakit yang serius pada
pankreas dengan intensitas yang dapat berkisar mulai dari kelainan yang
relatif ringan dan sembuh sendiri hingga penyakit yang berjalan dengan cepat
dan fatal yang tidak bereaksi terhadap berbagai pengobatan. (Brunner &
Suddart, 2001 : 1338).
Manifestasi klinis meliputi nyeri abdomen yang menjalar ke punggung
atau daerah panggul dan kondisi ini akan semakin buruk bila pasien makan.
Pankreatitis akut menyebabkan mual dan muntah-muntah, dehidrasi, demam
ringan, tachycardia, hypotensi, kuning, dan menurunnya kentut dan kembung.

1
Pankratitis kronis ditandai dengan nyeri yang sangat dan konstan, tanda dan
gejala umum sakit akut, disertai dengan berat badan turun, sakit kuning
ringan, diare, steatorrhea, dan perut lembek.

B. Rumusan Masalah
1. Apa itu pangkreatitis?
2. Bagaimana perjalanan penyakitnya?
3. Apa saja tanda dan gejala penyakit pangkreatitis?
4. Apa saja penyakit yang akan menyerang berawal dari pangkreatitis?

C. Tujuan
5. Untuk mengetahui apa itu pangkreatitis
6. Umtuk mengetahui perjalanan penyakitnya
7. Untuk mengetahui tanda dan gejala penyakit pangkreatitis pada diri
8. Untuk mengetahui penyakit yang akan menyerang berawal dari
pangkreatitis

D. Manfaat
Diharapkan makalah ini mampu menjadi bahan ajar dan menambah wawasan
bagi para penulis dan pembaca.

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian
Pankreatitis merupakan penyakit yang serius pada pankreas dengan
intensitas yang dapat berkisar muli dari kelainan yang relatif ringan dan
sembuh sendiri hingga penyakit yang berjalan cepat dengan fatal yang tidak
bereaksi terhadap berbagai pengobatan.(Brunner &Suddart; 2001 : 1338).
Pankreatitis adalah kondisi inflamasi yang menimbulkan nyeri dimana
enzim pankreas diaktifasi secara prematur mengakibatkan autodigestif dari
pankreas. (Doengoes, 2000 : 558).
Pankreatitis adalah peradangan pada pankreas yang paling sering dipicu
oleh batu empedu atau alkohol (Stefan Silbernagi, 2002 : 161).

B. Klasifikasi
1. Pankreatitis akut
Merupakan peradangan pankreas yang terjadi secara tiba-tiba, bisa
bersifat ringan atau berakibat fatal Terjadi secara tiba-tiba dan berlangsung
selama suatu periode waktu yang singkat dan umumnya hilang
sendiri  20% penderita pankreatitis akut mengalami beberapa
pembengkakan pada perut bagian atas, pembengkakan ini bisa terjadi
karena terhentinya pergerakan isi lambung dan usus atau karena pankreas
yang meradang tersebut membesar dan mendorong lambung kedepan. Bisa
juga terjadi pengumpulan cairan dalam rongga perut (asites). 
Pankreatitis akut ditandai oleh mendadaknya nyeri epigastrium,
yang sering menjalar kepunggung dan sering disertai mual dan muntah.
2. Pankreatitis kronis
Merupakan peradangan pankreas yang menahun. kelainan
inflamasi yang ditandai oleh kehancuran anatomis dan fungsional yang
progresif pada pankreas (Brunner &Suddart, 2001 : 1348).

3
Pankreatitis kronis terjadi ketika enzim-enzim pencernaan
menyerang dan merusak pankreas dan jaringan-jaringan dideaktnya,
menyebabkan luka parut dan sakit. Dinegara-negara tropis (Indonesia,
India, Nigeria) pankreatitis kronis dengan sebab yang ttidak diketahui yang
terjadi padaanak-anak dan dewasa muda bisa menyebabkana diabetes dan
penumpukan kalsium di pankreas.

C. Etiologi
Kebiasaan mengkonsumsi alcohol dalam waktu lama merupakan
penyebab utama pancreatitis akut. Keadaan lain yang jarang ditemukan
sebagai penyebab pancreatitis adalah infeksi bakteri atau virus, trauma
tumpul abdomen, ulkuspeptikum, batu emepedu ,hiperlipidemia,
hiperkalsemia, penggunaan kortikosteroid, preparat diuretick thiazid dan
kontrasepsi oral. Mortalitas pada pancreatitis akut cukup tinggi (10%) akibat
terjadinya syok, anoksia, hipotensi atau gangguan cairan dan elektrolit.
Klasifikasi pancreatitis Akut ada 2 yaitu:
1. Pankreatitis interstisialis (edematus), Edema dan inflamasi yang terbatas
pada pankreas, namun berisi komengalami syok, gangguan
keseimbangan cairan elektrolit dan sepsis.
2. Pankreatitis hemoragi kakut, Bentuk pancreatitis intertisi alis yang lebih
lanjut. Digestienzimatik kelenjar pancreas tersebut lebih menyebar luas
dan total. Jaringan pancreas menjadi nekrotik dan kerusakannya meluas
sampai pada system vaskualtur sehingga darah mengalir masuk ke dalam
substansi pankraeas dan jaringan retroperitoneal. Komplikasi lanjut
terdiri atas kista ataua bses pada pankreas. Pankreatitis hemoragik
memiliki angka moralitas sebesar 30%.

D. Fatofisiologi
Kejadian ini didasarkan pada aktivitas enzim di dalam pancreas yang
kemudian mengakibatkan auto digesti organ. Dalam ke adaan normal
pancreas terlindung dari efek enzimatik enzim digestinya sendiri.enzim ini

4
disintesis sebagai zimogen yang inaktif dan diaktivasi dengan pemecahan
rantai peptid secara enzimatik. Enzim proteolotik ( tripsin, kimotripsin,
karboksipeptidase, elastase ) dan fosfolopase A termasuk dalam kelompok
ini. Enzim digesti yang lain seperti amylase dan lipase disintesis dalam
bentuk inaktif dan disimpan dalam butir zimogen sehingga terisolasi oleh
membrane fosfolipid di dalam sel asini. Selain itu terdapat inhibitor di dalam
jaringan pancreas, cairan pancreas dan serum sehingga dapat mengaktivasi
protease yang diaktivasi terlalu dini.
Dalam proses aktivasi enzim di dalam pancreas, peran penting terletak
pada tripsin yang mengaktivasi semua zimogen pancreas yang terlihat dalam
proses autodigesti ( kemotripsinogen, proelasase,fosfolifase A ). Hanya lipase
yang aktif yang tidak tergantung pada tripsin. Aktivasi ezimogen secara
normal imulai oleh enterokinase di duodenum. Ini mengakibatkan mulainya
aktivasi tripsin yang kemudian mengaktivasi zimogen yang lain. Adapun
mekanisme yang memulai aktivasi enzim antara lain adalah refluks isi
duodenum dan refluks caian empedu, aktivasi system komplemen, stimulasi,
sekresi enzim yang berlebihan. Isi duodenum merupakan campuran enzim
pancreas yang aktif, asam empedu, lisolesitin dan lemak yang telah
mengalami emulsifikasi. Semuanya ini mampu menginduksi pancreas akut.
Asam empedu mempunyai efek detergen pada sel pancreas, meningkatkan
aktivasi lipase dafosfolipase A, memecah lesitin menjadi lisolesitin dan asam
lemak dan menginduksi spontan sejumlah kecil tripsinogen sehingga
berikutnya mengaktivasi proenzim pancreas yang lain. Selanjutnya perfusi
asam empedu ke dalam duktus pancreatikus yang utama menambah
permiabelitas sehingga menyebabkan perubahan structural yang jelas.
Kelainan histology utama yang ditemukan pada pankreatitis akut adalah
nekrosis koagulasi parenkim dan piknosis inti atau kariolisis yang cepat
diikuti oleh degradasi asini yang nekrotik dan absorpsi dbris yang timbul.
Adanya ema, pendarahan dan rombosis menunjukkan kerusakan vascular
yang terjadi bersamaan.

5
E. Tanda dan Gejala
1. Pankreatitis Akut
a. Hampir setiap penderita mengalami nyeri yang hebat di perut atas
bagian tengah, dibawah tulang dada (stenum).Nyeri sering menjalar
ke punggung. kadang nyeri pertama bisa dirasakan diperut bagian
bawah.Nyeri ini biasanya timbul secara tiba-tiba dan mencapai
intensitas maksimumnya dalam beberapa menit.Nyeri biasanya berat
dan menetap selama berhari-hari.Bahkan dosis besar dari suntikan
narkotikpun sering tidak dapat mengurangi rasa nyeri ini.
b. Sebagian besar penderita merasakan mual dan ingin
muntah.Penderita Pankreatitis akut karena alkoholisme,bisa tidak
menunjukan gejala lainnya.
c. Penderita akan terlihat berkeringat
d. Denyut nadinya cepat (100-140 denyut per menit)
e. Pernafasannya cepat dan dangkal.
f. Penderita pada awalnya suhu tubuh bisa normal,namun meningkat
dalam beberapa jam sampai 37,8-38,8oC
g. Tekanan darahnya bisa tinggi atau rendah,namun cenderung turun
jika orang tersebut berdiri dan bisa menyebabkan pingsan.
h. Kadang-kadang bagian putih mata (Sklera) tampak kekuningan.
i. Penderita pankreatitis akut mengalami beberapa pembengkakan pada
perut bagian atas.Pankreatitis akut yang berat bisa berakibat fatal
2. Pankreatitis kronis
Kebanyakan orang dengan penkreatitis kronis mempunyai sakit
abdomen (perut) gejala-gejala lain termasuk mual, muntah, kehilangan
berat badan, dan kotoran (fedes) yang berlemak. Gejala pankreatitis
kronis umumnya terjadi dalam dua pola. Pertama, penderita mengalami
nyeri perut bagian tengah yang menetap, kedua penderita mengalami
episode pankreatitis yang timbul.
Orang-orang dengan penyakit kronis seringkali kehilangan berat-
badan (BB),bahkan ketika nafsu makan dan kebiasaan makannya

6
normal.Kehilangan BB terjadi karena tubuh tidak cukup mengeluarkan
enzim-enzim pankreas untuk memecah makanan ,sehingga nutrisi-nutrisi
tidak dapat diserap secara normal.Jika sel-sel pankreas yang
memproduksi insulin telah dirusak,diabetes juga dapat berkembang pada
tingkat ini.

F. Manifestasi Klinis
1. Rasa Nyeri abdomen yang hebat merupakan gejala utama pancreatitis.
2. Pasien tampak berada dalam keadaan sakit berat defens muskuler teraba
pada abdomen.
3. Perut yang kaku atau mirip papan dapat terjadi dan merupakan tanda
yang fatal. Namun demikian abdomen dapat tetap lunak jika tidak terjadi
peritonitis.
4. Bising usus biasanya menurun sampai hilang.
5. Kekakuan otot.
6. Ekimosis (memar) didaerah pinggang dan disekitar umbilikus.
7. Mual dan muntah umumnya dijumpai pada pankreatitis akut.
8. Hipotensi yang terjadi bersifat khas dan mencerminkan keadaan
hipovolemia.
9. Syok akibat:
a. Hipovolemia karena eksudasi darah dan protein kedalam ruang
retroperineum (retroperineal burn)
b. Peningkatan pembentukan dan pelepasan peptide kinin yang
menyebabkan vasodilatasidan peningkatan permeabilitas vaskular.
c. Syok yang disebabkan oleh kehilangan sejumlah besar cairan yang
kaya protein, karena cairan ini mengalir kedalam jaringan dan
rongga peritoneum.
10. Pasien dapat mengalami takikardia, sianosis dan kulit yang dingin serta
basah disamping gejala hipotensi.
11. Gejala infiltrasi paru yang difus, dispnoe, tachipnoe dan hasil
pemeriksaan gas darah abnormal.

7
G. Komplikasi
Komplikasi yang sering muncul adalah:
1. Kista pankreas: kista dapat terjadi karena terkumpulnya cairan di
sekeliling pankreas akibat nekrosis pankreas.
2. Diabetes militus: nekrosis pada pankreas juga dapat mengenai sel-sel
pualau langerhans pankreas sehingga terjadi penurunan insulin

8
BAB III
TINJAUAN KASUS (ASKEP)

A. Pengkajian
Pengkajian merupakan tahap awal dari pross keperawatan dan
merupakan suatu proses yang sistematis dalam pengumpulan data dari
berbagai sumber data untuk mengevaluasi dan mengidentifikasi kasus
kesehatan klien.
Pengkajian pada klien dengan gangguan sistem pencernaan akibat
pankreatitis meliputi :
1. Anamnesa
a. Biodata / identitas Klien
Meliputi data tentang :
 NAMA
 UMUR
 AGAMA
 SUKU BANGSA
 JENIS KELAMIN
 PENDIDIKAN
 PEKERJAAN
 STATUS PERKAWINAN
 ALAMAT
 TANGGAL MASUK
 TANGGAL PENGKAJIAN
 NO. MEDREK
 DIAGNOSA MEDIS
 GOLONGAN DARAH
Dimana faktor tersebut dapat menempatkan klien pada resiko
pankreatitis akut.

9
2. Riwayat Kesehatan
a. Keluhan utama
 Keluhan utama merupakan keluahan yang diungkapkan oleh
klien.
 Keluhan yang mungkin muncul pada klien pankreatitis adalah
nyeri pada bagian epigastrum, abdomen bawah/terlokalisir pada
daerah torasika posterior dan lumbalis.
b. Riwayat kesehatan sekarang
Merupakan informasi mengenani hal-hal yang menyebabkan
masalah kesehatan yang berkaitan dengan keluhan utama yang
dirasakan pasien kedalam P,Q,R,S,T,yaitu :
 P : Paliatif dan Provocative Segala sesuatu yang memperberat
(Provocative) dan memperingan keluhan (Paliatif).
 Q : Qualitas atau Quantitative, Bagaimana klien merasakan
keluhan tersebut dan seberapa sering keluhan tersebut dirasakan.
 R : Region dan Radiasi, Daerah yang terkena serta apakah terjadi
penyebaran.
 S : Severity atau Scale, Apakah dengan adanya keluhan tersebut
mengganggu aktifitas yang lain dan keluhan tersebut mengganggu
aktivitas yang lain dan keluhan tersebut diukur dengan skala
nyeri.
 T : Timing, Kapan terjadinya nyeri apakah terus menerus ,atau
hilang timbul, dan sejak kapan keluhan dirasakan.
Riwayat kesehatan juga mencakup pengkajian yang tetap
tentang nyeri, lokasi, durasi, faktor-faktor pencetus dan hubungan
nyeri dengan makanan, postur, minum alkohol, anoreksiam dan
intoleransi makanan

10
c. Riwayat kesehatan terdahulu
Yaitu riwayat yang pernah dialami oleh klien, kaji apakah
pernah mendapat operasi seperti colecystectomy, atau prosedur
diagnotic seperti EKCP, kaji apakah pernah menderita masalah
medis lain yang menyebabkan pankreatitis meliputi :
 Ulkus peptikum
 Hypoparathyronism
 Gagal ginjal
 Hyperlipidemia
 Vaskular disorder
Kaji apakah klien pernah mengidap infeksi virus dan buat
catatan obat-obatan yang pernah digunakan.
d. Riwayat kesehatan keluarga
Riwayat kesehatan keluarga yang terdapat pada keluarga
meliputi apakah dalam keluarga klien yang ada memiliki penyakit
yang sama dengan klien,penyakit keturunan dari keluarga atau
penyakit menular yang diderita anggota keluarga.
Meliputi apakah dalam keluarga klien ada yang memiilki
penyakit yang sama dengan klien, penyekit keturunan dari keluarga
atau penyekit menular yang diderita keluarga. Kaji riwayat kelaurga
yagn mengkonsumsi alkohol, mengidap pankreatitis dan penyakit
biliaris.
3. Keadaan Lingkungan Tempat tinggal
Keadaan lingkungan tempat tinggal merupakan keadaan tempat
atau lingkungan dimana klien tinggal atau melakukan aktivitas sehari-
harinya,baik itu bentuk rumah,ventilasi,penerangan,sanitasi lingkungan
dan endemik.
4. Pengkajian psikososial
Pengguanaan alkohol secara berlebihan adalah hal yang paling
sering menyebabkan pankreatitis akut, perlu dikaji riwayat penggunaan
alkohol pada klien, kapan paling sering mengkonsumsi alkohol. Kaji

11
apakah klein pernah mengalami trauma seperti kematian anggota
keluarga, kehilangan pekrjaan yang berkontribusi terhadap peningkatan
penggunaan alkohol.
5. Pola aktivitas sehari-hari (ADL)
a. Nutrisi
 Makanan
Kaji jenis makanan,frekuensi,porsi/ jumlah kalori,makanan
kesukaan, BB, TB, nafsu makan, adanya mual muntah,makanan
pantangan dan cara makan.
Klien dapat meplaporkan adanya steatorea (feses berlemak, juga
penuruanan BB (berat badan), mual, muntah. Perlu mengkaji
status nutris klien dan catat faktor yang dapat menurunkan
kebutuhan nutrisi.
 Minuman
Kaji jenis minuman yang biasa diminum,frekuensi,jumlah
(cc),cara minum,pemasangan infus dan juga catat intake dan
output.perlu juga dikaji tentang apakah klien alkoholisme atau
bukan.
b. Eliminasi
 BAK (BuangAir Kecil)
Kaji frekuensi BAK,warna,penggunaan kateter,adanya bau
ataudarah,jumlah urine output,adanya inkontinensia, hematuria,
adanya kesulitan dan cara melakuakan.
 BAB (Buang Air Besar)
Kaji frekuensi BAB,warna,adanya bau,darah,lendir, kosis-
tensi,kesulitan,dan penggunaan pencahar serta cara melakukan..
Klien dapat meplaporkan adanya steatorea (feses berlemak.
pastikan karakteristik dan frekuensi BAB (buang air besar).

12
c. Istirahat Tidur
Kaji waktu klien tidur baik siang maupun malam,lama tidur
klien,masalah tidur,kegiatan yang dilakukan saat sebelum tidur,kaji
juga kebiasaan pengantar tidur.
d. Kebersihan diri
Kaji kebersihan diri badan klien yaitu mandi,kebersihan mulut
(gosok gigi),kebersihan rambut (keramas), gunting kuku.
e. Kebutuhan aktivitas
Kaji aktivitas sehari-hari,aktivitas diwaktu luang, latihan rutin
yang dilakukan,jenisnya,frekuensi dan cara melakukannya
6. Pemeriksaan fisik
Pemeriksaan fisik meliputi pemeriksaan sistem tubuh secara
menyeluruh dengan menggunakan teknik inspeksi, palpass, perkusi dan
asukultasi.
a. Tanda-tanda vital
Kaji adanya peningkatan temperatur, takikardi dan penurunan
tekanan darah. Demam merupakan gejala yang umumnya biasanya
(dari 39oC) demam berkepanjangan dapat menandaakn adanza
komplikasi GI dari penzekit seperti peritonitis, kolesistitis atau abses
intra abdomen.
b. Sistem gastrointestinal
Pada pemeriksaan fisik ditemukan nzeri abdomen bagian atas
dan terdenganr bunzi timpani. BU menurun atau hilang karena efek
proses peradangan dan aktivitas enyim pada motilitas usus. Hal ini
memperberat ketidakseimbangan cairan pada penyakit ini.
c. Sistem kardiovaskular
Efek sistemik lainnya dari pelepasan kedalam sirkulasi adalah
vasodilatasi perifer yang pada gilirannya dapat menyebabkan
hipootensi dan syok, penurunan perfusi pankreas dapat
menyebabkan penurunan faktor depresan miokardial (MDF) faktor

13
depresan miokardial diketahui dapat menurunkan kondtarktilitas
jantung. Seluruh organ tubuh kemudian terganggu.
d. Sistem sirkulasi
Resusitasi cairan dini dan agresif diduga dapat mencegah
pelepasan MDF. Aktivasi tripsin diketahui dapat mengakibatkan
abnormalitas dalam koaglitas darah dan lisis bekuan.
e. Sistem respirasi
Pelepasan enzim-enzim lain diduga bnayak menyebabkan
komplikasi pulmonal yang berhubungan dengan pankreatitis akut.
f. Sistem metabolisme
Komplikasi metabolik dari pankratitis akut termasuk
hipokalsemia dan hiperlipidemia lemak disekitar daerah pankras
yang meradang.
g. Sistem urinaria
Oliguria, azotemia atau trombosos vena renalis bisa
menyebabkana gagal ginjal.
h. Sistem neurologi
Kaji perubahan tingkah laku dan sensori yang dapat
berhubungan dengan penggunaan alkohol atau indikasi hipoksia
yang disertai syok.
i. Sistem integumen
Membran mukosa kering, kulit dingin dan lembab, sianosis yang
dapat mencerminkan dehidrasi ringan sampai sedang akibat muntah
atau sindrom kebicoran kapiler. Perubahan warna keunguan pada
panggul atau pada area periumbilikus terjadi pada nekrosis
hemoragik yang luas.

14
B. Analisa Data
1. DS : klien mengeluh nyeri pada perut atas bagian tengah
DO :
 nyeri terletak pada perut atas bagian tengah,
 ekspresi wajah meringis
 gelisah
 pasien memgang perut bagian tengah pada saat timbul
nyeri
Masalah keperawatan : nyeri berhubungan dengan proses inflamasi
2. DS : klien mengeluh mual, klien mengatakan nafsu makan berkurang
DO :
 klien muntah
 klien tampak lemah
 porsi makan tidak habis
Masalah keperawatan : nutrisi kurang dari kebutuhan
3. DS :
 suhu tubuh > 38oC
 Berat badan menuru
DO :
 klien tampak kehausan
 klien mual muntah
Masalah keperawatan : defisit volume cairan
4. DS : -
DO :
 denyut nadi cepat (100-140x/menit)
 pernafasannya cepat dan dangkal
Masalah keperawatan : pola pernafasan yang tidak efektif
DS :
 klien dan keluarga bertanya tentang penyakit pasien

15
 klien dan keluarga bertanya tentang kebutuhan pengobatan
penyakit klien
DO :
 klien dan keluarga selalu bertanya-tanya
 klien terlihat cemas
 orientasi terhadap orang dan lingkungan kurang
Masalah keperawatan : gangguan aman, cemas
5. DS : klien mengatakan sering tidur terjaga
DO :
 klien tampak lesu dan pucat
 terdapat nyeri pada perut atas bagian tengah
Masalah keperawatan : gangguan pemenuhan kebutuhan istirahat tidur

C. Diagnosa Keperawatan
1. Gangguan rasa nyaman nyeri b.d proses inflamasi
2. Gangguan pemneuhan kebutuhan nutrisi : kurang dari kebutuhan b.d
adanya mual muntah
3. Defisit volume cairan b.d diaphoresis, mual, muntah
4. Pola nafas tidak efektif b.d imobilisasi akibat nyeri yang hebat
5. Gangguan rasa aman, cmas b.d kurang nya pengetahuan tentang
kondisi, pragnosis dan kebutuhan pengobatan
6. Gangguan pemenuhan kebutuhan istirahat tidur b.d adanya stimulus
nyeri

D. Perencanaan (tujuan, intervensi, rasionalisasi)


1. DX : gangguan rasa nyaman nyeri b.d proses inflamasi
 Tujuan : nyeri hilang atau terkontrol
 Intervensi : selidiki keluhan verbal nyeri, lihat lokasi dan
intensitas khusus (skala 0 – 10) catat faktor-faktor yang
meningkatkan dan mengurangi nyeri

16
Rasional : pengkajian dan pengedalian rasa nyeri sangat penting
karena kegelisahan pasien mengingkatkan metabolieme tubuh
yang akan menstimulasi sekresi enzim-enzim pankreas dan
lambung
 Intervensi : pertahankan tirah baring selama serangan akut,
berikakn lingkungan yang tenang
Rasional : menurunkan laju metabolik dan rangsangan / sekresi G
I sehingga menurunkan aktivitas pankreas
 Intervensi : ajarkan teknik distraksi relaksasi
Rasional : mengalihkan perhatian dapat meningkatkan ambang
nyeri / mengurangi nyeri
 Intervensi : kolaborasi pemberian analgetika narkotika
Rasional : analgetik narkotik efektif pada penghilangan nyeri

2. DX : gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi : kurang dari kebutuhan


b.d adanya mual muntah
 Tujuan : kebutuhan nutrisi klien terpenuhi selama intervansi
keperawatan 2 x 24 jam, tidak malnutrisi
 Intervensi : kaji abdomen, catat karakter BU, distensi abdomen
dan keluhan mual
Rasional : distensi usus dan atoni usus sering terjadi,
mengakibatkan tak adanya BU (bisisng usus)
 Intervensi : berikan perawatan oral hygiene
Rasional : menurunkan rangsangan muntah
 Intervensi : bantu pasien dalam pemilihan makanan/cairan yang
memenuhi kabutuhan nutrisi dan pembatasan bila diet dimulai
Rasional : kebiasaan diet sebelumnya mungkin tidak memuaskan
pada kebutuhan saat ini untuk regenerasi jaringan dan
penyembuhan

17
 Intervensi : observasi warna/konsistensis/jumlah feses. Catat
konsistensi lembek/bau busuk
Rasional : steatorea terjadi karena pencernaan lemak tak
sempurna
 Intervensi : tes urine untuk gula dan aseton
Rasional :deteksi dini pada penggunaan glukosa tak adekuat dapat
mencegah terjadinya ketoasidosis

3. DX : defisit volume cairan tubuh pasien terpenuhi


 Tujuan : volume cairan tubuh pasien terpenuhi
 Intervensi : ukur masukan dan keluaran cairan termasuk
muntah/aspirasi gaster
Rasional : indikator kebutuhan penggantian
 Intervensi : timbang berat badan sesuai indikasi
Rasional : penurunan berat badan menunjukan hipovolemia
 Intervensi : auskultasi bunyi jantung, catat frekuensi dan irama
Rasional : distrimia dapat menunjukan hipovolemia dan
ketidakseimbangan elektrolit umumnya
hipokalemia/hipokalsemia
 Intervensi : kolaborasi pemberian cairan sesuai indikasi
Rasional : untuk meningkatkan mobilisasi cairan kembali
kedalam area vaskular.

4. DX : pola nafas tidak efektif b.d imobilisasi akibat nyeri yang hebat
 tujuan : perbaikan fngsi pernafasan (respiratorius)
 Intervensi : kaji status pernafasan (frekuensi, pola, suara, nafas)
pulsa oksimetri dan gas darah arteri
Rasional : pankreatitis akut menyebabkan edema retro peritonial,
elevasi difragma, efusi pleura

18
 Intervensi : pertahankan posisi semi fowler
Rasional : penurunan tekanan pada diafragma dan memungkinkan
ekspansi paru yang lebih besar
 Intervensi : beritahukan pasien untuk relaksasi nafas dalam dan
batuk efektif setiap jam sekali
Rasional : akan membersihkan saluran nafas
 Intervensi : bantu pasien mengubah psisi tiap 2 jam sekali
Rasional : membantu aerasi dan drainse semua lobus paru

5. DX : gangguan rasa aman, cemas b.d kurangnya pengtahuan tentang


kondisi, prognosis dan kebutuhan pengobatan
 tujuan : rasa aman cemas b.d kurangnya pengetahuan tentang
kondisi, prognosis dan kebutuhan pengobatan
 Intervensi : kaji ulang penyebab khusus terjadinya episode dan
prognosis
Rasional : memberikan dasar pengetauan dimana pasien dapat
membuat pilihan informasi
 Intervensi : diskusikan penyebab lain/faktor yang berhubungan
Rasional : penghindaran dapat membantu membatasi kerusakan
dan mencegah terjadinya kondisi kronis
 Intervensi : anjurkan menghentikan merokok
Rasional : nikotin merangsang sekresi gaster dan aktivitas
pankreas yang tidak perlu
 Intervensi : berikan penyuluhan kesehatan tentang kondisi
prognosis dan kebutuhan pengobatan
Rasional : pasien dapat mengetahui tentang kondisi penyakitnya,
prognosis dan kebutuhan pengobatan

19
6. DX : gangguan pemenuhan kebutuhan istirahat tidur b.d adanya
simulus nyeri
 tujuan : kebutuhan istirahat tidur klien terpenuhi
 Intervensi : kaji tentang kebutuhan istirahat tidur klien
Rasional : pengkajian terhadap kebutuhan istirahat tidur dapat
menemukan masalah gangguan istirahat tidur pasien
 Intervensi : ciptakan lingkungan yang tenang dan nyaman
Rasional : lingkungan yang tenang dan nyaman dapat membantu
pasieni istirahat tidur
 Intervensi : atur posisi tidur senyaman mungkin
Rasional : posisi yang nyaman dapat membantu pasien untuk
istirahat tidur.

20
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpualan
Pankreatitis (Inflamasi pankreas) merupakan penyakit yang serius pada
pankreas dengan intensitas yang dapat berkisar mulai dari kelainan yang relatif
ringan dan sembuh sendiri hingga penyakit yang bejalan dengan cepat dan
kondisi inflamasi yang menimbulkan nyeri dimana enzim pankreas diaktivasi
secara prematur mengakibatkan autodigestif dari pankreas patal yang tidak
bereaksi terhadap berbagai pengobatan.
Gejala yang penting umum dari pankreatitis adalah nyeri perut yang parah
bagian atas yang menjalar ke punggung, mual, dan muntah yang diperparah
dengan makan.
B. Saran
Dengan adanya pembuatan makalah ini diharapkan mahasiswa dapat
memahami penyakit pankreatitis dan juga dapaat mengerti bagaimana asuhan
keperawatan yang dilakukan pada pasien dengan penyakit sehingga
mempermudah kita nantinya di lapangan.

21
22

Anda mungkin juga menyukai